Anda di halaman 1dari 18

IV.

EVALUASI SUMUR KS-08 DENGAN ANALISIS NODAL

4.1 Data Sumur KS-08

4.1.1 Data Reservoir

• Pressure reservoir (PR) : 800 Psig

• Bubble point pressure(Pb) : 1159 Psig

• Bottom hole temperature : 181 oF (541 ⁰R)

Berdasarkan data logging sumur KS-08 diperoleh data sebagai berikut :

• Jenis fomasi : Baturaja

• Litologi batuan : Carbonat

• Porositas : 25 %

• Permeabilitas : 30 mD

4.1.1 Data Sumur dan ESP Sumur KS-08

• Well head Pressure : 150 psig

• Tubing : 2⅜″ OD, 2.041″, ID J-55, 4.7 lb/ft, 93 joints

• Casing produksi : 5½″ OD, J-55, 15.5 lb/ft, @3329 ft MD

• Perforasi : 3020-3028 ft MD

• Setting depth pump : 2928.82 ft MD; 2719.37 ft TVD

• Temperatur @ PSD : 180 ⁰F (540 ⁰R)

• Tipe Pompa : ODI RA16/160 stages, Length: 23.49 ft

37
Transformer
2⅜″
Centrifugal
Gas
Electric
Protector
Downhole
Junction
Variable
Separator,
OD,Motor,
Box
2.041″,
Speed
sensor
Pump,
3.48
ID
type
ODI
ftJ-55,
02
RA16/160stages,
4.7 lb/ft,
RED
93
Length:
120HP/2300V/32A/60Hz
joints
Drive
23.49 ft
A

38
4.1.1 Data Produksi Sumur KS-08

Sumur KS-08 diproduksikan dengan ESP sejak tanggal 07 Januari 2007 dan

sebelumnya diproduksikan dengan metode gas lift. Pompa ESP yang digunakan ODI

RA16/160 stages. Beberapa data produksi sumur KS-08 yaitu :

• Gas oil ratio (GOR) : 2500 scf/STB

• Gas liquid ratio (GLR) : 308 scf/STB

• Water specific gravity : 1.05

• Gas spesific gravity : 0.707

• Oil spesific gravity : 0.83 (38.5 ˚API)

• Water cut : 92%

3020 – 3028 ft MD

Gambar 4.1 Diagram Sumur KS-08

37
Data tes produksi selama 1 tahun ditunjukkan pada tabel berikut

Tabel 4.1 Data Produksi Sumur KS-08

Frek. Water
qliquid, qwater, qoil, qgas, GOR, GLR,
Date motor, cut,
STB/D STB/D STB/D Mscfd scf/STB scf/STB
Hz %
7-Jan-2007 45 577 87 501.99 75.01 311 4146 539
8-Jan-2007 45 818 82 670.76 147.2 173 1175 211
30-Jan-2007 45 872 71 619.12 252.9 387 1530 444
3-Feb-2007 45 980 71 695.8 284.2 702 2470 716
5-Feb-2007 45 894 73 652.62 241.4 367 1520 411
19-Feb-2007 50 1106 93 1028.6 77.42 453 5851 410
21-Feb-2007 50 1100 93 1023 77 242 3143 220
2-Mar-2007 50 1458 85 1239.3 218.7 725 3315 497
11-Mar-2007 50 1680 81 1360.8 319.2 705 2209 420
13-Mar-2007 60 1526 85 1297.1 228.9 232 1014 152
31-Mar-2007 60 1604 82 1315.3 288.7 282 977 176
14-Apr-2007 50 1544 85 1312.4 231.6 335 1446 217
29-Apr-2007 60 1637 85 1391.5 245.6 286 1165 175
2-May-2007 60 1486 85 1263.1 222.9 152 682 102
14-May-2007 60 1014 85 861.9 152.1 313 2058 309
13-Jun-2007 60 1044 85 887.4 156.6 226 1443 216
28-Jul-2007 40 1032 94 970.08 61.92 214 3456 207
9-Aug-2007 40 936 90 842.4 93.6 214 2286 229
24-Aug-2007 40 1418 90 1276.2 141.8 640 4513 451
4-Sep-2007 40 1054 91 959.14 94.86 347 3658 329
18-Oct-2007 40 1032 92 949.44 82.56 366 4433 355
18-Nov-2007 60 1056 92 971.52 84.48 312 3693 295
4-Dec-2007 55 1836 92 1689.1 146.9 439 2989 239
16-Jan-2008 55 1440 92 1324.8 115.2 101 877 70

