ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI ULANG PRODUK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN

(Studi Kasus Pada Produk Sakatonik Liver di Kota Semarang)
Oleh: Iwan Kurniawan Suryono Budi santoso Bambang Munas Dwiyanto

ABSTRACT The moving of business paradigm which is full of competition, the company is required to be always creative and innovative to get survive. So, in developing products, the company must have a qualified product, price leadership, and placed the position of the product in the market through promotion. The research data is found through questionnaire from 140 respondents. Then the data got is analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) analysis technique. To do this analysis technique, there are seven steps that should be done, namely extended model on the basic of theory, extended plot diagram, plot diagram conversion into the equality, the choosing of input matrix and estimation technique, scoring identification of problem, evaluate criteria goodness of fit and interpretation and modification of model. The suitable full model result got using SEM analysis technique are Chi Square = 146.876, probability = 0.122, RMSEA = 0.033, GFI = 0.903, AGFI = 0.870, CMIN/DF = 1.147, TLI = 0.981, CFI = 0.984.. And the hypothesis tested is known that the product quality influenced toward repeat buying intention, promotion intensity influenced toward repeat buying intention, perceived price influenced toward repeat buying intention, and repeat buying intention influenced toward customer loyalty. Based on the research result, there are some managerial implications which can be used as a review. To increase the repeat buying intention can be done by doing promotion through arranged frequention, place and show time. Key words : product quality, promotion intensity, perceived price, repeat buying intention. PENDAHULUAN Dengan perkembangan dunia usaha yang tidak pernah lepas dari persaingan, perusahaan dituntut untuk selalu kreatif dan berinovasi untuk dapat bertahan. Sehingga dalam mengembangkan sebuah produk, produsen harus menentukan mutu yang harus dapat menempatkan posisi produk tersebut di pasar. Mutu yang ditawarkan diharapkan lebih unggul atau memiliki value yang lebih dari produk pesaing. Dengan demikian produk tersebut tetap selalu memiliki daya tarik bagi konsumen. PT. Saka Farma Laboratories sebagai perusahaan farmasi yang salah satunya memproduksi multivitamin zat penambah darah Sakatonik liver juga memandang perlunya memperhatikan dan mengembangkan strategi pemasarannya baik dalam memperhatikan kualitas dari produknya dan menerapkan strategi dalam promosinya agar produknya dapat diterima

1

Zeithaml. 1995). 2000). Meskipun merupakan pembelian yang belum tentu akan dilakukan pada masa mendatang namun pengukuran terhadap minat pembelian umumnya dilakukan guna memaksimumkan prediksi terhadap pembelian aktual itu sendiri (Kinnear dan Taylor. produsen harus menentukan mutu yang akan mendukung posisi produk itu di pasaran. dimiliki. Harga Yang Dirasakan (Perceived Price) Harga merupakan faktor yang diyakini para peneliti mempengaruhi kepuasan pelanggan (Johnson & Gustafsson. 2000 . Terdapat perbedaan antara pembelian aktual dan minat pembelian. 1998. Bila pembelian aktual adalah pembelian yang benar-benar dilakukan oleh konsumen. maka minat pembelian adalah niat untuk melakukan pembelian pada kesempatan mendatang. 2006).oleh konsumen dan menjadikan produk yang unggul di pasaran. Aktivitas promosi merupakan usaha pemasaran yang memberikan berbagai upaya intensif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa (Kotler 2006). 