P. 1
MR Edisi 240

MR Edisi 240

|Views: 882|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Jun 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2012

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977 08787 66 999 09

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 5
Pasokan Berlimpah, Harga Anjlok

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 7
Dampak Rokok Terhadap Lingkungan Sekolah

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 240 Tahun XI, 6 - 13 Juni 2011

Bangsa

Hal. 9
Cara Rumah Sakit Umum Mendapatkan Uang Gakin

Harga Rp. 4.000,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
Demokrat Dinalai Gagal Buktikan Bersih Korupsi
PARTAI Demokrat (PD) dinilai gagal membuktikan dirinya sebagai parpol yang anti dan bersih dari korupsi. Pemecatan M Nazaruddin (Hal 2)

Pidanakan Orang Pengaku Wartawan
Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, mengatakan bahwa orang yang mengaku-aku wartawan yang juga disebut (Hal 3)

Mahfud MD : Mana Kasus Besar yang Terselesaikan?
Jakarta,(MR) Indonesia dalam keadaan bahaya akibat korupsi yang merajalela. Korupsi mengancam karena tidak ada penegakan hukum yang kuat dan kepemimpinan nasional yang tangguh. Korupsi bukan hanya persoalan hukum melainkan sudah merupakan masalah politik. Indonesia terancam bahaya bukan karena ancaman perang dari luar negeri. Namun, justru bahaya itu datang dari dalam negeri sendiri karena kemacetan antarinstitusi untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi. baca hal 15

Arifinto

ICW :

Korupsi Menjalar ke Sekolah
Bau Busuk Cemari Lingkungan

Bupati Bekasi Cuek
Bekasi,(MR) Ternak ayam potong yang tersebar di Kabupaten Bekasi belakangan ini menjadi pembi-caraan masyarakat Kabupaten Bekasi. Pasalnya dari puluhan ternak ayam potong yang tersebar tidak melengkapi ijin apa-pun yang dikeluarkan dari Badan Pelayanan Peijinan Terpa-du (BPPT) Kabupaten Bekasi. Hal tersebut dirasa sangat merugikan masyarakat sekitar, yang merasa tercemari lingku-ngannya oleh banyaknya lalat dan bau busuk kotoran ayam. Hal tersebut diduga karena tidak adanya tindakan tegas dari Dinas Peternakan, Perika-nan, dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Bekasi dalam mela-kukan penertiban pengusaha ternak ayam potong yang nakal. Padahal beberapa waktu lalu, DPPK yang didampingi oleh Dinas Kesehatan, BPLHD dan perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja sudah melakukan kunjungan ke lokasi ternak ayam, namun hingga saat ini tidak ada hasil yang didapat. Kendati Kepala Dinas Peter-nakan, Perikanan dan baca hal 15 Kelautan sudah melakukan rapat koordinasi

Banyak Aset yang Tak Jelas

Teorinya Bagus Prakteknya Minim

Jakarta (MR) Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, praktik korupsi di Indonesia sudah menjalar ke berbagai sektor, termasuk sekolah dan pondok pesantren. "Praktik korupsi tersebut dilakukan dengan berbagai modus mulai dari amatiran hingga profesional," kata Kepala Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan, pada diskusi "Indonesiaku Dibelenggu Koruptor", di Jakarta, Sabtu (4/6). Berdasarkan pengalamannya, Ade pernah menemui kasus di salah satu pondok pesantren, yaitu ada santri yang mendapat bantuan, tapi harus menyetor infaq sekitar 10 persen dari bantuan diterimanya. Sedangkan di sekolah, katanya, praktik korupsi dilakukan guru dengan modus meminta sumbangan kepada orangtua murid dengan dalih bermacam-macam. Menurut Ade, pola-pola korupsi yang kelihatannya ringan itu tapi dilakukan secara baca hal 15 sistemik.

Natuna Bakal Jadi Daerah Transit Internasional
Drs. Racman Djalili MM

Prabumulih,(MR) Banyaknya terjadi kelalaian di tubuh pemerintahan kota prabumulih dalam pengadaan asset milik Negara yang tidak terdata bahkan sering terjadi tak jelas keberadaannya, hal tersebut di akui Wakil walikota prabumulih Drs.Racman Djalili MM baca hal 15

Natuna,(MR) Usai memimpin rapat tertutup, bersama SKPDnya, Bupati Natuna Ilyas Sabli bergegas keluar ruangan. Sambil tersenyum, Dirinya menyapa beberapa kuli tinta yang setia menunggu. Ayo, rekan-rekan

media, silahkan masuk ke ruangan saya untuk melakukan konfrensi Pers, ujarnya Ramah. Meski saat itu waktu sedang mendesak, mengingat saat itu hari jumat, namun Bupati masih sempat memberikan keterangan kepada

para kuli tinta. Tidak banyak terucap dari pemimpin yang baru itu, Ilyas mengatakan, sesuai dengan visi dan misi, Dia bersama Wakilnya punya wacana akan menjadikan Kabupaten baca hal 15 Natuna sebagai
Bupati Natuna Drs H.Ilyas Sabli Memberi keterangan

Hakim S Ditangkap Aktivis Sambut Gembira
Makassar (MR) Penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terhadap Hakim S atau Syarifuddin Umar, hakim pengawas kepailitan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat disambut gembira sejumlah penggiat dan aktivis anti korupsi di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menganggap hal itu sebuah prestasi besar. Abraham Samad, seorang penggiat antikorupsi Provinsi Sulsel menuturkan hampir semua kasus korupsi yang ditangani Syarifuddin berujung bebas. Contohnya kasus korupsi yang diduga melibatbaca hal 15 kan Gubernur

Wakapolri : Ratusan Polisi Dipecat Karena Korupsi
Jakarta,(MR) Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Nanan Sukarna mendatangi Bareskrim Mabes Polri hari ini, Senin 30 Mei 2011. Di situ Nanan berkampanye soal anti korupsi. Agar para serse tidak korupsi atau menerima suap. “Kami ingin mengglorifikasi semua anggota termaNanan Soekarna suk reserse agar tidak korup apalagi KKN, ini upaya kami menyadarkan mereka” kata Nanan di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Senin, 30 Mei 2011. Kampanye ini digelar bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Nanan menambahkan bahwa program anti baca hal 15

Rahasia Sukses
"Kesuksesan bisa diraih karena usaha Usaha ada karena kemauan Kemauan tercipta karena ada cita-cita Cita-cita berasal dari mimpi Mimpi ada karena tidur... So... Jika ingin sukses marilah kita TIDUR" "Mulai dari yang mudah dan ringan, yang rumit dan berat nanti juga ada org lain yang ngerjain..." "Jika anda merasa lelah dengan pekerjaan anda, maka tidurlah, maka 1 masalah sudah terselesaikan." "Tak ada pekerjaan yg berat. Pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan apabila tidak dikerjakan" "Bila anda gagal hari ini, jangan pernah menyerah. Ulangi terus kegagalan anda sampai atasan anda menyerah."
Syarifuddin Umar saat ditangkap KPK

I nvestigasi

Integritas Bebas Narkoba Hanya Pepesan Kosong
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Mari Kita Berantas Korupsi
Pengaduan Masyarakat
Telp. (021) - 25578389 Fax. (021) - 52892454 Humas KPK : (021) - 25578439 PO.BOX : 575 Jakarta 10120 email : pengaduan@kpk.go.id Candra, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia

Musi Rawas,(MR) Sudah ada beberapa okunum Pegawai Negeri Sipil (PNS)dilingkungan Pemkab Musi Rawas tersandung kasus Narkoba, yang paling anyar pecan lalu seorang oknum PNS Musi Rawas kembali kedapatan mengkonsumsi barang haram tersebut. Banyak pihak mempertanyakan fakta integritas yang pernah dibuat sebagai komitmen pegawai untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Menurut Ferri Morink Aktifis dari LSM Penyalur Aspirasi (PAs) sudah ada beberapa oknum PNS yang bertugas dilingkungan pemkab Musi Rawas yang terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Mulai dari oknum Kepala Dinas, level Kasubag sampai dengan staf. Hal ini dinilai cukup membuktikan komitmen pemberantasan narkoba bagi kalangan pegawai di Pemkab Musi Rawas hanya sebatas pepesan kosong semata. “Diawal jabatan Ridwan Mukti yang pertama

kita tahu pernah ada fakta integritas yang menyatakan komitmen bahwa PNS dilingkungan pemkab Mura untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan korupsi, tapi faktanya akhir-akhir ini sudah ada beberapa oknum bahkan level pejabat yang terlibat,” katanya. Dia menambahkan berbagai kejadian yang memalukan tersebut adalah buah dari lemahnya sistem pengawasan dan kontrol internal mereka sendiri, sebab bukan hanya itu saja untuk baca hal 15

2
Peradilan Pemilukada Pemerintah Seperti Supir Oplet

Berita Utama
Jakarta,(MR) PARTAI Demokrat (PD) dinilai gagal membuktikan dirinya sebagai parpol yang anti dan bersih dari korupsi. Pemecatan M Nazaruddin dari jabatan bendahara umum karena dugaan suap Sesmenpora Wafid Muharam dan percobaan suap Sekjen MK Janedjri M Gaffar dianggap sebagai buktinya. Kondisi itu diilustrasikan Direktur Monitoring dan Advokasi Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Ronald Rofiandri, berbanding terbalik dengan klaim ketua Dewan Pembina PD, SBY, bahwa partainya bersih dan antikorupsi. Ia mencurigai, kondisi itu tak terelakkan karena sistem kontrol dan evaluasi terhadap kadernya tidak berjalan di parpol pemenang pemilu tersebut. “Seharusnya, sebagai bagian dari evaluasi, ada perhatian khusus terhadap kinerja dan aktivitas lain anggota partai politik, terutama yang duduk di parlemen sehingga tidak kebobolan seperti sekarang,” jelas Ronald kepada wartawan di Jakarta, Kamis pekan lalu. Ronald menyebutkan, kasus Nazaruddin mempunyai ekses negatif yang cukup besar bagi Partai Demokrat ke depan. “Dan bukan tidak mungkin masih ada kasus-kasus lain yang dilakukan kader lainnya yang berpotensi menghancur-kan citra PD,” isyarat Ronald. Ia menyatakan prihatin dengan apa yang dialami PD akhir-akhir ini. “Sangat kita sayangkan, mereka (Demokrat) punya wakil yang belakangan ini bermasalah,” tukas Ronald. >> Sahrial Nova

Tahun Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

Demokrat Dinalai Gagal Buktikan Bersih Korupsi

Jimly Ashidiqie

Masa Kampanye Partai Demokrat

Jakarta,(MR) Pemerintah diibaratkan seperti supir oplet (angkutan umum) oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ashidiqie karena memindahkan kembali penanganan perkara peradilan pemilu kada dari MK ke Mahkamah Agung (MA). "Jangan seperti oplet, jangan maju mundur. Dulu di MA dipindah ke MK, sekarang dikeluarkan lagi (dari MK ke MA). Ini kayak supir oplet namanya. Sekarang di cek salahnya apa, kurangnya apa mbok ya diperbaiki," tandas Jimly. Berdasarkan data panitera MK yang diakses lewat situs MK, sejak 2008 hingga 1 Juni 2011, MK telah menerima 337 perkara perselisihan hasil pemilu kada. Dari jumlah tersebut 312 perkara telah diputuskan dan hanya 35 perkara yang dikabulkan. Pengesahan Perubahan atas UU 24/2003 tentang MK seharusnya diketok palu oleh Badan Legislasi DPR Senin, 30 Mei 2011. Namun hampir seluruh fraksi meminta pengesahan ditunda, karena ada sejumlah pasal krusial yang memerlukan pendalaman. Sebelumnya, Media Indonesia (31/5) memberitakan, dalam kunjungan Komisi III DPR RI ke MK hakim konstitusi Akil Mochtar mengingatkan bahwa kewenangan MK atas peradilan pemilu kada tidak terdapat dalam UU 24/2003. Kewenangan tersebut, ujarnya, ada dalam UU 12/2008 tentang Perubahan Kedua atas UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, UU 22/2007 tentang Penyelenggaraan Pemilu, dan UU 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. “Jadi pemindahan wewenang pengadilan sengketa pemilihan umum kepala daerah tidak bisa dilakukan dalam perubahan UU MK,” ujar Akil saat itu. Sehingga bila peradilan itu ingin dipindah maka DPR harus merubah pula UU yang memberikan kewenangan itu pada MK. Meskipun begitu, sebagai hakim konstitusi Akil mengaku, ia tidak mempermasalahkan bila kewenangan tersebut dipindah kembali. >>Mohammad

Pariwisata di Lubuklinggau dan Musi Rawas Mati Suri
“Kalau di Linggau dan Musi Rawas meskipun banyak objek wisata tapi tidak ada yang dikelola secara serius Cuma seperti itu saja tidak ada kemajuannya, Lubuklinggau,(MR) Setiap kali musim liburan sekolah dan libur kerja datang keinginan masyarakat untuk menikmati liburan dengan mengunjungi objek wisata cukup besar akan tetapi pariwisata di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas stagnan dari tahun ke tahun tidak ada perubahan alias mati suri. Padahal kedua derah ini memiliki potensi pariwisata cukup besar apabila digarap akan memberikan kontribusi dan nilai ekonomis bagi masyarakat setempat. Akibatnya, masyarakat pada hari-hari libur lebih memilih daerah tetangga seperti daerah Rejang Lebong untuk menghabiskan waktunya atau Pantai Panjang, Bengkulu. “Kalau di Linggau dan Musi Rawas meskipun banyak objek wisata tapi tidak ada yang dikelola secara serius Cuma seperti itu saja tidak ada kemajuannya, makanya kita lebih memilih objek wisata di curup ini,” kata Chandra salah seorang wisatawan lokal. Dia mencontohkan beberapa objek wisata di Musi Rawas yang tidak digarap secara serius tersebut antara lain, Danau Raya Kecamatan Rupit, Gua Batu Kecamatan Ulu Rawas, dan beberapa air terjun. Untuk Kota Lubuklinggau ada Bendungan Watervang, Air Terjun Temam namun sayang objek wisata ini tidak tersentuh pengelolaan yang professional dan setiap tahun pula pemerintah daerah berdalih tidak memiliki anggaran untuk mengembangkan objek wisata tersebut. Pendapat yang sama juga disampaikan Alex, (40) Ketua RT di dekat objek wisata watervang yang mengatakan bahawa jangankan libur panjang. setiap hari minggu saja banyak masyarakat yang datang ke watervang. Artinya kalau objek wisata ini di bangun dan dikelola secara professional tentu akan menjadi tenpat wisa andalan kota Lubuklinggau. “Cukup banyak masyarakat yang datang ke Watervang namun karena tidak ada perkembangan objek wisata ini kalah dengan yang ada di daerah tetangga seperti danau atau Objek Wisata Subhan Air Panas milik Rejang Lebong,” katanya. Dia berharap kedepan berbagai potensi wisata yang dimiliki Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas ini bisa di kembangkan dan dikelola secara baik. Sebab selain menjadi ikon daerah juga akan memberi pengaruh positif bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitarnya. “Kita hanya berharap potensi wisata daerah ini bisa dilirik pemerintah untuk dikembangkan karena sayang potensinya cukup besar tapi tidak tergali secara baik dan justru terbengkalai,” demikian tandasnya. >> Saliem / imam

Hatta Rajasa Diperiksa KPK Terkait KRL Hibah
Jakarta,(MR) Setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, kini giliran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Hatta Rajasa menjalani pemeriksan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hatta diperiksa terkait kasus dugaan korupsi biaya pengangkutan kereta rel listrik (KRL) hibah dari pemerintah Hatta Rajasa Jepang di Kementerian Perhubungan (dulu Departemen Perhubungan) pada 2006. “Saya memberikan penjelasan sebagai warga negara terkait dengan masalah KRL hibah tersebut,” kata Hatta seusai diperiksa di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (1/6). Hatta diperiksa pukul 07:30-09:15 WIB. Ia enggan berkomentar. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu memilih segera masuk ke mobil pribadinya dengan alasan harus menghadiri Peringatakan Hari Lahir Pancasila. Ketika ditanya mengenai keterlibatan adiknya, Ahmad Hafiz Tohir, Hatta enggan untuk menjelaskannya dan meminta wartawan untuk bertanya kepada penyidik KPK. “Itu soal materi, silahkan tanyakan ke penyidik,” ujar Hatta singkat. Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan Hatta diperiksa terkait kapasitasnya sebagai mantan Menteri Perhubungan dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid I. Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan mantan Dirjen Perkeretaapian Soemino sebagai tersangka. Ia disebut-sebut telah melakukan penunjukan langsung terhadap PT Sumitomo Co untuk membawa KRL bekas dari Jepang. Berdasarkan pengakuan Soemino, selain dirinya, masih ada empat orang yang bukan berasal dari Departemen Perhubungan yang turut dalam survei proyek kereta tersebut. Menurut Dirjen Perkeretaapian di era kepemimpinan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa itu, mereka adalah Jon Erizal dan adik kandung Hatta, Hafiz Tohir. Hafiz Tohir, Adik kandung Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, diduga terlibat dalam kasus hibah Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jepang pada 2006-2007. Adik mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa itu disebut-sebut turut serta melakukan survei ke Jepang bersama Direktur PT Powertel, Jon Erizal, yang juga tercatat sebagai politisi Parta Amanat Nasional (PAN). Namun, saat diminta komentar di Gedung KPK rabu (1/6), Hatta Rajasa enggan mengomentari dugaan keterlibatan adiknya tersebut. >> Sahrial Nova

Peningkatan Minat Baca Buku dan perpustakan Tiga Elemen
Garut,(MR) Kehidupan masyarakat yang cerdas, terampil, dan berwawasan luas dapat dicapai dengan meningkatkan minat dan budaya gemar membaca sebagai modal dasar untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, dinamis, dan sejahtera. Minat baca, buku, dan perpustakaan adalah tiga elemen pokok dalam suatu sistem pendidikan yang dapat menciptakan kualitas sumber daya manusia. Demikian disampaikan Bupati Garut H. Aceng H. M. Fikri, S.Ag. pada pembukaan Pelatihan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Tahun 2011, di Hotel Cempaka Jl. Otista No. 267. Sehubungan dengan peningkatan minat baca masyarakat, lanjut Bupati, Presiden RI Megawati Sukarno Putri mencanangkan Gerakan Membaca Nasional tanggal 12 Nopember 2002 di Istana Negara Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Pemberdayaan Perpustakaan di Masyarakat tanggal 17 Mei 2006. Pemerintah Daerah Garut mendukung kegiatan meningkatkan minat baca, dan berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkan minat baca di kalangan pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum. Salah satu sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan minat baca melalui pemanfaatan perpustakaan. Menurut Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Garut Wawan Nurdin, Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas layanan di bidang perpustakaan, meningkatkan profesionalisme pengelola perpustakaan, memberdayakan perpustakaan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam meningkatkan kemampuan dan wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta untuk lebih menyebarluaskan kebijakan pemerintah di bidang perpustakaan. Peserta sebanyak 150 orang terdiri dari pengelola perpustakaan desa, pengelola perpustakaan sekolah, pengelola perpustakaan pondok pesantren, pengelola perpustakaan masyarakat, serta pengelola perpustakaan masjid. >> Undang/Ali

Antisipasi Kemarau TKPSDA WS Brantas Alokasikan Kebutuhan Air
Surabaya,(MR) Sumber daya air adalah aspek vital yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, untuk dan demi peradaban manusia. Bahkan dapat dipastikan, tanpa pengembangan sumber daya air, peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati saat ini. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila pengembangan dan pengelolaan sumber daya air disebut sebagai pondasi peradapan manusia. Mulai bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Mei 2011 hujan berkepanjangan sehingga menyebabkan kerugian bagi para petani dan bagi pegusaha agro lainnya. Sedang mulai akhir bulan Mei diperkirakan kemarau akan tiba. Kepala Dinas PU Pengairan Propinsi Jawa Timur Ir. Supaad, MSi, dalam sambutannya sidang TKPSDA WS Brantas ke II/2011 di Hotel Regent’s Park, Malang pekan lalu mengatakan “ Awal bulan Juni atau akhir bulan Mei musim kemarau tiba, kita perlu mengkoordinasikan dan mengalokasikan kebutuhan air dari Kali Brantas karena debit kecil, perencanaannya harus matang, jadi harus lebih hati-hati,”. “Sesuai Undang-undang bahwa air irigasi untuk kepentingan yang terdahulu dan perlu diutamakan dan prediksi musim kemarau kapan akan dimulai dan kapan prediksi musim hujan akan dimulai berdasarkan analisis data statistik dari daridata terdahulu.” Sambung Supaad. Dalam Sidang Pleno BMKG membahas bahwa pada bulan Mei masih mengalai Lenina, sedangkan prediksi cuaca dalam setiap bulan dikirim oleh BMKG ke masing-masing daerah Kabupaten, dan sebagian kecil prediksi awal musing kering pada bulan Mei sesuai, tetapi kebanyakan mundur pada bulan Juni (sehingga up date prakiraan setiap bulan). Prakiraan bulan Juni 2011 curah hujan berkisar antara 025 mm, khusus di Malang kurang lebih 150 mm masih akan terjadi dan perkiraan musim hujan pada tahun 2011 ini akan mundur pada bulan oktober dan Nopember Dasarian III. Sedang pada bulan Desember Dasarian I, II, dan III curah hujan berkisar 200-300 mm berdasarkan seris data, metode ulangnya. Pimpinan sidang (Kabid

