Anda di halaman 1dari 24

ALU (Arithmetic and Logic Unit)

Arithmatic and Logic Unit (ALU), adalah salah satu bagian/komponen dalam sistem di


dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan
operasi/perhitungan aritmatika dan logika (seperti penjumlahan, pengurangan dan beberapa
logika lain), ALU bekerja sama dengan memori. Dimana hasil dari perhitungan di dalam
ALU di simpan ke dalam memori.
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi
yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan
sistem bilangan biner (two’s complement).
ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan
disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam
memori.
Pada saat sekarang ini sebuah chip/IC dapat mempunyai beberapa ALU sekaligus yang
memungkinkan untuk melakukan kalkulasi secara paralel. Salah satu chip ALU yang
sederhana (terdiri dari 1 buah ALU) adalah IC 74LS382/HC382ALU (TTL). IC ini terdiri
dari 20 kaki dan beroperasi dengan 4×2 pin data input (pinA dan pinB) dengan 4 pin keluaran
(pinF).
  Fungsi ALU unit ini adalah untuk melakukan suatu proses data yang berbentuk angka
dan logika, seperti data matematika dan statistika. ALU terdiri dari register-register untuk
menyimpan informasi. Tugas utama dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatika
(matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. Sirkuit yang digunakan oleh ALU
ini disebut denganadder karena operasi yang dilakukan dengan dasar penjumlahan. Tugas lain
dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi sesuai dengan instruksi program yaitu
operasi logika (logical operation). Operasi logika meliputi perbandingan dua buah elemen
logika dengan menggunakan operator logika, yaitu :
 Sama dengan (=)
 Tidak sama dengan ( <> )
 Kurang dari ( < )
 Kurang atau sama dengan dari ( <= )
 Lebih besar dari ( > )
 Lebih besar atau sama dengan dari ( >= )
Arithmetic and Logic Unit (ALU):
Bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini
mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. Seperti istilahnya
ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing –
masing memiliki spesifikasi tugas sendiri.

2. Integer Representation (Representation Iinteger)


Representasi Integer
Bilangan yang digunakan untuk mekanisme representasi data komputer adalah bilangan
biner,
semua itu biasA terjadi karena factor-faktor berikut :
1. komputer secara elektronika hanya mampu membaca 2 kondisi sinyal
- ada tegangan / ada sinyal
- tidak ada tegangan / tidak ada sinyal

2. kondisi tersebut yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan dan kode-kode


biner
- ada tegangan sebagai representasi nilai 1
- tidak ada tegangan sebagai representasi nilai 0

Sistem bilangan

Sistem bilangan merupakan tata aturan atau susunan dalam menentukan nilai suatu bilangan, 
antara lain sistem desimal, biner, hexadesimal, oktal, BCD, Grey Code, 
Exess-3 dan lain-lainnya yang dibagi berdasarkan basis yang digunakan dalam penentuan
nilai
dari bilangan tersebut. Jenis-jenis Sistem bilangan yaitu:
1. Desimal
2. Biner
3. Heksadesimal
4. Oktal

Sistem bilangan yang umum dipakai adalah sistem bilangan desimal.

1. Desimal
Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasis 10 (tiap bilangan dalam sistem tersebut
dikalikan dengan 10x),
terdiri dari angka : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.

2. Biner
Merupakan suatu system bilangan yang berbasiskan 2 (tiap bilangan dalam sistem tersebut
dikalikan dengan 2x), 
terdiri dari angka 0 dan 1.

3. Heksadesimal
Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasiskan 16 (tiap bilangan dalam sistem tersebut
dikalikan dengan 16x), terdiri dari 10 angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 6 huruh yaitu
A, B, C, D, E, F.

4. Oktal
Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasiskan 8 (tiap bilangan dalam sistem tersebut
dikalikan dengan 8x), terdiri dari delapan angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.

5. BCD (Binary-Coded decimal)


Merupakan format untuk merepresentasikan bilangan desimal (integer) dengan empat bit
(satu nibble) untuk setiap angka penyusunnya

6. Gray Code
Merupakan sistem bilangan yang memliki sistem mirip dengan biner hanya saja dalam
susunan bilangan ini yang boleh berubah pada urutan selanjutnya hanya 1 angka. Misalnya
001 berikutnya 011 berikutnya 010 dan selanjutnya

7. Excess-3
Merupakan sistem bilangan yang secara sederhana dapat diartikan sebagai bilangan biner
yang memiliki lebih tiga angka dari bilangan biner biasa. Contohnya 0 = 011, 1 = 100, 2 =
101 dan seterusnya.

