Anda di halaman 1dari 9

6/2/2011

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT


REPUBLIK INDONESIA

MEMPERKUAT KELEMBAGAAN DPR-RI


SEBAGAI PILAR DEMOKRASI

Oleh KETUA DPR-RI


Dr. H. Marzuki Alie

Disampaikan Pada Acara Seminar BEM Se-Indonesia


Diselenggarakan oleh BEM Se-Indonesia di Kampus Universitas Pertanian Bogor
Bogor, Minggu 29 Mei 2011

1 LATAR BELAKANG
DPR ERA ORDE BARU DPR ERA REFORMASI

DPR berada di Amandemen UUD 1945:


bawah kontrol Amandemen I 1999
eksekutif Amandemen II 2000
(stempel
Amandemen III 2001
pemerintah).
Amandemen IV 2002
Mekanisme REFORMASI
DPR Menjadi lembaga
check and
balances tidak Powerfull menjalankan
berjalan check and balances.
 DPR terdiri 3 Harapan masyarakat
fraksi + 1 Fraksi terhadap DPR sangat
ABRI tinggi.

1
6/2/2011

KELEMBAGAAN DPR PASCA AMANDEMAN UUD


DPR-RI
Mendapatkan
Fungsi Legislasi: Kekuasaan Persetujuan
Membentuk UU
Pasal 20 ayat (1) UUD 1945.

Fungsi Anggaran: Mengajukan anggaran


Pasal 23 ayat 1, 2, 3 UUD PRESIDEN
1945 DIBANTU
Setuju/Tidak Setuju
PARA
Fungsi Pengawasan dan MENTERI
Penggunaan Hak DPR check and balances
Pasal 20A UUD 1945

Pengangkatan Pejabat Publik


dan Pemberian pertimbangan Mengajukan Pejabat Publik
atas
pengangkatan/penerimaan
Dubes: Pasal 13 ayat (2) dan (3). Setuju/Tidak Setuju

KELEMBAGAAN DPR PASCA AMANDEMAN UUD

DPR SAAT INI


DPR Menjadi lembaga yang
memiliki kekuasaan yang besar,
tetapi tidak diikuti oleh
penguatan suprastruktur yang
menunjang kinerja.

2
6/2/2011

KONDISI KEANGGOTAAN DPR 2009-2014


4,2%
mantan anggota dewan yang terpilih kembali 24 orang (4,2%).
anggota dewan 2004-2009 yang terpilih kembali 160 orang (28,6%).
anggota dewan yang baru terpilih periode ini 376 orang (67,1%). 28,6%
67,1%

47,7% berpendidikan S-1 (sarjana)


35% berpendidikan S-2 (master)
7,7% berpendidikan S-3 (doktor)
9,6% lain-lain

41% anggota berusia 41-50 tahun.


17,7% adalah anggota perempuan, meningkat dibanding
sebelumnya, yaitu hanya 11%.

STRUKTUR ORGANISASI SETJEND DPR-RI

Sekretaris Jenderal

Deputi Bidang Deputi Bidang


Deputi Bidang Deputi Bidang
Anggaran dan Persidangan dan
Perundang-undangan Kerjasama Administrasi
Pengawasan
Antarparlemen

www.dpr.go.id

3
6/2/2011

KONDISI KESETJENAN DPR

ORGANISASI BESAR

SPAN OF CONTROL
LEBAR

POWER-FULL

TIDAK
TERKENDALI

MITRA KERJA KOMISI DPR

ALAT KELENGKAPAN DPR-RI

Pimpinan DPR Mitra Kerja Komisi I


Badan Musyawarah 1. Kemenhan
2. Kemenlu
KOMISI DEWAN : 3. Panglima TNI, Mabes TNI
1. Komisi I 4. Kemenkominfo
2. Komisi II 5. Wantannas
3. Komisi III 6. BIN
Mitra Kerja Komisi VII
4. Komisi IV 7. Lembaga Sandi Negara
5. Komisi V 1. Dep. ESDM 8. Lemhannas
6. Komisi VI 2. Meneg. Lingk Hidup 9. KPI
7. Komisi VII 3. Meneg Ristek 10. LPP-TVRI
8. Komisi VIII 4. BPPT 11. LPP-RRI
9. Komisi IX 5. Dewan Riset Nasional 12. Dewan Pers
10.Komisi X 6. LIPI
13. LKBN ANTARA
7. BATAN
11.Komisi XI 14. Komisi Informasi
8. BAPETAN
Badan Legislasi 9. BAKOSURTANAL
10. LAPAN
Badan Anggaran 11.Badan Pengatur
BURT Kegiatan Hilir Migas
12.Badan Pelaksana
BKSAP Pengendalian Usaha Mitra Kerja Komisi Dewan
Badan Kehormatan Hulu Migas terdiri dari 5-14
13.PP IPTEK Kementerian/Lembaga
BAKN 14.Lembaga EIKJMEN
Dan merangkap pada salah
Panitia Khusus satu Badan DPR

4
6/2/2011

EKSPEKTASI MASYARAKAT TERHADAP DPR

[1] Survei KOMPAS Oktober 2009: Awal


24%
masa keanggotaan DPR 2009-2014,
tingkat kepercayaan publik terhadap DPR
baru: 24%
Kompas Oktober 2009

[2] Hasil jejak pendapat di Harian Kompas,


Senin, 18 April 2011 Baik Atau Buruk
Kinerja Anggota DPR-RI.

