Anda di halaman 1dari 6

TEORI NEUROFISIOLOGIS DOMINAN

Donald Olding Hebb

Konsep teoritis utama

Lingkungan terbatas

Beberapa eksperimen menunjukkan efek restricted environment (lingkungan


terbatas) yang bisa melemahkan perkembangan belajar awal dan perkembangan
sistem saraf. Von senden meneliti orang dewasa yang dilahirkan dengan menderita
katarak bawaan yang tiba-tiba mampu melihat setelah katarak itu dioperasi. Riesen
membesarkan bayi simpanse disituasi kegelapan sampai dua tahun dan mereka
beringkah seperti buta, tetapi setelah dikeluarkan selama beberapa minggu
kemudian mereka mulai melihat dan akhirnya berperilaku seperti simpanse lain
yang normal.

Hebb menyimpulkan bahwa orang dewasa yang dipelajari von senden dan
simpanse yang diteliti oleh riesen telah belajar untuk melihat. Banyak studi yang
mendukung kesimpulan bahwa dengan membatasi pengalaman sebelumnya,
seseorang bisa mencampuri perkembangan intelektual dan perseptual. Bahkan
persepsi tentang rasa sakit, sebuah fenomena yang sangat penting bagi
kelangsungan hidup kita, mungkin membutuhkan harus dipelajari. Dalam studi di
laboratorium Hebb ditunjukkan bahwa anjing yang dibesarkan dalam isolasi parsial
tampak kurang mengenal rasa sakit dan kurang agresif dibandingkan anjing lain
yang dibesarkan secara normal.

Lingkungan yang kaya

Apabila lingkungan yang amat terbatas menyebabkan gangguan dalam


perkembangan normal, maka adakah kemungkinan bahwa enriched environment
(lingkungan yang kaya), lingkungan dengan berbagai macam pengalaman motor
dan sensoris, akan memperkaya perkembangan. Hebb melakukan eksperimen
untuk meneliti efek jenis kondisi pengasuhan yang berbeda terhadap
perkembangan intelektual. Dua kelompok tikus dipakai, satu dibesarkan disangkar
laboratorium hebb dan satunya dibesarkan dirumah Hebb oleh dua putrinya.
Setelah beberapa minggu, tikus piaraan dikembalikan ke laboratorium dan
dibandingkan dengan kelompok pertama. Ditemukan bahwa kinerja tikus piaraan
dalam memecahkan jalur teka teki jauh lebih baik ketimbang tikus yang dibesarkan
disangkar laboratorium.

Efek dari lingkungan yang terbatas itu tidak akan permanen. Ditemukan
bahwa efek dari lingkungan miskin bisa diperbaiki dengan menempatkan hewan
dilingkungan yang kaya selama beberapa jam sehari. Jadi, bahaya atau kerugian
yang disebabkan oleh lingkungan terbatas dapat dihilangkan jika kondisi
lingkungannya diubah menjadi lebih baik.
Intelegensi, persepsi dan emosi dipelajari dari pengalaman dan
karenanya bukan warisan seperti diklaim nativis. Hebb mengembangkan
teori yang mengasumsikan bahwa bayi dilahirkan dengan jaringan neural
dengan interkoneksi yang acak. Menurut Hebb, pengalaman sensoris
(indrawi) menyebabkan jaringan saraf ini menjadi tertata dan membantu
interaksi secara efektif dengan lingkungan.

Kumpulan sel

Menurut Hebb, setiap lingkungan yang kita alami akan menstimulasi pola
neuron yang kompleks, yang dinamakan cell assembly (kumpulan sel). Postulat
neurofisiologis Hebb mengemukakan mekanisme yang menyebabkan neuron yang
terpisah menjadi terhubung menjadi kumpulan sel yang stabil, dan yang
menyebabkan kumpulan itu diasosiasikan dengan kumpulan lainnya. Jika sebuah
axon dari sel A cukup dekat untuk mengaktifkan sel B dan berkali-kali atau selalu
ikut berperan dalam mengaktifkannya, maka akan terjadi proses pertumbuhan atau
perubahan metabolis di salah satu atau kedua sel tersebut sehingga efisiensi A
sebagai salah satu sel yang mengaktifkan B akan meningkat.

hebb menganggap kumpulan sel ini sebagai sistem neuron yang dinamis,
bukan statis atau tetap. Dia mengemukakan mekanisme yang dipakai neuron untuk
meninggalkan atau bergabung dengan kumpulan sel, dan karenanya
memungkingkan kumpulan sel itu diperbaiki melalui belajar atau perkembangan.

Kumpulan sel adalah paket neurologis yang saling terkait yang dapat
diaktifkan oleh stimulasi eksternal atau internal, atau kombinasi
keduanya. Ketika satu kumpulan sel aktif, kita mengaktifkan pemikiran
tentang kejadian yang direpresentasikan oleh kumpulan tersebut.
menurut hebb, kumpulan sel adalah basis neurologis dari ide atau
pemikiran.