38
4.1.1 Potensi Sumur KS-08

Tekanan reservoir (Pr) = 800 psig

Tekanan buble point (Pb) = 1159 psig

Flow efisiensi (FE) = 1 (asumsi)

qL test = 519 STB/D

Pwf test = 702 psig

1. Hitung qL maks dengan menggunakan persamaan Vogel :

qL maks=qL test1-0.2Pwf testPR-0.8Pwf testPR2

=5191-0.2702800-0.87028002 = 2489 STB/D

2. Dengan menggunakan harga qL maks hasil perhitungan langkah-1, hitung

harga qL untuk berbagai harga Pwf assumsi dengan menggunakan persamaan

langkah-1. Buat tabulasi sebagai berikut :

Tabel 4.2 Tabulasi IPR Sumur KS-08

Pwf ass, psig qL , STB/D


800 0
702 519
600 996
500 1400
300 2023
200 2240
100 2396
0 2489

3. Buat salib sumbu dengan Pwf pada sumbu tegak dan qL pada sumbu datar.

4. Plot hasil perhitungan qL untuk berbagai Pwf pada langkah-2.

37
5. Hubungkan titik tersebut, didapat grafik IPR.

Gambar 4.2 Grafik IPR Sumur KS-08

4.1 Analisis Sumur KS-08 dengan ODI RA16/160 stages

Dalam pokok bahasan ini akan dilakukan analisis untuk mencari harga speed

optimum yang sesuai dengan inflow performance dari sumur. Pompa ESP ODI

RA16/160 stages mempunyai range 1500 – 2500 res.bbl/D untuk speed 75 Hz. Jika

inflow performance dari sumur masih berada pada range pompa, maka akan dicari

harga speed optimum dengan laju produksi yang sesuai dengan inflow sumur.

Dengan mendapatkan rate optimum ini diharapkan waktu produksi dapat bertahan

lama dan stabil.

Langkah – langkah dalam menganalisis dengan menggunakan Nodal System

Analysis, yaitu :

4.1.1 Analisis Ukuran Pompa

Langkah – langkah analisis jenis pompa yang digunakan menurut batasan range

tertinggi dari pompa yang terpasang, adalah sebagai berikut :

1. Persiapkan grafik kemampuan produksi sumur (IPR) dalam STB/D dan

res.bbl/D pada grafik dan skala yang sama. Laju alir produksi pada res.bbl/D

didapatkan dari stb/day dikalikan dengan faktor volume. Harga faktor volume

didapatkan dengan mencari harga – harga;

37
• kelarutan gas (Rs)

• Faktor volume formasi minyak (Bo)

• Faktor volume gas (Bg)

pada setiap tekanan alir dasar sumur (Pwf) berdasarkan tabel IPR Sumur KS-08.

a. Kelarutan Gas (Rs)

Pada tekanan alir dasar sumur 500 psi dan temperatur 181 oF diperoleh
Rs=γgP18x100.0125x(°API)100.00091x(T)10.83

Rs=0.70750018x100.0125x(38.5)100.00091x(181)10.83=93.37 scf / STB

b. Faktor Volume Formasi Minyak (Bo)

Dari harga Rs tersebut dapat digunakan untuk menghitung faktor volume

formasi minyak (Bo), diperoleh :

F=RsγgγO0.5+1.25 T=93.370.7070.830.5+1.25 (181)=312.30

Bo=0.972+0.000147xF1.175=0.972+0.000147x312.301.175

=1.097 RB/STB

c. Faktor Volume Formasi Gas (Bg)

Sebelum menghitung harga factor volume formasi untuk gas (Bg) harus dicari

dulu faktor deviasi gas (Z). Pada kondisi tersebut diperoleh :

Ppc = 709.604 – 58.718 γg = 709.604 – 58.718 x (0.707) = 668.090 psi

Tpc = 170.491 + 307.344 γg= 170.491 + 307.344 x (0.707) = 387.783 ⁰R

PPr=PPPc=(500+14.7)668.090=0.770

37
TPr=TTPc=(181+460)387.783=1.65

Z = 0,955 (grafik compresibility faktor After Standing and Katz)