1988). Intention to buy juga didefinisikan sebagai pernyataan yang berkaitan dengan batin yang mencerminkan rencana dari pembeli untuk membeli suatu merek tertentu dalam suatu periode waktu tertentu (Howard et al. 2001). Gattiker. Di dalam mengembangkan sebuah produk. mutu merupakan konsep multidimensi yang kompleks dan dapat berupa elemen material dan non material yang tidak dapat secara mudah dievaluasi oleh konsumen. Dalam penelitian Kopalle dan Lehman (1995) tentang pengaruh promosi terhadap kesuksesan produk baru. Mutu dapat didefinisikan sebagai memberikan yang lebih besar atau lebih unggul dalam suatu produk sebagai pembanding dengan alternatif bersaing dari pandangan pasar (Garvin. 2 . dipakai. Seluruh kegiatan promosi bertujuan untuk mempengaruhi perilaku pembelian. atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler. TELAAH PUSTAKA Minat Beli Ulang Minat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. 2004). Mutu juga merupakan konsep sentral dalam strategi pemasaran karena dapat membangun kepuasan konsumen. Menurut Chang dan Wildt (1996) dalam Perlusz.jangkauan serta frekuensi promosi (Sethi. Penelitian ini akan menjelaskan aspek penting dari kualitas produk. membujuk dan mengingatkan. tetapi tujuan promosi yang utama adalah memberitahukan. Beberapa beranggapan bahwa mutu merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja jangka panjang suatu unit bisnis (Buzzel dan Gale. dinyatakan bahwa pengaruh promosi dapat menarik minat beli konsumen dan pembelian ulang dari konsumen. intensitas promosi. Kualitas Produk Produk didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan. dan Pedersen (2000). Intensitas Promosi Promosi adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diukur untuk merangsang pembelian produk dengan daya tarik . 1987 dalam Budiyono. 1988 dalam Sethi. Bauran promosi yang dilakukan perusahaan akan menciptakan suatu penilaian tersendiri pada pikiran konsumen sehingga penilaian konsumen terhadap promosi produk secara langsung maupun tidak langsung akan menciptakan image terhadap suatu produk. harga dan minat beli ulang serta loyalitas pelanggan pada produk merek Sakatonik Liver di kota Semarang.

1988). Konsumen yang merupakan pembeli potensial dari suatu produk atau jasa yang ditawarkan untuk dijual memiliki arti penting bagi perusahaan (Loundon & Bitta : 1993 : 5). 1994). juga memungkinkan identifikasi terhadap beberapa hal yang dapat menguatkan atau melemahkan konsistensi kesetiaan serta konsekuensi yang mengikutinya. kriteria sampel yang digunakan adalah responden yang pernah mengkonsumsi Sakatonik Liver lebih dari satu kali. Dutka. sedangkan yang lainnya hanya mampu memperkirakan harga berdasarkan pembelian pada masa lampau. Pada penelitian Dodds (1991) menyatakan bahwa konsumen akan membeli suatu produk bermerek jika harganya dipandang layak oleh mereka. konsumen menjadi fokus utama. yaitu harga yang dipersepsikan oleh konsumen. perusahaan perlu mengupayakan melalui strategi pemasaran yang dirancang agar konsumen mau melakukan pembelian ulang secara terus menerus menjadi pelanggan dan bahkan 3 lebih jauh secara sukarela turut mempromosikan produknya ke orang lain melalui word of mouth. Salah satu keuntungan utama adalah meningkatkan aset perusahaan sebagaimana yang dinyatakan Aaker (1996) bahwa kesetiaan konsumen terhadap merek sebagai brand equity merupakan aset perusahaan yang sangat berharga. Oleh karena itu. akan tetapi harga subyektif. Best & Coney. Hill. Kesetiaan dipandang sebagai hubungan erat antara sikap relatif dan perilaku pembeliaan ulang. Faktor terpenting dari harga sebenarnya bukan harga itu sendiri (objective price). Hal ini dapat dimengerti karena konsumenlah yang mendatangkan penjualan dan keuntungan. 