3. Floating Point Representation

Representasi Integer oleh Biner


     Dalam sistem bilangan biner ada 4 macam sistem untuk merepresentasikan integer
       - representasi unsigned integer 
       - representasi nilai tanda (sign magnitude)
       - representasi bias
       - representasi komplemen dua (2’s complement)

1. Unsigned Integer
-Untuk keperluan penyimpanan dan pengolahan komputer diperlukan bilangan biner yang
terdiri atas 0 dan 1
-1 byte (8 bit binary digit) dapat digunakan untuk menyatakan bilangan desimal dari 0 – 255
Kelemahan Unsigned Integer
- hanya dapat menyatakan bilangan positif
- sistem ini tidak bisa digunakan untuk menyatakan bilangan integer negatif
2. Representasi Nilai Tanda (sign magnitude) 
-Karena kelemahan unsigned integer
-Dikembangkan beberapa konvensi untuk menyatakan bilangan integer negatif 
Konvensi 
-Perlakuan bit yang paling kiri (MSB) di dalam byte sebagai tanda
-Bila MSB = 0 maka bilangan tersebut positif
-Jika MSB = 1 maka bilangan tersebut negatif
Kelemahan sign magnitude
Adanya representasi ganda pada bilangan 0, yaitu
3. Representasi Bias
 -Digunakan untuk menyatakan exponen (bilangan pemangkat) pada representasi floating
point
 -Dapat menyatakan bilangan bertanda, yaitu dengan mengurutkan dari bilangan negative
terkecil  dapat dijangkau sampai bilangan positif paling besar yang bisa dijangkau
 -Mengatasi permasalahan pada sign magnitude yaitu +0 dan -0
4. Representasi komplemen 2 (two’s complement)
Merupakan perbaikan dari representasi nilai bertanda (sign magnitude) yang mempunyai
kekurangan pada operasi penjumlahan dan pengurangan serta representasi nilai 0

Bilangan Negatif Pada 2’s Complement

1. Sistem bilangan dalam 2’s complement menggunakan bit paling kiri (MSB) sebagai bit
tanda
dan sisanya sebagai bit nilai seperti pada sign magnitude

2. Bilangan negatif dalam 2’s complement dibentuk dari:


- komplemen satu dari bilangan biner semula (nilai positif)
- menambahkan 1 pada LSB

4. Floating Point Arithmetic


Floating Point Arithmetic untuk operasi matematika.
ALU (Arithmetic Logical Unit) merupakan unit penalaran secara logic. ALU ini adalah
merupakan Sirkuit CPU berkecepatan tinggi yang bertugas menghitung dan membandingkan.
Angka-angka dikirim dari memori ke ALU untuk dikalkulasi dan kemudian dikirim kembali
ke memori.
Jika CPU diasumsikan sebagai otaknya komputer, maka ada suatu alat lain di dalam CPU
tersebut yang kenal dengan nama Arithmetic Logical Unit (ALU), ALU inilah yang berfikir
untuk menjalankan perintah yang diberikan kepada CPU tersebut.
ALU sendiri merupakan suatu kesatuan alat yang terdiri dari berbagai komponen perangkat
elektronika termasuk di dalamnya sekelompok transistor, yang dikenal dengan nama logic
gate, dimana logic gate ini berfungsi untuk melaksanakan perintah dasar matematika dan
operasi logika.
Kumpulan susunan dari logic gate inilah yang dapat melakukan perintah perhitungan
matematika yang lebih komplit seperti perintah “add” untuk menambahkan bilangan, atau
“devide” atau pembagian dari suatu bilangan. Selain perintah matematika yang lebih komplit,
kumpulan dari logic gate ini juga mampu untuk melaksanakan perintah yang berhubungan
dengan logika, seperti hasil perbandingan dua buah bilangan.
Instruksi yang dapat dilaksanakan oleh ALU disebut dengan instruction set. Perintah yang
ada pada masing-masing CPU belum tentu sama, terutama CPU yang dibuat oleh pembuat
yang berbeda, katakanlah misalnya perintah yang dilaksanakan oleh CPU buatan Intel belum
tentu sama dengan CPU yang dibuat oleh Sun atau perusahaan pembuat mikroprosesor
lainnya. Jika perintah yang dijalankan oleh suatu CPU dengan CPU lainnya adalah sama,
maka pada level inilah suatu sistem dikatakan compatible.
Sehingga sebuah program atau perangkat lunak atau software yang dibuat berdasarkan
perintah yang ada pada Intel tidak akan bisa dijalankan untuk semua jenis prosesor,kecuali
untuk prosesor yang compatible dengannya.
Seperti halnya dalam bahasa yang digunakan oleh manusia, instruction set ini juga memiliki
aturan bahasa yang bisa saja berbeda satu dengan lainnya. Bandingkanlah beda struktur
bahasa Inggris dengan Indonesia, atau dengan bahasa lainnya, begitu juga dengan instruction
set yang ada pada mesin, tergantung dimana lingkungan instruction set itu digunakan.
ALU melakukan perhitungan berdasarkan aritmatika yang terjadi sesuai dengan instruksi
program. Alu melakukan operasi aritmatika berdasarkan penjumlahan. Operasi pengurangan,
perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. Sirkuit elektronik di ALU =
adder.
Cara Pendesinan pada ALU hampir sama dengan mendesain enkoder, multiplexer, dan
diMultiplexer. Rangkaian utama yang digunakan untuk melakukan perhitungan ALU adalah
Adder.
Rangkaian pada ALU (Arithmetic and Logic Unit) yang digunakan untuk menjumlahkan
bilangan dinamakan dengan Adder. Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika,
Adder juga disebut rangkaian kombinasional aritmatika.

Unit Aritmetika dan Logika merupakan bagian pengolah bilangan dari sebuah komputer. Di
dalam operasi aritmetika ini sendiri terdiri dari berbagai macam operasi diantaranya adalah
operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Mendesain ALU juga
memiliki cara yang hampir sama dengan mendesain enkoder, dekoder, multiplexer, dan
demultiplexer. Rangkaian utama yang digunakan untuk melakukan perhitungan ALU adalah
Adder.
Adder
Rangkaian ALU (Arithmetic and Logic Unit) yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan
dinamakan dengan Adder. Karena Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika,
maka Adder juga sering disebut rangkaian kombinasional aritmetika. ALU akan dijelaskan
lebih detail pada bab 3. Ada 2 jenis Adder :
1. Rangkaian Adder yang hanya menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.
2. Rangkaian Adder yang menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.
3. Rangkaian Adder yang menjumlahkan banyak bit disebut paralel Adder
Half Adder
Rangkaian half adder merupakan dasar penjumlahan bilangan biner yang masing-masing
hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1. Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
2. Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
3. Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. dengan nilai pindahan Cy(Carry
Out) = 1.
Dengan demikian, half adder memiliki 2 masukan (A dan B) dan dua keluaran (S dan
Cy).
Dari tabel diatas, terlihat bahwa nilai logika dari Sum sama dengan nilai logika dari gerbang
XOR, sedangkan nilai logika Cy sama dengan nilai dari gerbang logika AND. Dari tabel
tersebut, dapat dibuat rangkaian half adder seperti pada gambar berikut:

Full Adder
Full adder mengolah penjumlahan untuk 3 bit bilangan atau lebih (bit tidak terbatas), oleh
karena itu dinamakan rangkaian penjumlah lengkap. Perhatikan tabel kebenaran dari Full
adder berikut :
Dari tabel diatas dapat dibuat persamaan boolean sebagai berikut :
S=ABC+ABC+ABC+ABC
S=AÅBÅC
Cy = A B C + A B C + A B C + A B C
Dengan menggunakan peta karnaugh, Cy dapat diserhanakan menjadi :
Cy = AB + AC + BC
Parallel Adder
Parallel Adder adalah rangkaian Full Adder yang disusun secara parallel dan berfungsi untuk
menjumlah bilangan biner berapapun bitnya, tergantung jumlah Full Adder yang
diparallelkan. Gambar berikut menunjukkan Parallel Adder yang terdiri dari 4 buah Full
Adder yang tersusun parallel sehingga membentuk sebuah penjumlah 4 bit.
Contoh:
Penjumlahan
Komputer hanya dapat melakukan proses aritmetika menggunakan bilangan biner. Semua
sistem bilangan harus diubah terlebih dahulu ke biner agar dapat diproses. Proses yang biasa
dilakukan oleh komputer untuk menjumlahkan sistem bilangan desimal biasanya adalah
menyandikan ke 8421BCD terlebih dahulu sebelum dijumlahkan. Sebelum mempelajari
tentang penjumlahan pada 8421BCD, ada baiknya mengetahui cara menjumlahkan bilangan
biner.
a. Penjumlahan Biner
Ada 4 kondisi yang terjadi pada penjumlahan biner yaitu apabila 0 + 0, 0 + 1, 1 + 0, dan 1 +
1. Jika yang terjadi adalah 1 + 1, kita tidak dapat menyatakan hasil jumlah dalam satu digit.
Tetapi kita harus melakukan penyimpanan (Carry Out) kedalam kolom yang lebih tinggi. Ini
berlaku untuk seluruh sistem bilangan. Sebagai contoh pada bilangan desimal 2 + 5 = 7
dengan carry out = 0, 9 + 9 = 8 dengan carry out = 1.
Contoh :
Penjumlahan 8421BCD
Sandi 8421BCD hanya menggunakan bilangan biner untuk 0 sampai 9, karena yang
disandikan hanya 1 digit angka desimal. Dalam penjumlahan yang perlu diperhatikan
adalah jika hasilnya lebih dari 9 sehingga akan dihasilkan auxillary carry (Carry dari
bilangan keempat LSB) maupun carry dari MSB.
Berikut adalah aturan penjumlahan sandi 8421BCD:
Jika jumlah biner dan jumlah BCD sama, yaitu AC (Auxillary Carry) = 0 dan Carry
= 0 maka tidak diperlukan aturan tambahan.
Contoh :
Bilangan 1 = 0 1 1 0 0 0 1 0 (BCD) = 6 2 (desimal)
Bilangan 2 = 0 0 1 0 0 1 0 1 (BCD) = 2 5 (desimal) +

Biner = 1000 01 1 1 (Cy=0:AC=0)


Biner = 1000 01 1 1 = 8 7 (desimal)

Jika jumlah biner tidak sama dengan jumlah desimal maka memerlukan pengaturan
tambahan :
Jika Auxillary Carry (AC) = 0 atau AC = 1 dan Carry (Cy) = 0 dimana hasil penjumlahan
binernya lebih dari 9 desimal, maka perlu ditambahkan 6 pada nible rendah tersebut, dan
tambahkan 1 pada nible yang lebih tinggi.
Contoh :
Pengurangan
Pengurangan pada dasarnya merupakan penjumlahan, yaitu penjumlahan dengan
bilangan negatif.
500 – 255 = 245 (Pengurangan)
500 + (-)255 = 245 (Penjumlahan)
Komputer hanya bekerja pada bilangan “0” dan “1” dan tidak mengenal bilangan
negatif. Untuk menunjukkan bilangan negatif, komputer menggunakan tanda modulus
(Modulus Sign). Pada penjumlahan desimal tanda modulus yang digunakan adalah “0” untuk
bilangan positif dan “9” untuk bilangan negatif. Untuk bilangan negatif,
pada operasi penjumlahannya, harus dikomplemen. Komplemen yang digunakan pada
bilangan desimal adalah komplemen10 dan komplemen9.
Pengurangan Bilangan Desimal
Komplemen -10
Pada komplemen10, bilangan negatif dikurangkan 9, kemudian ditambahkan 1 pada
bit terakhir. Pada penjumlahannya, bila ada carry, carry tersebut dapat dihilangkan.
Tanda modulus ikut dijumlahkan.
Contoh :
Komplemen-10 dari -255.
-2 5 510 = (9) 7 4 510 (angka 9 menunjukkan tanda modulusnya).
Komplemen -9
Pada komplemen9, bilangan negatif dikurangkan 9. Bila ada carry, maka carry ikut
dijumlahkan pada hasil akhir.
Contoh :
Komplemen -9 dari -255.
-2 5 510 = (9) 7 4 410 (angka 9 menunjukkan tanda modulusnya).

Bila hasil akhir bernilai negatif, maka nilainya harus dikomplemen lagi (Berlaku
untuk komplemen-10 dan komplemen-9).
Jika komplemen10, maka hasil akhir setelah dikomplemen harus ditambah 1. Jika
komplemen-10, hasil akhirnya merupakan hasil sebenarnya (tidak perlu ditambah 1).
Contoh :

Pengurangan Bilangan Biner


Pada penjumlahan biner, komplemen yang digunakan adalah komplemen-2 dan
Komplemen-1. Untuk mendapatkan komplemen bilangan biner, cukup dengan membalik
angkanya saja. Jika “0” dibalik menjadi “1”, dan jika “1” dibalik menjadi
“0”. Komplemen-2 mirip dengan komplemen10 pada bilangan desimal (Carry
dihilangkan), sedangkan komplemen1 mirip dengan komplemen-9 (Carry ditambahkan pada
hasil akhir).

Komplemen2
Contoh :
Pengurangan antara 910 (10012) dengan 510 (01012)
Komplemen-2 dari –5 (0101).
Bila hasil akhir bernilai negatif, maka nilainya harus dikomplemen lagi (Berlaku untuk
komplemen-2 dan komplemen-1).
Jika komplemen-2, maka hasil akhir setelah dikomplemen harus ditambah 1. Jika
komplemen1, hasil akhirnya merupakan hasil sebenarnya (tidak perlu ditambah 1).
Contoh :
Perkalian
Perkalian antara bilangan biner adalah perkalian yang paling mudah diantara sistem
bilangan lainnya.

Pada Teknik Komputer, perkalian dilakukan menggunakan register geser kanan (Shift Right
Register). Perhatikan contoh berikut :
Register A untuk menyimpan data yang akan dikalikan (Multiplicand).
Register B untuk menyimpan data pengali (Multiplier).
Register P untuk menyimpan hasil perkalian.
Pembagian
Kebalikan dari perkalian, pembagian (Division) adalah suatu bentuk dari pengurangan yang
dilakukan berulangulang. Dan proses ini juga dapat dilakukan pada rangkaian logika dengan
cara pengurangan dan penggeseran ke kiri (menggunakan shiftleft register). Berikut adalah
aturan dari pembagian:
Kurangkan bilangan pembagi (Divisor) dari MSB bilangan yang akan dibagi (Dividend), lihat
hasil pengurangan.
Bila hasilnya 1 atau positif :
Berarti hasil pembagian (Product) adalah 1. Setelah itu hasil pengurangan digeser kekiri satu
bit, dan dimulai lagi pengurangan oleh bilangan pembagi (Divisor).
Bila hasilnya 0 atau negatif :
Berarti hasil pembagian (Product) adalah 0. Dalam hal ini sebelum digeser ke kiri
harus ditambah dulu dengan bilangan pembagi (Divisor). Setelah digeser ke kiri satu
bit, dimulai lagi proses pengurangan oleh bilangan pembagi. Pengurangan oleh
bilangan pembagi dilakukan dengan penjumlahan komplemen2.
Bila dalam
penjumlahan tersebut terdapat pindahan (Carry), maka carry tersebut diabaikan.
Perhatikan contoh berikut :
1010 : 410 = 10102 : 1004

Catatan : Karena ada hasil pengurangan yang negatif, maka digit yang dihasilkan
setelah itu adalah digit pecahan, sehingga hasil yang benar 10,12 atau 2,510.
MEMORI

Karakteristik Sistem Memori


1. Kapasitas 4. Kinerja
2. Satuan Transfer 5. Tipe Fisik
3. Metode Akses 6. Karakteristik Fisik

Secara garis besar, Memori dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Memori Utama
dan Memori Pembantu.

Memori Utama
Beberapa parameter dalam Memori Utama :

Memori

Memori Memori
Utama Pembantu

Internal Eksternal - Disk Magnetik


- RAM - ROM - Pita Magnetik
- DRAM - PROM - Floppy Disk
- SDRAM - EPROM - Drum Magnetik
- EEPROM - Optical Disk
- Cache

1. Kapasitas
Kapasitas dinyatakan dalam byte (1 byte = 8 bit) atau word. Panjang word yang umum
adalah 8, 16, dan 32 bit.
2. Satuan Transfer
Satuan transfer sama dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari
modul memori. Tiga konsep dalam satuan transfer :
 Word. Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk
representasi bilangan dan panjang instruksi.
 Addressable Units. Pada sejumlah sistem, Addressable Unit adalah word.
Hubungan antara panjang A suatu alamat dan jumlah N addressable unit adalah
2A = N.
 Unit of Transfer. Adalah jumlah bit yang dibaca atau yang dituliskan ke dalam
memori pada suatu saat.

3. Metode Akses.
Terdapat empat jenis metode :
 Sequential Access. Memori diorganisasikan menjadi unit-unit data yang disebut
record.
 Direct Access. Direct Access meliputi shared read/write mechanism. Setiap blok
dan record memiliki alamat-alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
 Random Access. Waktu untuk mengakses lokasi tertentu tidak tergantung pada
urutan akses sebelumnya dan bersifat konstan.
 Associative. Sebuah word dicari berdasarkan pada isinya dan bukan berdasar
pada alamat.
Metode Sequential Access dan Direct access, biasanya dipakai pada Memori
pembantu. Metode Random Access dan Associative dipakai dalam Memori Utama.

4. Kinerja.
Pada memori utama, terdapat tiga buah parameter unjuk kerja :
 Access Time. Bagi RAM, access time merupakan waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan operasi baca atau tulis. Bagi non RAM, access time adalah waktu
yang dibutuhkan untuk melakukan mekanisme baca tulis pada lokasi tertentu.
 Memory Cycle Time. Terdiri dari access time ditambah dengan waktu tambahan
yang diperlukan transient agar hilang pada saluran signal atau untuk
menghasilkan kembali data bila data ini dibaca secara destruktif.
 Transfer Rate. Transfer rate adalah kecepatan data agar dapat ditransfer ke unit
memori atau ditransfer dari unit memori. Pada RAM, transfer rate = 1/(waktu
siklus). Bagi non RAM terdapat hubungan
N
TN = TA +
R
TN = Waktu rata-rata untuk membaca atau menulis N bit.
TA = Waktus access rata-rata.
N = Jumlah bit.
R = Kec. transfer, dalam bit per detik (bps).

5. Tipe Fisik
Memori Utama dikemas dalam sebuah Chip / IC. Dua jenis yang umum digunakan
saat ini adalah memori semikonduktor yang memakai teknologi SLI dan VSLI.

6. Karakteristik Fisik
Pada memori volatile, informasi akan hilang apabila daya listrik dimatikan. Untuk
memori non volatile, informasi tetap akan tersimpan meskipun daya listrik dimatikan.

Memori Semi Konduktor Random Access

Tipe Memori Kategori Penghapusan Mekanisme Volatilitas


penulisan
RAM Read- Electrically byte level Electrically Volatile
write
Read-only
ROM Read only Mask
Tidak mungkin
PROM memory
EPROM Sinar Ultra Violet
Read Non Volatile
Flash Electrically block level
mostly
memory
memory
EEPROM Electrically byte level

Menurut mekanisme yang digunakan untuk menyimpan dan memanggil data, memori utama
dapat diklasifikasikan atas Random Access Memory dan Content Addressable Memory.
1. RAM (Random Access Memori)

RAM diakses melalui alamat, semua lokasi yang dapat dialamati dapat diakses secara acak
(random) dan membutuhkan waktu akses yang sama tanpa tergantung pada lokasi fisiknya
didalam memori. Terdapat dua jenis RAM, statik dan dinamik.
RAM dinamik tersusun oleh sel-sel yang menyimpan data sebagai muatan listrik pada
kapasitor.
RAM statik menyimpan nilai-nilai biner dengan menggunaan konfigurasi gate logik flip-flop.

RAS CAS W OE

Timing and Control

Refresh
Counter

MUX
Row
Row
.. Memory Array
A0 Address
De-
coder . (2086 x 2048 x 4)

..
A1 Buffer
.... Data Input
.
A10 Column Sense Amplifier
Buffer D1
D2
D3
Data Output D4
Address and I/O gate Buffer
Buffer
Column Decoder

Organisasi DRAM 16 Mbyte

2. CAM (Content Addressable Memory)

Pada CAM, memori diakses berdasarkan isi, bukan alamat. Pencarian data dilakukan
secara simultan dan paralel dengan basis isi memori. CAM disebut juga sebagai memori
Asosiatif.

n- 1 0
Argumen
A Register (A)

0
Input (n)
Associative Match
Read (n) M Register (M)
memory
Write (n)
m-1
(n)
Output

Diagram awal memori Asosiatif


Implementasi Memori Utama

1. Memori Stack

Memori Stack merupakan struktur data tidak tetap yang digunakan untuk menyimpan alamat
kembali dan parameter yang dilalui dalam subroutine call dan return, memanipulasi alamat
serta operasi aritmatika.

Data Data
Out In
(n) (n)
Data out of Data out of
Register 0 register i - 1 register i + 1
(n) (n) (n) (n)

Register 1 2 x 1 MUX PUSH/POP

(n) (n) (n)


Load
Register 2 Register i ENABLE
(n) (n)

(n) To 2 x 1 MUXs
of registers
Register K - 1 i + 1 and i - 1

Blok diagram Register control logic

Pada gambar diatas, perintah PUSH dan POP berguna untuk memanipulasi data pada
stack.

2. Memori Modular

Dalam memori modular, RAM dipisah menjadi modul-modul yang berbeda, yaitu MAR dan
MBR.
Penggunaan memori modular biasanya pada sistem dengan prosesor pipeline dan prosesor
array. (Lihat gambar ……..)

3. Memori Virtual
Prinsip dasar memori virtual adalah kemampuan untuk mengalamati ruang penyimpanan
logikal yang secara fisik lebih besar daripada ruang penyimpanan riil.
Program in
a logical
contiguous
block

Address
Virtual translation
memory

Real
Memori

3. MEMORI CACHE
Memori utama yang digunakan sistem komputer pada awalnya dirasakan masih lambat
kerjanya dibandingkan dengan kerja CPU, sehingga perlu dibuat sebuah memori yang dapat
membantu kerja memori utama tersebut. Sebagai perbandingan waktu akses memori cache
lebih cepat 5 sampai 10 kali dibandingkan memori utama.

Memori cache dan memori utama

Prinsip kerja
Cache berisi salinan sebagian isi memori utama. Pada saat CPU membaca sebuah word
memory, maka dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah word tersebut berada di
cache. Jika word memori terdapat di cache, maka akan dikirimkan ke CPU yang dikenal
sebagai proses HIT. Sedangkan bila tidak ada, maka blok memori utama yang terdiri dari
sejumlah word tetap akan diletakkan/dicopikan di cache yang dikenal sebagai proses MISS
dan selanjutnya dikirimkan ke CPU.
Elemen-elemen rancangan cache
 Ukuran cache
Ukuran cache disesuaikan kebutuhannya dalam membantu kerja memori utama.
Semakin besar ukuran cache, maka semakin besar jumlah gate yang terdapat pada
pengalamatan cache, akibatnya adalah cache yang berukuran besar cenderung untuk
lebih lambat dibanding dengan cache berukuran kecil. Berdasarkan penelitian ukuran
cache antara 1K sampai 512K word akan lebih optimum dalam membantu kerja
memori utama.

 Fungsi pemetaan (mapping)


Saluran cache lebih sedikit jumlahnya dibandingkan saluran blok memori utama
sehingga perlu algoritma untuk pemetaan blok-blok memori ke dalam saluran cache dan
perlu juga alat untuk menentukan blok memori utama yang sedang memakai saluran
cache. Pemilihan fungsi pemetaan seperti langsung, asosiatif dan asosiatif set akan
menentukan bentuk organisasi cache.
 Pemetaan langsung.
o Teknik yang paling sederhana, yaitu memetakkan masing-masing blok
memori utama hanya ke sebuah saluran cache saja.
o Fungsi pemetaan mudah diimplementasikan dengan menggunakan alamat.
Cache diakses dengan menggunakan alamat memori utama dianggap terdiri
tiga field yaitu tag, line, dan word.
o Kekurangannya yang utama adalah terdapat lokasi cache yang tetap bagi
sembarang blok-blok yang diketahui. Dengan demikian, apabila suatu
program berulang-ulang melakukan word referensi dari dua blok yang
berbeda memetakan ke saluran yang sama, maka blok-blok itu secara terus
menerus akan di-swap ke dalam cache, akibatnya hit ratio-nya akan rendah.
 Pemetaan asosiatif
Mengatasi kekurangan pemetaan langsung dengan cara mengizinkan setiap blok
memori utama untuk dimuatkan ke sembarang saluran cache. Dalam hal ini, cache
control logic menginterpretasikan alamat memori hanya sebagai sebuah field tag
dan field word Filed tag secara unik mengidentifikasi suatu blok memori utama.
Untuk menentukan apakah suatu blok berada di dalam cache, maka cache control
logic harus secara simultan memeriksa setiap tag saluran yang sesuai.
Dengan pemetaan asosiatif, terdapat fleksibilitas penggantian blok ketika sebuah
blok di baca ke dalam cache. Kekurangan pemetaan ini adalah kompleksitas
rangkaian yang diperlukan untuk menguji tag seluruh saluran cache secara paralel.
 Algoritma penggantian
Digunakan untuk menentukan blok mana yang harus dikeluarkan dari cache untuk
menyiapkan tempat bagi blok baru.
Ada 2 metode yaitu :
 Write-through : Cache dan memori utama diupdate secara bersamaan waktunya.
Keunggulannya salinan data di memori utama dan cache tetap, sedangkan
kelemahannya pada proses “write” memerlukan jumlah waktu yang sama dengan
proses MISS.
 Write-back : Melakukan update data di memori utama hanya pada saat word memori
telah dimodifikasi dari cache.
Keunggulannya proses update word cache tidak terbatas , sedangkan kelemahannya
salinan data di memori utama tidak tetap /konsisten selama data termodifikasi benar-
benar ada di memori utama.
 Ukuran blok
Blok-blok yang berukuran lebih besar mengurangi jumlah blok yang menempati cache.
Setiap pengambilan blok menindih isi cache yang lama, maka sejumlah kecil blok akan
menyebabkan data menjadi tertindih setelah blok itu diambil.
Dengan meningkatnya ukuran blok, maka jarak setiap word tambahan menjadi lebih
jauh dari word yang diminta, sehingga menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk
diperlukan dalam waktu dekat.

 Jumlah Cache
III. Memori pembantu (auxiliary memory)
- Bersifat non-volatile, yaitu jika tidak ada listrik, maka isi memori tidak hilang.
- Tidak mempengaruhi langsung fungsi CPU.

Yang termasuk memori ini adalah :


 Pita Magnetik
- Merupakan suatu lajur plastik tipis, dengan lebar ½ inci, yang dilapisi dengan
medium perekaman magnetik.
- Biasa terbagi menjadi 7/9 track searah panjang pita.
- Kerapatan rekaman (bpi) yaitu 800, 1600, dan 6250 bpi.
- Terdapat satu bit paritas untuk pendeteksian kesalahan.
-Merupakan sistem SAM (Sequential Access Memory) yaitu data ditulis sesuai urutan
pemunculannya.

 Disk Magnetik
- Merupakan sebuah lembaran datar ( platter)
- Terdiri atas : sebuah disk drive, sebuah kendali disk(interface), dan satu atau lebih
disk (platter).
- Proses penulisan ke disk yaitu disk drive akan menimbulkan kemagnetan pada titik di
atas permukaan disk yang secara langsung di bawah head.
- Proses pembacaan dari disk, head diatur agar dapat mendeteksi perubahan arah
kemagnetan.
- Terbagi secara logikal dikenal sebagai organisasi disk yaitu :

Track :Sejumlah lingkaran yang konsentris


Sektor :Pembagian permukaan disk secara belahan yang mempunyai ukuran yang sama.
Silinder :Dibentuk oleh track-track yang berhubungan pada setiap permukaan.

 Floppy disk
- Merupakan lembaran datar yang tipis dan fleksibel
- Hampir sama dengan harddisk, tetapi kapasitas penyimpanan lebih rendah.