Bg=0.00504Z TP=0.005040.955 x (181+460)500=0.006 RB/scf

Setelah semua harga didapatkan dapat dihitung faktor volume dengan anggapan

(Gas Ingestion Percentage) GIP 25 % dari total free gas karena melalui gas

separator, yaitu :
VF=wc+1-wcBo+GIPGLR-1-wcRsxBg

VF=92%+1-92%1.097+25%308-1-92%93.37 x 0.006 = 1.458

Hasil perhitungan tiap harga tekanan alir dasar sumur dan laju produksi pada

IPR dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.3 Tabulasi Perhitungan IPR pada Reservoir BBL/D

qL, Rs, Bo, Bg, Volume,


Pwf ass,
STB/ scf/ST F RB/ST pPr pTr Z RB/sc VF res.bbl/
psig
D B B f D
377.8 1.21 1.6 0.99
800 0 164.48 4 1.129 9 5 5 0.004 1.301 0
355.7 1.07 1.6 0.99
702 519 140.52 6 1.118 3 5 0 0.004 1.341 696
355.3 1.07 1.6 0.98
700 529 140.04 1 1.118 0 5 0 0.004 1.338 708
333.4 0.92 1.6 0.97
600 996 116.30 4 1.107 0 5 0 0.005 1.389 1383
312.3 0.77 1.6 0.95
500 1400 93.37 0 1.097 0 5 5 0.006 1.458 2042
292.0 0.62 1.6 0.95
400 1742 71.36 1 1.088 1 5 0 0.007 1.566 2729
272.7 0.47 1.6 0.94
300 2023 50.45 5 1.079 1 5 0 0.010 1.740 3518
254.7 0.32 1.6 0.93
200 2240 30.96 8 1.071 1 5 0 0.014 2.075 4648
238.6 0.17 1.6 0.92
100 2396 13.43 3 1.063 2 5 8 0.026 3.011 7213
226.2 0.02 1.6 0.92 16.57
0 2489 0.00 5 1.058 2 5 0 0.202 3 41255

38
Gambar 4.3 Grafik Laju Alir Sumur KS-08 pada STB/D & res.bbl/D

1. Berdasarkan kurva kemampuan pompa ODI RA16/160 stages pada speed 75

Hz, dimasukkan rate tertinggi ke grafik IPR di atas.

Gambar 4.4 Grafik Laju Alir pada Intake Pompa

Batas atas laju alir tertinggi dari ODI RA16/ 160 stages yang terpasang adalah

2500 res.bbl/D pada speed 75 Hz. Dari batas kapasitas tertinggi pompa (2500

res.bbl/D) ditarik garis vertikal hingga memotong kurva IPR res.bbl/D kemudian

ditarik garis horizontal hingga bersinggungan dengan kurva IPR STB/D dan

diperoleh rate 1636 STB/D pada tekanan Pwf =433 psig & PIP =399 psig. Oleh

karena itu, akan dihitung speed optimum untuk menyesuaikan inflow optimum dari

sumur.

38
4.1.1 Grafik Inflow dan Outflow

4 Grafik Produktivitas Sumur pada PIP sebagai Inflow

Adapun langkah pembuatan grafik tersebut adalah sebagai berikut :

a. Berdasarkan data grafik IPR, dipilih harga laju alir produksi = 1000

STB/D.

b. Tekanan alir dasar sumur (Pwf) yang dibutuhkan untuk laju alir tersebut :
Pwf=PR1.266-1.25qLqL max0.5-0.125

Pwf=8001.266-1.25100024890.5-0.125 = 599 psig

maka
ΔPR=PR -Pwf=800 -599psi=201 psig

c. Dengan menggunakan ukuran casing dan GLR formasi (308 scf/STB)

diperoleh ∆Pcsg(below pump) sebesar 39 psig untuk laju alir 1000 STB/D.
d. Pup=PR-∆Pres-∆Pcsgbelow pump

=800-201-39 psi=560 psig

e. Dengan mengasumsikan harga laju alir produksi, kemudian hitung harga –

harga, tekanan laju alir produksi dasar sumur (Pwf), beda tekanan reservoir

(ΔPres), beda tekanan dasar sumur sampai dengan pompa (ΔPpump).

f. Berdasarkan harga – harga asumsi laju alir produksi dan perhitungan di

atas, kemudian buat tabel, sebagai berikut :

37
Tabel 4.4 Tabulasi Perhitungan Pump Intake Pressure

∆P casing
ΔP res, PIP,
qL, STB/D Pwf, psig 99.18
psig psig
5½" OD
0 800 0 47 753
200 764 36 45 719
400 726 74 42 684
600 686 114 44 642
800 644 156 41 603
1000 599 201 39 560
1200 552 248 40 512
1400 500 300 37 463
1600 444 356 34 410
1800 381 419 33 348
2000 309 491 29 280
2200 221 579 23 198
2400 97 703 20 77
2470 28 772 28 0

g. Plot harga – harga laju alir produksi (qL) dengan tekanan intake pompa

(PIP) sebagai grafik inflow.

