Anda di halaman 1dari 5

KNOWLEDGE MANAGEMENT PERFORMANCE PT X

PADA PROSES PRODUKSI MESIN HOT PRESS

Zeplin Jiwa Husada Tarigan, Togar Panjaitan


Pusat Studi Desain dan Inovasi Universitas Kristen Petra
Dosen Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri-Universitas Kristen Petra
E-mail : zeplin@peter.petra.ac.id, togar@peter.petra.ac.id

PT X merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan dengan membuat


produk plywood, furniture, fancy wood, particle board dan block board laminating.
Pengukuran kinerja proses produksi dengan menerapkan knowledge management pada
perusahaan dilakukan pada proses produksi mesin hot press. Masalah yang sering terjadi
pada proses produksi mesin hot press adalah banyak karyawan yang kurang paham tentang
standard proses pengoperasian mesin, komunikasi operator antara shift tidak harmonis dan
banyaknya produk afkir di mesin hot press yang berakibat pada turunnya rendemen dan
target produksi. Kondisi ini mengakibatkan pengiriman produk ke customer sering sekali
mengalami keterlambatan.
Dari hasil pengukuran didapatkan sembilan indikator process driver pada mesin tersebut
yakni tekanan hot press, jumlah plywood, jumlah plate, ukuran plywood, berat plywood, jenis
glue, kecepatan pengeringan, kecepatan konveyor ke mesin hot press dan temperatur hot
press. Kemudian menentukan nilai standard setiap indikator guna dapat menentukan lama
proses setiap ukuran plywood dan jenis glue.

Kata kunci : knowledge management, hot press, nilai standard, indikator

Pendahuluan
PT X merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan dengan membuat produk plywood,
furniture, fancy wood, particle board dan block board laminating. Perusahaan ini mempunyai core business terletak
pada produksi plywood, fancy wood dan block board yang semuanya melalui proses mesin hot press. Sebagai salah
satu perusahaan yang terbesar di integrated wood maka top manajemen menginginkan adanya panduan bagi operator
khususnya di mesin tersebut, karena merupakan stasiun kerja yang bottle neck dan banyak produk yang terjadi afkir.
Mesin hot press merupakan proses akhir dari proses produksi sebelum finishing, karena itu diharapkan proses pada
mesin hot press tidak terjadi banyak afkir.
Berdasarkan dari hasil analisa sebelumnya dengan menggunakan metode cause and effect didapatkan pada
mesin hot press belum ada panduan yang jelas untuk operator. Dimana beberapa operator pada mesin tersebut belum
lulus dari pendidikan yang formal sekolah menengah pertama, karena itu perlunya penerapan knowledge
management melalui training dan pengawasan di lapangan secara langsung. Dalam penerapannya diharapkan
operator dapat memahami operasi prosesnya dan mengikuti standard yang telah ditetapkan berdasarkan penelitian

Tujuan Penelitian
 Mendapatkan indikator process driver pada proses produksi hot press.
 Menetapkan panduan baku dengan waktu standar proses untuk tiap ketebalan plywood.
 Menetapkan panduan baku dengan waktu standar proses untuk tiap jenis glue yang dipakai.
 Menetapkan panduan baku dengan waktu standar proses untuk tiap jenis glue dan ketebalan plywood yang
dipakai dengan melakukan beberapa sample di lantai produksi.

Knowledge Management
Knowledge management adalah pendekatan secara terintegrasi berbagai disiplin yang mempunyai tahap
yakni menciptakan dan menumbuhkan serta memodifikasi pengetahuan kemudian memformulasikan secara spesifik,
menyusun pengetahuan, berbagi/mendistribusikan pengetahuan, pemanfaatan pengetahuan dan tahap terakhir adalah
pengembangan pengetahuan untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan untuk siklus proses manajemen pada
integrasi proses manajemen terdiri atas beberapa tahap yakni rancangan proses/modifikasi diciptakan, spesifikasi
proses pada model, melakukan analisa model, mengatur dan mengkoordinasikan serta mengendalikan proses,
melakukan anlisa dan evaluasi terhadap implementasi proses dan terakhir dilakukan pengembangan proses. Siklus
knowledge management dan process management seperti pada Gambar 2.a dan 2.b.