O&P Dinas Pengairan) Ir. Soenoko CES mengatakan “ Sesuai kajian dari BMKG maka Pola Operasi Waduk dan Alokasi air (POWAA) di DAS Brantas pada musim kemarau 2011 adalah dengan DI. Jatimlerek bulan Juni 2011 diberikan rata-rata 2,33 m3/ detik, DI. Menturus bulan Juni 2011 diberikan rata-rata 3,05 m3/ detik, dan Suplay dari Waduk Wonorejo dimaksudkan dalam perhitungan sebagai tambahan dalam alokasi air.” Katanya “Tanaman padi dilahan perhutani di Kabupaten Blitar tidak bisa dimasukan dalam sistem DI. Lodoyo karena status lahan yang dimaksud masih hutan dan milik Perhutani serta lokasinya lebih tinggi dari saluran Irigasi yang ada, Sawah

di Rowoparas Kabupaten Jombang seluas 689 Ha telah lama mendapatkan air dari saluran Mrican Kanan dan disetujui masuk dalam sistem DI. Mrican Kanan. Diharapkan pihak BBWS Brantas segera membangun/memasang pintu sadap dan bangunan ukur”, lanjut Soenoko. “Dalam melaksanakan kegiatan Pemeliharaan, Perbaikan, Rehabilitasi jaringan irigasi yang berdampak terhadap berkurangnya besarnya alokasi air yang ditentukan dalam POWAA maka pihak pelaksana kegiatan diharapkan melakukan koordinasi untuk mendapatkan persetujuan dengan pihak pengelola jaringan irigasi dan Dinas Kabupaten/kota setempat.” Katanya. >>Hs/Gc

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Kusmayanto, Ujang, Irwan Hamid, Litbang : Drs. Bendra Suryana, Manager Iklan : Heni Astuti, Manager Distribusi : Taharlin, SH, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Hanif Manaf.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif H, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu W, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor : Suparman, Depok : Ali, Ruslan, Kab. Bekasi : S. Wahyudi, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Dede Irawansyah, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Biro Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Biro Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : ................... Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Biro Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Biro Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kepala), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi (Kepala), Kota Palembang, Edi Rudianto (Kepala), Kota Prabumulih : Alex Effendi (Kepala), Biro Batu Raja : Sahmi (Kepala), Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Biro Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Perwakilan Jambi : Leman Burhan, (Kepala), Hendar, Muara Bungo : Suyono, Kab. Tebo : Heri Zaldi, Musirawas/ Lubuk Linggau : Iman Koesnadi, Agus Saliem, Biro Sarolangon : Leni Hartati, Biro Bangko : Zainal Arifin, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : ................... Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto (Kepala), Syadri, Kab. Bintan : Defran, Edi Ishak, Amdiman, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Biro Kab. Anambas : S. Edwar. S (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Perwakilan Jawa Timur : Deasy Epita A (Kepala), Mojokerto : Moh. Lutfi, Biro Lamongan : Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno, Biro Banyuwangi : M. Arif Afandi, Biro Jombang : Moh Sabit (Kepala), Joko Bambang, Rohimah, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Perwakilan Sumatera Utara : Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, Sampang Manik, Deli Serdang : Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi, Serdang Gegadai : Erikson Gultom, Biro Samosir : Pardingotan Sitanggang (Kepala), Ekomario S. Malau, Gaya Malau, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman AP, Putu Artha. Makassar : Darwis S

Redaksi : Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri) Blok B No. 7 Kec. Pondok Gede Kel. Jatiwaringin Bekasi 17411 Telp. (021) 8461157 Contact Person : 0812 9936 977, 0878 66 999 09 E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Website : WWW.mediarakyatonline.com Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala

Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 240 Tahun XI Tahun 6 - 13 Juni 2011

Berita Utama
Jakarta,(MR) Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, mengatakan bahwa orang yang mengaku-aku wartawan yang juga disebut "bodrex" atau gadungan (abalabal) yang memeras nara sumber bisa dipidanakan karena melakukan perbuatan pidana. "Dalam pertemuan di suatu daerah saya bertemu Kapolda, saya minta ditangkap, dipidanakan saja kalau mereka melakukan pemerasan karena pemerasan kan perbuatan pidana," kata Bagir Manan di Jakarta, Rabu. Kalangan "bodrex" maupun abal-abal yang pada orde reformasi semakin banyak bermunculan biasanya beramai-ramai mendatangi nara sumber yang terlibat kasus. Mantan Jaksa Agung itu mengemukakan, mereka harus disebut "bodrex" dan abal-abal saja karena memang bukan wartawan. "Kalau mereka disebut wartawan bodrex atau wartawan abal-abal berarti masih wartawan. Jadi mereka langsung disebut kalangan atau orang abal-abal saja," ujarnya. Oleh karena itu, menurut Bagir Manan, dengan sertifikasi kompetensi wartawan merupakan langkah awal pembenahan status kewartawanan sehingga orang tidak menganggap

Pengadaan Karet Okulasi Senilai Rp4,2 Milyar Diduga Lahan Korups
Salak,(MR) Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui dinas Kehutanan dan Pertambangan menerima kucuran dana untuk Program Pengadaan Bibit Karet Okulasi melalui Dana Alokasi Umum ( DAU ) TA 2008 senilai Rp 4,2 Milyar patut dipertanyakan keberadaan proyek Pemerintah Pusat tersebut. Anggaran Proyek yang begitu besar tidak sebanding dengan hasil dilapangan, Investigasi yang di lakukan oleh Wartawan Media Rakyat di lapangan. Program pengadaan yang di Pusatkan di 4 (empat) Kecamatan meliputi : 1).Kecamatan STTU (Jehe) seluas 500 Ha dengan rincian anggaran Pengadaan Bibit karet Okulasi 500 Ha x 500 batang/ Ha = 250ribu batang x Rp10ribu per batang dengan nilai Rp 2.5 miliar. 2).Kecamatan Sibagindar seluas 200 Ha dengan rincian anggaran pengadaan Bibit Karet Okulasi 200 Ha x 500 batang / Ha = 100ribu batang x Rp 10ribu per batang dengan nilai Rp 1.miliar. 3).Kecamatan Kerajaan seluas 100 Ha dengan rincian anggaran pengadaan Bibit Karet okulasi 100 Ha x 500 batang/Ha = 50ribu batang x Rp 10ribu per batang dengan nilai Rp 500juta. 4).Kecamatan PGGS seluas 40 Ha dengan rincian anggaran Pengadaan Bibit Karet Okulasi 40 Ha x 500 batang/ Ha = 20ribu batang x Rp 10ribu per batang dengan nilai Rp 200juta. Total dari jumlah keseluruhan Bibit Karet Okulasi adalah 420.000 batang untuk pengadaan lahan karet dengan luas 840 Ha. di duga tidak sesuai dengan jumlah lahan yang ada di lapangan, sehingga di sinyalir merupakan ajang korupsi yang di lakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pertambangan kabupaten Pakpak Bharat. Terkait pengadaan Bibit Karet Okulasi senilai Rp 4,2 Milyar. Menanggapi hal ini Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKIN) Melalui Ketua Torang Sihite S.Pd dan wakil Ketua harian Sampang Manik akan menindak lanjuti dugaan korupsi yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pertambangan kabupaten Pakpak Bharat ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Ketika hal ini di konfirmasikan ke Dinas Kehutanan dan Pertambangan melalui Pelaksana Tugas (Plt) Ir M Aris Gajah selaku PPTK (Pejabat pelaksana Teknis Kegiatan) pada saat itu yang kini menjabat sebagai Plt Dinas Kehutanan dan Pertambangan melalui Telepon Selular No. 0813 7628 0xxx, tidak mendapat respon dari pihak tersebut. >>Tim

3 Pidanakan Orang Pengaku Wartawan
mudah menjadi insan pers. Dewan Pers pada Rabu mengesahkan sertifikat kompetensi wartawan utama kepada 100 wartawan senior dari berbagai media massa. Ia mengatakan, pers bagian tidak terpisahkan dari Hak Asasi Manusia (HAM), maka wartawan harus bekerja untuk menegakkan HAM. Misi lain pers, menurut guru besar ilmu hukum di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu, adalah independensi dalam setiap sektor kehidupan. Selain itu, pers memiliki misi yang sama dengan negara yaitu bagaimana mensejahtera-

Bagir Manan

Tertibkan Administrasi Kependudukan, DukCapil Sosialisasikan e-KTP
memiliki spesifikasi dan format KTP berlaku secara nasional dengan system pengamanan khusus berlaku sebagai identitas resmi yang diterbitkan oleh Dinas DukCapil dengan perekaman sidik jari hasil reproduksi jari tangan penduduk,” tambahnya. Dijelaskan H Musthafa Anwar, setelah kegiatan sosialisasi proses realisasi e-KTP diawali dengan penyampaian surat panggilan kepada penduduk melalui RT/RW, surat pertama menerangkan jadwal waktu wajib KTP harus datang ke tempat pelayanan untuk perekaman sidik jari, foto dan tandatangan.” Surat ke-2 memuat jadwal waktu pengambilan e-KTP dengan melakukan verivikasi sidik jari, setelah memenuhi panggilan surat pertama dan kedua, wajib KTP berhak mendapat e-KTP dari Dinas Dukcapil,” jelasnya H Musthafa Anwar melanjutkan, administrasi kependudukan berbasis e-KTP bertujuan untuk membangun database kependudukan yang akurat di tingkat Kabupaten/kota, Provinsi dan Pemerintah pusat secara online menggunakan system Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). >>Alex

kan masyarakat. "Saya selalu berharap pers tidak pernah melupakan ini, sebab pers sebagai instrumen publik harus bicara untuk kepentingan itu," kata Bagir. Ia mencatat, ada sebagian orang di negeri ini merasa galau karena berbagai tekanan baik

ekonomi, sosial dan lainnya. Bagir mengharapkan agar pers juga tidak ikut galau. "Pers harus menjadi barisan terdepan untuk menyelesaikan kegalauan ini. Harapan saya ada pada pers dan berharap, harapan saya ini tidak disia-siakan," demikian Bagir Manan. >>Yanto

Program “Baru Yakin” Dapat Dukungan Masyarakat.
Lubuk Pakam,(MR) Program Bedah Rumah Masyarakat Miskin (Baru Yakin) yang dicanangkan Bupati Drs. H. Amri Tambunan dan Wakil Bupati H. Zainuddin Mars mendapat dukungan positif dari masyarakat. Sejumlah pengusaha, perorangan dan organisasi ikut memberi bantuan guna menyukseskan program tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Infokom Kab. Deliserdang Drs. Neken Ketaren, di Lubuk Pakam, Selasa(31/ 5). Seorang pengusaha Sumut H. Anif telah berkomitmen akan memberikan bantuan Rp30juta per kecamatan. Dan khusus untuk kecamatan Percut Seituan, pengusaha tersebut berjanji akan memberikan bantuan Rp150 juta. Dukungan moral maupun materil dari berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan program tersebut dari hari kehari terus mengalir ungkap kahis Infokom seraya menambahkan” Ada juga bantuan dari pengusaha asal Kecamatan Sunggal H. Datuk Selamat Fery yang juga tokoh peduli pendidikan telah berjanji memberikan bantuan 10 ribu batako”. Di kecamatan Percut Seituan, LDII, GMPP, SOKSI, serta LP3 Sumut juga berperan dengan membedah 1 unit rumah. Sementara salah seorang tokoh masyarakat H. Mubarok menyumbang 150 zak semen dan H.Ismayadi memberikan bantuan dana sebesar Rp15juta. Di kecamatan Galang, PT. Mitra Kuring melalui tokoh pemuda dan pengusaha Syahrul Yunan ikut ambil bagian membedah 2 unit rumah dan melalui swadaya masyarakat dibedah 3 unit rumah. Tidak ketinggalan di kecamatan Lubuk Pakam berbagai organisasi seperti BKAG (Badan Kerjasama Antar Gereja), kelompok Perwiritan, PGRI, Bank, dan elemen masyarakat juga ikut ambil bagian dengan tahap awal dibedah 15 unit rumah tidak layak huni. Hal serupa juga dilaksanakan di kecamatan Sunggal, sejumlah pengusaha di wilayah itu berperan aktif seperti PT Cemara Agung Realita, PT Dana Abadi, PT Caisar Spring Bed, Swalayan alat rumah tangga, PTPN II Sei Semayang, KCD Disdikpora serta para kepala sekolah. Melalui dukungan tersebut sebanyak 11 rumah tidak layak huni dibedah menjadi rumah sehat layak huni. Demikian juga di kecamatan Batang Kuis, dalam mendukung program “Baru Yakin” Pemkab Deliserdang, saat ini telah dibedah 10 unit rumah warga miskin sebagai tahap pertama dan dalam waktu dekat ini diharapakan dapat diresmikan bupati Deliserdang Drs. H Amri Tambunan sekaligus peletakan batu pertama bedah rumah ke – 11 dan seterusnya ungkap Camat Batang Kuis T M Zaki Aufa S.Sos. Menurut Kadis Infokom Deliserdang Neken Ketaren, melalui program “Baru Yakin” Bupati H Amri Tambunan menargetkan akan membedah 10 ribu unit rumah tidak layak huni. Namun angka tersebut bukanlah merupakan tujuan akhir tetapi diharapkan melalui “bedah rumah” akan semakin tumbuh dan berkembang rasa kebersamaan dan kegotongroyongan di tengah-tengah masyarakat Deliserdang. >> Sopian Indris

Wisuda Purnasiswa SMA Informatika, Meriah

Tampak Mantan Bupati Ciamis H. Oma Sasmita S.H M.si Beserta Seluruh jajaran kepengurusan Yayasan Pendidikan Bina Nusantara

Ciamis,(MR) Wisuda SMA Informatika Kabupaten Ciamis Tahun 2010/ 1011 dirangkai dengan perpisahan bagi siswa-siswi kelas XII, yang dalam hal ini 100% lulus, dalam acara tersebut nampak hadiri H.Oma Sasmita, SH, Msi. Mantan Bupati Ciamis yang sekaligus dewan penasehat SMA Informatika, juga nampak hadir para sesepuh Yayasan Pendidikan Bina Nusantara dan perwakilan dari Dinas pendidikan Kabupaten Ciamis, beserta tamu undangan. Pada kegiatan wisuda purnasiswa kali ini banyak memunculkan harapan-harapan positif bagi SMA Informatika Ciamis dalam rangka mewujudkan citra, bagi SMA Swasta terpaforit di kabuapten ciamis. Seperti diungkapkan H.Oma Sasmita bahwa akan lebih meningkatkan mutu religius sebagai penyeimbang tingginya kwalitas teknologi komputerisasi di SMA Informatika Ciamis, H.Oma Sasmita juga mengatakan bahwa SMA Informatika Ciamis kedepannya akan menjadi lembaga pendidikan yang benar-benar diharapkan masyarakat. Senada dengan H.Kotjon sesepuh yayasan pendidikan bina nusantara, bahwa SMA Informatika Ciamis kedepannya akan menjadi lembaga pendidikan yang benar-benar diharapkan masyarakat, dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah pendaftar siswa baru dari tahun dan ini jelas menandakan bahwa SMA Informatika Ciamis “Jelas Beda” ungkapnya. Drs. H. Asep Dhana selaku kepala sekolah menambahkan, harapan kedepan, mudah-mudahan dengan dukungandikungan semua pihak SMA Informatika bisa lebih memenuhi harapan masyarakat ciamis, khususnya masyarakat Jawa Barat umumnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti SMA Informatika Ciamis, lebih maju dan unggul sesuai dengan misi, Visi SMA Informatika ungkapnya. >> HR

Prabumulih,(MR) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Duk-Capil), Senin (30/5) kemarin, bertempat di Hotel Grand Nikita melakukan sosialisasi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sebagai realisasi Program eprocurement KTP dalam rangka penertiban administrasi kependudukan untuk menghindari terbitnya KTP ganda Ditemui usai kegiatan, Kepala Dinas DukCapil Drs H.Musthafa Anwar mengatakan, sosialisasi e-KTP sangat penting dilakukan agar saat eKTP diterapkan nanti masyarakat tidak terkejut lagi dan memahami sekaligus mengerti berbagai manfaat penerapan e-

KTP. “e-KTP berbasis sidik jari bermanfaat sebagai identifikasi jati diri yang termuat sebagai dokumen menunjukkan indentitas diri penduduk bersangkutan secara akurat dan cepat untuk mencegah terjadinya pemalsuan dokumen serta dokumen ganda dengan system pengamanan data yang independent,” katanya. H Musthafa Anwar menambahkan, e-KTP juga berbasis chip sebagai alat penyimpan data elektro ik penduduk yang diperlukan, termasuk data biometric, data yang terdapat di dalam chip dapat dibaca secara elektronik dengan alat tertentu dilengkapi dengan pengaman data. “Dengan demikian e-KTP

Jalan Menuju Sihotang Rusak Berat
Masyarakat Minta Perbaikan Secepatnya
Samosir,(MR) Jalan antar lintas Kecamatan yang ada di Kabupaten Samosir masih ada yang belum diperbaiki oleh Pemerintah Samosir terutama jalan lintas Kecamatan Harian Boho ke Kecamatan Sitio-tio yang kondisi jalannya sangat memprihatinkan dan sulit untuk dilalui oleh kendaraan roda empat terutama saat musim hujan. Para pengemudi kendaraan mobil yang mau melintasi jalan tersebut sangat enggan dan takut karena kondisi jalan belum ada pengaspalan dan juga banyak batu-batuan, jalan tersebut juga dihiasi dengan lobang-lobang yang mengerikan alias dalam dan panjang. Yaitu mulai dari Dusun Holbung Desa Janji martahan menuju Gonting Sihotang. Ketua DPC Partai PAN Kecamatan Harian Baktiar Pasaribu menginformasikan kepada pemerintah Kabupaten Samosir dan tertuju ke Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, Kepala Badan Babpeda Samosir, Kadis PU Samosir, DPRD Kabupaten Samosir supaya memperbaiki / membagusi/membangun jalan lintas Kecamatan Harian ke Kecamatan Sitio-tio terutama yang kini sangat rusak berat, informasi ini diminta kepada Instansi terkait jangan Cuma di dengar, dibaca, dan haruslah dikerjakan dengan secepat mungkin. Hal ini diinformasikan bukanlah untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan masyarakat banyak. Rabu (23/5) lalu, masyarakat Sihotang melaporkan kondisi tersebut kepada Ketua DPC PAN Kecamatan Harian, mereka mengutarakan isi hatinya tentang kondisi jalan menuju Desa Sihotang yang kian begitu mempriha-tinkan dan sangat sulit dilalui oleh kendaraan roda 2 dan roda 4 apalagi disaat musim hujan. Kondisi jalan tersebut langsung berlumpur / licin dan lobang-lobang jalan langsung menyim-pan air hujan maka para pengendara kendaraan sangat takut untuk melalui nya, apalagi yang jarang melintasi jalan tersebut. Jadi masyarakat Sihotang mengharapkan Pemerintah supaya memperbaikinya dengan waktu yang lebih cepat. >> Baktiar Pasaribu

HIMPAUDI Kota Banjar Dikukuhkan
Banjar, MR Selain dibidang kesehatan, peningkatan daya beli masyarakat, bidang pendidikan merupakan salah satu unsur meningkatnya IPM (Indek Prestasi Manusia) suatu daerah, begitu juga dengan di Kota Banjar. Berbagai program telah diluncurkan pemerintah di tiga sektor tersebut salah satunya adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hal ini diungkapkan Walikota Banjar DR.dr.H.Herman Sutrisno, MM dalam acara pengukuhan pengurus HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Dan Pendidikan Anak Usia Dini) kota Banjar Periode 2010-2011 bertempat di Pendopo Kota Banjar, Senin baru-baru ini. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Banjar Drs.Dadang R. Kalyubi, ketua TIM penggerak PKK Kota Banjar Hj. Ade Herman Sutrisno, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Drs. Ade Setiana, M.Pd. Lebih lanjut Walikota Banjar yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Penasehat HIMPAUDI mengatakan peningkatan IPM dan sasaran pembangunan millenium (Millenium Development Goals) MDGs salah satunya target Pemerintah Kota Banjar. Selain itu Walikota Banjar mengatakan PAUD merupakan tempat mendidik anak dimana anak pada usia tersebut merupakan usia emas sehingga kalau dibina pendidikan moral, pendidikan agama dirangsang psikomotoriknya sehingga anak akan berkembang dan kecerdasan anakpun akan meningkat. Diakhir pidatonya, Walikota Banjar mengatakan kepada pengurus HIMPAUDI yang baru dikukuhkan untuk selalu meningkatkan kualitas kerja dan mempersiapkan program yang akan dijalankan pada masa jabatan. >> A-S

4
Menuju Popdasu 2012

Berita Utama
bukti dan hal ini tidak bisa di bantah bahwa memang betul kalau Pulau/Desa Pekajang adalah wilayah kepulauan Riau di bawah pengawasan Pemkab Lingga. Jadi klaim yang disampaikan oleh Bangka Belitung yang mana Pulau/Desa Pekajang adalah wilayah Provinsi Bangka Belitung sangatlah tidak benar dan hal itu tidaklah menjadi masalah. Kata sani Santai. “Pembangunan di daerahdaerah terpencil yang terluar dari Provinsi Kepri akan terus di laksanakan dan di bina ini penting sekali di laksanakan. Salah satu yang menjadi masalahnya untuk daerah-daerah terpencil ini adalah sarana transportasi serta komunikasi. Dalam hal ini pemerintah telah berupaya untuk memberikan bantuan serta membuka daerah-daerah terisolir ini. Salah satunya dengan mengadakan kapal printis yang insya Allah pada 2012 sudah berjalan,” ujarnya. Dengan adanya rute pelayaran kapal yang singgah di pulau-pulau terluar secara rutin maka akan sangat membantu dan mempercepat pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga kemajuan daerah juga akan semakin meningkat dengan terbukanya hubungan masyarakat di pulau terluar yang selama ini terisolasi. Kesulitan transportasi ini menjadi salah satu keluhan masyarakat Pekajang saat mendapatkan kunjungan Gubernur Provinsi Kepri. Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Kepala Desa Pekajang, Siman Sulaiman, Masya-rakat desa pekajang hanya memanfaatkan keberadaan kapal bantuan dari pemerintah Kabupaten Lingga. Kapal bermuatan kapasitas 10 ton ini, secara normal hanya mampu melayani angkutan dari Pekajang-Dabo, Lingga sebanyak dua kali dalam sebulan. Keterbatasan biaya operasional dalam setiap pelayaran menyebabkan kapal bantuan ini tidak bisa dioperasikan dengan lebih baik. Dalam sekali perjalanan menuju Dabo, Lingga dibutuhkan sekitar 100 liter bahan bakar minyak (BBM) yang harga per liternya antara Rp5 ribu-Rp6 ribu. Dengan waktu tempuh yang dibutuhkan dalam sekali perjalanan sekitar 5-7 jam. “Sedangkan waktu perjalanan ini akan lebih lama lagi jika menggunakan kapal dengan kapasitas dan mesin lebih kecil,” ujarnya. Pelayaran kapal dari Pekajang ke Lingga ini juga dimanfaatkan untuk melakukan berbagai tugas dan kepentingan. Seperti mengantarkan informasi melalui surat menyurat akibat tidak adanya komunikasi, membawa masyarakat yang sakit untuk berobat dan mengangkut barang-barang kebutuhan pokok yang diperlukan warga untuk beberapa hari. Kunjungan kerja Gubernur di desa Pekajang juga disertai

