Anda di halaman 1dari 24

HUBUNGAN ANTARA SOSIAL

EKONOMI DENGAN STATUS


KESEHATAN

OLEH :
RIZKI RANGGA TRIYANA
A. Latar Belakang
Masalah – masalah kesehatan dalam masyarakat
Indonesia :
 Tingginya angka pertumbuhan penduduk ( 1,98 % )
 Tingginya angka kematian ibu dan anak
 Angka kematian ibu ( 420 per 100.000 kelahiran hidup )
 Angka kematian bayi ( 57 per 1.000 kelahiran hidup )
 Angka kematian balita ( 84 per 1.000 )
 Tingginya angka kesakitan karena penyakit menular,
diantaranya :
 Penyakit infeksi usus 15,1 %
 Tuberkulosis 3,2 %
 Demam berdarah 1.3 %
 ISPA 3,4 %
 Infeksi saluran nafas bawah 5,8 %
 Meningkatnya angka kesakitan penyakit tidak
menular, diantaranya :
 Penyakit jantung 2,3 %
 Neoplasma 4,0 %
 Penyakit karena cedera 10,8 %
 Penyakit gangguan mental 2,1 %
 Masalah – masalah kesehatan lingkungan :
 Keadaan lingkungan fisik dan biologis yang belum
memadai.
 Baru sebagian kecil penduduk yang menikmati air
bersih dan fasilitas kesehatan lingkungan.
 Pembinaan program peningkatan kesehatan
lingkungan belum berjalan seperti yang diharapkan.
 Hendrik L. blum mengatakan bahwa ada
empat factor yang mempengaruhu derajat
kesehatan, yaitu lingkungan, prilaku,
pelayanan kesehatan, dan keturunan.
Lingkungan mempunyai pengaruh yang
sangat besar dalam menentukan derajat
kesehatan seseorang. Lingkungan
tersebut meliputi social, budaya,
pendidikan, dan ekonomi
 Berbicara masalah ekonomi, sebagian besar
penduduk Indonesia berada pada kelompok
ekonomi rendah. Persentasi penduduk Indonesia
menurut data dari BPS pada bulan maret 2009
mencapai 33,31 %. Pendapatan perkapita
penduduk Indonesia adalah 4.469.637.
Penghasilan akan erat kaitannya dengan
kemampuan orang untuk memenuhi kebutuhan
gizi, perumahan sehat, pakaian dan kebutuhan
lain yang berkaitan dengan pemeliharaan
kesehatan.
B. Rumusan Masalah
 Berdasarkan uraian dalam latar belakang,
maka masalah penelitian yang akan
penulis teliti adalah apakah terdapat
hubungan antara status ekonomi terhadap
status kesehatan masyarakat Kp. Tegal
Jati Desa. Mekarsari Kec. Karangpawitan
Kab. Garut.
C. Tujuan Penelitian
 Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan status ekonomi
dengan status kesehatan masyarakat di
Kp. Tegal Jati Desa. Mekarsari Kec.
Karangpawitan Kab. Garut.
D. Manfaat Penelitian
 Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
masukan dalam rangka meningkatkan
pelayanan kesehatan.
 Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
data dasar untuk melaksanakan penelitian
lebih lanjut yang berkaitan dengan factor yang
mempengaruhi derajat kesehatan.
 Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan
ilmu pengetahuan kesehatan masyarakat.
E. Ruang Lingkup Dan
Keterbatasan
 Dalam penelitian ini, keterbatasan yang
dihadapi peneliti adalah :
 Sampel yang digunakan terbatas
masyarakat di Kp. Tegal Jati Desa.
Mekarsari Kec. Karangpawitan Kab. Garut.
 Peneliti mempunyai banyak keterbatasan
dan hanya mampu menggunakan berbagai
literatur dan pustaka yang ada.
Pengertian Sehat
 Menurut UU No.23 tahun 1992
 Kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan
sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomi.
 Menurut WHO
 Kesehatan meliputi sehat fisik, mental, dan sosial,
 Parson ( 1972 )
 Kesehatan adalah kemampuan melaksanakan peran dan
fungsi dengan efektif.
 Cristiana Ibrahim ( 1986 )
 Kesehatan adalah keadaan dinamis dalam siklus hidup
dan memperoleh adaptasi terus menerus terhadap
stress.
Sehat fisik :
 Tidak merasa sakit
 Secara klinik tidak sakit
 Semua organ tubuh normal
 Tidak ada gangguan fungsi tubuh
Sehat mental :
 Pikiran sehat, berfikir logis.
 Emosional sehat ; mampu mengekspresikan perasaan.
 Spiritual sehat ; rasa syukur.
Sehat social :
 Bersosialisasi dengan baik
 Berinteraksi dengan orang lain
 Saling menghargai dan toleransi
Sehat ekonomi :
 Dewasa ; menyokong hidup keluarga secara financial.
 Anak,remaja ; mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan
mereka nanti.
 Usila ; mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupannya saat
ini.
Pengertian Sakit
 Parkins ( 1937 )
 Sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan
yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan
gangguan aktifitas sehari – hari baik aktifitas jasmani,
rohani, dan social.
 Reverly
 Sakit adalah tidak adanya keselarasan antara lingkungan
dengan individu.
 New Webster Dictionary
 Sakit adalah suatu keadaan yang ditandai dengan suatu
perubahan gangguan nyata yang normal.
. Ciri – Ciri Masyarakat Sehat
 Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup
sehat.
 Mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui
upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan
penyakit, dan pemulihan kesehatan terutama untuk
ibu dan anak.
 Peningkatan upaya kesehatan terutama penyediaan
sanitasi dasar yang dikembangkan dan dimanfaatkan
oleh mayarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan
hidup.
 Peningkatan ststus gizi masyarakat berkaitan dengan
peningkatan status social ekonomi masyarakat.
 Penurunan angka kesakitan dan kematian dari
berbagai sebab dan penyakit.
. Indikator Masyarakat Sehat
( WHO )
 Keadaan yang berhubungan dengan ststus kesehatan
mmeliputi :
 Indikator komperhensif
 Angka kematian kasar menurun
 Rasio angka mortalitas proporsional rendah
 Umur harapan hidup meningkat
 Indikator spesifik
 Angka kematian ibu dan anak menurun
 Angka kematian karena penyakit menular menurun
 Angka kelahiran menurun
 Insikator pelayanan kesehatan
 Rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbang
 Distribusi tenaga kesehatan merata
 Informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur di rumah sakit,
fasilitas kesehatan lain, dan sebagainya.
 Informasi tentang jumlah sarana pelayanan kesehatan diantaranya
rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin dan sebagainya.
Kerangka Konsep

