Anda di halaman 1dari 9
PengavahPeradaban slom 4 Eropa Pengaruh Peradaban Islam di Eropa Fahmi Rusdi, M.A. Pendahuluan alam masa lebih dari tujuh abad Islam berkuasa di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana, Banyek prestasi yarg mereka peroteh, bahkan Pengaruhinya membawa Eropa dan dunia kepada kemajuan yang kompleks, baik kemajuan intetektual maupun ke- megahan pembangunan fisik. Perlu diketahui bahwa Spanyol didudukt umat Isiam pada zaman Khalifah AL-Walid bin Abdul Malik (705 715M), salah seorang khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaktukan Spanyol, umat Istam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dal Dinasti Bani Umayah. Dalam proses penaklukan Spanyot terdapat tiga pahlawan Istam yang dapat diketakan paling berjasa memimpin pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif bin Malik, Tharig bin Ziyad, dan Musa bin Nusair.Penakiukan diawati dengan Pengiriman 00 orang tentara ci bawah pimpinan Thariq bin Maltk pada tahun 22 710 §. Ekspedist ini berhasil dan ta kembali ke Afrika Utara dengan mem- bawa banyak ghanimah (pampasan perang). Musa bin Nushair, Gubernur ASvika Utara kala itu, mengirim 7.000 orang tentara di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Pasukan kedua ini mendarat di Bukit Gibraltar (Jabal Thariq) tahun 711 M, Karena musuh yang dihadapinya Jumlahnya berlipat ganda, Thariq mendapat tambahan 5.000 orang tentara dari Afrika Utara, sehingga pasukannya menjadi 12.000 orang. Pertempuran terjadi dan Toledo, fbukota Gothia Barat, dapat direbut. Bulan Junt 712.M Musa bin Nushatr berangkat ke Andalusia dengan 10,000 tentara dan menaklukan kota-kota yang belum ditaklukan sebelumnya oleh Thariq. Di Kota Talayeria, Thariq menyerahkan kepemimpinan kepada ‘Musa, Pada saat itulah Musa me- maklumatkan bahwa Andalusia menjadi bagian wilayah kekuasaan Bani Umayah. Penaklukan demi penaklukan ber hasil dilakukan oleh umat Islam se hingga menjangkau wilayah Perancis Tengah dan bagian-bagian penting ‘wilayah Italia. Kemenangan ini tampak begitu mudah karena daya dukung dari ceksternal maupun internal. Faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam negeri Spanyol sendiri, yaitu kondist sosial, politi, dan ekonomi Spanyol yang dalam keadaan memperihatinkan. Secara politk, wilayah Spanyol terkoyal kayak ke beberapa neger! kecil dan rakyat dibagi-bagi dalam sistem kelas se- hhingga kehidupan mereka diliputi kemelaratan dan ketertindasan. Se- mentara penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang selain dianut penguasa. Dalam situasi seperti ini kaum tertindas menanti juru pembebas dan juru Pembebas itu mereka temukan dalam iri orang-orang Islam. ‘Adapun faktor internalnya adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh ppenguasa, tokoh-tokoh pejuang, dan para prajurit Bani Umayah. Para pemimpin ketika itu adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu dan penuh percaya dir, Mereka pun cakap, berani, dan tabah datam menghadapipersoalan. Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukkan oleh tentara Islam, yatu tolerans, persaudaraan, dan tolongmenoiong. Sikaptoleransi dan per- saudaraan inilah yang menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana. Pencerahan Terhadap Bangsa Eropa Melalui Spanyol PenaklukanIstam ates Andalus telah mengubah kondisi Spanyol secara ‘umum, Penaklukam [slam telah berhasil rmeleayapkan bangsa Gothia dan ber bagai pengeruhnya dari regeritersebut sehingga bangsa Gothia tidak lagi memiliki Kekuatan. Sebagian mereka yang berhastt melarikan dir berindung ‘di Pegunungan Jaligiah yang terletak et barat laut Spanyot. Kerajaan dan arta kekayaan mereka telah berpindah tangan kepada bangsa Arab sebagai penakluk. Sementara pemerintahan Islam membiarkan se- bagian penguasa lama yang telah mem- bantu tetap memerintah, sehingga Raja utian dikembalikan pada posisi semula sebagai penguasa Sabtah dan harta kekayaannya dikembaltkon semua. Sedangkan orang-orang Yahul yang, rmenderita dan terhina oleh penguasa Gothia diperbolenikan bergerak di sektor Perdagangan dan tertindungi di bawah Pemerintah Islam. Bangsa Arab telah memperlakukan mereka yang selama int hidup dan tertekan, dengan batk sehingga pada masa pemerintahan Islam mereka memperoleh dan menikmati hhakchak sipil secara tues. Di sisi