Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Spektrometer merupakan alat yang digunakan untuk mengamati spektrum

cahaya yang terurai setelah melewati suatu medium. Susunan spektrometer

terdiri dari komponen-komponen kalimator, teleskop, dan meja spektrometer.

Kalimator merupakan sebuah tabung yang dilengkapi dengan lensa akromatik

dimana satu ujungnya dan sebuah celah, S. Fungsi dari lensa kalimator yaitu

untuk mensejajarkan berkas sinar yang keluar dari celah. Lebar celah dapat

diatur dengan menggunakan sekrup pengatur, PC untuk mengatur lebar berkas

cahaya yang jatuh pada prisma. Posisi lensa terhadap celah dapat diatur dengan

sekrup, PL.

Teleskop yang digunakan terdiri dari lensa obyektif dan lensa okuler. Posisi

lensa okuler terhadap lensa obyektif dapat diatur dengan sekrup, PF. Untuk

menetukan posisi celah dengan tepat, digunakan benang silang sebagai

rujukan. Posisi teleskop dapat dibaca pada nonius, V1 dan V2 yang letaknya

berlawanan. Nonius ini diputar bersama teleskop dan mengitari lempeng skala

diam, U.

B. Tujuan Percobaan

1
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :

1. Mahasiswa diharapkan mampu mengungkapkan dasar kerja spektrometer

dan mengatur komponen spektrometer.

2. Dapat menentukan indeks bias bahan prisma dengan cara deviasi minimum.

2
II . TINJAUAN PUSTAKA

Apabila ada sebuah benda sedang bergerak lurus dan diberikan gaya luar ke arah

samping maka benda itu tidak akan bergerak lurus, melainkan ia akan bergerak

membelok ke arah samping karena adanya gaya luar tersebut.

Misalkan anda sedang menghadapi sebuah bola meriam yang sedang melewati

anda dan anda mau membelokkannya pada saat tepat lewat di depan anda. Dan

alat yang anda punya hanyalah sebuah selang penyemprot air yang dihubungkan

dengan sebuah pompa jet. Sejujurnya, apa yang anda lakukan .itu tidak akan

berpengaruh banyak. Karena bola meriam itu sangat berat dan ia tidak akan

membelok dari jalur lurusnya.

Tapi coba kita pikir lagi, anda mencoba membelokan sebuah bola tenis yang

sedang bergerak dengan kecepatan yang sama dengan bola meriam tersebut

dengan menggunakan selang penyemprot air yang sama. Karena bola tenis ini

sangat ringan, maka ia akan membelok dengan amat sangat.

Berapa besar penyimpangan yang akan terjadi karena gaya luar itu, tergantung

pada massa benda tersebut (dalam hal ini bola). Apabila kecepatan bola dan

besarnya gaya luar itu diketahui, anda bisa menghitung massa bola tersebut jika

sudah diketahui bagaimana pola pembelokan yang terjadi pada bola tersebut.

Semakin kecil pembelokan yang terjadi, berarti semakin berat massa bola

tersebut.(Perhitungan yang sebenarnya tidaklah terlalu sulit) Prinsip diatas

3
tersebut dapat juga diterapkan pada benda atau partikel seukuran atom. (http://

www.chem-is-try.org/spektrometer, 2008)

Pada abad 17 kata spektrum diperkenalkan ke dalam bidang optika, untuk

merujuk pada rentang warna yang teramati ketika cahaya putih terdispersi oleh

sebuah prisma. Segera istilah tersebut merujuk pada plot intensitas cahaya sebagai

fungsi dari frekuensi atau panjang gelombang.

Istilah spektrum kemudian segera diterapkan untuk gelombang-gelombang lain,

seperti gelombang suara, dan sekarang diterapkan untuk semua sinyal yang dapat

diuraikan ke dalam komponen-komponen frekuensi. Sebuah spektrum biasanya

adalah plot 2 dimensi dari sekumpulan sinyal, menggambarkan komponen-

komponennya dengan ukuran lain. Kadang-kadang, kata spektrum merujuk pada

kumpulan sinyal itu sendiri, seperti pada "spektrum cahaya tampak", yang

merupakan gelombang elektromagnetik yang dapat dikesani oleh mata manusia.

