Anda di halaman 1dari 14

1.

Pengertian Artefak
Artefak atau artifact merupakan benda arkeologi atau peningalan benda-benda bersejarah, yaitu
semua benda yang dibuat atau dimodifikasi oleh manusia yang dapat dipindahkan. Contoh
artefak adalah alat-alat batu, logam dan tulang, gerabah, prasasti lempeng dan kertas, senjata-
senjata logam (anak panah, mata panah, dll), terracotta dan tanduk binatang.

Artefak dalam arkeologi mengandung pengertian benda (atau bahan alam) yang jelas dibuat oleh
(tangan) manusia atau jelas menampakkan (observable) adanya jejak-jejak buatan manusia
padanya (bukan benda alamiah semata) melalui teknologi pengurangan maupun teknologi
penambahan pada benda alam tersebut. Ciri penting dalam konsep artefak adalah bahwa benda
ini dapat bergerak atau dapat dipindahkan (movable) oleh tangan manusia dengan mudah (relatif)
tanpa merusak atau menghancurkan bentuknya.

2. Contoh-contoh artefak
a. Logam

Kristal gallium

Dalam kimia, sebuah logam (bahasa Yunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap
membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadangkala dikatakan bahwa ia mirip
dengan kation di awan elektron. Metal adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang
dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam. Dalam tabel
periodik, garis diagonal digambar dari boron (B) ke polonium (Po) membedakan logam dari
nonlogam. Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadangkala disebut semi-logam; unsur di kiri
bawah adalah logam; unsur ke kanan atas adalah nonlogam.

Nonlogam lebih banyak terdapat di alam daripada logam, tetapi logam banyak terdapat dalam
tabel periodik. Beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak,
titanium, uranium, dan zink.
Alotrop logam cenderung mengkilap, lembek, dan konduktor yang baik, sementara nonlogam
biasanya rapuh (untuk nonlogam padat), tidak mengkilap, dan insulator.

Dalam bidang astronomi, istilah logam seringkali dipakai untuk menyebut semua unsur yang
lebih berat daripada helium.

1). Paduan logam


Paduan logam merupakan pencampuran dari dua jenis logam atau lebih untuk mendapatkan sifat
fisik, mekanik, listrik dan visual yang lebih baik. Contoh paduan logam yang populer adalah baja
tahan karat yang merupakan pencampuran dari besi (Fe) dengan Krom (Cr).

2). Penggunaan Logam


Umumnya, logam bermanfaat bagi manusia, karena penggunaannya di bidang industri, pertanian,
dan kedokteran.[1] Contohnya, merkuri yang digunakan dalam proses klor alkali.[1] Proses klor
alkali merupakan proses elektrolisis yang berperan penting dalam industri manufaktur dan
pemurnian zat kimia.[1] Beberapa zat kimia yang dapat diperoleh dengan proses elektrolisis
adalah natrium, kalsium, magnesium, aluminium, tembaga, seng, perak, hidrogen, klor, fluor,
natrium hidroksida, kalium dikromat, dan kalium permanganat.[1] Proses elektrolisis larutan
natrium klorida tersebut merupakan proses klor-alkali. Elektrolisis larutan NaCl menghasilkan
natrium hidroksida di katode (kutub positif) dan gas klor di anode (kutub negatif).[1] Pada industri
angkasa luar dan profesi kedokteran dibutuhkan bahan yang kuat, tahan karat, dan bersifat
noniritin, seperti aloi titanium.[1] Sebagian jenis logam merupakan unsur penting karena
dibutuhkan dalam berbagai fungsi biokimiawi.[1] Pada zaman dahulu, logam tertentu, seperti
tembaga, besi, dan timah digunakan untuk membuat peralatan, perlengkapan mesin, dan senjata.
[1]

a. Logam mulia
Secara umum logam mulia berarti logam-logam termasuk paduannya yang biasa dijadikan
perhiasan, antara lain emas, perak, perunggu dan platina. Logam-logam tersebut memiliki warna
yang bagus, tahan karat, lunak dan terdapat dalam jumlah yang sedikit di alam. Emas dan perak
memiliki sifat penghantar listrik yang sangat baik sehingga banyak dipakai untuk melapisi
konektor-konektor pada perangkat elektronik.

