Anda di halaman 1dari 14

No Exp : 01

M. Shaddam Hussein

Mata Pel : Diagnosa WAN

Kelas : 3 TKJ B

Jurusan : TKJ

“Dedicated Router”

Inst : Bpk. Rudi H

Ibu Netty

1.

Tujuan :

Siswa dapat memahami pengertian dari Dedicated Router.

Siswa dapat mengetahui macam - macam Dedicated Router.

Siswa dapat memahami pengetian Core Layer, Distribution Layer dan Access Layer.

Siswa dapat mengelompokkan suatu Dedicated Router sesuai dengan level layernya (Core, Distribution atau Access) dengan cara mengidentifikasi spesifikasi dari Dedicated Router tersebut.

Siswa dapat membuat perencanaan sebuah topologi yang didalamnya terdapat Dedicated Router dan dikelompokkan sesuai level layernya masing masing.

Siswa dapat men-setting dan mengkonfigurasikan suatu Dedicated Router dengan menggunakan software simulasi.

2.

Pendahuluan

A. Router

Router adalah suatu perangkat jaringan yang digunakan sebagai penghubung antarnetwork yang berbeda hingga satu network dengan network lainnya dapat saling terhubung satu sama lainnya. Secara garis besar, Router dibagi menjadi 2, yaitu :

PC Router, yaitu PC yang dialihkan fungsinya sebagai router.

Dedicated Router, yaitu perangkat jaringan yang memiliki fungsi sebagai router murni yang sudah di desain oleh vendornya masing masing.

1

1

1

B. Model Hirarki Internetworking

Core Layer

Layer Core atau lapisan inti merupakan tulang punggung (backbone) jaringan. Contoh dalam jaringan hirarki layer core berada pada layer teratas .Layer Core berada bertanggung jawab atas lalu lintas dalam jaringan. Dalam lapisan ini data data diteruskan secepatnya dengan menggunakan motode dan protokol jaringan tercepat (high speed). Misalnya fast ethetnet 100Mbps, Gigabit Ethetnet, FDDI atau ATM. Pada lalu lintas data digunakan swicth karena penyampaiannya pasti dan cepat. Layer Core merupakan penghubung lalu lintas data agar sampai ke user. Lapisan ini digunakan untuk access list, routing antara VLAN.

Distribution Layer

Layer Distribusi disebut juga layer work gruop yang menerapkan titik komunikasi antara layer akses dam layer inti. Fungsi utama layer distribusi adalah menyediakan routing, filtering dan untuk menentukan cara terbaik untuk menangani permintaan layanan dalam jaringan. Setelah layer distribusi mentukan lintasan terbaik maka kemudian permintaan diteruskan ke layer inti. Layer inti dengan cepat meneruskan permintaan itu ke layanan yang benar.

Access Layer

Layer ini disebut juga layer desktop. Layer akses mengendalikan akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya

Desain layer akses diperlukan untuk menyediakan

fasilitas akses ke jaringan. Fungsi utamanya adalah menjadi sarana bagi suatu titik yang ingin berhubungan dengan jaringan luar. Pada layer ini user dihubungkan untuk melakukan akses ke jaringan. Terjadi juga penyaringan / filter data oleh router yang lebih spesifik dilakukan untuk mencegah akses ke suatu komputer .

internetwork

3. Alat dan Bahan

2

2

2

1. Seperangkat PC.

2. OS (Windows 7).

3. Software simulasi (Cisco Packet Tracer 5.3)

4. Software Pengolah Kata.

5. Daftar spesifikasi Dedicated Router.

4. Langkah Kerja

A. Identifikasi Dedicated Router

Pertama, kita harus mencari daftar spesifikasi dari Dedicated Router secukupnya dari berbagai sumber baik internet, majalah dll.

Kemudian setelah kita sudah cukup mendapatkan informasi berupa daftar / list yang berisi spesifikasi dari Dedicated Router, kita lakukan klasifikasi / pengelompokkan Dedicated Router berdasarkan spesifikasi yang telah kita ketahui sebelumnya sesuai dengan masing - masing level layernya (Core, Distribution atau Access).

Agar lebih memudahkan kita dalam pengelompokannya, sebaiknya kita membuat sebuah tabel, yang terdiri dari kolom No, Layer, Dedicated Router, Spesifikasi, dan Alasan (alasan untuk pengelompokkannya).

Selesai.

B. Operasional Dedicated Router (Perencanaan)

3

3

3

Pertama, kita buat rancangan topologinya.

 Pertama, kita buat rancangan topologinya.  Setelah itu kita tandai / tentukan manakah yang termasuk

Setelah itu kita tandai / tentukan manakah yang termasuk Core, Distribution atau Access Layer.

1 2 3
1
2
3

Keterangan Gambar : 1 = Core Layer, 2 = Distribution Layer, 3 = Access Layer

4

4

4

Pada simulasi ini, yang kami konfigurasikan yaitu jalur dari PC 1.1 - DR Access 1 - DR Distribution 1 - DR Core 1.

dari PC 1.1 - DR Access 1 - DR Distribution 1 - DR Core 1. 

