Anda di halaman 1dari 12

HORMAON DALAM KEHAMILAN

Sistem hormon wanita seperti pada pria terdiri atas 3 hirarki hormon, sebagai
berikut :
1. Hormon yang dikeluarkan hipotalamus, Hormon pelepas,
Gonadotropin (GnRH), yang sebelumnya disebut juga hormon
pelepas hormon lutein.
2. Hormon hipofisis anterior, hormon perangsang folikel (FSH) dan
hormon Lutein (LH), keduanya disekresi sebagai respon terhadap
p[elepasan hormon GnRH dari hipotalamus.
3. Hormon ovarium, estrogen dan progesteron, yang disekresi oleh
ovarium sebagai respon terhadap hormon dari kelenjar hipofisis
anterior.
(1:1284)
Kehamilan adalah adanya satu atau lebih embrio (fetus) pada seorang
wanita hingga menjadi manusia yang ada pada tubuhnya. Kehamilan manusia kira-
kira 9 bulan diantara waktu terakhir siklus menstruasi sampai kelahiran bayinya.
Dalam ilimu kedokteran, kehamilan seorang wanita merupakan hal yang wajar
Berdasarkan teori kedokteran tersebut, yang potensial bagi bayi aadalah embrio
(minggu-minggu awal) dan kemudian menjadi fetus (samapi lahir)
(7:1)
Dalam siklus haid dapat dibedakan empat fase endometrium, yaitu :
o Fase haid, fase ini endometrium dilepaskan dari uterus
yang disertai dengan pendarahan. Lapisan basalis tetap utuh. Fase
ini berlangsung 3 – 4 hari.
o Fase pasca haid, Pada fase ini endometrium yang terlepas
tadi berangsur-angsur sembuh dan dilapisi kembali oleh selaput
lender yang baru. Fase ini telah dimulai sejak fase haid dan
berlangsung sekitar 4 hari.
o Fase proliferasi, Fase ini dimulai dari hari ke 5 hingga ke
14 siklus haid. Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi
setebal kurang lebih 3,5 mm.
o Fase sekresi, Fase ini dimulai sesudah ovulasi dan
berlangsung dari hari ke 14 hingga hari ke 28. Bentuk kelenjar
berubah menjadi panjang, berkelok-kelok dan mengeluarkan getah.
Dalam endometrium tertimbun glikogen dan protein yang
diperlukan sebagai makanan bagi zigot. Fase ini berperan
mempersiapkan endometrium untuk menerima zigot.
(2:7)
Pada saat seorang anak perempuan lahir, masing-masing ovum dikelilingi
oleh sel granulosa dan ovum, dengan selubung sel granulosanya yang disebut Folikel
primordial. Sepanjang masa kanak-kanak sel granulosa diyakini berfungsi memberi
makan untuk ovum dan untuk menyekrtesi suatu faktor yang menghambat
pematangan oosit yang membuat ovum tetap dalam keadaan primordial, menahan
ovum sepanjang waktu ini dalam fase pofese pembelahan meiosis. Kemudian sesudah
pubertas, bila FSH dan LH dari kelenjar hipofisis anterior mulai disekresikan dalam
jumlah besar, seluruh owarium bersama dengan folikelnya akan bertumbuh. (1:1285)
Tahap pertama pertumbuhan folikel berupa pembesaran sedang dari ovum itu
sendiri yang meningkatkan diameter menjadi dua sampai tiga kali lipat. Kemudian
diikuti dengan pertumbuhan sel-sek granulose tambahan dan folikel menjadi apa yang
disebut dengan folikel primer.
(1:1286)
Selama beberapa hari pertama sesudah mulainya menstrusi, konsentrasi FSH
dan LH sedikit menjadi sedang. Hormon ini khususnya FSH dapat mempercepat
pertumbuhan 6 – 12 folikel primer setiap bulan. Efek awalnya adalah proliferasi dari
yang beralngsung cepat dari sel granulosa.
(1:1286)
Sesudah tahap awal pembentukan proliferasi, yang berlangsung selama
beberapa hari, massa sel granulose menyeksresi cairan folikuler yang mengadung
estrogen dalam konsentrasi tinggi. Pengumpulan cairan ini menyebabkan munculnya
antrum di dalam massa sel granulosa. Sekali antrum sedah terbentuk, sel granulose
dan teka berproliferasi lebih cepat, laju kecepatan sekresinya meningkat dan masing-
masing folikel yang tumbuh menjadi folikel antral.
(1:1286)
Pertumbuhan awal dari folikel primer menjadi tahap antral dirangsang oleh
FSH sendiri. Kemudian peningkatan pertumbuhan secara besar-besaran terjadi