Tahun Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

Samosir Lakukan Seleksi Atlet Potensial Pelajar
Samosir,(MR) Untuk meningkatkan prestasi atlet pelajar Kabupaten Samosir di POPDASU (Pekan Olah Raga Pelajar Daerah Sumatera Utara ) maka Dinas Sosial Tenaga Kerja Pemuda Olah Raga, Kaupaten Samosir melaksanakan Seleksi Atlet Potensial Pelajar di Pangururan, Jumat, Sabtu (27-28/5). Drs.Amon Sormin, Kabid Olah raga kepada Media Rakyat mengatakan, Tujuan kegiatan ini adalah untuk merekkrut atlet potensial yang akan dibina selama enam bulan, karena selama ini persolan yang dihadapi oleh Kabupaten Samosir adalah rendahnya kwalitas dan kwantitas atlet yang berprestasi, maka perlu disusun berbagai program kegiatan agar dapat melahirkan atlet yang secara khusus untuk tingkat pelajar yang mampu bersaing di tingkat Propinsi Sumatera Utara dan Nasional bahkan Internasional, merekalah diharapkan menjadi cikal bakal atlet berprestasi unggulan yang benar-benar memiliki kompetensi untuk dibina. Seleksi atlet potensial ini diikuti 310 orang pelajar seKabupaten Samosir, dengan tanggal kelahiran maximal 1 January 1985 untuk 7 (tujuh) cabang Olah raga : Atletik unutuk Sprint 100 m dan lari jarak menengah160 orang, Pencak silat 21 orang, Gulat 9 orang, Renang 60 orang, Dayung 33 orang, Karate 18 orang, Tinju 9 orang. Kepala Dinas Sostekpora Samosir, yang diwakili Drs. Lostan Simbolon, dalam arahannya mengatakan Seleksi ini merupakan alat merekrut para atlet potensial untuk peningkatan prestasi olah raga di dalam Popdasu nantinya, karena pada Popdasu 2010 yang dilaksanakan di Tanjung Balai, Samosir menduduki peringkat 8 (delapan), dimana Samosir banyak mendulang prestasi dalam cabang Pencak Silat, Gulat, Karate dan tinju pada Pekan Olah raga Propinsi Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada bulan Desember 2010 yang lalu. Maka dengan persiapan yang matang dalam Popdasu 2012 nantinya Samosir harus sanggup menaikkan peringkatnya minimal menjadi 5 besar di Sumatera Utara,kalaupun usia Kabupaten Samosir baru menginjak 7 tahun, Cabang cabang olah raga ini menjadi Cabang Olah raga unggulan di Kabupaten Samosir. Seleksi Atletik dilaksanakan di lapangan SMA Negeri Pangururan, Gulat, Karate, Tinju di SMA Santo Mikhael, Pencak Silat di Padepokan Teratai Suci, Pintusona, Renang dan Dayung di Pasir Putih Parbaba. >> Pardingotan Sitanggang

Gubernur Kepri Kunjungi Daerah Terpencil
beberapa pejabat dan unsur muspida di lingkungan Provinsi Kepri dan Kabupaten Lingga. Diantaranya Sekretaris Daerah Suhajar Diantoro, Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Muramis, Kadis Pendidikan Yatim Mustafa, Bupati Lingga Daria, anggota DPRD Provinsi Kepri, Sukri Fahrial dan Hanafi Ekra serta Huzrin Hood. Selain untuk melihat dari dekat kehidupan warga di pulau terluar, Pekajang, dalam kesempatan tersebut Gubernur juga dimanfaatkan untuk mendengarkan keluhan dan permasalahan yang dialami masyarakat Pekajang selama ini. Berbagai persoalan terutama terkait pendidikan dan telekomunikasi diutarakan perwakilan masyarakat di hadapan Gubernur yang langsung direspon melalui jawaban dari Kepala Dinas terkait. Alhasil, Masyarakat desa Pekajang terlihat gembira mendapatkan kunjungan HM. Sani untuk pertama kalinya dalam kepemimpinan HM Sani sebagai Gubernur Provinsi Kepri. Didalam sesi dialog, beberapa kali perwakilan masyarakat juga menegaskan akan tetap kompak dan bersatu menjadi bagian Provinsi Kepri. Mengakhiri kunjungan kerjanya, Gubernur pun memberikan bantuan kepada masyarakat yang diterima secara langsung oleh perwakilan pengurus masjid, TPA, pemuda dan Majelis Taklim desa Pekajang. >> HR

Gubernur Kepri H.M. Sani Berserta Istri

Bupati Lingga H. Daria Berserta Istri

Sosialisasi Masal PNPM Mandiri Digelar di Pataruman
Banjar,(MR) Walikota Banjar DR.dr.H.Herman Sutrisno,MM. serta Wakil Walikota H. Akhmad Dimyati selaku Ketua TK PKD menghadiri acara sosialisasi masal program PNPM Mandiri Tingkat Kecamatan Pataruman. Acara yang diikuti peserta dari BKMM se Kecamatan Pataruman berlangsung di Aula Kecamatan Pataruman, Kamis beberapa waktu lalu. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini diantaranya memberikan pengarahan atau pengertian untuk lebih meningkatkan program penanggulangan kemiskinan karena permasalahan kemiskinan masyarakat pada umumnya merupakan tanggungjawab bersama. Dalam rangka memeriahkan kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan beberapa kegiatan sosial diantaranya donor darah, pameran hasil kerajinan dan makanan yang berasal dari 6 BKM se Kecamatan Pataruman. Dalam sambutannya Walikota Banjar mengatakan dana PNPM perkotaan cukup besar maka oleh karenanya dituntut untuk mempergunakan atau mengeluarkannya sesuai dengan peruntukan. Untuk mewujudkan tersebut maka BPD, BKM, LPM, serta Desa dan Kelurahan sangat diperlukan ikatan kerjasama yang kuat, serta sinkron dalam setiap kegiatan agar program yang telah ditetapkan berjalan sesuai harapan. Lebih lanjut walikota mengatakan bahwa bimbingan pada masyarakat yang telah ditetapkan dalam program kerja BKM dan LPM harus bisa mengarahkan masyarakat agar tidak hanya mampu berproduksi tetapi juga harus mempunyai jiwa kewirausahaan agar produk yang dihasilkan mempunyai nilai tambah serta mampu menembus pasar/market. Selanjutnya Walikota mengharapkan program yang sudah bagus mudah-mudahan bisa lebih ditingkatkan dan mempunyai daya ungkit dari program yang dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat. Akhir kegiatan Walikota Banjar membuka kegiatan tersebut serta meninjau pameran hasil kerajinan, serta beberapa produk yang dihasilkan dari 6 BKM se Kecamatan Pataruman. >> A-S

Lingga,(MR) Dalam rangka memperioritaskan pembangunan daerah terpencil, Gubernur Kepulaun Riau H. M. Sani bersama rombongan melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Desa Pekajang, Kecamatan Daik, Kabupaten Lingga, Selasa (24/05) lalu. Pada kunjungannya Gubernur Kepri beserta rombongan juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang setempat. Gubernur Kepulauan Riau bertujuan ingin melihat dan mengetahui secara langsung keinginan dari masyarakat Desa Pekajang tersebut. Kepada medai Gubernur menjelaskan, Kunjunganya ke Desa Pekajang daerah yang terpencil dan

berbatasan langsung dengan Provinsi Bangka Belitung, tidak ada kaitanya dengan klaim yang di sampikan oleh Provinsi Bangka Belitung itu terhadap Desa Pekajang, Baginya masalah Desa Pekajang sudah jelas adalah wilayang Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Lingga. Kesungguhan pemerintah daerah untuk membangun daerah ini sangatlah nyata, terbukti dengan terus menerus melakukan pemberdayaan dan juga pembangunan hingga perekonomian Desa Pekajang yang tentunya dibantu dan kerjasama yang baik antara aparat Desa dengan Pemerintahan Kabupaten Lingga. hal tersebut juga salah satu bentuk

Kinerja Bupati Lingga Tidak Diragukan
Lingga,(MR) Manusia sebagai muara dari rangkaian proses harus ditopang secara kokoh oleh beragam variable pendukungnya, salah satu komponen primer yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pembangunan manusia adalah sector pendidikan, karena edukasi suatu sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia, peningkatan kualitas baik dari sistim maupun prilaku pendidikan hal yang mutlak di perlukan untuk menghadapi tantangan globalisasi yang semakin berat di masa depan. Terkait masalah pengimplementasian isu pendidikan, pemerintah daerah Kabupaten Lingga cukup konsisten mengupayakan terwujudnya cita besar setiap tahunya untuk dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga selalu mendapatkan porsi yang cukup besar dan kecenderungan meningkat, peningkatan setiap tahun alokasinya dana pendidikan ini tentunya untuk mengontrol mutu dan kualitas pendidikan di daerah ini. Data yang di peroleh pada tahun anggaran 2008 untuk pendidikan mencapai Rp 95.080.197.565.- (16,81 %) dari total APBD yang berjumlah Rp 565.526.106.010.dari angka ini jelas pula terlihat alokasi dana untuk mencerdaskan anak negeri Bunda Tanah Melayu ini mengalami peningkatan baik dari persentase maupun jumlah Absolut tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 67.337.736.914.-(12,32 %) dari total anggaran Rp546.522. 034.529,- namun demikian apakah pemerintah Kabupaten Lingga masih komitmen untuk memajukan pendidikan di negeri Bunda Tanah Melayu ini di masa akan datang ?. Ungkapan Bupati Lingga Drs H Daria Kepada wartawan, “Sampai kapanpun pendidikan di Kabupaten Lingga tetap akan diprioritaskan sektor pendidikan merupakan salah satu sector harus mendapat prioritas utama dalam membangun daerah bahkan katanya, tidak menutupi kemungkinan pada tahun mendatang anggaran pendidikan akan di alokasikan sebesar 20% dari anggaran yang ada, sesuai amanat Undangundang dasar tetapi belum ada daerah manapun sepengetahuna kita belum ada daerah di Indonesia yang mengalokasikan dana pendidikan sebesar itu,” jelasnya. Kepedulian dan komitmen Bupati Lingga yang terpilih untuk kedua kalinya ini di sadari karena pendidikan di pandang sebagai unsure utama dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Titik berat pendidikan formal lebih di tekankan pada upaya menaikkan mutu pendidikan memperluas pendidikan dasar dan meningkatkan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan yang lebih baik. Dan langkah awal mulai terlihat bertambah baiknya kinerja para pahlawan tampa tanda jasa (guru) yang ada di Pemerintahan Lingga. Yang mana pada tanggal (16/05) pasca pelaksanaan ujian nasional mendapat nilai kelulusan yang sangat memuaskan, hal itu terbukti ditahun ini beberapa Sekolah menengah atas (SMA) mendapatkan hasil yang sangat memuaskan dengan jumlah kelulusan mencapai finis yaitu 100 % tingkat kelulusan pada ujian nasional lalu. SMA Negeri 2 Dabo Singkep Senin (16/05) pada pukul 16.00 WIB, membagikan Nomor kelulusan pada siswa nya, hal ini dilakukan serentak dengan sekolah-sekolah yang lain yang ada di kabupaten lingga, dari pantauan kabar lingga dilapangan siswa SMA N 2 yang lulus pada tahun ajaran 2010 / 2011 mencapai 99,21% pencapaian ini melebihi dari target pemerintah Kabupaten Lingga yaitu 75% sementara pada tahun lalu SMA N 2 kelulusan siswanya 85,35%, Kepala Sekolah SMA N.2 Dabo Singkep, Hazirun S.Pd saat di temui di SMA N 2 Singkep mengatakan “ Saya cukup senang dengan hasil UN (Ujian Nasional) ini, karena target yang di tetapkan pemkab lingga tercapai bahkan melebihi target yang di tetapkan oleh SMAN 2 sendiri, saya bersyukur dengan pencapain 99,21% tersebut, target Pemkab Lingga 75% dan target SMA N 2, 85% walau pun ada satu siswa kami yang tidak lulus,” ungkapnya. Hazirun menambahkan, “Satu orang siswa kami yang tak lulus atas nama Buhari, NA (nilai akhir) nya rata-rata 5,4 sementara untuk lulus NA ratarata harus 5,5, tapi kami akan berharap pada siswa tersebut mengulang kembali, kami dari pihak sekolah akan bekerja sama dengan komite sekolah akan membantu siswa tersebut kalau ia mau mengulang sekolah kembali, kami akan membebas biaya sekolah nya (BP3) dan juga masalah buku-buku,” jelasnya. Katanya lagi “ yang cukup membanggakan saya yang masuk 10 besar Kabupaten 4 orang di antara nya siswa SMA N 2 yaitu : peringkat 1 Alianto, peringkat 2 Erina Hardianto Putra, peringkat 3 Riana Zulfa, dan peringkat 8 Novera Tenisia, walaupun pencapaian ini menurun dari tahun lalu, tapi ini pun cukup membanggakan,” Karena sekolah SMAN 2 dari dinas

Bupati Lingga H. Daria

Operasi Simpatik Semeru Polres Sidoarjo
Sidoarjo,(MR) Pelaksanaan operasi simpatik semeru 2011 ini dilaksanakan secara serentak di jajaran Polda Jawa Timur, termasuk di jajaran Polres Sidoarjo. “Operasi ini, dilaksanakan sejak hari ini (1 Juni ) sampai tanggal 22 Juni ke depan atau selama tiga pekan. Fokus pelaksanaan operasi Simpatik Semeru ini, dijelaskan Kasat satlantas Polres Sidoarjo AKP Ahrie sonta N, SH.SIK, adalah tindakan preemtif 40 persen, preventif 40 persen dan represif 20 persen. Yang dimaksud preemtif adalah bersifat himbauan kepada masyarakat agar pengendara roda 2 maupun roda 4 tidak membahayakan pengendara lainnya. “Hari pertama operasi, kami telah melakukan tindakan preemtif dengan menegor 135 pengendara baik roda 2 maupun roda 4, tindakan ini kami lakukan karena pengendara ugal-ugalan, parkir di sembarang tempat sehingga menimbulkan kemacetan. Sedang yang represif adalah bagi sasaran pengendara yang membahayakan pengendara lainnya,” kata AKP Ahrie. Selain itu, dalam pelaksanaannya Operasi Simpatik Semeru 2011 ini, fokus sasarannya adalah disiplin dan tertib berlalu lintas, kelengkapan kendaraan, termasuk tertib administrasi dokumen kendaraan dan kelayakan berkendara. “Untuk itu, kami menghimbau warga masyarakat agar mematuhi segala aturan berkendara dan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Karena, dalam pelaksanaan operasi Simpatik Semeru 2011 ini, kami tidak akan memberikan lagi toleransi dan akan ditindak,” tegas AKP Ahrie. Pelanggaran yang bersifat kecil namun dinilai menganggu dan terlebih membahayakan adalah, seperti penggunaan ban kecil pada motor yang berpotensi kecelakaan. “Penggunaan ban kecil bagi motor itu sangat membahayakan. Baik bagi pengendaranya karena tidak stabil dikendarai, maupun bagi pengendara lainnya karena berpotensi kecelakaan, serta kelengkapan kendararaan lainnya seperti spion, dan knalpot brong, bel,” tukasnya. >> Hs/Gc

pendidikan sudah ditetapkan sebagai sekolah RSSN (Rintisan Sekolah Standar Nasional) dan ini adalah tahun kedua karena RSSN tersebut penilaian nya 3 tahun, ya mudah-mudahan pencapaian SMA N 2 lebih baik lagi, papar Hazirun. Ditempat berbeda satusatunya sekolah berbasis Agama setingkat SMA Sederajat yaitu MA Al-Barakah Singkep pada tahun ini berhasil meluluskan semua siswanya 100 %, hasil maksimal ini menurut Kepala Madrasah ( Ismed A. Aziz ) tidak terlepas dari semua kerja keras dari para majlis Guru. Kita berharap dengan kelulusan 100 % ini Sekolah Aliyah dapat menjadi sekolah Pilihan untuk Orang tua Murid sebagai sekolah yang mengajarkan Ilmu Agama dan Ilmu Umum, “ungkap kepala sekolah kepada media,” >> HR

Warga Belum Manfaatkan Jampersal
Surabaya,(MR) Program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis yang diperuntukkan bagi ibu hamil untuk persalinan anak pertama dan kedua ternyata belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat. Padahal program untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi ini sudah digulirkan Kementerian Kesehatan sejak 1 April lalu. Bahkan di RSU dr Soetomo program ini sudah berlaku per 1 Januari 2011. Dirut RSU dr Soetomo dr Dodo Anondo MPH mengakui, memang belum banyak masyarakat yang memanfaatkan Jampersal. Hal ini karena sosialisasi program Jampersal memang kurang. “Banyak hambatan dalam mengomunikasikanya kepada masyarakat oleh sebab itu sosialisasinya memang belum maksimal. Namun akan segera kita atasi dengan banyak mempublikasikannya kepada masyarakat melalui media massa,” kata Dodo, Rabu (25/5). Sampai akhir Mei ini, kata Dodo, pihaknya baru menerima 10 pasien program persalinan gratis tersebut. Padahal ada 40 tempat tidur untuk persalinan dan 50 bidan yang bisa menangani. “ Dari Januari sampai dengan Akhir Mei kami baru menerima sekitar 10 pasien jampersal,” terangnya. Dikatakan, pihaknya tidak membatasi berapa pasien yang diterima setiap bulannya. “Sepanjang masih tersedia tempat tidur, pihaknya akan menerima pasien jampersal. Karena dalam jampersal tidak ada kuota seperti jamkesmas atau jamkesda,” paparnya. Selain itu, mekanisme untuk mendapatkan layanan jampersal hanya cukup membawa KTP saja. Sementara itu di rumah sakit milik pemerintah lainnya, RSUD dr Soewandhi Surabaya. Selama dua bulan ini, hanya rumah sakit milik Pemkot Surabaya ini hanya menerima enam pasien Jampersal. Menurut Direktur RSUD dr Soewandhi Surabaya dr Didiek Riyadi, pada April dia baru menerima lima pasien jampersal. Sementara sampai pertengahan Mei ini hanya terdapat satu pasien program persalinan gratis itu. “ Kami menyediakan 23 tempat tidur untuk persalinan dan 37 bidan.Tapi selama April sampai pertengahan Mei ini kami masih menerima 6 pasien jampersal saja,” paparnya. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim , Drs Mudjib Affan MARS mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi program persalinan gratis ini. “Sebenarnya sosialisasi yang paling efektif dilakukan di Posyandu dan puskesmas. Karena masyarakat yang datang ke posyandu dan puskesmas ini merupakan masyarakat dengan kelas menengah ke bawah. Dan juga masyarakat dari daerah. Jadi bisa mempercepat proses sosialisasi ini,” terangnya. Selain itu, pihaknya akan mempercepat proses pendataan RS Swasta dan Bidan praktik swasta yang ikut dalam program persalinan gratis ini sehingga nantinya masyarakat tidak kebingungan. “ Belum bisa kami umumkan karena ada beberapa bidan praktek swasta dan RS swasta yang belum mengembalikan formulir dan kesepakatan mendukung program jampersal ini,” kata Affan. Ia juga telah memberikan batasan waktu hingga Mei ini dalam pengemba-lian berkas formulir serta surat kesepakatan keikutsertaan. “Setelah semuanya lengkap baru akan kita umumkan,” ujarnya. Pemeriksaan maupun persalinan gratis yang biayanya ditanggung Pemerintah ini memang tidak hanya dilakukan di Puskesmas maupun rumah sakit. Tapi, juga bisa di tempat praktik bidan ataupun rumah sakit swasta. “Asalkan, keduanya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam program jampersal,” pungkasnya. >> Juntak

Edisi 240 Tahun XI Tahun 6 - 13 Juni 2011

Sos-Ek-Bis
Surabaya,(MR) Kecenderungan turunnya harga di saat panen raya yang sudah lazim dialami dalam dunia agribisnis, kini melanda petani tebu dan kalangan pabrik gula (PG). Meski produksi gula tahun ini diperkirakan akan membaik akibat agroklimat yang lebih mendukung setidaknya dibanding tahun lalu, tapi harga lelang gula di tingkat petani kini jauh lebih rendah ketimbang tahun lalu. Alhasil, keuntungan petani tebu akan semakin tipis. Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN XI) Adig Suwandi mengungkapkan, hasil tender gula di PG Rejoagung Baru (PT PG Rajawali I) Madiun milik PTPN XI pada (16/5) melakukan tender gula sebanyak 533 ton. Harga tender gulanya hanya mencapai Rp 8.140 per kg. Harga ini jauh lebih rendah ketimbang harga tender gula tahun 2010 lalu yang sempat mencapai level psikologis Rp 9.245 per kg. Artinya, harga tender gula saat ini melorot 11,95% ketimbang harga tender gula tahun lalu. Harga gula yang rendah ini membuat petani tidak termotivasi untuk melaksanakan praktek budidaya tebu terbaik (best agricultural practices) melalui jalur intensifikasi tanaman dan melakukan ekspansi areal. Alasannya, petani tebu tertekan oleh naiknya biaya produksi, khususnya yang berasal dari komponen sewa lahan dan tebang-angkut. Adig menambahkan, kecenderungan penurunan harga lelang gula di tingkat petani ini karena adanya gula hasil giling tahun 2011 yang sudah dilepas ke pasar. Padahal, saat ini kondisi pasar masih jenuh lantaran belum semua gula hasil giling tahun 2010 terserap di pasaran. Jenuhnya pasar diperparah adanya rembesan gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan untuk bahan baku industri makanan dan minuman. Alhasil, gula rafinasi yang diperlakukan sebagai gula konsumsi ini menjadi kompetitor terhadap gula lokal. Tren penurunan harga lelang gula ini juga dipicu oleh penurunan harga gula dunia yang selama ini menjadi referensi perdagangan. Sebagai komparasi, 17/5/2011, harga gula dunia untuk pengapalan Agustus di Bursa Berjangka London diperdagangkan pada level US$ 612,60 per ton meski kemudian 18/5/2011 naik ke posisi USD 633,10. Sebelumnya, harga gula dunia masih berkisar di atas US$ 700 per ton. Ditemui saat berada di Kantor Pusat PTPN XI, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil mengatakan, menu-

