ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI ULANG PRODUK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN

(Studi Kasus Pada Produk Sakatonik Liver di Kota Semarang)
Oleh: Iwan Kurniawan Suryono Budi santoso Bambang Munas Dwiyanto

ABSTRACT The moving of business paradigm which is full of competition, the company is required to be always creative and innovative to get survive. So, in developing products, the company must have a qualified product, price leadership, and placed the position of the product in the market through promotion. The research data is found through questionnaire from 140 respondents. Then the data got is analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) analysis technique. To do this analysis technique, there are seven steps that should be done, namely extended model on the basic of theory, extended plot diagram, plot diagram conversion into the equality, the choosing of input matrix and estimation technique, scoring identification of problem, evaluate criteria goodness of fit and interpretation and modification of model. The suitable full model result got using SEM analysis technique are Chi Square = 146.876, probability = 0.122, RMSEA = 0.033, GFI = 0.903, AGFI = 0.870, CMIN/DF = 1.147, TLI = 0.981, CFI = 0.984.. And the hypothesis tested is known that the product quality influenced toward repeat buying intention, promotion intensity influenced toward repeat buying intention, perceived price influenced toward repeat buying intention, and repeat buying intention influenced toward customer loyalty. Based on the research result, there are some managerial implications which can be used as a review. To increase the repeat buying intention can be done by doing promotion through arranged frequention, place and show time. Key words : product quality, promotion intensity, perceived price, repeat buying intention. PENDAHULUAN Dengan perkembangan dunia usaha yang tidak pernah lepas dari persaingan, perusahaan dituntut untuk selalu kreatif dan berinovasi untuk dapat bertahan. Sehingga dalam mengembangkan sebuah produk, produsen harus menentukan mutu yang harus dapat menempatkan posisi produk tersebut di pasar. Mutu yang ditawarkan diharapkan lebih unggul atau memiliki value yang lebih dari produk pesaing. Dengan demikian produk tersebut tetap selalu memiliki daya tarik bagi konsumen. PT. Saka Farma Laboratories sebagai perusahaan farmasi yang salah satunya memproduksi multivitamin zat penambah darah Sakatonik liver juga memandang perlunya memperhatikan dan mengembangkan strategi pemasarannya baik dalam memperhatikan kualitas dari produknya dan menerapkan strategi dalam promosinya agar produknya dapat diterima

1

2006). 2001). Beberapa beranggapan bahwa mutu merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja jangka panjang suatu unit bisnis (Buzzel dan Gale. intensitas promosi. Kualitas Produk Produk didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan. Di dalam mengembangkan sebuah produk. Seluruh kegiatan promosi bertujuan untuk mempengaruhi perilaku pembelian. Bila pembelian aktual adalah pembelian yang benar-benar dilakukan oleh konsumen. Aktivitas promosi merupakan usaha pemasaran yang memberikan berbagai upaya intensif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa (Kotler 2006). 1988). membujuk dan mengingatkan. 