Anda di halaman 1dari 19

MENGENAL SUKUK

PEMERINTAH

AGUS EDI SUMANTO


IR, MM, MSi, AAIJ, ASAI, RFA

Jakarta, 2009
LATAR BELAKANG


Sukuk mengalami perkembangan yg pesat sbg instrumen
keuangan islami dikawasan Timur Tengah, juga di berbagai
negara di kawasan Asia dan Eropa.

Berbagai lembaga seperti International Islamic Finance
Market (IIFM), Islamic Financial Islamic Board (IFIB), dan
Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial
Institutions (AAOIFI) berperan besar dlm mensukseskan
perkembangan instrumen tsb.

Sukuk berperan penting dalam diversifikasi pembiayaan
anggaran di APBN

Saat ini sdh ada UU nya.
KARAKTERISTIK SUKUK

• Sukuk adalah sertifikat bukti kepemilikan suatu aset


berwujud atau hak manfaat (beneficial title);

• Imbal hasil sukuk berupa sewa, marjin, atau bagi hasil;

• Bebas dari unsur riba, gharar dan maysir;

• Memerlukan special purpose vehicle (SPV);

• Menggunakan underlying asset


APA ITU SUKUK

Berdasarkan AAOIFI : Sukuk adalah sertifikat yang bernilai sama yang
mewakili kepemilikan yang tidak dibagikan atas suatu aset berwujud, nilai
manfaat (usuftruct) dan jasa-jasa (services) atau kepemilikan atas aset
dari proyek tertentu atau kegiatan investasi tertentu.


Berdasarkan UU SBSN : Adalah surat berharga yang diterbitkan
berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan
terhadap aset SBSN, baik daklam mata uang Rupiah maupun valuta asing.


Sukuk bukanlah surat utang sebagaimana obligasi. Sukuk tidak
memberikan bunga, melainkan imbalan, margin atau bagi hasil.


Penerbitan Sukuk memerlukan underlying asset, sehingga Sukuk benar-
benar instrumen keuangan yang aman dari sisi riba, gharar dan maysir.
TUJUAN PENERBITAN SUKUK

• Diversifikasi sumber pembiayaan anggaran;


• Memperluas basis investor;
• Mengembangkan pasar keuangan syariah;
• Menciptakan benchmark;
• Mengembangkan instrumen investasi berbasis
syariah;
JENIS-JENIS SUKUK

Dalam Shari'a Standard AAOIFI terdapat 14 jenis Sukuk, namun


yang dicakup dalam UU SBSN adalah sebagai berikut :


Sukuk Ijarah

Sukuk Mudharabah

Sukuk Musyarakah

Istisna'
Sukuk Ijarah
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau
akad Ijarah dimana satu pihak bertindak sendiri atau
melalui wakilnya menjual atau menyewakan hak guna
(manfaat) atas suatu aset kepada pihak lain
berdasarkan harga sewa dan periode sewa yang
disepakati, tanpa diikuti dengan pemindahan
kepemiilikan aset itu sendiri. Oleh karena itu, Sukuk
Ijarah dibedakan Ijarah Al Muntahiya Bittamlik (Sale
and Lease Back) dan Ijarah Headlease and Sublease.
Sukuk Mudharabah
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau
akad Mudharabah yang merupakan suatu bentuk
kerjasama dimana satu pihak menyediakan modal
(rab al-maal) dan pihalk lain menyediakan tenaga dan
keahlian (mudharib), keuntungan dari kerjasama
tersebut akan dibagi berdasarkan perbandingan yang
telah disetujui sebelumnya. Kerugian yang timbul akan
ditanggung sepenuhnya oleh pihak yang menjadi
penyedia modal.
Sukuk Musyarakah
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau
akad Musyarakah yang merupakan suatu bentuk
kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk
menggabungkan modal yang digunakan untuk
membangun proyek baru, mengembangkan proyek
yang telah ada, atau membiayai kegiatan usaha.
Keuntungan maupun kerugian yang timbul akan
ditanggung bersama sesuai dengan jumlah partisipasi
modal masing-masing pihak.
Istisna'

Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau


akad Istisna' yang merupakan suatu bentuk perjanjian
jual beli antara para pihak untuk pembiayaan suatu
proyek dimana cara dan jangka waktu penyertaan
barang serta harga ditentukan berdasarkan
kesepakatan para pihak.
PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
PENERBITAN SUKUK

Obligor
adalah pihak yang bertanggungjawab atas pembayaran pokok serta imbal
hasil Sukuk yang diterbitkan. Dalam hal penerbitan Sukuk oleh Negara, yang
bertindak sebagai Obligor adalah Pemerintah.


Special Purpose Vehicle (SPV)
adalah badan hukum yang didirikan khusus untuk kepentingan penerbitan
Sukuk yang memiliki fungsi (i) sebagai penerbit Sukuk (ii) counterpart
pemerintah dalam transaksi pengalihan aset, (iii) bertindak sebagai wali
amanat (trustee) yang mewakili kepentingan investor.