didalam folikel antral, menuju kearah pembentukan folikel yang lebih besar yang
disebut folikel vesikular.
(1:1286)
Setelah pertumbuhan selama satu minggu atau lebih tetapi sebelum terjadi
ovulasi salah satu dari folikel mulai tumbuh melebihi folikel lain, sisanya mulai
berinvolusi (suatu proses yang disebut atresia). Proses atresia ini penting karena
hanya membuat satu folikel tuimbuh sampai cukup besar untuk berovulasi. Folikel
tunggal tersebut mencapai ukuran 1 sampai 1,5 sentimeter pada saar ovulasi dan
disebut sebagai folikel yang matang.
(1:1286)
Ovulasi pada wanita yang mempunyai siklus seksual normal 28 hari, terjadi
14 hari setelah terjadinya menstruasi. Tidak beberapa lama sebelum ovulasi, dinding
luar folikel yang menonjol akan membengkak dengan cepat dan daerah kecil pada
bagian tengah kapsul, disebut stigma akan menonjol seperti puting. Dalam waktu 30
menit kemudian, cairan mulai mengalir dari folikel melalui stigma. Cairan kental ini,
membawa ovum bersamanya yang dikelilingi oleh beberapa ratus sel granulosa kecil
yang disebut korona radiata.
(1:1287)
Sekitar dua hari sebelum ovulasi laju kecepatan kelenjar FH oleh kelenjar
hipofisis anterior maningkat dengan pesat menjadi 6 sampai 10 kali lipatdam
mencapai puncaknya 16 jam sebelum ovulasi. Fsh juga meningkat kira-kira dua
sampai tiga kali mlipat pada saat bersamaan. Kedua hormon ini akan bekerja untuk
mengakibatkan pembengkakan folikel yang berlangsung cepat selama beberapa hari
sebelum ovulasi.
(1:1287)
Dalam beberapa jam akan berlangsung dua peristiwa, keduanya dibutuhkan
untuk ovulasi : teka eksterna mulai melepaskan enzim proteolitik dari lisozim yang
mengakibatkan pelarutan dinding kapsul dan akibatnya melemahnya dinding,
menyebakan makin membengkaknya seluruh folikel dan generasi dari stigma. Secara
bersamaan juga kan terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru yang berlangsung
cepat ke dalam dinding folikel dan pada saat yang sama, prosraglandinakan disekresi
ke jaringan folikuler. Akhirnnya kombinasi dari pemengkakan folikel dan degenerasi
stigma mangakibatkan pecahnya folikel disertai dengan pengeluaran ovum.
(1:1287-1288)
Selama beberapa jam sesudah ovum dikeluarkan dari folikel, sel-sel granulosa
dan teka interna yang tersisa berubah dengan cepat menjadi sel lutein. Diameter sel
ini membesar dua kali atau lebih dan terisi dengan inklusi lipid yang memberi
tampilan kekuningan. Proses ini disebiut luteinisasidan seluruh massa dari sel
bersama-sama disebut korpus luteum. Sel-sel granulose dalam korpus luteum
mengembangkan sebuah reticulum endoplasma halus yang luas, yang akan
memebentuk sejumlah besar hormon seks wanita progesteron dan estrogen tetapi
lebih banyak progesteron.
(1:1288)
Pada wanita normal, diameter korpus luteum tumbuh menjadi kira-kira 1,5
cm, tahap perkembangan ini dicapai dalam waktu kira-kira 7 sampai 8 hari stelah
ovulasi. Kemudian korpus luteum mulai berinvolusi dan akhirnya kehilnngan fungsi
sekresi juga warna kekuningannya, dan sifat lipidnya dalam waktu kira-kira 12 hari
setelah ovulasi, menjadi apa yang disebut sebagai korpus albikans. Selama beberapa
minggu, korpus albikans akan digantikan oleh jaringan ikat. (1:1288)
Korpus luteum adalah organ yang sangat sekretorik yang menyeksresi
sejumlah besar progesterone dan estrogen. Sel-sel lutein yang baru terbentuk
kelihatannya deprogram untuk meneruskan tahapan yang sudah di atur yaitu
proliferasi, pembesaran,sekresi dan diikuti oleh degenerasi.
(1:1288)
Sebelum oosit primer dilepaskan dari folikel, intinya membelah dari inti oosit
dilepaskan badan polar pertama. OOsit primer kemudian menjadi oosit skunder.
Dalam proses ini 23 pasang kromosom akan kehilangan satu pasangannya yang
bergabung dengan badan polar yang dikeluarkan, sehingga 23 kromosom yang tidak