Create Creation

Evolution Process design


Evolve Knowledge creation / modification Modeling
/ modification Formalize
Specification Specification

Arranging / Instance- Static analysis


storing evaluation simulation
Organize Pre Analysis
Use Instantiation,
Post
Sharing Analysis control / interface

Dsitribute Enactment

Gambar 1. Gambar 2.
Knowledge Management Lifecycle Process Management Lifecycle

Pada penerapannya diperusahaan kedua siklus ini dintegrasikan sehingga didapatkan process knowledge
yang menunjang efisiensi aktivitas proses perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis proses. Proses knowledge dibagi
atas tiga yakni
1. Proses template knowledge
Merupakan proses analisa dan simulasi informasi yang didapatkan dari tahap desain, yang didalamnya terdapat
latar belakang pengembangan dari template.
2. Proses instance knowledge
Merupakan proses yang ditetapkan sebagai model dengan kinerja proses yang diukur dan dievaluasi secara
terintegrasi, yang didalamnya terdapat pengaruh lingkungan, sumber daya, tujuan dan hasil.
3. Proses related knowledge
Merupakan proses yang ditetapkan sebagai knowledge yang telah dibuat dan digunakan sebagai sebuah bisnis
proses. Secara umum proses pengetahuan ini secara eksplisit dinyatakan oleh manajemen tradisional sebuah
proses yang persepektif.
Proses pengetahuan bukan saja memuat pengetahuan seperti dalam sistem manajemen konvensional akan tetapi juga
mengembangkan pengetahuan dari informasi yang diciptakan dari siklus business process management.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan action research di perusahaan yang sedang melakukan proses produksi
khususnya di mesin hot press. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terhadap operator, supervisor
produksi, serta pembagian kuesioner. Jenis data yang diambil adalah kesulitan-kesulitan operator untuk mengetahui
pada saat proses di mesin hot press dan juga usulan-usulan operator agar memudahkan proses kerjanya.
Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan statistik deskriptif, yaitu statistik parametrik dan non
parametrik untuk mendapatkan nilai KPI (Key Performance Indicator) di rancang dengan pendekatan balanced
scorecard. Dari KPI yang ada dilakukan identification of performance gap dan selanjutnya di identifikasi process
driver. Dari process driver difokuskan ke knowledge driver yang dibagi atas dua yakni KPI knowledge process dan
KPI knowledge outcome. Keseluruhan aktivitas ini menghasilkan pengukuran knowledge performance (Gambar 3).
Identification of
performance gap

Identification of
process driver

Identification of knowledge
drivers

Identification of knowledge Identification of knowledge


process KPI outcome KPI

Measuring knowledge
performance

Gambar 3. Metodologi Pengukuran Knowledge Management

Hasil dan Pembahasan

Perusahaan ini mempunyai enam buah mesin hot press berbeda dari pembuatan Kitakawa Ltd., perbedaan
hot press tersebut terletak pada fungsi pemakaiannya yakni untuk plywood ukuran lebar 3 feet, 4 feet dan panjang 6
feet, 8 feet dan 9 feet. Pada proses mesin hot press terdapat beberapa proses yang berpengaruh terhadap
produktivitas mesin yang disebut sebagai proses driver. Proses driver pada mesin tersebut antara lain : tekanan hot
press, jumlah plywood, jumlah plate, ukuran plywood, berat plywood, jenis glue, kecepatan pengeringan, kecepatan
konveyor ke mesin hot press dan temperatur hot press.
Dari kesembilan proses driver ini ada beberapa ditetapkan konstan dalam penelitian ini dan telah disetujui
oleh perusahaan diantaranya : jumlah plywood masuk ke mesin hot press sebanyak 29 pcs, jumlah plate hot press 31,
berat plywood diwakili pada saat penentuan ukuran plywood, kecepatan konveyor ke mesin hot press 150 mm/sec
dan temperatur hot press 115 oC – 125 oC. Sedangkan knowledge proses driver sebagai key performance indicator
yang akan dicari yang telah divalidasi dengan kebutuhan perusahaan, untuk memudahkan pekerjaan operator yakni
waktu standar kecepatan pengeringan yang dipengaruhi oleh ukuran plywood (berat plywood), jenis glue dan
tekanan hot press.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bersama-sama karyawan perusahaan dalam mengumpulkan data
dan analisa data didapatkan hasilnya sebagai berikut :
Tabel 1. Penentuan Waktu Proses Hot Press
Dengan Mempertimbangkan Tebal Plywood, Jenis Glue dan Tekanan
No Ukuran Tebal Plywood Jenis Glue Tekanan Hot Press Waktu Proses
1 2,4 mm Urea 8-10 Kg/cm2 1’15” – 1’25”
2 2,4 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 1’15” – 1’35”
3 2,4 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 1’50” – 2’00”
4 2,7 mm Urea 8-10 Kg/cm2 1’20” – 1’35”
5 2,7 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 1’35” – 1’50”
6 2,7 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 2’00” – 2’15”