b. Logam berat
Logam berat (heavy metal) adalah logam dengan massa jenis lima atau lebih, dengan nomor
atom 22 sampai dengan 92. Logam berat dianggap berbahaya bagi kesehatan bila terakumulasi
secara berlebihan di dalam tubuh. Beberapa di antaranya bersifat membangkitkan kanker
(karsinogen). Demikian pula dengan bahan pangan dengan kandungan logam berat tinggi
dianggap tidak layak konsumsi.
Kasus-kasus pencemaran lingkungan menyebabkan banyak bahan pangan mengandung logam
berat berlebihan. Kasus yang populer adalah sindrom Minamata, sebagai akibat akumulasi raksa
(Hg) dalam tubuh ikan konsumsi.

Di Indonesia, pernah dilaporkan bahwa ikan-ikan di Teluk Jakarta juga memiliki kandungan
raksa yang tinggi. Udang dari tambak Sidoarjo pernah ditolak importir dari Jepang karena dinilai
memiliki kandungan kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang melebihi ambang batas. Diduga
logam-logam ini merupakan dampak buangan limbah industri di sekitarnya. Kakao dari
Indonesia juga pernah ditolak pada lelang internasional karena dinilai memiliki kandungan Cd di
atas ambang batas yang diizinkan. Cd diduga berasal dari pupuk TSP yang diberikan kepada
tanaman di perkebunan.

b. Tulang
Tulang atau kerangka adalah penopang tubuh Vertebrata. Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak
bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus
sampai dekade kedua dalam susunan yang teratur.

Pertumbuhan tulang
Pertumbuhan tulang selengkapnya terbentuk pada umur lebih kurang 30 tahun. Setelah itu ada
juga perubahan yang disebut remodelling. Tulang merupakan reservoir terbesar dari kalsium dan
phosphate. 99% kalsium terdapat di tulang (1000 gram) dari jumlah kalsium tubuh, sedangkan
phosphate dalam tulang mencapai 90% dari phosphate dalam tubuh. SD

Jenis tulang
Dari segi bentuk, tulang dapat dibagi menjadi: tulang pipa (seperti tulang hasta dan tibia), tulang
pipih (seperti tulang rusuk, tulang dada), dan tulang pendek (tulang-tulang telapak tangan,
pergelangan tangan).Menurut letaknya tulang dibagi dua, yaitu: Tengkorak (bagian kepala), dan
rangka badan.

Tulang sebagai bahan makanan


Secara umum istilah tulang digunakan merujuk pada kerangka dari hewan tertulang belakang dan
tidak hanya pada kerangka manusia. Bagian tubuh ini, sebagaimana halnya daging, diunakan
pula sebagai bahan dasar hidangan. Hidangan yang memanfaatkan tulang sebagai bahannya,
misalnya saja sup tulang [1][2] dan ayam tulang lunak [3][4][5].

c.tembikar
Kerajinan pot di Dilli Haat, Delhi, India.

Tembikar adalah alat keramik yang dibuat oleh pengrajin. Tembikar dibuat dengan membentuk
tanah liat menjadi suatu obyek. Alat tembikar yang paling dasar adalah tangan.

Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk
kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan.

Asal mula
Gerabah diperkirakan telah ada sejak zaman manusia purba. Di situs-situs bersejarah, telah
ditemukan banyak gerabah kuno yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga.

