Anda di halaman 1dari 10

DESAIN ENJINERING

JAWABAN UJIAN
Diajukan untuk memenuhi Persyaratan Dalam Kelengkapan
Mengikuti Kuliah
DESAIN ENJINERING

Oleh :
DADIT PRASETYANTA
NP 10510047

PROGRAM PASCA SARJANA


MAGISTER TEKNIK MESIN
ENJINIRING PRODUK & MANUFAKTUR
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2011
1. Jelaskan tahapan desain produk rancang bangun.

Rancang Bangun Produk :

Dimulai dengan suatu gagasan ide dimana dapat ditimbulkan oleh suatu kebutuhan atau
inovasi murni. Setelah ditemukan suatu gagasan ide, maka dilakukan evaluasi terhadap
ide tersebut.

Desain enjinering dibuat setelah memperhatikan beberapa hal antara lain :


a. Informasi Umum : sasaran, kebutuhan, solusi evaluasi, realisasi,ekonomi & keuangan.
b. Informasi Spesifik : material, kegunaan, dimensi dan operasional.

Pelaksanaan Enjinering harus dilakukan evaluasi terus-menerus untuk mendapatkan


produk yang sesuai sasaran dan efisien.

PROSES DESAIN

Dalam proses desain dapat digambarkan seperti flow chart dibawah :

Sumber diagram : Prof. Ir. Sasi Kirono, MSc. Kuliah Pasca Sarjana ISTN

Langkah-langkahnya sebagai berikut :


DES
Selanjutnya diperlukan pengujian experimental dalam proses Ranncang Bangun.

1. Desain : Dalam desain diperlukan analisa tegangan secara Analitis sehingga akan
menentukan pemilihan material
2. Prototipe : Setelah desain dan material ditentukan, selanjutnya dibuat prototipe.
Dimana prototipe dilaksanakan analisa tegangan secara experimental.
3. Pengembangan Prototipe : Setelah diketahui kelemahan dari hasil analisa tegangan
secara experimental dilakukan pengembangan prototipe. Dalam pengembangan
prototipe dilakukan pengukuran beban operasi sehingga dianggap aman dan
memenuhi desain enjinering.
4. Produk : Setelah melalui pengujian experintal maka di buat produk dengan kontrol
kualitas. Produk selalu dilakukan optimalisasi produk dan modifikasi untuk
meningkatkan efisien dan pengembangan produk. Langkah ini dilakukan setelah
memperhatikan saat operasi penggunaan dimana inspeksi dan metoda perbaikan
dilakukan.

Diagram dibawah :

Analisa
Tegangan
Secara Analitis

Modifikasi

Analisa
Tegangan Prototipe
Secara
Experimental

Pengembangan
Secara
Experimental

Optimalisasi
Produk

Produk Operasi
penggunaan

Sumber : Prof. Ir. Sasi Kirono, MSc. Kuliah Pasca Sarjana ISTN
2. Terangkan pengertian dari desain untuk pengecoran dan criteria desain
menggunakan diagram Goodman

Pengecoran adalah salah satu proses dasar pembentukan material. Sehingga desain
pengecoran sangat memperhatikan ketahanan dan fungsi material, seperti sifat-sifat
fisik, mekanik, termal, listrik dan kimia. Sifat material sangat berkaitan dengan
struktur dan ketahanan, seperti pada diagram dibawah :

Structur atom Ketahanan

Ikatan Atom Material Rekayasa Tegangan


Struktu kristal Sains Material Korosi
Cacat Struktur Sifat Material Temperatur
Struktur Mikro Radiasi
Struktur Makro Getaran

Ketahanan berhubungan denga sifat material melalui pendalaaman desain material.


Dengan menggunakan pengaturan struktur diantaranya mengontrol dari paduan,
perlakuan dan proses deformasi.
Pada sifat mekanik material ditentukan bahwa tegangan yang diijinkan harus dibawah
pada batas kekuatan luluh (σ  0,2) harus diuji kekerasan. Sifat mekanik material dapat
mengontrol perilaku material daan kerusakaan material.

Sesuai Diagram Goodman :

SIFAT MEKANIS : Kuat tarik.

• Tegangan Yield σY
Batas Elastis dimana bahan mengikuti hukum Hooke σ= E.ε
• Tegangan Ultimate σu
Tegangan maximum yang dapat ditahan oleh bahan
• Pengurangan luas
q = (Ao- Af)/ Aox 100%
• Keuletan ε , Regangan maksimum bahan dapat ditahan oleh bahan
• Tegangan patah σf , Tegangan bahan sampai patah

Sesuai dengan diagram Goodman, pemilihan material terhadap kuat tarik harus
diperhitungkan kekuata material terhaadap tegangan. Sehingga tegangan yang akan
terjadi lebih kecil dari tegangan yang diijinkan.