33,2 28,1 33,9


35,8 60,9
64,1 54,7
65,9
5,2
2,7 6,0 9,5
Agustus 2007 Maret 2008 September 2009 Januari 2010

Buruk Baik Tidak Tahu/Jawab

2 ANALISIS SWOT

ANALISIS SWOT
PEMETAAN LEMBAGA DPR RI

KONDISI KONDISI
INSTERNAL EKSTERNAL

10

5
6/2/2011

3 RENSTRA DPR-
DPR-RI TAHUN2009
TAHUN2009--2014

DPR RI 2004-
2004-2009
Dibahas dan
disempurnakan oleh Tim Pendamping
SWOT BURT DPR RI dari Perguruan
(Periode 2009-
2009-2014) Tinggi

Penyusunan Draft
RENSTRA DPR RI 2010-
2010-
2014
Ditetapkan dalam
Rapat Paripurna DPR RI
Masukan dari Beberapa 29 Juli 2010
Perguruan Tinggi

Draft Awal
RENSTRA DPR RI
2014
2010-2014

11

GAMBARAN UMUM RENSTRA DPR-RI 2009-2014

VISI
KONDISI ARAH
UMUM
MISI KEBIJAKAN

TUJUAN
STRATEGI
POTENSI &
PERMASALAHAN
SASARAN
STRATEGIS

12

6
6/2/2011

KERANGKA RENSTRA DPR-RI 2009-2014

KONDISI UMUM

a. Profil Anggota
b. Pola Keterpilihan
c. Unsur Pendukung
d. Harapan dan Penilaian Masyarakat atas DPR

VISI
POTENSI PERMASALAHAN
• Tugas dan • Tata Laksana Pelaksanaan Tugas Dewan
Kewenangan dan Sistem Pendukung
• Kelembagaan • Peningkatan Kapasitas DPR RI MISI
• Kapasitas Anggota • Dukungan Sekretariat Jenderal
Dewan • Kapasitas Alat Kelengkapan Dewan (AKD)
• Pola Representasi • Pengelolaan Kerumahtanggaaan DPR RI
• Prasarana dan Sarana TUJUAN

TANTANGAN DAN PELUANG


 Sistem Ketatanegaraan RI SASARAN
 Hubungan DPR RI dengan Lembaga Negara
 Citra DPR RI STRATEGIS
 Kondisi Sosial Masyarakat
 Kerjasama Parlemen Internasional

13

VISI DAN MISI RENSTRA DPR-RI 2009-2014

VISI
Terwujudnya DPR RI sebagai lembaga perwakilan yang kredibel dalam
mengemban tanggungjawab mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur

MISI
1. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi legislasi yang efisien dan
efektif.
2. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi penganggaran negara yang
akuntabel dan transparan.
3. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi pengawasan yang transparan
dan efektif.
4. Mewujudkan kelembagaan DPR RI yang kuat, aspiratif, responsif
dan akomodatif.

14

7
6/2/2011

PRIORITAS PENCAPAIAN

[1] PENGUATAN KELEMBAGAAN


a. Badan Fungsional Keahlian
b. Unit Pengawasan Internal
c. Reformasi Kesetjenan
[2] PENGUATAN KEHUMASAN DPR RI
[3] KEMANDIRIAN PENGELOLAAN ANGGARAN DPR RI
[4] PENGEMBANGAN PRASARANA UTAMA
[5] PERPUSTAKAAN PARLEMEN
[6] PENGUATAN SARANA REPRESENTASI.
[7] PENGEMBANGAN E-Parliament

15

DIAGRAM RINGKAS KELEMBAGAAN SISTEM PENDUKUNG DPR-RI

Garis Pertanggungjawaban DPR-RI


Garis Administrasi

UNIT PENGAWASAN
BFK SETJEN DPR-RI INTERNAL

 BFK dipimpin oleh Kepala  Sekjen Eselon I;


Badan;  Dipimpin oleh pejabat
 Sekjen Bertanggungjawab eselon I atau II;
 Kepala Badan
langsung kepada Pimpinan
Bertanggungjawab langsung  Membantu BURT dalam
DPR;
kepada Pimpinan DPR; pengawasan internal;
 Sekjen mengkoordinasikan
 Didukung Sekretariat;  Bertanggungjawab
langsung administrasi BFK
 Miskin struktur, kaya fungsi; langsung kepada
dan Unit Pengawasan
 Tenaga fungsional Internal ;
Pimpinan DPR melalui
berjenjang dan berkeahlian; BURT.
 Struktural, sebagai tenaga
 Menyandang misi pendukung administrasi
penguatan kelembagaan. dan teknis (prasarana dan
sarana). Dibutuhkan & tidak
eksplisit disebutkan
dalam UU No. 27 /2009
Ada di Undang-Undang ttg MD3, perlu
Ada di Undang-Undang
& belum eksis dikonsultasikan dengan
& eksis
Pemerintah
16

8
6/2/2011

AGENDA PRIORITAS

No Program Prioritas 2010 2011 2012 2013 2014


1. Penguatan Kelembagaan xxxxx xxxxx xxxxx
a. Pembentukan Badan Fungsional Keahlian xxxxx xxxxx
b. Pembentukan Unit Pengawasan Internal xxxxx xxxxx
c. Reformasi Kesetjenan xxxxx xxxxx
2. Penguatan Kehumasan DPR RI xxxxx xxxxx xxxxx
3.. Kemandirian Pengelolaan Anggaran DPR RI xxxxx xxxxx
4. Pengembangan Prasarana Utama xxxxx xxxxx xxxxx
5. Perpustakaan Parlemen xxxxx xxxxx xxxxx
6. Penguatan Sarana Representasi xxxxx xxxxx xxxxx
7. Pengembangan E-Parliament xxxxx xxxxx

17

TERIMA KASIH

18