Macam
 Piring
 Kendi
 Tempayan
 Anglo
 Kuali
 Celengan
 Pot
 Gerabah hiasan

Pembuatan
1. Pengambilan tanah liat. Tanah liat diambil dengan cara menggali secara langsung ke
dalam tanah yang mengandung banyak tanah liat yang baik. Tanah liat yang baik
berwarna merah coklat atau putih kecoklatan. Tanah liat yang telah digali kemudian
dikumpulkan pada suatu tempat untuk proses selanjutnya.
2. Persiapan tanah liat. Tanah liat yang telah terkumpul disiram air hingga basah merata
kemudian didiamkan selama satu hingga dua hari. Setelah itu, kemudian tanah liat
digiling agar lebih rekat dan liat. Ada dua cara penggilingan yaitu secara manual dan
mekanis. Penggilingan manual dilakukan dnegan cara menginjak-injak tanah liat hingga
menjadi ulet dan halus. Sedangkan secar mekanis dengan menggunakan mesin giling.
Hasil terbaik akan dihasilkan dengan menggunakan proses giling manual.
3. Proses pembentukan. Setalah melewati proses penggilingan, maka tanah liat siap
dibentuk sesuai dengan keinginan. Aneka bentuk dan disain depat dihasilkan dari tanah
liat. Seberapa banyak tanah liat dan berapa lama waktu yang diperlukan tergantung pada
seberapa besar gerabah yang akan dihasilkan, bentuk dan disainnya. Perajin gerabah akan
menggunakan kedua tangan untuk membentuk tanah liat dan kedua kaki untuk memutar
alat pemutar (perbot). Kesamaan gerak dan konsentrasi sangat diperlukan untuk dapat
melakukannya. Alat-alat yang digunakan yaitu alat pemutar (perbot), alat pemukul, batu
bulat, kain kecil. Air juga sangat diperlukan untuk membentuk gerabah dengan baik.
4. Penjemuran. Setelah bentuk akhir telah terbentuk, maka diteruskan dengan penjemuran.
Sebelum dijemur di bawah terik matahari, gerabah yang sudah agak mengeras dihaluskan
dengan air dan kain kecil lalu dibatik dengan batu api. Setalah itu baru dijemur hingga
benar-benar kering. Lamanya waktu penjemuran disesuaikan dengan cuaca dan panas
matahari.
5. Pembakaran. Setalah gerabah menjadi keras dan benar-benar kering, kemudian banyak
gerabah dikumpulkan dalam suatu tempat atau tungku pembakaran. Gerabah-gerabah
tersebut kemudian dibakar selama beberapa jam hingga benar-benar keras. Proses ini
dilakukan agar gerabah benar-benar keras dan tidak mudah pecah. Bahan bakar yang
digunakan untuk proses pembakaran adalah jerami kering, daun kelapa kering ataupun
kayu bakar.
6. Penyempurnaan. Dalam proses penyempurnaan, gerabah jadi dapat dicat dengan cat
khusus atau diglasir sehingga terlihat indah dan menarik sehingga bernilai jual tinggi.

d. Kertas
Selembar kertas

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal
dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan
hemiselulosa.

Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak
kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang
digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti
besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan
tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria,
Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang
dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

Sejarah
Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan
papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa
wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah
dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal.
Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam
bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol
yang berarti kertas.

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah
Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada
tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya
bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada
awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa
Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas
pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan
kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat
industri kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian
menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada
dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

Pembuatan kertas
Di tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk
membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui
perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder
oleh John Dickinson di tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin
Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama
kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927 Amerika Serikat mulai
menggunakan mesin Fourdrinier.

Peningkatan produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan
meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang. Tahun
1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi
kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Watt dan Hugh
Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857,
seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghman mendapatkan British Patent
untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan. Proses
kraft dihasilkan dari eksperimen dasar oleh Carl Dahl pada tahun 1884 di Danzig. Proses ini
biasa disebut proses sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia untuk sisa larutan
pemasak.

e.Prasasti
Prasasti El Baul Stela.

Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama.
Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni
babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju
zaman sejarah, dimana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajai tentang
prasasti disebut Epigrafi.

Kata prasasti berasal dari bahasa Sansekerta, dengan arti sebenarnya adalah "pujian". Namun
kemudian dianggap sebagai "piagam, maklumat, surat keputusan, undang-undang atau tulisan".
Di kalangan arkeolog prasasti disebut inskripsi, sementara di kalangan orang awam disebut batu
bertulis atau batu bersurat.