berpasangan tetap berada pada oosit sekunder. Beberapa jam setelah sperma masuk
ke dalam oosit, ini membelah lagi dan dilepaskan badan polar sekunder. Sehingga
membentuk ovum yang matang, yang masih mengandung ke-23 kromosom yang
tidak berpasangan.
(3:1305)
Satu dari 23 kromosom dalam ovum merupakan kromosom wanita, disebut
kromosom X. Bila kromosom ini bergabung dengan sperma yang juga membawa
kromosom X, terjadi kombinasi XX dan terbentuk anak wanita. Tetapi bila
kromosom X berpasangan dengan sperma yang membawa kromoso Y,terjadi
kombinasi XY, maka seorang anak laki-laki akan terbentuk.
(1:1305)
Setelah ejakulasi, dalam waktu 5 sampai 10 menit, beberapa sperma akan
diantarkan melalui uterus ke ampula, pada bagian akhir ovarium dari tuba fallopi.
Pembuahan ovum umumnya setelah ovum memasuki ampula. Transpor ovum yang
tertunda melalui tuba fallopi memungkinkan terjadinya beberapa tahap pembelahan
sebelum ovum yang sudah membelah itu, yang sekarang disebut blastoikista yang
mengadung kira-kira 100 sel memasuki uterus. Progesteron yang terus disekresikan
masih akan menyebabkan sel-sel sroma membengkakdan bahkan menyimpan lebih
banyak nutrisi. Sel-sel ini sekarang disebut sebagai sel-sel desidua. Nurisi yang
disimpan dalam desidua akan digunakan oleh embrio untuk pertummbuhan dan
perkembangan. (1:1306-1307)
Hormon Estrogen
Estrogen adalah hormon steroid atom C dan dibentuk terutama dari 17
ketosterid androstendion. Estrogen yang dihasilakan oleh adrenal disebut juga
estrogen residu. Metabolismenya terutama melalui esterifikasi ke glukoronida atau
sulfide dan pengeluaran melalui tinja. Pada organ sasaran seperti uterus, vagina,
serviks, payudara, maupun pada hipifisis dan hipotalamus, estrogen diikat oleh
reseptor yang terdapat dalam sitoplasma dan diangkut ke inti sel.
(2:6)
Fungsi utama dari estrogen adalah untuk menimbulkan proliferasi sel dan
pertumbuhan jaringan organ-organ kelamin dan jaringan lain yang berkaitan dengan
reproduksi.
(1:1291)
Fungsi estrogen dalam kehamilan :
1. Pembesaran uterus
2. Pembesaran payudara dan pertumbuhan struktur duktus payudara
3. Pembesaran genitalia eksterna wanita (1:1311)
Hormon Progesteron
Progesteron merupakan steroid dengan 21 atom C dan terutama dibentuk
dalam folikel dan plasenta. Selain itu dapat berasal dari metabolisme pregnandiol dan
disebut sebagai progesterone residu, serta dibentuk pula didalam adrenal. Dengan
demikian tampak bahwa progesterone tidak hanya merupakan suatu hormon dasar,
malainkan juga sebagai hasil antara pada organ yang membentuk steroid.
(2:5)
Fungsi pogesteron yang paling penting adalah untuk meningkatkan perubahan
sekretorik pada endometrium uterus selama separuh terakhir siklus seksual bulanan
wanita, jadi mempersiapkan uterus untuk menerima ovum yang sudah
dibuahi.Progesteron yang disekresi selama kehamilan juga membenatu estrogen
mempersiapakan payudara ibu untuk laktasi. (1:1312)
Human Chorionic Gonadotropin
Normalnya menstruasi terjadi kira-kira 14 hari setelah ovulasi, pada saat
sebagian besar endometrium terlepas dari dinding uterus dan dikeluarkan. Bila hal ini
terjadi setelah ovum diimplamasikan, kehamilan akan terhenti. Akan tetapi hal ini
akan dicegah oleh oleh sekresi human chorionic gonadotropic. Hormon ini fungsinya
sama dengan hormon lutein yang disekresi oleh hipofisis.
Sejauh ini fungsinya yang paling penting adalah mencegah involusi normal
dari korpus luteum pada akhir siklus seksual wanita. Sebaliknya, hormon ini akan
menyebabkan korpus luteum menyekresi lebih banyak lagi hormon-hormon kelamin,
progesterone dan estrogen untuk beberapa bulan berikutnya. Hormon-hormon
kelamin ini mencegah menstruasi dan menyebabkan endometrium terus tumbuh serta
menyimpan nutrisi dalam jumlah besar dan tidak dibuang dalam darah menstruasi.