Sekuensi fase

Sebagaimana aspek-aspek yang berbeda dari obyek yang sama menjadi saling
terkait secara secara neurologis membentuk kumpulan sel, demikian pula kumpulan
sel secara neurologis menjadi saling terkait membentuk urutan fase. Sebuah phase
sequence (Sekunsi fase) adalah serangkaian aktivitas kumpulan yang terintegrasi
secara temporer ; ia sama dengan arus pemikiran. Setelah berkembang, sebuah
urutan atau sekuensi fase, seperti kumpulan sel, dapat diaktifkan oleh stimuli
internal, stimuli eksternal atau kombinasi kedua stimuli itu. Ketika satu fase aktif,
kita mengalami arus pemikiran, yakni serangkaian ide yang ditata secara logis.

Menurut Hebb ada dua jenis belajar. Yang pertama melibatkan pembentukan
kumpulan sel secara pelan diawal kehidupan dan mungkin dapat dijelaskan dengan
salah satu teori belajar S-R. Jenis belajar ini adalah asosiasionisme langsung.
Demikian pula perkembangan sekuensi fase dapat dijelaskan dengan terminologi
asosiasionistik. Yakni objek dan kejadian yang saling terkait dalam lingkungan
menjadi terkait di level neurologis. Setelah kumpulan sel dan urutan fase
berkembang, proses belajar selanjutnya lebih kognitif dan dapat terjadi lebih cepat.
Jadi Hebb berpendapat bahwa variabel yang mempengaruhi belajar anak-anak dan
yang mempengaruhi orang dewasa adalah variabel yang berbeda0beda. Proses
belajarnya anak akan menjadi kerangka dasar untuk proses belajar selanjutnya.

Teori kewaspadaan / kesiapan

Menurut Hebb, impuls neural yang dimunculkan oleh stimulasi dari satu
reseptor indra memiliki dua fungsi. Yang pertama dinamakan cue function of a
stimulus. Stimulus indrawi menyebabkan impuls bergerak dari reseptor indra ke
ranah indrawi di saraf tulang belakang, ke berbagai area proyeksi, dan akhirnya ke
beberapa area korteks. Fungsi stimulus ini memungkinkan organisme mendapat
informasi tentang lingkungan. Fungsi kedua adalah arousal function of a stimulus
yang penting bagi impuls untuk mengubah aktivitas dalam RAS.

Hebb percaya agar fungsi penunjuk dari suatu stimulus memberikan efek
secara penuh, harus ada optimal level of arousal yang disediakan oleh RAS. Ketika
level kewaspadaan ini terlalu rendah, seperti saat organisme sangat mengantuk,
informasi sensoris yang ditransmisikan ke otak tidak dapat digunakan. Demikian
pula jika level kewaspadaan terlalu tinggi, maka akan terlalu banyak informasi
dikirim ke korteks,dan akibatnya adalah kebingungan, respons yang berkonflik, dan
perilaku yang tak relevan.

Hebb berspekulasi bahwa tugas-tugas yang berbeda memiliki level


kewaspadaan yang berbeda yang berhubungan dengan performa optimal.
Keterampilan perilaku sederhana mungkin bisa dilakukan dengan baik dalam level
kewaspadaan yang sangat tinggi.

Teori kewaspadaan dan penguatan

Menurut Hebb, jika level kewaspadaan terlalu tinggi, ia akan beroperasi pada
lingkungan dan dengan cara sedemikian rupa untuk mereduksi level itu. Misalnya,
jika siswa berusa belajar sambil menonton televisi, mereka mungkin harus
memodifikasi lingkungan atau mencari lingkungan yang lebih tenang untuk belajar.
Disisi lain, jika lingkungan terlalu sepi dan tidak cukup input sensoris untuk
mempertahankan level kewaspadaan yang optimal, siswa mungkin akan menaikkan
level kewaspadaan yang optimal, siswa mungkin akan menaikkan level
kewaspadaan dengan menyetel radio, berbicara dengan teman, minum kopi dan
sebagainya. Secara umum, ketika level kewaspadaan terlalu tinggi, menurunkannya
akan menguatkan, dan ketika level kewaspadaan terlalu rendah, menaikkannya
akan menguatkan. Menurut Hebb, mencari kegairahan atau kesenangan adalah
motif yang signifikan dalam perilaku manusia.

Deprivasi sensoris
Pengalaman sensoris yang dibatasi akan menghambat perkembangan
kumpulan neurofisiologis yang mempresentasikan objek dan kejadian didalam
lingkungan. Hasil eksperimen Hebb dan rekannya , sensory deprivation
menghasilkan efek lebihd ari sekedar kejenuhan. Hebb dan donderi meringkas hasil
eksperimen heron ini sebagai berikut : eksperimen ini menunjukkan bahwa manusia
bisa bosan namun ia juga menunjukkan bahwa kejemuan tidak memadai untuk
menunjukkan efek dari deprivasi sensoris.