Meskipun berarti "pujian", tidak semua prasasti mengandung puji-pujian (kepada raja). Sebagian
besar prasasti diketahui memuat keputusan mengenai penetapan sebuah desa atau daerah menjadi
sima atau daerah perdikan. Sima adalah tanah yang diberikan oleh raja atau penguasa kepada
masyarakat yang dianggap berjasa. Karena itu keberadaan tanah sima dilindungi oleh kerajaan.

Isi prasasti lainnya berupa keputusan pengadilan tentang perkara perdata (disebut prasasti
jayapatra atau jayasong), sebagai tanda kemenangan (jayacikna), tentang utang-piutang
(suddhapatra), dan tentang kutukan atau sumpah. Prasasti tentang kutukan atau sumpah hampir
semuanya ditulis pada masa kerajaan Sriwijaya. Serta adapula prasasti yang berisi tentang
genealogi raja atau asal usul suatu tokoh.

Sampai kini prasasti tertua di Indonesia teridentifikasi berasal dari abad ke-5 Masehi, yaitu
prasasti Yupa dari kerajaan Kutai, Kalimantan Timur.Prasasti tersebut berisi mengenai hubungan
genealogi pada masa pemerintahan raja Mulawarman. Prasasti Yupa merupakan prasasti batu
yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Periode terbanyak pengeluaran
prasasti terjadi pada abad ke-8 hingga ke-14. Pada saat itu aksara yang banyak digunakan adalah
Pallawa, Prenagari, Sansekerta, Jawa Kuna, Melayu Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna. Bahasa
yang digunakan juga bervariasi dan umumnya adalah bahasa Sansekerta, Jawa Kuna, Sunda
Kuna, dan Bali Kuna.
Batu bertulis dari Sumatera Barat

Prasasti dapat ditemukan dalam bentuk angka tahun maupun tulisan singkat. Angka tahun dapat
ditulis dengan angka maupun candrasengkala, baik kata-kata maupun tulisan. Tulisan singkat
dapat ditemukan pada dinding candi, pada ambang pintu bagian atas dan pada batu-batu candi.

Pada zaman kerajaan Islam, prasasti menggunakan aksara dan bahasa Arab ataupun aksara Arab
namun berbahasa Melayu aksara Pegon. Sebagian besar prasasti terdapat pada lempengan-
lempengan tembaga bersurat, makam, masjid, hiasan dinding, baik di masjid maupun dirumah
para bangsawan, pada cincin cap dan cap kerajaan, mata uang, meriam, dll. Pada masa yang
lebih muda yaiyu masa kolonial, aksara Latin banyak digunakan, meliputi bahasa-bahasa Inggris,
Portugis, dan Belanda. Prasasti Latin umumnya terdapat pada gereja-gereja,rumah dinas para
pejabat, kolonial, benteng-benteng, tugu peringatan, meriam, mata uang, cap, dan makam.
Prasasti beraksara dan berbahasa Cina juga dikenal di Indonesia yang tersebar antara masa
Klasik sampai masa Islam. Prasasti tersebut terdapat pada mata uang, benda-benda porselin,
gong perunggu dan batu-batu kubur yang biasanya terbuat dari batuan pualam.

Bahan yang digunakan untuk menuliskan prasasti biasanya berupa batu atau lempengan logam,
daun dan kertas. Selain andesit, batu yang digunakan adalah batu kapur, pualam dan basalt.
Dalam arkeologi, prasasti batu disebut upala prasasti. Prasasti logam yang umumnya terbuat dari
tembaga dan perunggu, biasa disebut tamra prasasti. Hanya sedikit sekali prasasti yang berbahan
lembaran perak dan emas. Adapula yang disebutripta prasasti, yakni prasasti yang ditulis di atas
lontar atau daun tal. Beberapa prasasti ada yang berbahan tanah liat atau tablet. Isi tablet adalah
mantra-mantra agama Buddha.

Di antara berbagai sumber sejarah kuno Indonesia, seperti naskah dan berita asing, prasasti
dianggap sumber terpenting karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa. Ada banyak
hal yang membuat suatu prasasti sangat menguntungkan dunia penelitian masa lampau. Selain
mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa
prasasti tersebut dikeluarkan.

