Anda di halaman 1dari 7

Titrasi Pembentukan Kompleks

Senyawa/ ion kompleks dibentuk oleh reaksi suatu ion logam (suatu kation) dengan suatu anion atau
molekul netral. Ion logam dalam kompleks itu disebut atom pusat dan gugus yang terikat dengannya
disebut ligan. Banyaknya ikatan yang dibentuk oleh atom logam pusat disebut bilangan koordinasi
logam itu.
Contoh suatu ion kompleks Ag(CN)2-
Ag+ + 2CN- Ag(CN)2-
Perak merupakan atom pusat dengan bilangan koordinasi 2 dan sianida adalah ligannya
Ion logam merupakan asam Lewis (akseptor pasangan elektron) sedangkan ligan merupakan basa Lewis
(donor pasangan elektron).
Amonia merupakan agen pengompleks sederhana dengan satu pasang elektron yang belum berikatan.
Bila amonia membentuk kompleks dengan ion Ag, maka 2 molekul amonia membentuk kompleks
dengan satu ion Ag dalam dua langkah kesetimbangan:

[Ag(NH3)+]
Ag+ + NH3 Ag(NH3)+ Kf1 = =2,5x103
[Ag+] [NH3]

[Ag(NH3)2+]
Ag(NH3)+ + NH3 Ag(NH3)2+ Kf2 = =1 x 104
[Ag(NH3)+] [NH3]

reaksi keseluruhannya:
Ag+ + 2 NH3 Ag(NH3)2+ Kf = Kf1x Kf2 = 2,5 x 107
Kf adalah konstanta pembentukan atau konstanta stabilitas, kebalikannya adalah Konstanta instabilitas
(Kins) atau konstanta disosiasi (Kd)

[Ag(NH3)2 +]
Ag(NH3)2+ Ag+ + 2 NH3 Kd =1/Kf=
[Ag+] [NH3]2

Contoh hitung kelarutan molar AgCl dalam larutan 1M NH3

AgCl(s) Ag+(aq) + Cl-(aq) Ksp= [Ag+][Cl-] =1,6 x 10-10


[Ag(NH3)2 +]
Ag+ + 2 NH3 Ag(NH3)2+ Kf = = 1,5x107
[Ag+] [NH3]2

[Ag(NH3)2 +][Cl-]
AgCl(s) + 2 NH3 Ag(NH3)2+ + Cl- K = Ksp Kf = = 2,4 x 10-3
[NH3]2

jika s adalah kelarutan molar AgCl (dalam mol/L)

1 Kimia Analitik 1 blog.unila.ac.id/widiarto


AgCl(s) + 2 NH3 Ag(NH3)2+ + Cl- [Ag(NH3)2+] = [Cl-]

awal 1,0 0,0 0,0


reaksi -2s +s +s
setimbang 1,0 - 2s s s

[Ag(NH3)2 +][Cl-] (s)(s)


K= 2,4 x 10-3 =
[NH3]2 (1,0 - 2s)2

s = 0,045 M

pada saat kesetimbangan 0,045 mol AgCl dapat larut dalam 1 L larutan 1,0 M NH3

EDTA

Ligan sederhana seperti NH3 jarang digunakan sebagai titran sebab titik akhir yang tajam sukar untuk
diperoleh. Asam etilen diamina tetra asetat (EDTA) memiliki 6 pasang elektron yang belum berikatan
(masing-masing pada 2 N dan 4 gugus karboksil) mampu membentuk kompleks dengan ion logam. EDTA
merupakan asam tetraprotik, biasa disingkat H4Y. Bentuk terionisasinya, Y4-, dan apabila bereaksi
dengan ion Co2+, membentuk kompleks CoY2-.

2-
O

CH2
O
O H2 H2 O O H2
C
H O C C C C O H
N C C N O N
H2 H2 C C O H
H O C C Co CH2
H2 H2
O O CH2
O N
gambar struktur molekul EDTA C CH2
O H2 O
O

EDTA merupakan ligan heksadentat, reaksinya dengan ion Co2+ membentuk kompleks EDTA oktahedral
sebagaimana gambar di atas

2 Kimia Analitik 1 blog.unila.ac.id/widiarto


reaksi EDTA dengan ion logam

[MY-(4-n)]
Mn+ + Y4- MY-(4-n) Kf=
[Mn+][Y4-]

Persamaan ionisasi dan Ka untuk masing-masing spesi EDTA adalah:


