PROFIL KABUPATEN / KOTA

KOTA DEPOK JAWA BARAT

perkantoran. . Di sekitar lahan terbuka tersebut.54 14. 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Sawangan Pancoran Mas Sukmajaya Cimanggis Beji Limo Total Luas (Km²) 45. dan sarana kota lainnya adalah 55:45.30 22. Sebelumnya lahan hijau Kota Depok yang berfungsi sebagai konservasi air masih sangat luas.80 200.2 juta jiwa.13 53.000 jiwa. 1. Pemkot Depok mengalokasikan 50 % areal kotanya untuk kawasan terbangun dan mempertahankan 50 % sebagai lahan terbuka hijau. Tabel V.83 34.69 29. Jumlah penduduknyapun masih di bawah 700.KOTA DEPOK ADMINISTRASI Profil Wilayah Salah satu penyebab Kota ini berkembang pesat seperti sekarang adalah setelah adanya keputusan untuk memindahkan sebagian besar kegiatan akademis Universitas Indonesia ke Depok yang menempati areal seluas 318 hektar pada tanggal 5 September 1987. Namun pada tahun 2002 lalu jumlah penduduk Depok sudah mencapai 1. padahal pada mulanya daerah ini direncanakan dihuni tidak lebih dari 800.000 jiwa pada tahun 2005. pertumbuhan penduduk Depok yang pesat dipicu dengan dijadikannya wilayah Depok sebagi proyek percontohan perumnas berskala besar pada pertengahan 1970-an.29 Km² memiliki batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kabupaten Tangerang dan DKI Jakarta Batas Selatan : Kabupaten Bogor Batas Timur : Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor Batas Barat : Kabupaten Bogor Saat ini perbandingan lahan terbuka hijau dengan kawasan terbangun yang terdiri dari permukiman. Depok kini menjadi kota besar. LUAS WILAYAH KOTA DEPOK No. sampai tahun 2010. 2003 Orientasi Wilayah Wilayah Kota Depok dengan luas wilayah 200.29 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Depok . Sebelumnya.

9 km2 pada tahun 2003. 3.81 3.54 5. Kecamatan dengan kepadatan tertinggi adalah Kecamatan Sukmajaya yaitu 7.780 jiwa/km2.831 jiwa/km2. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut. 2003 EKONOMI Dari data tahun 2001.13 53. Tabel V.54%). sektor pengangkutan dan komunikasi (5.352 5.339 2.613 116.534 7.30 22. sektor jasa-jasa (8.580 6.878 108. kemudian diikuti oleh sektor perdagangan.92 38. Kawasan yang ditetapkan untuk mempertahankan konservasi air tanah adalah Kecamatan Limo.81%). PENDUDUK Sebaran dan Kepadatan Penduduk Kota Depok dengan luas total 200.403 jiwa dengan kepadatan rata-rata 5.727 5. memiliki jumlah penduduk 1.403 5.83 34.143.831 208.39 .64 8. dan Restoran Bangunan Listrik Gas.2001 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Bidang Perdagangan. sektor bangunan (5. Cimanggis.54 14. Tabel V.72%).69 29.992 265.80 200.97 5. Sedangkan sektor lainnya (11.53%) meliputi sektor keuangan. listrik.39%).01 3.709 jiwa/km2. hotel dan restoran (30. pertanian. LUAS WILAYAH DAN JUMLAH PENDUDUK No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Sawangan Pancoran Mas Sukmajaya Cimanggis Beji Limo Total Luas (Km²) 45.780 314.72 3. DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI Th. kontribusi yang cukup signifikan membangun perekonomian Kota Depok yaitu sektor industri pengolahan (38. dan Air Bersih Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan Jasa – jasa Pertanian Industri Pengolahan Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Depok 2003 Jumlah (%) 30.01%).143. Hotel.103 1. dan gas rata-rata 3%.709 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Depok dan Departemen Keuangan .29 Penduduk Jumlah Kepadatan 129. 2. Sedangkan yang memiliki kepadatan terendah yaitu Kecamatan Sawangan yaitu 2. dan Sawangan.pemanfaataan untuk permukiman hanya diperbolehkan 35-40 %.871 7.