Cahaya yang dilewatkan pada sebuah prisma terpisahkan ke dalam warna-warna

berdasarkan panjang gelombang. Warna ungu di salah satu ujung memiliki

panjang gelombang terpendek dan merah di ujung lainnya memiliki panjang

gelombang terpanjang. Urutan warna dari panjang gelombang panjang ke pendek

adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu. Ketika panjang gelombang

diperpanjang melewati cahaya merah, akan didapati inframerah, gelombang mikro

dan radio. Ketika panjang gelombang diperpendek melewati cahaya ungu,

didapati ultraungu, sinar-x, dan sinar gamma. (http://www.wikipedia.org/

spektrum, 2008 )

4
Pertama, cahaya adalah gelombang. Setuju? Memang cahaya adalah partikel, tapi

cahaya adalah gelombang. Gelombang mempunyai frekuensi, panjang gelombang,

dan kecepatan. Cahaya dengan panjang gelombang tertentu memiliki warna

tertentu juga. Misalnya, 650 nm adalah merah, sedangkan 400 nm adalah biru.

Nilai panjang gelombang yang lain menentukan warnanya, seperti yang terdapat

pada pelangi.

Sekarang, cahaya bisa dicampur. Misalnya, campuran semua warna pelangi

menjadi putih, sedangkan merah dicampur hijau menjadi kuning. Spektrum

merupakan susunan warna-warna yang menghasilkan suatu warna. Misalnya,

merah dan hijau dengan intensitas sama menjadi kuning. Jika hijaunya sedikit,

dihasilkan oranye.

Demikian juga, cahaya putih matahari, lampu fluoresens (”neon”), LED putih,

putih layar komputer tersusun atas komposisi warna-warna yang (mungkin)

berbeda. Misalnya, cahaya matahari merupakan campuran semua warna violet

sampai merah dengan intensitas yang sesuai dengan pola radiasi benda hitam,

dengan sedikit perubahan: pada nilai-nilai panjang gelombang tertentu ada sedikit

pelemahan, ini disebut garis Fraunhofer. Sedangkan, putih lampu “neon” ternyata

merupakan campuran tiga nilai panjang gelombang saja yang dominan, yaitu biru

sekian nanometer, hijau sekian nm, dan jingga sekian nm. Ini menunjukkan bahwa

lampu “neon” tidak berisi gas neon, tetapi gas raksa. ( http://blog 102FM ITB/

Spektroskop, 2008 )

5
III. PROSEDUR PERCOBAAN

A. Alat adan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalm percobaan ini adalah sebagai berikut :

1. Spektrometer

2. Kaca Prisma

3. Lup

4. Lampu Na

5. Saklar

6. Teleskop

7. Kabel Penghubung

B. Prosedur Percobaan

Adapun prosedur yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut :

1. Memasang lampu Na yang memancarkan cahaya kuning dengan panjang

gelombang 5890 Å dan 5896 Å.

2. Memeriksa apakah telaskop terkunci atau tidak.

3. Menghubungkan stabilizer ke jala-jala PLN.

4. Meng-On-kan saklar sehingga lampu menyala.

6
5. Mengarahkan spektrometer kearah lampu sehingga kalimator tepat

berada didepan lampu, mengatur sekrup PC pada spektrometer sehingga

celah terbuka sedikit.

6. Memutar teleskop sehingga posisinya sesumbu dengan kalimator dan

benang silang berhimpit dengan garis cahaya yang akan diamati.

7. Mencatat sudut mula-mula ketika teleskop dan kalimator sesumbu dan

benang silang berhimpit dengan garis cahaya yang diamati.

8. Mengatur fokus lensa okuler pada teleskop.

9. Meletakkan prisma segitiga di atas meja spektrometer dan mengatur

posisinya sehingga cahaya yang melaluinya akan terurai berdasarkan

spektrumnya masing-masing. Prisma ini merupakan prisma yang akan

ditentukan indeks biasnya.

10. Mengatur teleskop pada satu arah sampai terlihat garis-garis spektrum

untuk masing-masing panjang gelombang.

11. Menggeser teleskop hingga benang silang berhimpit dengan garis-garis

spectrum tadi.

12. Mencatat setiap sudut yang dibentuk ketika benang silang berhimpit

dengan spectrum cahaya yang terdiri dari warna merah, kuning, hijau dan

Biru.