2000). Mutu juga merupakan konsep sentral dalam strategi pemasaran karena dapat membangun kepuasan konsumen. Mutu dapat didefinisikan sebagai memberikan yang lebih besar atau lebih unggul dalam suatu produk sebagai pembanding dengan alternatif bersaing dari pandangan pasar (Garvin. Menurut Chang dan Wildt (1996) dalam Perlusz. tetapi tujuan promosi yang utama adalah memberitahukan. Zeithaml. Terdapat perbedaan antara pembelian aktual dan minat pembelian.oleh konsumen dan menjadikan produk yang unggul di pasaran. Intensitas Promosi Promosi adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diukur untuk merangsang pembelian produk dengan daya tarik . 1998. dipakai. dan Pedersen (2000). 2000 . Dalam penelitian Kopalle dan Lehman (1995) tentang pengaruh promosi terhadap kesuksesan produk baru. Gattiker. 2 . 2004). Harga Yang Dirasakan (Perceived Price) Harga merupakan faktor yang diyakini para peneliti mempengaruhi kepuasan pelanggan (Johnson & Gustafsson. Meskipun merupakan pembelian yang belum tentu akan dilakukan pada masa mendatang namun pengukuran terhadap minat pembelian umumnya dilakukan guna memaksimumkan prediksi terhadap pembelian aktual itu sendiri (Kinnear dan Taylor. Penelitian ini akan menjelaskan aspek penting dari kualitas produk. dimiliki. mutu merupakan konsep multidimensi yang kompleks dan dapat berupa elemen material dan non material yang tidak dapat secara mudah dievaluasi oleh konsumen. maka minat pembelian adalah niat untuk melakukan pembelian pada kesempatan mendatang. Bauran promosi yang dilakukan perusahaan akan menciptakan suatu penilaian tersendiri pada pikiran konsumen sehingga penilaian konsumen terhadap promosi produk secara langsung maupun tidak langsung akan menciptakan image terhadap suatu produk. Intention to buy juga didefinisikan sebagai pernyataan yang berkaitan dengan batin yang mencerminkan rencana dari pembeli untuk membeli suatu merek tertentu dalam suatu periode waktu tertentu (Howard et al. atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler. 1988 dalam Sethi. 1987 dalam Budiyono. 1995). TELAAH PUSTAKA Minat Beli Ulang Minat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. dinyatakan bahwa pengaruh promosi dapat menarik minat beli konsumen dan pembelian ulang dari konsumen.jangkauan serta frekuensi promosi (Sethi. produsen harus menentukan mutu yang akan mendukung posisi produk itu di pasaran. harga dan minat beli ulang serta loyalitas pelanggan pada produk merek Sakatonik Liver di kota Semarang.

agar kegiatan perusahaan berkesinambungan. Pertama dari validitas akan lebih baik serta dapat digunakan untuk memprediksikan apakah kesetiaan yang terlihat dari perilaku pembelian ulang terjadi karena memang sikapnya yang positif (senang) terhadap produk tersebut ataukah hanya karena situai tertentu yang memaksanya (spurious loyalty). 1996 . Sejumlah nilai strategis lainpun akan dapat dipetik oleh perusahaan. Naumann & Giel. perusahaan perlu mengupayakan melalui strategi pemasaran yang dirancang agar konsumen mau melakukan pembelian ulang secara terus menerus menjadi pelanggan dan bahkan 3 lebih jauh secara sukarela turut mempromosikan produknya ke orang lain melalui word of mouth. Zeithaml & Bitner. dapat menarik minat konsumen baru serta dapat memberikan keuntungan waktu untuk merespon terhadap pesaing. Hill. sedangkan yang lainnya hanya mampu memperkirakan harga berdasarkan pembelian pada masa lampau. 1994). Kedua. konsumen menjadi fokus utama. 1995. Pada penelitian Dodds (1991) menyatakan bahwa konsumen akan membeli suatu produk bermerek jika harganya dipandang layak oleh mereka. Aaker (1991) menyatakan bahwa adanya pelanggan yang setia akan mengurangi biaya pemasaran. kriteria sampel yang digunakan adalah responden yang pernah mengkonsumsi Sakatonik Liver lebih dari satu kali. Loyalitas Pelanggan Dalam konsep pemasaran. Schiffman & Kanuk. Best & Coney. perusahaan akan mendapatkan sejumlah keuntungan. Seringkali beberapa konsumen mengetahui secara tepat harga dari suatu produk.Morgan. . Faktor terpenting dari harga sebenarnya bukan harga itu sendiri (objective price). 