Kemudian buatlah perencaan alokasi IP Addressnya masing masing. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat tabel dibawah ini :

No

Perangkat

Interface(s)

IP Address

Gateway

1

PC 1.1

Fa

192.168.1.2/24

192.168.1.1

2

DR Access 1

Fa 0/1

192.168.1.1/24

-

Fa 0/0

212.212.212.2/18

-

3

DR Distribution 1

Fa 0/1

212.212.212.1/18

-

Fa 0/0

6.6.6.2/16

-

4

DR Core 1

Fa 0/0

6.6.6.1/16

-

Fa 0/1

1.1.1.1/8

-

Selesai.

5

5

5

C. Operasional Dedicated Router (Simulasi & Konfigurasi)

Konfigurasi IP Address

1. PC 1.1

& Konfigurasi)  Konfigurasi IP Address 1. PC 1.1 2. DR Access 1 Router>en Router#conf t

2. DR Access 1

Router>en

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#interface fastEthernet 0/1

Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up

Router(config-if)#ex

Router(config)#interface fastEthernet 0/0

Router(config-if)#ip address 212.212.212.2 255.255.192.0

Router(config-if)#no shutdown

6

6

6

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Router(config-if)#ex

Router(config)#

3. DR Distribution 1

Router>en

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#interface fastEthernet 0/1

Router(config-if)#ip address 212.212.212.1 255.255.192.0

Router(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up

Router(config-if)#ex

Router(config)#interface fastEthernet 0/0

Router(config-if)#ip address 6.6.6.2 255.255.0.0

Router(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Router(config-if)#ex

Router(config)#

7

7

7

4.

DR Core 1

Router>en

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#interface fastEthernet 0/1

Router(config-if)#ip address 1.1.1.1 255.255.0.0

Router(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up

Router(config-if)#ex

Router(config)#interface fastEthernet 0/0

Router(config-if)#ip address 6.6.6.1 255.255.0.0

Router(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Router(config-if)#ex

Router(config)#

Konfigurasi Static Routing

1.

DR Access 1

Router>en

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#

Router(config)#ip route 6.6.0.0 255.255.0.0 212.212.212.1

Router(config)#ip route 1.0.0.0 255.0.0.0 212.212.212.1

8

8

8

2. DR Distribution 1 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)# Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 212.212.212.2 Router(config)#ip route 1.0.0.0 255.0.0.0 6.6.6.1

3. DR Core 1 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)# Router(config)#ip route 212.212.0.0 255.255.192.0 6.6.6.2 Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 6.6.6.2

Untuk pengujiannya kita gunakan perintah “ping” dan “tracert”

Selesai.

5. Hasil Percobaan

9

9

9

A. Identifikasi Dedicated Router

 

Dedicated

 

Level

 

No

Router

Spesifikasi

Layer

Alasan

   

Analog and Digital (T1) Voice Network Modules. Single-Port High-Speed Serial Interface (HSSI). ATM 25 Mbps Network Module. ATM OC3 155 Mbps Network Module. 6, 12, 18, 24 and 30 digital modem network modules. LAN with modular WAN (WAN Interface Cards). 8 and 16 analog modem network modules. Channelized T1, ISDN PRI and E1 ISDN PRI network modules.

Combined FastEthernet and PRI network modules. 4- and 8-port ISDN BRI network modules. 16- and 32-port asynchronous network modules. 4- and 8-port synchronous/asynchronous network modules. 1- and 4-port Ethernet network modules. 1-port Fast Ethernet (10/100) network modules (100BaseT - "TX" and Fiber - "FX"). 8- and 16-port analog modem modules. 4-port serial network module.

 

Karena selain terdapat

banyak

port

1

Cisco 3600

Router

Core Layer

Ethernetnya (Fast & Gigabit Ethernet) yang dapat melayani traffic yang padat terdapat juga port - port jaringan (WAN & LAN) lainnya yang mendukung tersedianya layanan koneksi Leased Line seperti T1 dan lain lain.

   

Gigabit Ethernet (1-port) line card, Gigabit Ethernet (1-port) half- height line card, Fast Ethernet (8- port) half-height line card, Channelized E1/T1 (24-port) line card, Channelized T3 (6-port) line card, E3/DS3 (8-port) line card, E3/DS3 ATM (8-port) line card,

OC-3 POS (6-port) line card, OC- 12 POS (1-port) line card, OC-48 (1-port) line card, OC-3 ATM (4- port) line card, OC-12/STM-4 ATM (1-port) line card, Channelized OC3/STM-1 (4-port) line card, Channelized OC-12 (1- port) line card.

 

Karena terdapat

banyak

port

Ethernetnya yang dapat melayani traffic

2

Cisco

10000

Core Layer

Router

yang padat. Selain itu terdapat juga fitur lain

yaitu tersedianya layanan T1, T3 (Leased Line) dan ATM.