1995). Perceived price yaitu sesuatu yang dikorbankan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk (Zeithmal. Zeithaml & Bitner. oleh karena itu wajar bila memerlukan pengorbanan uang yang lebih mahal. Apabila konsumen mempersepsikan produk A harganya tinggi/mahal. Sejumlah nilai strategis lainpun akan dapat dipetik oleh perusahaan. Seringkali beberapa konsumen mengetahui secara tepat harga dari suatu produk. Harga adalah service as a signal of quality (Hawkins. METODE PENELITIAN Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pada penelitian ini alat analisis yang dipakai adalah Structural Equation Modelling (SEM). 1996 . agar kegiatan perusahaan berkesinambungan. perusahaan akan mendapatkan sejumlah keuntungan. konsumen mungkin memandang produk A adalah produk berkualitas. Artinya. Loyalitas Pelanggan Dalam konsep pemasaran. Schiffman & Kanuk. Pertama dari validitas akan lebih baik serta dapat digunakan untuk memprediksikan apakah kesetiaan yang terlihat dari perilaku pembelian ulang terjadi karena memang sikapnya yang positif (senang) terhadap produk tersebut ataukah hanya karena situai tertentu yang memaksanya (spurious loyalty). Kedua. dapat menarik minat konsumen baru serta dapat memberikan keuntungan waktu untuk merespon terhadap pesaing. maka hal ini akan berpengaruh positif terhadap perceived quality dan perceived sacrifice . 1996 . . yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan oleh peneliti. 1996 . 1995. keuntungan dalam bentuk trade leverage. Dengan memiliki konsumen yang setia. Konsumen cenderung menggunakan harga sebagai sebuah indikator dari kualitas (Mowen. 1995 . 1993).Morgan. Pandangan yang mendasarkan hubungan antara sikap dan perilaku ini bermanfaat bagi pemasar. Aaker (1991) menyatakan bahwa adanya pelanggan yang setia akan mengurangi biaya pemasaran. Naumann & Giel.

44 X8 .71 X27 .870 TLI = 0.42 MNT BELI ULANG . 4 .80 .876 DF = 128 P = 0. p.984 Evaluasi Model Baik Baik Baik Baik Marginal Baik Baik Baik Berdasarkan analisis yang dilakukan yang disajikan dalam tabel 1 diketahui bahwa model yang kita analisis adalah model recursive dengan jumlah sampel 140. 2004.52 X4 .44 .45 e18 . 2008 Hasil 146.90 X19 .55 .870 1.876 0.78 X2 X3 .88 .122.033 0.71 X26 .36 .122 0.58 pada tingkat signifikansi 1% (Ghozali.89 X9 .55 HARGA LOYALITAS Z2 .60 .HASIL PENELITIAN Gambar 1 Analisis Full Model e2 e3 e4 e8 e9 .49 .48 .72 .981 0.59 .77 .00 TLI 0.981 CFI = 0.70 X25 X24 e24 e25 e14 X14 . 2008 Tabel 1 Hasil Pengujian Kelayakan Full Model Goodness of Fit Indeks Cut off Value Chi-Square (df=128) Kecil (< 155.147 GFI = 0.90 CMIN/DF 2.876 dengan df =128 dan probabilitas 0.77 INT PROMOSI .08 GFI 0.68 .05 RMSEA 0.27 .95 CFI 0.94 .58 .64 e17 e16 e15 X17 .73 CMIN = 146. Hasil Chi-Square ini menunjukkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan model sama dengan data empiris diterima yang berarti model adalah fit.73 X22 e22 .29 .66 KUAL PRODUK .53 .28 X16 X15 Z1 .50 e27 .95 Sumber: Data primer yang diolah.74 .90 AGFI 0. Pengujian Asumsi SEM 1.40470) Probability 0.54).50 e26 Sumber: Data primer yang diolah.47 e28 .033 .903 AGFI = 0.76 .53 X23 e23 . Evaluasi Normalitas Data Analisis normalitas dilakukan dengan mengamati nilai CR multivariate dengan rentang 2.122 CMIN/DF = 1. Nilai Chi-Square = 146.903 0.78 .147 0.81 e19 .67 X18 X28 .69 .984 RMSEA = 0.59 .

