Anda di halaman 1dari 7

M~tlt~fli

I((~[HAT"'N

1l~'UaLIK m!)~'j[51'"

PERATURAN ENTERI KESEHATAN REP'UBUK INDONESIA NO ~OR 1041 ENKES/PERJIII 999 TE TANG REHABILITASI MEDIK MENTERI KIiSEHATA
Monlmb::mg : a,

RE.PUBUK I DONESIA

bllhw,a piQloyamlnrch:lbiMasi mQdik merupakan bagian dari pol,ayorlan 'kc:seMt!ln pad!) Uiflurl'H1Yo, y'N1gd;selcngg:o,rakan sneara kompret:ensif dan pcrlu dlkembangk:m serta dibina

ierus menerus tlntuk menin:gkatkan optimal; b.


b:::ih¥:r.ll

derajat keS(lhalan

yang

'Pel'lyandang cacat morupak.m solahsatu sumberdaya rnanusra yang perlu dillngka\kan kualll(:lsnya dengan dukungan pcla\';)nan rchabililtlsi mediI< y:mg memadai; dongan hZlI lClsebul di ala::; dipandang
Pera!uran
!

c. bahwa schubungsn
porlu mcmelapkan Roha,bilii:1SI Modik, i~\{!ngl"9al.

'enter'i K(lsehatan

i... ,~:3ng

1. Und a.n.g.undoI1'l9 r.som,Of 6 Tahun


i<elOl'lluan Pokoloi. Kl!lso~nhleraar. NomoI 3039),

$051.31

i 97~ tenlang Katentual'l· tLcmbaran N(lgara

2. Undtlng.und:u'lg NomoI 23 T;lhu!'i 1992 t(lnt;lng KO$cl'laloll (lernbaran ogara Tilihun ~9S2omor 100, Tambahan Lombaran NegOla, Nomor 3495); 3. Unclallg.undang NomoI <I Tahun 199!7t.onang Ponyandang Cac:a'l (lomba/ran Nega,.. Tahun 1997 Nomar 9, 'ambah3n
Lcmbofancgara
4.

Nomor 3670);

PcratuH'I1'l PemC!rint.ah

Keseilalan
TO!Itl1b.3hilil'l

lomor 32 Tanun 1996 tontang Ten<!!9t! (Lctnbaran Nc-g:na Tahun 1996 Nomor 49, !.om:mm I1cg;lrO NomoI 3(;37).

5. POla'lI,uOlI'l Pcmcrml3h "OroOI 43 Tahun 1998 tont;)l'Ig Penmgkal.an Keselah'lcr~HI,i"I Sosial penyan.dang Ca.CBt (Len1bo,:m nC!!ilarD Tnhun 1998 Nemer 70. T;;.mbaMn Lembatan Neg,Olra omor 375 ..),

MENH.RI IUUM/,TAN PEPUBLIII I 00- ESIA

'*
6. K,epul"us.. r'1 Menteri Kesehatan RI Nemer 5~81Menkes/SKl1984 tentang Susunan Organisasi dan Tata Karja Departemen Kesehattlill:

MEMUTUSKAN
Mene'lapkan

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBUK ~NDONESIA TENTANG REHABiLiTASI MEDIK.

BASI KETENTUAN UMU


PasIlJ11
Da~am peraturan ini yang dimaksud dengan :

Rehalbilitasl adalah proses refungsionalisesi dan rnernungkinkan seseorang rnarnpu melaksanak,an 'fungsi sosil8,1secara wajar dalarn masyarakat,

pen9,embangan untuk

rungst

kehidupan

dan

Rehebllltasl Medik ad..lah kegis!an pelayanan kesehatan secara utuh dan


terpadu rnetalui pendakatan untuk mencapal kemampuan rnedlk, psikoMSiOilI, edukasional rungsional seoptirnal mungkin. dan vckaslonal

3.

Rehabilitasi Medik ba9'i pelnyandang cacat adalah k,esei1atan sscara u{uh tarpadu rnelalul p.endekatan

keglatan

'pelayanan

edukastcnal
ksrnarnpuan

drain vokaaicnal

a9·a~ penyandang
mungkin .

medlk,psil<:ososiaL cacat dap8~ mencepal

rll.mgsional seoptimal

4.

RehabUil.asi bersumberdaya masya,raka (RB ) adalah strategi pernblnaan wilayah delam penceg,ahan keeacatan, dletcksi dan rehabilil.8Si keseha.lan,
pendidikan kelrarnpilan dan scsial untuk memberdayakan penyandanq caca ,

keluDrga dan masyamka .


5 Pcnyondang cacat odlnlal, sctlap orang yang rnempunval l<elainon flslk dan

a au menial yang deps: mengganggu


hcmbatan 6 Kelainan baginya, unluk melakukan

atau rnerupakan rintalLY<l1l dan

kegialan secera selayaknYI;l.