Tabel 1. Lanjutan Penentuan Waktu Proses Hot Press


Dengan Mempertimbangkan Tebal Plywood, Jenis Glue dan Tekanan

7 3,0 mm Urea 8-10 Kg/cm2 1’30” – 1’45”


8 3,0 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 1’45” – 2’00”
9 3,0 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 2’15” – 2’30”
10 3,6 mm Urea 8-10 Kg/cm2 1’45” – 2’05”
11 3,6 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 2’05” – 2’25”
12 3,6 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 2’40” – 3’00”
13 5,2 mm Urea 8-10 Kg/cm2 2’35” – 3’00”
14 5,2 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 3’00” – 3’30”
15 5,2 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 3’50” – 4’20”
16 6,0 mm Urea 8-10 Kg/cm2 3’00” – 3’30”
17 6,0 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 3’30” – 4’00”
18 6,0 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 4’30” – 5’00”
19 9,0 mm Urea 8-10 Kg/cm2 4’30” – 5’15”
20 9,0 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 5’15” – 6’00”
21 9,0 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 6’45” – 7’30”
22 12,0 mm Urea 8-10 Kg/cm2 6’00” – 7’00”
23 12,0 mm Melamine 8-10 Kg/cm2 7’00” – 7’30”
24 12,0 mm Phenol 4-8 Kg/cm2 9’00” – 9’20”
(‘ = menit, “ = detik)

Dalam penentuan waktu standar proses dilakukan dengan pengambilan 30 group data dan setiap group data
terdiri atas 30 buah data, yang sudah di uji kenormalan dan distribusinya. Dalam tahap evaluasi setelah
diimplementasikan maka adanya peningkatan pada proses hot press dan jumlah perputaran proses yang sebelumnya
untuk ukuran plywood 2.7 mm dengan menggunakan urea rata-rata dilakukan oleh operator selama 3 - 4 menit,
sehingga banyak produk yang deliminasi dan warna yang kehitaman. Setelah dilakukan proses standar terjadi, maka
pengurangan waktu menjadi 1 menit 35 detik. Terjadinya pengurangan waste time sebanyak 100 % - (1 menit 35
detik / 3 menit) x 100 % = 47 %. Begitu juga terjadi pada proses-proses ukuran dimensi ketebalan dan jenis glue
yang berbeda-beda.

Penutup

Penerapan knowledge management dalam semua unit perusahaan akan memberikan pengetahuan dan pemahaman
kepada semua karyawan tentang key performance indicator dalam mencapai peningkatan produktivitas. Penelitian
yang dilakukan pada mesin hot press didapatkan ada sembilan knowledge proses driver yakni yakni tekanan hot
press, jumlah plywood, jumlah plate, ukuran plywood, berat plywood, jenis glue, kecepatan pengeringan, kecepatan
konveyor ke mesin hot press dan temperatur hot pres. Sebagian dari proses driver ini ditetapkan konstan dan yang
lainnya yakni digunakan ukuran plywood (berat plywood), jenis glue dan tekanan hot press untuk menentukan waktu
standar kecepatan pengeringan.

Daftar Pustaka
1. Gottschalk, P., 2006, “ Stages of Knowledge Management Systems in Polices Investigations”, International
Journal Knowledge Based Systems, www.elsevier.com/locate/knosys.
2. Jung, J., Injun Choi and Minseok Song, 2006, ”An Integration Architecture For Knowledge Management
Systems and Business Process Management System”, International Journal Computer In Industry.
3. Park, Y., Seonwoo Kim, 2006, “Knowledge Management System For Fourth Generation R & D:
Knowvation”, International Journal Technovation 26, pp. 595 – 602.
4. William, R., Peter V. Marks Jr, 2005, “ Motivating Knowledge Sharing Through a Knowledge Management
System”, The Internasional Journal Management Science.