P. 1
3. Peraturan Kepala BPN No.4 Tahun 2006

3. Peraturan Kepala BPN No.4 Tahun 2006

|Views: 825|Likes:
Dipublikasikan oleh Yoyok Tri Hartanto

More info:

Published by: Yoyok Tri Hartanto on Jun 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL DAN KANTOR PERTANAHAN

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

: a. bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 54 Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional, perlu merumuskan rincian tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan; b. bahwa untuk itu dipandang perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan; : 1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokokpokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043); 2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 98/M Tahun 2005 tentang Pengangkatan Kepala Badan Pertanahan Nasional;

Mengingat

4. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional; 5. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam suratnya Nomor B/1171/ M.PAN/5/2006, tanggal 15 Mei 2006;

pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Pertanahan Nasional (SIMTANAS) di Provinsi. pengukuran. c. pengendalian pertanahan dan pemberdayaan masyarakat. penyusunan rencana. (2) Kanwil BPN dipimpin oleh seorang Kepala. d. pengaturan dan penataan pertanahan. program. Pasal 2 Kanwil BPN mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Badan Pertanahan Nasional di Provinsi yang bersangkutan. dan pelaksanaan survei. h.MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL DAN KANTOR PERTANAHAN. f. Tugas dan Fungsi Pasal 1 (1) Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional. pelaksanaan urusan tata usaha. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pertanahan di lingkungan Provinsi. serta pengkajian dan penanganan sengketa dan konflik pertanahan. pengkoordinasian pemangku kepentingan pengguna tanah. keuangan. pengkoordinasian pengembangan sumberdaya manusia pertanahan. e. dan penganggaran dalam rangka pelaksanaan tugas pertanahan. hak tanah dan pendaftaran tanah. dan prasarana. yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Kanwil BPN. pengkoordinasian penelitian dan pengembangan. pengkoordinasian. pembinaan. perundang-undangan serta pelayanan pertanahan. Pasal 3 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. dan pemetaan. . sarana. BAB I KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL Bagian Pertama Kedudukan. kepegawaian. Kanwil BPN mempunyai fungsi: a. b. g. adalah instansi vertikal Badan Pertanahan Nasional di Provinsi yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional.

. b. penyusunan program. laporan akuntabilitas kinerja pemerintah serta urusan keuangan dan pelaksanaan anggaran. dan Pemetaan. penyusunan rencana. pelaksanaan urusan tata usaha. c. c. serta menyiapkan bahan evaluasi kegiatan. c. program. Subbagian Umum dan Informasi. dan perlengkapan. rumah tangga. d. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. keuangan. f. b. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan pengembangan sumberdaya manusia pertanahan. e. pengelolaan data dan informasi. Bidang Survei. dan anggaran. Pasal 8 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana. evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan. Bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan. dan peraturan perundang-undangan. Pasal 6 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. e. Bidang Pengendalian Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat. Subbagian Kepegawaian. dan anggaran. Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan. program. Pasal 7 Bagian Tata Usaha terdiri dari: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 4 Kanwil BPN terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi: a. Subbagian Perencanaan dan Keuangan. Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah. Pasal 5 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif kepada semua satuan organisasi Kanwil BPN. f. d. koordinasi pelayanan pertanahan. Pengukuran. Bagian Tata Usaha.

pengukuran. Pengukuran. ruang. dan Pemetaan mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan survei. ruang. b. pembinaan surveyor berlisensi. ruang. dan pengembangan peralatan teknis. pembukuan bidang tanah. perpetaan. pembukuan bidang tanah. Pasal 11 Bidang Survei. dan ruang. pelaksanaan bimbingan tenaga teknis. dan orde 4 serta pengukuran batas kawasan/wilayah. dan pengukuran batas kawasan/wilayah serta pemeliharaan. pengukuran. Seksi Pemetaan Tematik. pemetaan tematik. dan rumah tangga. perlengkapan. dan perairan serta bimbingan teknis. dan spasial. Pengukuran dan Pemetaan mempunyai fungsi: a. dan survei potensi tanah. Bidang Survei. dan Pemetaan terdiri dari: a. dan perairan. (2) Seksi Pemetaan Tematik mempunyai tugas melakukan survei. Pasal 9 Bidang Survei. c. perpetaan. pemetaan tematik. . dan teknologi komputerisasi. pengelolaan. dan teknologi komputerisasi. pelaksanaan pemeliharaan dan pengembangan pemetaan tematik serta survei potensi tanah. pengukuran batas kawasan/wilayah. dan pejabat penilai tanah. pemetaan. pelayanan data dan informasi serta menyiapkan koordinasi pelayanan pertanahan. dan pengembangan peralatan teknis. dan survei potensi tanah. perapatan kerangka dasar. perapatan kerangka dasar pengukuran batas kawasan/wilayah. c. Seksi Pengukuran Bidang. f. dan pengembangan pemetaan tematik dalam data tekstual. dan pemetaan bidang tanah. pengelolaan. b. pelaksanaan perapatan kerangka dasar orde 3. d. pelaksanaan pengukuran. e. dan perairan. Pengukuran. (3) Seksi Pengukuran Bidang mempunyai tugas melakukan pengukuran. Pasal 12 (1) Seksi Pengukuran dan Pemetaan Dasar mempunyai tugas melakukan perapatan kerangka dasar. pembinaan surveyor berlisensi. pelaksanaan kebijakan teknis survei. Seksi Pengukuran dan Pemetaan Dasar. Seksi Survei Potensi Tanah. d. dan surveyor berlisensi. Pasal 10 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. pemeliharaan. surveyor berlisensi. pelaksanaan pemeliharaan. dan pemetaan bidang tanah.(3) Subbagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat.