10

10

10

3

Cisco 805

Series

LAN One 10BASE-T (RJ-45), WAN Serial port compatible with EIA/TIA-232, EIA/TIA-449, EIA/TIA-530, EIA/TIA-530A,

Access

Karena hanya terdapat satu ethernet port yang lebih compatible untuk layer akses. Selain itu juga bentuk fisiknya yang didesain untuk "home-office" atau "common user"

Serial

X.21, and V.35 standards (Both data terminal equipment [DTE] and data communications equipment [DCE]), Console port RJ-45, LAN port One Ethernet

Layer

Router

 

Cisco 2010

Total onboard Ethernet WAN Ports (2-port), RJ-45-based ports (10/100/1000) (2-port), Grid

 

Karena terdapat cukup banyak ethernet port (2 port onboard ethernet WAN + RJ- 45-based ports 10/100/1000 (2-port). Selain itu terdapat juga Grid Router WAN Interface Card (GRWIC) slots (4 slot).

4

Connected

Grid Router

Router WAN Interface Card (GRWIC) slots (4-port), Serial console port (1-port), Serial auxiliary port (1-port)

Distribution

Layer

5

Cisco 2501

Serial Ports (2-port), AUI Ports (1-

Access

Karena hanya terdapat 2 port serial saja dan tidak ada port lainnya yang mendukung koneksi layanan WAN

Series

port DB 9), Console Port (RJ-45) , Auxiliary Port (RJ-45)

Layer

       

Karena hanya ada 1

Ethernet Ports (1-port), ADSL Ports (1-port), Console Port (1- port), Telephone Ports (4-port)

ethernet port dan juga

tidak

ada port lain mendukung

yang

6

Cisco 827-

4V Router

 

Access

Layer

layer

distribution maupun

koneksi pada

core layer, selain port

ADSL

dan port

telepon (RJ-11).

 

Cisco 2600

Fast Ethernet Ports (2-port),

 

Karena hanya terdapat dua fast ethernet port saja, lalu tidak ada port - port lain, seperti

7

Router

Series 2RU

Compact Flash Slot, Console Port (RJ-45) , Auxiliary Port (RJ-45)

Access

Layer

11

11

11
       

port Serial, ISDN dan lain - lain

 

Cisco 3600

 

Distribution

Karena terdapat cukup banyak ethernet port (4 port 10BaseT) yang compatible sebagai "Distributor". Selain itu terdapat port BRI yang dapat digunakan untuk layanan ISDN BRI WAN

8

Series

Ethernet Ports (4-port), Serial Ports (3-port), BRI Ports (1-port)

Layer

9

Cisco 813

Ethernet Ports (4-port), ISDN U

Distribution

Karena terdapat cukup banyak ethernet port (4 port 10BaseT) yang compatible sebagai "Distributor". Selain itu terdapat port ISDN yang tentunya dapat melayani jaringan ISDN.

Series

Ports (1-port), ISDN S/T Ports (1- port), Telephone Ports (2-port)

Layer

   

Network Interface Options :

 

Karena terdapat berbagai port yang mendukung tersedianya layanan T1/PRI, ATM. Selain itu juga terdapat banyak macam port serial

yang mendukung kinerja router ini sebagai router untuk core layer

Ethernet, Serial, Token Ring, FDDI, BRI, G.703, Channelized T1/PRI, Channelized T1/PRI, ATM. Serial Interfaces :

Cisco 4000

EIA/TIA-2322, EIA/TIA-4491, V.35, X.21, NRZ/NRZI, DTE/DCE; EIA-530 DTE. Console Port : EIA/TIA-232 DB- 25 female connector. Auxiliary Port : EIA/TIA-232 DB-25 male connector

10

Series

Core Layer

B. Operasional Dedicated Router (Simulasi)

12

12

12

Uji koneksi dari PC 1.1 ke DR Access 1.

 Uji koneksi dari PC 1.1 ke DR Access 1.  Uji koneksi dari PC 1.1

Uji koneksi dari PC 1.1 ke DR Distribution 1.

PC 1.1 ke DR Access 1.  Uji koneksi dari PC 1.1 ke DR Distribution 1.

Uji koneksi dari PC 1.1 ke DR Core 1.

PC 1.1 ke DR Access 1.  Uji koneksi dari PC 1.1 ke DR Distribution 1.
13

13

13

Hasil Trace Route dari PC 1.1 ke DR Core 1.

 Hasil Trace Route dari PC 1.1 ke DR Core 1. 6. Kesimpulan Jadi, menurut kami,

6.

Kesimpulan

Jadi, menurut kami, Dedicated Router, merupakan suatu perangkat jaringan yang memiliki fungsi sebagai router murni yang sudah di desain oleh vendornya masing masing dimana spesifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhannya seperti kemampuan dalam meng handle traffic yang sangat luas dan banyak. Dengan adanya pengklasifikasian hirarki layer (Core Layer, Distribution Layer dan Access Layer) memudahkan kita dalam penempatan suatu Dediacted Router pada sebuah topologi.

14

14

14