13. Mengulangi percobaan sebanyak lima kali pengulangan.

7
IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Setelah melakukan percobaan didapatkan data pengamatan sebagai berikut :

Tabel 4.1 Hasil Penghukuran Spektrometer

No Warna Sudut datang Sudut bias δ n


θ1 θ2
1 Merah 128,50 167,250 38,75 1,864
2 Kuning 128,50 167,30 38,8 1,8646
3 Hijau 128,50 1680 39,5 1,872
4 Ungu 128,50 168,20 39,7 1,874

B. Pembahasan

Pada percobaan yang telah dilakukan, bahwa pada percobaan Spektrometer ini

menggunakan lampu Na dimana panjang gelombangnya 5890 Å yang hampir

mendekati dengan cahaya matahari.

Spektrometer merupakan alat yang digunakan untuk mengamati spektrum

cahaya yang terurai setelah melewati suatu medium. Dimana susunannya

terdiri dari komponen-komponen kalimataor, teleskop, dan meja spektrometer.

Sedangkan kalimator merupakan sebuah tabung yang dilengkapi dengan lensa

akromatik dimana suatu ujungnya (yang menghadap prisma) dan sebuah celah,

S.

8
Dimana fungsi dari lensa kolimator yaitu mensejajarkan berkas sinar yang

keluar dari celah. Pada teleskop yang digunakan adalah terdiri dari lensa yang

obyektif dan lensa okuler. Posisi lensa okuler terhadap lensa obyektif dapat

diatur dengan skrup, PF.

Meja spektrometer merupakan tempat dimana untuk meletakkan prisma.

Kedudukannya dapat dinaikkan atau diturunkan dengan melonggarkan skrup,

G dan mengeratkannya. Sinar yang tampak pada permukaan bidang prisma

segitiga tersebut, jika suatu berkas sinar datang pada salah satu sisi prisma

yang susut pembiasnnya adalah β, maka diperoleh prisma berkas sinar tersebut

dibiaskan mendekati arah normal, kemudian keluar dari sisi prisma dibiaskan

menjadi garis normal. Dengan demikian berkas sinar yang datang tersebut

mengalami dua pembiasan dan keluar dengan deviasi membentuk sudut relatif

terhadap sudut datangnya. Dari percobaan Spektrometer ini diperoleh

hubungan, bahwa :

δ min = 2i − β , atau

1
sin (δ min ÷ β )
2
n=
1
sin β
2

dimana :

δ min : sudut deviasi minimum

β : sudut pembias prisma

i : sudut datang berkas sinar

n : indeks bias

kemudian diperoleh hasil percobaan pada Spektrometer yaitu untuk panjang

gelombang 5890 Å dengan menggunakan lampu Na didapatkan warna merah,

9
kuning, hijau, dan ungu. Dengan sudut datang θ1 adalah 128,50 pada masing-

masing warna tersebut. Sedangkan sudut bias θ2 berbeda-beda. Hal ini

dikarenakan adanya pengukuran dari setiap panjang gelombang yang

dihasilakn.

KR yang didapatkan pada percobaan ini adalah 2,77 %. Dimana kesalahan

relatifnya kecil, yang disebabkan pengukuran yang dilakukan tepat dengan apa

yang telah dilakukan dalam prakteknya dengan teori yang diberikan. Oleh

sebab itu spektrometer ini digunakan untuk menghitung nilai deviasi minimum

dan indeks bias suatu prisma.

10
V. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1. Pada percobaan Spektrometer ini lampu yang digunakan adalah lampu Na

dimana panjang gelombangnya 5890 Å yang hampir mendekati dengan

cahaya matahari.

2. Spektrometer adalah alat yang digunakan untuk mengamati spektrum cahaya

yang terurai setelah melewati suatu medium.

3. Adanya fungsi dari kalimator untuk mensejajarkan berkas sinar yang keluar

dari celah.

4. KR yang didapatkan adalah 2,77 %.

5. Percobaan pada Spektrometer yang telah dilakukan sesuai dengan teori yang

diberikan.

11
DAFTAR PUSTAKA

http:// www.chem-is-try.org/spektrometer, 29 Desember 2008

http://www.wikipedia.org/ spektrum, 29 Desember 2008

http://blog 102FM ITB/ Spektroskop, 29 Desember 2008

12
LAMPIRAN

13