penetapan hak tanah. pelaksanaan kebijakan teknis pengaturan dan penetapan hak tanah. perpanjangan. pembinaan teknis hak-hak tanah. Seksi Penetapan Hak Tanah Perorangan. d. pengelolaan administrasi tanah-tanah instansi pemerintah. b. pemberian perijinan. d. tukar-menukar. pembinaan peralihan dan pembebanan hak atas tanah serta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). pengaturan sewa tanah untuk bangunan. g. Pasal 16 (1) Seksi Penetapan Hak Tanah Perorangan mempunyai tugas melakukan penelitian. dan komputerisasi pelayanan. pengaturan tanah pemerintah. Pembebanan Hak dan Pejabat Pembuat Akta Tanah. m. i. pembinaan penegasan dan pengakuan hak atas tanah bekas hak Indonesia. Seksi Penetapan Hak Tanah Badan Hukum. l. dan ruang bawah tanah. pembinaan. Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah. telaahan. dan melaksanakan penyusunan program. f. j. perairan. e. daerah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah. dan mengadministrasikan atas tanah yang dikuasai dan/atau milik negara. Pasal 15 Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah terdiri dari: a. pembinaan pendaftaran hak atas tanah. h. pemberian rekomendasi dan perijinan hak tanah bekas milik Belanda dan bekas tanah asing lainnya dalam rangka penetapan hak dan hak pengelolaan. hak guna bangunan dan hak pakai . pemberian ijin pengalihan dan pelepasan hak tanah tertentu. dan penetapan hak tanah. dan penaksiran tanah. pembinaan dan pengendalian proses serta pelaksanaan kewenangan pemberian hak atas tanah. Pasal 13 Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah mempunyai tugas mengkoordinasikan. yang meliputi pemberian.(4) Seksi Survei Potensi Tanah mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan survei potensi tanah dalam data tekstual dan spasial serta pembinaan teknis pejabat penilai tanah. ruang atas tanah. Seksi Pendaftaran. penyusunan telaahan permasalahan dalam rangka penyelesaian penetapan hak dan hak pengelolaan. dan hak-hak lain yang berkaitan dengan tanah. pengolahan urusan permohonan hak milik. Peralihan. k. pendataan tanah bekas tanah hak dan penyajian informasi hak-hak tanah. b. dan pembaharuan hak tanah. pembinaan pendaftaran hak dan komputerisasi pelayanan pertanahan. c. c. pengaturan. Pasal 14 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah mempunyai fungsi: a.

dan pengakuan hak atas tanah bekas hak Indonesia. dan neraca ketersediaan tanah provinsi dan kabupaten/kota. penataan pertanahan wilayah pesisir. Peralihan. hak guna bangunan. g. pelaksanaan penerbitan pertimbangan teknis penatagunaan tanah. hak guna bangunan. penyiapan bahan perijinan. dan pemanfaatan di wilayah pesisir. penggunaan. dan kawasan tertentu lainnya. penyiapan dan pelaksanaan pola penyesuaian penguasaan. perbatasan. rekomendasi. dan rekomendasi serta pembinaannya. pelaksanaan kebijakan pengaturan dan penetapan penggunaan dan pemanfaatan tanah. Pasal 18 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17. dan pemanfaatan tanah. pulau-pulau kecil. dan pembinaannya. tanah pemerintah. penegasan. Bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan mempunyai fungsi: a. penggunaan dan pemanfaatan tanah dengan fungsi kawasan. (2) Seksi Penetapan Hak Tanah Badan Hukum mempunyai tugas melakukan penelitian. dan koordinasi pelaksanaan landreform. pemilikan. dan badan hukum pemerintah. d. peruntukan. pemeliharaan. konsolidasi tanah. Pembebanan Hak. dan tanah wakaf. penetapan kriteria kesesuaian penggunaan dan pemanfaatan tanah serta penguasaan dan pemilikan tanah dalam rangka perwujudan fungsi kawasan/zoning. penggunaan. perbatasan. dan hak pakai atas tanah badan hukum. dan kawasan tertentu lainnya. penatagunaan tanah. dan kawasan tertentu lainnya. penggunaan. f. penataan pertanahan wilayah pesisir. (3) Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah mempunyai tugas melakukan penelitian. penataan penguasaan. pengolahan urusan permohonan hak guna usaha. pulaupulau kecil. serta mengadministrasikan atas tanah yang dikuasai dan/atau milik negara dan daerah. dan penataan pertanahan kawasan tertentu. penyiapan bahan perijinan dan rekomendasi serta pembinaannya. ijin perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah sesuai dengan kewenangannya. penyiapan rencana persediaan tanah. perbatasan. pembebanan hak atas tanah. penyiapan bahan perijinan. telaahan. pengkoordinasian pemangku kepentingan pengguna tanah. pengolahan urusan permohonan hak guna usaha. i.bagi perorangan. Pasal 17 Bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan urusan penatagunaan tanah. dan konsolidasi tanah. c. telaahan. dan Pejabat Pembuat Akta Tanah mempunyai tugas menyiapkan pembinaan pendaftaran hak. peralihan. (4) Seksi Pendaftaran. pembebanan hak tanggungan. h. hak pakai dan hak pengelolaan atas tanah. b. penyiapan dan penetapan neraca perubahan dan neraca kesesuaian penguasaan. j. program. dan pemanfaatan tanah. pulau-pulau kecil. landreform. e. . penyusunan rencana. dan pembinaan Pejabat Pembuat Akta Tanah serta melakukan komputerisasi pelayanan pertanahan.