79832 -1.0000000 .00000000 1.0000000 . Multivariat Outliers Meskipun data yang dianalisis menunjukkan adanya outliers pada tingkat univariat.00000000 1.83690 -1. a.0000000 . yang hasilnya dijelaskan di bawah ini.00000000 1.68458 1.00000000 1. 0.88808 -1.86191 -1.58.47874 1. 3.00000000 1.00000000 1.61946 -1.58072 -1.00000000 1.65418 1.87073 -1.Hasil pengujian normalitas menunjukkan Pengujian ada tidaknya univariat bahwa nilai CR untuk multivariate adalah outliers dilakukan dengan menganalisis 1.86930 (berdasarkan tabel 2).98329 -1.70432 -1. data tersebut tidak dihilangkan karena menggambarkan keadaan responden sesungguhnya pada saat dilakukan penelitian.00000000 1. 3.0000000 .0000000 .80690 1.56781 1.0000000 .0000000 .001 adalah 2 5 (18.00000000 1.090 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat multivariate outliers.0000000 . Meskipun demikian. Univariate Outliers Tabel 2 Hasil Analisis Univariat Outliers Descriptive Statistics N Zscore(X2) Zscore(X3) Zscore(X4) Zscore(X8) Zscore(X9) Zscore(X14) Zscore(X15) Zscore(X16) Zscore(X17) Zscore(X18) Zscore(X19) Zscore(X22) Zscore(X23) Zscore(X24) Zscore(X25) Zscore(X26) Zscore(X27) Zscore(X28) Valid N (listwise) 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 140 Minimum -1. 2008 Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada indikator yang memiliki univariat outliers.83706 -1.0000000 .91336 1.60579 1.808 yang berada di bawah 2.54311 Mean .71644 1. Apabila distribusi data observed variable tidak terdapat nilai Z-score berada pada rentang normal. Hasil pengolahan data Evaluasi outliers terdiri atas untuk pengujian ada tidaknya outliers outliers univariat dan outliers multivariate disajikan pada tabel 2.60304 Maximum 1. Uji Jarak Mahalanobis (Mahalanobis Distance) digunakan untuk melihat ada tidaknya outliers secara multivariate.0000000 .00000000 1.00000000 1. sehingga nilai standardized (Z-score) dari data dapat dikatakan tidak terdapat bukti bahwa penelitian yang digunakan. distribusi Berdasarkan hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa jarak Mahalanobis maksimal adalah 37.00000000 1.77896 1.00000000 Sumber: Data primer yang diolah. b.0000000 .73455 1. maka perlu diketahui apakah observasi-observasi itu dapat menjadi multivariate outliers bila sudah dikombinasikan.71669 -1.0000000 .83134 -1.001) = 28.84566 1.64366 -1. Evaluasi Multicollinearity dan Singularity Untuk mengetahui adanya multikolinieritas dan singularitas dapat dilihat dari nilai determinan matriks kovarians yang benar-benar kecil atau . maka akan dikategorikan sebagai 2 Evaluasi Outliers univariat outliers.70651 -1.0000000 .0000000 .52380 1.51745 1.00000000 1.0000000 .40354 1.60715 1.90800 -1.77482 -1. Deviation 1.00000000 1.00000000 1.00000000 1.0000000 Std.70953 -1. Untuk menghitung Mahalanobis Distance berdasarkan nilai Chi-Square pada derajat bebas 18 (jumlah indikator) pada tingkat p < 0.0000000 .00000000 1.77975 1.0000000 .74035 1.

