Anda di halaman 1dari 4

SOAL LATIHAN METODE SEMIEMPIRIS:

1. Metode semimpiris merupakan suatu metode


perhitungan kimia komputasi yang dapat dijalankan lebih
cepat dari-pada ab initio. Jelaskan mengapa demikian.
Jelaskan pendekatan/penyederhanaan perhitungan yang
diguna-kan pada metode semiempiris. Apakah metode
semi-empiris memerlukan pemilihan himpunan basis?
Jelaskan jawaban Saudara.
2. Peristiwa hiperkonjugasi pada karbokation dapat digam-
barkan sebagai berikut :
tumpang tindih
orbital p kosong
H

H
C C
H
H
H
C karbokation gugus alkil

Mengacu pada hasil perhitungan dengan menggunakan


metode kimia komputasi semiempiris AM-1, untuk t-butil
karbokation, jelaskan beberapa hal berikut :
Apakah Anda dapat melihat perbedaan panjang ikatan C-
H dari atom yang terlibat dalam hiperkonjugasi dan
yang tidak terlibat ? Bagaimana panjang ikatan dapat
menunjukkan adanya pengaruh dari hiperkonjugasi ?
Berikan penjelasan dengan menggambarkan struktur
hasil hiperkonugasi untuk t-butil karbokation.

1
a. Uji panjang ikatan C-C. Jenis ikatan C-C yang mana
yang mempunyai panjang ikatan paling kecil ? Apakah
panjang ikatan C-C menunjukkan tentang derajat
hiperkonjugasi ?
b. Uji sudut ikat dalam setiap karbokation. Bagaimana
sudut ikat yang diharapkan pada karbokation (yaitu
berdasarkan hibridisasi) ? Adakah terjadi deviasi dari
sudut ikat tersebut dalam setiap karbokation ?
Berikan penjelasan yang mungkin untuk terjadinya
deviasi tersebut.
c. Uji muatan pada atom H. Apakah setiap atom H
mempunyai muatan tinggi ? Apakah nilai positif dari
atom H menunjukkan derajat partisipasi dalam hiper-
konjugasi pada ikatan C-H ?
3. Perhatikan data perhitungan kimia komputasi dengan
program HyperChem menggunakan metode AM-1
tentang kestabilan termodinamik dari kesetimbangan
bentuk keto-enol berikut. Energi yang dimaksud adalah
beda energi antara bentuk enol dan keto.
Senyawa Energi
2,4-pentanadion -3.36
3-metil-2,4-pentanadion -3.27
3-etil-2,4-pentanadion -1.25
3-propil-2,4-pentanadion -1.32
3-n-butil-2,4-pentanadion -1.36
3-t-butil-2,4-pentanadion +12.44
3-fenil-2,4-pentanadion +17.91

a. Untuk memprediksi sifat senyawa berdasar perhi-


tungan kimia komputasi selalu didahului dengan
2
proses optimisasi geometri. Mengapa demikian ? Apa
yang terjadi selama proses optimisasi geometri ?
Kapan optimasi geometri dinyatakan selesai ?
b. Jika saudara mendapatkan data perhitungan dengan
dua metode yang berbeda (AM1 vs PM3) apakah
Saudara dapat secara langsung membandingkan
energi hasil perhitungan tersebut dan menyimpulkan
bahwa yang berharga negatif lebih akurat ? Jelaskan
jawaban Saudara.
c. Pada umumnya bentuk enol dari senyawa diketon
lebih stabil daripada bentuk keto. Mengapa
demikian ?
d. Jelaskan kaitan antara ukuran dari substituen pada C-
3 senyawa 2,4-pentanadion dengan pergeseran
keseim-bangan ke arah bentuk keto.
e. Jelaskan adanya perubahan kestabilan ekstrem yang
dapat terjadi jika gugus yang besar (seperti fenil)
tersubstitusi pada C-3 untuk bentuk diketo ? Gam-
barkan struktur senyawa tersebut berdasarkan hasil
optimasi.
f. Gambarkan bentuk keto dan enol dari senyawa 3-
phenyl-2,4-pentanedion berdasarkan hasil optimasi
struktur dengan program HyperChem.
4. Hasil perhitungan kimia komputasi untuk senyawa
metanol dengan berbagai metode kimia komputasi
disajikan dalam tabel berikut:
Energi total Momen Panjang Panjang Sudut
Metode (kkal/mol) dipol C-O (Å) O-H (Å) COH (o)
(D)
3
MM+ 0,060439 1,069 1,4014 0,942114 107,41
AM-1 -1162,89 1,621 1,41046 0,964112 107,161
STO-3G -71253,20 1,509 1,43299 0,991131 103,855
3-21 -71785,84 2,122 1,44097 0,965795 110,335
6-31G -72156,16 2,286 1,43061 0,950192 113,404
6-31G* -72185,83 1,867 1,39966 0,946307 109,446
6-31G** -72192,91 1,834 1,39859 0,942278 109,65
Eksperime 1,70 108,50
n

a. Jelaskan fakta bahwa metode MM+ tidak mampu


menentukan secara tepat momen dipol dari metanol.
b. Jelaskan apa yang dimaksud dengan notasi himpunan
basis yang terdapat pada metode ab initio di atas
(STO-3G, 3-21G, 6,31G, 6-31G*, 6-31G**)
c. Pilih himpunan basis mana yang tepat untuk
penentuan sifat metanol, jelaskan alasan Saudara.
d. Apakah Saudara dapat menggunakan parameter
energi total (kolom ke-2) untuk menentukan
ketepatan metode kimia komputasi dalam penentuan
sifat metanol? Jelaskan.
e. Dengan melihat hasil perhitungan di atas, tentukan
metode mana yang paling tepat untuk menentukan
sifat dari metanol. Jelaskan jawaban Saudara