dan pemanfaatan tanah di wilayah pesisir. melakukan pengeluaran tanah dari obyek landreform hasil penertiban surat keputusan redistribusi. monitoring. pengolahan. permukiman kembali. Pasal 19 Bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan terdiri dari: a. (2) Seksi Penataan Kawasan Tertentu mempunyai tugas menyiapkan zonasi dan penataan pemanfaatan zonasi serta penetapan pembatasan penguasaan. Pasal 20 (1) Seksi Penatagunaan Tanah mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program persediaan. ganti kerugian. dan pendokumentasian data landreform. Seksi Penatagunaan Tanah. dan ijin redistribusi tanah dengan luasan tertentu. p. pengusulan penetapan/penegasan. pengumpulan. penegasan tanah negara menjadi obyek landreform. b. l. mengelola basis data dan sistem informasi geografi. pengeluaran tanah menjadi obyek landreform. c. neraca penatagunaan tanah dan ketersediaan tanah. pengelolaan sumbangan tanah untuk pembangunan serta penguasaan tanah-tanah obyek landreform. penggunaan. pengeluaran tanah menjadi obyek landreform. pengelolaan sumbangan tanah untuk . perbatasan. Seksi Penataan Kawasan Tertentu. penyajian. pelaksanaan monitoring. ijin perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah. (3) Seksi Landreform mempunyai tugas mengusulkan penetapan tanah obyek landreform. pemberian ijin peralihan hak atas tanah pertanian dan ijin redistribusi tanah yang luasnya tertentu. penegasan obyek konsolidasi tanah dan pelaksanaan konsolidasi tanah. inventarisasi data. evaluasi. penataan tanah bersama untuk peremajaan kota. Seksi Landreform. n. dan bimbingan redistribusi tanah. bimbingan dan penerbitan pertimbangan teknis penatagunaan tanah. dan evaluasi pemeliharaan tanah. o. r.k. penggunaan dan pemanfaatan tanah pada setiap kawasan. (4) Seksi Konsolidasi Tanah mempunyai tugas menyiapkan koordinasi dan pengendalian penyediaan tanah melalui konsolidasi tanah. Seksi Konsolidasi Tanah. pemilikan. q. redistribusi tanah (pembagian tanah) dan ganti kerugian tanah obyek landreform serta pemanfaatan tanah bersama. memberi ijin peralihan tanah pertanian. pengembangan dan pemeliharaan basis data penatagunaan tanah. pengaturan dan penetapan penggunaan dan pemanfaatan tanah. mengkoordinasikan penguasaan tanah-tanah obyek landreform. daerah bencana dan daerah bekas konflik. penetapan pengeluaran tanah dari obyek landreform hasil penertiban redistribusi. pengkoordinasian dan pengendalian penyediaan tanah untuk pengembangan wilayah melalui konsolidasi tanah. d. pulau kecil. peruntukan dan penatagunaan tanah. dan kawasan tertentu sesuai daya dukung lingkungan. pemanfaatan tanah bersama dan penertiban administrasi landreform. m.