Dalam pengertian modern di Indonesia, prasasti sering dikaitkan dengan tulisan di batu nisan
atau di gedung, terutama pada saat peletakan batu pertama atau peresmian suatu proyek
pembangunan. Dalam berita-berita media massa, misalnya, kita sering mendengar presiden,
wakil presiden, menteri, atau kepala daerah meresmikan gedung A, gedung B, dan seterusnya
dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Dengan demikian istilah prasasti tetap
lestari hingga sekarang.
f. Senjata-senjata logam

1). Pamor (logam)


Keris, menunjukkan pamor berupa alur-alur terang pada bilah dan ganja.
Pamor adalah berkas atau guratan terang pada bilah senjata dari logam yang muncul
akibat pencampuran dua atau lebih material logam yang berbeda. Pamor terjadi akibat
pemanasan, pelipatan, dan penempaan yang berulang-ulang dalam proses perundagian.
Ketika bilah dibuat, logam yang memijar belum meleleh namun menjadi lunak. Apabila
logam yang memijar berbeda-beda, mereka akan saling berlekatan (adhesi). Penempaan
akan membuat titik pelekatan berbelok-belok dan, oleh pandai besi yang berpengalaman,
dapat dibentuk mengikuti pola tertentu. Keterampilan memanipulasi bentuk pamor
dikuasai oleh para empu pembuat keris dan senjata-senjata tajam lainnya (misalnya badik
dan tombak) di Nusantara.
Senjata-senjata berpamor ditemukan pula pada temuan arkeologi di kawasan Tiongkok
selatan dan Indocina. Dari kawasan Persia dikenal pula teknik pemrosesan logam yang
menghasilkan tampilan serupa pamor yang materialnya disebut baja damaskus
(damascene). Karena itulah, pamor pada keris kadang-kadang dianggap bagian dari
teknik damascene.

2). Laras (senjata api)


Isi laras sebuah pistol.

Laras pada senjata api atau meriam adalah tabung yang umumnya terbuat dari logam, dimana
terjadi ledakan terkontrol yang menembakkan sebuah proyektil pada kecepatan yang sangat
tinggi.

Laras senjata api modern memiliki bentuk dan mekanisme yang rumit. Sebuah laras senjata api
harus bisa menahan gas yang dihasilkan oleh bahan peledak agar bisa menghasilkan kecepatan
peluru yang maksimal. Senjata api kuno diisi dari depan (muzzle loading), membuatnya lama dan
rumit untuk ditembakkan. Laras yang diisi dari belakang (breech loading) mempercepat
pengisian peluru, tetapi pada awalnya mekanisme ini belum sempurna karena adanya kebocoran
gas, yang membuat kecepatan peluru tidak maksimal. Kelemahkan ini baru bisa diperbaiki pada
abad ke-19, dengan dibuatnya mekanisme penguncian yang menutup rapat laras.

3). Perisai

Perisai Suku Papua

Sebuah perisai adalah alat untuk melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh.
Biasanya alat ini digunakan pada tangan dan biasanya didampingkan oleh senjata lain seperti
pedang tombak atau gada.Perisai mempunyai fungsi sebagai penahan segala kerusakan yang
dikirim lawan pada kita.Perisai biasanya terbuat dari bahan-bahan logam[general] atau dari
bahan-bahan non logam[traditional].Perisai biasanya digambarkan dalam masyarakat nordic
dipakai oleh ksatria-ksatria berpedang.Adapun perisai sekarang diperkenalkan oleh masyarakat
inggris pada festival berpedangnya.Perisai juga digambarkan pada banyak aspek-aspek
kehidupan di dunia

Pada masa lalu perisai digunakan untuk menahan berbagai macam senjata tajam seperti tombak,
anak panah ataupun pedang. Pada dasarnya perisai mempunyai berbagai macam dan bentuk
sesuai dengan lokasi dan kebudayaan setempat. Biasanya perisai dibuat dari bahan metal, tetapi
ada juga yang dibuat dari bahan baku kayu, kulit binatang bahkan tempurung kura - kura.

http://id.wikipedia.org/wiki/Artefak

http://www.dunia-ibu.org/dapur/index.php?id=60