5
rut hitungan tim independen Dewan Gula Indonesia (DGI), biaya pokok produksi (BPP) gula tahun ini sebesar Rp 6.891 per kg. Nah, tahun ini pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.11/MDAG/PER/5/2011 menetapkan harga patokan petani (HPP) gula sebesar Rp 7.000 per kg, naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 6.350 per kg. Peraturan ini berlaku sejak 4 Mei 2011. Untuk membendung penurunan harga tender gula di tingkat petani, harus ada pengaturan pasokan gula di pasaran. Salah satunya adalah dengan cara menahan suplai gula yang diproduksi oleh PTPN yang disalurkan melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Sebaiknya, gula PTPN ditahan dulu agar pasokan gula di pasaran tidak berlebih. Penurunan harga gula internasional dan harga lelang gula lokal rupanya juga berimbas pada penurunan harga gula pasir di pasaran. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga gula pasir nasional kini ada di kisaran Rp 10.688 per kg. Padahal, pada April lalu harga rata-rata gula pasir nasional masih sekitar Rp 10.832 per kg. >> DEA

Klinik Koperasi dan UMKM Jatim Dapat Bantu Para Pelaku UKM

Pasokan Berlimpah, Harga Anjlok

Surabaya,(MR) UKM yang telah memberikan kontribusi cukup besar bagi perekonomian Jatim ini mampu berkembang sehingga dapat mengentaskan pengangguran serta memberdayakan masyarakat. Jumlah sektor UKM di Jawa Timur mencapai empat juta lebih. Sektor yang dikenal tahan krisis ini, juga mampu memberikan kontribusi cukup besar pada Product Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur, yakni sekitar 53 persen karena UKM itu Tangguh. Kontribusi UMKM yang cukup besar ini dijadikan dasar pemerintah dalam mendukung dan mengembangkan sektor ini. “Persoalan UMKM memang sangat kompleks. Selain keterbatasan permodalan, kwalitas barang, SDM nya, desain produknya, dan rendahnya keinginan bekerjasama, juga diperparah oleh minimnya akses pasar dan daya tawar rendah. Sehingga seringkali mereka tidak bisa menembus pasar,” kata Moh. Zainal Arief, Kasi Pengembangan dan Informasi Bisnis Dinas Koperasi dan UMKM Jatim. “Sering kami tanya pada pelaku UKM, mengapa usahanya vakum atau tidak berjalan ? dan jawab mereka yang pasti kebanyakan masalah tidak ada modal, tidak ada bahan baku, setelah kita bantu dalam pemodalan melalui lembaga pembiayaan ternyata mereka tidak mumpuni dalam menjalankan usahanya atau mengolah modal tersebut, ada juga kegagalan UKM ini terjadi karena kekurangan bahan baku,” lanjut Zainal Arief. “Oleh karena fokus kami adalah UKM, maka dibentuklah suatu lembaga yang dapat membantu mengembangkan kemajuan UKM agar berjalan terus maka sejak tahun 2008 telah dibentuk KLINIK Koperasi dan UMKM, adapun klinik ini terdapat empat layanan yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha ataupun UKM dalam klinik ini, seperti layanan konsultasi, informasi bisnis, advokasi bisnis maupun pelatihan singkat. Sehingga pelaku UKM dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, akses modal, perkuatan kerjasama, peningkatan akses informasi pasar, dan peningkatan motivasi,” imbuhnya. >> HS

CV Dua Putri dan BPP Sukra Sosialisasikan MT Gadu 2011
Indramayu,(MR) CV.Dua Putri dan Jajaran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menyelenggarakan sosialisasikan Musim Tanam (MT) Gadu 2011, kepada para pengurus dan anggota Kelompok Tani di Aula Kantor BPP Sukra, Senin siang (23/5) silam. Dedi Setiadi, S.PKP. Koordinator Kantor BPP Sukra, dalam pengarahannya mengatakan, para warga tani supaya menerapkan Panca Usaha Tani dalam mengolah areal lahan pertaniannya, sehingga bisa memperoleh hasil panen produksi padi yang sesuai harapan kita. “ Untuk MT Gadu tahun ini masyarakat tani harus sudah mulai tanam padi sekitar 8 Juni, hal itu guna menghindari serangan hama dan penyakit,” katanya. Darta Sukarta, dari CV Dua Putri selaku Distributor Sarana Produksi Pertanian (Saprotan), kepada para warga petani pihaknya menjelaskan pemberian Pupuk Pembenah Tanah (Beta)-36, bagi tanaman Padi/Sayuran Urea 50 Kg-100 Kg/ ha, Beta-36 100 Kg-300 Kg/ha dan Zeolica 100 Kg-300 Kg/ ha. Menurutnya, Beta-36 memperbaiki agregat tanah/ pembenah tanah, menetralisir pH tanah yang sudah asam kembali ke netral, mengurai unsure hara yang ada didalam tanah yang masih terikat, sehingga unsure hara bebas dan siap diserap oleh akar tanaman, mencegah dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Tanaman padi/sayuran yang memakai Beta-36 mampu bertahan mengimbangi pada saat kondisi ekstrim, dimana fluktuasi suhu sangat drastis. Beta-36 dapat memperkokoh batang tanaman lebih tegak dan kuat sehingga tanaman tahan rebah, terang Darta Sukarta, Distributor CV Dua Putri yang beralamat di Blok Panggan Desa Limpas kecamatan Patrol Indramayu. >> Abdullah/Mukromin

Kota Tasik Bentuk Yayasan Thalassemia
penderita thalassemia dan hemofilia di Tasikmalaya, dr.Asep Hidayat Surdjo, SpA, M.Kes selaku Ketua Panitia Penyelenggara bersama Goes Tasikmalaya (Komunitas Sepeda) di bawah naungan Komite Sepeda Indonesia (KSI) Tasikmalaya menyelenggarakan acara Pentas Seni Karya Anak Bangsa yang dirangkaikan dengan Pembentukan Yayasan Thalassemia Indonesia Cabang Tasikmalaya bertempat di Pendopo Kota Tasikmalaya, Jum’at pekan lalu. Tampak hadir Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wakil Walikota Tasikmalaya Ir. H. Dede Sudrajat, M.Pd, Asisten Pemerintahan Setda Kab. Tasikmalaya, unsur Muspida, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Kota Tasikmalaya, Ketua DWP Kota Tasikmalaya dan orang tua anak penderita thalassemia dan hemofilia. Setetes Darah Namun Bermakna Bagi Mereka Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang mempengaruhi derajat kesehatan itu ada empat, yaitu faktor genetik, faktor pelayan kesehatan, faktor perilaku kita sendiri dan faktor lingkungan. Penderita thalassemia itu menurut ilmu kedokteran hanya bisa bertahan sampai dengan usia 18 tahun. Akan tetapi kita harus terus berupaya, berusaha bagaimana caranya agar mereka dapat hidup lebih lama dan mengurangi penderitaan mereka. Oleh karena itu, salah satunya kita harus berupaya menyediakan darah. Tentu saja darah dari orang yang sehat dan sampai saat ini ternyata stok darah untuk wilayah Tasikmalaya masih kurang. Selain itu juga dibutuhkan upaya-upaya yang lain. Maka karena itu saya bersama panitia mengundang, menghimbau kepada para agnia untuk turut membantu dan peduli terhadap mereka. Di akhir sambutannya menyampaikan rasa simpati dan empati yang sedalam - dalamnya kepada para orang tua penderita thalassemia hemofilia. “Mudah-mudahan terus bersabar dan kita harus tetap bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT”, ujar Syarif. >> H. Ade Dimyati

PTPN XI Bagi Hasil dengan Petani
Surabaya,(MR) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI berusaha memotivasi petani untuk terus bertanam tebu dengan memberikan bagi hasil gula dan tetes tebu. Dengan cara ini diharapkan para petani tebu tetap menanam tebu meski harga gula makin menurun. Menurut Sekretaris Perusahaan PTPN XI Adig Suwandi, tetes tebu yang merupakan hasil ikutan proses pembuatan gula diberikan kepada petani sebanyak 3 kg untuk setiap kuintal yang dihasilkan. “Tahun lalu, tetes tebu ini juga kami bagikan, tapi jumlahnya tidak sebanyak seperti untuk tahun ini,” katanya di Surabaya, Rabu baru-baru ini. Pihaknya juga memberikan uang muka Rp 500 per kilogram tebu. Uang muka untuk tetes tebu petani ini wajib dikembalikan kekurangannya bila harga riil yang terbentuk ternyata lebih rendah dari Rp 500. Sedangkan mekanisme penjualan tetes dilakukan melalui tender yang dikoordinasikan PT Kharisma Pemasaran Bersama secara bergantian di tiga kota, yakni Jakarta, Semarang, dan Surabaya.>> DEA

Tasikmalaya,(MR) Kelainan darah karena keturunan (Thalassemia) adalah sekelompok gejala penyakit keturunan yang diakibatkan karena kegagalan pembentukan salah satu dari empat rantai asam amino yang membentuki hemoglobin sebagai bahan utama darah, sedangkan Haemophilia (hemofilia) adalah bukan satu penyakit namun salah satu dari kelompok penyakit-penyakit pendarahan yang diwariskan, yang menyebabkan pendarahan yang abnormal atau berlebihan. Di Tasikmalaya sendiri sudah tercatat 119 orang yang menderita thalassemia hemofilia. Maka dalam rangka kepedulian sosial terhadap para

Perhutani Jatim Siap Panen Jarak 2.000 Hektar
Surabaya,(MR) Perum Perhutani Unit II Jatim kini telah siap memanen tanaman jarak sekitar 2.000 hektar yang dibudidayakan sejak awal 2006 di sejumlah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) seperti KPH Padangan, Tuban, Mojokerto dan Pasuruan. Humas Perum Perhutani Unit II Jatim, Murgunadi, di Surabaya, Minggu, mengatakan, tanaman jarak yang dikembangkan di kawasan hutan Perhutani, ditanam sebagai tanaman tepi dan tanaman pagar, dengan kerapatan 320 pohon per hektar. Dengan demikian, Perum Perhutani Jatim pada 2006 membudidayakan sekitar 600.000 tanaman jarak. Produksi tanaman jarak pada tahun pertama diperkirakan menghasilkan sekitar satu kilogram biji jarak kering per pohon dan pada tahun kedua dan seterusnya sekitar dua kilogram per pohon. Dengan perkiraan itu, maka pada 2006 akan diperoleh biji jarak kering sekitar 300 ton dari panen jarak di KPH Padangan, Tuban, Mojokerto dan Pasuruan. Murgunadi menjelaskan, pengembangan tanaman jarak di Perum perhutani Unit II Jatim merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2006 tentang penyediaan bahan-bahan nabati sebagai bahan bakar alternatif. Sejalan dengan program pemerintah tersebut, Perum Perhutani Unit II Jatim sebelumnya telah merintis pengembangan tanaman jarak sebagai sumber bahan bakar alternatif. Perum Pehutani Unit II Jatim sejak 2005 telah mengembangkan benih jarak seluas 235 hektar di KPH Bojonegoro, Padangan, Parengan dan Tuban. Selanjutnya, pada 2006 mulai dibudidayakan tanaman jarak untuk produksi biji sekitar 2.000 hektar. Luasan itu terus ditambah, tahun 2007 direncanakan 825 hektar. Pada 2008 direncanakan 866 hektar, tahun berikutnya 897 hektar, dan 2010 ditambah 779 hektar, sehingga seluruhnya akan mencapai tidak kurang dari 5.000 hektar. Murgunadi menambahkan, untuk penanaman jarak pagar itu Perum Perhutani bekerjasama dengan PT RNI. Kesepakatan kerjasama antara dua perusahaan tersebut telah ditandatangani pada Pebruari 2006 dan disaksikan Menneg BUMN. Bentuk kerjasama Perum Perhutani dengan PT RNI diantaranya meliputi pengadaan benih dan pengolahan serta pemasaran hasil produksi. Pengembangan tanaman jarak itu juga melibatkan langsung masyarakat sekitar hutan sebagai bagian dari program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Masyarakat akan dapat memperoleh manfaat secara langsung dan berimbang sepanjang tahun, dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. >> ADI

Tanaman Padi yang menggunakan Pupuk Beta-36

PIK-KRR Anjatan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Indramayu,(MR) Suntara, Wakil Ketua Forum Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengungkapkan bahwa Program Kerja PIK-KRR berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada, baik dibidang kesehatan maupun ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Para pengurus dan anggota PIK-KRR Anjatan, diantaranya membuka unit usaha pengelolaan sampah terpadu dan peternakan Kambing, yang menyerap tenaga kerja warga desa setempat, sehingga eksistensi PIK-KRR sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menunjang social ekonominya, tutur Suntara di Kopyah belum lama ini. Ketika hal tersebut hendak dikonfirmasikan, Ketua Forum PIK-KRR Anjatan, Asep, yang bersangkutan sedang tidak ada dirumahnya di Desa Bugistua Kecamatan Anjatan. “ Mas Asep lagi kerja di sawah mungkin pulangnya sekitar jam 4 sore, “ kata seorang Ibu muda yang sudah 2 kali menerima kedatangan wartawan MR Jakarta. >> Abdullah/Mukromin

Prioritas Utama, Mengentaskan Kemiskinan
Jombang,(MR) Pengentasan kemiskinan, satu dari puluhan masalah yang segera diselesaikan pemerintah. Dalam “scoupe” yang lebih kecil, pemerintah daerah juga memperkecil angka keluarga miskin yang saat ini mencapai 74.340 keluarga di Jombang. Pengentasan kemiskinan dijanjikan jadi prioritas utama. Begitu yang dikatakan M.Munif Kusnan, Sekdakab Jombang sekaligus Wakil Ketua Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan Daerah. Hal itu diungkapkan Munif, ketika membuka orientasi UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) di ruang Bung Tomo, Rabu siang pekan lalu. Dari jumlah total keluarga miskin tersebut, sekitar 11 ribu keluarga masuk kategori sangat miskin. “Jumlah ini yang harus ditekan dengan beberapa program seperti UPPKS,” tegas Munif kepada kader dan penyuluh KB yang hadir. Beberapa program pengentasan kemiskinan yang secara jangka panjang dapat mengurangi keluarga miskin di daerah telah digulirkan oleh pemerintah. Misal, PNPM Mandiri Perkotaan dan Pedesaan, Gerdu Taskin, PPIP dan terakhir dana pemberdayaan masyarakat eks penambang pasir yang mencapai 1 Milyar. “Itu secara tidak langsung mengurai angka kemiskinan, meskipun dalam waktu yang tidak singkat,” tutur Munif. Keprihatinan mantan Kepala BKD Jombang ini memuncak saat mengetahui dana anggaran untuk menutup biaya pengobatan masyarakat miskin melalui SPM (surat pernyataan miskin) terbilang besar. “Ini jadi fokus pemerintah saat ini, serta mengurangi perilaku konsumtif masyarakat,” pungkas Munif menutup sambutannya. Dalam pertemuan kader dan penyuluh KB tersebut, turut hadir perwakilan dari BPR Jatim yang siap memfasilitasi modal UPPKS di kota santri. >> Team

6
UNSIL Gelar Nasional Accounting Seminar 2011

Pendidikan
Jakarta,(MR) Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiknas Prof Dr Djoko Santoso menyatakan perguruan tinggi negeri diperkenankan untuk menyelenggarakan seleksi jalur mandiri setelah hasil ujian tertulis SNMPTN diumumkan, yakni pada 30 Juni 2011. "Silakan saja bagi PTN yang memang masih memiliki daya tampung kursi untuk masingmasing jurusan bisa menyelenggarakan secara mandiri, namun kami ingin mengingatkan kuotanya tidak boleh melebihi 40 persen," kata Djoko pada penjelasan pers di Jakarta, Minggu. Ia mengatakan, kebijakan penyelenggaraan seleksi mandiri PTN memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni bila sebelumnya PTN mengadakan seleksi mandiri terlebih, setelah itu dilaksanakan SNMPTN, maka pada tahun 2011 prioritas untuk jalur undangan dan ujian tertulis SNMPTN. "Setelah proses SNMPTN selesai, PTN bisa mengadakan seleksi tetap dengan sejumlah catatan, yakni jalur mandiri bukan untuk meraup dana dari penetapan biaya masuk yang tinggi, masih ada peluang bagi peserta yang tidak lolos seleksi SNMPTN untuk masuk pada PTN yang diminati. Selain itu, untuk mengakomodasikan ijazah sekolah menengah atas yang berasal dari sekolah di luar negeri," katanya. Meski tidak dapat menyebutkan secara rinci jumlah PTN yang akan menyelenggarakan seleksi jalur mandiri, namun Djoko mengatakan mayoritas PTN kemungkinan masih memiliki kursi kosong, seperti ITB dengan nama "ITB untuk Semua" dan ITB Kemitraan Nusantara". Demikian juga, PTN lainnya, seperti Universitas Indonesia, IPB, UNJ dan lain sebagainya diperbolehkan menyelenggarakan seleksi jalur mandiri yang pelaksanaannya diserahkan ke masing-masing pengelola PTN. Sementara itu, Ketua SNMPTN yang juga rektor IPB, Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto mengingatkan agar peserta dan masyarakat tidak terpancing iming-iming oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjanjikan jaminan masuk ke PTN yang diminati dengan imbalan uang dalam jumlah tertentu. "Kami menerima laporan adanya layanan pesan singkat atau Short Message Service (SMS) yang berisi tawaran meloloskan peserta dalam ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). kami ingatkan agar masyarakat tidak mempercayai hal itu," katanya. Demikian juga, beredar SMS

Tahun Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

Seleksi Jalur Mandiri PTN Setelah Pengumuman SNMPTN
dan pesan lainnya yang menyatakan seolah-olah dapat membantu meloloskan peserta. Tolong disampaikan bahwa yang seperti itu tak mungkin bisa tembus," tambahnya. Herry mengatakan peluang lolos dalam seleksi ujian tertulis selalu ada bila peserta mengikuti prosedur resmi yang sudah ditetapkan oleh panitia SNMPTN sehingga tidak perlu terpengaruhi isu oknum-oknum saja. >> Nokipa

Kota Tasikmalaya,(MR) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra Setiadi menghadiri kegiatan Nasional Accounting Seminar sebagai keynote speaker yang bertempat di Gedung Mandala Universitas Siliwangi. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi) Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi. Materi yang disampaikan meliputi : (1) Pengelolaan Keuangan Daerah, (2) Standar Akutansi keuangan dipresentasikan oleh: Edi Jaenudin, (3) Pengaruh Penetapan PP. No. 71 Tahun 2010 terhadap Pelaksanaan Pengawasan Intern Pemerintah Daerah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara/Daerah, penyampaian laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan merupakan hal yang wajib dipenuhi oleh setiap entitas baik Pemerintah Pusat, Kementrian Negara/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan satuan kerja di tingkat Pemerintah Pusat/Daerah wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. “Seiring dengan dilaksanakannya reformasi di bidang keuangan, masyarakat semakin menuntut adanya pengelolaan keuangan Daerah secara transparan sehingga tercipta akuntabilitas publik (Public Accountability) yang dalam pengelolaan belanjanya harus berlandaskan anggaran kinerja (perpformance Budget) yaitu belanja daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja”, disampaikan Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya, yang di bacakan oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya. >>Dwiyanti

Komite Sekolah Bangun SD Negeri Cilandak 01
Indramayu, (MR) Sekelompok orang sibuk bekerja membangun pagar lingkungan dan pintu gerbang SD Negeri Cilandak 01 Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, sehingga nantinya diprakirakan situasi dan kondisi areal lingkungan sekolah tersebut tampak rapih, indah dan nyaman. Bandi, Kepala SD Negeri Cilandak 01 menjelaskan, kegiatan pembangunan Inprastruktur sekolah tersebut dananya bersumber dari urunan para orang tua/wali murid yang telah di musyawarahkan dengan pihak Komite Sekolah. Jadi pembangunan di sekolah ini sepenuhnya dilaksanakan pihak Komite Sekolah sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), ungkapnya. Dihubungi secara terpisah, TB. M. Jauhari, tokoh masyarakat Kecamatan Anjatan, menilai kegiatan pembangunan di SD Negeri Cilandak 01 tersebut sangat baik bagi pendukung suksesnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),. Lingkungan sekolah yang kondusif, sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dapat mempercepat proses keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 9 tahun, tuturnya. >> Mukromin

Gedung Pendidikan Butuh Rehab
Palembang,(MR) Dunia pendidikan saat ini benar-benar menjadi prioritas Pemerintah supaya ke depan tidak ada lagi anak didik yang putus sekolah sehingga Pemerintah selalu menganggarkan dana untuk pembangunan baik untuk rehap maupun untuk pembangunan yang baru, buka lahan. Seperti di Kota Palembang, beberapa tahun ini selalu membangun dan melakukan perehaban untuk gedung pendidikan yang sudah lapuk, namun sayangnya di tengah kesibukan pemerintah membangun masih ada gedung pendidikan yang sudah lapuk karena sudah lama berdirinya, namun sampai saat ini belum direhab,. Contohnya gedung pendidikan SDN.113 yang terletak di pinggiran kota pempek ini, kondisinya sudah sangat lapuk karena masih berdindingkan pagar dan beratap seng yang sudah penuh dengan karat, padahal gedung ini menampung sebanyak 600 siswa. Selain