4 Grafik Tubing Intake Pressure sebagai Outflow

Grafik outflow, menggambarkan kemampuan pompa yang dibutuhkan untuk

mengalirkan fluida dari intake tubing sampai permukaan dengan

memperhitungkan tekanan di sepanjang tubing sampai dengan separator dengan

berbagai harga anggapan laju alir produksi (rate assumed).

Langkah pembuatan grafik intake tubing untuk sumur dengan gas bersama

dengan liquid masuk ke dalam pompa, adalah sebagai berikut :

a. Berdasarkan prosedur pembuatan inflow dipilih harga qL= 1000 STB/D.

37
b. Menentukan GLR yang masuk pompa untuk menghitung pressure drop pada

tubing dan flowline.

1) Dari perhitungan Pup, untuk qL = 1000 STB/D didapatkan Pup = 560 psig

dan temperatur 180 oF.

2) Dihitung Rs pada P dan T yang bersangkutan.


Rs=γgxP18x100.0125x(°API)100.0009xT10.83

=0.707 x56018x100.0125x(38.5)100.0009x18010.83

= 107.30 scf/STB

3) Perkirakan fraksi gas bebas (Es) yang terpisahkan pada pompa. Karena

menggunakan downhole separator, maka Es = 0.75.

4) Dihitung GLR yang keluar dari pompa.

GLRdn=1-Es(Rtotal-RsFo)

=1-0.75(308-107.30x0.08)

= 74.85 scf/STB

c. Tentukan Pdn dengan menggunakan GLRdn untuk menghitung pressure drop

sepanjang tubing. Untuk laju alir 1000 stb/d dengan GLRdn= 74.85 scf/STB

diperoleh ΔP tubing sebesar =1080 psig.

d. Berdasarkan harga – harga asumsi laju alir produksi dan perhitungan di atas,

kemudian buat tabel, sebagai berikut :

Tabel 4.5 Tabulasi Tubing Intake Pressure (Pdn)

Rate, PIP, Rs @PSD, GLRdn, Pwh, ∆P tubing Pdn,


STB/ psig scf/STB scf/ST psig 2857 ft psig

37
2⅜" OD
D B
600 642 126.50 74.47 150 1000 1150
800 603 117.30 74.65 150 1050 1200
1000 560 107.30 74.85 150 1080 1230
1200 512 96.31 75.07 150 1100 1250
1400 463 85.32 75.29 150 1115 1265
1500 420 75.87 75.48 150 1120 1270
1800 348 60.49 75.79 150 1150 1300
2000 280 46.55 76.07 150 1170 1320
2200 198 30.66 76.39 150 1174 1324
2400 77 9.83 76.80 150 1176 1326
2470 0 0.00 77.00 150 1183 1333

e. Ulangi untuk harga-harga qL yang lain dan plot Pdn vs qL sebagai grafik

outflow.

Gambar 4.5 Grafik Pump Intake Pressure dan Tubing Intake Pressure

f. Pilih harga qL dan ΔP yang bersangkutan dari gambar diatas, maka Pup dan Pdn

didapatkan pula. Jika harga qL ditentukan sebagai qL optimum sebesar 60%

dari qL maksimum maka didapatkan :

qL optimum = 60% x qL maksimum

= 60% x 2489

= 1494 STB/D

Pup = 440 psig

Pdn = 1275 psig

ΔPpump = Pdn - Pup

= 1275 – 440

= 835 psig

38
4.1.1 Grafik Pump Discharge Pressure

1. Tentukan ukuran pompa berdasarkan pompa yang terpasang.

2. Hitung berat jenis fluida pada kondisi standar, dengan persamaan :

ρfsc=350 x wc x γwsc+350 x 1-wcx γosc+0.0764 x GIP x GLR x γgsc

= 350 x 92% x 1.05 + 350 x (1 - 92%) x 0.83 + 0.0764 x 25% x 308 x 0.707

= 365.57 lb/STB

3. Asumsikan beberapa nilai laju alir produksi dalam stbl/day, dan untuk tiap – tiap

laju alir lakukan perhitungan sebagai berikut :

a. Misalnya untuk laju alir 800 stb/d, tekanan discharge yang dibutuhkan (P3.0) =