H 4Y + H 2O H3O+ + H3Y- Ka1= 1,02x10-2
H 3Y - + H 2O H3O+ + H2Y2- Ka2= 2,14x10-3
H2Y2- + H2O H3O+ + HY3- Ka3= 6,92x10-7
HY3- + H2O H3O+ + Y4- Ka4= 5,50x10-11

Distribusi kelima spesi EDTA sebagai fungsi pH

1,0

0,8 HY3-
fraksi

H4 Y H2Y2-
0,6 Y4-
H3 Y-
0,4

0,2

0
2 4 6 8 10 12 14
pH

Pada pH > 12 kebanyakan EDTA akan ada sebagai tetra anion Y4-.
H4Y memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air, demikian juga garamnya, Na2H2Y2.2H2O.
Pembentukan kompleks EDTA - Ca2+

[CaY2-]
Ca2+ + Y4- CaY2- Kf=
[Ca2+][Y4-]

apabila CH4Y adalah konsentrasi total seluruh spesi EDTA


CH4Y = [Y4-] + [HY3-] + [H2Y2-] + [H3Y-] + [H4Y]
substitusikan konsentrasi masing2 spesi dari persamaan ionisasinya, kemudian dibagi [Y4-] maka
diperoleh:

CH4Y 1 [H+] [H+]2 [H+]3 [H+]4


= = 1+ + + +
Y4- α4 Ka4 Ka3Ka4 Ka2Ka3Ka4 Ka1 Ka2Ka3Ka4

3 Kimia Analitik 1 blog.unila.ac.id/widiarto


jika α4 = fraksi EDTA yang berada sebagai Y4-. α4= [Y4-] / CH4Y
Contoh hitung fraksi EDTA yang berada sebagai Y4- pada pH 10, kemudian hitung pCa dalam 100 mL
larutan 0,1 M Ca2+ pada pH 10 setelah penambahan 100 mL 0,1M EDTA

1 1x1010 (1x1010)2 (1x1010)3 (1x1010)4


=1+ + + +
α4 (5,5x10-11) (6,92x10-7)(5,50x10-11) (2,14x10-3)(6,92x10-7)(5,50x10-11) (1,02x10-2)(2,14x10-3)(6,92x10-7)(5,50x10-11)

= 1 + 1,82 + 2,6x10-4 + 1,2x10-11 + 1,2x10-19 = 2,82


α4 = 0,35
pada pH 10 sebanyak 0,35 bagian EDTA berada sebagai Y4-.

mmol Ca2+ = 0,1 M x 100 mL = 10 mmol


mmol EDTA = 0,1 M x 100 mL = 10 mmol
terbentuk 10 mmol CaY2- dalam 200 mL = 0,05M

Ca2+ + EDTA CaY2-


x x 0,05 - x ≈ 0,05M, Kf >>

[CaY2-]
Kf =
[Ca2+] α4 [CH4Y]
diketahui Kf sebesar 5 x 1010

0,05
5 x 1010 =
(x)(0,35)(x)

x = 1,7 x 10-6 M
pCa = 5,77

Konstanta Pembentukan Kondisional/Bersyarat/ efektif (K’f atau Kef)

[CaY2-] [CaY2-]
Kf = Kf α4 = K’f =
[Ca2+] α4 [CH4Y] [Ca2+][CH4Y]

Contoh Konstanta pembentukan untuk CaY2- adalah 5x1010. Pada pH 10, α4 =0,35, sehingga konstanta
kondisionalnya Kfx α4 = 1,8x1010. Hitung pCa dalam 100 mL larutan 0,1 M Ca2+ pada pH 10 setelah
penambahan a) 0 mL b) 50 mL c) 100 mL dan d)150 mL 0,1 M EDTA.

4 Kimia Analitik 1 blog.unila.ac.id/widiarto


a) pCa = - log [Ca2+] = - log 1x10-1 =1
b) dimulai dari 0,1 Mx 100 mL = 10 mmol Ca2+
mmol EDTA yang ditambahkan = 0,1 x 50 mL = 5 mmol.
Konstanta kondisional >>, [Ca2+] hasil disosiasi CaY2- dapat diabaikan.
mmol Ca2+ = 10 - 5 = 5 mmol ∴ [Ca2+] =5 mmol / 150 mL = 0,03 M ⇒ pCa = 1,48

c) Pada titik ekuivalen, semua Ca2+ telah berubah mjd CaY2-, gunakan persamaan K’f untuk menghitung
konsentrasi Ca2+ dalam kesetimbangan. [CaY2-] = 10 mmol / 200 mL = 0,05 M.
Dari disosiasi CaY2-, [Ca2+] = CH4Y = x. [CaY2-] dalam kesetimbangan = 0,05 - x M ≈
0,05 M