1996 . Apabila konsumen mempersepsikan produk A harganya tinggi/mahal. juga memungkinkan identifikasi terhadap beberapa hal yang dapat menguatkan atau melemahkan konsistensi kesetiaan serta konsekuensi yang mengikutinya. Dutka. 1988). maka hal ini akan berpengaruh positif terhadap perceived quality dan perceived sacrifice . Artinya. Hal ini dapat dimengerti karena konsumenlah yang mendatangkan penjualan dan keuntungan. Pandangan yang mendasarkan hubungan antara sikap dan perilaku ini bermanfaat bagi pemasar. 1995). akan tetapi harga subyektif. Pada penelitian ini alat analisis yang dipakai adalah Structural Equation Modelling (SEM). Perceived price yaitu sesuatu yang dikorbankan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk (Zeithmal. Salah satu keuntungan utama adalah meningkatkan aset perusahaan sebagaimana yang dinyatakan Aaker (1996) bahwa kesetiaan konsumen terhadap merek sebagai brand equity merupakan aset perusahaan yang sangat berharga. Oleh karena itu. keuntungan dalam bentuk trade leverage. Dengan memiliki konsumen yang setia. 1993). 1996 . Konsumen yang merupakan pembeli potensial dari suatu produk atau jasa yang ditawarkan untuk dijual memiliki arti penting bagi perusahaan (Loundon & Bitta : 1993 : 5). Konsumen cenderung menggunakan harga sebagai sebuah indikator dari kualitas (Mowen. konsumen mungkin memandang produk A adalah produk berkualitas. oleh karena itu wajar bila memerlukan pengorbanan uang yang lebih mahal. 1995 . yaitu harga yang dipersepsikan oleh konsumen. yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan oleh peneliti. METODE PENELITIAN Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kesetiaan dipandang sebagai hubungan erat antara sikap relatif dan perilaku pembeliaan ulang. Harga adalah service as a signal of quality (Hawkins.

78 X2 X3 . 4 .90 X19 .HASIL PENELITIAN Gambar 1 Analisis Full Model e2 e3 e4 e8 e9 .36 .981 0.64 e17 e16 e15 X17 .033 0.71 X26 .122.73 CMIN = 146.44 .05 RMSEA 0. 2008 Hasil 146.58 pada tingkat signifikansi 1% (Ghozali.122 CMIN/DF = 1.49 .59 .876 0.66 KUAL PRODUK . 2008 Tabel 1 Hasil Pengujian Kelayakan Full Model Goodness of Fit Indeks Cut off Value Chi-Square (df=128) Kecil (< 155.876 DF = 128 P = 0.52 X4 .59 .45 e18 .55 .42 MNT BELI ULANG . 2004. Hasil Chi-Square ini menunjukkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan model sama dengan data empiris diterima yang berarti model adalah fit.80 .68 . p.76 .903 0.94 .78 .58 . Nilai Chi-Square = 146.95 CFI 0.69 .90 CMIN/DF 2.50 e26 Sumber: Data primer yang diolah.77 INT PROMOSI .984 RMSEA = 0.870 TLI = 0.53 X23 e23 .00 TLI 0.95 Sumber: Data primer yang diolah.54).60 .27 .72 .29 .47 e28 .870 1.122 0.77 .50 e27 .81 e19 .903 AGFI = 0.89 X9 .033 . Pengujian Asumsi SEM 1.876 dengan df =128 dan probabilitas 0.67 X18 X28 .147 0.73 X22 e22 .984 Evaluasi Model Baik Baik Baik Baik Marginal Baik Baik Baik Berdasarkan analisis yang dilakukan yang disajikan dalam tabel 1 diketahui bahwa model yang kita analisis adalah model recursive dengan jumlah sampel 140.88 .40470) Probability 0.48 .53 .147 GFI = 0.90 AGFI 0.70 X25 X24 e24 e25 e14 X14 . Evaluasi Normalitas Data Analisis normalitas dilakukan dengan mengamati nilai CR multivariate dengan rentang 2.08 GFI 0.44 X8 .55 HARGA LOYALITAS Z2 .981 CFI = 0.28 X16 X15 Z1 .71 X27 .74 .