733 0. load 0.073 0.482 0.438 0. dari semua residual kovarians yang nilai determinan matriks kovarians sampel dihasilkan oleh model (Ferdinand.893 0.860 0. Dari hasil pengolahan data.731 3. Determinant of sample covariance matrix = 39 335.880 0.70.878 0.50.100 std.500 0.772 0.111 0.530 reliability variance 0.158 0.470 1-std.707 0.765 0. minimum dan dimensi/indikator pembentuk variabel laten yang dapat 4.562 0.mendekati nol.842 0.927 0.727 0.575 0. konstruk/variabel laten yang Dari hasil analisis statistik yang dikembangkan.518 X26 X27 X28 0.774 0. ditemukan yang dapat diterima adalah minimal 0.420 0. demikian.673 0.267 0. Nilai reliabilitas singularitas. Nilai Variance Extract dilakukan dalam penelitian ini.487 2.424 0.466 1.709 0.632 X14 X15 X16 X17 0.186 0.532 1.604 0.580 0.894 0.410 0.698 2.801 3.633 X22 X23 X24 X25 0.497 0. dilakukan dengan memperhatikan nilai Sedangkan pengukuran Variance standardized residual.814 1. Sehingga dapat disimpulkan memberikan hasil yang relatif sama bahwa data penelitian yang digunakan apabila dilakukan pengukuran kembali tidak terdapat multikolinieritas dan pada obyek yang sama.590 0.358 1.777 0.759 0.938 0.482 0.605 X18 X19 0. Evaluasi Reliability dan Dari hasil pengolahan data Variance Extract tersebut dapat diketahui nilai determinant Uji reliabilitas menunjukkan of sample covariance matrix berada jauh sejauh mana suatu alat ukur dapat dari nol.902 1.468 1.534 3.107 0.576 0.694 0.396 0. Evaluasi Nilai Residual Evaluasi nilai residual dapat diterima adalah sebesar 0.load2 0.518 0.742 0.945 0.471 0. Diharapkan nilai Extract menunjukkan jumlah varians dari standardized residual yang dihasilkan indikator yang diekstraksi oleh <2.585 0.453 0.642 2.768 0.415 0.226 0.529 0.662 0. 2005: adalah: 97) sehingga dapat dikatakan bahwa syarat residual terpenuhi.400 5.490 6 .684 2.811 0. dua buah nilai standardized residual Hasil perhitungan Reliability dan Variance kovarians yang lebih dari 2.500 0.58.720 0.513 1. load2 0.518 0.58 namun Extract dapat dilihat pada tabel 3. jumlahnya tidak melebihi 5% Tabel 3 Reliability dan Variance Extract X2 X3 X4 X8 X9 std.503 0.547 0.

05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel intensitas promosi berpengaruh terhadap minat beli ulang. Oleh karena nilai probabilitas < 0.658 5.675 SE 0. Oleh karena nilai probabilitas < 0. Sehingga berdasarkan hasil temuan penelitian ini dan berdasarkan pada teori-teori yang telah dikembangkan maka dapat ditarik beberapa implikasi manajerial sebagai berikut: 7 .05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel minat beli ulang berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.002.742 Est 0.264 0.000 Sumber: Data primer yang diolah.083 0.000 0.000.125 0. IMPLIKASI MANAJERIAL Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap variabel kualitas produk. intensitas promosi.333 0.002 0.008 0. Oleh karena nilai probabilitas < 0.286 0. Hal ini terlihat dari bobot regresi hubungan kausal untuk intensitas promosi dan minat beli ulang yang memiliki nilai tertinggi (0.42) diikuti oleh bobot regresi hubungan kausal untuk kualitas produk dan harga terhadap minat beli ulang masing-masing sebesar 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel harga berpengaruh terhadap minat beli ulang.170 dengan probabilitas sebesar 0.148 2. Pengujian Hipotesis 2 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh intensitas promosi terhadap minat beli ulang menunjukkan nilai CR sebesar 4. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum yang memiliki pengaruh paling besar dalam meningkatkan minat beli ulang produk Sakatonik Liver adalah dengan meningkatkan intensitas promosi. 2008 Pengujian Hipotesis 1 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh kualitas produk terhadap minat beli ulang menunjukkan nilai CR sebesar 3.121 CR 3. Pengujian Hipotesis Pengujian keempat hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini didasarkan pada nilai Critical Ratio (CR) dari suatu hubungan kausalitas.420 0.573 P 0. dan harga telah terbukti secara empiris merupakan variabel-variabel yang penting dalam meningkatkan minat beli ulang produk Sakatonik Liver. Pengujian Hipotesis 3 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh harga terhadap minat beli ulang menunjukkan nilai CR sebesar 2.442 0. Sehingga implikasi manjerial akan lebih difokuskan pada ketiga variabel tersebut.658 dengan probabilitas sebesar 0.Sumber: Data primer yang diolah. Oleh karena nilai probabilitas < 0.29 dan 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli ulang.000. Pengujian Hipotesis 4 Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh minat beli ulang terhadap loyalitas pelanggan menunjukkan nilai CR sebesar 5.573 dengan probabilitas sebesar 0.008. Tabel 4 Pengujian Hipotesis Std Est MNT_BELI_ULANG MNT_BELI_ULANG MNT_BELI_ULANG LOYALITAS PLNGG KUAL_PRODUK INT_PROMOSI HARGA MNT_BELI_ULANG 0.268 0. 2008 Berdasarkan hasil perhitungan dalam tabel 3 terlihat bahwa masingmasing variabel laten dapat memenuhi kriteria reliabilitas dan variance extract.27.148 dengan probabilitas sebesar 0.170 4.107 0.