Jalan Akses UI. Pelayanan Publik Pos DPRD 18.97% .350.00 1.362.678.819. dan Dewi Sartika. belanja publik yaitu sebesar Rp 230.DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI TAHUN 2001 Perdagang .64% Pengangkut an dan Komunikasi 5.00 lebih besar dibanding belanja aparatur yaitu sebesar Rp 115.594. Hotel Industri dan Pengolahan .000. Keuangan 3.678.219.000.476.412. Belanja tidak Tersangka Total Defisit PEMBIAYAAN 1.00 381.39 % terhadap total perekonomian daerah.010.000. yaitu sekitar 24.00 atau sekitar 11%. Dilihat dari kegiatan ekonomi daerah.103. Bersih 3. Sedangkan penerimaan lain sebesar 13 milyar rupiah. khususnya kelompok industri kimia dan barang dari bahan kimia berskala menengah dan besar berlokasi di sepanjang Jalan Raya Bogor-Jakarta. an.01% . perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa terkonsentrasi di poros pusat kota di Jalan Margonda Raya. Bangunan 5.00 Jumlah (Rp) 115.02.165.984.00 sedangkan penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah menyumbang Rp 41. Pusat Cinere-Limo. Bagian Lain-lain Pendapatan Yang Sah Total BELANJA 1. Pengeluaran Daerah Total Sumber : Pemerintah Kota Depok.72%. penerimaan daerah yang terbesar berasal dari dana perimbangan yaitu sekitar 85% atau Rp 315. Jalan Raya Parung-Sawangan.86 trtiliun atau menyumbang 38.165.524.629.00 3.54% .412. Kegiatan industri yang sudah ada.92% . Tabel V.484.232.219. Kegiatan perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar kedua bagi total ekonomi daerah.223.02 12.119. Bagian Dana Perimbangan 3.160.000.02 11.176. Restoran 38.909. perputaran uang dari lapangan usaha industri membukukan nilai Rp 1. Hal ini menunjukkan bahwa APBD tahun 2003 banyak dipergunakan untuk kepentingan langsung . Saat ini.010. Penerimaan daerah 2.009. Aparatur Daerah 2. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 4.464.00 315.996.629.464.000.00 369.476. Keuangan Daerah Dari sisi penerimaan APBD kota Depok pada tahun 2003.138.408.02 Dari sisi pengeluaran. Pertanian 3. 2003 Jumlah (Rp) 41.524.00 34.96%.300.000.138.103.00 dari total nilai APBD sebesar Rp 369. Industri kecil yang sudah berkembang adalah industri rumahan seperti garmen dan konveksi di Kecamatan Pancoran Mas.02 Jumlah (Rp) 23.020. Bagian Pendapatan Asli Daerah 2. Jasa – jasa 8.621.423.819.000.160.374.819.984. poros Jalan Arief Rahman Hakim.996. kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya.142.00 11. Nusantara. Listrik Gas dan Air .00 13.02 230.138. 30. dan pusat-pusat lingkungan.81% .909. 4.39%. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2003 KOTA DEPOK PENDAPATAN 1. Jalan Raya Bogor-Cimanggis.