0000000 .0000000 .74035 1.001 adalah 2 5 (18.0000000 . b. Uji Jarak Mahalanobis (Mahalanobis Distance) digunakan untuk melihat ada tidaknya outliers secara multivariate.00000000 1.0000000 .00000000 1.80690 1. Meskipun demikian.0000000 Std. yang hasilnya dijelaskan di bawah ini.70651 -1.70432 -1.60715 1.0000000 .79832 -1.00000000 1.00000000 1.70953 -1.47874 1.00000000 1.0000000 .60304 Maximum 1.84566 1.52380 1.86191 -1.83134 -1. 3.83690 -1.0000000 .090 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat multivariate outliers.00000000 1.90800 -1. maka perlu diketahui apakah observasi-observasi itu dapat menjadi multivariate outliers bila sudah dikombinasikan. 2008 Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada indikator yang memiliki univariat outliers.65418 1.00000000 1.83706 -1.68458 1.77975 1.0000000 .001) = 28. Multivariat Outliers Meskipun data yang dianalisis menunjukkan adanya outliers pada tingkat univariat.0000000 .0000000 .00000000 1.87073 -1.71644 1.00000000 1.0000000 .808 yang berada di bawah 2.88808 -1.00000000 1.00000000 1.56781 1.0000000 .51745 1. maka akan dikategorikan sebagai 2 Evaluasi Outliers univariat outliers. data tersebut tidak dihilangkan karena menggambarkan keadaan responden sesungguhnya pada saat dilakukan penelitian. Hasil pengolahan data Evaluasi outliers terdiri atas untuk pengujian ada tidaknya outliers outliers univariat dan outliers multivariate disajikan pada tabel 2.64366 -1.00000000 1.73455 1. Univariate Outliers Tabel 2 Hasil Analisis Univariat Outliers Descriptive Statistics N Zscore(X2) Zscore(X3) Zscore(X4) Zscore(X8) Zscore(X9) Zscore(X14) Zscore(X15) Zscore(X16) Zscore(X17) Zscore(X18) Zscore(X19) Zscore(X22) Zscore(X23) Zscore(X24) Zscore(X25) Zscore(X26) Zscore(X27) Zscore(X28) Valid N (listwise) 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 Minimum -1. a.00000000 1.40354 1.00000000 Sumber: Data primer yang diolah.71669 -1. 3.91336 1. Deviation 1.77896 1. 0.60579 1.00000000 1.54311 Mean .0000000 . sehingga nilai standardized (Z-score) dari data dapat dikatakan tidak terdapat bukti bahwa penelitian yang digunakan. distribusi Berdasarkan hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa jarak Mahalanobis maksimal adalah 37. Untuk menghitung Mahalanobis Distance berdasarkan nilai Chi-Square pada derajat bebas 18 (jumlah indikator) pada tingkat p < 0.58. Evaluasi Multicollinearity dan Singularity Untuk mengetahui adanya multikolinieritas dan singularitas dapat dilihat dari nilai determinan matriks kovarians yang benar-benar kecil atau .58072 -1. Apabila distribusi data observed variable tidak terdapat nilai Z-score berada pada rentang normal.00000000 1.0000000 .0000000 .0000000 .00000000 1.00000000 1.61946 -1.77482 -1.Hasil pengujian normalitas menunjukkan Pengujian ada tidaknya univariat bahwa nilai CR untuk multivariate adalah outliers dilakukan dengan menganalisis 1.0000000 .98329 -1.86930 (berdasarkan tabel 2).