Porseni Madrasah Aliyah Se Jatim, Digelar
Surabaya,(MR) Upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kemampuan siswa bidang olahraga maupun seni, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim akan menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madarasah Aliyah (MA) se Jatim. Kepala Bidang Mapenda, Drs H Mustain MAg mengatakan, pelaksanaan porseni rencananya akan dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan Kota Malang tanggal 27-30 Juni 2011. Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk menggali potensi peserta didik sekaligus menggiring kembali jati diri murid-murid Madrasah sebagai generasi bangsa dalam menemukan jati dirinya yang memiliki kompetensi luar biasa. Untuk itu perlu difasilitasi dan didukung pengembangannya. Dia mengatakan, kegiatan ini akan dibagi menjadi dua perlombaan, yakni perlombaan bidang olahraga dan seni. Bidang olahraga, akan dipertandingkan lima perlombaan, yaitu atletik, futsal, tenis meja, bulu tangkis,voli dan catur. Sedangkan bidang seni yang akan dipertandingkan meliputi, lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), Tahtimul Quran, Qosidah, pidato bahasa arab, bahasa inggris, lomba kaligrafi, dan lomba cipta puisi. Dalam porseni ini, kata Mustain, Jatim mentargetkan dapat mencetak juara yang mampu meraih kembali juara tingkat nasional. Target ini dirasa tidak berlebihanan mengingat jumlah madarasah di Jatim terbanyak tingkat nasional. “Kita mentergetkan dapat mempertahankan gelar juara tingkat nasional,”ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan, untuk merealisasikan target tersebut, proses penjurian dalam porseni ini akan dilakukan secara fair tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. “Supaya penilaiannya lebih netral, dewan juri kita kerjasama dengan pihak luar, tanpa melibatkan guru MA di jatim,”katanya. Untuk dewan juri, tambah Mustain, bidang olahraga akan bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional (KONI) Jatim sedangkan bidang seni akan bekerjasama dengan dosen pergurian tinggi dan praktisi. Selain menggelar porseni tingkat MA, dalam waktu yang bersamaan juga akan digelar olimpeade dan porseni tingkat madarasah stanawiyah (MTS). Rencananya porseni tingkat MTS akan dilaksanakan di Stadion Kabupaten Jember. >> Yit

gedung ini sudah ada yang lapuk juga masih minim ruang kelas karena untuk menampung 600 siswa dan 17 kelas gedung ini hanya mampunyai sebanyak sembilan lokal. Kepala Sekolah Rusmawati, S.Pd.I, Selasa (24/05) lalu ketika akan dijumpai, sedang tidak berada di tempat. informasi dari salah satu tenaga pengajar yang tak mau di tuliskan namanya mengatakan “Gedung ini memang lah lamo nian, sejak dibangun dulu, sampe mak ini ahi belum jugo direhab, jadi wajar kalu lah lapuk.”

hal yang sama juga terjadi seperti di SDN. 116 gedung ini selalu kurang lokal, juga belum mempunyai pagar. Menurut keterangan dari salah satu guru yang tak mau disebutkan namanya, “Sekolah ini sudah tigo kali beganti kepala sekolah, setiap kepala sekolah selalu membuat usulan kekurangan lokal, jugo masalah belum adanya pagar, tapi sampai ahi ini belum ado tindakan, mungkin saat ini pemerintah masih kekurangan dana, jadi belum pajak nak bangun SDN kito ini,” ucap narasumber. >> Edi

Bangunan SDN 1 Sukaraja Tidak Layak Pakai

SMK LPS 2 Ciamis Bentuk Misi/Visi
Ciamis,(MR) Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan industri serta semakin pesatnya era globalisasi di segala bidang, hal ini menuntut kita untuk lebih kreatif dan selektif terhadap setiap perubahan dan pengaruhnya terhadap sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja dan handal guna memenuhi pasar kerja yang kian menggeliat di kabupaten ciamis. Di SMK LPS 2 Kabupaten Ciamis dengan program studi keahlian teknik mekanik otomotif siap memberikan yang terbaik, kepala SMK LPS 2 Drs. Dadang Suheda kepada MR menjelaskan, bahwa sekolah ini sedang fokus ingin mewujudkan visi sekolah, yakni membentuk sumber daya manusia yang religius, handal, unggul, dan professional dalam menyongsong era globalisasi. Sedangkan misinya, menyiapkan peserta didik melalui

Tampak bangunan SDN 1 Sukaraja yang Rusak Parah

upaya peningkatan managemen sekolah tenaga pendidik dan pendidikan, mengembangkan fasilitas, kesisiswaan, lingkungan sekolah, proses belajar mengajar, hubungan kerja, sarana dan unit produksi dengan memperhatikan ketercapaian tujuan. Drs. Dadang menambahkan, sarana dan prasarana dilengkapi fasilitas bengkel kerja, laboratorium mesin, otomotif dan komputer tenaga ahli bidang mesin

dan perbengkelan serta guruguru yang sudah berpengalaman, serta professional, mushala dan pendukung KNM lainnya, SMK LPS 2 juga bekerjasama dengan perusahaan dalam rangka praktek kerja industri (PRAKERIN) diantaranya PT. Sanggar Mas Jaya Bandung, CV.Toyota Zsinar mas, PT.Nugraha Sumber Berlian, Praktis Jaya Komputer, Rizki Jaya teknik paparnya. >> HR

Ciamis,(MR) Untuk menciptakan suasana belajar mengajar ( KBM ) yang nyaman bagi para siswa maupun para guru tentunya harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai bertujuan agar hasil dari kegiatan tersebut dapat mencapai hasil yang maksimal dan berkualitas, yang tentunya merupakan harapan semua para orang tua siswa dan para gurunya. Seperti halnya di SD Negri 1 Sukaraja ada 4 ruang kelas yang sudah tidak layak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisinya sudah sangat parah sekali. Kepala sekolah SD negeri 1 Sukaraja Sinangkasih Kabupaten Ciamis saat ditemui wartawan koran ini di ruang kerjanya prihal kondisi infrastruktur sekolah yang sudah tidak layak pakai, membenarkan ruang kelas di sekolah tersebut sudah tidak layak guna, kerusakanya sudah sangat parah sekali dan saya khawatir bagi para siswa maupun para guru yang sedang berada di ruang tersebut sewaktu-waktu bangunan tersebut runtuh, keluhnya Lebih lanjut Eva Patonah mengatakan “ Benar dulu sekolahnya pernah mendapatkan bantuan dari Roll Sharing tahun anggaran 2005 yang seharusnya 2 Lokal dijadikan 4 lokal, sekarang dengan jumlah siswa semakin bertambah, sebanyak 187 siswa sangat mengharapkan rehab ruang kelas yang sudah tidak layak pakai tersebut,” Diakhir perbincangannya dengan MR, kepala sekolah megharapakan kepada pemerintah kabupaten Ciamis melalui dinas pendidikan agar secepatnya merealisasikan perbaikan atau bantuan ruang kelas tersebut agar kegiatan para siswa dapat berjalan dengan lancer, aman dan mendapat hasil kegiatan belajar mengajar yang lebih baik,. ungkapnya. >>HR

Edisi 240 Tahun XI Tahun 6 - 13 Juni 2011

Pendidikan
Standarisasi kualitas penyelenggara pendidikan ini sangat penting mengukur kualitas penyelenggaraan pendidikan agar makin baik. Surabaya,(MR) Pembukaan Sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integrsi yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo, Sabtu (28/5)lalu dalam sambutanya mengatakan, “Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di Jawa Timur harus menjadi yang terbaik di Indonesia. Dengan cara ini generasi penerus Jatim diharapkan semakin berkualitas dalam meneruskan pembangunan. PAUD kita sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat karena dianggap terbaik dalam mengelolahannya, tapi jangan bangga, karena itu bisa disebabkan kualitas kita yang memang baik atau daerah lain yang belum mampu, karena itu kualitas harus terus kita tingkatkan, “kata Pakde Karwo. Menurutnya, kemampuan berfikir sangat ditentukan pola pendidikan anak di usia dini. Jika polanya salah, maka keinginan pemerintah menciptakan generasi muda cerdas, kuat, dan sehat sulit tercapai. “Selain pola pendidikan, pola makan yang baik juga menentukan kualitas perfikir anak, hasil temuan menyebutkan 40,7% kasus gizi buruk karena asupan gizi yang tidak memenuhi standar, itu jangan sampai terjadi lagi,” katanya. Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat sekitar 13.695 lembaga PAUD. Dimana rinciannya, taman penitipan anak (TPA) sebanyak 234 lembaga, kelompok bermain sebanyak 9.698 unit dan POS PAUD yang mencapai 3.763 lembaga. Sementara jumlah pendidiknya mencapai 47.805 orang. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr Harun MSi MM mengatakan, standarisasi kualitas penyelenggara pendidikan ini sangat penting mengukur kualitas penyelenggaraan pendidikan agar makin baik. Ini karena sebagian besar penyelenggaraan PAUD adalah pihak swasta. Kalau tidak ada standarisasi kualitas, maka yayasan akan mengelola dengan semaunya sendiri sehingga merugikan masyarakat.

7
Salanjutnya, Dinas Pendidikan Jatim melakukan fasilitasi saja. Karena selebihnya, kabupaten/kota memiliki wewenang lebih besar. Termasuk dalam hal pemberian perizinan pendirian PAUD. “Untuk pengawasan dan izin operasional akan ada di tangan kabupaten/kota,” jelasnya. Saat ini menurutnya, dari sekitar 4.022.338 anak usia 0-6 tahun, sebanyak 2.744.132 anak yang ada di Jawa Timur belum bisa mendapat layanan PAUD. “Untuk itu, Pemprov dan kabupaten/kota berupaya memperluas layanan PAUD untuk masyarakat,” tandasnya. Lebih lanjut dikatakannya, sudah saatnya pemerintah, kalangan swasta dan masyarakat bersama-sama dalam memajukan lembaga PAUD yang ada di kabupaten/ kota. dengan memajukan lembaga PAUD maka pendidikan di Jatim akan semakin baik. “Kita semua tahu PAUD adalah pendidikan dasar bagi anak, apabila dalam pendidikan dasar anak sudah terbentuk baik maka ke depannya akan mudah diarahkan,” katanya. >>HS

SMPN IV Karawang Barat

Kekurangan Ruang Belajar dan Guru PNS

PAUD Jatim Harus Jadi yang Terbaik di Indonesia

Kepala SMPN IV Karawang Barat, Asnam, S.Pd

Karawang,(MR) SMPN IV Karawang Barat, yang lokasi ada di pinggir jalan Kota Karawang, tetapi untuk prestasi jangan diragukan dan kegiatan apapun bagus. hanya saja di SMPN IV, masih kekurangan Ruang belajar dan pengajar, karena di sekolah ini hanya 31 rumbel untuk tempat belajar 1436 siswa/i dengan 16 orang guru PNS, sisanya libihnya guru honor yang di biayai murni dengan Dana BOS. Kepala sekolah SMPN IV Karawang Barat, Asnam S.Pd saat di temui koran ini di ruang kerjanya mengatakan, untuk guru pengajar di sekolahnya masih kurang, khusus guru PNS “Bahwa SMPN IV ini memang sangat kekurangan Guru, karena Guru PNS Cuma 16 Orang dikurangi 1 Kepsek, 2 Guru BP, otomatis hanya 19 orang Guru PNS yang aktif di SMPN IV karena lainnya Honor,” ungkapnya. Asnam juga menambahkana, “ Untuk Guru BP sendiri, selain membina anak-anak yang bermasalah maupun yang tidak ada masalah karena Guru BP sebagai pembinaan dan Bimbingan Karir, maka dari itu kami belum bisa berbicara Kwalitas Pendidikan, ketika Guru-Guru (PNS) SMPN IV sangat berkurang pengajarnya,”. Kalau kita melihat Guru-Guru Honor, itu kadang kala waktu habis di jalan dikarenakan mereka Honor bukan di satu sekolah saja dan banyak kegiatan. jelasnya. “ Maka dari itu harapan kami agar segera Pemerintah mengambil suatu tindakan untuk pemerataan Guru PNS supaya Pendidikan kedepan akan lebih maju dan berprestasi,’ harap Asnam. Asnam juga mencontohkan, “SMPN 2 Karawang, wajar kwalitas pendidikannya bagus karena guru PNS ada 47 orang, wajar maju,” Ditambahkan Asnam, “di SMP IV ini, satu ruang belajar di isi 48 orang yang seharusnya 36 Siswa/i, coba bayangkan bagaimana nyaman ketika satu ruang belajar di isi 48 orang, yang jelas karena ini peraturan sesuai Wajar Diknas 9 Tahun, apa mau dikata, Tetap kami solid dan patuh,” ditututkannya. >> Komarudin

Menjadi “Manusia” Karena Pendidikan
Kota Tasikmalaya,(MR) Manusia menjadi “Manusia” karena Pendidikannya, begitulah ungkapan Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si saat membuka Pekan Kreativitas Tahunan SD Islam Al-Azhar 33 Tasikmalaya di Aula Komplek Pendidikan Al-Azhar 33 Tasikmalaya Jalan Tamansari Kota Tasikmalaya, baru baru ini. Walikota Tasikmalaya menjelaskan bahwa Pendidikan yang terbaik adalah yang dimulai dari lingkungan keluarga. “Di bangku pendidikan para guru atau pendidik tidak sekedar mentransfer pengetahuan saja melainkan mentransfer nilai-nilai yang baik dan sesuai dengan norma serta aturan agama maupun negara kepada peserta didik,” katanya. “Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena pendidikan adalah kewajiban kita semua yang tidak ada sunahnya,” tambahnya. Walikota Tasikmalaya membuka secara resmi acara tersebut dengan memukul Gong dengan didampingi oleh Ketua Yayasan Islam Al-Azhar, Camat Tamansari Rahman, S.Sos., Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 33 Tasikmalaya dihadapan para peserta dan tamu undangan yang hadir di lokasi tersebut. Sementara Kepala Sekolah SD Islam Al-Azhar 33 Tasikmalaya Sri Hardiyani, S.Pd.I memaparkan bahwa Kegiatan yang mengambil tema “Berkarya Melalui Silaturahmi Antar Peserta Didik,” diisi dengan beberapa kegiatan untuk mengembangkan Kreativitas anak seperti lomba menggambar dan Mewarnai bagi anak Taman Kanak kanak (TK) yang diikuti hampir 250 peserta se-Kota Tasikmalaya serta lomba kreativitas anak tingkat Sekolah Dasar (SD) yang diikuti 10 SD Islam se-Kota Tasikmalaya. >> Iin Kartiwan

Dampak Rokok Terhadap Lingkungan Sekolah
Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat M.Si menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara sosialisasi dampak merokok terhadap lingkungan kepada siswa sekolah. Acara tersebut dihadiri pula oleh Wakil Walikota Tasikmalaya, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Muspida Tasikmalaya, Kabid Penataan Hukum, Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, para Kepala Sekolah beserta Guru SMP dan SMA, dan perwakilan siswa siswi SMP dan SMA. “Sesuai dengan tujuan kegiatan yaitu terbentuknya kawasan tanpa asap rokok, maka acara sosialisasi ini penekanannya pada pembentukan kawasan tanpa asap rokok dilingkungan sekolah. Hal ini mengingat bahwa siswa SMP dan SMA merupakan potensi rawan terhadap pengaruh kecanduan rokok. Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah mengurangi konsumsi rokok sejak dini dengan memberikan informasi dan sosialisasi pengaruh bahaya mengkonsumsi rokok terhadap usia muda, sehingga diharapkan dapat memutus pengaruh kecanduan rokok sejak dari usia muda“, disampaikan Didi Adji Siddik Kabid Pengembangan Kapasitas dan Kemitraan Lingkungan melalui laporannya. “Bila diperhatikan dengan seksama kebiasaan merokok dikalangan remaja, terlihat jelas pada siswa SMA dan SMP, serta sudah menjadi semacam trend atau bukan merupakan suatu pemandangan yang mengherankan lagi. Dari hasil pengamatan terhadap siswa SMA dan SMP pada jam-jam istirahat dan pulang sekolah banyak diantaranya mempunyai kebisaan rokok baik diwarung sekitar sekolah, supermarket atau di tempat-tempat mereka berkumpul dengan masih memakai pakaian sekolah. Sehingga kegiatan sosialisasi dampak rokok terhadap lingkungan kepada siswa sekolah ini, diharapkan lingkungan sekolah dapat menjadi kawasan tanpa asap rokok sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan sekolah, harap Walikota Tasikmalaya saat menyampaikan sambutannya yang senada dengan Ir. Suhartono Kabid Penataan Hukum, Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan BPLHD ( Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah) Prov Jabar. >> Iin Kartiwan

SDN Batujaya V Harapkan Bantuan RKB
Karawang,(MR) Sudah lama kondisi SDN V Batujaya sangat memprihatinkan, karena sarana dan prasarana dan fasilitas pendidikan masih minim sekali. Sekolah yang di dirikan pada tahun1985, mempunyai siswa133 orang dan mempunyai ruang belajar 6 lokal satu ruang kantor yang kondisinya semuanya sangat memprihatinkan sekali. Permohonan sudah di ajukan berulang kali tapi belum ada tindaklanjut dari Pemerintah Daerah. Demikian gambaran dari SDN V Batujaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang jabar Jamaludin SP.d kepada MR mengatakan “ sekolah kami ini ruang belajarnya kondisinya sangat mengkawatirkan sekali karena selain temboknya sudah rapuh bagian atasnyapun kondisinya jga rapuh, para guru pun ketika memberikan pelajaran selalu di hantui rasa was-was dan konsenrasi belajar anak-anak juga terganggu, di tambahkan oleh Jamaludin SPd yang lebih parahnya jika musim penghujan halaman sekolah ini terendam oleh air ketinggian air bisa sampai lutut orang dewasa, untuk kesekolah saja anak-anak dan para guru sangat kesulitan.jelasnya. Jamaludin juga mengatakan, dengan berbagai keterbatasan yang ada kami tetap menciptakan suasana belajar yang baik, kondusif dan menyenangkan sehingga nantinya menghasilkan output yang baik, terbukti kami dalam lomba O2SN tingkat kecamatan berhasil merebut juara 3 bidang studi IPA dan IPS. Kepala sekolah mengharapkan kerja sama yang baik antara sekolah, komite dan masyarakat lain untuk samasama membangun SDN V Batujaya meningkatkan mutu akademik dan non akademik menjadi target di kemudian hari. >> Warsian

Gupay Kembang Winaya SMK Negeri 1 Kawali
selaku Kepala Sekolah menuturkan dirinya bangga terhadap siswa-siswi yang telah berhasil lulus seratus persen dalam Ujian Nasional (UN). Hal ini tidak lepas dari bimbingan semua guru pengajar dan orang tua siswa, terlebih sekarang pihak sekolah mengembalikan tanggung jawab pembinaan siswa kepada orang tua masingmasing. Siswa-siswi kelulusan 2011 sebanyak 185 siswa diantaranya TKR 85 siswa TKJ 100 siswa. Tak lupa untuk para siswasiswi semua didikan dan binaan dari SMKN 1 Kawali bisa menjadi bekal berharga dikemudian hari danuntuk orang tua siswa semoga dapat menerima hasil belajar siswa dengan lapang dada karena hasil itu merupakan hasil kerja keras siswa dari bimbingan guru ajarnya. >>HR

Gedung SMPN 53 Tak Kalah Menarik

Ciamis,(MR) SMK Negeri 1 Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis (24/ 5) lalu Melaksanakan Temu Pisah bertempat di gedung olah raga (GOR) Kecamatan Kawali turut dihadiri muspika Kapolsek, Komite Sekolah, Dewan

Sekolah, Guru-guru, dan tokoh ulama setempat. Acara yang ditampilkan pun beragam, mulai dari acara hiburan dengan menampilkan tarian kreasi siswa tarian jawa barat, seperti jaipongan, tari gembira rereogan serta tidak ketinggalan elektrun Band. Drs. H.Cacah Cahyana

Palembang,(MR) SMPN.53 Palembang walau terletak di pinggiran kota, tapi tak kalah menarik dengan gedung pendidikan yang berada di tengah kota. Di bawah kepimpinan Drs.Supardi yang mempunyai sebanyak 693 siswa dan tenaga pengajar sebanyak 52 dan mempunyai 18 kelas. Gedung tempat belajar mengajar SMP N. 53 ini sangat sedap dipandang mata karena gedung ini selain tersusun rapi juga sangat bersih, ditambah lagi dengan pemandangan, hiasan alam yang berada di tengah lingkungan Gedung Pendidikan SMP N. 53 ini yang menambah uniknya lagi siswa yang belajar di SMP N 53 ini kalau pagi hari berduyun duyun memakai sepeda menuju ke SMP N 53 tempat dimana mereka menggali ilmu sehingga membuat wajah para siswa berseri-seri karean memang para siswa ini selalu olah raga pagi denagn mendayung sepeda saat menuju ke sekolah. >> Edi

8
Terkait Izin Kandang Ayam, Warga Demo di Kantor Camat
Bekasi,(MR) Ratusan Warga kampung Bluo Desa Sukalaksana Kecamatan Sukakarya Senin (29/5) lalu mengelar aksi di kantor Camat Sukakarya, para pengunjuk rasa minta kepada Camat suka karya agar tidak mengeluarkan surat Ijin kepada Pengusaha yang akan membangun kandang ayam yang dinilai oleh warga mengundang penyakit. Baron (48)th, warga kampung bluo yang ditemui diselasela unjuk rasa mengatakan, kami menolak adanya pembangunan kadang ayam yang berada didekat pemukiman warga. Karena kandang ayam yang sudah lama berdiri yaitu ada 3 tempat kini sangat meresahkan warga. Lalat-lalat berterbangan dan bau busuk sangat menyengat hidung makanya kini warga menolak adanya pembangunan kandang ayam tersebut. Apalagi pengusaha yang hanya mengantungi tanda tangan dari warga hanya 20 orang dan bermodalkan adanya Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) yang dikeluarkan oleh Kades Sukalaksana sedangkan SKDU sampai saat ini belum dikeluarka oleh Camat Sukakarya. Apapun alalsannya warga tetap menolak rencana lahan selas 2,5 Hektar akan dijadikan kandang ayam ,maah warga juga meminta kepada pengusaha agar membongkar jembatan yang sedang dibangun oleh pengusaha. Kalau juga pihak pengusaha memaksakan kehendak untuk membangn kandang ayam kami bersama warga akan merobohkan kandang ayam tersebut ujar Baron. M.Tamin Kades Sukalaksana yang ditemui Senin (29/5) mengatakan, kami sebagai kepala desa hanya memberi pelayanan kepada masyarakat yang akan membuka usaha ternak ayam potong. Kalau sekarang warga merasa keberatan dengan dibangunnya kandang ayam kami sebagai kepala desa tidak bisa berbuat apa-apa dan semuah itu kami kembalikan kepada masyarakat ujar tamin. Sementara itu Kasie Trantib Kecamatan Sukakarya M.Nahrum yang dihubungi mengatakan, sampai saat ini SKDU masih berada ditangan Camat Sukakarya, karena sebelumnya memang sudah mendengar selentigan kalau warga Kampung Bluo tidak menginjinkan adanya andang ayam yang akan dibangun oleh pengusaha tersebut. Menurut Nahrum kalau warga merasa keberatan dengan akan dibanngunnya kandang ayam tersebut kami tidak akan mengijinkan karena nantinya dikemudian hari akan menimbulkan masalah yang rumit ujar nahrum. >> Wahyu

