Anda di halaman 1dari 5

i

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

BIDANG KEGIATAN :
PKM-GT

Diusulkan oleh :
Nyoman Rai Kuntalini 1005105062 Angkatan 2010
Ni Wayan Yuli Lestari

UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT JIMBARAN
2011
ii

PENGESAHAN USUL
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA GAGASAN TERTULIS
( PKM-GT ) TAHUN 2011

1. Judul Kegiatan :
2. Bidang Kegiatan: PKM-AI ( ) PKM-GT ( √)
3. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap :
b. NIM : Jurusan / Program Studi :
c. Universitas : Universitas
d. Alamat Rumah dan No. Telp. :
e. Alamat email : -
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 orang
5. Dosen Pendamping :
a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. NIP : -
c. Alamat Rumah dan No. Telp. :

Jimbaran, 2011
Menyetujui Ketua Pelaksana Kegiatan,
Ketua Jurusan Agroekoteknologi,

(A.A Ngurah Gede Suwastika, M.P ) (Nyoman Rai Kuntalini)


NIP. 195705061986011001 NIM. 1005105062

Pembantu Rektor III Universitas Udayana, Dosen Pendamping,

(Prof.Dr.Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Agr) ()


NIP.19580627 198503 1005 NIP
iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Pengelolaan
Sisa Sarana Persembahyangan Umat Hindu Bali Menjadi Biokompos dan Biopestisida
” tepat pada waktunya.
Karya tulis ini dibuat dengan tujuan untuk mendekripsikan upaya-upaya yang dapat
dilakukan dalam pengelolaan sampah persembahyangan umat Hindu di Bali.
Penulis menyadari banyak hambatan dan kesulitan yang di hadapi saat menyusun
karya tulis ini. Berkat motivasi dan bantuan berbagai pihak, kesulitan-kesulitan tersebut dapat
teratasi. Oleh karena itu sudah sepantasnya penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan karya tulis ini,
diantaranya :
1. Bapak A.A Ngurah Gede Suwastika, M.P selaku ketua jurusan Agroekoteknologi
2. Bapak .................. selaku pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu dan
membimbing saya selama penulisan karya tulis ini.
3. Rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu
atas masukan dan dorongannya.
Penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi semua pihak, saran dan kritik
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan karya tulis ini sangat penulis harapkan yang
dapat bermanfaat sebagai acuan penulisan selanjutnya.

Jimbaran, 21 Februari 2011

Penulis
iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………….…..... i
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………....... ii
KATA PENGANTAR………………………………………………....... iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………...... iv
RINGKASAN………………………………………………………........ v
PENDAHULUAN……………………………………………………...... 1
Latar Belakang……………………………………………………….. 1
Tujuan………………………………………………………………… 2
Manfaat……………………………………………………………… 2
GAGASAN…………………………………………………………......... 2
Sampah Organik Sarana Upacara…………………………………… 2
Upaya Mengatasi Pencemaran Lingkungan yang Berasal dari
Sampah…………………………………………………..................... 3
Partisipan Program ”Strategi Pengelolaan Sampah Persembahyangan
Pada Upacara Agama di Bali………………………………………… 4
Pengolahan Sampah Organik Sisa Upacara Menjadi Pupuk dan Pakan
Ternak………………………………………………………………… 5
Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk menerapkan
pengelolaan sampah pada upacara agama di
Bali........................................................................................................ 5
KESIMPULAN………………………………………………………........... 6
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
v

RINGKASAN

PENGELOAAN SISA SARANA PERSEMBAHYANGAN UMAT HINDU BALI


MENJADI BIOKOMPOS DAN BIOPESTISIDA

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam
proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk
yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Berdasarkan sifatnya,
sampah dapat dibedakan menjadi 2, yaitu Sampah anorganik yang tidak terurai
(undegradable) dan sampah organik yang dapat diurai (degradable).
Bali terkenal dengan masyarakatnya yang sebagian besar beragama Hindu. Warga
masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari selalu memprioritaskan aturan agama sebagai
prioritas utamanya. Apresiasi yang rendah terhadap pengelolaan sampah dapat dilihat dari
ketidakpedulian masyarakat terhadap sampah pada saat melakukan kegiatan upacara
keagamaan. Ada kecenderungan peningkatan timbulan sampah setelah masyarakat Bali
melaksanakan upacara keagamaan. Keadaan ini dapat dilihat pada saat suatu kegiatan
perayaan keagamaan selesai, tumpukan sampah dibiarkan teronggok dalam waktu yang lama,
sehingga menimbulkan pemandangan yang kotor. Kondisinya semakin parah karena sampah-
sampah sisa upacara bercampur dengan sampah plastik yang tidak bisa diuraikan oleh
mikroorganisme dalam waktu yang lama. sumber sampah dari tempat ibadah dan kegiatan
upacara yang sebagian besar terdiri atas sampah organik, seperti daun-daunan, buah-buahan,
canang, bambu, dan kain.
Menumpuknya sisa canang bekas pamuspaan di kawasan Pura, memunculkan ide
untuk mengajak warga masyarakat bisa mengolah sisa-sisa canang untuk sesuatu yang
bermanfaat. Pada dasarnya, sisa canang usai upacara bukanlah sampah yang harus dibuang
begitu saja. Sisa canang usai pamuspaan seharusnya dibawa pulang. Selain amerta yang kita
peroleh usai sembahyang tidak tertinggal, juga tidak meninggalkan kesan kotor yang sangat
mengganggu. Selain mengembalikan kondisi tanah, sisa canang baik untuk pakan ternak
(sapi).
Partisipan yang diharapkan dapat membantu berjalannya gagasan ini antara lain, yaitu
dari keluarga, pihak dari tokoh masyarakat dan intelektual, dan pemerintah.
Strategi pengolahan sampah sisa upacara keagamaan di Bali memerlukan kerjasama
dari berbagai pihak agar dapat terwujud pelaksanaannya. Oleh karena itu diperlukan
kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan disekitar tempat suci/pura.