Dimana tegangan yang diijinkan dapat digambarkan pada diagram Goodman yaitu daerah
lebih kecil/sebelum garis berbentuk segitiga pertemuan garis σ y, Se dan garis 45o dapat
dilihat pada diagram Goodman.
Kuat Tarik

σ σ=K εn

Besi Tuang

σ
Baja

Aluminium

ε
Diagrarm Goodman. :

3. Jelaskan bagaimana konsep desain pegas daun komponen otomotif mengenai


geometri, bahan, proses dan alternative desain produk dalam pengembanganya.
(menggunakan residual stress)

Bentuk dasar dari banyak pegas berupa “beam”, beam sendiri adalah rangkaian baja
panjang berbentuk persegi yang kedua ujungnya dikaitkan.
Defleksi (S) dari beban (F) pada ujung cantilever dapat diperhitungkan, tergantung dari
geometris cantilever dan modulus elastisitas.
Pegas daun adalah pegas yang berbentuk plat datar dengan lebar tertentu dan
dikenai beban lateral yang menjadikan plat mengalami bending. Konsep dasar pegas daun
adalah batang cantilever yang diberi beban lateral pada ujungnya dan ujung yang lain
dijepit sehingga batang cantilever terdefleksi dan mempunyai radius curvature.
Keuntungan utama dari pemakaian pegas daun adalah dapat mengontrol gerakan ayun
dan gerakan lateral sehingga pegas jenis ini banyak digunakan dalam industri otomotif
Pegas daun dirancang sepert gambar dibawah ini (1)
Gambar 1

Tujuanya agar pegas dapat menyerap getaran dan kendaraan bergerak dengna
mulus dan untuk menambah kekuatan pegas daun, pegas tsb disusun bertingkat dengan
pengurangan panjang sampai pegas paling pendek dibawah.
Material untuk pegas seharusnya SUP6, SUP9A atau SUPI1A khususnya dalam
JIS G 4801. Seperti lampiran 1.

Lampiran 1 dari Diktat Aplikasi Teknologi Pengolahan Bahan (Prof Ir. Sasi Kirono MSc)
Proses pembuatan pegas daun :
1. Proses desain meliputi gambar serta spesifikasi yang diinginkan
Dari spesifikasi kemudian dilakukan perhitungan hingga didapat tebal leaf yg
dinginkan, menetukan stepping (jarak ideal antara ujung leaf yang satu dengan
yang lain) dan ini menetukan distribusi tegangan yang diterima oleh masing-
masing leaf pada saat diberi beban.
2. Proses shearing yaitu proses pemotongan plat sesuai dengan gambar.
3. Proses Punching yaitu proses pelubangan centre hole.
4. Heating furnance, yaitu proses pemanasan dari plat sampai 9000C
bertujuan untuk merubah struktur mikro dari bahan plat
5. Quenching yaitu proses pendinginan setelah pemanasan untuk merubah
struktur mikro (menjadi Martensit).
6. Tempering yaitu memanaskan kembali material yang sudah di quenching
sampai temperatur rekristalisasi untuk merubah martensit menjadi tempered
martensit yang mempunyai sifat ulet dan kekerasan menurun.
7. Shoot peening bertujuan untuk meningkatkan umur lelah (memperpanjang
umur) dari benda kerja dengan cara menembakan bola-bola baja dengan
kecepatan tinggi sehingga menimbulkan efek negative stress (residual stress) pada
permukaan tarik leaf yang mampu mengurangi besarnya stress yang terjadi pada
setiap leaf pada saat diberi beban.
8. Stress peening yaitu proses shoot peening yang disertakan oleh pemberian
gaya sehingga hasilnya lebih baik dari proses shoot peening.
9. Proses painting, harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghidari
terjadinya korosi disetiap leaf
10. Assembling yaitu perakitan leaf sesuai dengan desain.

4. Terangkan berapakah seharusnya tebal bejana t (mm) bila bejana tekan


bertekanan 5 bar, tegangan bahan yang diijinkan dari St 37 (370N/mm2),
diameter bejana adalah 120cm. Agar mendapatkan desain bejana yang kuat
menerima tegangan arah tangensial dan radial.

Diketahui :
P = 5 Bar (0.5 N/mm2)
Diameter (d=120cm, r=60cm = 600mm)
S = 370N/mm2).

Based on ASME VIII Div. 1(UG-27)

Tegangan Tangensial :

t = P.r / S.E – 0.6 P E = 1 jika sambungan butt weld dan full Radiography
Test (AsME VIII Div.1 -UW 12 ) .

t = 0.5 x 600 / 370 x 1 – (0.6x 0.5).


t = 300 / 370 – 0.3

t = 0.811 mm

Tegangan Radial :

t = P.r / S.E – 0.4 P E = 1 jika sambungan butt weld dan full Radiography
Test (ASME VIII Div 1 -UW 12 ) .

t = 0.5 x 600 / 370 x 1 – (0.4x 0.5).

t = 300 / 370 – 0.3

t = 0.806 mm