Investigasi
Muara Tebo,(MR) Warga dari empat Desa di Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo Selasa (31/5) kembali mendatangi DPRD Tebo dan menagih janji DPRD setempat terkait penyelesaian sengketa lahan antara warga empat desa dengan KUD Maju Bersama, dan sebelumnya warga juga telah pernah menggelar aksi serupa pada Selasa (24/5) yang lalu. Ratusan Warga yang berasal dari Desa Napal Putih, Lubuk Benteng, Sekutur Jaya dan Desa Bukit Pemuatan Kecamatan Serai Serumpun itu datang ke Kantor DPRD Tebo yang terletak di Km.12 Jalan Lintas Tebo-Bungo sekitar pukul 11.00 WIB siang dengan mengendarai truk dan sebagian mengendarai motor. Beberapa saat mereka menggelar orasi di depan gedung DPRD Tebo dan selanjutnya perwakilan dari warga diundang kedalam ruangan untuk melakukan hearing atau dengar pendapat antara MT. Azri, SH selaku Pengelola KUD Maju Bersama yang mengaku memiliki izin pengelolaan lahan HTR dari pemerintah, hadir juga pada kesempatan itu dari Dinas Kehutanan, Perkebunan dan dan Dinas Koperasi Kabupaten Tebo. Dalam hearing tersebut warga mempertanyakan legalitas pendirian KUD Maju Bersama yang dikelola oleh MT. Azri, karena, menurut warga, KUD Maju bersama terbentuk jauh setelah warga menggarap lahan hutan produksi itu untuk lahan perkebunan karet masyarakat, sementara Koperasi tersebut mengantongi izin pengelolaan HTR (Hutan Tanaman Rakyat) dari pemerintah. Menurut warga, Kami telah membuat kebun sebelum adanya Koperasi Maju Bersama, dan setelah tanaman karet kami besar dan sudah mulai bisa disadap, koperasi masuk dan meminta agar kami bergabung dan jika kami tidak mau bergabung maka kami akan diadukan ke Pengadilan dan Kepolisian Karena kami dituduh menyerobot lahan koperasi, sebenarnya siapa yang menyerobot dan siapa yang diserobot, Ungkap H.Fakhruddin selaku perwakilan warga. Permasalahan warga ini menjadi perhatian khusus dari komisi II yaitu Popriyanto dan Ansori, menurut komisi II ada yang janggal didalam izin koperasi tersebut, karena menurutnya, pemerintah telah membuat kebijakan dengan program HTR (Hutan Tanaman Rakyat) untuk memecahkan permasalahan penggarapan Hutan Produksi di Kabupaten Tebo. “Izin untuk HTR bisa diajukan secara perorangan maupun secara koperasi, tetapi kenapa masyarakat yang sudah lebih dulu menggarap lahan itu disuruh bergabung dengan koperasi ?,”. Kata Popriyanto. Menurut mantan Ketua Komisi II ini, Sebelumnya masyarakat di Desa Napal Putih telah mengajukan izin penggarapan hutan tersebut menjadi HTR dengan bernaung dibawah Koperasi Maju Bersama, akan tetapi anehnya setelah itu muncul pula Koperasi yang juga menggunakan nama KUD Maju Bersama dengan pengurus yang berbeda dengan kelompok tani sedangkan lahannya sama, ini yang perlu dicari kejelasannya, siapa yang memiliki izin, siapa yang menyerobot dan siapa yang diserobot,” ungkap Popri. Ansori, selaku Ketua Komisi II juga menilai ada yang aneh dengan sengketa lahan tersebut, menurutnya, HTR adalah solusi yang diberikan pemerintah agar masyarakat tidak terjebak dalam persoalan hukum, sebab sebelumnya warga yang menggarap HP (Hutan Produksi) sering berbenturan dengan hukum. Ditegaskannya, “Kita akan cek bersama ke lapangan untuk melihat pemberian izin keperasi maju Bersama ini,”. Sementara itu, MT. Azri, SH selaku Ketua KUD Maju Bersama menyebutkan bahwa koperasi yang dipimpinnya memiliki izin dari pemerintah dan telah berbadan hukum. Azri juga menjelaskan beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatakan jika masyarakat masih menolak maka akan diselesaikan secara hokum. “KUD ini mempunyai izin dari Bupati setelah mendapat persetujuan dari pihak Provinsi, kalau masyarakat tidak mau bergabung, maka kita akan ketemu di pengadilan,”. Ungkap Azri menantang. Azri juga langsung meninggalkan ruang sidang setelah sebelumnya sempat berdebat dengan Popriyanto dari komisi II, pada akhirnya hearing memutuskan akan membentuk tim investigasi yang terdiri dari DPRD, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Perindagkop, Kepolisian, Kejaksaan dan

Tahun Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

Warga Empat Desa Kembali Demo DPRD Tebo
masyarakat. “Tim ini akan bergerak setelah Pemilukada Ulang yang akan digelar minggu 5 Juni, karena akalau sekarang suasananya tidak pas, karena nanti ada pula yang mempolitisir”. Ungkap wartono selaku pimpinan hearing. >>HER

Terkait Sengketa Lahan dengan KUD Maju Bersama

Data TKW Indramayu Dipalsukan, DisdukCapil Diminta Bertindak
Indramayu,(MR) Casman, (35), warga Desa Mekarjati Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menuding Darmo,(48), seponsor TKW di Desa Kedungwungu Kecamatan Anjatan, memalsukan identitas / data istrinya bernama Lilis, (30), sebagai calon TKW ke luar negeri. Sebab itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. (Disduk Capil) Indramayu, diminta menindak tegas pelaku pemalsuan data TKW tersebut, katanya. Ketika masalah tersebut dikonfirmasikan, seponsor TKW di Desa Kedungwungu, Darmo, mengakui segala perbuatannya yang telah melanggar hukum. “ Saya telah memalsukan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Desa Mekasrjati bernama Lilis, itu dipalsukan menjadi Santi, warga Desa Sumurbarang Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang,” ungkap Darmo kepada MR. Soal pemalsuan identitas / data Calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) di wilayah Kabupaten Indramayu, sebenarnya sudah bukan rahasia lagi. Sebab, banyak seponsor TKW yang melakukan pemalsuan surat-surat identitas Calon TKW yang hendak di berangkatkan ke luar negeri, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Dinas Instansi Pemerintah yang berwenang, tandas Darmo, terkesan pasrah bila ada aparat penegak hukum menindaknya. >> Maskin

Akibat Jalan Rusak Kecelakaan Kerap Terjadi

Polisi Sita Dokumen Medis RSPG
Gresik,(MR) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menyita sejumlah dokumen medis atau dokumen operasi patah tulang paha Sulfaat (42) di Klinik Instalasi Rawat Inap (KIRI) Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) yang berujung kematian. Dokumen ini menjadi bahan penyelidikan dugaan malpraktik yang dilaporkan keluarga pasien. “Tim dari Satreskrim turun ke klinik mulai Selasa hingga Rabu pekan lalu. Mereka bertugas menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan operasi pasien. Ada banyak dokumen yang berhasil kami sita. Tapi kami tak bisa menyebutkan satu per satu dokumen tersebut,” kata AKP Fauzan Sukmawansyah, Kasatresktrim Polres Gresik, Rabu. Upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk membuktikan benar tidaknya dugaan malpraktik. Dokumen ini nanti melengkapi hasil otopsi yang telah dilakukan oleh dokter di RSU dr Soetomo Surabaya. Setelah penyitaan ini, tambah dia, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada manajemen RSPG dan tim dokter yang menangani operasi patah tulang pasien. “Langkah kami awali dengan menyita dokumen, setelah itu kami akan melakukan pemeriksaan tim medis. Karena itu, kami saat ini belum bisa menyimpulkan atas laporan malpraktik dari keluaga pasien,” ujar Kasatreskrim. Sementara Komisi D DPRD Gresik masih menunggu hasil otopsi RSU Dr Soetomo terhadap Sulfa’at. Karenanya, meski sudah melakukan hearing dengan manajemen RSPG, belum dapat menyimpulkan perkara dugaan malpraktik tersebut. “Kami masih menunggu otopsi. Baru kami akan memberikan rekomendasi,” kata Chumaidi Maun, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Gresik. Lebih lanjut dia menjelaskan, jika merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 666 tahun 2007 tentang klinik rawat inap medik dasar, operasi yang dilakukan di klinik RSPG salah. Karena dalam Kepmenkes tersebut disebutkan jika klinik tidak bisa melakukan operasi berat, apalagi hingga melakukan pembiusan. “Jelas klinik melanggar Kepmenkes ini,” tandasnya Selain itu, kata Chumadi, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2004 tentang kedokteran juga sudah dijelaskan, apabila seorang dokter melakukan pelanggaran atau malpraktik akan diancam sanksi pidana tiga tahun penjara dan pidana denda sebesar-besarnya sebanyak Rp100 juta. Seperti diberitakan, Sulfa’at warga RT 4 RW 2 Desa Driyorejo Kecamatan Driyorejo mengalami patah tulang paha kanannya setelah kecelakaan lalu lintas. Dia meninggal pasca menjalani operasi di KIRI RSPG Driyorejo. Keluarga menilai kematiannya tidak wajar, sehingga melaporkan RSPG ke polisi dan wadul ke DPRD Kabupaten Gresik. >> YIT

Tragedi Jalan Lingkar Prabumulih
Akan difungsikan Tahun 2010, Hingga Kini Masih Sepi
“ yo kemaren ado mobil yang lewat jalan lingker, tapi dak tau ngapo di stop, katonyo karno jalannyo rusak parah oleh mobilmobil angkutan berat, tapi yang jelasnyo mungkin karno belum selesainyo pembangunannyo jalan ini, kelilingi bae dek kalu dak pecayo,” Prabumulih,(MR) Walikota prabumulih Drs.Racman Djalili MM rabu (25/5), mengatakan untuk jalan lingkar sekarang lagi di tenderkan dan kedepannya nanti jika jalan tersebut telah selesai di benahi mobil-mobil angkutan berat tidak diperbolehkan untuk melalui jalur tersebut dan jalan tersebut hanya di perbolehkan untuk mobil angkutan ringan saja “kalo jalan nyo la bener kagek mobil-mobil yang besak dak boleh lewat sano, jadi mobil yang kecik-kecik bae” kata walikota. Mengimbangi kata walikota tersebut sebagaimana ditargetkan pemerintahan kota prabumulih tentang pembangunan jalan lingkar sebagai jalan alternatif jalur angkutan umum antar kota antar provinsi dan angkutan umum lainnya yang melalui kota prabumulih tentunya mutu kualitas pembangunan jadi pemikiran utama bagi pemerintahan kota prabumulih mengiringi megah dan luasnya jalan tersebut. Ditambah lagi dengan telah dibangunnya terminal tipe B yang tepat berada di pertengahan sepanjang jalur jalan lingkar yang menunjukan bahwa

Karawang,(MR) Beberapa ruas jalan di Kbupaten Karawang mengalami kerusakan, selain jalan penghubung Johar Telukjambe hingga Loji, jalan RSUD menuju UNSIKA juga rusak berat. Akibat dari rusaknya jalan tersebut kecelakaan kerap terjadi, seperti yang dikatakan pengemudi Becak, ketika mengantar penumpang dari Alun-alun ke Ulekan tak dapat melanjutkan karena becak yang mereka gunakan mengalami patah roda depan sebelah kanan sa’at melewati jalan rusak. Senada dengan yang dikatakan pengendara motor juga pernah mengalami kecelakaan di jalan yang sama, sa’at berboncengan jatuh bersama istrinya. Dan pihaknya memohon pada pemerintah Daerah agar segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak supaya roda ekonomi masyarakat Karawang dapat berjalan dengan lancer terutama bagi para petani yang akan menjual hasil panennya juga diduga akibat jalan rusak nilai jualnya menjadi merosot, Penuturan dari beberapa pengguna jalan.>> Cece/W

agar setiap kendaraan angkutan dapat melalui jalur tersebut dan tidak lagi melalui jalur jalan jendral sudirman. Ironisnya lagi berdasarkan pantauan langsung Media Rakyat ke lapangan bahwasannya bekeradaan terminal megah tipe B yang semestinya telah dipungsikan masih tampak sepi tanpa perawatan dan sudah nampak seperti rumah hantu, padahal Edi Hendrik (alm) kepala dinas perhubungan prabumulih pada pertengahan 2010 kemarin mengtakan bahwasanya terminal tipe B ini sudah siap untuk dipungsikan yang tentunya menunggu selesainya pembangunan jalan lingkar, sementara itu wakil walikota prabumulih pada pertengahan 2010 kemarin juga mengatakan november 2010 jalan lingkar akan dipungsikan sebagaimana fungsinya yang telah direncanakan, kata Ridho kala itu. Namun kenyataan yang ada saat ini berdasarkan pantauan langsung Media Rakyat di lapangan tak satupun mobil angkutan yang melalui jalur jalan lingkar sebagaimana dikatakan Ridho tahun 2010 lalu, informasi dari masyarakat

menyebutkan bahwasannya ‘kemarin-kemarin memang ada mobil angkutan yang melalui jalur ini tapi sekarang distop karena parahnya kerusakan yang dialami jalan lingkar saat ini “ yo kemaren ado mobil yang lewat jalan lingker, tapi dak tau ngapo di stop, katonyo karno jalannyo rusak parah oleh mobil-mobil angkutan berat, tapi yang jelasnyo mungkin karno belum selesainyo pembangunannyo jalan ini, kelilingi bae dek kalu dak pecayo,” kata warga sekitar saat ditanyakan tentang keadaan jalan tersebut. Tak tau jelas apa yang terjadi dengan pembangunan jalan lingkar antara pemerintahan kota prabumulih dan PT.Nindya Karya perusahaan yang membangun jalan lingkar sehingga pemkot prabumulih bersedia mengganti rugi kepada Nindya Karya sebesar 20 miliar?, dan mengapa banyaknya kerusakan parah sepanjang jalan tersebut padahal baru berapa bulan di pungsikan? mengapa terjadinya serah terima kelayakan dalam pembangunan jalan tersebut? yang tentunya dalam hal ini memakan dana puluhan miliar rupiah...... (bersambung).>> Alex

Edisi 240 Tahun XI Tahun 6 - 13 Juni 2011

Proyek GNRHL Dishut Muara Tebo Diduga Fiktif
Muara Tebo,(MR) LSM TOPPAN-RI DPD Tebo angkat bicara terkait proyek Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) tahun 2005/ 2006 pada Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo yang diduga fiktif. Direktur Eksekutif LSM TOPPAN-RI DPD Kabupaten Tebo M uchlisin Harahap Kamis (02/6) menyebutkan bahwa program ini menelan dana ± Rp. 500 juta untuk tiga kelompok tani Penampuian Indah Makmur yang berada didesa Muara Tabir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo. Sedangkan dalam kegiM.Harahap LSM TOPPAN atan ini kelompok tani menyiapkan lahan seluas 90 Hektar yang rencananya akan ditanami karet sebanyak 90 ribu batang, durian 17 ribu batang dan duku 10 ribu batang. Berdasarkan hasil investigasi LSM TOPPAN-RI ketiga kelompok tani yang diwakili oleh Gino,Yusak dan Lukman itu, mereka mengaku hanya menerima dana untuk penanaman saja sebesar 30 juta rupiah perkelompok tani dengan total jumlah untuk tiga kelompok tani ini sebesar Rp. 90 juta. Untuk pengadaan bibit karet, durian dan duku para petani ketiga kelompok ini sama sekali tidak pernah menerima. M. Harahap menduga Pimpro pada waktu itu yang dijabat oleh Ir. Rahansi yang sekarang menjabat Kadis Pertanian Kabupaten Tebo telah melakukan penyimpangan dana GNRHL TA. 2005/2006 lalu dan konspirasi dengan Paiman yang juga merupakan salah satu staf camat dikecamatan tebo ilir. ungkapnya. Kadis Pertanian Tebo Ir. Rahansi saat berusaha dikonfirmasi dikantornya sedang tidak berada ditempat begitu juga dihubungi via ponselnya tidak aktif. Harahap menambahkan, “ Ada pun rincian anggaran dari 500 juta tersebut diantaranya biaya untuk tebang pancah dan imas sebesar Rp.17.000.000/Ha untuk lahan seluas 150 Ha, yaitu Rp. 255.000.000,- untuk saprodi atau obat-obatan dan lainnya Rp.1.600.000/Ha untuk lahan seluas 150 Ha berjumlah Rp.240.000.000,- ditambah biaya administrasi sebesar Rp.5.000.000,- sehingga Total anggaran dana ± Rp.500.000.000.-,” jelas Harahap. Oleh karena itu, lanjutnya, Dinas kehutanan harus bertanggung jawab terkait program GNRHL Tahun anggaran 2005/2006 yang diduga fiktif dan gagal itu,”tegas Harahap. >> HER

9 Ragam Cara Rumah Sakit Umum Untuk Mendapatkan Uang dari Warga Miskin
Karawang,(MR) Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Karawang salah satu rumah sakit terbesar di Asia Tenggara, yang menjadi dambaan warga miskin alias tidak mampu. Karena itu pasien pengguna kartu Jamkesmas / Jamkesda mendominasi ruang rawat inap RSUD tersebut, bukan saja warga Karawang dari Bekasi pun mereka lebih memilih ke RSUD Karawang, menurut pelayan kesehatan bagi warga miskin atau tidak mampu di RSUD tersebut lebih baik dari rumah sakit lain. Hal tersebut dikatakan salah satu keluarga pasien pengguna Jamkesmas asal Muaragembong Bekasi sa’at ditemui MR diruang tunggu. Dengan kepadatan pasien pengguna Jamkesmas / Jamkesda beberapa keluhan juga disampaikan pada wartawan koran ini, seperti halnya pasien pengguna Jamkesmas/Jamkesda yang akan menjali operasi hernia atau memasang alat kontrasepsi, Ayudi harus menyediakan uang sebesar Rp.500ribu untuk membayar satu alat penyangga agar hernia tidak terjadi kambuh. keterangan salah seorang petugas Ruang Bedah, sebetulnya itu tidak diharuskan, walaupun tidak memakai alat tersebut tidak apa-apa namun bila pasien setelah operasi melakukan kerja berat itu tidak menuntut kemungkinan hernia akan kambuh kembali. Mengenai alat yang harus di bayar karena alat tersebut di luar RSUD dan tidak di jamin oleh Jamkesmas / Jamkesda tegas petugas pada MR senada juga dengan yang dikatakan petugas Ruang Cilamaya Baru. Bagi keluarga pengguna Jamkesmas /Jamkesda dari USG hingga pemasangan alat kontrasepsi/ Ayudi itu tidak di pungut biaya / gratis kecuali pihak keluarga pasien memohon untuk dipasang alat yang lebih

Investigasi

baik, karena alat kontrasepsi tersebut ada beberapa jenis, keluarga pasien dapat memilihnya untuk digunakan hanya alat tersebut tidak dijamin atau diluar Jamkesmas / Jamkesda juga diluar Rumah Sakit, seperti

alat yang digunakan pasien, pengguna JAmkesda Ani Yulita asal Pejaten 005/006 Dawuan Tengah atas permohonan keluarganya digunakanlah alat kotrasepsi yang bernama nopate juga alat tersebut suatu

alat yang diluar Jamkesda dan pihak keluarga menyetujui membayar alat tersebut dikatakan petugas Ruang Cilamaya Baru. Hj. Cucu dengan santun pada MR saat dikonfirmasi. >> Cece/W

Narkotika Musuh Abadi
Kota Tasikmalaya,(MR) “Sejak zaman dahulu khomer atau sekarang disebut Narkotika sudah menjadi musuh” di ungkapkan Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat M.Si dalam pembukaan acara Peranan Komunitas (ORSOS) dalam peningkatan pemahaman masyarakat tentang Pencegahan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Brigif 13 Jl. Siliwangi Kota Tasikmalaya disaksikan peserta dari berbagai kalangan serta unsur forum konsultasi daerah dan jajaran pejabat Pemkot Tasikmalaya. Walikota juga memberikan sambutan dengan menyampaikan bahwa meski narkotika memiliki manfaat khususnya di dunia kesehatan akan tetapi madorotnya jauh lebih banyak “agama sudah menegaskan larangan untuk mengkonsumsi narkotika karena banyaknya madorot dari pda manfaat” ungkapnya pula. Diakhir sambutan Walikota bahwa penyalah gunaan narkoba dapat disebabkan oleh pergaulan, iseng-iseng, adanya waktu luang, faktor ekonomi, kurangnya pemahaman terhadap agama, pelairan tekanan hidup serta penegakan hukum yang tidak memberikan efek jera “mungkin pula ada sebuah hiden agenda dari pihak lain

