Anda di halaman 1dari 15

No eksperimen : Etika Dwi LesTari

Pel : Diagnosa WAN Guru : Pa Rudi dan Bu Neti


Frame Relay
Kelas : 3 TKJ B Tanggal : 25 januari 2011

(packet tracer)

1. Tujuan

• Siswa dapat memahami tentang Teknologi WAN.


• Siswa dapat mengetahui pengertian Frame Relay.
• Siswa dapat mengetahui jenis-jenis koneksi Frame Relay.
• Siswa dapat mengkonfigurasi Frame Relay menggunakan software
simulasi.

2. Pendahuluan

Frame Relay adalah protokol packet-switching yang menghubungkan


perangkat-perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN).
Protokol ini bekerja pada lapisan Fisik dan Data Link pada model referensi
OSI. Protokol Frame Relay menggunakan struktur Frame yang menyerupai
LAPD, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD digantikan oleh
field header sebesar 2 bita pada Frame Relay.

• Keuntungan Frame Relay

Frame Relay menawarkan alternatif bagi teknologi Sirkuit Sewa lain


seperti jaringan X.25 dan sirkuit Sewa biasa. Kunci positif teknologi ini
adalah Sirkuit Virtual hanya menggunakan lebar pita saat ada data yang
lewat di dalamnya, banyak sirkuit virtual dapat dibangun secara bersamaan
dalam satu jaringan transmisi.
3. Alat dan Bahan

• OS (Windows Seven)

• Cisco Packet Tracer 5.3

• Microsoft Word

• Modul referensi

• Topologi dan instruktur

4. Langkah Kerja

• Pertama-tama siapkan Alat yang dibutuhkan

• Kemudian, buka Aplikasi Cisco Packet Tracer 5.3

• Setelah itu buat topologinya seperti gambar di bawah ini :


• Kemudian, berikan konfigurasi IP Address dan juga DLCI Number
pada setiap Router. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari table berikut :

Ke-
No Interface
Router 1 Router 2 Router 3
1. dari Router 1 ----- DLCI : 202 DLCI : 203 Serial 2/0

IP Address : IP Address :
20.20.20.1/24 20.20.20.1/24
DLCI : 301 DLCI : 303
2. Router 2 IP Address : ----- IP Address : Serial 2/0
20.20.20.2/24 20.20.20.2/24

DLCI : 401 DLCI : 402


3. Router 3 IP Address : IP Address : ----- Serial 2/0
20.20.20.3/24 20.20.20.3/24

1) Konfigurasi Dedicated Router 1

• Konfigurasi hostname

• Konfigurasi IP Address

• Konfigurasi Frame-Relay
• Alhamdulillah selesai.

2) Konfigurasi Dedicated Router 2

• Konfigurasi hostname

• Konfigurasi IP Address

• Konfigurasi Frame-Relay

• selesai.

3) Konfigurasi Dedicated Router 3


• Konfigurasi hostname

• Konfigurasi IP Address

• Konfigurasi Frame Relay

• selesai.

4) Konfigurasi Cloud Frame Relay


• Pada topologi, klik kiri satu kali pada gambar yang berbentuk
awan (Cloud Frame Relay). Kemudian pilih config, maka akan
muncul gambar seperti dibawah ini :
• Kemudian pilih serial 0 , lalu konfigurasikan seperti gambar
berikut:
• Setelah itu, beri konfigurasi juga pada serial 1 sepertti gambar
berikut :
• Setelah itu, beri konfigurasi juga pada serial 2 sepertti gambar
berikut :
• Apabila serial 0 - serial 2 sudah di konfigurasikan, selanjutnya
kita harus mengkonfigurasikan frame relay. Dengan cara memilih tab
frame relay, kemudian beri konfigurasi seperti gambar berikut :
• Apabila sudah selesai memberi konfigurasi pada frame relay,
kemudian untuk mencoba keberhasilan ini, kita harus uji koneksi
terlebih dahulu. Agar lebih baik, sebelum itu kita ketikan command “
” semoga berhasil insya Allah.

5. Hasil Percobaan

a) Router 1

• Uji koneksi ke Router 2 dan ke Router 3 :


b) Router 2

• Uji koneksi ke Router 1 dan ke Router 3 :

c) Router 3

• Uji koneksi ke Router 1 dan ke Router 2 :


6. Kesimpulan

Setelah kelompok kami melakukan praktik, kami berkesimpulan


bahwa PPP berbeda dengan frame relay.

PPP digunakan untuk koneksi one to one antar Router saja sehingga
hanya dapat menampung traffic yang tidak terlalu sibuk atau besar. Berbeda
dengan PPP, Frame relay merupakan teknologi WAN yang dapat melayani
koneksi one to many (broadcast) atau many to many sehingga Frame relay
dapat melayani traffic yang lebih sibuk dan besar.

7. Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Frame_relay/
http://www.sysneta.com/ppp-protocol/