Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dsk. Eva Indira P.

NIM : 0810233010

Resesi Ekonomi AS

Amerika Serikat saat ini sedang mengalami resesi ekonomi yang cukup serius.
Kemerosaotan ekonomi AS ditandai dengan bangkrutnya sejumlah lembaga keuangan
di AS. Kemerosotan ekonomi AS sangat berpengaruh terhadap perekonomian global.
Mengingat Amerika merupakan Negara adidaya dan juga mata uang AS dipergunakan
sebagai alat tukar internasional. Menurut pengamat ekonomi ada beberapa factor yang
mengakibatkan resesi ekonomi di AS diantaranya, meningkatnya harga minyak,
menumpuknya utang AS, dan program pengurangan pajak.
Harga minyak dunia yang meningkat. Haris Moti mengemukkan bahwa kenaikan
harga minyak ini dikarenakan meningkatnya kebutuhan minyak dunia sedangkan
persediaan minyak di alam ini terbatas. Dikarenakan naiknya harga minyak maka biaya
produksi barang juga mengalami peningkatan. Sehingga harga barang di pasar pun
meningkat. Dengan adanya peningkatan harga barang maka mengakibatkan penurunan
permintaan akan barang di pasaran.
Adanya penumpukan utang AS hingga US$8,89 triliyun. Menurut Kompas terbitan
Jumat, 10 Oktober 2008 bahwa penumpukan utang ini disebabkan oleh banyaknya
kredit macet (Sub Prime Mortgage) dan pembengkakan biaya perang Irak dan
Afganistan. Besarnya kredit macet mengakibatkan cadangan kas di bank-bank umum
AS dibawah ketentuan. Biaya perang yang dikeluarkan oleh AS hampir sebanyak
pendapatan nasionalnya.
Diberlakukannya program pengurangan pajak korporasi. Dalam Kompas juga
disebutkan bahwa pengurangan pajak korporasi ini mengakibatkan penurunan
pendapatan nasional. Karena pajak merupakan sumber pendapatan Negara yang paling
besar. Adanya pengurangan pajak korporasi ini mengakibatkan neraca pembayaran AS
menjadi defisit karena pemasokan lebih rendah daripada pendapatan nasionalnya.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa AS mengalami resesi
ekonomi dikarenakan oleh harga minyak dunia yang meningkat, adanya penumpukan
utang AS hingga mencapai US$ 8,89 triliyun, dan diberlakukanya program pengurangan
pajak yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan nasional AS.