Anda di halaman 1dari 21

Anamnesa

• Lama keluhan
• Progresifitas
• Ada keluhan yang menyertai
• Pekerjaan
• Apakah di keluarga ada yang mengalami hal
seperti ini
• Kebiasaan merokok
• Kebiasaan minum kopi/ alkohol
• Hobi / aktifitas di luar pekerjaan
• Sedang mengalami suatu penyakit tertentu
• Riwayat alergi
Pemeriksaan Laring
• Pemeriksaan dari luar dengan inspeksi dan
palpasi
• Laringoskopi indirek dengan cermin faring
• Laringoskopi direkta
• Pemeriksaan kelenjar leher
• Pemeriksaan X-foto rontgen
Inspeksi Palpasi
• Warna & keutuhan kulit • Mengenal bagian-bagian
• Benjolan yang ada pada dari kerangka laring
area leher • Edema, kista
Laringoskopi indirect
• Melihat laring secara tidak langsung
Laringoskopi direct
• Melihat laring secara langsung dengan
laringoskop
• Laringoskop yang dapat digunakan yaitu :
laringoskop kaku, laringoskop fiber,
mikrolaringoskop.
KELUMPUHAN PITA SUARA
• Terganggunya pergerakan pita suara karena
disfungsi syaraf ke otot laring
• Merupakan gejala suatu penyakit
• Dapat kongenital atau didapat
Kongenital Didapat

• etiologi belum pasti • keganasan pada paru, tiroid,


(diduga kelainan batang esofagus
otak / trauma kepala • trauma leher / kepala 
saat proses kelahiran ) lesi intrakranial biasanya
disertai gejala lain & lebih
• gejala tersering adalah bermanifestasi sebagai gang.
Stridor Neurologis dan bukan gang.
Suara / artikulasi

•Tuberkulosis paru
• pada banyak kasus idiopatik
Anamnesa
• Sejak kapan • Keluhan sulit bernafas
• Progresifitas • Stridor
• Ada keluhan yang • Keluhan kesulitan
menyertai menelan makanan
• Pekerjaan
• Apakah di keluarga ada
yang mengalami hal
seperti ini
• Kebiasaan merokok
Gejala Pemeriksaan penunjang
• Suara parau • Laringoskopi
• Stridor melihat pita suara, sisi
• Kesulitan menelan mana yang lumpuh serta
gerakan aduksi dan
abduksinya
• Laringeal electromyography
(LEMG)
untuk mengukur arus listrik
pada otot laring
KELAINAN LARING KONGENITAL
• Dapat menyebabkan gejala sumbatan jalan
napas, suara tangis melemah, disfagia.
• Hemangioma -> di daerah subglotik
-> hemoptisis
• Fistel Laringotrakea-esofagal
– Karena kegagalan penutupan dinding posterir
kartilago krikoid
– Gejala pneumonia
Laringomalasia
• Anamnesis

 Tangisan bayi normal / melemah


 Napas berbunyi sejak awal 2 bulan kehidupan, menetap
 Napas berbunyi bertambah jika bayi dalam posisi terlentang,
ketika menangis, ketika terjadi infeksi saluran nafas bagian
atas, dan pada beberapa kasus, selama dan setelah makan.
 Tidak terdapat sekret nasal
 Terkadang sulit makan
• Pemeriksaan Fisik :
 Tanda-tanda vital normal -> takipneu
 Biasanya terdengar aliran udara nasal -> meningkat jika posisi
bayi terlentang
 Stridor murni berupa inspiratoris. Suara terdengar lebih jelas
di sekitar angulus sternalis
 Sumbatan jalan napas -> retraksi supreasternal, epigastrium,
interkostal, supraklavikular
• Pemeriksaan Penunjang :
- Endoskopi -> kolapsnya plika ariepiglotik dan
kartilago kuneiform ke sebelah dalam
- Laringoskopi -> berbentuk seperti omega
Laryngeal Web ( Selaput di Laring )
• Anamnesa
- Stridor
-Dysphonia
- Suara tangis melemah
- Kesulitan bernapas.
- Suara yang terdengar kasar, nada tinggi
- Batuk Kronik
• Pemeriksaan Fisik :
– Sumbatan jalan napas -> retraksi supreasternal,
epigastrium, interkostal, supraklavikular

• Pemeriksaan Penunjang :
– Laringoskopi
– Bronkoskopi
STENOSIS SUBGLOTIK KONGENITAL
Penyempitan (stenosis) sering pd 2-3 cm dari pita suara.
Kelainan yang menjadi penyebab :
• Penebalan jar. submukosa dgn hiperplasia kel. mukus &
fibrosis.
• Kelainan btk. Cart. Cricoid dengan lumen lebih kecil
• Btk. Cart. Cricoid normal dengan ukuran lebih kecil
• Pergeseran cincin tracheaI ke postero-superior ke dalam
lumen Cricoid.

Anamnesa:
• Suara napas berbunyi
• Dispnea
• Pemeriksaan Fisik :
- Terdapat Retraksi suprasternal, epigastrium,
intrekostal dan subklavikula
- Terlihat sianosis

• Pemeriksaan Penunjang :
Laringoskopi