Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA
DENGAN MASALAH
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

Oleh kelompok 2
KASUS
 Keluarga Tn.G ( 67 tahun ) merupakan keluarga
besar. Dia tinggal bersama ketiga anaknya.
Anak pertama , Ny.A ( 40 tahun ) dan kedua
anak, Tn.T (36 th) sudah menikah. Tiga bulan
lagi anak bungsunya Nn. H akan menikah.
Anak-anak Tn.G sudah menyusun rencana
acara pernikahan Nn.H, sudah 1 minggu
penyakit darah tinggi Tn.G kambuh. Tn. G
mengatakan tekanan darahnya naik karena dia
merasa tidak dilibatkan oleh keluarganya untuk
rencana pernikahan putri bungsunya. Tn.G
mengatakan pendapatnya sudah tidak ada
gunanya, dan selama ini keputusan terkait
dengan masalah keluarga ada ditangan anak
pertamanya.
PENGKAJIAN

A. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga
2. Alamat
3. Komposisi keluarga
4. Genogram
 Struktur Keluarga

Berdasarkan hasil pengkajian dari kasus didapat data


sebagai berikut :
Komunikasi dalam keluarga terbuka, anak-anak Tn.
G hanya sekedar mendengarkan pendapatnya tapi
tidak melaksanakan pendapat Tn. G. Dalam masalah
pernikahan Nn. H ini, anak pertama sebagai
pengambil keputusan. Sedangkan Tn. G dalam
keluarga adalah sebagai figur seorang ayah
sekaligus kepala keluarga. Tn G sudah pensiun sejak
7 tahun yang lalu. Ny. A disini adalah sebagai
pengganti peran seorang ibu bagi adik-adiknya
karena Ny. G sudah meninggal duinia, sebagai
seorang anak pertama, Ny. A juga berperan sebagai
pengambil keputusan terhadap masalah yang terkait
dengan keluarga. Tn. T dan Nn. H sebagai adik dari
Ny. A selalu mematuhi apa yang menjadi keputusan
Ny. A.
ANALISA DATA
Data Fokus Diagnosa Keperawatan TTD

DS: Perubahan peran


Tn. G mengatakan tekanan berhubungan
darahnya naik karena merasa
tidak dilibatkan dalam dengan Kurangnya
pengambilan keputusan dalam penghargaan dan
pernikahan anak bungsunya. konflik keluarga
Tn. G mengatakan
pendapatnya sudah tidak ada
serta stress
gunanya, selama ini keputusan
mengenai masalah keluarganya
berada di tangan anak
pertamanya (Ny A)
DO :
TD: 200/140 mmHg
HR: 90X /menit, dangkal,
irregular
RR: 24X /menit, dalam,
regular
T: 36, 5 0 C
Muka terlihat pucat
Tn G tampak lemah
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 perubahan peran berhubungan dengan


kurangnya penghargaan dan konflik serta
stress
INTERVENSI KEPERAWATAN
 TUM
Setelah dilakukan kunjungan keluarga pada Tn.G
67tahun dengan masalah perubahan peran dalam
keluarga, diharapkan peran Tn.G dapat optimal
 TUK
Setelah diberikan tindakan selama 1x 45 menit
diharapkan keluarga :
1.mampu berperan dalam pengambilan keputusan .
2.Mampu meningkatkan peran dalam keluarga.
3. Mampu meningkatkan penghargaan dari keluarga
 Kode NIC
5400
 Rencana tindakan
1.Memonitor keluhan atau penyataan klien mengenai
ungkapan harga diri rendah.
2. Menyarankan klien untuk menerima keadaannya
bahwa saat ini klien sudah bergantung kembali pada
orang lain.
3. Membantu Klien untuk meninjau kembali
pandangan negatif tentang dirinya sendiri.
4. Memberi motivasi untuk meningkatkan tanggung
jawab tentang diri sendiri.
5. Mengexplor kembali tentang kesuksesan masa lalu
yang dapat meningkatkan penghagaan diri.
6. Menfasilitasi lingkungan dan aktivitas yang akan
meningkatkan harga diri.
7. Memonitor frekuensi ungkapan verbal negatif
tentang dirinya sendiri.
Evaluasi Sumatif
 S:
-Klien mengatakan bahwa dia mampu menerima
keadaannya saat ini ,yang membutuhkan bantuan orang
lain.
-Klien mengatakan bahwa berpandangan negatif
terhadap diri sendiri adalah tidak baik, dan klien
mengatakan bahwa dia akan mulai berpikir positif
terhadap dirinya.
- Klien mengatakan bahwa dirinya
-Mampu meningkatkan tanggung jawab terhadap diri
sendiri.
-Klien mengatakan bahwa mengingat lagi kesuksesan
masalalunya,dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.
 O:
- Klien tampak mulai menerima keadaan dirinya yang
mulai tergantung lagi.
- Klien mulai mampu untuk mengurangi pandangan
negatif terhadap dirinya.
- tanggung jawab klien terhadap dirinya sendiri mulai
meningkat.
- Klien mulai banyak mengungkapkan
ungkapan yang baik tentang dirinya sendiri.
 A : Masalah teratasi sebagian.
 P:
Mengoptimalkan intervensi yang masih tercapai
sebagian dan melanjutkan intervensi yang belum
terlaksana.