Anda di halaman 1dari 3

Pengendalian Pemrosesan dan Penyimpanan Data

Contohnya : teknisi yang bekerja lembur untuk memperbaiki mesin cetak di


Webco Press do Lapeer, Michigan, dipercayai untuk menyelesaikan tugasnya tanpa
pengawasan. Teknisi tersebut mendapat akses ke computer utama Webco dan
mencetak daftar pelanggan perusahaan, lengkap dengan harga-harga.

Pengendalian-pengendalian umum yang membantu mempertahankan integritas


pemrosesan data dan penyimpanan data adalah sebagai berikut :

• Kebijakan dan prosedur. Pegawai harus menandatangani kontrak yang


mewajibkannya untuk mempertahankan kerahasiaan perusahaan.

• Fungsi pengendalian data. Aplikasi yang memasukkan banyak formulir kertas


ke dalam system harus memiliki fungsi pengendalian data.

• Prosedur rekonsialisasi

• Rekonsialisasi data eksternal

• Pelaporan penyimpangan

• Pemeriksaan sirkulasi data

• Nilai default

• Pencocokan data

• Label file

• Mekanisme perlindungan penulisan

• Mekanisme perlindungan database

• Pengendalian konversi data

• Pengamanan data

Pengendalian Output
Perusahaan harus membentuk, mendokumentasikan, dan mengikuti prosedur yang
didesain untuk memastikan bahwa semua output system sesuai dengan tujuan,
kebijakan, dan standar integritas perusahaan. Prosedur tersebut akan memastikan
bahwa perusahan melakukan hal berikut ini :

• Meninjau kelogisan dan kesesuaian format semua output


• Merekonsialisasi total pengendalian input dan output yang berkaitan setiap
hari

• Mendistribusikan output computer ke departemen pemakai yang sesuai

• Melindungi output yang sensitive dan rahasia yang dikirim ke pemakai


melalui akses, modifikasi, dan kesalahan pengiriman yang tidak terotorisasi

• Menyimpan output yang sensitive dan rahasia di area yang aman

• Mewajibkan pemakai untuk meninjau secara hati-hati kelengkapan dan


ketepatan semua output computer yang mereka terima

• Menyobek menghancurkan data yang sangat rahasia, eperti daftar


pelanggan, data penelitian, dan catatan penggajian yang tidak lagi
dibutuhkan

Pengendalian Transmisi Data

Organisasi harus mengambil langkah untuk melindungi informasi rahasia


secara memadai ketika informasi tersebut dikirim dari satu lokasi ke lokasi
yang lain. Organisasi harus mengurangi resiko kegagalan transmisi data
seperti : akses yang tidak diotorisasi, modifikasi data, dan pengiriman data
ke lokasi yang salah.

Kesalahan transmisi data diminimalkan dengan menggunakan enkripsi data,


verifikasi routing, pemeriksaan kesamaaan, dan teknik pengetahuan pesan.

Enkripsi data (Kriptografi)

Dengan pertumbuhan internet dan perdagangan elektronik yang sangat


pesat, emkripsi data (kriptografi) telah menjadi pengendali yang sangat
pentong. Kriptografi adalah ilmu kode rahasia dan digunakan untuk
memastikan bahwa transmisi data dan transaksi perdagangan elektronik
membatasi akses data dan atau penggunaan untuk personil yang memiliki
otorisasi.

Prosedur verifikasi routing


Beberapa prosedur verifikasi routing dapat memastikan bahwa pesan tidak
diarahkan ke alamat system yang salah, data yang dikirim dapat diberikan
label judul yang mengidentifikasi tujuannya yang digunakan oleh system
untuk memverifikasi bahwa tujuannya valid dan memiliki otorisasi untuk
menerimanya

Pemeriksaan kesamaan (parity)

Pemeriksaan kesamaan adalah memverifikasi bahwa ada jumlah satu yang


genap (atau ganjil) dan dilakukan oleh alat-alat yang menerima data.
Pemeriksaan ganda penting dalam telekomunikasi, karena gangguan yang
sering muncul dapat menyebabkan hilangnya dua atau lebih bit yang
berdekatan. Pemeriksaan kesamaan secara satu dimensi tidak akan
mendeteksi semua kesalahan.

Prosedur pengenalan pesan

• Pemeriksaan ulang (echo check)

• Label jalur (label trailer)

• Batch bernomor ( numbered bathches)

Pengendalian transmisi data untuk EDI dan EFT

Prosedur pengendalian akses logis yang ketat merupakan hal yang penting,
dengan password dan nomor telepon penghubung diubah secara berkala. Enkripsi
harus digunakan untuk mengamankan data yang disimpan serta data yang dikirim.
Rincian semua transaksi harus dicatat yang ditinjau ulang secara berkala untuk
mengetahui jika ada transaksi yang tidak valid.