694 0. load2 0.605 X18 X19 0.878 0. konstruk/variabel laten yang Dari hasil analisis statistik yang dikembangkan.518 X26 X27 X28 0.100 std.438 0.410 0. minimum dan dimensi/indikator pembentuk variabel laten yang dapat 4. load 0.530 reliability variance 0.267 0.518 0. Evaluasi Reliability dan Dari hasil pengolahan data Variance Extract tersebut dapat diketahui nilai determinant Uji reliabilitas menunjukkan of sample covariance matrix berada jauh sejauh mana suatu alat ukur dapat dari nol.471 0. Nilai Variance Extract dilakukan dalam penelitian ini.590 0.424 0.load2 0.500 0. Diharapkan nilai Extract menunjukkan jumlah varians dari standardized residual yang dihasilkan indikator yang diekstraksi oleh <2.842 0.733 0.772 0.673 0. demikian.642 2. dua buah nilai standardized residual Hasil perhitungan Reliability dan Variance kovarians yang lebih dari 2.709 0.893 0.604 0.633 X22 X23 X24 X25 0.720 0. dari semua residual kovarians yang nilai determinan matriks kovarians sampel dihasilkan oleh model (Ferdinand.420 0. 2005: adalah: 97) sehingga dapat dikatakan bahwa syarat residual terpenuhi. Dari hasil pengolahan data.400 5.777 0. Nilai reliabilitas singularitas.727 0.662 0.575 0.774 0.707 0.513 1.684 2.158 0.490 6 .945 0.500 0.453 0.466 1.534 3.938 0.396 0.801 3.547 0.226 0.576 0.58.562 0.811 0.742 0.580 0.58 namun Extract dapat dilihat pada tabel 3.814 1.487 2.70.107 0.532 1.768 0.860 0.927 0.585 0.759 0. Determinant of sample covariance matrix = 39 335.632 X14 X15 X16 X17 0.894 0.mendekati nol.518 0. Evaluasi Nilai Residual Evaluasi nilai residual dapat diterima adalah sebesar 0. ditemukan yang dapat diterima adalah minimal 0.765 0. dilakukan dengan memperhatikan nilai Sedangkan pengukuran Variance standardized residual.111 0.186 0.503 0.497 0.468 1. jumlahnya tidak melebihi 5% Tabel 3 Reliability dan Variance Extract X2 X3 X4 X8 X9 std.880 0.50.902 1.415 0.358 1.698 2.731 3.073 0.470 1-std.482 0.482 0. Sehingga dapat disimpulkan memberikan hasil yang relatif sama bahwa data penelitian yang digunakan apabila dilakukan pengukuran kembali tidak terdapat multikolinieritas dan pada obyek yang sama.529 0.

148 dengan probabilitas sebesar 0.148 2.675 SE 0.000 0. Hal ini terlihat dari bobot regresi hubungan kausal untuk intensitas promosi dan minat beli ulang yang memiliki nilai tertinggi (0. intensitas promosi.000.268 0.Sumber: Data primer yang diolah.442 0. Sehingga berdasarkan hasil temuan penelitian ini dan berdasarkan pada teori-teori yang telah dikembangkan maka dapat ditarik beberapa implikasi manajerial sebagai berikut: 7 . Oleh karena nilai probabilitas < 0. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum yang memiliki pengaruh paling besar dalam meningkatkan minat beli ulang produk Sakatonik Liver adalah dengan meningkatkan intensitas promosi.658 5. Tabel 4 Pengujian Hipotesis Std Est MNT_BELI_ULANG MNT_BELI_ULANG MNT_BELI_ULANG LOYALITAS PLNGG KUAL_PRODUK INT_PROMOSI HARGA MNT_BELI_ULANG 0.121 CR 3.573 P 0.742 Est 0. Oleh karena nilai probabilitas < 0. Pengujian Hipotesis 4 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh minat beli ulang terhadap loyalitas pelanggan menunjukkan nilai CR sebesar 5.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel intensitas promosi berpengaruh terhadap minat beli ulang.008 0. Oleh karena nilai probabilitas < 0. Oleh karena nilai probabilitas < 0. Pengujian Hipotesis 3 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh harga terhadap minat beli ulang menunjukkan nilai CR sebesar 2.333 0. 2008 Berdasarkan hasil perhitungan dalam tabel 3 terlihat bahwa masingmasing variabel laten dapat memenuhi kriteria reliabilitas dan variance extract.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel harga berpengaruh terhadap minat beli ulang. Sehingga implikasi manjerial akan lebih difokuskan pada ketiga variabel tersebut.000 Sumber: Data primer yang diolah.125 0. dan harga telah terbukti secara empiris merupakan variabel-variabel yang penting dalam meningkatkan minat beli ulang produk Sakatonik Liver.008.000.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel minat beli ulang berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.002 0.107 0.002.658 dengan probabilitas sebesar 0. IMPLIKASI MANAJERIAL Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap variabel kualitas produk. 2008 Pengujian Hipotesis 1 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh kualitas produk terhadap minat beli ulang menunjukkan nilai CR sebesar 3.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli ulang. Pengujian Hipotesis 2 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh intensitas promosi terhadap minat beli ulang menunjukkan nilai CR sebesar 4.573 dengan probabilitas sebesar 0.286 0.42) diikuti oleh bobot regresi hubungan kausal untuk kualitas produk dan harga terhadap minat beli ulang masing-masing sebesar 0.420 0.170 4.264 0. Pengujian Hipotesis Pengujian keempat hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini didasarkan pada nilai Critical Ratio (CR) dari suatu hubungan kausalitas.29 dan 0.083 0.27.170 dengan probabilitas sebesar 0.