(impeirrnen) 8:da~ah kondlisi dirnana lerjadi kel1ilarngan atau ~ela;inan atau fungsi orglan atau sistern ses80rang yang bersifat anatorni, fisiologi ,EI au psikologl yang dopal rnenetap St.EIU sernentara.

darl stmtur

.IEt'TIEAI
FlEPIJOLIM

I(ESEI'IA TOW

..

INCONES'A

KelldakmampuGlI1 (disabllitas) adalah kondlsi ke arbatasan atau I<IJ~al'lgnya KamampLlIan seseonmg akibat ad'anya lmpairrnen untuk melakukan k&glla't:m dengan cara sana batas-ba as yang dianggap normal bagl setlap orang sesual umlJ(' dan [enis kelamin Ka!una;m {handikap) ac:!"lah kendls] kulidakmampu.;I,n !HISoomng akibal adanya lrnpelrrnen alau drellgan dlsabultas yang memba~asli'i1JO! dalarn memenuhi peranl1ya yang normal rnanurut umur. jen1s kelamin se,rta 'faklt:Qr 5051al budava,

sarana kesshatan adalsh tampa! yang drgunaKan lIntuk menyelengg,arakan


upaya kesahatan,

10 Direldur Janderal a.dllliah Direktur Jllnciera.1 Pelayanan Jendsral Pernblnaan Kesenalan Masyarakat.

Medik,

Diraktur

BAB II PENYElENGGARAAN
Pasal 2

(1) Pelayanan Rehabilllasi


mengur;mgi preva~ensi

edik diselenggarakan dengan rnaksud untuk kceaeatan dan rnenqendallkan rnasalah kecacatan,

(2) Tujuan Pelayanan Roehabililasi ,edilk adalah untuk mernoartahankan, de,n atau rneningka:tkan kualltaa hldup dengan C2Ira mencegal'1, ata\.! mel1gurangl impairmen, disabilitas ,00anhandikap sernaksimal ml.lngkln. Flasal3

(1) Pslayanan Rehabilntasi . :edlk


sara 118 pelayanan kesahatanl Masyarakal (RBM)

dlselenggariJikan secara institus,ional olah nstituslonal da n Rehabilltasl Barsu mbe~daya

(2) Pelayanan Rehabi~ilasl Madik Inst;l.us~ona~ sabag:aimana dlrrraksud pada ayau (1) da,pa dila ukan paca sarana pe~ayal1al1l kesehatan dasar dan pelayanal1 kcsohatan rujukan {3} Rehabilliasi Bersumberdaya Masyarakal pada tingK'at ke~uarga dan rnasyaraka:t di5(llenggaral<~IIr'i oleh masyarakat

ME

TEFl!

I(ESE~AiAN

FlHUIlUK

rNDONESrA

Pasal4 (1) Pelayanan Rehabilitasi Medik dapat dlberikan olen t.enaga. kesehata.n yang marnlllkl ku:alifil<3isi dalarn b~dang rehabllltasi rnedik antara lain dokier 1 dokter spaslatle, flsloterapls terapls wlcara, ok up as! terapls. Matis prostetls dan tenagla keperawala,n, POllayanan Rehabititasi Medik salain olah tenaga kasehatan sebaqalrnana dlmaksud ,ayat (1) dapat dilakukan olah t,&naga lain yang teLah mendapat pelatihan dibidang rehabilltasl madlk antara lain psikolog' dan paker]e scslal medlk. Pasal 5 Pela'ksanaan pelayanan renabllltasl mediI( sebElgalm,ma dimaksud pada pasat 3 dan 4 dilakukan sesuai dengaln standar profasi dan standar pelayanan yang berlaku,

(2)

BAS It1
PELAYA AN R,EHAElILITASI MEDIK BAGI PENYANDANG eACAT Pasal6
(1) Ponyandang cacat dapat dib9dakBd'1 d .. lam [enis dan derajat keeacatan yang mclipUll caeat 'fi'3ik, cacat mental dan cacat nsik dan mental, (2) Cacat fisik mellputl cacat bahasa, penqtlhatan, visceral dan generalisata. oendenqaran, skeletal, rupa,

(3) Cacat mental meliputi cacat intelektual dan psikologi lalnnya. (4) Cacal fisik dan 'mental rnencakup (1) dan ayat (2J. kscacatan baik yang dimaksud dalam ayal

(5) Kategori [erns dari masing-maslng sabaqalmana dlmaksud pasal 6 aya! P), ayal (2) dan ayat. (3) ditetapkan sesum dengan pedernan yang telah berlaku. Pasal7 (1) Derajat kecacatan dinilal bcrdasarkan ketorbatasan kemampuan seseorang dalarn melaksanakan kegialan sehan-hart yang dapat dlkelompakk:an dalam :

ME ",T6na FltPUlJl.IIC

II ES'UHn-.o.", INIIO~'ES'A 1!i

a.

DeraJat cacat 'l ' rnarnpu melaksanakan sikap dengan kesuhtan, Darajat caeat 2 : rnampu melaksanakan slkap dengan bantcan alai banlu. Derate'! caeat 3 : marnpu rnelaksanakan

ak:lifltas atau mempenahankan

b.

kegia an il,lau rnempertahankan

c.

a i las. s@baglan memerlukan

banluan orang lain d'engart atau tanpa alat bantu,


d

terhadap
e.

DOfaja! cacal <l : d31am rnolaksarsakan pengawasan orang lain

aktiiitas

largan I.Ing ponu'h

DeraJal cacar S, ; tldak malmpu metakukan akti lias tanpa bantuan peneh orang lain darn (ersodianya lingkung3n khusus. Derajat eacat 6 : tlidak mampu penuh rnelaksanakan kl!gilJtan sehari-hari masklpun dibantu penuh orang lain. secara rlncl ses ai deng.1In pedornan eknls

f.

(2) Penen uan deralalt kecacaan yang berlaku.

PasalS
(1) Polayanan ~oi"labili!<lsi madlk bagl penY:lndang cacat dapat diborikan padtJ sarana pelayanan kesehaian casar dan sarana pelayanan kesena an rUjukan. sesuai danga" \iogkat kQcaca an (2) Soliap sarana polayanan kasehatan sobaqaimana dimaksud pada ray!! I berkewajlban menyedlakan akseslbilitas bagl penyarula,ng caeat

0)

(3) Aksesibilitas bangunan urnurn dan lingl<ungannya bagl penyandang cacat pada sarana kesabatan dilelapkan sesuai dengan peraturan perundang. undangan yang bertaku, Pasal9 (1) Unluk meningkalkan kernampuan oaiam meiaksanaken kegia an bagl pany~ndang cacal, dapal dlupayakan penggunaan alai bantu dan ali..., alat 91anti ttllbuh sesuat deogan tlngkat kat'egQrlJ(eC<lCatannya. (2) Ala\ bantu dan atau ala.u gantl tubuh Mbagalmana dlmaksud pede ayal. (1' harus sesuai :Jansa," persvaratan keschntan da,n alau slandar yang borlaku (3) Katantul'ln lebih i,snjl.!llentang persyarat 0n kesahatan dan atau standar yang ,ditetapk3n cleh Dlrektur Jenderal :Pelayanan Medllk
1

111£ T'~RI R[PIJDI.IIK

KE5l;I-lAl" INDDNESIA

..

BAS

IV

PERAN SERTA M.ASYARAKAT


Pasal1Q Masyalraka.t berke'WiilWCan untuk l'kUlt serta dalarn mencegah
gan."ya dan mengurangl

masaleh keeaeatan perorang<llFl, \<Qluarg;IJdan lingku

Pasal11

Masyarakat dapat berperan deism mencegah kecacatan melalut perwelenggaraan rohabilitasi Do,rsumberdaya masyarakal (RBM) yang dilakukan dalam keluarga dan masyarakat dllingkunga.nnya Pasal12
Pengembi1l['ilgan penexanan
gU1'13.

rehablillasi ber:;'l.lmberdaya masyarakat dilaksanakan mela'lui pendekatan pembangunan kes.~halan mesyarakat desa (PK D) c:iengiln l<'erJasama untes S8
01, peran serta

rnasvarakat

dan le\(nologl

tepetl

Pasal13
BlaYiil jasa

pelay.anclll rehabilitasi medlk un'luk ponyadang eaea rnaupun bukan pel1yanda,ng cacat sesual dengan peraturan yang berlaku,

PE

BINAA

BAS V DA PE GAWASAN

Direktur Jandaral melakekan pomblnaan dan pengawiliian Ie haa,ap penyediaan aksesibllilas sarana kaseharan dan pelayanar1 rehablli\OIsi medlk.

MEN'rEIlI

KESEI-lATAfII

REPUBLtK.

INDONESIA 1<

Pasal15 Pemblnasn dan pen~awas.an sebaqalmana untuk:


01.

dlmaksud

dalam pasal 13 dlarahkan

Menumbuhkan rasa kepedullan rnasyarakct torh~c!~p mas:Jlall kacacatan, _embarikan kemudahall mand1apa!kan palayan<ln kese'hatan bagi

b.

penyadang cacat, c.
d. ,enlngkatkan kualltas dan cakupan penyelenggaraan Membanu wajar. penyaildang cacai agar rnampu mencapal rehabllilasl

medlk,

tarat ksseha an yang

Pasal16 (1) Direktuf Jsnderal mengambil


sarana

tindakan
kesenatan

administratif
yang

kesehaten dan atau terhadap keputusanlnl,

terhadap tenaga melakukan pelangg.aran

(2) Tindakan adminislnllif sebagairnana dirnaksud pada aya (1) dapat barupa . EI_ Icgural1 llsan b. I.oguran ter\ulis c. pencabutan lztn

PENUTUP
PasO'll 7 Peraturan Inl berlaku sej,al( tcmggal dlletapkan.

BAB VI

: J <II k art a. : 15 Febrl,lari 1999