h. b. tanah terlantar. evaluasi hasil inventarisasi. evaluasi. serta supervisi terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan oleh Kantor Pertanahan. dan peningkatan akses ke sumber produktif. pengelolaan tanah negara. dan peringatan serta penertiban dan pendayagunaan dalam rangka pengelolaan tanah negara serta penanganan tanah terlantar dan tanah kritis. c. pembinaan. penataan tanah bersama untuk peremajaan permukiman kumuh. pelaksanaan pengendalian pertanahan. b. penyiapan usulan keputusan pembatalan dan penghentian hubungan hukum atas tanah terlantar. kerja sama dan fasilitasi. pengelolaan basis data dan informasi. penegasan obyek. monitoring dan evaluasi konsolidasi tanah. pemantauan. dan langkah-langkah . asistensi. d. lembaga masyarakat. e. Pasal 23 Bidang Pengendalian Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri dari: a. dan pengelolaan tanah negara. promosi dan sosialisasi. Seksi Pengendalian Pertanahan. daerah bencana dan daerah bekas konflik serta permukiman kembali. Bidang Pengendalian Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai fungsi: a. pengelolaan tanah negara. g. Pasal 24 (1) Seksi Pengendalian Pertanahan mempunyai tugas mengelola basis data. dan atau identifikasi serta penyusunan saran tindak. program sektoral. pengkoordinasian dan kerjasama dengan lembaga pemerintah provinsi dan non pemerintah. dan tanah kritis serta pemberdayaan masyarakat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi pemenuhan hak dan kewajiban pemegang hak atas tanah. dan mitra kerja pertanahan dalam rangka pengelolaan pertanahan. pengorganisasian dan pembimbingan masyarakat. pengembangan teknik dan metode. penyusunan rencana dan program pengendalian pertanahan. pengelolaan tanah negara. dan tanah kritis serta pemberdayaan masyarakat. Seksi Pemberdayaan Masyarakat. bimbingan masyarakat. inventarisasi potensi masyarakat marjinal. pengelolaan basis data pengendalian pertanahan dan pemberdayaan masyarakat.pembangunan. tanah terlantar. tanah terlantar dan tanah kritis serta pemberdayaan masyarakat. Pasal 22 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21. Pasal 21 Bidang Pengendalian Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan program pengendalian pertanahan. dan tanah kritis serta saran tindak dan langkah-langkah penanganan serta usulan rekomendasi. f. dan penertiban kebijakan dan program pertanahan. fasilitasi. tanah terlantar. lembaga swadaya masyarakat.

pembatalan. dan pendayagunaan dalam rangka penegakan hak. dan kewajiban pemegang hak atas tanah. asistensi. lembaga masyarakat. f. konflik. dan melaksanakan pembinaan partisipasi masyarakat. Pasal 28 (1) Seksi Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan mempunyai tugas menyiapkan bahan pengkajian dan penanganan sengketa dan konflik. pelaksanaan penanganan sengketa. dan perkara pertanahan. dan perkara pertanahan. penelitian data dan penyiapan pembatalan serta penyiapan usulan rekomendasi dan penghentian hubungan hukum antara orang. Seksi Pengkajian dan Penanganan Perkara Pertanahan. penyiapan usulan dan rekomendasi pelaksanaan putusan-putusan lembaga peradilan. serta penyiapan usulan penertiban. mediasi dan fasilitasi penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan. c. konflik. pengelolaan tanah negara. serta melakukan kerjasama pemberdayaan dengan pemerintah dan non pemerintah serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan kerjasama pemberdayaan. konflik. Pasal 26 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25. d. mitra kerja teknis dalam pengelolaan pertanahan. konflik. penyusunan rencana dan program di bidang penanganan sengketa. Pasal 25 Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan teknis penanganan sengketa. dan konflik pertanahan secara hukum dan non hukum. pengkoordinasian dan bimbingan teknis penanganan sengketa. penanganan perkara di pengadilan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penanganan sengketa. dan perkara pertanahan. konflik. dan . penyiapan bahan dan penanganan masalah. g. Pasal 27 Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan terdiri dari : a. e. Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan mempunyai fungsi: a. Seksi Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan b. serta penanganan tanah terlantar dan kritis. b. dan/atau badan hukum dengan tanah. sengketa. fasilitasi dalam rangka penguatan penguasaan. (2) Seksi Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan inventarisasi potensi. pengendalian penerapan kebijakan dan program pertanahan. dan perkara pertanahan.penanganan. dan perkara pertanahan.

dan perkara pertanahan.penghentian. Pasal 53 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. pelaksanaan survei. Tugas dan Fungsi Pasal 29 (1) Kantor Pertanahan adalah instansi vertikal Badan Pertanahan Nasional di Kabupaten/Kota yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kanwil BPN. Pasal 30 Kantor Pertanahan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Badan Pertanahan Nasional di Kabupaten/Kota yang bersangkutan. usulan rekomendasi pembatalan dan penghentian hubungan hukum antara orang dan/atau badan hukum dengan tanah sebagai pelaksanaan putusan lembaga peradilan serta koordinasi dan bimbingan teknis. sengketa. penanganan konflik. dan penganggaran dalam rangka pelaksanaan tugas pertanahan. pembukuan tanah. landreform. e. dan pemetaan dasar. BAB II KANTOR PERTANAHAN Bagian Pertama Kedudukan. dan survei potensi tanah. usulan rekomendasi pembatalan dan penghentian hubungan hukum antara orang dan/atau badan hukum dengan tanah. b. perijinan. dan penyelesaian perkara. dan pemetaan bidang. pendaftaran hak tanah. tanah terlantar dan tanah kritis. h. fasilitasi. pelaksanaan penatagunaan tanah. koordinasi dan pembinaan teknis. dan rekomendasi di bidang pertanahan. pulau-pulau kecil. dan penataan pertanahan wilayah pesisir. pemetaan tematik. perbatasan. (2) Kantor Pertanahan dipimpin oleh seorang Kepala. pengukuran. f. pengukuran. pelayanan. pembatalan. g. c. dan wilayah tertentu. dan penghentian. Kantor Pertanahan mempunyai fungsi: a. pengelolaan tanah negara. program. pengusulan dan pelaksanaan penetapan hak tanah. (2) Seksi Pengkajian dan Penanganan Perkara Pertanahan mempunyai tugas menyiapkan bahan pengkajian. . konsolidasi tanah. pengkoordinasian pemangku kepentingan pengguna tanah. penyusunan rencana. peningkatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan alternatif penyelesaian sengketa melalui mediasi. d. pelaksanaan pengendalian pertanahan. pemeliharaan data pertanahan dan administrasi tanah aset pemerintah.

penyusunan program. Pengukuran dan Pemetaan. pengkoordinasian pengembangan sumberdaya manusia pertanahan. j. Urusan Umum dan Kepegawaian. kepegawaian. pelaksanaan urusan kepegawaian. koordinasi pelayanan pertanahan. d. pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Pertanahan Nasional (SIMTANAS). d. Pasal 56 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. c. pelaksanaan urusan tata usaha. b. serta menyiapkan bahan evaluasi kegiatan. . pengkoordinasian penelitian dan pengembangan. e. f. Seksi Sengketa. m. sarana dan prasarana.i. Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah. pelaksanaan urusan tata usaha. Seksi Survei. Subbagian Tata Usaha mempunyai fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi kegiatan dan penyusunan program. b. pemerintah dan swasta. c. Subbagian Tata Usaha. k. rumah tangga. Urusan Perencanaan dan Keuangan. perundangundangan serta pelayanan pertanahan. Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan. Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan. program dan anggaran serta laporan akuntabilitas kinerja pemerintah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Kantor Pertanahan Pasal 54 Kantor Pertanahan terdiri dari: a. Pasal 55 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif kepada semua satuan organisasi Kantor Pertanahan. pengelolaan data dan informasi. g. e. pelaksanaan urusan keuangan dan anggaran. Pasal 57 Subbagian Tata Usaha terdiri dari: a. sarana dan prasarana. l. penyusunan rencana. keuangan. b. Konflik dan Perkara. f. dan peraturan perundang-undangan. pemberian penerangan dan informasi pertanahan kepada masyarakat.

perapatan kerangka dasar. penyiapan pembinaan surveyor berlisensi dan pejabat penilai tanah. Pengukuran dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan survei. Pasal 61 Seksi Survei. pemetaan. pengukuran batas kawasan/wilayah. pembukuan bidang tanah. koordinasi pelayanan pertanahan serta pengelolaan data dan informasi. Pasal 62 (1) Subseksi Pengukuran dan Pemetaan mempunyai tugas menyiapkan perapatan kerangka dasar orde 4. pemetaan tematik dan survei potensi tanah. ruang dan perairan. c. batas kawasan/wilayah. peta bidang tanah. rumah tangga. keuangan dan penyiapan bahan evaluasi. perapatan kerangka dasar.Pasal 58 (1) Urusan Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana. pelaksanaan survei. daftar tanah. kerjasama teknis surveyor berlisensi pembinaan surveyor berlisensi dan memelihara peta pendaftaran. Subseksi Tematik dan Potensi Tanah. ruang dan perairan. program dan anggaran serta laporan akuntabilitas kinerja pemerintah. kepegawaian. pembinaan surveyor berlisensi. Pasal 60 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. gambar ukur dan daftar-daftar lainnya di bidang pengukuran. e. surat ukur. Pengukuran dan Pemetaan terdiri dari: a. perpetaan. survei. Subseksi Pengukuran dan Pemetaan. perlengkapan. b. (2) Urusan Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pengukuran batas kawasan/wilayah. Seksi Survei. pemeliharaan dan pengembangan pemetaan tematik dan potensi tanah. pelaksanaan kerjasama teknis surveyor berlisensi dan pejabat penilai tanah. pengukuran dan pemetaan bidang tanah. b. perapatan kerangka dasar orde 4 dan pengukuran batas kawasan/wilayah. pemetaan tematik dan survei potensi tanah. pengukuran. ruang dan perairan. sarana dan prasarana. f. pemeliharaan peralatan teknis. Pasal 59 Seksi Survei. penetapan batas bidang tanah dan pengukuran bidang tanah. Pengukuran dan Pemetaan mempunyai fungsi: a. . d. pengukuran dan pemetaan bidang tanah.

h. Pasal 66 (1) Subseksi Penetapan Hak Tanah mempunyai tugas menyiapkan pelaksanaan pemeriksaan. pendataan dan penertiban tanah bekas tanah hak. pembebanan hak atas tanah serta pembinaan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah mempunyai fungsi : a. c. f. b. pengadaan tanah. penaksiran harga dan tukar-menukar. perpanjangan dan pembaruan hak tanah. d. saran dan pertimbangan usulan penetapan hak pengelolaan tanah. pembebanan hak atas tanah dan pembinaan PPAT. penetapan dan/rekomendasi perpanjangan jangka waktu pembayaran uang pemasukan dan atau pendaftaran hak tanah perorangan. perijinan. g. peralihan hak atas tanah. c. perpanjangan jangka waktu. pemeliharaan dan pengembangan pemetaan tematik. pendataan dan penertiban bekas tanah hak. badan hukum pemerintah. pelaksanaan peralihan. (2) Subseksi Pengaturan Tanah Pemerintah mempunyai tugas menyiapkan pelaksanaan pemeriksaan. penyiapan rekomendasi pelepasan.(2) Subseksi Tematik dan Potensi Tanah mempunyai tugas menyiapkan survei. Pembebanan Hak dan Pejabat Pembuat Akta Tanah. perijinan. Pasal 64 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41. pemetaan. Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai. daerah bekerjasama dengan pemerintah. b. pelaksanaan penegasan dan pengakuan hak. d. penyiapan telaahan dan pelaksanaan pemberian rekomendasi perpanjangan jangka waktu pembayaran uang pemasukan dan atau pendaftaran hak. Subseksi Pengaturan Tanah Pemerintah. pemeliharaan peralatan teknis komputerisasi dan pembinaan pejabat penilai tanah. saran dan pertimbangan serta melakukan kegiatan perijinan. e. pembaharuan hak. Subseksi Peralihan. Pasal 63 Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melakukan penetapan hak dalam rangka pemberian. survei potensi tanah. termasuk tanah badan hukum pemerintah. Subseksi Penetapan Hak Tanah. pelaksanaan pendaftaran hak dan komputerisasi pelayanan pertanahan. pendaftaran. . pelaksanaan pengaturan dan penetapan di bidang hak tanah. Pasal 65 Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah terdiri dari : a. saran dan pertimbangan mengenai penetapan hak milik dan hak pakai. Hak Guna Bangunan dan hak pengelolaan bagi instansi pemerintah. Subseksi Pendaftaran Hak. saran dan pertimbangan mengenai penetapan Hak Milik. pengadministrasian atas tanah yang dikuasai dan/atau milik negara. peralihan.

penerbitan ijin perubahan penggunaan tanah. dan warkah serta daftar lainnya di bidang pendaftaran tanah. pelaksanaan penatagunaan tanah. g. pengakuan dan penegasan konversi hak-hak lain. peralihan hak atas tanah. pemeliharaan basis data penatagunaan tanah kabupaten/kota dan kawasan. penataan tanah bersama untuk peremajaan kota. (3) Subseksi Pendaftaran Hak mempunyai tugas menyiapkan pelaksanaan pendaftaran hak atas tanah. c. perbatasan dan wilayah tertentu lainnya. pembaharuan hak. f. penggunaan dan pemeliharaan tanah. k. penataan pertanahan wilayah pesisir. daftar hak atas tanah. penyediaan tanah untuk pembangunan. Pasal 67 Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melakukan penatagunaan tanah. (4) Subseksi Peralihan. daftar nama. peralihan. Pembebanan Hak dan Pejabat Pembuat Akta Tanah mempunyai tugas menyiapkan pelaksanaan pendaftaran. h. penyesuaian penggunaan dan pemanfaatan tanah. pemberian ijin peralihan hak atas tanah pertanian dan ijin redistribusi tanah dengan luasan tertentu. perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah pada setiap fungsi kawasan/zoning dan redistribusi tanah. rekomendasi pelepasan dan tukar-menukar tanah pemerintah. pemantuan dan evaluasi pemeliharaan tanah. pulau-pulau kecil.landreform konsolidasi tanah. . hak milik atas satuan rumah susun. Pasal 68 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45. d. pembebanan hak atas hak tanah. penyusunan rencana persediaan. konsolidasi tanah dan penataan pertanahan wilayah pesisir. pemberian tanah obyek landreform dan pemanfaatan tanah bersama serta penertiban administrasi landreform. data fisik bidang tanah. landreform. komputerisasi pelayanan pertanahan serta memelihara daftar buku tanah. peruntukan. perbatasan dan wilayah tertentu lainnya. perijinan. tanah wakaf. e. pengusulan penetapan/penegasan tanah menjadi obyek landreform. penyiapan usulan ganti kerugian tanah obyek landreform dan penegasan obyek konsolidasi tanah. pulau-pulau kecil. j. pelaksanaan konsolidasi tanah. penguasaan tanah-tanah obyek landreform. penyiapan usulan penetapan surat keputusan redistribusi tanah dan pengeluaran tanah dari obyek landreform. Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan mempunyai fungsi: a. penetapan kriteria kesesuaian penggunaan dan pemanfaatan tanah serta penguasaan dan pemilikan tanah dalam rangka perwujudan fungsi kawasan/zoning. tanah hak pengelolaan. data yuridis lainnya. pembebanan hak tanggungan dan bimbingan PPAT serta sarana daftar isian di bidang pendaftaran tanah. daerah bencana dan daerah bekas konflik serta permukiman kembali.perpanjangan jangka waktu. neraca penatagunaan tanah kabupaten/kota dan kawasan lainnya. pengambilalihan dan/atau penerimaan penyerahan tanah-tanah yang terkena ketentuan landreform. b. i.

usulan penerbitan surat keputusan redistribusi tanah dan pengeluaran tanah dari obyek landreform. pemeliharaan dan penggunaan tanah. pelaksanaan koordinasi. monitoring dan evaluasi redistribusi tanah. serta melaksanakan pengumpulan dan pengolahan dan pemeliharaan data tekstual dan spasial. monitoring dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan konsolidasi tanah. pemanfaatan tanah bersama dan penertiban administrasi landreform serta fasilitasi bantuan keuangan/permodalan. penerbitan ijin perubahan penggunaan tanah. Subseksi Landreform dan Konsolidasi Tanah. penerbitan pertimbangan teknis penatagunaan tanah. m. penguasaan tanah-tanah obyek landreform. penetapan penggunaan dan pemanfaatan tanah. pengolahan. Pasal 71 Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melakukan kegiatan pengendalian pertanahan. usulan penegasan obyek penataan tanah bersama untuk peremajaan permukiman kumuh. peruntukan. pengorganisasian dan pembimbingan masyarakat. pengumpulan. Pasal 70 (1) Subseksi Penatagunaan Tanah dan Kawasan Tertentu mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan rencana persediaan. penyesuaian penggunaan dan pemanfaatan tanah. kerja sama dan fasilitasi. tanah terlantar dan tanah kritis serta pemberdayaan masyarakat. perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah pada setiap fungsi kawasan/zoning. daerah bencana dan daerah bekas konflik serta permukiman kembali.l. penyajiaan dan dokumentasi data landreform. Pasal 69 Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan terdiri dari: a. penyediaan tanah dan pengelolaan sumbangan tanah untuk pembangunan. teknis dan pemasaran. ganti kerugian. promosi dan sosialisasi. pengelolaan basis data dan informasi. Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan mempunyai fungsi: . rencana penataan kawasan. b. monitoring dan evaluasi pemeliharaan tanah. pemberian ijin peralihan hak atas tanah dan ijin redistribusi tanah luasan tertentu. Pasal 72 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49. Subseksi Penatagunaan Tanah dan Kawasan Tertentu. pengelolaan sumbangan tanah untuk pembangunan. pengembangan teknik dan metode. pengelolaan tanah negara. (2) Subseksi Landreform dan Konsolidasi Tanah mempunyai tugas menyiapkan bahan usulan penetapan/penegasan tanah menjadi obyek landreform. penyusunan neraca penatagunaan tanah.

tanah terlantar dan tanah kritis serta pemberdayaan masyarakat. asistensi. peningkatan partisipasi masyarakat.a. Pasal 73 Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan terdiri dari: a. dan melaksanakan pembinaan partisipasi masyarakat. c. harmonisasi dan pensinergian kebijakan dan program pertanahan dan sektoral dalam pengelolaan tanah negara. pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi pemenuhan hak dan kewajiban pemegang hak atas tanah. dan melakukan inventarisasi dan identifikasi. penyiapan saran tindak dan langkah-langkah penanganan serta usulan rekomendasi. tanah terlantar dan tanah kritis. f. inventarisasi potensi masyarakat marjinal. harmonisasi dan pensinergian kebijakan dan program pertanahan dan sektoral dalam pengelolaan tanah negara serta penanganan tanah terlantar dan tanah kritis. lembaga masyarakat. (2) Subseksi Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan bahan inventarisasi potensi. lembaga swadaya masyarakat dan mitra kerja teknis pertanahan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. pemantauan dan evaluasi penerapan kebijakan dan program pertanahan dan program sektoral. i. pemantauan. b. Subseksi Pemberdayaan Masyarakat. lembaga keuangan dan dunia usaha. mitra kerja teknis dalam pengelolaan pertanahan. b. serta menyiapkan bahan koordinasi usulan penertiban dan pendayagunaan dalam rangka penegakan hak dan kewajiban pemegang hak atas tanah. peringatan. pengelolaan tanah negara. tanah negara. h. penanganan tanah terlantar dan tanah kritis. fasilitasi dalam rangka penguatan penguasaan. harmonisasi dan pensinergian kebijakan dan program pertanahan dan sektoral dalam pengelolaan tanah negara. dan tanah kritis serta pemberdayaan masyarakat. Subseksi Pengendalian Pertanahan. penyusunan saran tindak dan langkah penanganan. pengelolaan basis data hak atas tanah. Pasal 75 Seksi Sengketa. penanganan tanah terlantar dan tanah kritis. pengelolaan tanah negara. pembinaan. pelaksanaan pengendalian pertanahan. Konflik dan Perkara mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melakukan kegiatan penanganan sengketa. pengkoordinasian dalam rangka penyiapan rekomendasi. tanah terlantar. evaluasi. pemanfaatan tanah negara. fasilitasi dan peningkatan akses ke sumber produktif. pembinaan. konflik dan perkara pertanahan . peringatan. e. penyiapan usulan keputusan pembatalan dan penghentian hubungan hukum atas tanah terlantar. serta melakukan kerjasama pemberdayaan dengan pemerintah kabupaten/kota. d. tanah terlantar dan tanah kritis untuk pembangunan. asistensi dan pembentukan kelompok masyarakat. g. Pasal 74 (1) Subseksi Pengendalian Pertanahan mempunyai tugas menyiapkan pengelolaan basis data. serta bimbingan dan pelaksanaan kerjasama pemberdayaan.

penyiapan bahan dan penanganan sengketa dan konflik pertanahan secara hukum dan non hukum. konflik dan perkara pertanahan. ekonomi dan politik terhadap sengketa dan konflik pertanahan. Pasal 78 (1) Subseksi Sengketa dan Konflik Pertanahan menyiapkan pengkajian hukum. b. budaya. usulan rekomendasi pembatalan dan penghentian hubungan hukum antara orang dan/atau badan hukum dengan tanah. pelaksanaan alternatif penyelesaian sengketa melalui mediasi. koordinasi penanganan perkara. Subseksi Perkara Pertanahan. Sengketa dan Perkara terdiri dari : a. d. dan/atau badan hukum dengan tanah. Pasal 77 Seksi Konflik. . Seksi Konflik. e. BAB III TATA KERJA Pasal 79 Dalam melaksanakan tugasnya. integrasi. usulan dan rekomendasi pelaksanaan putusan-putusan lembaga peradilan serta usulan rekomendasi pembatalan dan penghentian hubungan hukum antara orang. konflik dan perkara pertanahan. penanganan dan penyelesaian perkara. sosial. usulan rekomendasi pembatalan dan penghentian hubungan hukum antara orang dan/atau badan hukum dengan tanah sebagai pelaksanaan putusan lembaga peradilan. fasilitasi dan lainnya.Pasal 76 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. pengkoordinasian penanganan sengketa. fasilitasi. pelaporan penanganan dan penyelesaian konflik. sengketa dan perkara pertanahan. pelaksanaan penanganan sengketa. c. sengketa dan konflik pertanahan. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan sendiri maupun dalam hubungan antar instansi pemerintah di daerah. semua unsur di lingkungan Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan wajib menerapkan prinsip koordinasi. pengkajian masalah. b. (2) Subseksi Perkara Pertanahan mempunyai tugas menyiapkan penanganan dan penyelesaian perkara. pelaksanaan alternatif penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan melalui bentuk mediasi. dan koordinasi penanganan sengketa dan konflik. Sengketa dan Perkara mempunyai fungsi: a. Subseksi Sengketa dan Konflik Pertanahan.

setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas. penilaian. pelantikan. . Pasal 82 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab pada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan secara berkala tepat pada waktunya. dan pemindahan Kepala Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BAB V KETENTUAN LAIN Pasal 85 Pengangkatan.Pasal 80 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan wajib melaksanakan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. Pasal 81 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. maka seluruh ketentuan yang dikeluarkan dan jabatan yang telah ada beserta pejabat yang memangku jabatan tersebut tetap berlaku dan melaksanakan tugasnya masing-masing sampai dengan dikeluarkannya ketetapan yang baru berdasarkan Peraturan ini. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 84 Pada saat berlakunya Perat uran Kepala Badan Pertanahan Nasional ini.

Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 16 Mei 2006 KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA ttd JOYO WINOTO. Pasal 87 Bagan Susunan Organisasi Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan ini. Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 1989 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional di Propinsi dan Kantor Pertanahan di Kabupaten/Kotamadya dinyatakan tidak berlaku.D .Pasal 86 Semua produk yang dikeluarkan oleh Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan sebelum berlakunya organisasi dan tata kerja Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan berdasarkan Peraturan ini dinyatakan sah berlaku. Ph. Pasal 89 (1) Dengan ditetapkannya Peraturan ini. (2) Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. BAB VI PENUTUP Pasal 88 Perubahan organisasi dan tata kerja menurut peraturan ini ditetapkan oleh Kepala BPN setelah mendapat Persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang Pendayagunaan Aparatur Negara.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->