27-41. Buzzell. 2004. Bharadwaj.... Sustainable Competitive Advantage In Service Industries: A Conceptual Model And Research Proposition . Journal of Marketing. Aaker. Iss 1.Harvard Business Review. New York.. vitamin A. mengganti kemasan Sakatonik Liver liquid dengan kemasan plastik agar tidak mudah pecah. David A...Vol. Consumer Evaluations Of Brand Extensions . Building Strong Brands . p. Aaker. Implikasi manajerial / saran ini tidak semata-mata harga produk ditingkatkan begitu saja akan tetapi peningkatan harga produk juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas produk ke arah yang lebih baik.. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini belum dikelompokkan ke dalam pelanggan berdasarkan kemasan 8 . memperbaiki dosis agar pelanggan tidak perlu mengkonsumsi Sakatonik Liver tiga kali sehari tetapi cukup satu kali saja. meningkatkan minat beli ulang dengan meningkatkan kualitas produk dengan : membuat variasi rasa obat (buah-buahan : jeruk ... KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian hanya menggunakan variabel kualitas produk.. P Rajan Varadjan. Free Press. yaitu dengan mengatur jam tayang iklan yang efektif terutama pada saat keluarga berkumpul. Bernard NM. memperbaiki komposisi multivitamin (calsium. January/February. Penelitian ini tidak dapat digeneralisir untuk kasus-kasus diluar pelanggan pengguna multivitamin Sakatonik Liver. Market Share-a key to Probability . strawberi). Sakatonik Liver (misal cair/sirup. 181194.. misalnya sekitar jam 17.. DAFTAR PUSTAKA Aaker. intensitas promosi.00.00-21. Perlu dicari faktor lain yang secara teoritis berpengaruh terhadap minat beli ulang produk multivitamin Sakatonik Liver. David A. 1991. minat beli ulang dapat ditingkatkan dengan memperbaiki harga. tablet. Managing Brand Equity: Capitalizing On The Value Of A Brand Name .. III No.. dan vitamin C) agar image Sakatonik Liver sebagai zat penambah darah dan multivitamin untuk stamina.. dan harga sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat beli ulang.. Sundar G. Vol.. 2.97-106. p.. untuk meningkatkan minat beli ulang dilakukan dengan meningkatkan promosi. 54. dan John Fahy. 1996. David A dan Kevin L Keller. Ketiga. yaitu produk Sakatonik Liver yang berfungsi ganda (sebagai zat penambah darah dan multivitamin untuk stamina). Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. Vol.. Studi Mengenai Pengembangan Strategi Produk . dan pil). Kedua. 1993.. Budiyono.Pertama. Free Press. menggunakan slogan-slogan yang mudah diingat karena pada jam tersebut merupakan waktu berkumpul bagi keluarga dimana mayoritas aktivitas yang digunakan adalah untuk melihat televisi.53. PENELITIAN YANG AKAN DATANG Untuk penelitian yang akan datang dapat dilakukan dengan menambahkan variabel-variabel lain yang secara teoritis berpengaruh terhadap minat beli ulang misalnya ketersediaan produk dan kemudahan mendapatkan produk.... Journal of Marketing.T Gale. New York. Robert D and Bradlu. 1990. 1987.... p.

