Anda di halaman 1dari 7

TUGAS TELEMATIKA

LAYER PHYSICAL DAN LAYER DATA LINK

Disusun Oleh:

Fathan Sidiq

07/253243/PA/11581

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI


JURUSAN ILMU KOMPUTER DAN ELEKTRONIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2011
LAYER PHYSICAL DAN LAYER DATA LINK

I. PENDAHULUAN

OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah model arsitektur


komunikasi yang dibuat oleh ISO (International Organization for
Standardization). Arsitektur ini berfungsi untuk menghubungkan komputer-
komputer dari vendor-vendor yang berbeda. Model OSI ini terbagi 7 layer dan
layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer.

7th Layer: Application Services


6th Layer: Presentation Sevices
5th Layer: Session Communication
th
4 Layer: Transport Communication
3rd Layer: Network Communication
2nd Layer: Data Link Physical Connection
1st Layer: Physical Physical Connection
Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu
layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7)
adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer
Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan
oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer
Physical dan layer Application.

II. PEMBAHASAN

Pada kesempatan kali ini, penulis akan membatasi bahasan hanya mengenai Layer 1:
Physical dan Layer 2: Data Link

2.1. Layer Physical

Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan
optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat
ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan
konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub
dan network card adalah berada pada layer ini.

Beberapa Fungsi dari layer ini adalah:

a. Memindahkan bit antar devices (mengirim dan menerima bit),


spesifikasinya berupa voltase, wire, speed, pin pada kabel, contohnya
EIA/TIA-232, v.35,
b. Berkomunikasi langsung dengan jenis media transmisi
c. Merepresentasikan bit tergantung dari media dan protocol yang
digunakan, menggunakan frekuensi radio, dan state transition
(perubahan tegangan listrik dari rendah ke tinggi dan sebaliknya)
d. Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, procedural dan fungsional,
mempertahankan dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem
Contoh Layer Physical:

Hub

Network Components:

 Repeater
 Multiplexer
 Hubs (Passive and Active)
 TDR
 Oscilloscope
 Amplifier

Protocol:

 IEEE 802 (Ethernet standar)


 IEEE 802.2 (Ethernet Standar)
 ISO 2110
 ISDN
2.2.Layer Data Link

Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical,


karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara
media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link
bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang
lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame
(blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus
(802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.

Contoh :

Network components:

 Bridge

 Switch

 ISDN Router

 Intelligent Hub

 NIC

 Advanced Cable Tester


Protocols:

Media Access Control:

Communicates with the adapter card

Controls the type of media being used:

 802.3 CSMA/CD (Ethernet)


 802.4 Token Bus (ARCnet)
 802.5 Token Ring
 802.12 Demand Priority

Logical Link Control

 error correction and flow control


 manages link control and defines SAPs

802.2 Logical Link Control

III. KESIMPULAN

1. OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah model komunikasi untuk


menghubungkan komputer-komputer dari vendor yang berbeda.
2. OSI memiliki 7 layer, yaitu physical, data link, network, transport, session,
presentation, dan application.
3. Layer Physical bertanggungjawab atas proses data menjadi bit dan
mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar
sistem
4. Layer Data Link menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame
yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media.
nKomunikasinya dengan kartu jaringan, dan mengatur komunikasi sistem koneksi
layer physical dan penanganan eror.
IV. DAFTAR PUSTAKA

1. Model jaringan 7 OSI Layer.pdf


2. Bab2-OSI Layer.pdf
3. OSI LAYER (2009).pdf