Investor
adalah pihak pemegang sertifikat Sukuk yang memiliki hak kepemilikan atas
underlying asset yang tidak dibagikan. Oleh karena itu investor berhak
mendapat imbal hasil berupa sewa, marjin atau bagi hasil, tergantung jenis
Sukuk.
PENGGUNAAN
UNDERLYING ASSET
Penerbitan Sukuk memerlukan underlying asset yang akan menjadi objek perjanjian
(akad). Dalam hal Sukuk Al Ijarah Al Muntahiya Bittamlik atau Al Ijarah-Sale and Lease
Back, penjualan aset tidak disertai dengan penyerahan fisik aset tetapi yang dialihkan
adalah hak manfaat (beneficial title) sedangkan hak kepemilikan (legal title) tetap pada
Obligor. Pada akhir periode Sukuk, SPV wajib menjual kembali aset tersebut kepada
Obligor.

Dalam hal Musharaka dan Mudharaba atau Istisna' tidak diperlukan adanya transaksi
pengalihan aset pada awal penerbitan Sukuk. Aset yang diajadikan sebagai objek
perjanjian dapat berupa aset berwujud atau aset tidak berwujud, termasuk proyek yang
akan atau sedang dibangun.
PERBANDINGAN
SUKUK DAN OBLIGASI
DESKRIPSI SUKUK OBLIGASI
Penerbit Pemerintah Pemerintah, Korporasi

Sifat Instrumen Sertifikat Kepemilikan / Instrumen pengakuan


Penyertaan atas suatu Aset Utang

Penghasilan Imbalan, bagihasil, margin Bunga, kupon, capital gain

Jangka Waktu Pendek, menengah Menengah, panjang

Underlying Asset Perlu Tidak Perlu

Pihak yang terkait Obligor, investor, SPV/Issuer Obligor/Issuer, Investor

Price At par At discount/par/premium

Investor Islami / Konvensional Konvensional

Pembayaran Pokok Amortisasi / bullet Bullet

Penggunaan Hasil Penjualan Harus sesuai syariah Bebas


SYARIAH COMPLIANCE

Penerbitan Sukuk harus mendapatkan pernyataan Syariah


Compliance untuk meyakinkan investor bahwa Sukuk yang
diterbitkan telah distruktur sesuai syariah. Pernyataan
Syariah compliance tersebut bisa dari individu yan diakui
luas pengetahuannya dibidang syariah atau institusi yang
khusus membidangi masalah syariah misalnya di Indonesia
dikenal Dewan Syariah Nasional, MUI. Untuk Sukuk
internasional diperlukan ahli/lembaga syariah yang diakui
komunitas syariah internasional misalnya IIFM.
CONTOH MEKANISME
PENERBITAN SUKUK IJARAH AL
MUNTAHIYA BITTAMLIK
(SALE AND LEASE BACK)
Penerbitan Sukuk

OBLIGOR
(Pemerintah)
(4). Ijara'
Agreement
(2)Purchase (2) Purchase
undertaking Agreement $
(1) Pembentukan
SPV (5) Servicing
Agent Agreement
SPV
(Penerbit)

(3) Sukuk $

Pemegang Sukuk
Keterangan :
1. Pembentukan SPV
2. SPV melakukan Perjanjian pembelian aset dengan Obligor. Dalam
waktu yang sama Pemerintah membuat Purchase Undertaking dimana
Pemerintah menjamin untuk membeli kembali asset dari SPV pada saat
akhir periode sewa atau apabila terjadi default.
3. SPV menerbitkan Sukuk untuk membiayai pembelian asset
4. Obligor melakukan Perjanjian Sewa (Ijara Agreement) dengan SPV
untuk menyewa Asset Pool untuk periode yang sama dengan tenor
Sukuk yang diterbitkan.
5. SPV melakukan servicing agency agreement dengan Obligor dimana
obligor ditunjuk sebagai agen yang antara lain bertanggungjawab
merawat aset.
Pembayaran Imbalan

1 2
Pemegang Sukuk
Obligor SPV
(Sukuk Holders)
Imbalan Distribusi

1. Obligor membayar sewa (Imbalan) secara periodik kepada SPV selama masa
sewa. Imbalan dapat secara tetap atau mengambang.
2. SPV mendistribusikan Imbalan kepada Pemegang Sukuk.
Pembayaran Pokok
$ $

Pemegang Sukuk
Obligor SPV
(Sukuk Holders)

1 2

1. Pada saat jatuh tempo, SPV menjual kembali aset kepada Obligor dengan
harga yang disepakati yang biasanya sebesar nilai nominal Sukuk.
2. SPV melunasi Sukuk kepada Pemegang Sukuk.