[CaY2-] (0,05)
K’f = = K’f = 1,8 x 1010
[Ca2+][CH4Y] (x)(x)

⇒ x = 1,7 x 10-6 M ⇒ pCa= 5,77

d) mmol CH4Y = mmol [EDTA] yg berlebih = (0,1 M x 150mL) - (0,1 M x 100 mL) = 5 mmol
CH4Y = 5 mmol / 250 mL = 0,02 M
[CaY2-] = 10 mmol / 250 mL = 0,04 M

(0,04)
= 1,8 x 1010
[Ca2+](0,02)

[Ca2+] = 1,1 x 10-10 M


pCa = - log 1,1 x 10-10 = 9,95

Kurva Titrasi

titrasi dilakukan dengan menambahkan agen pengelat kepada sampel.


Kurva dibawah menggambarkan kurva titrasi untuk 100 mL 0,1M Ca2+ yang dititrasi dengan 0,1M
Na2EDTA pada pH 7 dan pH 10.

5 Kimia Analitik 1 blog.unila.ac.id/widiarto


Gambar di kanan atas menunjukkan pH minimum dimana ion logam dapat dititrasi dengan EDTA

Penentuan titik akhir : indikator


diperlukan indikator metalokrom, zat yang tanggap terhadap pM (pMg, pCu, pCa dsb.)

eriochrome black T kalmagit


OH OH HO
OH

-O3S N N -O3S N N

CH3

NO3 stabil dalam larutan air. Juga merupakan asam


Molekulnya biasa diwakili dengan H3In, pada triprotik
gambar struktur di atas merupakan ion H2In-. H2In- → HIn2- pKa= 8,1
setelah gugus asam sulfonat terdisosiasi dalam air. merah biru
H2In- → HIn2- pKa= 6,3 HIn2- → In3- pKa= 12,4
biru jingga kemerahan
HIn2- → In3- pKa= 11,6
jingga kekuningan
kelemahan indikator ini, tak stabil dalam larutan,

6 Kimia Analitik 1 blog.unila.ac.id/widiarto


sehingga larutan tidak dapat disimpan lama.

Penerapan titrasi EDTA


titrasi EDTA biasa digunakan untuk mengukur kesadahan total air (water hardness), yaitu adanya ion
Ca2+ dan Mg2+. Larutan standar EDTA disiapkan dengan mengeringkan (tidak lebih dari 80oC) Na2H2Y.
2H2O. Apabila sampel tidak mengandung Mg, maka Mg-EDTA perlu ditambahkan agar indikator
eriochrome black T menghasilkan titik akhir lebih tajam, karena Ca tidak membentuk kelat yang kuat
dengan eriochrome black T. Reaksi yang terjadi adalah:
titrasi: Ca2+ + H2Y2- → CaY2- + 2H+
Ca2+ + MgY2- → CaY2- + Mg2+

titik akhir: Mg2+ + HIn2- → MgIn- + H+


MgIn- + H2Y2- → MgY2- + HIn2- + H+
merah colorless colorless biru

Indikator eriochrome black T disiapkan dalam bentuk larutan 0,5%(berat/volum) dalam etanol.
Perhatikan bahwa indikator harus dalam keadaan fresh.
Larutan 0,005M Mg-EDTA dibuat dengan mereaksikan 0,01 M EDTA dengan 0,01M MgCl2. Larutan Mg-
EDTA pada pH10 dengan kehadiran eriochrome black T akan menghasilkan warna ungu, penambahan
setetes EDTA akan menghasilkan warna biru dan penambahan setetes MgCl2 akan menghasilkan warna
merah.
Larutan bufer NH3-NH4Cl pH 10 dibuat dengan melarutkan 3,2g NH4Cl dalam air, ditambah 29 mL NH3
pekat kemudian diencerkan hingga 50 mL.
Untuk membuat 0,01M larutan EDTA, timbang dengan tepat 2g Na2H2Y.2H2O (setelah dikeringkan 80oC
selama 2 jam dan dimasukkan desikator 1/2 jam), kemudian larutkan dalam air menggunakan labu ukur
500mL. EDTA sukar larut dalam air. Simpan dalam botol polietilena.

7 Kimia Analitik 1 blog.unila.ac.id/widiarto