Mengaku Karyawan FIF Coba Peras Mantan Konsumen
Prabumulih,(MR) Ada-ada saja cara orang cari duit, seperti yang dilakoni salah seorang karyawan Federal International Finance (FIF) kota prabumulih yang mencoba memeras mantan konsumennya yang bernama Nurmala Dewi warga mangga besar kecamatan prabumulih utara kota prabumulih, peristiwa tersebut terjadi pada kamis (26/5) kemarin, peristiwa tersebut berawal, ketika Nur akan mengambil sebuah sepeda motor untuk yang kedua kalinya pada hari sebelumnya dengan mengajukan persyaratan-persyaratan yang di butuhkan untuk kredit dan pada keesokan harinya yakni kamis salah seorang karyawan FIF berinisial An yang mengaku sebagai tim surpei dalam pengambilan kredit dari FIF datang kerumah Nur yang kebetulan pada saat itu Nur sedang tidak ada di rumah, tapi bukan untuk menanyai atau menjelaskan prosedur kredit tapi untuk memeras jelas Nur kepada wartawan. Dan pada saat itu kebetulan AN berkomunikasi dengan adik Nur berinisial SE, setelah mengenalkan diri kepada SE, AN mulai jurus busuknya untuk memeras, awalnya AN menunjukan secarik kertas yang yang diatasnya tertera tahun 2011 dan yang isinya menerangkan tentang tagihan motor Supra Fit tahun 2008, Nur mengakui bahwasannya tahun 2006 kemarin ia memang pernah mencicil motor dan cicilannya sudah lunas pada tahun 2009 kemarin dan kami sudah menerima BPKBnya, kata Nur. Entah mengapa AN ngotot nagih uang tunggakan denda yang jumlanya Rp.750ribu terang saja adik saya marah dan mengatakan “lo kan itu sudah lunas dan kami telah mendapatkan BPKBnya mengapa ada tagihan seperti ini”, lalu An dengan tenang menjelaskan kepada Se bahwa-sannya ia disuruh atasannya untuk menagih Nur untuk melu-nasi denda (yang memang sudah lunas semua jika BPKBnya sudah ada), akhirnya hampir terjadinya keributan antara SE dan AN, karena niat jahatnya tidak berhasil untuk memeras, kemudian An pamit tanpa sopan santun meninggalkan rumah Nur. Sejauh ini kami tidak akan melaporkan perbatan ini ke polisi tapi kami hanya berharap kepada FIF terlepas benar atau tidaknya perintah kantor tentang peristiwa tersebut agar kedapan pihak FIF kalo mau mengkreditkan jangan terlalu memeras, dan kepada menagernya juga anak buah dikontrol agar jangan kebablasan dngan seenaknya meminta uang dengan alasan yang tak tepat, jelas Nur. >> Alex/Tim

SismiOP di Pebayuran Ajang Pungli Oknum Petugas Ukur BPN
Petugas juru ukur Libra menarget kalau RT harus nyetor Rp.100ribu per bidang, lebih-lebih kalau di daerah yang sulit seperti yang jauh dari perkampungan atau tanah persawahan Libra meminta upah ukur lebih dari Rp.100ribu per bidang.
Bekasi,(MR) Program sistem informasi obyek pajak (SISMI OP) di Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi nampaknya menuai kontroversi. Para petugas juru ukur dari BPN menarip ketiap RT/Dusun di tiap desa 100 ribu perbidang. Betapa tidak, oknum petugas juru ukur BPN mulai menargetkan harga perbidang RP.100ribu dengan dalih upah ukur juga dengan alasan untuk pembuatan ricikan SPPT, pengurusan rekapan. Padahal program tersebut dengan mengenakan biaya pengukuran dan ricikan SPPT sudah di danai Pemerintah melalui APBN. Keterangan yang di himpun koran ini di lapangan, aparatur di tiap desa seperti di desa Kertasari Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi, petugas juru ukur Libra menarget kalau RT harus nyetor Rp.100ribu perbidang, lebih-lebih kalau di daerah yang sulit seperti yang jauh dari perkampungan atau tanah persawahan Libra meminta upah ukur lebih dari RP.100ribu perbidang. Salah satu RT di desa Kertasari Handi Dusun 3 yang berhasil di pintai keterangannya oleh MR beberapa waktu lalu. Dirinya mengaku menyetorkan uang sebesar Rp.750 ribu hasil penagihan dari warga kepada petugas juru ukur BPN, Libra. “ Kalau saya hanya orang awam pak, jadi tidak tahu uang hasil penagihan harus di setorkan ke siapa ? Lalu untuk apa? Saya hanya di suruh oleh petugas untuk keliling ke warga menagih hasil ukur tanah miliknya,” tutur Handi. Sementara itu petugas juru ukur BPN, Libra saat di konfirmasi terkait pungutan tersebut melalui via telepon mengelak “ Bapak hubungi saja Kadusnya, karena masalah di bawah saya tidak tahu. Saya terima data dari kadus dan mengenai pungutan tersebut bapak temui saja Agus petugas juru ukur Desa Bantarsari karena dia koordinatornya petugas di Pebayuran,” tutur Libra. Akibatnya,warga di Kecamatan Pebayuran yang terprogramkan SISMI OP menjadi korban ketidak tahuan warga tentang program pemerintah untuk meningkatkan status kepemilikan tanahnya dengan progran SISMI OP (Penimbulan SPPT) bagi warga yang tidak mampu. Berat dugaan petugas juru ukur BPN dengan sengaja tidak menjelaskan kepada warga,bahwa adanya program pemerintah untuk pembuatan proyek SISMI OP di Kecamatan Pebayuran dengan biaya gratis alias di tanggung oleh Pemerintah Pusat. SISMI OP yang di program pemerintah pusat ini sebenarnya telah dibiayai oleh pemerintah melalui APBN Pusat dan di khususkan untuk warga yang tidak mampu. Melalui program SISMI OP batas-batas tanah hak milik menjadi jelas juga yang belum mempunyai NPWP seperti perusahaan akan mempermudah membayar pajak. Ternyata program ini juga menjadi bancakan oknum petugas ukur BPN dan aparatur desa. Setiap tahunnya pemerintah pusat menganggarkan sedikitnya 200juta untuk setiap Kabupaten/Kota madya melalui kantor BPN. Tetapi kenyataanya di lapangan segelintir oknum petugas juru ukur yang tega menjadikan azas manfaat terhadap warga demi menutupi kepentingannya masingmasing. Menanggapi pungutan liar yang di lakukan petugas juru ukur BPN terkait program SISMI OP di Kecamatan Pebayuran yang nota bene gratis. Ketua LSM JMPD juli zulkifli saat di konfirmasi MR dirinya akan secepatnya konfirmasi ke kantor Pajak Pratama demi menegakan hukum “Saya akan tindak lanjut secepatnya konfirmasi ke kantor Pajak Pratama, setelah itu saya akan konfirmasi ke kantor Pajak Pusat jakarta,” pungkas juli. >> Nana/Wahyu

Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat M.Si

yang ingin menghancurkan karakter bangsa, karena karakter bangsa hancur maka negarapun hancur,” pungkasnya. Wakil Walikota Ir.H. Dede Sudrajat MP sekaligus Ketua Badan Narkotika Kota memberikan sambutan bahwa penyelah gunaan narkoba saat ini sangat memprihatinkan dengan adanya peningkatan frekeunsi tiap tahun dengan tidak mengenal usia ataupun lokasi “penyalah gunaan narkoba di kalangan remaja akan memburamkan masa depan mereka” katanya. Selain itu hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena remaja merupakan generasi bangsa yang akan melanjutkan bangsa di masa depan maka beliau berpesan untuk kalangan orang tua selalu menjaga keluarga yang harmonis “saya berpesan pula kepada kalangan pendidik untuk memberikan wawasan

kepada anak didik bahaya dari penyalahgunaan narkoba” tambah beliau. Sementara Ketua penyelenggara Drs.Hafied Fasha M.M.Pd menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan yaitu memberdayakan komunitas/orsos sehingga memiliki kesadaran, kepeduluan dan berperan aktif melaksanakan upaya P4GN serta diharapkan mampu berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita jawa barat bebas dari narkoba. Hafied Fasha juga melaporkan kegiatan diikuti ileh 400 peserta dari semua kalangan dengan harapan hasilnya nanti komunitas/orsos bisa memiliki daya tangkal tang tinggi dan mampu menanggulangi permasalahan penyalah gunaan narkoba sehingga menjadi pola kehidupan masyarakat yang positif dan Normatif. >> H. Ade Dimyati

Pemeriksaan “Tukang Palak” Diintervensi Oknum Kajati?
Natuna,(MR) Sejak bergulirnya pemeriksaan terhadap saksi kunci ‘tukang palak’ di Dinkes Natuna, kasus inipun mulai mendapat titik terang. Satu persatu indikasi korupsi di Dinas Kesehatan Natuna, mulai dilirik aparat penegak hukum. Kendati demikian, masih ada oknum tertentu berdalih bahwa kasus didinkes Natuna, tak akan sampai ke meja hijau. Seperti penuturan HR, salah seorang kerabat dekat Kadiskes Natuna. HR berani bertaruh kepada wartawan Koran ini, kalau kasus di Dinkes Natuna, tidak bakal sampai ke meja hijau, kecuali kena kepada Kepolisian. “Saya berani bertaruh Kajari Ranai tak akan berani meneruskan masalah ini, alasannya Ahmad Muktar punya sepupu di Kajati,” kata HR didepan beberapa wartawan. Menanggapi peryataan HR, Kajari Ranai melalui Ka.intel Dedy SH, membantah jika ada oknum Kajati mengintervensi pemeriksaan Kadiskes Natuna. Dia katakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data. Kasus “korupsi” di Dinkes Natuna perlu penanganan yang matang, sehingga, tidak terjadi kekeliruan dalam penetapan tersangka. “Sabar saja kita masih mengumpulkan data” kata Dedy oktimis. Tidak ada kita tutupi, nanti akan kita lihat hasilnya, paparnya. Ditempat terpisah, Ketua LSM Gebuki kota Tanjungpinang, geram dengan peryataan HR. Melalui telepon selulernya Kuncus mengatakan, Jika ada oknum di Kajati melakukan intervensi terhadap kajari karena keluarga, Dia meminta nama oknum tersebut. Coba cari tau siapa orangnya, biar kita laporkan kepada Kajagung, kata kuncus. Jangankan sepupu, besan presiden aja dihukum jika terbukti bersalah. Kuncus juga mengatakan, akan menanyakkan itu kepada Kajati, apakah benar anak buahnya ada melakukan intervensi terhadap pemeriksaan Kadiskes Natuna, terangnya. Bupati Natuna Drs H.Ilyas Sabli Msi, ketika dijumpai diruang kerjanya Rabu pekan lalu, merasa terkejut dengan pemberitaan bertubi-tubi terhadap Dinkes Natuna. Meski demikian Ilyas mengatakan, pemberitaan merupakan praduga tak bersalah, akan tetapi Dia akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Jika ada oknum Dinas membuat kebijakan yang keliru, sehingga merugikan keuangan daerah, kita minta aparat penegak hukum segera bertindak. Diera kepemimpinannya, Dia ingin memberikan hal baik bagi masyarakat Natuna. Sebagai komitmen Dirinya ingin memperbaiki, kesalahan yang selama ini terjadi. Kita menginginkan perbaikan. Ilyas juga mengatakan akan segera melengserkan Ahmad Muktar dari singgahsana kepemimpinannya. Melihat adanya “bau tidak sedap,” dari Dinkes Natuna, Bupati Natuna akan segera menggantinya. Sambil memegang sebuah Koran, Ilyas Sabli memanggil Kepala Inspektorat Natuna Samsurizon SH, untuk segera memeriksa Kadiskes Natuna. “Ni berita tolong dipelajari dan periksa laporan instansi ini,” Kata Ilyas tegas. Sementara itu mantan Bupati Natuna Raja Amirullah belum dapat dikonfirmasi terkait isyu bahwa dirinya ikut menikmati pemotongan 25 persen kegiatan Puskesmas dan kegiatan Dinkes. Baik ajudannya, yang disebut sebagai pegambil dana dari Dinkes belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Pada edisi sebelumnya, Ketua Lembaga Swadaya Forkot (Forum Kota) Wan Sopian, saat dijumpai disela-sela kesibukannya, mengatakan, kinerja aparat penegak hukum di Natuna belum maksimal dan masih meragukan. Pemberitaan di Media rakyat tentang adanya “Tukang Palak,”di Dinkes Natuna, sudah dapat dijadikan modal awal untuk melakukan pemeriksaan. Nyatanya “bau tidak sedap,” yang mengarah dari Dinkes Natuna, belum terbongkar juga. Untuk itu Ia berharap, agar aparat penegak hukum segera bertindak. Dari hasil sidak dilakukan oleh DPRD Natuna beberapa bulan lalu, sudah ada pengakuan beberapa Puskesmas terhadap lintas komisi, tentang pemotongan dana 25% terhadap seluruh kegiatan Puskesmas. Bahkan salah satu PPTK di Dinkes Natuna, mengakui pemotongan itu bukan hanya di Puskesmas, Didinkes sendiri juga dilakukan sesuai instruksi Kadiskes, (baca media rakyat edisi 234, Tangkap dan Penjarakan Tukang palak Di Dinkes Natuna). Oleh karena itu, tidak ada alasan aparat penegak hukum, mengabaikan kasus ini, terang Wan Sofian. Kita minta kasus “tukang palak” segera di Proses, paparnya. Sementara itu Ka.Intel Kajari Ranai, Dedy SH. saat dikonfirmasi diruang kerjanya, mengatakan, akan segera memeriksa Kadiskes Natuna terkait adanya “aroma korupsi” di instansi itu. “Kita akan panggil Kadiskes Natuna,” kata Dedy menggebugebu. Sejak adanya pemberitaan ini,” kita sudah lakukan penyelidikan. Oleh karena itu, Ahmad Muktar beserta antekanteknya, akan segera kita Panggil, tegasnya. >>ROY

10
Satpol PP Karawang Tertibkan Pedagang Kaki Lima

Nusantara
Bekasi,(MR) Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang polinmas) Kabuapten Bekasi terkesan tidak mengerti dan memahami tugas pokok dan pungsinya maupun tangungjawabnya, padahal sangat jelas kantor ini merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab penuh terhadap keberadaan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di wilayah kerjanya. Dari pendataan tertib administrasi maupun pendataan kegiatan harus di sesuaikan dengan AD/ART masingmasing lembaga kemasyarakatan, dan yang paling terpenting bagaimana melakukan pembinaan kearah profesionalisme fungsi masing-masing terhadap lembaga kemasyarakatan dan bukan hanya melakukan pendataan administrasi semata, demikian di katakan Ketua LSM Forum Komunikasi Nusantara (FKN) wilayah Bekasi Adon Welfares Ompusunggu kepada MR pada selasa ( 31/5 ) kemarin di Cikarang. Menurut Adon, Kesbang polinmas Kabupaten Bekasi yang bersetatus sebagai Kantor dan di pimpin oleh seorang dengan kepangkatan Eselon IIIA dengan staf yang cukup secara personil dan sudah barang tentu dengan anggaran tersendiri, namun sangat di sayangkan penggunaan angaran kantor ini terkesan tanpa program maupun tujuan yang jelas serta tanpa target. Maka itu kegiatan yang dilaksanakan di Graha Vidia Jatiluhur Purwakarta pada awal mei yang lalu perlu di pertanyakan, berapa besar biaya yang harus di keluarkan oleh Kesbang polinmas Kabupaten Bekasi dan apa target yang sudah di capai dari kegiatan itu, dan apakah orang tertentu saja yang di harapakan hadir sehingga memilih pelaksanaan di luar kota. Maka itu sudah sepatutnya menjadi pantauan pihak DPRD Kabupten Bekasi tandas Adon. Melihat hal tersebut di atas menurut Adon Welfares, Lembaga-Lembaga Masyarakat yang ada di wilkayah ini perlu di fungsikan terutama LSM secara kemitraan sekaligus sebagai Stake Holder dari pemerintah, dengan demikian LSM yang ada perlu di bina secara profesional supaya mampu membuat kegiatan-kegiatan serta kajian yang berguna bagi masyarakat serta dapat menjadi masukan bagi pemerintah bukan malah sebaliknya memposisikan diri sebagai Eksekutor. Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, secara SDM mampu tidak kantor Kesbang Polinmas Kabupaten Bekasi melakukan pembinaan tersebut melalui kegiatan secara berkala atau hanya mampu melakukan kegiatan asal-asalan yang penting anggaran habis , kalau hal seperti ini sampai terjadi, jangan lupa Kesbang Polinmas Kabupaten Bekasi harus punya tanggung jawab terhadap integritas sosial masyarakat Kab. Bekasi agar LSM yang ada harus punya arah ujar Adon. Sementara itu Kepala Kantor Kesbang Polimas Kab Bekasi Rahmatullah mengatakan, Kantor Kesbang Polinmas Kab Bekasi bekerja sudah sesuai dengan tupoksinya yaitu mengadakan pembinaan terhadap Lembaga kemasyarakatan yang ada di wilayah ini dan kami tidak pernah menjadi Eksekutor terhadap Lembaga- lembaga masyarakat yang ada, Salah satu contohnya bahwa, Kantor Kesbang Polinmas Kab Bekasi melakukan pembinaan terhadap Lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada yaitu ketika kami mengadakan sarasehan di wilayah Puwakarta, dan menge-

Tahun Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

Mampukah Kesbang Linmas Melakukan Pembinaan

Adon Welfaresompusunggu

Satpol PP Kab. Karawang

Karawang,(MR) Menghadapi ADIPURA, SATPOL PP Kab. Karawang dibantu POM, TNI, POLRI, mengadakan penertiban Pedagang Kaki Lima dari Jl. Arif Rachman Hakim sampai Pintu Tol Karawang Barat. Kabid Trantibbum, Deni Herlan mengatakan. “Sebetulnya dalam rangka penertiban Pedagang Kaki Lima ini bukan semata-mata Adipura, sebelum penertiban kelapangan pihak Satpol PP sendiri sudah 6 Kali mengundang para Pedagang Kaki Lima ternyata tidak ada tanggapan, jelas Deni. Deni juga mengatakan, “Sesuai dengan kemauan mereka ketika akan ditertibkan, mereka menyatakan siap, karena walau bagaimana pun, tugas Satpol PP selain mendata, juga membina dan mengarahkan, bukannya pemerintah melarang masyarakat berjualan, tetapi yang perlu diketahui oleh para pedagang yang aturan sore buka dan pagi-pagi sudah rapih. Kota tidak kelihatan kumuh atau kotor, kalau keadaan semacam ini kan amburadul dan pemandangan Rusak, mengganggu jalur lalu lintas terhambat,” pungkasnya. Hal yang sama dikatakan warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan setuju ketika Satpol PP menertibkan Pedagang Kaki Lima, menurut warga kehadiran pedagang kaki lima Jangan sampai merusak keindahan Kota. >> Komarudin

nai anggaran yang kami keluarkan itu sudah mendapat persetujuan sehingga hal tersebut dapat terlaksanan dengan baik dan mendapat dukungan dari segala lapisan yang ada. >> Wahyu

Jadikan Desa Batu Ubi, Terang Benderang

Walikota Tasikmalaya Resmikan Hasil Pembangunan Kecamatan Mangkubumi
Kota Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya, Drs.H.Syarif Hidayat,M.Si meresmikan hasil-hasil pembangunan Tahun 2010 se-Wilayah Kecamatan Mangkubumi senilai 13 Milyar di Halaman SDN I Mangkubumi Jalan Raya Singaparna Km.7 No.228 Kota Tasikmalaya. Selain peresmian, acara yang dihadiri oleh anggota DPRD dapil III, Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah Kota Tasikmalaya, Kepala OPD se-Kota Tasikmalaya, Ketua TP PKK dan Ketua Dharma Wanita Kota Tasikmalaya beserta jajarannya juga diselenggarakan pemberian sembako sebanyak 33 paket untuk kaum dhuafa, pelayanan KB Gratis kepada 45 peserta dan pemberian batik Kb kepada 10 kader KB kelurahan, penanaman pohon serta pameran dan bazaar dari Gapoktan, LPM dan BKM Mangkubumi. Pada kesempatan iru, Syarif Hidayat berpesan kepada seluruh masyarakat Mangkubumi agar memanfaatkan sebaikbaiknya seluruh hasil pembangunan serta memeliharanya agar fungsi dan manfaat dari hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh warga masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, Syarif juga menjelaskan pembangunan yang dilaksanakan harus dibarengi dengan pengendalian penduWelmi, Ketua Komisi I DPRD Natuna

4,5 M Untuk Bangun Wilayah Purbaratu

Kota Tasikmalaya,(MR) Pembangunan di Wilayah Kecamatan Purbaratu untuk 35 Kegiatan pembangunan telah menghabiskan Dana hampir 4,5 Milyar. Walikota Tasikmalaya berharap agar hasilhasil pembangunan ini hendaklah dirawat dengan baik, sehingga bisa bertahan dan bermanfaat untuk jangka waktu yang lama. Sementara KH. Asep Abdillah selaku tokoh masyarakat sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DPRD Kota Tasikmalaya atas perhatian yang diberikan kepada Kecamatan Purbaratu, pasalnya Kecamatan ini baru berusia 3 Tahun hasil pemekaran dengan Kecamatan Cibeureum. Memang berdasarkan data yang dihimpun Tim mendapati bahwa PAD dari pajak di wilayah Kecamatan Purbaratu hanya 375 Juta saja, dan wilayah Singkup Kecamatan Purbaratu telah mendapatkan Dana Bantuan untuk Infrastruktur Pertanian dari APBN. Acara diisi pula dengan pemberian sembako bagi kaum duapa, sarana olah raga bagi kelompok pemuda dan ditutup dengan penanda tanganan Prasasti serta penanaman pohon. >> Iin Kartiwan