tain bangsa Arab memperkokoh stabilitas ddan perdaralan dl antaraberbagaietnis yang berlainan. Kareranya bangsa Spanyol sebagai bangsa yang patuh dengan pemerintah Istammendapatkan stkap toleran sebagaimana yang diha- rapkan, Sejumlah besar dari penduduk lapisan bawah telah beralth menjadi mal E1Hitmad, Volume Io 1/Desember 2008/Deulbiiah 1429 H 23 Pengaruh Persloban Islam di Bropa — pemeluk Islam yang tat. Perhatian ‘mereka kini beralih kepada Istam dari kehidupan masa lalu di bawah para pemimpin yang tidak pernah mem- perhatikan dan mengubah nastb buruk mereka serta kehidupan yang penuh penindasan dan perampasan terhadap rakyatnya, Kita mengetahui bahwa peradaban Yunani muncul di Eropa, kemudian datang berikutnya bangsa Romawi, ‘mereka menyebarkan peradaban dan menguasai seluruh daerah Eropa, kecuali kau Barbar. Pada abad empat masehi, bangsa Barbar datang ke Eropa dari sia Tengah dan Utara Eropa, Mayoritas mereka tidak menetap (nomaden). Mereka menekan batasan bangsa Romawi sehingga bangsa Barbar menguasai mereka. Kemudian peradaban Yunani berpindah ke Timur demi menye- lamatkan kebudayaan Romawi ke Konstantiropel tbukota Imperium Bizantium. Bangsa Eropa kala itu, pada zaman pertengahan, belum memiliki pera: daban yang maju. Zaman itu dikenal ‘dengan zarran kegelapan. Belum dijum= pal daerah-daerah yang menjadi pusat pencerahan, kecuali daerah-daerah tertentu saja. itupun yang ditempati oleh para pendeta yang memahami bahasa Yunani dan bahasa Latin, Dengan masuknya islam ke Spanyol, terjadi perubahan tatanan baru dan pencerahan terhadap bangsa Fropa dengan sebuah peradaban baru, yekni peradaban Islam yang dibawa oleh bangsa Arab dan masuk melalui Spanyol, Karenanya, sulit dipungkiri kemajuan Eropa tidak bisa dilepaskan dari pemerintah Islam di Spanyot. Empat Jalur Masuknya Peradaban Islam ke Eropa Peradaban Islam masuk di Eropa engan empat cara berikut ini: 1, Melalui Andalusia (Spanyol) Sebagian besar pengaruh ke: bbudayean Islam atas Eropa terjadiakibat pendudukan kaum mustimin atas Spano dan Sista, Bangsa Arab selama Babad lamanya menempati daerah ini. Karenanya peradabaa Islam menyebar di pusat-pusat tempat yang berbeda seperti di Cordova, Sevilla, Grenada, danToledo. Penduduk Andalusia (Spanyol) mayoritas menganut ajaran Masehi, yang kemudian terpecah dengan da- tangnya peradaban Arab. Bahkan mereka ganti bahasa mereka dengan berbicara dengan bahasa Arab. Mereka mmengenal sth Mozabarabes, kata it yang dalam bahasa arab disebut mus ta'rib, Untuk itu pula para pendeta Nasrani melakukan terjemanan igi ke dalam bahasa Arab. Sebagaimana sebutkan Syalabi (1983) bahwa orang Spanyol telah meninggalkan bahasa Latin dan melupakannya. Seorang pendeta di Cordova mengeluh, hampir fi kalangan mereka tidak ada yana mampu membaca Kitab suct yang 24 berbahasa Latin. Bahkan cendekiawan muida hanya mengetahui dan memahami bahasa Arab. Sejak pertama kali Islam me- ‘ginjakkan kaki dl Spanyol sebagaimana disebutkan dalam pengantar paper ini hhingga kerajaan Islam berakhir di sana, Islam memainkan peranan yang sangat besar selama hampir 8 abad. Dart Spanyollah peradaban Istam pindah ke Eropa, 2, MetatuiSisitia Kota mengetahul bahwabangsaArab menakukan Sista ci masa aki Dinastt Aghaliban yang berdict di Afrika — sekarang Tunisia dan Aljazair— di era Dinasti Abbasiah, yaitu di pertenahan abad ke-3 Hijri atau ke-10 Masehi dan pasca Romaw menyerang daerah-daerah Islam, Ketika datang bangsa Fatimiah ddan membangun keluascannya ci Barat, mereka juga menguasai Sista bagian dari DinastiAghalibah serta menguasai Selatan Italia sampat Roma. Penguasaan bangsa Arab terhadap daerah-daerah Italia menyebabian peradaban [sam menjadi luas. Daerah- daerah seperti Palermo, Messine, Siracusa, dan Bari selanjutnya menjaci pusat peradaban Islam di alia. Dunia Kristen Latin ini merasakan Pengaruh Muslim melalui Sisilia, Serangan pertama ke Sista tahun 652, ketika Kota Siracusa dimasuki, orang: ‘orang Arab memitki angkatan perang yang mampu menanding! angkatan perang Bizantium. Pendudukan Arab atas Sisiia tidak beertangsung tama seperti sendudukan ates Spanyol. Pada pertengehan abadke- 18, Ksatria Norman melihat bahwa mereka hidup dengan batk di Italia bagian selatan sebagal pedagang atau sebagai pengusaha milter independen, Efesiensi kemititeran mereka se-