daerah industri. sehingga infrastruktur jalan yang ada sekarang mengikuti sistem pengairan ini. SARANA DAN PRASARANA YANG DIMILIKI DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 Sarana dan Prasarana TPA seluas 9. dan pusat perdagangan). pertokoan. PRASARANA dan SARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Pelayanan air bersih Kota Depok.1 Ha TPD (Transfer Depo) TPS (Tempat Pembuangan Sementara) Gerobak Sampah (Garbage Wagon) Dump truck Arm Roll Container Alat Berat (Heavy Equipment) Buldozer Track Loader Shovel Jumlah 1 unit 3 unit 100 unit 120 unit 33 unit 4 unit 24 unit 1 unit 1 unit (kondisi rusak) 2 unit (1 unit rusak) Sumber: Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok 2003 Untuk memudahkan pelayanan. Tabel V. jalan. taman. Kecamatan Pancoran. Komponen Persampahan Timbulan sampah yang terdapat di Kota Depok merupakan jumlah sampah yang berasal dari daerah perumahan. perkantoran. Berdasarkan hal tersebut produksi sampah yag terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah saat ini adalah sebesar 900 m3/hari atau 25 % dari jumlah timbulan sampah yang dihasilkan Kota Depok sebesar 3600 m3/hari. sarana umum. Timbulan sampah yang bersal dari daerah pelayanan dikumpulkan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersebar di lokasi-lokasi tertentu untuk selanjutnya di angkut ke Tempat Pembuangan Akhir Cipayung yang terletak di di Kecamatan Pancoran Mas Depok. Bila ini terjadi. Namun bila tidak dimulai Depok akan bernasib sama dengan Jakarta yang digenangi air bila hujan turun. Komponen Drainase Beberapa ruas jalan di Depok tidak memiliki sistem drainase yang layak. Untuk membangun sistem drainase memang membutuhkan biaya yang tinggi. sistem perpipaannya hanya mampu mencukupi 19% dari seluruh kebutuhan warganya. Sebelum tahun 1970-an. meliputi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Sukmajaya. 5. dan lain-lain. kondisi Jakarta akan lebih parah lagi. Hal ini dikarenakan perkembangan wilayah ini sedari awal tidak disertai dengan perencanaan yang bervisi ke depan sebagai kota permukiman. daerah komersial (pasar. dan Kecamatan Beji.masyarakat dan belanja aparatur pun seseungguhnya bermanfaat bagi masyarakat tetapi bersifat tidak langsung. Saat ini daerah-daerah yang sudah dilayani oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok baik sampah domestik maupun non domestik. Depok merupakan areal persawahan yang sarat dengan sistem irigasi. sejak bulan Maret 2003 dilakukan pembagian wilayah pelayanan pada tiap-tiap kecamatan dengan dipimpin oleh masing-masing seorang .

Komponen Jalan Berkaitan dengan mobilitas di Kota Depok.403 jiwa.25 liter/orang/hari.816. kurangnya penataan bangunan pada ruas jalan lintas regional dan sepanjang jalan utama.06 m3 Sampah yang terangkut saat ini 900 m3 Selisih 2.25/1000.143. menghasilkan 3. Jumlah ini cukup besar. Namun Kota Depok baru dapat mengelola sebanyak 900 m3.403 Sumber: Hasil Analisa Timbulan Sampah Kota Besar 3. persoalan yang dihadapi antara lain tingginya komuter karena sebagian besar penduduk bekerja di DKI Jakarta.143.06 m3 timbulan sampah. 6.Koordinator Kecamatan (Korcam) dengan dibantu oleh staf administrasi dan petugas retribusi. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk x 3.716. Kota Depok dengan jumlah penduduk 1.06 m3 atau 76%. yaitu: 1.816.25 liter/orang/hari Perkiraan timbulan sampah total 3. Sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 2. . yaitu tingkat timbulan sampah sebanyak 3. terbatasnya jalan alternatif di bagian poros tengah kota menuju Jakarta. sehingga Dinas Persampahan Kota Depok perlu bekerja keras untuk dapat melayani kebutuhan penduduk akan penanganan masalah sampah. KEBUTUHAN PENANGANAN SAMPAH KOTA DEPOK Jumlah Penduduk 1. Wilayah pelayanan pada Kecamatan Sukmajaya 3. Wilayah pelayanan pada Kecamatan Pancoran Mas dan Beji 4.06 m3 Sesuai dengan standar kota Besar.716. Wilayah pelayanan pada Kecamatan Limo dan Sawangan Tabel V. Wilayah pelayanan pada Kecamatan Cimanggis 2. dan pemanfaatan badan jalan untuk kegiatan perdagangan dan parkir yang menimbulkan kerawanan kemacetan lalu lintas.