1200 psig

b. Pilih beda tekanan penurunan (ΔP3). Dalam analisis ini ΔΡ3 = 50 psig

c. Hitung jumlahnya Ax∆P3qsc, dimana

A=803.3141ρfsc=803.3141365.57=2.211

maka Ax∆P3qsc=2.211x50800=0.138

d. Hitung tekanan discharge dikurangi dengan beda tekanan penurunan (P3.1),

dengan menggunakan persamaan : P3.i=P3.i-1-∆P3=1200-50=1150 psi dan

hitung tekanan rata – ratanya; P3.1=P3i-1+P32=1200+11502=1175 psig

e. Tentukan faktor volume VF pada tekanan P3.1 (1175 psig)

VF=wc+1-wcxBo+GIPxGLR-1-wcxRsxBg=1.19

dimana

38
Bo=0.972+0.000147xF1.175=0.972+0.000147x467.71.175=1.17

F=RsxSGgSGo0.5+1.25xT=262.03x0.7070.830.5+1.25x180=467.7
Rs=γgxP18x100.0125x°API100.0009xT10.83

=0.707x117518x100.0125 x 38.5100.0009x18010.83=262.03 scf/STB


Bg=0.00504xZxTP=0.00504x0.888x(180+460)1175=0.002463

Z = 0.888 (grafik compresibility faktor After Standing and Katz)

GIP (gas yang masuk ke dalam pompa) = 25%

kemudian hitung volume Vl = q x VF = 800 x 1.19 = 952.3 res.bbl/D

f. Baca hi (head per stage) pada Vi dari kurva kemampuan pompa untuk harga

speed yang bervariasi. Untuk speed 45 Hz dan laju alir 952.3 res.bbl/D

diperoleh hi= 15.4 ft/stage.

g. Ulangi langkah c sampai dengan f untuk (P3.2), (P3.3), (P3.4), , dan seterusnya

hingga tekanan intake tercapai pada jumlah stage 160. Dengan interpolasi,

diperoleh harga pressure intake pump pada 160 Hz = 393,5 psig untuk laju

alir 800 STB/D dengan speed 45 Hz.

h. Ulangi langkah c sampai g untuk speed 50 Hz, 55 Hz, 60 Hz, 65 Hz, 70 Hz

Tabel 4.6 Interpolasi & Ekstrapolasi PIP untuk laju alir 800 STB/D

38
PIP, psig 45 Hz 50 Hz 55 Hz 60 Hz 65 Hz 70 Hz
450 144.80
400 158.13
350 172.48
300 146.95
250 160.81
200 178.86
150 137.65 126.17 103.44 87.04
100 157.18 164.62 125.08 102.09
50 285.37

i. Ulangi langkah a sampai h untuk laju alir 1000 STB/D, 1500 STB/D, 1800

STB/D, dan 2000 STB/D.

1. Buat tabel yang meliputi data asumsi laju alir, tekanan discharge yang

dibutuhkan, dan tekanan intake dari tiap – tiap speed.

Tabel 4.7 PIP untuk berbagai speed

qL, Pdn, PIP untuk pompa 160 stages


STB/D psig 45 Hz 50 Hz 55 Hz 60 Hz 65 Hz 70 Hz
800 1200 393.5 253 148.9 106 19.3
1000 1230 500 330 213.7 162 77.1
1200 1250 645 440 310 228 150 65
1500 1270 900.4 698.6 502 338.3 263.4 155.9
1800 1300 1246 1050 780 565 415 290
2000 1320 1265 992.6 734 519.7 373.2

2. Berdasarkan tabel yang dibuat pada langkah 4, Plot data – data antara tekanan

intake dengan asumsi laju alir pada speed yang bervariasi dan digabungkan

dengan kurva IPR STB/D pada skala dan grafik yang sama.

37
Gambar 4.6 Grafik Inflow & Outflow Pompa ESP ODI RA16/ 160 stages

39
2.3.3 Pembahasan Sumur KS-08 dengan ODI RA16/160 stages pada Laju Alir

Optimum

Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa dengan menggunakan sistim nodal,

didapatkan grafik inflow dan outflow terlihat pada gambar 4.4. Dari gambar tersebut

terlihat bahwa ESP ODI RA16/160 stages pada speed 65Hz dan 70 Hz tidak masuk

dalam range kapasitas pompa. Pada speed 65 Hz diperlukan PIP sebesar 373 psig dan

speed 70 Hz diperlukan PIP sebesar 319 psig sedangkan PIP minimum pompa adalah

399 psi.

Dari penentuan harga qL sebesar 1494 STB/D, didapatkan speed 55 Hz

mempunyai rate sebesar 1440 psig dimana mendekati laju alir optimum. Data ini

dapat dilihat pada grafik berikut :

Gambar 4.7 Grafik Inflow dan Outflow pada Speed 55 Hz

37