untuk meningkatkan minat beli ulang dilakukan dengan meningkatkan promosi. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia.. Sundar G. Vol. New York. tablet. misalnya sekitar jam 17. vitamin A. mengganti kemasan Sakatonik Liver liquid dengan kemasan plastik agar tidak mudah pecah. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini belum dikelompokkan ke dalam pelanggan berdasarkan kemasan 8 ..00-21. yaitu dengan mengatur jam tayang iklan yang efektif terutama pada saat keluarga berkumpul. dan vitamin C) agar image Sakatonik Liver sebagai zat penambah darah dan multivitamin untuk stamina. dan harga sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat beli ulang. 2. Aaker.. Consumer Evaluations Of Brand Extensions . Journal of Marketing. DAFTAR PUSTAKA Aaker..53. Ketiga. 1991. PENELITIAN YANG AKAN DATANG Untuk penelitian yang akan datang dapat dilakukan dengan menambahkan variabel-variabel lain yang secara teoritis berpengaruh terhadap minat beli ulang misalnya ketersediaan produk dan kemudahan mendapatkan produk. memperbaiki dosis agar pelanggan tidak perlu mengkonsumsi Sakatonik Liver tiga kali sehari tetapi cukup satu kali saja. p. Bharadwaj.. David A.T Gale.. Bernard NM. 2004. minat beli ulang dapat ditingkatkan dengan memperbaiki harga. Perlu dicari faktor lain yang secara teoritis berpengaruh terhadap minat beli ulang produk multivitamin Sakatonik Liver. Aaker.. P Rajan Varadjan. menggunakan slogan-slogan yang mudah diingat karena pada jam tersebut merupakan waktu berkumpul bagi keluarga dimana mayoritas aktivitas yang digunakan adalah untuk melihat televisi.. Free Press. 1996.Pertama. Penelitian ini tidak dapat digeneralisir untuk kasus-kasus diluar pelanggan pengguna multivitamin Sakatonik Liver. Building Strong Brands .. Sakatonik Liver (misal cair/sirup.. 27-41. p... meningkatkan minat beli ulang dengan meningkatkan kualitas produk dengan : membuat variasi rasa obat (buah-buahan : jeruk . Implikasi manajerial / saran ini tidak semata-mata harga produk ditingkatkan begitu saja akan tetapi peningkatan harga produk juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas produk ke arah yang lebih baik.. 54.. Iss 1. Robert D and Bradlu. Budiyono. Kedua. Market Share-a key to Probability .. dan John Fahy. Journal of Marketing. David A. January/February. 1990... memperbaiki komposisi multivitamin (calsium. strawberi). Studi Mengenai Pengembangan Strategi Produk . 1993.97-106. III No..Vol. David A dan Kevin L Keller. Vol.. 181194.Harvard Business Review.. 1987.00. p.. New York. yaitu produk Sakatonik Liver yang berfungsi ganda (sebagai zat penambah darah dan multivitamin untuk stamina). Buzzell. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian hanya menggunakan variabel kualitas produk. dan pil). Free Press.. Sustainable Competitive Advantage In Service Industries: A Conceptual Model And Research Proposition .... intensitas promosi. Managing Brand Equity: Capitalizing On The Value Of A Brand Name ..