Calantone. Penerbit : Universitas Diponegoro. Hubert. p. Consumer Behavior . Examining The Relationship Between Degree of Innovation an d New Product Success . Hill. Penerbit : Universitas Diponegoro. BP Undip. NTC Business Books. E Leif. Academy of Management Journal. Imam. Metodologi Yogyakarta.1997. pp. Ghozali.. Handbook Of Customer Satisfaction Measurement .3..110. In Search Of Value: How Price And Store Name Information Influence Buyer s Product Perception . 2005.. David.. (February)... Semarang. Vol. 1994. 2000. Augusty. Grewal. 1991.. 30. Semarang. Garvin. Chicago. Deborah.143148. AMA Handbook For Customer Satisfaction: A Complete Guide To Research. Journal of Marketing Research. New York.307-319..491-504.1120-1153. Ehrenberg. www.. 2001. Semarang. p. Lincolnwood. Journal of Marketing Research..0 . 2002.Journal of Marketing Research.. Monroe. and Jean-Marc Xuereb. Research .brandchannel. Sutrisno. Free Press.28. K.....77-90.. 1988. 1996. Semarang.. Roger J Best dan Kenneth A Coney. Alan.. Gatignon.. William.. Manajemen Pemasaran: Sebuah Pendekatan Strategic . Measuring The Effect Of Marketing 9 .. Vol. Brand and Store Information on Buyers Product Evaluation Journal of Marketing Research. Vol.. Penerbit Andi Offset. February.. Churchill G. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS .com. p.. Factors Influencing Successful Brand Extensions .... BP Undip. 1995. Hadi. Dougherty.39... Roger J et.19. Dodds.. Vol XXXIV. Buyer Attitudes and Brand Choise Behavior . 2004. Chicago.. 1996. Structural Equation Modeling Dalam Penelitian Manajemen: Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister dan Disertasi Doctor . An Investigation into the Determinant of Customer Satisfaction .5... Journal of Business Research. Ferdinand.. Irwin. p. Del I.. Strategy Orientatation of the firm and New Product Performance ...5. p.10.. Effect of Price.. Vol. and Cyntia Hardy.. Dodds. ____________.I. Hawkins.Vol. Model Persamaan Struktural : Konsep dan Aplikasi dengan Program AMOS Versi. Hampshire.Iss 000001. No. C. Edisi ke-3.. Gower Publishing Limited. Robert P Shay dan Christopher A Green. al.. Howard. _______________________.. The Journal of Service Marketing. Barnard and Scriven. 1987. A and Suprenant. 1993. 1995...B.. Planning And Implementation .. Dutka. No.. 1974.. John A. Leslie de Chernatory dan M Iversen. Sustained Product Innovation in Large Mature Organization : Overcoming Innovation-ToOrganization Problems .. Managing Quality . D. 1991. Nigel. Hem.. Jilid. 1988.

Pia Pedersen.... Jr. Earl dan Kathleen Giel. Anil.. The Effects Of Advertised And Oberserved Quality On Expectation About New Product Quality . Improving Customer Satisfaction. p.13-29. p.. Journal of The Academy Science. 1996. Naumann. 280-290.. Marketing for Leisure and Tourism . Vol. 27-36.... 2 No... 1997. Parasuraman and Grewal.. London. Reflection on Gaining Competitive Advantage Througt Costomer Value . Journal of The Academy of Marketing Science.. 2000. p. Vol. Journal Sains Pemasaran Indonesia. Kinnear. 1993. 2000. Tiger dan Calantone. Salemba Empat. Implementasi dan Pengendalian . p.. Michael D dan Anders Gustafsson. Kotler. 1995..154-161. Edison (1999)... Prentice Hall. 57 (April). Cincinnati... Perencanaan.. 2003.. 2002...4.58-68. Morgan. Studi Mengenai Pemilihan Merk . Analisis. and Steven W. Murry.. Bharadwaj. Vol. Kopalle... Sundar G. A. K Praven dan Dobald Lehman... The Journal of Service Marketing. Thomas C dan James R Taylor. Farncisco.. Li..62. 