Hebb menyimpulkan dari riset ini bahwa pengalaman sensoris bukan hanya
perlu untuk perkembangan neurofisiologis yang tepat, tetapi juga perlu untuk
menjaga fungsi normal. Dengan kata lain, setelah kejadian yang konsisten dalam
kehidupan seseorang direpresentasikan secara neurofisiologis dalam bentuk
kumpulan sel urutan fase, mereka mendapat dukungan dari kejadian di lingkungan.
Jadi, kejadian lingkungan yang konsisten bukan hanya menimbulkan sirkuit
neurologis tertentu, tetapi kejadian yang sama juga pasti mengkonfirmasi sirkuit ini.
hebb menambahkan satu lagi yakni stimulasi. Bahkan,jika semua kebutuhan pokok
ini terpenuhi, jika seseorang tidak merasakan stimulasi normal, dia akan mengalami
disorientasi yang parah.

Sifat rasa takut

Hebb percaya rasa takut yang spontan menggugurkan penjelasan berdasarkan


teori respons yang dikondisikan. Penjelasan hebb menggunakan penjelasan
kumpulan sel dan urutan fase. Jika sebuah obyek yang sama sekali asing
ditunjukkan pada suatu organisme, tidak ada kumpulan sel yang telah terbentuk
yang berhubungan dengan obyek itu. Dengan pengulangan, kumpulan itu pelan-
pelan berkembangn dan tidak ada takut. Baru setelah obyek yang mengaktifkan
kumpulan sel yang sudah ada atau urutan fase yang sudah ada tidak diikuti dengan
kejadian stimulus yang biasanya mengiringi obyek itu, maka rasa takut muncul.

Hebb menyimpulkan bahwa takut terjadi ketika suatu obyek dilihat sebagai
sesuatu yang cukup familier dalam hal tertentu sehingga membangkitkan proses
persepsi yang biasa, namun dalam hal ini objek itu lain menimbulkan proses yang
tidak kompatibel.

Memori jangka panjang dan jangka pendek

Hebb membedakan antara memori permanen, yang dihubungkan dengan


perubahan struktur fisik diantara neuron-neuron, dan memori sementara atau
memori jangka pendek yang dihubungkan ke aktivitas yang sedang berlangsung
kedalam kumpulan sel dan sekuensi fase. Periset kini sepakat ada dua jenis memori
yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang.

Secara umum diasumsikan bahwa pengalaman indrawi akan membangkitkan


ativitas neural yang bertahan lebih lama ketimbang stimulasi yang
menyebabkannya. Hebb menyebutnya reverberating neural activity. Dia melihat
aktivitas neural yang bergema sebagai basis untuk memori jangka pendek dan
sebagai proses yang menyebabkan perubahan struktur yang mendasari memori
jangka pendek. Pendapat bahwa memori jangka pendek diterjemahkan kedalam
memori jangka panjang disebut consolidation theory.

Konsolidasi dan otak

Dilakukan observasi pada pasien yang mengalami kerusakan struktur cuping


medial temporal atau pada basal ganglia dikonfimasi oleh studi yang menggunakan
teknologi brain-imaging untuk mempelajari partisipan eksperimental yang sehat.
Ada setidaknya dua jenis memori jangka panjang, memori deklaratif dan memori
prosedural, yang masing-masing memiliki mekanisme neural sendiri-sendiri untuk
melakukan konsolidasi. Lebih jauh, aktivitas di sistem limbik ( untuk memori
deklaratif) dan basal ganglia ( untuk memori prosedural) dibutuhkan untuk
mengubah memori jangka pendek yang relatif tidak stabil menjadi memori jangka
panjang yang permanen.

Pandangan Hebb Tentang Pendidikan

Menurut Hebb, ada dua jenis belajar. Yang pertama berkaitan dengan
pembentukan kumpulan sel dan sekuensi fase secara gradual selama masa bayi
dan kanak-kanak. Proses belajar awal ini representasi neurologis atau objek dan
lingkungan. Menurut hebb, selama proses belajar awal mungkin terdapat proses
asosiasi tertentu. Hal-hal yang tampaknya penting untuk perkembangan kumpulan
sel dan sekuensi fase adalah prinsip kontinguitas dan frekuensi. Misalnya, jika
sederetan kejadian lingkungan sering terjadi, ia akan direpresentasikan secara
neurologis sebagai sekuensi fase. Penguatan tampaknya tidak ada kaitannya
dengan hal ini.

Jenis belajar yang kedua menurut Hebb, lebih dapat dijelaskan dengan
prinsip gestalt ketimbang dengan prinsip asosiasionistik. Setelah kumpulan sel dan
sekuensi fase berkembang pada masa kecil, proses belajar selanjutnya biasanya
berupa penataan ulang. Proses belajar ditingkat selanjutnya, karenanya, adalah
perseptual, cepat, dan berwawasan. Tugas guru adalah membantu mereka
memahami apa yang sudah mereka pelajari dengan cara yang kreatif.

Hebb juga mengatakan bahwa karakteristik fisik dari lingkungan


belajar adalah sangat penting. Untuk tugas dan siswa tertentu ada level
kewaspadaan atau kesiapan optimal yang membuat proses belajar jadi
efisien. Karena level kesiapan ini terutama

Aplikasi teori Hebb dalam pendidikan