. Churchill G.110. K... Semarang. Examining The Relationship Between Degree of Innovation an d New Product Success .19. Del I. Garvin. Vol XXXIV. Structural Equation Modeling Dalam Penelitian Manajemen: Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister dan Disertasi Doctor . Hawkins. Edisi ke-3.. 1991. Dougherty.. and Jean-Marc Xuereb.1120-1153.. p. Irwin. Academy of Management Journal. 1993. Semarang. AMA Handbook For Customer Satisfaction: A Complete Guide To Research. (February). 1988... NTC Business Books.. Alan.77-90... BP Undip... Journal of Business Research. An Investigation into the Determinant of Customer Satisfaction . Gatignon...I. Roger J et. 1974. Brand and Store Information on Buyers Product Evaluation Journal of Marketing Research. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS ... Vol.brandchannel.1997. Research .Vol.B. New York... 1995. www.3. Ehrenberg. Leslie de Chernatory dan M Iversen. David. Sustained Product Innovation in Large Mature Organization : Overcoming Innovation-ToOrganization Problems . Penerbit : Universitas Diponegoro.. Buyer Attitudes and Brand Choise Behavior .Journal of Marketing Research.28. p. Vol. Augusty. Semarang. D. Measuring The Effect Of Marketing 9 .Iss 000001.. Dodds. 2001.. p. Chicago. Penerbit Andi Offset. 2005. Lincolnwood. BP Undip.... Managing Quality .. Ferdinand. p. E Leif.. 2004. Dutka.... Robert P Shay dan Christopher A Green.. William. 1994.. Sutrisno. Effect of Price.Calantone. Hampshire... Free Press. Barnard and Scriven.307-319. 2002. No. 1995. Manajemen Pemasaran: Sebuah Pendekatan Strategic . February..143148.. Consumer Behavior . Semarang..com.. Metodologi Yogyakarta. Vol. In Search Of Value: How Price And Store Name Information Influence Buyer s Product Perception . 1988. pp. A and Suprenant.. Hadi. Monroe. Hem. Dodds. Hubert.0 .10.. Jilid.. Chicago.... No. 1987. Handbook Of Customer Satisfaction Measurement . Journal of Marketing Research. Grewal. ____________.. Gower Publishing Limited.5. Penerbit : Universitas Diponegoro.. Strategy Orientatation of the firm and New Product Performance .5.39. Ghozali. Factors Influencing Successful Brand Extensions .. Imam. _______________________. 30. 1996. Deborah.. Nigel. 1991. p. al. Journal of Marketing Research. C. Planning And Implementation . 2000. Hill. Vol.491-504. John A.. The Journal of Service Marketing.. and Cyntia Hardy. Howard. Model Persamaan Struktural : Konsep dan Aplikasi dengan Program AMOS Versi.. Roger J Best dan Kenneth A Coney. 1996.

1996. 5th edition. II No. Journal of The Academy Science. 2000. Vol...4. Consumer Behavior .. Journal of Marketing.. John P. Jakarta. 27-36... Phani Tej Adidam.. 1999. Loyalty And Profit .. 2000. Jakarta.. 1.. Vol.. 2 No. Morgan. and Steven W. Vol. p. Perlusz. pp. 1997.13-29. 1997.. Analisis. Outcomes . p.. p. Li... Vol. Journal of Marketing Research. Michael. Mittal. Vol.. Kinnear. 1999.. Perencanaan. Reflection on Gaining Competitive Advantage Througt Costomer Value . p. Bharadwaj....... Naumann. Journal of Marketing. Tiger dan Calantone. Nur dan Bambang Supomo... Jan B. John C..Information On Buying Intensions .. 168-174... New York. The Relationship Between Market Driven Learning and New Product Advantage : Conceptualization and Empirical Examination . Johnson. Harlam A Bari dan Lodish M Leonard. Michael D dan Anders Gustafsson... A. Cincinnati. Manajemen Pemasaran . Philip.. Pia Pedersen.. XXXII. 10 .. The Effects Of Advertised And Oberserved Quality On Expectation About New Product Quality . Menon.. 