168-174. Nugroho. Parasuraman.25 (2). Metodologi Penelitian Bisnis . Jakarta. Organizational Market Information Process: Cultural Antecedent And New Product. Johnson. Loyalty And Profit . USA.. New York.. Michael. Buku Dua. Antecedent and Consequences of Marketing Strategy Making : A model and a Test . (January).. Menon. Mowen. Kotler. S. RJ. Jan B. 2006.. 318-347. Marketing research: An Applied Approach.. McMillan Publishing Company. 10 . II No. Nur dan Bambang Supomo. Indriantoro.... Outcomes .. Vol. Philip.. Manajemen Pemasaran. Mittal. Vol. Phani Tej Adidam.. "Talk To Your Internet Customers: What B2B And B2C Client Want To Know . Journal of Marketing... p. 28 (1). 1997. John C. Penerbit : Salemba Empat... XXXII. 18-40. Vol. Andre.Information On Buying Intensions . Journal of Marketing.. Perlusz. John P. p.. Harlam A Bari dan Lodish M Leonard. 1999. The Impact of Technology on the Quality Value Loyalty Chain : A Research Agenda. Heide (1998) Managing Promotion Program Participation within Manufacturer-Riteler Relationship . Consumer Behavior . Philip.. 1995. p..... Jakarta. Journal of Marketing Research... Customer Satisfaction Measurement And Management . Manajemen Pemasaran . The Relationship Between Market Driven Learning and New Product Advantage : Conceptualization and Empirical Examination . 5th edition.. Urs E Gattiker... XXXII.. 2000.. Thompson Executive Press. Journal of Marketing. BPFE Yogyakarta. 1. Jossey Bass... 1996. 1999.. and . Vol. Journal of Marketing. pp..

. J. And The Innovativeness Of New Customer Products .. Rajesh.. 09/XXXII. Schiffman. Denmark.. Raharso.138. American Marketing Association Conference Proceedings. pp. Journal of Marketing Research. Journal of Academy of Marketing Science. 11 .. L. Tjiptono. 1996. Jurnal Bisnis Strategi. Journal of Marketing. Sethi. Delivering Quality Service: Balancing Customer Perception And Expectation .. 143-154.. p.223-224. p. Aalborg Universiy.. Ew. 14 No. Vol. 2936.. Vol. 1996. September.. "Consumer Behavior . 1991.. Rajesh. Journal of Marketing.. 2.. Naveen Donthu. Sweeney.C. Consumer Perceptions Of Price. Harvard Business Review... September (68) : 105-111. Jr. pp. "Cross-Functional Product Development Teams.Soutar. Zeithaml... No. Penerbit CV Alfabeta. A. Sethi. XXXVIII. Bandung. 2003. 1997. (2000)...64-76.N.. Parasuraman. 1988. A Valerie. Vol.2. 1-14. New Jersey... and Johnson. Sugiyono. 1990. Zeithaml. Journal of Marketing Research. Free Press. 2000. 1997. Quality And Values: A Means End Model And Synthesis Of Evidence ..120-133. G. p. Understanding the Structure of Consumer s Satisfaction Evaluation of Service Delivery .. Zere defection : Quality Come to Service Harvard Business Review. J. 2-22.. Yogyakarta. Andi. 2005. McGraw Hill Companies Inc. 195-211. 52. Bonghee. Valerie A dan Mary Jo Bitner. Creativity. p. Singh. Reicheld.. 1990.. and.p. Prentice Hall.. (February). F.. A Valerie. Consumer Perceived Value : Development of a Multiple Item Scale . 73-85.3. New York. p..28... Usahawan.... 64.Department of Production. Strategi Pemasaran .... Song and Mark E Parray. Meningkatkan Peluang Sukses Ekstensi Merk ..... Daniel C Smitt dan C Whan Park. 1997.. 1998. Leonard L Berry. Vol. Leon G dan Leslie L Kanuk.. Service Marketing . Stanton. (1999) . An Examination of Selected Marketing Mix Element and Brand Equity .. A Profile of Tomorrow Manufacturer s Leader .. Zeithaml. Vol. Metode Penelitian Bisnis. Fandy... No. No. New Product Quality And Product Development Teams .W. p.. Yoo.. Sungho Lee. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Dan Kesetiaan Wisatawan ... Vol. and Sasser. 2001. William.... Journal of The Academy of Marketing Science. Sri... pp. The Determinants of Japanese New Product Success . New York.19. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful