Anda di halaman 1dari 3

MIOMA UTERI

Miometrium merupakan berkas-berkas otot polos yang tersusun saling beranyaman, yang
diantaranya terdapat pembuluh darah. Keadaan patologik yang sering ditemukan pada
miometrium ialah tumor jinak jenis mioma uteri dan terdapatnya di endometrium diantara
serabut miometrium (adenomiosis). Sedang yang ganas (leiomiosarkoma), jarang
ditemukan.

Mioma uteri
Besar tumor dapat bermacam-macam, dapat kecil (< 1 cm) atau besar sekali samapi
beberapa kilogram. Bila kecil seringkali ditemukan secara kebetulan pada hasil
histerektomi. Mioma uteri dapat ditemukan didaerah korpus uteri ataupun di serviks uteri.
Mioma uteri yang servikal, bila terletak disebelah anterior akan menyebabkan desakan
pada vesika urinaria. Vesika urinaria berubah letaknya terhadap uretra, sehingga
mengakibatkan retensi urine. Bila didiamkan, maka dapat berakibat terjadinya sistitis
(infeksi vesika urinaria) sampai hidronefrosis. Mioma uteri pada daerah korpus uteri,
sesuai dengan lokasinya dibagi menjadi tiga jenis.

Mioma uteri Subserosum


Lokasi tumor di subserosa korpus uteri. Dapat hanya sebagai tonjolan saja, dapat pula
sebagai satu massa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai. Pertumbuhan ke
arah lateral dapat berada di dalam ligamentum latum, dan disebut sebagai mioma
intraligamen. Mioma yang cukup besar akan mengisi rongga peritoneal, sebagai suatu
massa. Perlekatan dengan omentum disekitarnya menyebabkan sistem peredaran darah
diambil alih dari tangkai ke omentum. Akibatnya tangkai makin mengecil dan terputus,
sehingga mioma terlepas dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga
peritoneum. Mioma jenis ini dikenal sebagai mioma jenis parasitik.
Apabila terjadi putaran pada tangkai yang diikuti dengan bangunan di sekitarnya, maka
akan timbul rasa sakit yang sangat dan mendadak (abdomen akut) sehingga penderita
dapat syok. Putaran yang terjadi tidak lengkap, bisa menyebabkan obstruksi pembuluh
darah sehingga terjadi asites.

Mioma Uteri Intramural


Disebut juga mioma intrepitelial. Biasanya multipel. Apabila masih kecil, tidak merubah
bentuk uterus, tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-benjol. Uterus
bertambah besar dan berubah bentuknya. Mioma sering tidak memberikan gejala klinis
yang berarti kecuali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah
bawah. Kadangkala tumor tumbuh sebagai mioma subserosa, dan kadang-kadang sebagai
mioma submukosa.

Mioma Uteri Submukosa


Dari sudut klinik mioma uteri submukosa mempunyai arti yang lebih penting
dibandingkan dengan jenis yang lain. Pada mioma uteri subserosa ataupun intramural
walaupun ditemukan cukup besar tetapi seringkali memberi keluhan yang tidak berarti.
Sebaliknya pada jenis submukosa walaupun hanya kecil selalu memberikan keluhan
perdarahan melalui vagina. Perdarahan sulit untuk dihentikan, sehingga terapinya
dilakukan histerektomi. Keadaan ini berbeda dengan jenis lainnya.
Mioma tumbuh menonjol kedalam kavum uteri, yang kemudian mengisi seluruh kavum
uteri. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan besar kavum uteri. Bila
tumor tumbuh dan bertangkai, maka tumor dapat keluar dan masuk kedalam vagina.
Tangkai bisa menjadi sangat tipis dan akhirnya putus, sehingga tumor dilahirkan secara
spontan. Macam mioma yang mengisi vagina tersebut mudah mengalami infeksi dan
ulserasi.

Gejala Klinik
Gejala klinik tergantung besar dan letaknya tumor. Bila masih kecil letaknya intramural
atau subserosa, tidak memberi keluhan apa-apa. Bila besar maka keluhan seringkali
berupa rasa berat pada daerah perut diatas pubis. Bila tumor mengadakan penekanan pada
rektum maka akan terjadi obstipasi. Penekanan pada vesika urinaria menyebabkan
kencing yang kurang puas, karema urin masih tersisa. Adanya torsi akan menyebabkan
rasa sakit yang sangat sehingga penderita dapat sampai syok. Perdarahan melalui vagina
dikeluhkan para penderita dengan mioma uteri submukosa, yang kadang-kadang disertai
anemia.

Histogenesis dan Penyebab


Belum ada persesuaian pendapat mengenai hal ini. Berdasarkan beberapa penelitian,
diasumsikan bahwa tumor berasal dari pertumbuhan sel-sel miometrium yang imatur.
Dikatakan pula bahwa estrogen memegang peran penting untuk terjadinya mioma uteri.
Hal ini dikaitkan dengan :
- Mioma banyak ditemukan pada masa reproduksi
- Mioma mengecil pada waktu menopause dan pengangkatan ovarium
- Mioma banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita
dengan sterilitas. Karenanya pada endometriumnya biasanya ditemukan suatu
hiperplasia glandularis endometrium.

Makroskopik
Pada hasil histerektomi, terlihat uterus berbenjol-benjol dengan permukaan halus. Pada
potongan tampak tumor berwarna putih dengan struktur mirip potongan daging ikan.
Tumor berbatas tegas dan berbeda dengan miometrium yang sehat, sehingga tumor
mudah dilepaskan. Konsistensi tumor kenyal keras. Bila terjadi degenerasi kistik,
konsistensinya luinak. Bila terjadi kalsifikasi, konsistensi menjadi keras.

Mikroskopik
Terdiri atas serabut otot polos, yang tersusun padat saling beranyaman. Sel berbentuk
lonjong, serta sama dengan inti lonjong.
Pada potongan melintang, sel berbentuk bulat dan polihedral, dengan inti bulat.
Degenerasi hialin yang ditemukan berupa massa homogen, berwarna jambon tanpa
mengandung inti. Degenerasi ini sering ditemukan.
Kadangkala mioma mempunyai susunan sel sangat padat (hiperseluler) sehingga sulit
dibedakan dengan tumor ganas miometrium yaitu leimiosarkoma.
Disamping mioma uteri, dikenal pula beberapa tumor jinak lainnya, akan tetapi sangat
jarang ditemukan, yaitu limfangioma, hemangioma dan hemangioperisitoma.