28 (1)... (January). Antecedent and Consequences of Marketing Strategy Making : A model and a Test . Urs E Gattiker. The Journal of Service Marketing. Mowen. Journal Sains Pemasaran Indonesia. Murry.. Penerbit : Salemba Empat.58-68. Kotler.. Nugroho. Salemba Empat.. 18-40. Marketing research: An Applied Approach. Journal of Marketing. 2002. Philip. BPFE Yogyakarta.25 (2).154-161... Earl dan Kathleen Giel.. Manajemen Pemasaran. USA.. Studi Mengenai Pemilihan Merk . Sundar G. Marketing for Leisure and Tourism ... 280-290. Improving Customer Satisfaction. Heide (1998) Managing Promotion Program Participation within Manufacturer-Riteler Relationship . Kopalle. Prentice Hall.. Parasuraman.. 2000. McMillan Publishing Company. Journal of Marketing. "Talk To Your Internet Customers: What B2B And B2C Client Want To Know . 318-347. p.. p... S. London. Indriantoro. RJ. 1993.. Vol. 1996.. Metodologi Penelitian Bisnis . The Impact of Technology on the Quality Value Loyalty Chain : A Research Agenda. Buku Dua. Jossey Bass. Customer Satisfaction Measurement And Management ... 57 (April). Vol. K Praven dan Dobald Lehman. Anil. 1995. Organizational Market Information Process: Cultural Antecedent And New Product. 1995. 2003. and . Journal of The Academy of Marketing Science. Parasuraman and Grewal. Andre..... Farncisco. XXXII. 2006.. Thompson Executive Press. Implementasi dan Pengendalian .. Edison (1999).62.. Kotler. p.. Thomas C dan James R Taylor. Jr.

Strategi Pemasaran . 2005. New York.120-133.223-224. 143-154. Bonghee. 73-85. Prentice Hall.138. Consumer Perceived Value : Development of a Multiple Item Scale .. 2000..p. Bandung.. The Determinants of Japanese New Product Success .. Rajesh. Song and Mark E Parray. 1-14. Reicheld.. Service Marketing . p. Parasuraman. Vol. p. Meningkatkan Peluang Sukses Ekstensi Merk . Delivering Quality Service: Balancing Customer Perception And Expectation . New Product Quality And Product Development Teams .. 2936. and.. "Consumer Behavior . Stanton. And The Innovativeness Of New Customer Products . Raharso.64-76.. 195-211. 1998.. Sethi.. 64. Journal of The Academy of Marketing Science. 2001. Harvard Business Review. J. 52. 1990. p. Rajesh. 1997..3.. Journal of Marketing. F.. Valerie A dan Mary Jo Bitner. Consumer Perceptions Of Price.Soutar. Vol. Singh. Journal of Marketing Research. G.. Zeithaml.C.. pp. 1997.. Aalborg Universiy.... 09/XXXII.. Zeithaml. p. Metode Penelitian Bisnis. Daniel C Smitt dan C Whan Park. Sri.. and Sasser.. 2. Journal of Marketing.. Schiffman.W. Leonard L Berry. Jr. pp.. 2-22. "Cross-Functional Product Development Teams.. Zeithaml. Usahawan.. Andi.. Sugiyono. 1988. Understanding the Structure of Consumer s Satisfaction Evaluation of Service Delivery ... Journal of Marketing Research. Penerbit CV Alfabeta. Vol. Journal of Academy of Marketing Science.. Quality And Values: A Means End Model And Synthesis Of Evidence ..... Naveen Donthu. Leon G dan Leslie L Kanuk.. 1996. Vol. 1996.. 2003.28. McGraw Hill Companies Inc.. American Marketing Association Conference Proceedings. 11 . p. New Jersey... (2000). New York. pp. J. (1999) . 14 No. William. A Valerie. September (68) : 105-111. Ew... 1990. (February). Yoo. Vol. A. 1991. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Dan Kesetiaan Wisatawan . J. No.. Sungho Lee.. An Examination of Selected Marketing Mix Element and Brand Equity . Creativity. Jurnal Bisnis Strategi. A Valerie. and Johnson. Vol. p..Department of Production..2. A Profile of Tomorrow Manufacturer s Leader ... Zere defection : Quality Come to Service Harvard Business Review.... Sethi. September. Tjiptono. Denmark.. Sweeney... XXXVIII. Fandy... No.19. Free Press. L...N. No. 1997. Yogyakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful