Anda di halaman 1dari 100

1

I. PENDAHULUAN

1. Pengertian
Ilmu Ekonomi yaitu ilmu yang mepelajari bagaimana manusia dalam usaha memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya mengadakan pemilihan diantara berbagai alternatif
pemakaian atas alat-alat pemuas kebutuhan yang tersedianya relatif terbatas.

2. Macam Ilmu Ekonomi


a. Ekonomi diskriptif (descriptive economics)
yaitu mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan mengenai
sesuatu masalah.
b. Teori ekonomi (economic theory/economic analysis)
- ekonomi mikro
- ekonomi makro (analisis ekonomi agregatif, agreagate economic analysis, macro
economics)
c. Ekonomi Yang Diterapkan (applied economics)
yaitu menggunakan hasil-hasil pemikiran yang terkumpul dalam teori ekonomi
untuk menerangkan diskripsi faktor-faktor yang dikumpulkan ekonomi diskriptif.

3. Tujuan Ekonomi Makro


Ekonomi makro yaitu merupakan bagian dari pada ilmu ekonomi yang
mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu
keseluruhan.

4. Variabel Ekonomi Makro


- Jumlah uang yang beredar
- Tingkat harga
- Tingkat bunga
- Neraca Pembayaran Internasional
- Stok kapita nasional
- Hutang pemerintah

5. Hubungan Kausal/Fungsional
Hubungan kausal (hubungan sebab akibat) yaitu suatu hubungan dimana apabila
variabel yang satu berubah menyebabkan perubahan variabel yang lain. Variabel
penyebab perubahan : variabel bebas = independent variable = variabel yang nilainya
ditentukan oleh nilai dari pada variabel lain (variabel tergantung / dependent
variable).
Hubungan kausal secara matematik dinyatakan dalam bentuk persamaanm fungsi :
contoh :
Y = f(C,I)

Hubungan fungsional yaitu berubahnya variabel yang satu secara otomatik


mempunyai arti bahwa variabel yang lainnya yang merupakan hubungan fungsional
tersebut akan berubah juga.
2

Hubungan fungsional secara matematik dinyatakan dalam bentuk identitas atau


kesamaan.
contoh :
Y = C + I atau Y = C + I

Keajegan hubungan kausal antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dalam
perekonomian disebut sebagi hukum ekonomi, economic law, economic principle
atau kesimpulan umum teoritik.

6. Tujuan Kebijaksanaan Ekonomi Makro


Kebijaksanaan ekonomi makro (macroeconomic policy) = tindakan-tindakan
pemerintah yang berupa usaha untuk mempengaruhi jalannya perekonomian dengan
maksud untuk mencapai tujuan-tujuan yant telah ditetapkan sebelumnya.
Tujuan kebijaksanaan Ekonomi Makro antara lain :
a. Tingkat kesempatan kerja / tingkat employment yang tinggi.
b. Peningkatan kapasitas produksi nasional yang tinggi.
c. Tingkat pendapatanm nasional yang tinggi.
d. Keadaan perekonomian yang stabil.
e. Neraca pembayaran luar negeri yang seimbang.
f. Distribusi pendapatn yang lebih merata.

7. Macam-Macam Pasar Dalam Perekonomian


a. Pasar komoditi
- Pengeluaran konsumsi rumah tangga.
- Saving atau tabungan.
- Pendapatan Nasional
- Investasi
- Tingkat harga
- Pajak
- Pengeluaran konsumsi pemerintah
- Eksport
- Import.
b. Pasar uang
- Permintaan uang untuk transaksi
- Permintaan uang untuk berjaga-jaga
- Permintaan uang untuk spekulasi
- Uang kertas dan uang logam
- Uang giral
- ALat-alat liquid lainnya
- Tingkat bunga.
c. Pasar Tenaga Kerja
- Permintaan akan tenaga kerja
- Penawaran tenaga kerja
- Upah riil
- Upah nominal
- Pengangguran dan kesempatan kerja.
3

d. Pasar Modal
- Permintaan akan surat-surat berharga
- Harga surat-surat berharga
- Penawaran surat-surat berharga

8. Model analisis ekonomi


a. Persamaan definisi, kesamaan, identity
Tidak ada hubungan kausal
contoh :
C+I=Y

b. Persamaan perilaku (behavioral equation)


Ada hubungan kausal
contoh :
C = f(Y) dengan 0 < δC/δY < 1
atau :
C = Co + cY dengan 0 < c < 1

c. Persamaan syarat ekuilibrium (equilibrium conditions equation)


contoh :
I=S

o0o
4

II. PENDAPATAN NASIONAL

1. Tolok Ukur Keberhasilan Perekonomian


a. Pendapatan Nasional
b. Produk Nasional
c. Tingkat Kesempatan Kerja
d. Tingkat Harga
e. Posisi neraca pembayaran luar negeri

2. Produk Naional
Produk nasional berasal dari beberapa komponen :
a. Pengeluaran konsumsi (C)
Pengeluaran konsumsi atau private consumption expenditure meliputi semua
pengeluaran rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga-lembaga
swasta bukan perusahaan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang
langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
b. Pengeluaran Investasi (I)
Pengeluaran investasi domestik bruto atau gross private domestic investment meliputi
semua pengeluaran domestik yang dilakukan oleh sektor swasta untuk mendirikan
bangunan-bangunan baru, mesin-mesin baru beserta perlengkapannya dan perubahan
jumlah berbagai macam persediaan perusahaan.
c. Pengeluaran pembelian pemerintah (G)
Pengeluaran pemerintah untuk membeli barang dan jasa atau government
purchase of goods and services juga disebut p[engeluaran pemerintah atau
government expenditure meliputi pengeluaran-pengeluaran pemerintah dimana
pemerintah secara langsung memperoleh balas jasa atas pengeluaran tersebut.
d. Ekspor Netto (X - M)
Ekspor netto merupakan hasil pengurangan nilai total impor (M) terhadap nilai total
ekspor (X)
Dari keempat produk naional dapat diungkapkan dalam bentuk kesamaan matematik
yang disebut kesamaan produk nasional atau national product identity:

Y = C + I + G + (X - M)

3. Pendapatan Naional atas Dasdar Biaya Faktor Produksi


Pendapatan Nasional meliputi :
a. Upah dan gaji atau wage and salaries merupakan pendapatan yang
diperoleh rumahtangga keluarga sebagai imbalan terhadap penggunaan jasa
sumber tenaga kerja yang mereka gunakan dsalam bentuk produk nasional (Yw)
b. Sewa (Yr)
Pendapatan swa atau rental income meliputi semua macam sewa atas pemakaian
sewa aktiva tetap oleh pihak lain atau oleh pemiliknya sendiri, kecuali kalau pihak
penerima swa ataui pemakai pemilik aktiva tetap tersebut merjupakan perusahaan.
c. Bunga (Yi)
5

Bunga meliputi semua pembayaran bunga modal pinjaman yang dibayar oleh sektor
swasta, baik sektor keluarga maupun sektor perusahaan.
d. Laba (Yp)
Laba atau profit merupakan perbedan antara penerimaan penjualan perusahaan
dengan jumah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan per tahun.
1). Laba perusahaan perseorangan atau proprietors income yaitu laba yang
diperoleh oleh perusahaan-perusahaan yang tidak berbentuk badan hukum.
2). Laba perseroan atau corporate profit, yaitu laba yang diperoleh oleh
perusahaan-perusahaan yang berbentuk badan hukum.
Dari 4 macam unsur pembentuk pendapatan nasional di atas secara matematis
dinyatakan sebagai bentuk kesamaan pendapatan nasional atas dasar biaya faktor
produksi :

Yat faktor = Yw + Yr + Yt + Yp

5. Penghubung Pendapatan Nasional : dari Harga Biaya Faktor ke Harga Pasar


a. Transfer perusahaan, ialah semua pengeluran perusahaan kepada sektor swasata
dimana perusahaan tidak memperoleh balas jasa.
b. Pajak tidak langsung yaitu suatu pajak yang mapabila oleh pembayar pajak beban
pajak dapat dialihkan kepada orang lain.
c. Subsidi perusahaan
Subsidi perusahaan yaitu suatu bantuan yang digunakan uintuk menolong
p[erusahaan-perusahaan yang menerima kesulitan dalam usahanyua, padahal dari
segi kepentingan nasional perusahaan-perusahaan tersebut perlu dipertahankan.
d. Penyusutan, meliputi penyusutan terhadap angunan-bangunan, mesin-mesin
dengan perlengkapannya, kerusakan aktiva tetap perusahaan yang mtidak terduga
dan perkiraan pendapatan nasional.

o0o
6

III. ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN


TERTUTUP SEDERHANA

1. Pelaku Perekonomian Tertutup Sederhana


a. Rumahtangga Keluarga
- faktor produksi tenaga kerja dijual ke perusahaan memperoleh upah.
- faktor produksi modal sijual ke perusahaan memperoleh bunga, sewa.
- upah, bunga dan sewa untuk konsumsi, sisanya ditabung.
b. Rumahtangga perusahaan
- faktor produksi yang dibeli, digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa lain,
terdiri dari barang konsumsi dan barang kapital.
- Barang tersebut dijual ke konsumen, perusajhaan lain, pemerintah dan luar
negeri.
- Barang yang dijual ke perusahaan untuk minvestasi.

2. Perekonomian Tertutup Sederhana


Perekonomian tertutup yaitu perekonomian yang tidak mengenal hubungan
ekonomi dengan negara lain. sederhana, berarti tidak mengenal adanya transaksi
ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah. Perekonomian tertutup sederhana yaitu
perekonoimian tanpa hubungan ekonomi dengan egara lain dan tanpa adanya
transaksi ekonomi pemerintah.

Y=C+I
dimana :
Y = pendapatan nasional per tahun
C = Konsumsi keluarga per tahun
I = Investasi perusahaan per tahun
C : merupakan variabel endogen
I : merupakan variabel eksogen
Variabel eksoegen yaitu variabel-variabel yang tidak diuraikan oleh model yang kita
gunakan, melainkan merupakan variabel-variabel yang ditentukan oleh kekuatan-
kekuatan yang berasal dari luar model yuang kita gunakan. Variabel endogen, yaitu
seifatnya, besar kecil nilai yang terakandung di dalamnya barulah dapat kita peroleh
semudah kita hubung-hubungkan variabel tersebut dengan variabel-variabel lainnya
dalam model yang kit gunakan.

3. Fungsi Konsumsi
Besar kecilnya konsumsi melulu tergantung kepada besar kecilnya pendapatan
nasional.

C = a + cY
dimana :
a = besarnya konsumsi pada pendapatn nasional sebesar nol
c = marginal propensity co consume (MPC)
7

MPC : angka perbandingan antara besarnya perubahan konsumsi dengan besarnya


praubahan pendapatan nasional; yang mengakibatkan adanya perubahan konsumsi
termaksud.
c = MPC = /\C//\Y
dimana :
/\C = besarnya perubahan konsumsi
/\Y = besar nya perubahan dalam pendapatan nasional

4. Fungsi Konsumsi, APC dan MPC


Fungsi Konsumsi :
C = (APCn 0 MPC)Yn + MPC.Y
dimana :
APCn: average propensity to consume pada tingkat pendapatan nasional sebesar "n"
: perbandingan antara besarnya konsumsi pada suatu tingkat pendapatan nasional
dengan besarnya tingkat pendapatan nasional itu sendiri.
= Cn/Yn

5. Fungsi Saving
Saving = penabungan, yaitu bagian dari pendapatan nasional pertahunnya yang
tidak dikonsumsikan.
S=Y-C

= (1-c)Y - a
dimana :
S = saving = penabungan

6. MPS dan APS


MPS (Marginal Propensity to Save), yaitu perbandingan antara bertamajhnay saving
dengan bertambahnya pendapatan nasional yang mengakibatkan bertambahnyha
saving termaksud.
MPS = s = /\S / /\Y

APS (Average Propensity to Save), yaitu perbandingan antara besarnya saving


pada suatu tingkat pendapatan nasional dengan besarnya pendapatan nasional
yang bersangkutan.
APSn = Sn/Yn

7. Hubungan antara MPC dengan MPS, APC dengan APS


MPC + MPS = 1
Bukti : Y = C + S
C+S
1 = ——
Y
1 = MPC + MPS
8

APCn + APSn = 1
Bukti : Y = C + S
Yn = Cn + Sn
Cn + Sn
1 = ———
Yn
1 = APCn + APSn

o0o
9

IV. ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN


TERTUTUP SEDERHANA

1. Macam Analisis Dalam Perekonomian


a. Pendekatan statik / Analidid Statik / Static Equilibrium Analysis yaitu suatu
analisa yang menggunakan asumsi bahwa perekonomian yang dianalisis merupakan
perekonomian stationer, yaitu perekonomian yang tidak mengalami perubahan
kecuali apabila terjadi adanya perubahan pada salah satu atau beberapa variabel
endogennya.
b. Pendekatan dinamik, suatu analisis yang menuntut kita mengikuti perubahan-
perubahan yang terjadi dalam perekonomian dari waktu ke waktu.

2. Keadaan Ekuilibrium
Pendapatan nasional ekuilibrium yaitu tingkat pendapatan nasional dimana tidak
ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya.
Pendapatan nasional ekuilibrium apabila :

S=I

3. Cara Menghitung Pendapatan Nasional Ekuilibrium


a. Cara penawaran agregat = permintaan agregat
Y=C+I
C = a + cY
1
Y = — (a + I)
1-c
b. Cara Kebocoran = Injeksi
S=I
S=Y-C
C = a + cY
1
Y = — (a + I)
1-c

4. Angka Pengganda
Angka pengganda (Multiplier), yaitu bilangan dengan mana investasi harus kita
kalikan, apabila kita ingin mengetahui besarnya perubahan pendapatan nasional
ekuilibrium yang diakibatkan oleh perubahan investasi termaksud.
Jadi kalau k menunjukkan besarnya multiplier, maka :

/\Y = k./\Y k = /\Y / /\I


10

Angka pengganda investasi :


1 1
kI = /\Y / /\I = ———— = ——
1 - MPC MPS

5. Proses Bekerjanya Angka Pengganda


Dimisalkan fungsi kuonsumsi C = 20 + 0,75Y; investasi mula-mula 40;
Pendapatan nasional mula-mula 240; maka C = 20 + 0,75(240) = 200. Untuk periode
selanjutnya I menjadi 80, maka Y = 200 + 80 = 280; kemudian C berubah menjadi 20
+ 0,75(280) = 230. Y jadi 230 + 80 = 310 dan seterusnya hingga Y = 400
1
atau Y = ——— (40). Y = 160+240 = 400
1-0,75

6. Kapasitas Produksi Nasional


Macam faktor produksi
a. Faktor produksi alam = sumberdaya alam (natural resources)
b. Faktor produksi kapital = sumberdaya modal (capital resources).
Yang mempengaruhi kapasitas produksi nasional komposisi, kualitas dan
kuantitas faktor produksi.

7. Tingkat Kesempatan Kerja dan Kapasitas Produksi Nasional


Full-Employment : perekonomian dimana semua kapasitasnya ada dalam penggunaan
penuh.
Under Employment : perekonomian dimana ada sebagian dari kapasitas produksinya
yang menganggur tidak terpakai.
Tingkat employment (tingkat kesempatan kerja): tingginya kapasitas produksi
nasional yang dipergunakan.
Over employment : perekonomian dimana kapasitas produksi nasional sudah penuh
dalam penggunaannya, akan tetapi permintaan akan barang-barang dan jasa-jasa
totalnya masih terus bertambah.
Reallocation of resources (pengalokasian kembali faktor-faktor produksi), pergeseran
penggunaan faktor-faktor produksi dari kelompok perusahaan yang satu ke kelompok
perusahaan yang lain.
Tingkat kesempatan kerja bisa full employment, under employment dan over
employment. Pada over employment produk nasional tidak bisa bertambah, yang
terjadi hanya realocation rsources yang mempunyai tendensi menimbulkan inflasil.

8. Inflationary gap dan Deflationary gap


Inflationary gap (celah inflasi): besarnya perbedaan antara jumlah investasi yang
terjadi dengan besarnya full employment saving (saving pada tingkat full
employment), dimana besarnya investasi tersebut melebihi besarnya full employment
saving (I > S).
Deflationary gap (celah deflasi) : angka yang menunjukkan besarnya perbedaan
antara investasi yang terjadi dengan full employment saving dimana besarnya
11

investasi yang terjadi lebih kecil dibanding dengan full employment savingnya (I <
S).
o0o
12

V. KEBIJAKSANAAN FISKAL

1. Fungsi Kebijaksanaan Anggaran Belanja Negara


a. Fungsi alokasi
yaitu untuk mengalokasikan faktor-faktor produksi yang tersedia di dalam
masyarakat sedemikian rupa sehingga kebutuhan masyarakat akan apa yang bisa
disebut public goods cukup terpenuhi juga.
b. Fungsi distribusi
mempunyai tujuan berupa terselenggaranya pendapatan nasional yang adil.
c. Fungsi stabilisasi
tujuannya untuk terpeliharanya tingkat kesempatan kerja yang tinggi, tingkat
harga yang relatif kecil dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup memadai.

2. Komponen Anggaran Belanja Negara


Kebijaksanaan fiskal meliputi semua tindakan pemerintah yang bertujuan untuk
mempengaruhi jalannya perekonomian melalui anggaran belanja negara.
Komponen anggaran belanja negara terdiri dari :
a. Pajak (Tx)
yaitu uang atau daya beli yang diserahkan oleh masyarakat kepada pemerintah
dimana terhadap penyerahan uang atau daya beli tersebut pemerintah tidk
memberikan balas jasa yang langsung.
b. Pengeluaran Pemerintah (G)
yaitu meliputi semua pengeluaran pemerintah dimana pemerintah secara langsung
menerima balas jasanya.
c. Transfer Pemerintah (Tr)
yaitu pengeluaran pemerintah dimana pemerintah tidak menerima balas jasa yang
langsung.
o0o
13

VI. ANALISIS KEBIJAKSANAAN FISKAL DALAM SISTEM PERPAJAKAN


YANG SEDERHANA

1. Pengertian
Kebijaksanaan fiskal dengan sistem perpajakan yang sederhana yaitu sistem
perpajakan dimana besar kecilnya pajak tidak ditentukan oleh salah satu atau
beberapa variabel yang kita perhatikan dalam analisa (pajak sepenuhnya merupakan
exogenous variable), secara absolut besarnya pajak ditentukan oleh pemerintah.
Pendapatan dalam pengertian earning (earned income) yaitu jumlah pendapatan yang
diterima oleh para anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa
atas faktor-faktor produksi yang mereka sumbangkanb dlam turut serta membentuk
produksi nasional. Pendapatan yang siap dibelanjangkan (disposable income, taxeds
home income), yaitu sama dengan besarnya pendapatan sebagai earning ditambah
dengan besarnya transfer pemerintah dikurangi dengan besarnya pajak yang dipungut
pemerintah.
YD = Y + Tr - Tx
C = a + cYD
S = YD - C

2. Pendapatan Nasional Ekuilibrium


a. Pendekatan Penawaran = Permintaanm
Y=C+I+G
C = a + cYD

YD = Y + Tr - Tx
C = a + c(Y + Tr - Tx)
Y = a + cY + cTr - cTx _+ I + G
1
Y = — (a + cTr - cTx + I + G)
1-c
b. Pendekatan Injeksi = Kebocoran
I + G + Tr = S + Tx

3. Angka Pengganda
a. Angka Pengganda Investasi: kI = /\Y//\I = 1/(1-c)
b. Angka Pengganda Konsumsi : kC = /\Y//\C = 1/(1-c)
c. Angka Pengganda G : kG = /\Y//\G = 1/(1-c)
d. Angka Pengganda transfer : kTr = /\Y//\Tr = c/(1-c)
e. Angka Pengganda pajak : kTx = /\Y//\Tx = -c/(1-c)
f. Angka Pengganda APBN : kB = /\Y//\Tx=/\G = 1/(1-c)
o0o
14

VII. ANALISIS KEBIJAKSANAAN FISKAL DENGAN SISTEM PERPAJAKAN


YANG BUILT-IN FLEXIBLE

1. Pajak yang Built-in Flexible


a. Pengertian
Pajak yang built-in flexible yaitu pajak yang besar kecilnya ditentukan oleh besar
kecilnya pendapatan nasional. Flexible maksudnya mengikuti perubahan pendapatan
nasional.
b. Bentuk matematik :
Tx = t + hY
dimana :
Tx : besarnya pajak
t : besarnya pajak pada pendapatan sebesar 0
h : marginal rate of taxation, yang merupakan nilai perbandingan antara
perubahan jumlah pajak dengan perubahan jumlah pendapatan.
Y : besarnya pendapatan nasional
c. Tujuan Built-in Flexible Tax :
1). Untuk lebih meratanya distribusi pendapatan nasional.
2). Untuk lebih stabilnya perekonomian.

2. Tazable Income Level


a. Pengertian
Taxable income level atau tingkat-tingkat pendapatan yang cukup besar untuk dikenai
pajak pendapatan.
b. Bentuk matematik :
Taxabel income level = Y2 > OY2
dimana : OY2 = besarnya pendapatan saat pajak = 0
c. Kurva pajak yang built-in flexible

Tx

Tx=t+hY

0 Y

-t

3. Fungsi Konsumsi
C = a + cYD
YD = Y + Tr - Tx
Tx = t + hY
maka
C = a + cY + cTr - ct - chY
15

4. Fungsi Saving
S = YD - C
YD = Y + Tr - Tx
C = a + cY + cTr - ct - chY
maka ;
S = (1-h-c+ch)Y + (1-c)(Tr-t) – a

5. Pendapatan Naional Ekuilbrium Dalam Perekonomian Dengan Sistem


Perpajakan Yang Built-in Flexible
Y=C+I+G
C = a + cYD
YD = Y + Tr - Tx
Tx = t + hY
maka :
1
Y = ——— (a + I + G + cTr - ct)
(1-c+ch

6. Angka Pengganda
a. kI = /\Y / /\I = 1 / (1-c+ch)
b. kC = /\Y / /\C = 1 / (1-c+ch)
c. kG = /\Y / /\G = 1 / (1-c+ch)
d. kTr = /\Y / /\Tr = c / (1-c+ch)
e. kTx = /\Y / /\Tx = -c / (1-c+ch)
o0o
16

VIII. SEKTOR LUAR NEGERI DALAM PEREKONOMIAN

1. Neraca Pembayaran Luar Negeri (NPI)


a. Pengertian
Neraca Pembayaran Luar Negeri (NPI) memuat semua transaksi-transaksi
ekonomi luar negeri yang diadakan oleh penduduk negara NPI (dalam negeri)
dengan penduduk negara lain.
b. Unsur NPI
Unsur NPI terdiri dari :
1). Transaksi Debit
Transaksi debit terjadi apabila sebuah transaksi menciptakan atau
mengakibatkan bertambahnya kewajiban bagi penduduk negeri NPI untuk
membayar kepada penduduk negara lain atau mengakibatkan berkurangnya
hak penduduk negara NPI untuk menerima pembayaran dari penduduk negara
lain. Transaksi debit ditandai dengan negatif (-). contoh : impor barang-barang
/ jasa-jasa.
2). Transaksi kredit
Transaksi kredit terjadi apabila sebuah transaksi menciptakan atau mengakibatkan
bertambahnya hak bagi penduduk negara NPI untuk menerima pembayaran dari
penduduk negara lain atau mengakibatkan berkurangnya kewajiban bagi
penduduk NPI untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.
Contoh : ekspor barang-barang / jasa-jasa.
c. Macam-macam Pos NPI
1). Ekspor f.o.b.
Ekspor f.o.b. (free onm board) ialah harga barang ekspor sampai di kapal di
pelabuhan negara pengekspor.
Ekspor c.i.f (cost \, insurance and freight) yaitu nilai ekspor f.o.b. ditambah
biaya transpor antara pelabuhan negara pengimpor dan biaya asuransi.
Keadaan yang mengakibatkan bertambahnya ekspor antara lain :
a). meningkatnya tingkat kemakmuran masyarakat dunia.
b). tingkat inflasi yang terjadi di negara-negara yang banyak mengimpor
barang-barang ekspor kita.
c). kurs devis efektif yang berlaku bagi barang-barang ekspor
menguntungkan.
d). peningkatan efisiensi produksi di dalam negeri dalam artian yang luas,
yang dapat mengakibatkan produsen-produsen barang ekspor dengan
harga ekspor f.o.b yang sama dapat menghasilkan keuntungan yang lebih
tinggi.
e). Kegagalan produksi di negara-negara penghasil produk ekspor kita di
pasar dunia.
f). Kebijaksanaan fiskal dan moneter yang serasi dengan kebijaksanaan
peningkatan ekspor
2). Impor f.o.b.
17

Nilai impor f.o.b. menunjukkan jumlah nilai barang-barang yang kita impor
dalam tahun NPI yang dinyatakan dalam harga barang-barang tersebut sampai di
kapal di pelabuhan negara pengekspor.
Keadaan yang mengakibatkan bertambahnya impor :
a). meningkatnya tingkat kemakmuran penduduk dalam negeri.
b). tingkat inflasi di dalam negeri lebih tinggi dari pada tingkat inflasi di
negara-negara lain khususnya di negara-negara penghasil barang yang kita
import.
c). kurs devis efektif yang berlaku menguntungkan para importir.
d). kebijaksanaan pemerintah merangsang impor.
3). Jasa-jasa (invisible trade transaction)
Yang termasuk jasa antara lain : jasa transport, asuransi. wisatawan,
perjalanan oleh swasta dan pemerintah.
4). Pendapatan Modal
Pendapatan Modal berupa penanaman modal, kredit jangka panjang / pendek.
5). Penananam modal langsung
6). Hutang jangka panjang dan jangka pendek
7). Sektor Moneter
Sektor moneter mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada likuiditas
luar negeri dari pada negara NPI.
8). Pos selisih yang tidak diperhitungkan (Errors and ommission).
Pos selisih yang tidak diperhitungkan yaitu merupakan selisih antara jumlah
nilai debit dan nilai kraedit berhasil dicatat dengan sendirinya merupakan
angka saldo dari pada transaksi-transaksi yang tidak berhasil dicatat, entah
disebabkan karena kesalahan ataupun karena kekhilafan.
o0o
18

IX. ANALISA PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN


TERBUKA

1. Pendapatan Nasional Ekuilibrium


a. Pendekatan Permintaan = Penawaran
Y=C+I+X-M
dimana : X = nilai ekspor
M = nilai impor
b. Pendekatan Injeksi = Kebocoran
Y=C+S
C+S=C+I+X-M
maka :
S+M=I+X
S = So + sY
M = Mo + mY
dimana :
So = besarnya saving pada tingkat pendapatan nasional = 0
s = /\S//\Y = MPS = marginal propensity to save
Mo = besarnya impor pada tingkat pendapatan nasional = 0
m = /\M//\Y = marginal propensity to import
dengan demikian maka :
I+X-So-Mo
Y = —————
s+m

2. Angka Pengganda
/\Y 1
a. kfX = —— = — = angka pengganda ekspor
/\X s+m
/\Y 1
b. kfI = —— = — = angka pengganda investasi
/\I s+m
/\Y -1
c. kfSo = —— = — = angka pengganda saving
/\So s+m
/\Y -1
d. kfMo = —— = — = angka pengganda import
/\Mo s+m

3. Kebijaksanaan Intern & Ekstern


Keseimbangan intern (internal balance) yaitu keadaan perekonomian dalam negeri
dimana tingkat kesempatan kerja berada pada tingkat yang cukup tinggi.
Keseimbangan ekstern (external balance) yaitu keadaan perekonomian dengan neraca
pembayaran yang tidak defisit. Kebijaksanaan ekspansi : kebijaksanaan yang
bertujuan untuk menaikkan prmintaan agregatif (C + I + G + X -M) dalam
19

perekonomian. Kebijaksanaan konstaksi (kebijaksanaan pendeflasian) perekjonomian


yaitu kebijaksanaan yang bertujuan untuk mengurangi besarnya pengeluaranm
agregatif dalam perekonomian. Konflik antara internal balance dengan esternal
balance yaitu bilamana perekonomian menghadapi masalah pengangguran dan defisit
neraca pembayaran luar negeri bersama-sama.
o0o
20

X. PASAR KOMODITI DAN KURVA IS

1. Istilah Lain Pasar Komoditi


a. Pasar barang (commodity market)
b. Sektor Pengeluaran (expenditure sector)

2. Variabel-variabel Ekonomi Makro


a. Perekonomian Tertutup Sederhana
C, S, I dan Y
dimana : C = pengeluaran konsumsi
S = saving atau penabungan
I = Pengeluaran investasi
Y = Pendapatan Nasional
b. Perekonomian Tertutup dengan kebijaksanaan fiskal
C, S, I, Y, Tx, Tr dan G
dimana : Tx = taxes atau pajak
G = pengeluaran pemerintah
Tr = transfer pemerintah
c. Perekonomian Terbuka tanpa kebijaksnaan fiskal
C, S, I, Y, X, NM, Tx, Tr dan G

3. Pengeluaran Investasi dalam Model Analisa IS-LM


Dalam pasar barang, investasi (I) sebagai variabel eksogen.
Dalam analisa IS-LM, investasi secara eksplisit diasumsikan merupakan fungsi dari
pada tingkat bunga dengan arah negatif.
Misal : I = 80 - 4r
dimana : r = tingkat bunga
Secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut :

0 Y

4. Fungsi Saving dan Fungsi Konsumsi


Fungsi konsumsi diasumsikan sebagai berikut :
C = Co + cY
Fungsi saving dapat ditulis :
S = So + sY
21

5. Menurunkan kurva IS
Syarat ekuilibriumnya pasar komoditi untuk perekonomian tertutup tanpa
kebijaksanaan fiskal yaitu :
S = I juga Y = C + I
dimana ; C = Co + cY dimana 0 < c = /\C//\Y < 1
I = Io + er dimana e < /\I//\r < 0
maka kita menemukan :
Y=C+I
Y = (Co + cY) + (Io + er)
Y = Co + cY + Io + er
Co + cY + Io + er
Y = ———————
1-c
Secara grafis sebagai berikut :

S I=S S

0 I 0 Y

r r

IS

0 I 0 Y
22

XI. PASAR UANG DAN KURVA L-M

1. Pengertian
Pasar uang yaitu tempat pertemuan antara permintaan (atau kebutuhan) masyaraklat
akan uang (kartal dan giral) dengan jumlah uang (kartal dan giral) yang beredar.
Penawaran uang yaitu jumlah uang yang beredar dalam masyarakat yang terdiri dari
pada uang kartal dan uang giral. Permintaan akan uang yaitu kebutuhan masyarakat
akan uang tunai.
Motif permintaan akan uang menurut John Maynard Keynes :
a. Motif transaksi (transaction motive)
b. Motif berjaga-jaga (precautionary motive)

2. Permintaan Uang Untuk Transaksi


Yang mempengaruhi permintaan uang untuk transaksi yaitu bersar kecilnya
pendapatan yang diperoleh. Sehingga kurva permintaan uang untuk transaksi bisa
dinyatakan sebagai garis lurus dengan arah positip.

3. Permintaan Uang Untuk Berjaga-Jaga


Yang mempengaruhi besar kecilnya permintaan uang untuk berjaga-jaga yaitu besar
kecilnya transaksi yang direncanakan. Sehingga dengan demikian permintaan uang
untuk transaksi digabung dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga.
LT + LJ = L1
dimana : LT : permintaanuang untuk transaksi
LJ : permintaan uang untuk berjaga-jaga.
L1 : permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-
jaga.

4. Permintaan Uang Untuk Spekulasi


Yang dimaksud dengan spekulasi disini adalah spekulasi dalam surat-surat berharga,
khususnya surat obligasi. Para spekulan membeli surat-surat obligasi pada waktu
harga surat obligasi murah, dan menjualnya pada waktu harga surat obligasi mahal.
Dengan cara begini spekulan mendapatkan keuntungan.
Harga surat obligasi berhubungan erat dengan tingkat bunga yang berlaku dengan
hubungan sebagai berikut : meningkatnya tingkat bunga bertendensi mengakibatkan
menurunnya harga surat obligasi, dan sebaliknya menurunnya tingkat bunga
bertendensi mengakibatkan meningkatnya harga surat obligasi. Dengan demikian
hubungan antara permintaan uang untuk spekulasi dapat dinyatakan sbb: Pada waktu
tingkat bunga tinggi jumlah uang yang diminta masyarakat dengan motif spekulasi
sedikit, sedangkan pada waktu tingkat bunga rendah jumlah uang yang dibutuhkan
masyarakat untuk spekulasi besar.

5. Penawaran Akan Uang


Yang dimaksud penmawaran akan uang yaitu jumlah uang kartal dan uang giral yang
beredar dalam masyarakat. Dengan kebijaksanaan moneter pemerintah mampu
mempengaruhi jumlah uang yang beredar, antara lain dengan cara :
23

a. Rediscount policy
Apabila Bank Sentral menaikkan tingkat diskontonya maka jumlah uang nominal
yuang beredar bertendensi untuk berkurang. Sebaliknya apabila pemerintah
menghendaki jumlah uang yang beredar bertambah suku diskonto Bank Sentral
perlu diturunkan.
b. Open Market Operation (Operasi Pasar Terbuka)
Apabila pemerintah menghendaki menurunnya jumlah uang yang beredar
pemerintah harus menjual surat obligasi di pasar bebas. Tindakan ini disebut open
market buying, yaitu membeli surat-surat berharga, khususnya surat obligasi, di
pasar bebas.
c. Manipulasi Legal Reserve Ratio
Apabila pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar dapat dengan
jalan menurunkan minimum legal reserve ratio, (angka banding minimum antara
uang tunai dengan kewajiban giral bank). Apabila pemerintah ingin menurunkan
jumlah uang yang beredar pemerintah melakukan kebijaksanaan uang ketat (hight
money policy), dengan jalan menaikkan minimum legal reserve ratio bank.
d. Selective Credit Control
Caranya dengan moral suation, dimana Bank Sentral secara informnal
mempengaruhi kebijaksanaan-kebijaksanaan bank-bank umum, khususnya
mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam perkreditan.
Cara a,b dan c disebut quantitative credit control, sedang d disebut qualitative
credit control.
Untuk perekonomian yang menggunakan sistem pengawasan devisa, dimana
masyarakat tidak mempunyai kebebasan memiliki dan menggunakan valuta asing,
dengan konsekuensi berupa terpisahnya sistem moneter dalam negeri dengan sistem
moneter dunia, bisa terjadi pemerintah mempunyai keleluasaan untuk mencetak uang.
Kalau halnya demikian maka pencetakan uang dapat pula dianggap sebagai salah satu
sumber peningkatan jumlah uang yang beredar.
Jumlah uang yang beredar dapat dipengaruhi oleh neraca pembayaran luar negeri
negara tersebut. Surplusnya neraca pembayaran bertendensi mengakibatkan
meningkatnya penawaran akan uang. defisitnya neraca pembayaran, dilain pihak
bertendensi menurunkan jumlah uang yang beredar.

6. Menurunkan Kurva L-M


Kurva atau fungsi LM yaitu kurva atau yang menunjukkan hubungan antara
tingkat-tingkat pendapatan nasional pada berbagai kemungkinan tingkat bunga yang
memenuhi syarat ekuilibriumnya pasar uang. Syarat ekuilibriumnya pasar uang yaitu
terpenuhinya kesamaan antara permintaan (total) akan uang dengan penawaran akan
uang :
L=M

dimana : L = L1(Y) + L2(r)


L1 = k1Y
L2 = k2r + L2o
M = k1Y + k2r + L2o
24

M - L2o - k2r
Y = ——————
k1

r r

LM

0 Y 0 L2

L1 L1,M

0 Y 0 L2,M
25

XII. EKUILIBRIUM DALAM ANALISA IS-LM

1. Ekuilibrium Umum
Kurva IS merupakan kurva yang menghubungkan tingkat-tingkat pendapatan
nasional pada berbagai kemungkinan tingkat bunga dimana dipenuhi syarat
ekuilibriumnya pasar komoditi. Kurva LM : merupakan kurva yang menghubungkan
tingkat-tingkat pendapatan nasional pada berbagai kemungkinan tingkat bunga
dimana dipenuhi syarat ekuilibriumnya pasar uang. Keseimbangan umum (general
equilibrium) : keadaan perekonomian dimana terpenuhinmya syarat ekuilibriumnya
pasar uang dan pasar barang dalam model analisa IS-LM. Titik ekuilibrium IS-LM :
titik potong dari keseimbangan umum. Keseimbangan semu (quasi equilibrium) :
perekonomian yang hanya terpenuhi syarat ekuilibriumnya satu pasar saja.
Cara menentukan keseimbangan umum melalui kurva IS-LM :

S S S

0 I 0 Y
r r r

IS
LM

0 I 0 Y 0 L2

L1 L1

0 Y 0 L2
26

XIII. KEBIJAKSANAAN FISKAL DAN KEBIJAKSANAAN MONETER


DALAM MODEL ANALISA IS-LM

1. Pengertian
Kebijaksanaan ekonomi makro : tindakan pemerintah untuk mempengaruhi
jalannya perekonomian dengan maksud agar supaya keadaan perekonomian tidak
terlalu menyimpang dari keadaan yang diinginkannya.
Macam kebijaksaan ekonomi makro :
a. Kebijaksaan fiskal
b. Kebijaksanaan Moneter
Tujuan kebijaksanaan ekonomi : dapat diungkapkan dalam bentuk perubahan nilai
variabel-variabel tertentu yang diinginkan. Variabel target (target variable) : variabel-
variabel yang oleh pemerintah diharapkan nilainya akan berubah sebagai hasil
pelaksanaan suatu kebijaksanaan (misal Pendapatan Naional (Y) dan tingkat
employment). Instrumen kebijaksanaan (policy instruments) : alat untuk mencapai
tujuan yang ditetapkan dalam suatu kebijaksanaan. Variabel intrumen (instrument
variable/policy instruments variable) : variabel yang dipakai sebagai instrumen
kebijaksanaan.
Contoh variabel instruemen :
a. Untuk kebijaksanaan moneter : M
b. Untuk kebijaksanaan fiskal : G, Tx dan Tr

2. Kebijaksanaan Ekspansi dan Konstraksi


a. Kebijaksaan ekspansi yaitu kebijaksanaan ekonomi makro yang mempunyai
tujuan untuk memperbesar kegiatan ekonomi dalam perekonomian.
Situasi dilakukannya kebijaksanaan ekspansi bila :
* terjadinya banyak pengangguran
* kapasitas produksi nasional belum dalam pemanfaatan penuh
Hasil yang diharapkan dari kebijaksanaan fiskal al :
* meningkatnya pendapatan nasional
* menurunnya tingkat pengangguran
b. Kebijaksanaan konstrraksi : kebijaksanaan ekonomi makro yang bertujuan untuk
menurunkan kegiatan ekonomi dalam perekonomian.
Situasi dilakukannya kebijasanaan konstraksi.
* overemployment
* defisit neraca pembayaran secara terus menerus.
Hasil yang diharapkan dari kebijaksanaan konstraksi al :
* menurunkan tingkat inflasi
* memperkecil defisit neraca pembayaran Luar Negeri

3. Bekerjanya Kebijaksanaan Moneter


Kebijaksanaan moneter yang murni : kebijaksanaan moneter yang tidak disertai oleh
perubahan nilai G, Tx dan Tr.
27

r LM r

E LMf
IS
F

Yo Yf Y 0 L2

L1 L1

0 Y 0 M Mf

4. Bekerjanya Kebijaksanaan Fiskal


Kebijaksanaan fiskal murni : apabila kebijaksanaan fiskal tersebut tidak disertai
oleh berubahnya jumlah uang yang beredar.Bentuk kurva permintaan akan uang
untuk spekulasi dan keefektifan kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter.

I+G+c(Tx-Tr)
S I=S S

0 I 0 Y

r r LM

I IS0 Isf

0 I 0 Y
28

XIV. EKUILIBRIUM UMUM DALAM MODEL ANALISA PERMINTAAN


PENAWARAN AGREGATIF

1.Pengertian
Titik ekuilibrium permintaan-penawaran agregatif, pada dasarnya merupakan masalah
terbentuknya harga ekuilibrium dan tingkat pendapatan nyata (pendapatan riil =
pendapatan dengan harga konstan) nasional ekuilibrium.
Ekuilibrium umum pada analisis permintaan-penawaran agregatif terjadi bila pada
pasar komoditi, pasar uang dan pasar sumberdaya manusia dalam keadaan
ekuilibrium.
29

S S S

0 I 0 Y
r r r

IS
LM

0 I 0 Y 0 L2

L1 L1

0 Y 0 L2

H H

0 W 0 Y
N N

0 W 0 Y
30

2. Kurva Penawaran Agregatif


a. Berdasarkan Keynes
1). Terdapat ketegaran harga
2). Menyebabkan kurva berbentuk bergerak ke ats sejajar dengan sumbu tingkat
harga (KAgS)
b. Berdasar Klasik
1). Terdapat fleksibilitas harga
2). Ada unsur monopsonistik
3). Menyebabkan kurva berbentuk bergerak ke atas sejajar dengan sumbu tingkat
harga, ke bawah bergerak mengarah ke sumbu tingkat harga (CAgS)

AgS
H

0 C Y

3. Kurva Permintaan Agregatif


a. Asumsi Keynes
1). danya bagian kurva prmintaan uang untuk spekulasi yang elastik sempurna
(Keynesian liquidity trap)
2). danya bagian kurva permintaan investasi yang inelastik sempurna (sejajar dengan
sumbu tingkat bunga)
b. Asumsi Klasik
1). Kurva permintaan uang untuk spekulasi inelastik sempurna, tidak kenal liquidity
trap.
2). Dalam perekonomian bekerja Pigou Effect
3). Bentuk kurva (AgD)

H AgD

0 K Y
31

4. Keseimbangan Umum dan asumsi Klasik Murni


Kesimbangan umum terjadi pada keadaan fullemployment

5. Keseimbangan Umum Dengan Asumsi Keynes Murni


AgD3 AgS
H C
AgD2 R

AgD1
B
A

0 Y1 Y2 Yf

6. Keseimbangan Umum Dengan Asumsi Campuran


32

XV. BEBERAPA TEORI INFLASI

1. Pengertian
Inflasi yaitu merupakan gejala ekonomi yang berupa naiknya tingkat harga.
a. Inflasi permintaan (demand-pull inflation, inflasi tarikan permintaan, demand
inflation).
b. Inflasi penawaran (cost-push inflation, supply inflation)
c. Inflasi campuran (mixed inflation), yaitu inflasi yang mempunyai unsur demand-
pull maupun cost-push.

2. Inflasi Permintaan
Inflasi permintaan yaitu inflasi yang timbul sebagai akibat dari pada meningkatnya
permintaan agregatif.
Macam-macam pendekatan inflasi permintaan
a. Pendekatan teori kuantias uang
Teori kuantitas uang menyetakan bahwa naik turunnya tingkat harga disebabkan
oleh naik turunnya jumlah uang yang beredar dalam perekonomian.
Mekanismenya :
Jumlah uang yang beredar naik maka saldo kas masyarakat meningkat.
Peningkatan tersebut digunakan untuk konsumsi menyebabkan meingkatnya
permintaan agregatif. Dengan asumsi fullemployment naiknya permintaan
agregatif akan mengakibatkan naiknya harga (terjadi inflasi). Inflasi akan berhenti
apbila angka banding antara jumlah saldo kas nyata dengan pendapatan nyata
kembali ke ketinggian semula.
b. Pendekatan Analisis Celah Inflasi
Celah inflasi (inflationary gap) yaitu inflasi yang terjadi dalam keadaan dimana
besarnya permintaan agregatif, yaitu penjumlahan (C + I + G + X -M), melebihi
kapasitas produksi nasional (fullemployment).

G4 B4
Y
G3 B3

B2
B1 I4
I3
I2

I1

0 Y1 Y2 Y3 Y4

Full employment terjadi saat pendapatan nasional sebesar Yf, harga saat tersebut
tg < BOYf. Bila investasi sebesar I1, harga sebesar tg < AOY1 = tg < BOYf = 1.
33

Bila investasi sebesar I3, harga sebesar tg < EOYf. Bila investasi sebesar I4, harga
sebesar tg < BOYf, dimana saat investasi sebesar I3 dan I4 terjadi kenaikkan
harga (terjadi inflasi).
c. Pendekatan IS-LM
Pendekatan IS-LM menyatakan bahwa inflasi terjadi bila ada perubahan semua
faktor yang menyebabkan bergesernya kurva IS atau LM atau kedua-duanya
menjadi sumbu tingkat bunga. Fullemployment terjadi saat pendapatan nasional
sebesar Yf. Bila IS atau LM atau keduanya bergeser ke kanan misalnya
menghasilkan pendapatan Y1, maka harga jadi tg à 2, lebih besar dari sebenarnya
(terjadi inlfasi).

LM1 LM3
IS2,3,4 LM4
E2
E3
IS1 E1 E4

0 Y1 Yf Y3 Y4

d. Pendekatan Analisis Permintaan-Penawaran Agregatif


Pendekatan analisis permintaan-penawaran agregatif menyatakan bahwa inflasi
terjadi bila titik pertemuan kurva permintaan dan penawaran agregatif bergeser
menjadi sumbu roduk nasional/tahun.

AgS
AgD5
H4
AgD4

H3

H2 AgD3
H1 AgD2
AgD1

3. Inflasi Penawaran
Inflasi penawaran yaitu inflasi yang timbul sebagai akibat berkurangnya penawaran
agregatif
34

Macam pendekatan inflasi penawaran :


a. Pendekatan Analisis IS-LM menyatakan bahwa inflasi terjadi bila titik pertemuan
IS-LM akan bergeser dan menyebabkan pendapatan nasional keseimbangan menurun.
Pendapatan nasional mula-mula Yf, karena tuntutan kenaikan gaji karyawan atau
banyaknya perusahaan menggunakan kekuatan monopolinya menyebabkan
pendapatan nasional nyata bergeser ke kiri, berarti output tidak dalam maksimum
melainkan berada di sebelah kannya (berarti terjadi celah inflasi) dan harga akan naik
(terjadi inflasi). Inflasi berhenti bila LM bergeser menjadi LM1.

r
LM1
LM0

E1

E0

0 Yf1 YF

b. Pendekatan analisis permintaan-penawaran agregatif.Pendekatan analisis


permintaan-penawaran agregatif menyatakan bahwa inflasi terjadi bila ...
Mula-mula harga sebesar H1, kurva penawaran AgS1. Karena adanya kekuatan
monopoli/monopsomi untuk meminta menaikkan harga maka kurva penawaran
bergeser ke kiri maka tingkat harga menjadi naik ke H2, H3 dan seterusnya
(terjadi inflasi)

AgD

H4 AgS4
H3
H2 AgS3

H1
AgS2

AgS1

Y/tahun
0 Y4 Y3 Y2 Y1

4. Inflasi Campuran
35

Inflasi campuran yaitu inflasi yang disebabkan adanya campuran antara demmand-
pull dan cost-push (tarikan permintaan dan dorongan biaya).

H
g
AgD4
f e
AgS4 AgD3
d c
AgS3 AgD2
b
AgS2 a AgD1
AgS1

Y/tahun
0 Yu Yf
Dengan adanya pergeseran kurva permintaan dari AgD1 - AgD3 dan karena
penawaran dari AgS1 - AgS3 maka harga akan naik dari H1 - H3 (terjadi inflasi).

o0o
36

DAFTAR PUSTAKA

BOEDIONO, DR (1984), Ekonomi Makro, BPFE, Yogyakarta, 172 hal.


SOEDIYONO R, MBA, DR (1982), Ekonomi Makro: Pengantar Pendapatan Nasional,
Liberty, Yogyakarta, 223 hal.

-------------------- (1983), Ekonomi Makro: Analisa IS-LM dan Permintan Penawaran


Agregatif, Liberty, Yogyakarta, 241 hal.

TUTUT DWI SUTIKNJO, IR (1986), Diktat Kuliah Ekonomi Makro, Jurusan Sosial
Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, Kediri, 69 hal.

___________________, IR (1991), Diktat Kuliah : Ekonomi Makro, Departemen Sosial


Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, Kediri, 51 hal.

o0o
37

LAMPIRAN
Soal Ujian
38

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN SISIPAN SEMESTER VI TH. 1984/1985
MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO
HARI/TANGGAL : SELASA, 7 MEI 1985
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
1. Apa beda ekonomi klasik dan modern yang anda ketahui ?
Berikan tanggapan dan alsan anda mana yang lebih baik dari kedua tahapan ekonomi
tersebut !
2. Untuk mengatasi masalah ekonomi makro digunakan dua cara pendekatan
jangka pendek dan pendekatan jangka panjang. Dalam kenyataannya untuk
mengatasi jangka pendek dan jangka panjang adalah saling kait mengkait.
Berikan penjelasan bagaimana kaitan kedua cara pendekatan tersebut.
3. Pada dasarnya tujuan pemerintah dalam kebijaksanaan ekonominya adalah untuk
menciptakan kemakmuran, salah satu indikator untuk menunjukkan kemakmuran
adalah dengan mengetahui pendapatan per kapitanya. Namun dalam kenyataannya
ukuran kemakmuran dengan mengetahui pendapatan per kapitanya yang demikian
masih mempunyai kelemahan-kelemahan, mengapa demikian ?
4. Untuk pengendalian perekonomian, perubahan investasi perlu mendapat perhatian
yang serius. Mengapa demikian ?
5. Untuk menghitung pendapatan nasional, salah satu caranya dapat dicari dengan
jalan pendekatan penerimaan dan pendekatan pengeluaran. Ternyata dari kedua cara
tersebut menghasilkan nilai yang sama, mengapa demikian ?
6. Dalam perekonomian dua sektor, tabungan dikatakan kebocoran dan investasi
sebagai injeksi, mengapa demikian. Dan mengapa investasi tidak harus sama dengan
tabungan ?
7. Diketahui :
a. Pada tingkat pendapatan naional per tahnnya sebesar Rp. 100 milyar, besarnya
konsumsi sebesar Rp. 95 milyar per tahun.
b. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 120 milyar per tahun, besarnya
konsumsi per tahunnya Rp. 110 milyar.
Soal :
a. Carilah fungsi konsumsinya
b. Break event point tercapai pada tingkat pendapatan nasional sebesar berapa ?
8. Diketahui :
a. Fungsi konsumsi per tahun :
C = 0,75 Y + 20 milyar rupiah
b. Besarnya investasi per tahun
I = 40 milyar rupiah
Soal :
a. Hitunglah besarnya pendapatan nasional equilibrium
b. Hitunglah besarnya konsumsi ekuilibrium
c. Hitunglah besarnya saving ekuilibrium
39

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN UTAMA SEMESTER VI TH. 1984/1985

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : JUM'AT, 5 JULI 1985
WAKTU : 75 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

1. Fungsi permintaan dan penawaran dapat bergeser karena adanya pengaruh


berbagai faktor. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi bergesernya fungsi
permintaan dan penawaran dan bagaimana pergeseran tersebut dapat terjadi ?
2. Dalam ekonomi klasik dan Keynesia mengenai pasar uang ada beberapa
perbedaan, sebutkan perbedaan-perbedaan tersebut dan mana yang lebih baik,
berikan uraian !
3. Didalam sistem perekonomian terbuka :
Diketahui : Fungsi konsumsi : C = 75 + 0,5 Y
Fungsi Impor : M = 20 + 0,2 Y
Pengeluaran Investasi : I = 200
Ekspor : X = 100
(satuan : milyar rupiah)
Saudara diminta untuk menghitung tingkat equilibrium dari :
a. Pendapatan Nasional f. Gambar dengan benar masing-masing (a s/d e)
b. Saving
c. Konsumsi g. Apa saran saudara untuk memperbaiki
d. Impor keadaan tersebut di atas. Jelaskan
e. Neraca perdagangan
4. Seandainya sebuah ekonomi nasional hanya mempunyai 3 buah perusahaan : A, B
dan C. Perusahaan A adalah perusahaan pertambangan biji besi, perusahaan B adalah
perusahaan penghasil baja dan perusahaan C adalah perusahaan mobil. Apabila data
yang menyangkut ke 3 perusahaan tersebut adalah sebagai berikut : (dalam satuan
uang) :
A B C
Penjualan total 300.000 800.000 1.800.000
Upah 200.000 350.000 750.000
Pembelian dari perusahaan lain 0 300.000 800.000
Laba 100.000 150.000 250.000
Ditanyakan :
a. nilai total penjualan barang-barang akhir
b. nilai total seluruh penjualan barang-barang
c. besarnya nilai tambah bagi perusahaan A
d. besarnya nilai tambah bagi perusahaan B
e. besarnya nilai tambah bagi perusahaan C
f. besarnya pendapatan total yang diperoleh para pemilik faktor produksi
40

5. Mengapa suatu negara perlu berdagang ?


UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN ULANGAN SEMESTER VI TH. 1984/1985

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : JUM'AT, 26 JULI 1985
WAKTU : 75 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
PERHATIAN !
1. Soal dikerjakan pada kertas tersendiri yang telah disediakan oleh panitia
ujian.
2. Jawaban untuk angka romawi I harus sekali jadi, pembetulan dalam bentuk
apapun dianggap salah, pilih satu yang benar.
3. Kerjakan dengan percaya sendiri.
SOAL
I. 1. Sejarah perkembangan ilmu ekonomi cukup panjang, dan pada akhirnya berhasillah
ilmu ekonomi sebagai suatu disiplin baru. Yang mengangkat pertama kali ilmu
Ekonomi sebagai suatu disiplin tersendiri yaitu :
a. Aristoteles (350 SM) b. Thomas Aquinos (1270)
c. Fransois quesnay (1758) d. Adam Smith (1776)
e. John Maynard Keynes (1930)
2. Pada tahun 1930-an timbullah suatu gejolak ekonomi sehingga memunculkan
pemikiran baru dalam mengatasinya dan dipelopori oleh Keynes. Hal yang
menyebabkan timbulnya gejolak ekonomi tersebut dinamakan :
a. devaluasi ekonomi b. deflasi ekonomi
c. depresi ekonomi d. depresiasi
e. PErtumbuhan ekonomi
3. Ilmu pengetahuan yang mencari/mengupulkan/menggali data / fakta tentang gejala-
gejala ekonomi kemudian dijadikan suatu analisa dan akhirnya diambil suatu
kesimpulan.
a. Economic Theory b. Micro Economics
c. Macro Economics c. Applied Economics
e. Descriptive Economics
4. Memberikan petunjuk-petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil
untuk menanggulangi suatu permasalahan ekonomi tertentu, yaitu kebijaksanaan
makro, merupakan :
a. Tujuan mempelajari ekonomi makro
b. Kegunaan ekonomi makro c. Pengertian ekonomi makro
d. Pelaksanaan ekonomi makro e. Definisi ekonomi makro
5. Yang tidak dipelajari dalam ekonomi makro yaitu :
a. Ekonomi Internasional b. Ekonomi Perencanaan
c. Ramalan suatu perekonomian d. Ekonomi Perusahan
e. Persoalan akselator
41

6. Yang bukan termasuk data ekonomi makro pada segi produksi proses ekonomi,
yaitu :
a. Skala-skala kebutuhan berbagai subyek ekonomi
b. Jumlah tenaga kerja yang tersedia
c. Kualitas tanah yang tersedia
d. Benda-benda modal yang tersedia
e. Pengetahuan tehnis untuk mengkombinasi faktor-faktor produksi.
7. Suatu daftar atau skedul yang menunjukkan berbagai-bagai jumlah barang X yang
ingin dan dapat dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga yang sesuai pada
suatu saat tertentu,
a. Pasar b. Permintaan c. Penawaran d. elastisitas
e. fungsi produksi
8. Jumlah uang yang tersisa bagi para individu setelah membayar pajak langsung
mereka kepada pihak pemerintah (semua pajak-pajak pusat/daerah)
a. Gross national Product b. Net National Product
c. National Income d. Personal income
e. Disposapble income
9. Pengeluaran yang dilakukan untuk membeli barang dan jasa dari sektor swasta
disebut :
a. Konsumsi b. Investasi
c. Pengeluaran pemerintah d. ekspor netto
e. pendapatan nasional bruto
10. Yang berbeda dari anggapan kaum klasik adalah :
a. Hukum Say b. Harga-harga yang fleksibel
c. Mekanisme pasar secara otomatis
d. Memakai dasar pertukaran uang
e. Memakai dasar pertukaran barter
11. Keseluruhan alat-alat produksi yang digunakan dalam proses produksi perusahaan-
perusahaan dalam ekonomi disebut :
a. Investasi b. stok kapital tetap
c. stok kapital d. Investasi bruto
e. investasi netto
12. Pergeseran seluruh kurva konsumsi dapat dipengaruhi kecuali oleh :
a. perubahan pendapatan b. stok aktiva lancar
c. Hutang d. sikap berhemat
e. perpajakan
13. Pada perekonomian tertutup sederhana dengan kebijaksanaan fiskal diketahui : Go
= 140; C = 160 + 60 Y' Io = 200; T = 100 maka besarnya konsumsi keseimbangan :
a. 1250 b. 910 c. 1100 d. 900 e. 760
14. Ikhtisar yang tersusun secara sistimatis dari transaksi-transaksi ekonomi antara
penduduk suatu negara dengan negara lain selama jangka waktu tertentu (umumnya
satu tahun) :
a. Transaksi dagang b. Neraca pembayaran internasional
c. pos-pos dasar pada neraca pembayaran
d. Neraca perdagangan barang e. neraca jasa-jasa
15. Salah satu cara menstabilkan kurs uang yaitu :
42

a. Aktif: bila suatu negara menggunakan standard emas


b. Aktif: bila dengan jalan membeli/menjual valuta asing bila tendesi kursnya
turun/naik.
c. Pasif: bila negara menyediakan dana untuk tujuan stabilisasi kurs
d. Pasif: bila negara menggunakan standard emas
e. Pasif: bila dengan jalan membeli/menjual valuta asing
16. Ada beberapa tahapan perkembangan ilmu ekonomi, yaitu tahapan fisiokrat, tahap
klasik dan tahap Keynesian. Tahap klasik menelorkan :
a. ekonomi diskriptif b. Ekonomi mikro
c. Ekonomi makro d. Ekonomi terapan
e. Ekonomi Internasional
17. Bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari masalah ekonomi secara keseluruhan
(totalitet/agregatif) :
a. applied economic b. macri economics
c. mikro ekonomi d. ekonomi diskriptif
e. ekonomi internasional
18. Untuk memperoleh pengetahuan guna mengerti dunia ekonomi dimana kita sedang
hidup termasuk :
a. tujuan mempelajari ilmu ekonomi
b. kegunaan mempelajari ilmu ekonomi
c. pengertian ilmu ekonomi d. definisi ilmu ekonomi
e. pelaksanaan ilmu ekonomi
19. Dalam ekonomi makro ada dua masalah kebijaksanaan makro yaitu masalah jangka
pendek dan jangka panjang. Masalah jangka panjang yaitu tentang :
a. pemerataan b. stabilitas
c. pertumbuhan d. lapangan kerja e. fluktuasi
20. Yang bukan termasuk pelaku makro :
a. lembaga keuangan b. lembaga ekonomi
c. rumah tangga d. pemerintah e. lembaga sosial
21. Sejarah konsep pendapatan nasional berkembang hingga pada suatu saat dimana
produk nasional bruto mendapat kedudukan sebagai alat pengukur kegiatan
ekonomi yang paling penint. Yang mengadakan suti yang mendalam mengenai
perhitungan pendapatan tersebut :
a. Boisgillebert b. Petty
c. Tucker d. Simon Kuznets e. Leon Walras
22. Untuk mengukur secara kuantitatif arah, intensitas, dan kecepatan keberhasilan
usaha pembangunan secara nasional merupakan
a. sasaran pendapatan nasional
b. fungsi pendapatan nasional c. maksud pendapatan nasional
d. manfaat pendapatan nasional e. tujuan pendapatan nasional
23. Yang bukan termasuk sifat-sifat Produk Nasional Bruto
a. PNB adalah ukuran moneter
b. PNB hanya memperhitungkan barang-barang dan jasa-jasa akhir saja
c. PNB tidak memperhitungkan nilai-nilai yangtimbul dari transaksi yang tidak
dilakukan melalui pasar
d. PNB sebagai alat pengukur kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
43

e. PNB tidak memperhitungkan kualitas produk.


24. Dalam jangka panjang konsumsi berubah secara proporsional dengan pendapatan,
tetapi dalam jangka pendek konsumsi berubah dalam proporsi yang lebih kecil dari
perubahan pendapatan. PErnyataan tersebut dikemukakan oleh :
a. Keynes b. A. Ando c. Milton Friedman
d. R. Brumberg e. Duesenbery
25. Pendekatan pendapatan nasional equilibrium pada perekonomian terbuka :
1
a. YE = C + I b. S = I c. YE = —(a+I)
1-b

I + X - So - Mo a + cTr - cTx + I + G
d. YE = ——————— e. YE = —————————
s+m 1-c
26. Yang termasuk pajak tidak langsung yaitu :
a. Pajak perseroan b. pajak pendapatan c. Cukai d. MPO
e. IPeDa
27. Teori yang mengatakan bahwa kekayaan suatu negara dapat ditentukan oleh
banyaknya lobam mulia yang dipunyai :
a. Merkantilisme b. Teori keuntungan mutlak dari Adam Smith
c. Teori ongkos komparatif dari Dvid Richardo
d. Teori keuntungan komparatif dari J. S. Mill
e. Teori Heckscher.
28. Yang tidak termasuk variabel dalam perekonomian terbuka tanpa kebijaksanaan
fiskal yaitu :
a. Konsumsi b. Penabungan c. Ekspor d. Investasi e. pajak
29. Suatu perdagangan internasional yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan
dari spesialisasi :
a. Autarki b. Protensi c. Economic Welfare
d. Keseimbangan neraca pembayaran e. Pembangunan ekonomi
30. Uang yang dapat digunakan sebagai alat penukar secara langung:
a. Uang giral b. Uang kartal
c. Uang kuasi d. Near Money e. Uang
31. Yang bukan termasuk fungsi uang :
a. sebagi alat penukar b. sebagai pengukur nilai
c. sebagai satuan penghitung d. sebagai penimbun kekayaan
e. untuk spekulasi
32. Tujuan pendirian bank :
a. untuk mencari laba
b. sebagai penghubung bagi mereka yang memiliki dana berlebih dengan mereka
yang memerlukan dana
c. untuk menstabilkan perekonomian
d. untuk mencetak uang e. sebagai perusahaan
33. suatu sistim dimana bank berkewajiban untuk menyipan sebagian dari dana
mtitipan sebagai cadangan kalau sewaktu-waktu dana itu diambil pemiliknya :
a. sistim deposito b. sistim giro
44

c. sistim cadangan pecahan d. sistim berimbang


e. sistim nisbah cadangan
34. Kebijaksanaan yang mdilakukan oleh penguasa moneter untuk menstabilkan
jalannya roda perekonomian dan mendorong kegiatan perekonomian dengan cara
memanipulasi jumlah yang yang beredar
a. kebijaksanaan moneter b. kebijaksanaan pemerintah
c. kebijaksanaan ekonomi makro
d. kebijaksanaan ekonomi internasional
e. perencanaan ekonomi
35. Yang bukan termasuk tugas Bank Sentral yaitu :
a. mengatur kestabilan nilai rupiah
b. menjaga kestabilan nilai rupiah
c. memelihara kestabilan nilai rupiah
d. seabagai penguasa moneter
e. mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas
kesempatanm kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat
36. Yang bukan termasuk cara mempengaruhi jumlah yang yang beredar :
a. Kebijaksanaan nisbah cadangan
b. Kebijaksanaan cadangan pecahan
c. kebijaksanaan suku bunga diskonto
d. kebijaksanaan operasi pasar terbuka
e. bujukan persuasif
37. Pada setiap bangsa terdapat enam masalah ekonomi, salah satu diantaranya :
Barang-barang dan jasa apa yang harus dihasilkan dan berapakah banyaknya, hal ini
dinamakan :
a. Efisiensi b. Full employment c. What to procudt
d. For Whom e. Development
II. 1. Sistim perekonomian di Indonesia adalah sistim perekonomian campuran, dimana
peranan pemerintah dalam mengendalikan dan mengarahkan jalannya roda
perekonomian jelas sekali terlihat dari mekanisme perencanaan pusat. Coba
jelaskan peranan apa saja yang diperbuat oleh pemerintah tersebut.
2. Negara Indonesia, saat ini masih giat melaksanakan pembangunan. Coba jelaskan
bagaimana rencana pembangunan di Indonesia, khususnya bidang ekonomi.
3. Kalau saudara diminta merencanakan pembangunan ekonomi, Langkah-langkah
apa saja yang perlu Saudara ambil.
4. Bila investasi lebih kecil dari tabungan, maka akan terjadi perubahan-perubahan
ekonomi hingga pada akhirnya terjadi keseimbangan lagi, yaitu besarnya investasi
sama dengan besarnya tabungan. Coba uraikan proses terjadinya keseimbangn baru
tersebut.

---Selamat mengerjakan---
45

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN MID SEMESTER VI. TAHUN 1985/1986

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : KAMIS, 24 APRIL 1986
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

1. Untuk apa anda mempelajari ekonomi makro ?


2. Dalam hjal mempelajari Ekonomi Makro, hal apa yang paling penting dan mengapa
demikian ?
3. Berikan secara singkat bagaimana cara mengukur Pendapatan Nasional !
4. Apa beda teori ekonomi klasik dan Keynesian. Jelaskan secara singkat !
5. Semakin tinggi pendapatan maka semakin tinggi pula tingkat konsumsinya, namun
perubahannya tidak proporsional. Apa maksud pernyataan ini ?
6. Coba terangkan bagaimana proses multiplier itu bisa terjadi !
7. Filsafat APBN di Indonesia bersifat berimbang dan dinamis, namun tidak bersifat
netral. Apa yang dimaksud berimbang, dinamis dan tidak netral pada pernyataan
tersebut ?
8. Dalam keadaan recesi pemerintah waktu itu hanya bisa membeli barang dan jasa Rp.
290 milyar. Pemerintah ingin berusaha memperbaiki pendapatannya menjadi Rp.
1500 milyar. Apabila diketahui investasi sebesar Rp. 200 milyar, konsumsi C = 150 +
0,8 Y, dan pajak ditetapkan sebesar Tx = 350 + 0,2 Y. Bagaimana usaha pemerintah
agar usahanya berhasil ?

ooo000ooo

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN UTAMA SEMESTER VI. TAHUN 1985/1986

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : KAMIS, 19 JUNI 1986
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

1. Dalam sistim perkonomian terbuka


Diketahui :
Fungsi saving : S = - 40 + 0,3 Y
Fungsi impor : M = 20 + 0,2 Y
Pengeluaran Investasi : I = 200
46

Ekspor : X = 100
Hitunglah besarnya :
a. Pendapatan nasional equilibrium
b. Saving equilibrium
c. Impor equilibrium
d. Konsumsi ekuilibrium
e. Neraca perdagangan equilibrium
2. Harga minyak semakin lama semakin turun, sehingga pemerintah mendapatkan
kesulitan untuk membeli barang dan jasa pada nilai yang ditentukan. Pihak swasta
hanya bisa menanamkan investasi sebesar Rp. 300 milyar. Apabila fungsi konsumsi C
= 200 + 0,5 YD; pajak ditetapkan sebesar Tx = 400 + 0,3 Y diperoleh pendapatan
nasional sebesar Rp. 1000 milyar. Sampai berapa besar pemerintah dapat membeli
barang-barang dan jasa-jasa pada saat itu ? Apabila pemerintah ingin menaikkan
pendapatan sebesar Rp. 1500 milyar bagaimana usaha pemerintah bisa tercapai ? Apa
yang terjadi bila pemerintah memberikan transfer sebesar Rp. 25 milyar ?
3. Diketahui :
a. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 105 milyar, besarnya konsumsi
sebesar Rp. 100 milyar per tahun
b. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 120 milyar per tahun, besarnya
konsumsi per tahunnya Rp. 110,-
S O A L : a. Carilah fungsi konsumsinya
b. Break even point tercapai pada tingkat pendapat -
an nasional sebesar berapa ?
c. Gambar dalam grafik fungsi tersebut di atas.
4. a. Apa yang dimaksud dengan jumlah uang yang beredar ?
b. Diketahui : Jumlah uang yang beredar : Ms = 400 milyar rp.
Permintaan uang untuk:
- transaksi dan berjaga-jaga : L1 = 0,8 Y
- Spekulasi L2 = 160 - 8 r
Fungsi konsumsi : C = 0,6 Y + 80
Fungsi investasi : I = 160 - 8 r
Ditanyakan: Keseimbangan tingkat pendapatan nasional yang
memenuhi syarat keseimbangan pasar barang dan
pasar uang.

ooo000ooo
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN PERBAIKAN SEMESTER VI. TAHUN 1985/1986

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : KAMIS, 3 JULI 1986
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
47

1. Dalam sistim perekonomian terbuka diketahui :


Fungsi saving : S = -30 + 0,4 Y
Fungsi impor : M = 10 + 0,1 Y
Pengeluaran investasi : I = 200
Ekspor : X = 50
Hitunglah :
a. Pendapatan nasional ekuilibrium
b. Saving ekuilibrium
c. Impor ekuilibrium
d. Konsumsi ekuilibrium
e. Neraca Perdagangan ekuilibrium
2. Harga minyak semakin lama semakin turun, sehingga pemerintah
mendapatkan kesulitan untuk membeli barang dan jasa pada nilai yang
ditentukan. Pihak swasta hanya bisa menanamkan investasi sebesar Rp. 200
milyar. Apabila fungsi konsumsi C = 100 + 0,5 YD; pajak ditetapkan sebesar Tx
= 400 + 0,3 Y diperoleh pendapatan nasional sebesar Rp. 1000 milyar. Sampai
berapa besar pemerintah dapat membeli barang-barang dan jasa-jasa pada saat itu
? Apabila pemerintah ingin menaikkan pendapatan sebesar Rp. 1.500 milyar
bagaimana usaha pemerintah bisa tercapai ? Apa yang terjadi bila pemerintah
memberikan transfer sebesar Rp. 25 milyar ?
3. Diketahui :
a. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 105 milyar, besarnya konsumsi
sebesar Rp. 100 milyar per tahun.
b. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 120 milyar per tahun, besarnya
konsumsi per tahunnya Rp. 110,-
SOAL : a. Carilah fungsi konsumsinya
b. Break even point tercapai pada tingkat pendapatan na
sional sebesar berapa ?
c. Gambar dalam grafik fungsi tersebut di atas !
4. a. Apa yang dimaksud dengan jumlah uang yang beredar ?
b. Diketahui : Jumlah uang yang beredar : Ms = 400 milyar rp.
Permintaan uang untuk :
- transaksi dan berjaga-jaga : L1 = 0,8 Y
- spekulasi L2 = 160 - 8 r
- Fungsi konsumsi : C = 0,6 Y + 80
Fungsi investasi : I = 160 - 8 r
Ditanyakan : Keseimbangan tingkat pendapatan nasional yang
memenuhi syarat keseimbangan pasar barang dan
pasar uang.

ooo000ooo
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN MID SEMESTER GENAP TH. 1986/1987
48

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SENIN, 27 APRIL 1987
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

SOAL
1. Diketahui : Perekonomian tertutup dengan kebijaksanaan fiskal
Fungsi konsumsi : C = 0,60 YD + 20
Fungsi pajak : Tx = 0,4 Y - 20
Transfer : Tr = 30
Pengeluaran pemerintah : G = 40
Investasi : I = 60
Ditanya : Hitunlgah :
a. Pendapatan nasional ekuilibrium
b. Pajak yang terpungut pemerintah dalam keadaan ekuilibrium
c. Konsumsi ekuilibrium
d. Saving ekuilibrium
2. Apa perbedaan prinsipiil antara ekonomi makro klasik dan Keynesian.
3. Sebutkan jenis-jenis pasar makro dan apa yang perlu dipelajarinya.
4. Bagaimana cara mengukur produk nasional bruto dan pendapatan nasional
keseimbangan.
5. Apa yang dimaksud Consumption, Investment dan Governement Expenditure
dalam ekonomi makro

Selamat mengerjakan

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN UTAMA SEMESTER GENAP TH. 1986/1987

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL :
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

SOAL
1. Siapakah Bapak Ekonomi Makro
2. Menurut pendapat saudara pengukuran kesejahteraan masyarakat dengan GNP
adakah kebaikan dan kekurangannya, uraikan dengan singkat dan jelas.
3. Apa yang saudara ketahui tentang konsumsi, investasi dan pengeluaran pemerintah
49

4. Coba buktikan bahwa angka pengganda konsumsi = 1 / (1-c) dimana c =


Marginal Propensity to Consume
5. Apa yang saudara ketahui tentang gerak gelombang konjuntur.
6. Apa yang dimaksud penerimaan pembangunan ?
7. Apa yang dimaksud tabungan pemerintah ?
8. Apa yang dimaksud APBN Indonesia bersifat berimbang dan dinamis.
9. Apakah filsafat anggaran yang berimbang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan
ekonomi ? Mengapa demikian .

Selamat mengerjakan

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN ULANGAN SEMESTER GENAP TH. 1986/1987

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL :
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

SOAL
1. Apabila anda sebagai penentu kebijaksanaan ekonomi nasional, hal-hal apakah
yang anda pikirkan dalam jangka waktu yang pendek.
2. Kalau anda sebagai pihak pemerintah, kebijaksanaan apakah ayng perlu anda ambil
saat ini untuk mengatasi perekonomian negara bila dihubungkan dengan bidang
pertanian.
3. Berikan contoh-contoh cara mengatasi keadaan perekonomian yang merosot saat ini
oleh pemerintah, dan berikan alasan mengapa kebijaksanaan tersebut harus diambil
ditinjau dari segi ekonomi makro.
4. Buktikan bahwa angka pengganda pajak = c / (1-c) dimana c = kecenderungan untuk
mengkonsumsi
5. Mengapa yang diperhitungkan dalam GNP hanya barang-barang akhir saja.
6. Apakah betul bahwa untuk mengukur kesejahteraan nasional dengan ukuran GNP
juga memperhitungkan produk minuman keras yang nyata-nyata bisa merusak
generasi muda ? Berikan alasannya.
7. Coba gambarkan diagram arus perputaran pendapatan nasional untuk perekonomian 3
sektor.
8. Apa yang dimaksud pajak pendapatan
9. Apa yang dimaksud pajak langsung.

Selamat kerja mas !


UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
50

SOAL UJIAN MID SEMESTER GENAP TH. 1987/1988

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SENIN, 6 JUNI 1988
WAKTU : 08.50 - 10.30 WIB
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
1. Jelaskan arti, kaitan dan perbedaan istilah di bawah ini:
a. Autonomous investment dan induced investment
b. Marginal propensity to save dan marginal propensity to consume
c. Comodity market dan Money market
d. Permanent Income Hypothesis dan Life cycle hypothesis
e. Cost Path Inflation dan Demand Pull Inflation.
2. Besarnya pajak sering disebut dengan 'Automatic stabilizer' !
Pertanyaan :
a. apakah yang dimaksud dengan istilah di atas ?
b. Apakah semua kebijaksanaan perpajakan disebut dengan istilah Automatic
stabilizer. Mengapa ?
c. Bagaimana perbedaannya dengan : Balance Budget ?
3. Jika diketahui fungsi saving dan investasi :
S = - 1500 + 0,25 Y
I = 900 + 0,05 Y
Hitunglah :
a. Nilai pendapatan nasional pada tingkat keseimbangan.
b. Nilai saving, jika Y = Yeq
c. Nilai APS, jika Y = Yeq

SELAMAT MENGERJAKAN

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN UTAMA SEMESTER GENAP TH. 1987/1988

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SENIN, 18 JULI 1988
WAKTU : 10.30 - 12.00 WIB
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
SOAL (BOLEH BUKA BUKU)
1. Diketahui :
Dalam pasar barang :
I = 80 - 4 r
S = - 40 + 0,4 Y
Dalam pasar uang :
L1 = 0,4 Y
51

L2 = 160 - 4 r
M = 200
PErtanyaan :
a. Berapa pendapatan nasional keseimbangan
b. Berapa tingkat bunga keseimbangan
c. Apabila pemerintah ingin merubah pendapatan nasional menjadi 250 dengan cara
mempengaruhi segi perpajakan, berapa besar pemerintah harus menarik pajak.
d. Dari soal di atas, apabila pemerintah menghendaki pendapatan nasional menjadi
100 dengan cara melakukan kebijaksanaan moneter, bagaimana cara pemerintah
agar usahanya terwujud ?
e. Apabila pergeseran kurva IS pada sial no 1c menyebabkan harga turun menjadi 4
satuan dan pergeseran kurva LM dari soal no. 1d menyebabkan harga naik
menjadi 8 satuan. Bagaimana bentuk matematik dari fungsi permintaan agregatif.
f. Gambarkan dari semua soal di atas dari a - f
Catatan : Hanya boleh dikerjakan sendiri; tidak boleh kerja sama.

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN ULANGAN SEMESTER GENAP TH. 1987/1988

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL :
WAKTU :
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
SOAL (BOLEH BUKA BUKU)
1. Dalam perekonomian terbuka dengan kebijaksanaan fiskal yang Built-in flexible
Diketahui :
C = 0,75 YD + 20 mrp. Tx = 0,2 Y - 20 mrp.
I = 40 mrp Tr = 40 mrp
G = 60 mrp X = 100 mrp
M = 20 + 0,2 Y
Ditanya :
a. Berapa pendapatn nasional keseimbangan
b. Berapa konsumsi keseimbangan
c. Berapa saving keseimbangan
d. Berapa impor keseimbangan
e. Berapa pajak keseimbangan
2. Tetap.

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN MID SEMESTER GENAP TH. 1988/1989
52

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : JUM'AT, 21 APRIL 1989
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
1. Untuk apa kita mempelajari ekonomi makro
2. Menurut pendapat saudara tolok ukur apa yang paling baik untuk menentukan
kesejahteraan masyarakat secara nasional, mengapa ?
3. Apa kelemahan tolok ukur Pendapatan Nasional Jelaskan
4. Di negara Indonesia, bagaimana cara meningkatkan pendapatan nasional.

oo Selamat Mengerjakan oo
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN PERBAIKAN SEMESTER GENAP TH. 1988/1989

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SENIN, JULI 1989
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

1. Jelaskan dengan singkat dan sistematis bagaimana terjadinya keseimbangan


pendapatan nasional antara pasar barang dan pasar uang, Tunjukkan kaitan tersebut
secara rinci pada grafik saudara.

2. Data dua tahun di bawah ini menunjukkan bahwa pendapatan disposable dan
tingkat kosumsinya adalah sebagai berikut (dalam milyuar rupiah)

======================================
Tahun Pendapatan disposable Konsumsi
--------------------------------------
1987 500 310
1988 550 350
======================================
Apabila dari data tersebut Marginal propensity to consume (MPC) yang diperoleh
dianggap stabil untuk beberapa tahun mendatang. Selanjutnya dianggap tingkat
konsumsi minimum sebesar 5 milyar rupiah.
Pertanyaan :
a. Jika G = I = 20 milyar rupiah
Berapa Yeq, Ceq jika Tx = 0
b. Jika fungsi pajak Tx = 0,1 Y + 5 milyar rupiah
Berapa Yeq, Ceq dan Txeq
c. Berapa KI, KG, KC dan kTx pada pertanyaan a
Berapa KI, KG, KC dan kTx pada pertanyaan b
53

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN UTAMA SEMESTER GENAP TH. 1989/1990

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SENIN, 9 JULI 1990
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================
1. diketahui : Investasi (I) = 80 - 4 r
Saving (S) = - 40 + 0,4 Y
Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga (L1) = 0,4 Y
Permintaan uang untuk spekulasi (L2) = 160 - 4 r
Penawaran uang (M) = 200
Pertanyaan :
a. Berapa pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (r) keseimbangan ?
b. Apabila pemerintah ingin merubah pendapatan nasional menjadi 250 dengan cara
mempengaruhi segi perpajakan, berapa besar pemerintah harus menarik pajak ?
c. Apabila pemerintah mengehendaki pendapatan nasional menjadi 100 dengan cara
melakukan kebijaksanaan moneter, bagaimana cara pemerintah agar usahanya
terwujud ?
d. Apabila pergeseran kurva Ls pada soal no 1b menyewbabkan harga turun menjadi
4 satuan dan pergeseran kurva LM dari soal no 1c menyebabkan harga naik menjadi 8
satuan. Bagaimana bentuk matematis dari fungsi permintaan agregatif
e. Gambarkan dari semua soal (1 a - 1 d ) di atas !
2. Bila diketahui :
a. Fungsi konsumsi C = 10 + 0,75 YD
b. Transfer pemerintah Tr = 50
c. Pajak Tx = 30
Pertanyaan :
a. Carilah fungsi konsumsi dan fungsi tabungan sesudah adanya transfer pemerintah
dan sesudah adanya pajak !
b. Lengkapi jawaban saudara dengan grafik !
3. Jelaskan istilah-istilah dibawah ini :
a. Kebijaksanaan fiskal
b. Kebijaksanaan moneter
c. Inflasi
d. Marginal propensity to Consume
e. Sistem perpajakan yang built-in flexible

oo Selamat mengerjakan oo

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
54

SOAL UJIAN PERBAIKAN SEMESTER GENAP TH. 1989/1990

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 24 JULI 1990
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

1. Jelaskan istilah-istilah di bawah ini :


a. Investasi
b. Agregate demand
c. Average propensity to consume
d. Backward-bending
e. Deflationary gap
2. Apabila ada seorang penentu kebijaksanaan, kemudian terjadi keadaan
perekonomian yang lesu, apa yang harus anda lakukan, dan bagaimana langkah-
langkahnya agar keadaan perekonomian menjadi lebih baik ?
3. Apabila dalam suatu perekonomian, diketahui :
C = 0,6 Y + 60
I = 120
Ditanya :
a. Pendapatan nasional keseimbangan
b. Tabungan keseimbangan
c. Konsumsi keseimbangan
d. Bila investasi berubah menjadi 150,. berapa pendapatan nasional keseimbangan
yang baru ?
e. Bila konsumsi ditambah 30, berapa pendapatan nasional keseimbangan ?

oo Selamat Mengerjakan oo
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN MID SEMESTER GENAP TH. 1990/1991

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : RABU, 5 JUNI 1991
WAKTU : 75 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
: IR. EKO YULIARSHA SIDHI
==========================================
1. Apa yang saudara ketahui tentang :
a. Tujuan mempelajari ekonomi makro
b. Kegunaan ekonomi makro
c. Pelaksanaan ekonomi makro
d. Pengertian ekonomi makro
e. Definisi ekonomi makro
55

2. Diketahui :
a. Pada tingkat pendapatn nasional per tahunnya sebesar Rp. 100 milyar, besarnya
konsumsi sebesar Rp. 95 milyar per tahun.
b. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 120 milyar pertahun, besarnya
konsumsi per tahunnya Rp. 110 milyar.
Pertanyaan :
a. Carilah fungsi konsumsinya.
b. Break event point tercapai pada tingkat pendapatan nasional sebesar berapa ?

--- 0 ---
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN UTAMA SEMESTER GENAP TH. 1990/1991

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SENIN, 8 JULI 1991
WAKTU : 120 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
: IR. EKO YULIARSHA SIDHI
==========================================
A. 1. a. Bila diketahui fungsi konsumsi suatu masyarakat adalah :
C = 0,75 Y + 20 milyar rupiah
Investasi (I) = 20 milyar rupiah
b. Berapa tingkat pendapatan nasional (Y) adalah (100; 120; 140; 160; 180; 200)
milyar rupiah.
Hitunglah (a) besarnya konsumsi (C), tabungan (S), MPC ,
MPS, APC dan APS dari berbagai tingkat pen
dapatan nasional tersebut.
(b) tunjukkan terjadinya keseimbangan pada per
hitungan saudara.
2. Dibawah ini disajikan data pendapatan nasional (Y) Pajak (Tx), Konsumsi
(C), Investasi (I) dan pengeluaran pemerintah (G) dalam milyar rupiah.
—————————————————
Y Tx C I G Yd MPC thd Yd
—————————————————
940 150 730 65 183 ... ...
960 155 742 65 185 ... ...
980 160 754 65 185 ... ...
1000 165 766 65 `85 ... ...
—————————————————
a. Isilah kolom "Disposable income " (Yd)
b. MPC terhadap Yd = .... ?
c. Pendapatan nasional seimbang pada Y = ...... ?
d. Pada pendapatan nasional seimbang, surplus anggaran Pemrintah = ......... ?
B. 1. Jelaskan istilah-istilah di bawah ini :
56

a. Kebijaksanaan fiskal
b. Kebijaksanaan Moneter
c. Inflasi
d. Marginal propensity to consume
e. Sistim perpajakan yang Built-in flexible
f. Deflationary Gap
g. Ekspor free in Board.

--- 0 ---
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN PERBAIKAN SEMESTER GENAP TH. 1990/1991

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 16 JULI 1991
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
: IR. EKO YULIARSHA SIDHI
==========================================
1. Turunkan kurva IS-LM dan tunjukkan bentuk matematiknya.
2. Diketahui : C = 0,75 YD + 20
Tx = 0,2 Y - 20
Tr = 40
G = 60
I = 40
Hitung : a. Y
b. Tx yang terpungut oleh pemerintah dalam keadaan e-
quilibrium.
c. C ekuilibrium
d. S ekuilibrium
3. Apa yang saudara ketahui tentang :
a. Keseimbangan semu dan keseimbangan umum
b. Kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter
c. Pasar barang dan pasar uang.

--- 0 ---
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN MID SEMESTER GENAP TH. 1991/1992

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : KAMIS, 14 MEI 1992
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
57

==========================================
1. Sebutkan macam-macam sistim perekonomian dan sekaligus rumus untuk
pendaptan nasional keseimbangannya.
2. Apa gunanya ukuran pendapatan nasional ?
Seabagai ukuran tersebut, apa kelemahan dan kelebihannya ?
Sebutkan dan terangkan dengan jelas.
3. Diketahui tabel pendapatan dan konsumsi nasional sebagai berikut :
—————————————————
Tahun ke Y C
—————————————————
1 1000 850
2 2000 1600
3 3000 2350
—————————————————
Besarnya investasi = 2400
Ditanya :
a. Pendapatan nasional keseimbangan
b. Konsumsi nasional keseimbangan
c. Investasi keseimbangan
d. Tabungan nasional keseimbangan
e. Apabila setiap tahun pendapatan nasional bertambah 1000 satuan pada tahun
keberapa terjadi keseimbangan.
4. a. Pada soal no 3 bila investasi bertambah jadi 3000 satuan, berapa pendapatan
nasional keseimbangan yang baru ? (gunakan angka pengganda)
b. Pada soal no 3 jika C menjadi 8000 satuan, berapa pendapatan nasional
keseimbangan yang baru ? (gunakan angka pengganda)
5. a. Bila soal no 3 ada pajak sebesar 200 satuan, berapa pendapatan nasional
keseimbangan ?

--- 0 ---

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
SOAL UJIAN SEMESTER GENAP TH. 1991/1992

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SABTU, 18 JULI 1992
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
==========================================

1. Jelaskan pengertian-pengertian dibawah ini :


a. Ilmu Ekonomi
b. Ekonomi Makro
c. Pasar Tenaga Kerja
58

d. Perekonomian terbuka dengan kebijaksanaan fiskal


e. Kebijaksanaan moneter.

2. Diketahui :
----------------------------------------------------
Tahun ke Y C I S
----------------------------------------------------
1 1000 700 7900 ........
2 2000 1300 7900 ........
3 4000 2500 7900 ........
4 7000 4300 7900 ........
5 10000 6100 7900 ........
----------------------------------------------------
Keterangan :
Y = Pendapatan Nasional
C = Konsumsi nasional
I = Investasi
S = Saving

Ditanya :
a. Isilah tabel yang masih kosong
b. Tulis fungsi konsumsinya
c. Berapa pendapatan nasional keseimbangan
d. Menurut saudara, apa sistem perekonomian pada soal diatas

3. Diketahui :
Konsumsi otonom = 400
Marginal Propensity to Consume = 0,75
Pajak = -20 + 0,2 Y
Investasi = 200
Pengeluaran pemerintah = 500

Ditanya :
a. Fungsi Konsumsinya
b. Fungsi disposable income (pendapatan siap pakai)
c. Pendapatan nasional keseimbangan
d. Tabungan keseimbangan
e. Jika pajak berubah jadi 600, berapa pendapatan nasional keseimbangan yang
baru ?

oooooooo O oooooooo

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
------------------
59

SOAL UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 1992/1993

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HAR/TANGGAL :
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
-------------------------------------------------

1. Diketahui :
Konsumsi otonom = 500
Marginal Propensity to consume = 0,6
Pajak = - 10 + 0,3 Y
Investasi = 300
Pengeluaran pemerintah : 600
Ditanyakan :
a. Fungsi konsumsinya
b. Fungsi disposable income (pendapatan siap pakai)
c. Pendapatan nasional keseimbangan
d. Tabungan keseimbangan

2. Diketahui :
Fungsi konsumsi (C) = 0,8 Yd + 30 mrp.
Pajak (Tx) = 0,2 Y mrp
Investasi (I) = 200 - 10 r
Pengeluaran pemerintah (G) = 150 mrp.
Permintaan uang untuk transaksi (Lt) = 0,25 Y
Permintaan uang untuk spekulasi (Ls) = -20 r
Jumlah uang yang beredar (M) = 200 mrp
Pertanyaan :
(1) Hitung :
a. Tingkat keseimbangan pendapatan nasional
b. Besarnya investasi saat pendapatan nasional keseimbang-
an.
(2) Apabila terjadi kenaikan uang beredar sebesar 20 persen
a. Berapa besar pendapatan nasional keseimbangan yang baru
b. Pada saat tersebut berapa tingkat bunga yang berlaku

3. Jelaskan pengertian berikut :


a. Kebijaksanaan moneter
b. Kebijaksanaan fiskal
c. Deflationary gap
d. Marginal Propensity to Save
e. Full employment.
60

LAMPIRAN
Soal Ujian Negara
61

PANITIA UJIAN NEGARA TERDAFTAR


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KADIRI
KEDIRI
=====================================
MATA UJI : TEORI EKONOMI MAKRO
HARI/TANGGAL : 4 NOPEMBER 1984
JURUSAN : SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
WAKTU : 90 MENIT
PETUNJUK :
1. Bacalah soal berikut ini dengan cermat dan kerjakanlah lebih dahulu soal yang
mudah menurut anda.
2. Berikan nomer sesuai dengan soal pada jawaban anda, dan kerjakan pada kertas yang
telah tersedia.
SOAL
I.1. Jika dilihat dari dasar analisa pendapatan nasional, maka sistim perekonomian
Indonesia adalah sistim perekonomian "terbuka". Benar/salahkah pernytaan tersebut,
jelaskan variabel yang Saudara ketahui.
2. a). Jelaskan pengertian dan peranan dari lambar berikut dalam hubungannya
dengan Pendapatan Nasional Equilibrium.
- c = (MPC); s (MPS); APC; APS dan k
b). Buktikan bahwa MPC + MPS = 1 dan
APC + APS = 1
II. Dalam bentuk perekonomian tertutup sederhana suatu negara pada tahun I
mempunyai tingkat pendapatan Nasional pertahun = Rp. 250 milyar dengan tingkat
konsumsi sebesar Rp. 200 milyar. Jika besarnya investasi negara tersebut sebesar Rp.
40 milyar, Saudara diminta menghitung :
1). Besarnya saving equilibrium
2). Besarnya konsumsi equilibrium.
3). Besarnya pendapatan nasional Equilibrium
4). Gambar grafik dari masing-masing jawaban 1, 2 dan 3 tersebut.
III. Jika diketahui :
Fungsi konsumsi : C = 0,6 Y + 40
Fungsi pengeluran investasi : I = - 4 r + 80
Jumlah uang beredar : M = 200
Permintaan uang untuk transaksi : Lt = 0,25 Y
uang untuk berjaga-jaga : Lj = 0,15 Y
uang untuk spekulasi : Ls = 160 - 4 r
Saudara diminta :
1). Mencari persamaan fungsi kurva pasar komoditi dan pasar uang pada tingkat
keseimbangan.
2). Menurunkan secara grafis hubungan kedua persamaan tersebut pada tingkat
keseimbangan.
3). Beri kesimpulan dari hubungan yang terjadi dari persamaan pasar komoditi dan
pasar uang.

----pam----
62

PANITIA UJIAN NEGARA TERDAFTAR


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KADIRI
KEDIRI
=====================================
UJIAN ULANGAN I
MATA UJI : TEORI EKONOMI MAKRO
HARI/TANGGAL : SENIN, 26 NOPEMBER 1984
JURUSAN : SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
WAKTU : 90 MENIT
PETUNJUK :
1. Bacalah soal berikut ini dengan cermat dan kerjakanlah lebih dahulu soal yang
mudah menurut anda.
2. Kerjakan pada kertas pekerjaan dan beri nomer sesuai dengan soal.
I. 1. Apa yang Saudara ketahui tentang :
a. Gejala ekonomi makro
b. Fiscal policy
c. Monetary policy

2. Dalam tahun-tahun terakhir PELITA III yang lalu sumber devisa negara yang
potensial dari minyak bumi mengalami penurunan akibat resesi ekonomi
internasional. Padahal devisa negara sangat vital dalam membiayai pelaksanaan
Pembangunan Nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Saudara diminta
memberikan pandangan-pandangan (alternatif-alternatif) ekonomi melalui
kebijaksanaan makro ekonomi secara garis besar untuk meningkatkan posisi devisa
negara tersebut dari sudt pandang sektor pertanian. (Jelaskan dengan menggunakan
hubungan fungsional yang ada (pasar komoditi, pasar uang, pasar tenaga kerja
maupun pasar modal).
3. Di dalam sistim perkonomian terbuka dimana pendapatan investasi pada neraca
pembayaran mempunyai saldo kas nol (Y = Pendapatan Nasional, C = Pengeluaran
Konsumsi, I = Pengeluaran Investasi, X = Nilai ekspor, M = Nilai Impor). Untuk
mecapai keseimbangan ekonomi diperlukan syarat keseimbangan jika I + X
dipandang sebagai variabel eksogen dan S + M sebagai variabel indogen maka
diperoleh persamaan
S = So + sY
M = Mo + mY
dimana : So = besarnya saving (tabungan) pada Y = 0
s = marginal propensity to save = /\S//\Y
Mo = besarnya impor pada Y = 0
m = marginal propensity to impor = /\M//\Y
Saudara diminta menetapkan persamaan pada tingkat pendapatan Nasional equilibrium.

II. Suatu negara pada tahun anggaran I mempunyai tingkat pendapatan Nasional Rp. 250
milyar dengan tingkat konsumsi Rp. 200 milyar. Pada tahun II tingkat pendapatan Rp.
300 milyar dengan konsumsi Rp. 225 milyar. Besarnya konsumsi dalam 1 tahun =
Rp. 80 milyar. Fungsi impor M = 20 + 0,2 Y. Ekspor X = 100 (milyar rupiah)
Saudara diminta menghitung :
63

1. Besarnya pendapatan Nasional pada tingkat equilibrium


2. Besarnya saving pada tingkat equilibrium
3. Besarnya konsumsi pada tingkat equilibrium
4. Besarnya impor pada tingkat equilibrium
5. Posisi neraca perdagangan yang terjadi pada tingkat equilibrium.
6. Gambar dengan benar masing-masing jawaban 1 s/d. 5.

selamat bekerja

PANITIA UJIAN NEGARA TERDAFTAR


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KADIRI
KEDIRI
=====================================
UJIAN ULANGAN II
MATA UJI : EKONOMI MAKRO
HARI/TANGGAL : JUM'AT 21 DESEMBER 1984
JURUSAN : SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
WAKTU : 90 MENIT
PETUNJUK :
1. Bacalah soal berikut ini dengan cermat dan kerjakanlah lebih dahulu soal yang mudah
menurut anda.
2. Kerjakan pada kertas pekerjaan dan beri nomer sesuai dengan soal.
SOAL
1. Di dalam analisa pendapatan Nasional ada berbagai perumusan Pendapatan Nasional
pada tingkat keseimbangan / equilibrium (Yeq).
a. Yeq = [1/(1-c)](a + I)
b. Yeq = (a+cTr-cTx+I+G)/(1-c)
c. Yeq = (I+X-So-Mo)/(s+m)
Perumusan tersebut akan mempengaruhi perhitungan Pendapatan Nasional yang
sesuai dengan sistem Analisa Pendapatan Nasional dengan campur tangah
pemerintah, Sistem Analisa Pendapatan Nasional Perekonomian Terbuka dan Sistem
Analisa Pendapatan Nasional Tertutup Sederhana.
Saudara diminta :
a. Mencari Sistem Analisa Pendaptan yang konsisten dengan perumusan di atas dan
sebutkan syarat utama agar perumusan di atas bisa dipakai/digunakan dalam
menghitung Yeq dan terbukti perumusannya tersebut dan jelaskan pengertian
masing-masing lambang tersebut.
b. Dari ketiga sistem perekonomian tersebut, jelaskan untuk Indonesia menggunakan
sistem yang mana dengan perumusan yang mana.

2. "Didalam pengertian pasar uang yang tercermin di dalamnya adalah permintaan


akan uang dan penawearan akan uang". Benarkah pernyataan di atas, apa saja yang
tercermin dalam permintaan akan uang dan penawaran akan uang. Implikasi apa yang
diharapkan dari pasar uang tersebut !

3. Didalam sistem perekonomian terbuka


64

Diketahui : Fungsi konsumsi : C = 75 + 0,5 Y


Fungsi impor : M = 20 + 0,2 Y
Pengeluaran investasi : I = 200
Ekspor : X = 100
(Satuan : milyar rupiah).
Saudara diminta untuk menghitung tingkat equilibrium dari :
a. Pendapatan Nasional
b. Saving
c. Konsumsi
d. Impor
e. Neraca perdagangan
f. Gambar dengan benar masing-masing (a s/d e)
g. Apa saran saudara untuk memperbaiki keadaan tersebut di atas. Jelaskan !.

oooYykooo

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE JULI 1987

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SENIN, 13 JULI 1987
WAKTU/JAM : 120 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
======================================

1. Jelaskan istilah-istilah di bawah ini :

a. Variabel endogeneous
b. Marginal propensity to save
c. Kebijaksanaan fiskal
d. Back word bending

2. Diketahui :

a. Pada tahun pertama, fungsi konsumsi C = 0,8 Y + 25 milyard Rp. Sedang


investasinya sebesar 40 milyard Rp.
b. Pada periode tahun berikutnya, besarnya investasi meningkat menjadi 60
milyard Rp.

Ditanyakan :

a. Hitunglah besarnya pendapatan Nasional, konsumsi serta tabungan pada tahun


pertama.
65

b. Dengan memanfaatkan angka pengganda (multiplier), hitunglah besarnya


pendapatan nasional, konsumsi maupun tabungan pada posisi keseimbangan yang
baru.

3. Buatlah permisalan sendiri tentang persamaan fungsi dari variabel-variabelIS -


LMserta gambarkan secara lengkap terbentuknya kurva IS - LM.

-------OOO-------

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE DESEMBER 1987

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 09 DESEMBER 1987
WAKTU/JAM : 120 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
==========================================

1. Dalam perekonoimian dimana variabel-variabelnya terdiri dari pendapatan nasional


(Y), konsumsi (C), investasi (I) dan tabungan (S) :
a. Tuliskan bentuk fungsi konsumsinya.
b. Gambarkan dan tunjukkan tingkat konsumsi, investasi, tabungan serta pendapatan
nasional pada posisi "equilibrium".

2. Jika dalam perekonomian diatas, pajak (Tx) dan transfer (Tr) merupakan variabel
lainnya :
a. Tuliskan bentuk fungsi konsumsinya, dimana berlaku kebijaksanaan fiskal dalam
sistem pajak "sederhana"
b. Tuliskan bentuk fungsi konsumsinya, di mana berlaku kebijaksanaan fiskal dalam
sistem pajak "built in".

3. Dari APBN tahun anggaran 1974/1975 diketahui bahwa tingkat pengeluaran nasional =
0,70 YD + 20 milyar Rp. Setahun berikutnya pemerintah mendapatkan pemasukan
dari pajak sebesar 30 milyar Rp.
Pertanyaan :
1. Berapakah besarnya pengeluaran, tabungan dan pendapatan nasional sebelum dan
sesudah adanya pajak.
2. Gambarkan.

4. Keseimbangan pasar tenaga kerja, pasar barang dan pasar uang, secara grafis
ditandai oleh pertemuan kurva IS-LM. Pertemuan kurva tersebut menentukan
keseimbangan tingkat bunga dan pendapatan nasional.
Pertanyaan :
Dari rangkuman teoritis di atas, coba turunkan dengan grafis secara kronologis
terjadinya keseimbangan tersebut.
66

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE MEI 1988

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 03 MEI 1988
WAKTU/JAM : 120 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
=====================================

1. Jelaskan arti, kaitan dan perbedaan istilah dibawah ini :


a. Autonomous investment dan induced investment.
b. Marginal propensity to save dan marginal propensity to consume.
c. Comodity market dan Money market.
d. Permanent Income Hypothesis dan life cycle hypothesis.
e. Cost Path Inflation dan Diamond Pull Inflation.

2. Besaran pajak sering disebut dengan Automatic stabilizer !


Pertanyaan :
a. Apakah yang dimaksud dengan istilah diatas.
b. Apakah semua kebijaksanaan perpajakan dapat disebut dengan istilah Automatic
stabilizer. Mengapa ?
c. Bagaimana perbedaannya dengan : Balance Budget.

3. Jika diketahui fungsi Saving dan Investasi :


S = -1500 + 0,25Y
I = 900 + 0,05Y
Hitunglah :
a. Nilai pendapatan Nasional pada tingkat keseimbangan.
b. Nilai saving, jika Y = Yeq
c. Nilai APS, jika Y = Yeq

-------OOO-------

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE NOPEMBER 1988

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 29 NOPEMBER 1988
WAKTU/JAM : 100 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
======================================== API
JELAS, TENTANG DASAR PEMIKIRAN
1. Uraikan dengan singkat tapi jelas, tentang dasar pemikiran teori makro dari
KEYNES, khususnya dalam Pasar Barang.
67

2. Misalnya dari data dua tahun yang ada di suatu negara menunjukkan bahwa
pendapatan disposable (yakni pendapatan setelah dikurangi pajak) dan tingkat
konsumsinya adalah sbb. :

Tahun Pendapatan disposable Konsumsi


(dalam milyar rupiah)
1980 345 211
1981 395 251

Apabila dari data tersebut sudut kemiringan konsumsi (MPC = Marginal Propensity
to consume) yang diperoleh dianggap stabil untuk beberapa tahun mendatang, dan
selanjutnya dianggap tingkat konsumsi minimum sebesar 5 milyar rupiah.

Pertanyaan :
a. Jika pengeluaran Pemerintah (G) sama besar dengan Investasi (I) sebesar 20 milyar
rupiah, berapakah tingkat keseimbangan pendapatan (Y) dan Konsumsi (C) pada
pajak pendapatan sama dengan nol.

b. Jika Pemerintah menentukan pajak pendapatan dengan fungsi


Tx = 0,1 Y + 5 milyar rupiah,
berapakah tingkat keseimbangan pendapatan, konsumsi serta tingkat pajak ?

c. Tunjukkan angka-angka pengganda (multiplier) pada pertanyaan a dan b, untuk :

1. KI = /\ Y dan KG = /\ Y tanpa adanya pajak


____ ___
/\ I /\ G

2. KI = /\ Y dan KG = /\ Y dengan adanya pajak


____ ____
/\ I /\ G

3. Inflasi merupakan salah satu masalah penting dalam makro ekonomi. Terangkan !
a. Apa yang dimaksud dengan istilah inflasi.
b. Menurut penyebabnya inflasi disebabkan oleh tiga hal.
Sebutkan dan jelaskan jika perlu dengan gambar.

OOO o OOO

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE JUNI 1989

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


68

HARI/TANGGAL : SELASA, 20 JUNI 1989


WAKTU/JAM : 120 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
======================================

I. Uraikan dengan singkat dan jelas, tentang dasar pemikiran teori makro dariu Klasik
dan Keynes. Khususnya dalam pasar barang.

II. a. Jelaskan dengan ringkas dan sistematis bagaimana kaitan terjadinya keseimbangan
sektor riil dengan menyertakan kaitan antara pasar tenaga kerja dan pasar barang, yang
selanjutnya bagaimana dapat diturunkan fungsi atau kurva invesment saving (IS).
Tunjukkan kaitan tersebut secara rinci pada grafik saudara.

b. Tunjukkan pengaruh kebijaksanaan fiskal (perpajakan) yang dilakukan pemerintah


terhadap keseimbangan pendapatan.

III. Data dua tahun di bawah ini menunjukkan bahwa pendapatan disposable dan tingkat
konsumsinya adalah sebagai berikut : (dalam milyar rupiah)
------------------------------------------------------------
Tahun Pendapatan disposable konsumsi
------------------------------------------------------------
1987 500 310
1988 550 350
------------------------------------------------------------
Apabila dari data tersebut Marginal propensity to Consume (MPC) yang diperoleh
dianggap stabil untuk beberapa tahun mendatang. Selanjutnya dianggap tingkat
konsumsi minimum sebesar 10 milyar rupiah.

Pertanyaan :
a. Jika pengeluaran pemerintah (G) sama besarnya dengan investasi (I) sebesar 20 milyar
rupiah.
Berapakah tingkat keseimbangan pendapatan (Y) dan konsumsi (C), jika pajak
pendapatan masih nol.

b. Jika pemerintah menentukan pajak pendapatan dengan fungsi Tx = 0,1 Y + 5 milyar


rupiah.
Berapakah tingkat keseimbangan pendapatan, konsumsi serta pajak

IV. Jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dengan konsep-konsep berikut :
a. Excess Demand
b. Kebijaksanaan Fiskal
c. Full Employment dalam perekonomian
d. Marginal Propensity to Consume
e. Inflationary Gap.
-------OOO-------
69

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE NOPEMBER 1989

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 21 NOPEMBER 1989
WAKTU/JAM : 120 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
==========================================

I. Permasalahan Makro Ekonomi jangka pendek adalah bagaimana usaha pemerintah


dalam menangani tercapainya stabilisasi ekonomi.
Jelaskan faktor-faktor apa saja yang berkaitan dengan stabilisasi tersebut, dan bagaimana
cara-cara penanganannya?II. a. Di bawah ini data GNP (Y), Konsumsi (C), dan investasi
(I). Lengkapilah data Tabungan (S).

---------------------------------------------------------
Y C I S
---------------------------------------------------------
100 150 100 ..........
150 175 100 ..........
200 200 100 ..........
250 225 100 ..........
300 250 100 ..........
350 275 100 ..........
400 300 100 ..........
---------------------------------------------------------
b. Hitunglah Marginal Propensity to Consume (MPC = .....)
Hitunglah Marginal Propensity to Save (MPS = ........)

c. Gambar Kurva Konsumsi dan Aggregate Demand dari data diatas !

d. GNP dalam equilibrium tercapai pada Y ...... ?

e. Jumlah tabungan (S) pada GNP equilibrium berapa ?

f. Jika GNP = 300, Aggregate Demand = ....... ?

III.Bila diketahui bahwa :


C = 230 + 0,6 Y
I = 300 - 600 r
G = 700
Md = 0,3 Y - 1,600 r
Ms = 350
70

di mana masing-masing veriabel di atas diartikan sebagai variabel Konsumsi (C) ;


Investasi (I) ; Pengeluaran pemerintah (G) ; Kebutuhan likuiditas dalam perekonomian
(Md) ; Penyediaan uang beredar oleh penguasa moneter (Ms)

Pertanyaan :
a. Tentukan persamaan fungsi keseimbangan pasar barang (IS)
b. Tentukan persamaan fungsi keseimbangan pasar uang (LM)
c. Gambarkan kurva IS dan LM tersebut diatas
d. Tentukan tingkat bungan dan pendapatan nasional keseimbangan.

IV. Salah satu masalah ekonomi dewasa ini adalah pengangguran.


Kebijaksanaan ekonomi apa dapat mengatasi masalah tersebut ?
Jelaskan jawaban saudara dengan menggunakan analisa ISD dan LM.
-------OOO-------

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE JUNI 1990
MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO
HARI/TANGGAL : SELASA, 19 JUNI 1990
WAKTU/JAM : 120 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
=========================================

I. a. Jelaskan secara ringkas terjadinya keseimbangan di sektor Riil dengan menyertakan


kaitan antara pasar tenaga kerja dan pasar barang serta diturunkannya kurva IS.

b. Jelaskan pula dalam gambar saudara, bagaimana pengaruh kebijaksanaan fiskal


yangdilakukan pemerintah terhadap keseimbangan pendapatan.

II. Bila diketahui :


a. Fungsi konsumsi C = 10 + 0,75 YD
b. Transfer pemerintah Tr = 50
c. Pajak Tx = 30

Pertanyaan :
a. Carilah fungsi konsumsi dan fungsi tabungan sesudah adanya transfer pemerintah dan
sesudah adanya pajak.
b. Lengkapi jawaban saudara dengan grafik.

III.Uraikan dengan singkat dan jelas, tentang dasar pemilikan teori makro klasik dan
keynes.
Khususnya dalam pasar barang.

IV. Jelaskan istilah-istilah di bawah ini :


(bila perlu gunakan gambar dalam jawaban saudara)
71

a. Kebijaksanaan fiskal
b. Kebijaksanaan moneter
c. inflasi
d. Marginal propensity to consume
e. Sistem perpajakan yang built-in flexible
f. Excess demand
g. Full employment dalam perekonomian
h. Marginal Rate of Taxation
i. Marginal efficiency of investment
j. Deflationary gap.

-------OOO-------

UJIAN NEGARA CICILAN BIDANG ILMU PERTANIAN


KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE NOPEMBER 1990

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 27 NOPEMBER 1990
WAKTU : 120 MENIT

CATATAN : A. SOAL DIKEMBALIKAN BERSAMA DENGAN LEMBAR


JAWABAN

1. Jika diketahui fungsi konsumsi per tahun adalah :


C = 0,80 Y + 40
dimana : I (Investasi) = 30
Y adalah pendapatan nasional
Pertanyaan :
a. Hitung full employment savingnya
b. Buktikan apakah terjadi inflationary gap atau Deflationary gap.
c. Lengkapi jawaban saudara dengan gambar

2. Diketahui :
a. Investasi (I) = 80 - 4 r
b. Saving (S) = - 40 + 0,4 Y
c. Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga (L1) - 0,4 Y
d. Permintaan uang untuk spekulasi (L2) = 160 - 4 r
e. Penawaran uang (M) = 200
Pertanyaan :
a. Berapa pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (r) keseimbangan.
b. Apabila pemerintah ingin merubah pendapatan nasional menjadi 250 dengan cara
mempengaruhi segi perpajakan, berapa besar pemerintah harus menarik pajak.
c. Apabila pemerintah menghendaki pendapatan naional menjadi 100 dengan cara
melaksanakan kebijaksanaan moneter, bagaimana cara pemerintah agar usahanya
terwujud.
72

d. Lengkapi jawaban Saudara dengan gambar !

3. Saudara mengenal kebijaksanaan fiskal dan moneter.


a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kedua istilah itu
b. Dalam hal apa salah satu dari kedua kebijaksanaan di atas dianggap tidak efektif.
Lengkapi jawabanm dengan grafik.

4. Di dalam pembahasan pengaruh dari suatu perubahan harga terhadap keseimbangan


umum pendapatan nasional dan tingkat bunga, ternyata terdapat perbedaan pemikiran
antara Pigou dengan Keynes.
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan efek Pigou dan efek Keynes.
b. Tunjukkan secara sistematis perbedaan ke dua pemikiran dari Pigou dan Keynes
tersebut.
*** SELAMAT MENGERJAKAN ***
SL-91-27
UJIAN NEGARA CICILAN BIDANG ILMU PERTANIAN
KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE : MEI 1991

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 21 MEI 1991
WAKTU : 120 MENIT
JAM : 13.00 - 15.00

CATATAN :
- SOAL DIKEMBALIKAN BERSAMA LEMBAR JAWABAN

1. a. Bila diketahui fungsi konsumsi suatu masyarakat adalah :


C = 0,75 Y + 20 milyar rupiah
investasi (I) = 20 milyar rupiah
b. Berapa tingkat pendapatan nasional (Y) adalah (100; 120; 140; 160; 180; 200) milyar
rupiah.
Hitunglah (a) besarnya konsumsi (C), tabungan (S) MPC, MPS, APC dan APS dari
berbagai tingkat pendapatan nasional tersebut.
(b) Tunjukkan terjadinya keseimbangan pada perhitungan Saudara.

2. Di bawah ini disajikan data pendapatan nasional (Y) Pajak (Tx), Konsumsi (C),
Investasi (I) dan pengeluaran Pemerintah (G) dalam milyar rupiah.
--------------------------------------------------------------
Y Tx C I G Yd
--------------------------------------------------------------
940 150 730 65 183 ....
960 155 742 65 185 ....
980 160 754 65 185 ....
1000 165 766 65 185 ....
--------------------------------------------------------------
73

a. Isilah kolom "Disposable income" (Yd)


b. MPC terhadap Yd = .....?
c. Pendapatan nasional seimbang pada Y = ......?
d. Pada pendapatan nasional seimbang, surplus anggaran pemerintah = ....?

3. Dengan menggunakan kebijaksanaan fiskal murni dan kebijaksanaan moneter murni


pula, pemerintah dengan mudah dapat mempengaruhi pendapatan nasional dan
kesempatan kerja.
a. Jelaskan bagaimana hal tersebut dapat terjadi.
b. Gunakan grafik pada jawaban saudara.

4. Jelaskan dengan menggunakan grafik, istilah-istilah di bawah ini


a. Efek Pigon (Pigon effect)
b. Efek Keynes (Keynes effect)
c. Perpajakan yang built-in flexible
d. Paradok hemat (Paradox of thrift).

----- *** -----


SL-0744-92
UJIAN NEGARA CICILAN BIDANG ILMU PERTANIAN
KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE I PEBRUARI 1992

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 25 PEBRUARI 1992
WAKTU : 120 MENIT
JAM : 13.00 - 15.00

CATATAN : SOAL DIKEMBALIKAN BERSAMA LEMBAR JAWABAN

1. Apa perbedaan pandangan ekonomi Klasik dan Modern yang saudara ketahui ?
Berikan tanggapan dan alasan Saudara, manakah yang lebih baik dari kedua pandangan
tersebut.

2. Apabila diketahui dissaving (pinjaman) masyarakat pada saat pendapatan nasional = 0


sebesar Rp. 500 juta dan kecondongan mengkonsumsi marginal = 0,8 lengkapilah tabel
berikut :
Pendapatan Nasional (Y) Konsumsi (=C) tabungan(=S)
(dalam juta rupiah) (dalam juta rp.) (dalam juta rp.)
1.000 ......... .........
1.500 ......... .........
2.000 ......... .........
2.500 ......... .........
3.500 ......... .........
4.000 ......... .........
4.500 ......... .........
74

a. Atas dasar tabel di atas gambarkan dengan grafik fungsi konsumsi tabungannya.
b. Tentukan Average Propensity to Consume (APC) dan Average Propensity to Save
(APS) pada setiap tingkat pendapatan nasional paa tabel di atas.
c. Pada tingkat pendapatan nasional berapakah S = 0 atau C = Y ?
d. Jika investasi (=I) = Rp. 500 juta berapakah pendapatan nasional di mana
perekonomian negara mencapai keseimbangan?

3. Pada setiap perubahan dalam pengeluaran yang mempengaruhi keseimbangan


pendapatan nasional (GNP) akan menimbulkan akibat ganda, sehingga pengaruh terakhir
terhadap GNP yang lebih besar dari pada pengeluaran mula-mula. Benarkah pernyataan
tersebut ? Jelaskan !

4. Diketahui :
a. Pengeluaranm untuk konsumsi, C = 50 + 0,75 Y
b. Pengeluaran untuk Investasi I = 100 - 2,5 r
c. Kebutuhan uang untuk transaksi 0,15 Y
d. Kebutuhan uang untuk berjaga-jaga 0,10 Y
e. Kebutuhan uang untuk spekulasi = 250 - 2,5 r dan
f. Uang yang beredar di masyarakat sebesar 300
Pertanyaan :
a. Tentukan fungsi keseimbangan pasar barang dan pasar uang.
b. Berapa pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (r) pada kondisi keseimbangan.
c. Jika Pemerintah akan merubah pendapatan nasional menjadi 500 dengan melakukan
kebijaksanaan fiskal, berapakah besarnya pajak yang harus ditarik oleh Pemerintah ?
d. Demikian pula jika mPemerintah menginginkan pendapatan nasionalmenjadi 500
dengan melakukan kebijaksanaan moneter, berapakah uang yang harus dicetak dan
diedarkan ke masyarakat ?

<<< SLR >>>

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE SEPTEMBER 1992

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : RABU, 16 SEPTEMBER 1992
WAKTU/JAM : 120 MENIT
PROGRAM STUDI : SOSEK
=========================================

SOAL :

I. Diketahui : Konsumsi otonom = 400


Marginal Propensity to Consume = 0,75
Pajak = -20 + 0,2 Y
Investasi = 200
75

Pengeluaran Pemerintah = 500


Ditanyakan :
a. Fungsi konsumsinya
b. Fungsi disposable income (pendapatan - siap pakai)
c. Pendapatan nasional - keseimbangan
d. Tabungan keseimbangan
e. Jika investasi berubah menjadi 400, berapa pendapatan nasional keseimbangan yang
baru.

II. Baru-baru ini Pemerintah telah mentargetkan Undang-undang mengenai perpajakan.


Dengan penentuan kebijaksanaan ini, diharapkan perekonomian dapat berkembang
dengan cepat dan maju ke arah kestabilan ekonomi.

Pertanyaan : Jelaskan secara matematis dan grafis, bagaimana pengaruh kebijaksanaan


perpajakan ini terhadap pendapatan nasional.

III.Dalam suatu perekonomian diketahui kompunen-kompunen permintaan agregat


sebagai berikut. Pada pasar barang, diketahui :
a. Fungsi konsumsi, C = 68 + 0,7 Yd
b. Fungsi investasi tergantung dari tingkat pendapatan disposable dan tingkat bunga ;
I = 114 + 0,1 Yd - 8 R
c. Fungsi pajak Tx = -10 + 25 Y
d. Pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa 0 = 250
e. Pendapatan disposable Yd = Y - Tx + Tr
f. keseimbangan pada pasar barang Y = C + I + o

Pada Pasar Uang diketahui :


a. Fungsi permintaan uang untuk transaksi Mtr = 5 + 0,25 Y
b. Fungsi permintaan uang untuk spekulasi berhubungan negatif dengan tingkat bunga
Msp = - 10 R
c. Jumlah uang yang beredar Ms = 205
d. Keseimbangan dalam pasar uang Md = Ms
dimana Md = Mtr + Msp
Dari keterangan diatas tunjukkan :
a. Berapakah keseimbangan pendapatan (Y), tingkat Investasi (I) tingkat bungan (R) dan
tingkat pajak (Tx)
b. Untuk mencapai target kenaikan pendapatan nasional sebesar 30 milyar dari
keseimbangan semula, kebijaksanaan pemerintah apakah yang harus ditempuh ? Jelaskan
!

IV. Jelaskan, apa yang saudara ketahui tentang :


a. Pigon effect
b. Keynes effect

*** SELAMAT MENGERJAKAN ***


76

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SU-021.293


FAKULTAS PERTANIAN - UNIV. BRAWIJAYA
MALANG
------------------------------------

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE FEBRUARI 1993

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 23 FEBRUARI 1993
WAKTU/JAM : 120 MENIT / JAM KE I
PROGRAM STUDI : SOSEK

PETUNJUK :
1. Jawablah secara singkat dan jelas dengan tuilisan yang mudah dibaca.
-----------------------------------------------------------------
SOAL :

1. Diketahui saat pendapatan nasional Rp. 500 milyar, tingkat komsumsi nasional sebesar
Rp. 400 milyar.
Pada saat pendapatan nasional Rp. 1.000 milyar, tingkat tabungan nasional Rp. 250
milyar.
Pertanyaan :

(1) Apabila tingkat konsumsi otonom sebesar Rp. 40 milyar, carilah fungsi konsumsi dan
fungsi tabungannya.
(2)Jika investasi nasionalnya (I) = Rp. 200 milyar, berapakah pendapatan nasional
keseimbangan.
Gambarkan semua variabel tersebut.

2. Dalam kurva IS-LM yang kurva LM nya mengandung "liquidity trap" dan daerah
"klasik", jelaskan bagaimana perbedaan keefektifan kebijaksanaan moneter dan
kebijaksanaan fiskal. Gambarkan kurvanya.

3. Diketahui :
Fungsi konsumsi (C) - 0,8 Yd + 20 Milyar rupiah.
Pajak (Tx) = 0,25 Y.
Investasi (I) = - 500 R + 100 Milyar rupiah.
Sementara itu dalam pasar uang :
Permintaan uang untuk transaksi sebesar 0,20 Y dan untuk spekulasi sebesar minus 200
R. Sedangkan jumlah uang yang beredar adalah 200 Milyar rupiah.
Pertanyaan :

(1) Dari keterangan di atas, hitunglah :


a. Berapa tingkat keseimbangan pendapatan nasional dan Investasinya.
77

b. Besarnya surplus ataukah defisit anggaran pemerintah.

(2)Apabila terjadi penurunan jumlah uang yang beredar sebesar 40 persen :


a. Berapa besarnya pergeseran kurva IS dan LM.
b. Berapa keseimbangan baru dalam pendapatan nasional
c. Pada saat ini, masih surplus ataukah defisit anggaran pemerintah.

4. Tujunjukkan dengan grafis dan jelaskan dengan singkat pasangan istilah di bawah ini :

(1) Marginal Propensity to save dan Marginal Propensity to Consume.


(2) Demand Pull Inflation dan Cost Push Inflation.

---selamat mengerjakan---

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SU-021.893


FAKULTAS PERTANIAN - UNIV. BRAWIJAYA
MALANG
------------------------------------

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE FEBRUARI 1994

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : KAMIS, 26 AGUSTUS 1993
WAKTU/JAM : 120 MENIT / JAM KE I
PROGRAM STUDI : SOSEK

PETUNJUK :
1. Pilih dan kerjakan 4 (empat) soal dari 5 (lima) soal yang tersedia di bawah ini
2. Sifat Ujian TERTUTUP : Hanya Tabel Dan Kalkulator.
-----------------------------------------------------------------
SOAL :

1. Diketahui : C = 85 + 0,75 Yd
I = 50
G = 150
TR = 100, dan T = 0,20
Pertanyaan :

(a) Hitunglah berapa besar nilai konsumsi (C) pada tingkat pendapatan equilibrium
(b) Apabila G meningkat menjadi 250 dan sementara itu t naik menjadi 0,28. Hitunglah
pendapatan nasional equilibrium yang baru.
(c)Berapa angka koefisien multiplier pengeluaran pemerintah dan pajak pada soal (b).
(d)Hitunglah surplus atau defisit budget pada APBN dari soal (b) di atas.
78

2. Dengan menggungkan persamaan fungsi sebagai berikut :


Y = C + Io + Go + Xo - Z
C = Co + b Yd
T = To + t Y
A = Ao + z Yd

dimana diketahui :

b = 0,90 t = 0,20 Co = 125


Xo = 150 Zo = 55 Io = 92,5
z = 0,15 To = 150 Go = 600

Hitunglah :

(a) Equilibrium pendapatan nasional


(b) Jika otonomus ekspor naik sebesar 60, hitunglah berapa perubahan pendapatan
nasional yang diakibatkannya
(c) Jika otonomus impor naik sebesar 30, berapa perbuahan pendapatan nasional yang
diakibatkannya.

3. Diketahui :
Fungsi konsumsi (C) = 0,8 Yd + 3 mrp.
Pajak (Tx) = 0,2 Y
Investasi (I) = - 10 r + 200 mrp.
Pengeluaran pemerintah (G) = 150 mrp.
Permintaan uang untuk transaksi (Ltr) = 0,25 Y
Permintaan uang untuk spekulasi (Lsp) = - 20 r
Jumlah uang yang beredar (M) = 200 mrp.

Pertanyaan :
(a)Hitunglah :
a.1. Tingkat equilibrium pendapatan nasional
a.2. Besarnya investasi saat pendapatan nasional equilibri
um.
(b)Apabila terjadi kenaikan uang yang beredar sebesar 20 persen, maka :
b.1. Berapa besarnya pendapatan nasional equilibrium yang
baru
b.2. Berapa persen tingkat bunga yang berlaku.

4. Dalam keseimbangan IS-LM, dimana kurva LM nya mengandung "liquidity trap" dan
"daerah klasik", maka kebijaksanaan Fiskal akan lebih efektif ketimbang kebijaksanaan
Moneter. Benarkah pernyataan ini ? Jelaskan !

5. Tunjukkan dalam gambar grafis dan jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud
dengan konsep-konsep berikut :
79

(a) Marginal Propensity to consume


(b) Deflationary gap
(c) Cost Push Inflation
(d) Demand Pull Inflation.

-----***-----

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SU-294.021


FAKULTAS PERTANIAN - UNIV. BRAWIJAYA
MALANG
------------------------------------

UJIAN NEGARA CICILAN


BIDANG ILMU PERTANIAN - KOPERTIS WILAYAH VII
PERIODE FEBRUARI 1994

MATA UJIAN : EKONOMI MAKRO


HARI/TANGGAL : SELASA, 22 FEBRUARI 1994
WAKTU/JAM : 100 MENIT / JAM KE I
PROGRAM STUDI : SOSEK

PETUNJUK :
1. Jawablah secara singkat dan jelas dengan tuilisan yang mudah dibaca.
-----------------------------------------------------------------
SOAL :

1. Analisa_Pendapatan_Nasional
Diketahui : Tingkat income full employment sebesar 196.4 Milyar Rupiah.
C = 0,8YD + 5 Milyar Rupiah.
I = 20 Milyar Rupiah.
G = 20 Milyar Rupiah
Tx = 0,1Y + 5 Milyuar Rupiah.
Pertanyaan :
a. Berapakah tingkat income keseimbangan yang sedang berlaku.
b. Hitung besarnya konsumsi, tabungan dan pajak pada tingkat keseimbangan.
c. Apakah tingkat income pada soal 1) lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan
income full employmentnya.
d. Agar sama dengan tingkat income full employmentnya, berapakah konsumsi, Investasi
serta pengeluaran pemerintah harus disesuaikan. Carilah dengan pendekatan angka
pengganda (multiplier).

2. Keseimbangan_Pasar_Barang_dan_Pasar_Uang
Dalam pasar barang dan pasar uang, diketahui :
C = 230 + 0,6YD
I = 300 - 600r
80

G = 700
Ms = 350 )Ms = jumlah uang yang beredar)
Md = 0,3Y - 1,6r (Md = permintaan uang).

Pertanyaan :
a. Tentukan fungsi keseimbangan pasar barang dan pasar uang.
b. Hitung besarnya pendapatan, tingkat bunga serta permintaan uang pada saat terjadinya
keseimbangan pasar barang dengan pasar uang.
c. Apabila pengeluaran pemerintah naik menjadi 1000, berapakah pendapatan, tingkat
bunga serta permintaan uang harus disesuaikan.

3. Permintaan_dan_Penawaran_Agregatip
Diketahui :
- Do dan So pada gambar di bawah ini adalah kurva Permintaan dan Penawaran
Agregatif awal.
- Kurva IS yang berkemiringan negatip
- Kurva LM yang berkemiringan positip

Hy

Do So

Pertanyaan :

Jelaskan dengan singkat, apa yang terjadi pada permintaan agregatip, penawaran
agregatip, tingkat harga serta output riil, jika terjadi kenaikan pada :
a. Pengeluaran pemerintah (kebijaksanaan Fiskal)
b. Persediaan uang nominal (kebijaksanaan Moneter)
c. Jumlah angkatan kerja.

4. Jelaskan pengertian-pengertian di bawah ini :


a. Ilmu Ekonomi d. Perekonomian terbuka dengan kebijak-
b. Ekonomi Makro sanaan fiskal
c. Pasar Tenaga Kerja e. Kebijaksanaan moneter
81

5. Diketahui :
--------------------------------------------------------------
Tahun ke Y C I S
--------------------------------------------------------------
1 1000 700 7900 .......
2 2000 1300 7900 .......
3 4000 2500 7900 .......
4 7000 4300 7900 .......
5 10000 6100 7900 .......
--------------------------------------------------------------
Keterangan
Y = Pendapatan nasional
C = Konsumsi nasional
I = Investasi
S = Saving

Ditanya :
a. Isilah tabel yang masih kosong
b. Tulis fungsi konsumsinya
c. Berapa pendapatan nasional keseimbangan
d. Menurut Saudara, apa sistem perekonomian pada soal di atas.

----- *** ------


82

LAMPIRAN
Jawab Soal Ujian Semester
JAWAB SOAL UJIAN SISIPAN 1984/1985, 7 MEI 1985

1. Beda ekonomi klasik dan modern :


Ekonomi klasik menganut sistim :
a. Ada anggapan akan adanya full employment dari faktor-faktor produksi, tenaga buruh,
dan faktor-faktor produksi lainnya.
b. Keseimbangan ekonomi akan terjadi dengan sendirinya secara otomatis.
c. Berlakunya hukum say : setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri.
d. Tingkat harga dapat flexible.
Ekonomi modern
a. Tingkat employment dapat berfluktuasi.
b. Peranan pemerintah sangat penting dalam menstabilkan perekonomian.
c. Kelebihan produksi/kekurangan produksi dapat terjadi.
d. Tingkat harga biasanya tegar.
Yang lebih baik adalah ekonomi modern karena sesuai dengan kenyataan yang ada.
83

2. Kaitan dari kedua pendekatan tersebut yaitu adanya hubungan timbal balik antara dua
pendekatan tersebut. Jadi apabila kapasitas total dari perekonomian kita, jumlah
penduduk dan jumlah angkatan kerja serta lembaga-lembaga sosial, politik dan ekonomi
yang ada juga lainnya dari jangka panjang bobrok maka pengaturannya dengan jangka
pendekpun akan sulit dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.

3. Ada kelemahan dalam pengukuran kemakmuran dengan pendapatan per kapita karena :
PNB hanya bersifat ukuran ekonomi saja sedang kemakmuran bukan hanya terdiri dari
ukuran ekonomi melainkan juga rasa aman, rasa sehat, rasa tenteram yang berupa
kejiwaan lainnya.

4. Investasi perlu diperhatikan serius karena sifat kelabilan investasi tersebut, dan
perubahan pengeluaran investasi akan menyeababkan perubahan arus pendapatan yang
jauh lebih besar daripada perubahan pengeluaran investasi yang bersangkutan. Sedang
konsumsi sifatnya lebih stabil.

5. Dua cara pendekatan sama, karena sebenarnya cara pendekatan tersebut bertitik tolak
dari pengertian bahwa apa yang dikeluarkan oleh salah satu rumah tangga pasti menjadi
penerimaan rumah tangga yang lain.

6. Tabungan kebocoran karena adanya bagian pendapatn yang diterima rumah tangga
individu yang tidak masuk kembali dalam arus perputaran pendapatan nasional akan
menyebabkan menciutnya arus perputaran itu.
Investasi adalah injeksi karena investasi merupakan permintaan akan barang modal,
sehingga investasi akan menyebabkan membesarnya arus perputaran pendapatan nasional
tersebut.
Investasi tidak harus sama dengan tabungan karena pelaku investasi belainan dengan
pelaku tabungan. Sehingga tidak ada jaminan sama sekali bahwa besar tabungan akan =
besar investasi. tabungan menyediakan dana untuk investasi, tetapi kondisi ekonomi yang
terjadi belum tentu mendorong rumah tangga perusahaan untuk melakukan investasi.

7. a. C = a + bY
/\C 110 - 95 15
b = — = ———— = — = 0,75
/\Y 120 - 100 20
Untuk C = 95 maka Y = 100, jadi
95 = a + 0,75(100)
a = 20
Jadi fungsi konsumsi : C = 20 + 0,75 Y
b. Break event point terjadi bila C = Y
jadi untuk fungsi C = 20 + 0,75 Y
Y = 20 + 0,75 Y
0,25 Y = 20
Y = 20/0,25 = 80

8. a. Y=C+I
84

= 0,75 Y + 20 + 40
0,25 Y = 60
Y = 60/0,25 = 240
b. C = 0,75 Y + 20
= 0,75(240) + 20
= 200
c. S = Y - C
= 240 - 200 = 40

o0o

JAWAB SOAL UJIAN UTAMA 1984/1985, 5 JULI 1985

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva permintaan :


a. Harga barang itu sendiri berubah
perubahan itu terjadi mnelalui pergeseran disepanjang kurva permintaan. Bila harga naik,
jumlah yang diminta bergeser ke kiri, dan sebaliknya.
b. Faktor-faktor lain berubah.
perubahan itu terjadi melalui pergeseran seluruh kurva permintaan ke kanan atau ke kiri.
Yang menyebabkan perubahan antara lain :
1). Selera atau preferensi konsumen
2). Jumlah konsumen di pasar
3). Pendapatan uang para konsumen
4). Harga barang lain yang berkaitan
5). Pengharapan konsumen dalam kaitannya dengan harga-harga dan pendapatan masa
depan.
Untuk barang-barang inferior kurva permintaan bergeser berlawanan dengan barang
normal. Permintaan barang normal bergesder ke kanan bila selera, jumlah konsumen mdi
pasar dan pendapatan konsumen naik; barang inferior sebaliknya.
Apabila harga barang-barang lain yang berkaitan naik maka untuk barang substitusi
kurva permintaan akan bergeser ke kanan, untuk barang komplementer seabaliknya.
Apabila pengeluaran koneumen dalam kaitannya dengan harga-harga dan pendapatan di
masa depan naik, kurva permintaan bergeser ke akanan, sebaliknya bergeser ke kiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran :
a. Harga barang itu sendiri berubah
Perubahan itu terjadi melalui sepanjang kurva penawaran. Bila harga naik, jumlah barang
yang diminta bergeser ke kanan.
b. Faktor-faktor lain
Perubahan terjadi dengan pergeseran seluruh kurva, yang menyebabkan berubah antara
lain :
1). Tehnik produksi
2). Harga sumberdaya
3). Harga barang-barang lain yang berkaitan.
4). Penghargan penjual dalam kaitannya dengan harga-harga barang itu di kemudian hari
5). Jumlah penjual di pasar
6). Kebijaksanaan pemerintah
85

Kalau ada perbaikan dalam tehnologi produksi atau penurunan harga sumber daya seperti
penuruhan harga bahan baku misalnya, maka kurva penawaran akan bergeser ke kanan
dan sebaliknya.
Kebijaksanaan pemerintah dapat menggeser kurva penawaran karena mempengaruhi
kebijaksanaan perusahaan.

2. Perbedaan ekonomi klasik dan Keyneseian tentang pasar uang :


a. Teori klasik
Menyangkut teori kuantitas, yaitu masyarakat memerlukan uang tunai untuk keperluan
transaksi tukar menukar mereka
Pasar uang ditentukan "nilai" dari uang, yaitu daya beli uang untuk dibelikan barang-
barang.
b. Teori Keynes
Masyarakat memerlukan uang untuk transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi.
Pasar uang ditentukan oleh "harga" dari uang, yaitu harga yang harus dibayar untuk
penggunaan uang (tingkat bunga).
Dari kedua teori tersebut, teori Keynes lebih baik karena lebih lengkap dan logis.

3. Diketahui : C = 75 + 0,5 Y milyar rupiah


M = 20 + 0,2 Y milyar rupiah
I = 200
X = 100
Ditanya : Equilibrium dari :
a. Pendapatan nasional
b. Saving
c. Konsumsi
d. Impor
e. Neraca perdagangan
f. Gambar dengan benar masing-masing ( a s/d e)
g. Apa saran saudara untuk memperbaiki keadaan ter
sebut di atas. Jelaskan.
Jawab
a. Y = C + I + X - M
= 75 + 0,5 Y + 200 + 100 - (20+0,2Y) = 355 + 0,3 Y
0,7 Y = 355
Y = 507,14
b. S + M = I + X
S + {20+0,2(507,14)} = 200 + 100
S = 178,57
c. C = 75 + 0,5(507,14)
= 328,57
d. M = 20 + 0,2(507,14)
= 121,43
e. X - M = 100 - 121,43 = - 1,43
f. C,I,S
86

g. Harus meningkatkan ekspor.

4. a. 1.800.000
b. 2.900.000 (300.000+800.000+1.800.000)
c. 0
d. 300.000
e. 800.000
f. 1.800.000 (200.000+100.000+350.000+150.000+750.000+250.000)

5. Dengan berdagang suatu negara akan memperoleh keuntungan.


Keuntungan ini berupa kenaikan produktifitas karena adanya spesialisasi.

o0o

JAWAB SOAL UJIAN ULANGAN 1984/1985, 26 JULI 1985

I. 1. D 6. A 11. B 16. B 21. D 26. C 31. E 36. B


2. C 7. B 12. A 17. B 22. B 27. A 32. A 37. C
3. E 8. C 13. E 18. A 23. D 28. E 33. C
4. B 9. C 14. B 19. C 24. E 29. C 34. A
5. D 10. D 15. D 20. E 25. D 30. B 35. D

II. 1. Peranan pemerintah :


a. Menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat
hidup orang banyak.
b. Menguasai bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dan
diperuntukkan kemakmuran rakyat.
c. Memelihara keamanan dan kelangsungan hidup bernegara
d. Mengatur sumber keuangan yang sangat diperlukan untuk pembayaran pembangunan
nasional
e. Mempunyai kewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan
ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan usaha.
f. Mengarahkan dan mengendalikan jalannya roda perekonoimian agar dapat
dikembangkan iklim usaha yang baik, serta mengatur agar distribusi pendapatan dapat
menjadi lebih baik.
87

2.

JAWAB SOAL UJIAN UTAMA 1985/1986, 19 JUNI 1986

I + X - So - Mo
1. a. Y = ——————
s+m
280 + 100 + 40 - 20
= ————————
0,4 + 0,1
= 800
b. S = - 40 + 0,3 Y
= - 40 + 0,3(800) = 200
c. M = 20 + 0,2 Y
= 20 + 0,2(800) = 180
d. C = Y - I - X + M
= 800 - 280 - 100 + 180 = 600
e. X - M = 100 - 180 = - 80
Neraca perdagangan yang pasif tidak menguntungkan

a + I + G + cTr - ct
2. a. YE = ———————
1 - c + ch
200 + 300 + G + 0 - 0,5(400)
1000 = ———————————
1 - 0,5 + 0,5.0,3
G = 350
Jadi pemerintah hanya bisa membeli barang dan jasa Rp. 350
b. /\Y = 1500 - 1000 = 500
-c - 0,5
500 = ——— /\t = —————— /\t
1-c+ch 1-0,5+0,3.0,5
/\t = - 650
Maka pajak harus diturunkan 650/menaikkan transfer 650
c 0,5
c./\Y = ——— /\Tr = —————— . 25 = 19,23
1-c+ch 1-0,5+0,3.0,5
Jadi dengan pemberian transfer Rp. 25 milyar maka pendapatan nasional bertambah jadi
Rp. 1000 + Rp. 19,25 = Rp. 1019,25 milyar.

/\C 110 - 100 10


3. a. c = —— = ————— = —— = 0,67
/\Y 120 - 105 15

C = a + cY
100 = 0,67.105 + a
88

a = 29,65
C = 29,65 + 0,67 Y
b. Y = C
= a + cY
= 29,65 + 0,67Y
= 89,85
c.
C

Y
4. a. Jumlah uang beredar dalam arti sempit dimaksudkan adalah keseluruhan jumlah
uang kartal dan uang giral yang benar-benar beredar di masyarakat.
Sedangkan dalam arti luas, maka jumlah uang yang beredar sama dengan uang kartal,
uang giral ditambah deposito berjangka dan tabungan milik masyarakat pada bank-bank
dan rekening valuta asing milik swasta domestik.
b. Equilibrium pasar uang => Ms = 4 + L2
Equilibrium pasar barang => Y = C + I
Yang memenuhi keseimbangan pasar uang
Ms = 4 + L2 => 400 = 0,8 Y + 160 - 8 r
400 - 160 + 8 r = 0,8 Y
240 + 8 r = 0,8 Y
Y = 300 + 10 r
Yang memenuhi keseimbangan pasar barang :
Y=C+I
Y = 0,6 Y + 80 + 160 - 8 r
0,4 Y = 240 - 8 r
Y = 600 - 20 r
Jadi pendapatan nasional yang memenuhi persyaratan keseimbangan pasar uang dan
pasar barang, yaitu :
300 + 10 r = 600 - 20 r
30 r = 300
r = 10
Y = 300 + 10(10)
= 400 milyar rp.

o0o

JAWAB SOAL UJIAN ULANGAN 1985/1986, 3 JULI 1986

I + X - So - Mo
89

1. a. Y = ——————
s+m
200 + 50 + 30 - 10
= ————————
0,4 + 0,1
= 540
b. S = - 30 + 0,4 Y
= - 30 + 0,4(540) = 186
c. M = 10 + 0,1 Y
= 10 + 0,1(540) = 64
d. C = Y - S
= 540 - 186 = 354
e. X - M = 200 - 64 = 136
Neraca perdagangan yang pasif tidak menguntungkan

a + I + G + cTr - ct
2. a. YE = ————————
1 - c + ch
100 + 200 + G - 0,5(400)
1000 = ——————————
1 - 0,5 + 0,3.0,5
G = 1.438
b. /\Y = 1500 - 1000 = 500
-c - 0,5
500 = ——— /\t = —————— /\t
1-c+ch 1-0,5+0,3.0,5
/\t = 650
Maka pajak harus diturunkan 800/menaikkan transfer 650

c 0,5
c. /\Y = ——— /\Tr = ————— . 25 = 19,23
1-c+ch 1-0,5+0,3.0,5

/\C 100 - 110 10


3. a. c = —— = ———— = —— = 0,67
/\Y 105 - 120 15

C = a + cY
a = 29,65
b. Y = C
= 89,85

JAWAB SOAL UJIAN MID 1986/1987, 27 APRIL 1987

1. a. Diketahui : C = 0,60 YD + 20
Tx = 0,4 Y - 20
90

Tr = 30
G = 40
I = 60
Ditanya : YE, TxE, CE, SE
Jawab :
YE = C + I + G YD = Y + Tr - Tx
= 0,60 YD+20+60+40 = Y + 30 - (0,4Y-20)
= 0,60YD+120 = Y + 30 - 0,4Y + 20
= (0,6Y+50)0,6+120 = 0,6Y + 50
= 0,36Y + 30 + 120
= 0,36Y + 150
0,64YE = 150
YE = 234,375
TxE = 0,4YE
= 0,4(234,375) - 20
= 73,75
CE = 0,60YD + 20
= 0,6(0,6YE+50) + 20
= 0,6(0,6.234,375+50) + 20
= 84,375 + 30 + 20
= 134,375
SE = YD - CE
= 0,6 Y + 50 - 134,375
= 0,6(234,375) - 84,375
= 56,25

2. Perbedaan Prinsipiil Ekonomi Makro klasik dan Keynesian :


a. Klasik
- permintaan agregat selalu = penawaran agregat
- adanya pengerjaan penuh
- mekanisme pasar bekerja secara otomatis
- harga fleksibel
b. Keynes
- Perlu campur tangan pemerintah

3. Jenis pasar makro


a. Pasar barang
yang perlu dipelajari : harga umum, GDP
b. Pasar uang
Yang perlu dipelajari : tk bunga, volume uang
c. Pasar tenaga kerja
Yang perlu dipelajari : tingkat upah rata-rata, employment, unemployment
d. Pasar luar negeri
Yang perlu dipelajari : Neraca perdagangan, dasar penukaran, cadangan devisa.

4. Cara mengukur Produk Nasional Bruto


91

a. Pendekatan pengeluaran, pendekatan ini dilakukan oleh rumahtangga-rumahtangga


yang berpartisipasi dalam arus kegiatan ekonomi nasional antara lain RT individuy, RT
perusahaan, RT pemerintah, RT luar negeri.
b. Pendekatan penerimaan, penerimaan berasal dari sumber daya ekonomi antara lain
sewa, upah dan gaji, bunga, laba.
Cara mengukur pendapatan nasional keseimbangan
a. Pendekatan permintaan = penawaran
b. Pendekatan kebocoran = injeksi

5. a, Konsumsi : barang-barang yang siap dipakai oleh konsumen terakhir


b. Investasi : pengeluaran rumah tangga perusahaan untuk membeli barang modal baru.
c. Pengeluaran pemerintah : semua pembelian barang/jasa yang dilakukan oleh
pemerintah pusat dan pemda.

o0o

JAWAB SOAL UJIAN UTAMA 1986/1987,

1. Bapak Ekonomi Makro yaitu John Meynard Keynes

2. Pengukuran kesejahteraan dengan GNP ada kebaikan dan kekurangannya


kebaikannya yaitu
GNP adalah ukuran kemakmuran yang bisa dengan mudah diukur, dan GNP adalah
merupakan satu-satunya ukuran kemakmuran secara ekonomis karena segala macam
kebutuhan masyarakat secara ekonomi bisa dan tidak terpenuhinya bisa dilihat besar
kecilnya GNP.
Kekurangan GNP yaitu :
GNP hanyalah merupakan ukuran kesejahteraan secara ekonomi sedangkan kesejahteraan
yang sesungguhnya tidak hanya bisa dipenuhi oleh keadaan ekonominya saja tetapi juga
adanya rasa aman, tenteram, sehat dll.

3. Konsumsi yaitu pengeluaran konsumen untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa


yang siap dipakai sebagai barang-barang dan jasa-jasa akhir.
Investasi : pengeluaran rumah tangga perusahaan untuk membeli barang modal baru.
Pengeluaran pemerintah : semua pembelian barang/jasa yang dilakukan oleh pemerintah
pusat dan pemda.

4. Bukti :
Misal untuk ekonomi 2 sektor maka pendapatan nasional dapat dirumuskan sebagai
berikut :
Y=C+I
= a + cY + I
Y - cY = a+ I
(1-c)Y = a + I
1
Y = —— (a + I)
92

1-c
1
Y + /\Y = —— (a+I+/\C)
1-c
1 1
Y + /\Y = —— (a+I) + —— (/\C)
1-c 1-c
1
/\Y = —— /\C
1-c
/\Y 1
—— = ——
/\C 1-c

5. Gerak gelombang konjungtur yaitu : suatu gerakan periodeik dan pada pendapatan
nasional berupa uang dan variabel-variabel ekonomi yang berhubungan dengannya,
gerakan tersebut mempunyai dua macam ciri sebagai berikut :
a. gerakan tersebut pada umumnya terlihat dalam seluruh proses ekonomi.
b. gerakan tersebut mempunyai gelombang atau periodisitas yang meliputi tiga hingga
sebelas tahun.

6. Penerimaan pembangunan yaitu penerimaan yang berasal dari bantuan luar negeri yang
dinyatakan dalam rupiah dan terdiri dari bantuan program dan bantuan proyek.

7. Tabungan pemerintah yaitu besarnya penerimaan dlam negeri - besarnya pengeluaran


rutin.

8. APBN bersifat berimbang maksudnya antara penerimaan dan pengeluaran jumlahnya


sama. APBN bersifat dinamis maksudnya besarnya nilai rupiah APBN dari tahun yang
satu bisa berbeda dengan tahun yang lainnya sesuai dengan keadaan perekonomian yang
ada.

9. Filsfat anggaran yang berimbang dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, hal
ini disebabkan oleh adanya angka pengganda dari Government Expenditure (pengeluaran
pemerintah) dan transfer tidak sama dengan multiplier pajak.
/\Y 1 MPC
kG = —— = —— dan kTr = ——
/\G 1-MPC 1-MPC
/\Y MPC
kt = —— = - ——
/\t 1-MPC
dimana : MPC 1 sehingga kG kt

o0o
93

JAWAB SOAL UJIAN ULANGAN 1986/1987

1. Yang perlu saya pikirkan yaitu bagaimana menyetir perekonomian nasional dari bulan
ke bulan, dari triwulan ke triwulan atau dari tahun ke tahun, agar terhindar dari ketiga
"penyakit makro" yaitu inflasi, pengangguran dan ketimpangan dalam neraca
pembayaran.

2. Kebijaksanaan yang perlu saya ambil yaitu antara lain :


a. Kebijaksanan pemasaran, yaitu menciptakan iklim yang baik bagi pemasaran hasil-
hasil pertanian supaya mampu bersaing dengan yang lain.
b. Kebijaksanaan harga, yaitu dengan cara menetapkan harga dasar dan harga tertinggi
untuk komoditi hasil-hasil pertanian yang menghidupi rakyat banyak.
c. Kebijaksanaan subsidi dan proteksi
Kebijaksanaan subsidi dengan jalan menetapkan nilai pajak yang rendah untuk faktor-
faktor produksi dan kebijaksanaan proteksi dengan jalan menetapkan pajak yang tinggi
bagi produk-produk luar negeri bila di dalam negeri sudah bisa diproduksi.

3. Contoh cara mengatasi kemerosotan keadaan perekonomian yaitu:


a. Deregulasi, dimana dengan deregulasi ini perijinan usaha menjadi lebih sederhana
sehingga kegiatan ekonomi menjadi lebih efisien.
b. Devaluasi, dimana diharapkan ada kegairahan untuk memproduksi karena harg barang-
barang menjadi lebih mahal disamping itu secara tidak langsung pemerintah bisa
mengambil sumber dana dari masyarakat karena permintaan akan uang menjadi lebih
banyak.
c. Menaikkan suku bunga, hal ini digunakan untuk mengatasi krisis kepercayaan
masyarakat terhadap nilai uang dalam negeri.

4. Bukti :
Y=C+I+G dimana C = a + cYD
Y = a + cY - cTx + cTr + I + G YD = Y - Tx + Tr
(1-c)Y = a - cTx + cTr + I + G jadi C = a + c(Y-Tx+Tr)
= a - c(Tx-Tr) + I + G = a+cY-cTx+cTr
1
Y = —{a - c(Tx-Tr) + I + G}
1-c
1
Y+/\Y = —— {a - c(Tx+/\Tx-Tr) + I + G
1-c
1
= — (a - cTx - c/\Tx + cTr + I + G)
1-c
1 -c
= — (a - cTx + Tr + I + G) + — /\Tx
1-c 1-c
-c
/\Y = —— /\Tx
94

1-c
/\Y c
—— = - ——
/\Tx 1-c

5. GNP hanya menghitung barang-barang akhir saja maksudnya adalah agar sesuatu
produk tidak dimasukkan dalam perhitungan GNP lebih dari satu kali (double counting)

6. Produksi minuman keras juga dihitung sebagai ukuran kesejahteraan bila kita
menggunakan ukuran GNP hal ini dikarenakan GNP tidak memperhitiungkan komposisi
produk, apakah produk itu baik/berguna atau buruk/merusak ditinjau dari segi etika
sosial, bukan dari segi ekonominya,yang diperhitungkan hanyalah jumlah produksinya
saja.

7. Diagram arus perputaran pendapatan nasional untuk perekonomian tiga sektor :

8. Pajak pendapatan yaitu pajak yang dikenakan pada pendapatanm bersih perorangan di
atas batas pendapatan bebas pajak.

9. Pajak langsung yaitu pajak yang ditinjau dari segi administrasi adalah pajak yang
berkohir dan ditinjadu dari segi ekonomi merupakan pajak yang beban pajaknya pada
umumnya sulit digeserkan pada pihak lain.

o0o

JAWAB SOAL UJIAN UTAMA 1989/1990, 9-7-90

1. Diketahui : I = 80 - 4 r
S = - 40 + 0,4 Y
L1 = 0,4 Y
L2 = 160 - 4 r
M = 200
Ditanya : a. Y & r keseimbangan
Jawab :
Y ekuilibrium terjadi saat IS = LM
IS -> I=S
80 - 4 r = - 40 + 0,4 Y
120 - 4 r
Y = ——— = 300 - 10 r
0,4
LM -> L=M
0,4 Y + 160 - 4 r = 200
40 + 4 r
Y = ——— = 100 + 10 r
0,4
95

IS = LM ->
300 - 10 r = 100 + 10 r
r = 200/20 = 10
Y = 300 - 10.10 = 200
Jadi pendapatan nasional keseimbangan (Y) = 200 satuan
tingkat bunga keseimbangan (r) = 10 satuan

b. ³ ³
Y dari 200 menjadi 250 berarti IS bergeser ke kanan, r ikut berubah.
250 = 100 + 10 r
r = 15
Adanya perpajakan menyebabkan kurva I = S berubah jadi I + a = S
80 - 4 (15) + a = - 40 + 0,4 (250)
a = 40
Bila hanya pajak yang berubah maka pemerintah harus menarik pajak sebesar -c(40) = -
0,6(40) = -24

c. Y dari 200 menjadi 100 berarti LM bergeser ke kiri, r berubah.


100 = 300 - 10 r
r = 20
Adanya moneter menyebabkan kurva L1 + L2 = M berubah jadi L1 + L2 = M + a.
0,4(100) + 160 - 4(20) = 200 + a
a = 80
jadi jika uang yang beredar harus dikurangi 80 satuan.

d. Bentuk matematik secara umum


H = a + bY
4 = a + b.250
8 = a + b.100
—————— -
-4 = 150 b
b = -4/150 = - 0,0267
8 = a + (-0,0267).100
a = 10,67
Jadi bentuk matematik kurva permintaan agregatif :
H = 10,67 - 0,0267 Y

e. ³ ³

2. a. C = 10 + 0,75 YD
= 10 + 0,75(Y + 50 - 30)
= 10 + 15 + 0,75 Y
= 25 + 0,75 Y
S = YD - C
= YD - (10+0,75YD)
= 0,25YD - 10
96

= 0,25(Y+50-30) - 10
= 0,25 Y - 5

b. ³ ³

o0o

JAWAB SOAL UJIAN ULANGAN 1989/1990, 24-7-90

1. a. Investasi, yaitu pengeluaran untuk membeli barang modal riil, yang berbentuk alat-
alat produksi, rumah untuk tempat tinggal dan perubahan barang cadangan.
b. Agregate demand, yaitu persamaan fungsi yang menghubungkan tingkat-tingkat
pendapatan nasional dengan tingkat-tingkat harga dimana dipenuhi syarat ekuilibriumnya
pasar komoditi dan pasar uang.
c. Average propensity to consume, yaitu perbandingan antara besarnya konsumsi paa
suatu tingkat pendapatan nasional dengan besarnya tingkat pendapatan nasional itu
sendiri.
d. Backward-Bending, yaitu bentuk kurva yang melengkung ke belakang.
e. Deflationary gap, yaitu suatu keadaan perekonomian dimana tidak semua kapasitas
produksi dimanfaatkan.

2. Bila terjadi kelesuan ekonomi yang saya lakukan yaitu menggairahkan lagi keadaan
perekonomian.
Langkah-langkah yang perlu saya ambil yaitu melakukan kebijaksanaan ekpansi melalui
dua alternatif :
a. melakukan kebijaksanaan moneter, yaitu dengan cara menambah jumlah uang yang
beredar dengan melalui berbagai kebijaksanaan antara lain :
1). dengan kebijaksanaan nisbah cadangan (menurunkan nisbah cadangan)_.
2). dengan kebijaksanaan suku bunga diskonto (dengan menurunkan suku bunga
diskonto) atau
3). dengan kebijaksanaan operasi pasar terbuka (membeli surat-surat berharga di pasar
bursa) atau
4).dengan kebijaksanaan kontrol kredit yang bersifat selektif, atau
5). bujukan persuasif atau kombinasi diantara hal-hal di atas.
b. melalui kebijaksanaan fiskal, yaitu dengan cara memanipulasi APBN, memalui
berbagai kebijaksanaan antara lain :
1). Memperkecil penarikan pajak, atau
2). Menambah tranfer pemerintah atau
3). Meningkatkan pengeluaran pemerintah atau kombinasi diantara hal-hal di atas.

3. Diketahui : C = 0,6 Y + 60
I = 120
Ditanya : a. Yeq, b. Seq, c. Ceq,
d. Bila I = 150 ditanya Yeq
e. Bila C ditambah 30 ditanya Yeq
Jawab :
97

a. Yeq = C + I
= 0,6 Y + 60 + 120
0,4 Y = 180
Y = 180/0,4 = 450
Jadi pendapatan nasional keseimbangan = 450
b. Seq = Y - C
= 450 - {0,6(450) + 60}
= 120
jadi tabungan keseimbangan = 120
c. Ceq = Y - S
= 450 - 120 = 330
jadi konsumsi keseimbangan = 330
d. Y = C + I
= 0,6Y + 60 + 150
0,4Y = 210
Y = 210/0,4 = 525
Jadi pendapatan nasional keseimbangan = 525
1
e. /\Y = — /\C
1-c
1
= —— 30 = 75
1-0,6
Jadi Yeq yang baru = 450 + 75 = 525

o0o
98

faktor produksi tenaga kerja.................. 6


A
full employment saving....................... 11
analisis ekonomi agregatif .................... 1 fullemployment ............................. 31, 32
Anggaran Belanja Negara................ 12 Full-Employment................................. 10
Angka pengganda............................ 9, 10 fungsi LM............................................ 23
Angka Pengganda ......... 9, 10, 13, 15, 18
APC .............................. 7, 55, 61, 72, 74 G
applied economics................................. 1 gaji............................................. 4, 34, 92
Average Propensity to Save .................. 7 general equilibrium ............................. 25
B H
behavioral equation............................... 3 Harga surat-surat berharga.................... 3
Bunga .................................................... 5 Hubungan fungsional............................ 2
hubungan kausal................................ 2, 3
C
Hubungan kausal .................................. 1
celah deflasi ........................................ 11
celah inflasi ......................................... 10 I
Celah inflasi ........................................ 32 identity .............................................. 3, 4
corporate profit................Laba Perseroan Ilmu Ekonomi ........................................ 1
Import.................................................... 2
D
Inflasi .......................... 32, 34, 53, 56, 67
Deflationary gap... 10, 11, 54, 60, 71, 79, Inflasi campuran.................................. 32
97 Inflasi Campuran .............................. 35
descriptive economics ........................... 1 Inflasi penawaran .......................... 32, 34
disposable income............. 13, 58, 59, 75 Inflasi Penawaran ............................. 34
E Inflasi permintaan ............................... 32
Inflationary gap .................................. 10
economic analysis ................................. 1 internal balance .... Keseimbangan intern.
economic theory.................................... 1 Keseimbangan intern
Ekonomi diskriptif ................................ 1 Investasi . 2, 6, 13, 20, 39, 41, 43, 46, 48,
ekonomi makro ................................. 1, 2 53, 54, 55, 57, 58, 59, 62, 66, 67, 70,
Ekonomi makro..................................... 1 71, 72, 74, 75, 77, 78, 80, 82, 84, 92,
ekonomi mikro ...................................... 1 97
Ekonomi Yang Diterapkan ................... 1
Ekspor Netto ......................................... 4 K
Eksport .................................................. 2 Kebijaksaan ekspansi .......................... 26
ekuilibrium... 3, 9, 25, 28, 38, 46, 47, 48, Kebijaksaan fiskal............................... 26
56, 95 Kebijaksanaan ekonomi makro........... 26
Equilibrium Analysis ............................ 9 Kebijaksanaan fiskal.. 12, 13, 16, 27, 53,
equilibrium conditions equation ........... 3 56, 60, 64, 71
external balance .. Keseimbangan ekstern Kebijaksanaan konstrraksi .................. 26
F Kebijaksanaan Moneter ................ 26, 56
kesamaan............................. 2, 3, 4, 5, 23
Faktor produksi alam .......................... 10 Keseimbangan ekstern ........................ 18
Faktor produksi kapital ....................... 10 Keseimbangan intern .......................... 18
faktor produksi modal ........................... 6 kesempatan kerja....... 2, 3, 10, 12, 18, 73
99

kurva (AgD ......................................... 30 Pasar Modal .......................................... 3


Kurva IS ........................................ 25, 80 Pasar Tenaga Kerja ................... 3, 58, 81
KURVA IS.......................................... 20 Pasar uang ....................................... 2, 22
kurva IS - LM...................................... 65 Penawaran surat-surat berharga ............ 3
kurva IS-LM...................... 25, 56, 65, 76 Penawaran tenaga kerja......................... 3
Kurva LM...................................... 25, 80 Penawaran uang ................................. 22
Kurva L-M......................................... 23 Pendapatan Nasional.... 2, 4, 5, 9, 13, 18,
KURVA L-M ...................................... 22 20, 36, 39, 45, 52, 58, 61, 62, 63, 64,
Kurva pajak yang built-in flexible ...... 14 73
Kurva Penawaran Agregatif............ 30 Pendapatan nasional ekuilibrium ......... 9
Kurva Permintaan Agregatif ........... 30 Pengangguran........................................ 3
kurva permintaan akan uang untuk Pengeluaran Investasi............................ 4
spekulasi.......................................... 27 Pengeluaran konsumsi .......................... 4
kurva permintaan investasi ................. 30 Pengeluaran pembelian pemerintah ...... 4
kurva permintaan uang untuk transaksi Pengeluaran Pemerintah...................... 12
......................................................... 22 penmawaran akan uang...................... 23
Penyusutan ............................................ 5
L
Perekonomian Terbuka tanpa
Laba................................................. 5, 39 kebijaksnaan fiskal.......................... 20
Laba perseroan ...................................... 5 Perekonomian tertutup .......................... 6
Laba perusahaan perseorangan ............. 5 Perekonomian Tertutup dengan
M kebijaksanaan fiskal ........................ 20
Perekonomian Tertutup Sederhana . 6, 20
Macam faktor produksi ....................... 10 Permintaan akan surat-surat berharga... 3
macro economics .................................. 1 Permintaan akan tenaga kerja ............... 3
macroeconomic policy .......................... 2 Permintaan uang untuk berjaga-jaga..... 2
Manipulasi Legal Reserve Ratio......... 23 Permintaan Uang Untuk Berjaga-
Marginal Propensity to Save ................ 7 Jaga................................................. 22
MPC . 7, 8, 10, 52, 55, 56, 61, 67, 68, 69, Permintaan uang untuk spekulasi... 2, 53,
72, 73, 93, 94 59, 71, 78
Multiplier .............................................. 9 Permintaan Uang Untuk Spekulasi. 22
N Permintaan uang untuk transaksi ... 2, 53,
59, 61, 71, 77, 78
Neraca Pembayaran Luar Negeri ........ 16 Permintaan Uang Untuk Transaksi 22
O Persamaan definisi ................................ 3
Persamaan perilaku ............................... 3
Open Market Operation ...................... 23
Produk Naional ................................... 4
Operasi Pasar Terbuka ........................ 23
Produk Nasional........................ 4, 42, 92
Over employment ................................ 10
profit...................................................... 5
P proprietors income ................................ 5
Pajak. 2, 5, 12, 43, 48, 53, 55, 58, 59, 70, R
72, 75, 77, 78, 95
Reallocation of resources ................... 10
Pajak yang built-in flexible................. 14
Rediscount policy................................ 23
Pajak yang Built-in Flexible............. 14
Rumahtangga Keluarga......................... 6
Pasar barang ............................ 20, 56, 91
Rumahtangga perusahaan ..................... 6
Pasar komoditi ...................................... 2
100

S U
salaries.............................................. Gaji Uang giral........................................ 2, 43
Saving .... 2, 7, 15, 20, 39, 46, 47, 48, 53, Uang kertas ........................................... 2
58, 64, 66, 71, 82, 86 uang logam............................................ 2
Selective Credit Control...................... 23 Under Employment ............................. 10
Sewa...................................................... 4 Upah............................................ 3, 4, 39
Subsidi perusahaan................................ 5 Upah nominal........................................ 3
Upah riil ................................................ 3
T
Taxable income level .......................... 14 V
Teori ekonomi....................................... 1 Variabel eksoegen................................. 6
Teori kuantitas uang............................ 32 variabel eksogen.................................... 6
Transaksi Debit ................................... 16 variabel endogen ................................... 6
Transaksi kredit................................... 16
W
Transfer Pemerintah............................ 12
Transfer perusahaan .............................. 5 wage ............................................... Upah