(1:1310)
Human Chorionic Somatotropin
Sebuah hormon plasenta yang baru ditemukan. Hormon ini merupakan
protein, mempunyai berat molekul kira-kira 38.000 yang mulai disekresikan oleh
plasenta kira-kira minggu ke-5 kehamilan. Sekresi hormon ini meningkat secara
progresif sepanjang sisa masa kehamilan berbanding langsung dengan berat plasenta.
Hormon ini berfungsi menyebabkan penurunan sensivitas insulin dan
menurunkan penggunaan glukosa pada ibu. Sehinnga membuat jumlah glukosa yang
tersedia unutk fetus lebih besar. Hormon ini meningkatkan pelepasan asam lemak
bebas, dari cadangan lemak ibu, sehinnga menyediakan sumber nergi pengganti untuk
metabolisme ibu.
(1:1312)
BAB V
APLIKASI KLINIK

KETUBAN PECAH DINI


Defenisi :
Ketuban pecah dini yaitu suatu keadaan saat kehamilan dimana terjadi keluarnya
cairan ketuban sebelum memasuki masa persalinan.
(5:1)
Penyebab :
o Ovarium atau organ genitalia mengalami infeksi
o Kurang gizi
o Uterus mengalami kontraksi yang berlebihan
o Merokok
(6:1)
Konfirmasi diagnosis :
• Bau cairan ketuban yang khas
• Jika kelaurnya cairan ketuban sedikit-sedikit, tampung cairan yang keluar dan
nilai 1 jam kemudian
• Dengan speculum DTT, lakukan pemeriksaan inspekulo
• Jangan lakukan pemeriksaan dengan jari-jari karena tidak membantu
diagnosis dan dapat mengundang infeksi
(4:1)
Pencagahan :
Mengkonsumsi suplemen vitamin C pada saat memasuki usia 20 minggu. Vitamin C
berperan penting dalam memepertahankan keutuhan membran (lapisan) yang
menyelimuti janin dan cairan ketuban.
(5:1)
Penanganan umum :
• Konfirmasi usia kehamilan dengan USG
• Melakukan pemeriksaan inspekulo untuk menilai cairan yang keluar dan
membedakannya dengan urin
• Jika ibu mengeluh pendarahan pada akhir kehamilan (setelah 22 minggu),
jangan melakukan pemeriksaan secara genital
• Tentukan ada tidaknya infeksi
• Tentukan tanda-tanda inpartu
• Jika ada pendarahan pervagianam dengan nyeri perut, pikirkan solusio
plasenta
• Jika ada tanda-tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau), berikan antibiotic
• Jika tidak infeksi dan kehamilan kurang 37 minggu :
a. Berikan antibiotic untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin
b. Berikan kostikosteroid kepada ibu untuk memperbaiki pematangan
paru janin
c. Lakukan persalinan pada kehamilan 37 minggu
d. Jika terdapat his dan darah-lendir, kemungkinan terjadi persalinan
preterm
• Jika tidak terdapat infeksi dan kehamilan lebih 37 minggu :
a. Jika ketuban telah pecah lebih 18 jam, berikan antibiotic
profilaksisuntuk mmengurangi infeksi streptokokus
b. Nilai serviks, jika serviks sudah matang, lakukan induksi
persalinan dengan oksitosin dan jika serviks belum matang,
matangkan dengan serviks prostaglandin dan infuse oksitosin atau
lahirkan dengan sersio sesaria. (4:1-2)
DAFTAR PUSTAKA

1. Guyton. Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : ECG


2. Hanifa, Wiknjosastro. DSOG. Dr.Prof. 1999. Ilmu kandungan. Jakarta :
Yayasan Bina pustaka
3. Selkult, E. Ewald. PhD. 1990. Physilogy. Boston : Little, Brown and
Company
4. Http://www.geocities.com/klinik obgin/kelainan-persalinan/ketuban pecah
dini.htm
5. Http://www.info-sehat.com/news.html
6. Http://www.pennhelath.com/health_info/Pragnancy.Html
7. Http://en.wikipedia.org/wiki/pregnant