PRILAKU

Status PELAYANAN
Keturunan
Kesehatan KESEHATAN

LINGKUNGAN :
FISIK
Psikologis
Sosial budaya
Sosial ekonomi
Hipotesis
 Ada hubungan antara status social
ekonomi dengan derajat kesehatan
Jenis Penelitian
 Jenis penelitian dalam penelitian ini dalah
penelitian korelasional yakni jenis
penelitian yang bertujuan untuk
menyelidiki sejauh man variasi pada suatu
factor berkaitan/berhubungan dengan
variasi pada factor lain berdasarkan
koefisiensi korelasi.
Populasi dan Sampel
 Populasi dalam penelitian ini adalah warga
Kp. Tegal Jati Desa. Mekarsari Kec.
Karangpawitan Kab. Garut. Sampel dalam
penelitian ini adalah warga Kp. Tegal Jati
Desa. Mekarsari Kec. Karangpawitan Kab.
Garut. yang sudah mempunyai mata
pencaharian atau penghasilan sendiri yang
dipilih dengan menggunakan teknik
sampling random sederhana.
 Besar sample yang dibutuhkan dalam penelitian
ini sebanyak 109 orang dari jumlah warga yang
sudah produktif di Kp. Tegal Jati Desa. Mekarsari
Kec. Karangpawitan Kab. Garut sebanyak 150
orang yang tersiri dari sosek tinggi 15 orang,
sosek sedang 65 orang dan sosek rendah 70
orang. Besar sample yang diambil berdasarkan
rumus n = N / 1+ N (d²).
 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut di atas
didapatkan sample untuk tiap tingkatan
sebanyak :
 Sosek tinggi 11 orang
 Sosek sedang 47 orang
 Sosek rendah 51 orang.
Pengumpulan Data
 Pengumpulan data pada penelitian ini di
gunakan metoda wawancara langsung dan
angket tertutup (dalam bentuk pilihan)
yang berisi pertanyaan yang berhubungan
dengan status kesehatan.
 . Angket ini diberikan pada warga Kp. Tegal Jati Desa.
Mekarsari Kec. Karangpawitan Kab. Garut yang telah
terpilih menjadi sample melalui teknik sampling random
sederhana untuk mengetahui tingkat social ekonomi dan
status kesehatannya. Angket ini di kembaliakan pada
saat itu juga dan di serahkan pada petugas/peneliti.
 Quesioner memuat pertanyaan mengenai menderita
penyakit, pertanyaan menggunakan tipe check list ()
pada kolom yang sesuai pilihan yaitu :
 (S) Selalu
 (SR) Sering
 (K) Kadang
 (JR) Jarang
 (TP) Tidak Pernah
 Quesioner yang dirancang peneliti menunjukan
masalah kesehatan fisik, pola penggunaan
pelayanan kesehatan, dan karakteristik
demografik sample.
 General healt questioner atau kuesioner
kesehatan umum (gold berg&Hiller ) akan
digunakan untuk menilai status kesehatan
mental sample. Setiap butir soal dapat dinilai
sebagai suatu skala respon multiple atau skala
likkert dan mempunyai bobot ukuran untuk
setiap posisi. Butir – butir tersebut dijumlahkan
untuk memperoleh skor GHQ total.
Analisa Data
 Setelah data terkumpul dilakukan penyuntingan.
Data yang telah terkumpul kemudian diolah
yang meliputi identifikasi masalah penelitian,
kemudian pengujian masalah penelitian dengan
uji statistik anova untuk mengetahui hubungan
antara variabel independen dan dependen.
Regresi berdasarkan hirarki akan dilakukan
untuk menentukan apakah status kesehatan
meramalkan skor GHQ setelah berbagai data
demografik.
 Setelah data terkumpul kemudian diperiksa
kelengkapannya dan selanjutnya jawaban
disederhanakan dalam bentuk simbol tertentu,
data diatbulasi, diberi skor sesuai skala check
list, yaitu :
 Check List () Nilai/Skor
 (S) Selalu 5
 (SR) Sering 4
 (K) Kadang 3
 (JR) Jarang 2
 (TP) Tidak Pernah 1

Anda mungkin juga menyukai