UPTD Puskesmas Bugis Berikan Pelayanan Persalinan Gratis
Indramayu,(MR) Para Bidan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bugis Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, siap memberikan pelayanan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis, bagi warga yang tidak memiliki Kartu Jamkesmas, Jamsostek dan Askeskin. Hj.Cicih Sukarsih, S.ST. Kepala UPTD Puskesmas Bugis, mengatakan hal tersebut dalam acara Camat Ketemu Rakyat (CKR), di Hj.Cicih Sukarsih, S.ST. aula Pemerintah Desa Salamdarma Kecamatan Anjatan, yang dihadiri masyarakat umum, para pelajar SMA, Camat, Kasi Kesos dan Pamong Desa setempat, kamis siang (26/5) lalu. Dikatakannya, persyaratan untuk mendapat pelayanan persalinan gratis baik di rumah-rumah Bidan dan Puskesmas, warga harus memiliki KTP dan KK, serta mempersiapkan sarana dan prasarana persalinan sejak usia kandungan 8 bulan. “kami berharap dibukanya Program Jam Persal ini musibah kematian Ibu dan Bayi di saat melahirkan bisa di cegah,” kata Cicih. Kuwu Salamdarma, H.Abdul Hadi, dalam pengarahannya berpesan kepada warga desanya supaya memanfaatkan program pelayanan persalinan gratis sebaik-baiknya. Kami siap memberikan pelayanan administrasi baik pembuatan KK, KTP dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mensukseskan program Dinas Kesehatan, katanya. >> Maskin

duk penduduk, pengendalian ekonomi dan pelestarian lingkungan. Salah satunya, contoh Syarif, kegiatan KB keliling dan kegiatan penanaman pohon yang saat ini sedang dilaksanakan merupakan simbol Pemkot Tasikmalaya peduli terhadap lingkungan “Go Green” serta terus meningkatkan ketahanan pangan melaui beras perelek yang telah berlangsung di tiap RT se-Kota Tasikmalaya. Sementara itu, Drs. Eddy Sumardi, M.Ed, Asisten Ekonomi dan Pembangunan dalam laporannya mengatakan kegiatan pembangunan tahun 2010 di wilayah Kec. Mangkubumi secara umum berjumlah 62 kegiatan, dengan anggaran sebesar Rp. 13. 850.591.000 (tiga belas milyar delapan ratus lima puluh juta lima ratus sembilan puluh satu ribu rupiah),. Antara lain meliputi beberapa paket pekerjaan : 1.Rehabi-

litasi gedung kantor kelurahan dan kecamatan sebanyak 3 paket pekerjaan senilai Rp.148.997.000,- 2.Pembangunan 1 ruang kelas baru SDN Mangkubumi 1 dengan nilai Rp. 93.660.000,- 3.Pembangunan Poskesdes kel. Karikil dengan nilai Rp. 93.100.000,- 4.Pemeliharaan berkala dan peningkatan jalan sebanyak 30 pake pekerjaan dengan nilai Rp. 3.629.895.000,- 5.Pekerjaan perbaikan dan normalisasi irigasi sebanyak 13 paket pekerjaan dengan nilai Rp. 1.537.832.000,- 6.Pekerjaan drainase jalan sebanyak 8 paket pekerjaan dengan nilai Rp. 615.145.000,- 7.Peningkatan sarana dan prasarana air bersih sebanyak 2 paket pekerjaan dengan nilai Rp. 49.430.000,8.Rehabilitasi pasar cikurubuk sebanyak 4 paket pekerjaan dengan nilai Rp. 7.682.532.000,. >> Iin Kartiwan

Natuna,(MR) Seperti biasa, situasi di ruang tamu kantor DPRD Natuna, selalu dipadati tamu. Hal seperti ini, sudah menjadi pemandangan setiap hari. Sambil terseyum ramah Welmi Politikus muda dan berbakat berjalan menghampiri satu persatu tamu dan menyapanya, langkah pasti wujud seorang tokoh yang menjadi contoh bagi generasi mendatang, usai bersalaman ketua komisi I DPRD Natuna itu, kembali keruang kerjanya. Saat berada diruang kerja, Welmi langsung merespon kedatangan kuli tinta.“kebetulan ni ada berita menarik perlu di ekspos”, katanya ramah. Sambil memperbaiki posisi duduknya, dia mengutarakan ke ingin menjadikan desa Batu Ubi terang benderang. Mengingat desa ini banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Natuna. Sesuai dengan otonomi Desa, Pembangunan kita mulai dari Desa, katanya. Selanjutnya, Ia katakan. Daerah transmigrasi Batu Ubi, perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah, Karena desa ini sudah hampir 18 tahun berada di Natuna, namun masih memprihatinkan. Kita akan usulkan, ke Pemkab Natuna melalui Perusda, agar desa Batu Ubi mulai dari SP I, II dan III, dapat dialiri listrik PLN. Tahun ini, berbagai inspratuktur penunjang percepatan pembangunan sedang di gesa, sebagai wujud mempercepat roda perekonomian masyarakat batu ubi. Ini tidak lepas dari perhatian DPRD Natuna. Kita ketahui, selama ini, Desa Batu ubi merupakan penyuplai terbesar sayur-sayuran ke Ranai. Secara resmi Welmi mengakui, belum pernah berkunjung ke desa batu Ubi, tapi Secara pribadi Dirinya sering ke Batu Ubi. Dengan kunjungan itu Dia banyak melihat kehidupan masyarakat Batu Ubi.Yang paling mencolok adalah Listrik. Kebanyakan masyarakat masih memakai genset pribadi sebagai penerangan. Jika sudah jam sepuluh, suasana di batu Ubi sudah gelap, dengan kondisi ini, Welmi berharap, melalui Pemerintah daerah, kiranya tahun ini juga, Listrik PLN Di Batu Ubi bisa terealisasi. Apalagi ada wacana Pemerintah daerah untuk melakukan pemekaran desa Batu Ubi menjadi kecamatan. Kita sangat meresponnya. Dengan demikian, maka percepatan pembangunan melalui daerah pedesaan dapat terlaksana dengan baik. Dan ini merupakan program Pemerintah dan DPRD Natuna tandasnya. >> ROY

Jabatan Dandim 0504/Jakarta Selatan dan Dandim 0508/Depok Korem 051/Wkt Diserahterimakan
Bekasi,(MR) Komandan Komando Resort Militer 051/Wijayakarta Kodam Jaya Kolonel Inf Supartodi memimpin acara tradisi korps dan serah terima jabatan Komandan Kodim 0504/Jakarta Selatan dari Letnan Kolonel Arh Heri Purwanto kepada Letnan Kolonel Inf Robertus Donatus. Ndona dan Komandan Kodim 0508/Depok dari Letnan Kolonel Inf Masduki kepada Letnan Kolonel Inf Mohamad Sujono bertempat di Aula Wijayakarta Makorem 051/Wkt Jln. Niaga Raya Jababeka Cikarang Baru Bekasi, selasa (31/5). Acara tradisi korps dan serah terima jabatan Komandan Kodim ini di tandai dengan penyerahan tongkat komando dan pelepasan tanda jabatan dari pejabat lama dan diserahkan kepada pejabat baru oleh pimpinan acara. Letnan Kolonel Arh Heri Purwanto selanjutnya menduduki jabatan sebagai Kepala Staf Korem 052/Wijayakrama dan Komandan Kodim 0504/JS Letnan Kolonel Inf Robertus Donatus Ndona sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Pribadi Pangdam Jaya. Letnan Kolonel Inf Masduki selanjutnya menjabat sebagai Pabandya Diaga Spers Suad dan Komandan Kodim 0508/Depok Letnan Kolonel Inf Mohamad Sujono sebelumnya menjabat sebagai Komandan Detasemen Marks Kodam Jaya. Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Depok, Kajari Depok, DPRD Depok dan Kapolres depok, Wali Kota Jakarta Selatan, Kapolres Jakarta Selatan, Kajari Jakarta Selatan, para Asisten, Dan Staf / Ka Balak Kodam Jaya, Kasrem 051/Wkt Dandim 0505/JS, 0507/Bks, para Kasi, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kodim jajaran Korem 051/Wkt serta para tamu undangan dari instansi TNI dan Polri, Ketua Persit KCK Korcab Korem 051 PD Jaya, ketua Persit cabang 18 dan 22 Koorcab Korem 051 PD Jaya beserta Staf dan Pengurus. Dalam amantnya Komandan Korem 051/Wijayakarta menyampaikan bahwa,secara substansial acara ini memiliki makna yang perlu di pahami bersama bahwa pergantian jabatan di lingkungan Korem 051/Wkt Kodam Jaya bukan sekedar sebagai upaya penyegaran dalam kerangka kesejahteraan, namun lebih dari itu, pergantian jabatan harus di pahami sebagai suatu dinamika yang akan menetukan kesinambungan pembinaan satuan dalam rangka menjaga eksistensi organisasi jajaran Korem 051/Wkt. Danrem juga mengingatkan bahwa, ditinjau dari potensi geo,demo dan konsos Kodim jajaran Korem 051/Wijayakarta merupakan Kodim yang memiliki karakteristik yang berbedabeda serta memiliki keunikan dan cara pembinaan yang

spesifik, wilayah tanggung jawab yang bernilai strategis. Jakarta Selatan merupakan tempat berdomisili komunitas masyarakat madani dan warga Negara asing yang bekerja di kedutaan dan di perusahaan dari Negara-negara sahabat. Wilayah Depok yang secara geografis mempunyai wilayah sangat luas dan merupakan daerah penyangga Ibu Kota serta berbatasan dengan Kodam III/ Siliwangi.

Pada akhir amanatnya Komandan Korem 051/Wijayakarta mengingatkan bahwa, kita berada di Ibu Kota Negara RI, apabila terjadi kejadian sekecil apapun akan berpebgaruh terhadap kondisi keamanan secara nasional, untuk itu teruslah menjaga stabilitas keamanan bersama unsure TNI, Polri dan komponen masyara-kat yang lain, sehingga kondisi keamanan akan selalu dalam suasana kondusif, jelasnya. >> Hamdan

Edisi 240 Tahun XI Tahun 6 - 13 Juni 2011

Nusantara
Surabaya,(MR) Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Gunungsari Surabaya yang sempat molor akhirnya diresmikan pada hari Sabtu, (28 /5) oleh Menteri Perumahan Rakyat RI, Soeharso Monoarfa, yang didampingi oleh Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo. Rusunawa Gunungsari Surabaya ini berdiri diatas lahan seluas 6.799 meter persegi. Pembangunannya dimulai tahun 2010 dengan menggunakan anggaran dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jatim senilai Rp 34.844.580.000. Pembangunan itu dilaksanakan kontraktor PT Widya Satria, rupanya manjadi rusunawa terbaik di Indonesia. Ini karena berbagai fasilitas yang ada memang memenuhi standar dan dibanding dengan yang ada di Batam, Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo saat peresmian Rusunawa Gunungsari, mengatakan, jika dibandingkan dengan rusunawa manapun, ini tetap yang terbaik. “Kalau yang di Batam, teralisnya dibuat sandar saja bisa hancur, tapi kalau ini (Rusunawa Gunungsari) malah Anda yang bakal sakit, karena saking kuatnya,” katanya sambil bergurau saat memberikan sambutan. Untuk pemanfaatannya, rusunawa yang dikhususkan bagi warga stren Kali Jagir yang tergusur ini bakal mendapat subsidi dari pemprov Jatim. “Tiap tahunnya, Pemprov akan beri bantuan subsidi Rp 228 juta,” tuturnya gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini. Dengan adanya subsidi itu, maka tarif sewa yang sebelumnya cukup mahal, yakni Rp 500 ribu, kini ditetapkan lebih rendah atau sekitar separuhnya. Untuk tarif sewa bulanan bagi penghuni lantai dasar ditetapkan sebesar Rp 235 ribu, lantai II Rp 215 ribu, lantai III Rp 195 ribu, lantai IV Rp 175 ribu, dan lantai V Rp 156 ribu. Untuk ukuran unit hunian di rusunawa ini masing-masing luasnya 34 meter persegi, sehingga layak untuk dihuni empat orang, yakni bapak, ibu, dan dua anak. “Buat para peng-

11

SBB Bulog Jatim Siap Cetak Bibit Pemain Timnas

Rusunawa Gunungsari Diresmikan

M. Raes dan Usman platih kelompok umur 2001 (insert) M. Raes

Surabaya,(MR) Selain sebagai Badan Ketahanan Pangan No.1 di Jatim, Bulog Jatim juga mencetak bibit pemain bola untuk Timnas. SSB Bulog Jatim yang didirikan tahun 1987. Sebagai ketua SSB Agus Sutarto yang juga sebagai karyawan Bulog dan M.Raes sebagai pelatih yang juga sebagai koordinator pelatih SSB Bulog Jatim. Ditemui di tengah lapangan yang terletak di belakang Kantor Bulog Jatim, M.Raes bercerita mengapa dirinya menjadi pelatih di SSB Bulog Jatim. M.Raes sendiri menjadi pelatih sejak tahun 1994 sampai sekarang mempunyai kesan tersendiri ketika mengetahui anak didiknya bisa menjadi pemain Timnas seperti Zaenal Haq dan Rifa Arfindo yang sekarang sedang merumput dan berlaga di Liga Uruguay. SSB Bulog Jatim sendiri mempunyai tujuan mencetak sebanyak-banyaknya pemain di usia dini (8-11 tahun) dan SSB Bulog Jatim sendiri tidak merasa kesulitan mencetak pemain. Bahkan banyak sekali debu tan SSB Bulog Jatim yang bermain di liga remaja seperti Persida, Deltras, Arema Junior, Persebaya. Anggota SSB Bulog Jatim sendiri mulai kelompok umur (8-9 tahun), (10-11 tahun), (12-13 tahun) ada sejumlah 300 peserta didik, maka tidak heran dari tangan dingin pelatih M. Raes, Ridwan, Usman, Khoirul, serta beberapa pelatih lainnya yang semuanya berjumlah 9 pelatih SSB Bulog Jatim dapat menjuarai beberapa Turnamen bola dan menjadi : Juara I di Batu, Juara II di Triple Kediri, Juara II di Blitar kelom-pok umur 11 tahun, Juara III di Mojokerto kelompok umur 10 tahun. Dan masih banyak lagi Turnamen yang telah dijuarai. Lokasi latihan yang terletak di belakang Kantor Bulog Jatim, dan telah dibangun beberapa tempat duduk untuk orang tua menunggu anaknya berlatih bola memang sangatlah menguntungkan selain rindang dan orang tua anak didik yang sedang menunggu bisa dibuat kerasan sehingga tidak akan bosan untuk menunggu latihan, adapun latihan setiap hari minggu pukul 06.00-08.00 WIB, hari Selasa 15.0016.30 WIB. Hari Jum’at pukul 14.00-16.00. Kalau anda berminat putraputri anda menjadi pemain bola terkenal. >>Dea

huni yang sudah punya anak dua sudah cukup tidak perlu nambah lagi, nanti malah sempit dan kalau anaknya banyak, waktu ayah dan ibunya berhubungan malah gampang ketahuan anaknya,” kelakarnya. Menteri Perumahan Rakyat RI, Suharso Monoarfa juga menyatakan sepakat jika dianggap Rusunawa Gunungsari ini adalah yang terbaik di Indonesia. Bahkan, menurut dia,

Rusunawa di Jalan Gunungsari itu satu-satunya di Indonesia yang berdiri di tengah kota Surabaya dengan lima lantai dan memiliki 268 unit kamar. Rusunawa ini juga memiliki 22 stand pertokoan dan dilengkapi dengan fasilitas umum.Seperti lapangan bulu tangkis, mushola, lahan parkir, saluran pembuangan limbah, taman bacaan, taman bermain anak-anak dan sarana prasarana lainnya.

Melihat prospek pembangunan Rusunawa di Jatim, pihaknya akan membantu proyek pemprov selanjutnya, yakni membangun Rusunawa baru di Wonorejo dan Sumur Welut. Rencananya, di Wonorejo yang akan dibangun 10 blok akan dibantu empat blok dan di Sumur Welut yang akan dibangun delapan blok akan dibantu dua blok dengan anggaran APBN 2012. >> HS

Warga Tasik Dilatih Sadar Bencana
secara resmi membuka pelatihan kelembagaan masyarakat sadar bencana di aula Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya disaksikan peserta dari unsur forumkonsultasi kecamatan, tokoh ulama dan aparat kelurahan. Drs.H.Tio Indra Setiadi yang sekaligus sebagai ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menyambut baik kegiatan yang dimotori Provinsi Jawa Barat dan BPBD Provinsi tersebut sehingga masyarakat memiliki pengetahuan mengenai penanganan bencana “dengan pengetahuan penangan bencana bila terjadi bencana akan ada penanganan secepatnya karena tahu pihak terkait yang harus dihubungi serta pelaporan data korban sehingga penanganan dari pemerintah akan secepatnya,” katanya. Di tambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan seperti ini hanya dilaksanakan di Kota Tasikmalaya setelah sebelumnya di Sukabumi dan beliau mengharapkan seluruh peserta mengikuti pelatihan sampai selesai sehingga mampu menginformasikan kembali ke orang lain. Kepala BPBD yang diwakili Drs. Deni Dudin M. menjelaskan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan sampai dengan hari kamis besok memiliki maksud dan tujuan untuk berbagi informasi kepada masyarakat sekaligus sosialisai agar masyarakat sadar akan bencana karena Jawa Barat termasuk wilayah rawan bencana “dengan sadar bencana masyarakat bisa tahu resiko bencana sehingga masyarakat menjadu cepat tanggap terhadap bencana serta bisa terwujudnya masyarakat peduli bencana,” singkatnya. >> H.Ade Dimyati

Raes dan Ridwan pelatih klompok umur 2000

Kota Tasikmalaya,(MR) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs.H. Tio Indra Setiadi didampingi Camat

Hideung bersama perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan BPBD Provinsi Jawa Barat Dani Dudin

12

Advertorial

Tahun Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

Edisi 240 Tahun XI Tahun 6 - 13 Juni 2011

Nusantara
Anambas,(MR) Maraknya isu dan sorotan masyarakat tentang pengerjaan jalan yang pengerjaannya dilaksanakan oleh PT Flopen Sejahtera, sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengirim surat rekomendasi penghentian proyek jalan senilai Rp4,7 miliar itu. ditanggapi serius oleh Pemkab Anambas. Bupati Kepulauan Anambas Drs.Tengku Mukhtaruddin melalui Staf Khususnya M. Nasrul Arsyad,SE. mengatakan, Tim Terpadu ini akan melakukan penelitian secara keseluruhan mulai dari proses lelang, pemenang, dan tekhnis pengerjaannya. Tim ini SK-nya akan langsung ditanda tangani bupati. “Paling lambat Jumat nanti, Surat Keputusan pembentukan Tim Terpadu telah ditandatangani bupati,” kata Nasrul, Rabu (25/5). Dijelaskan Nasrul, Tim Terpadu nanti akan diisi dari internal pemerintah dan luar pemerintah. Dari pihak pemerintah terdiri atas Inspektorat dan Asisten II. Untuk eksternal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Komisi II) dan Gapensi, juga akan dilibatkan dalam Tim Terpadu tersebut. “Hasil penelitian ini nanti akan menjadi bahan masukan (bahan pertimbangan bupati) untuk ambil keputusan apakah proyek tersebut dilanjutkan atau tidak,” ungkapnya.

13
Dengan terbentuknya Tim terpadu Bupati berharap tindakan penebangan liar dapat dite-kan dan pelaku dapat diproses di pengadilan. Sejauh ini pihak-nya kata kartini telah sering melakukan penangkapan kayu yang diduga hasil jarahan. Umumnya mereka tidak meleng-kapi dokumen lengkap dan me-ngambil kayu di hutan lindung. Dijelaskan Nasrul, dengan terbentuknya Tim terpadu ini Bupati berharap nanti akan diisi dari internal pemerintah dan luar pemerintah. Dari pihak peme-rintah terdiri atas Inspektorat dan Asisten II. Untuk eksternal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Komisi II) dan Gapensi, juga akan dilibatkan dalam Tim Terpadu tersebut. “Hasil penelitian ini nanti akan menjadi bahan masukan (bahan pertimbangan bupati ) untuk ambil keputusan apakah proyek tersebut dilanjutkan di antaranya mengikuti diklat gelombang pertama yang akan berlangsung bebe-rapa hari kedepan, setelah gelombang pertama ini akan disusul dengan gelombang ke dua yang kurang lebih akan diikuti 225 Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Kepu-lauan Anambas. Dalam amanahnya Tengku berpesan agar seluruh CPNS yang mengikuti diklat untuk selalu mengingat bahwa pelatihan ini penting bagi pembentukan karakter pegawai negri sipil khususnya di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk itu peserta diklat harus mengikuti dengan serius semua pelatihan dan program yang sudah dijadwalkan dan dibayar mahal. Jangan ada yang atau tidak,” jelasnya. Ketika ditanya berapa lama Tim Terpadu berkerja, Nasrul mengatakan setelah SK tersebut ada maka akan disampaikan. Namun ini upaya pemerintah agar proyek pembangunan di Anambas, benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat. Nasrul juga menyampaikan, idealnya selama masa penelitian maka pengerjaan jalan dihentikan. Namun berapa lama pengerjaan jalan tersebut dihentikan, Nasrul tidak menyampaikannya. “Bupati menyarankan Tim Terpadu untuk menggunakan konsultan guna membantu tim. Namun jika mampu, Tim dipersilahkan tidak menggunakannya,” terangnya. Pada kesempatan itu Nasrul juga menyampaikan bahwa apapun hasil yang didapat pada penelitian Tim Terpadu, bupati akan mengambil sikap terhadap pengerjaan proyek tersebut. >>Edward mangkir dari diklat “Yang pertama ini harus memiliki sikap dan perilaku sebagai aparatur/birokrasi, dan selanjutnya sebagai pelayanan prima, setelah lulus diklat akan di evaluasi kembali. Jangan mangkir sewaktu diklat, tunjukkan bahwa pegawai negri sipil Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu pegawai yang beretika, disiplin dan professional sebagai pelayanan prima, bukan pejabat yang minta dilayani,” tegas Tengku. Setelah menyampaikan amanahnya, Tengku Mukhtaruddin mengajak Ketua DPRD kabupaten Anambas Amat Yani,SE serta direktorat Lembaga Aparatur Negara untuk membuka secara resmi diklat prajabatan dengan memukul gong. >>Edward

Wawako Prabumulih:

Jangan Hanya Bisa Mengandalkan Atlit Dari Luar

Pemkab Anambas Bentuk Tim Terpadu Terkait Jalan Lingkar Kota Tarempa

Diikuti 130 CPNS Formasi 2010
Prabumulih,(MR) Peran olah raga bagi kehidupan sangatlah penting terutama bagi kesehatan dan kebugaran jasmani kita, yang tentunya dengan giat berolah raga badan kita akan menjadi sehat serta jauh dari ancaman penyakit, selain dari pada itu dengan rajin berolah raga tentunya salah satu upaya menjauhkan kita dari perbuatan yang tidak-tidak diantaranya narkoba dan lain sebagainya disampaikan Wakil walikota prabumulih Saat menghadiri Pembukaan Atletik Pormula di prabumulih rabu (01/6) kemarin, bertempat di lapangan Prabujaya kota Prabumulih. Selain itu Wawako juga mengharapkan kedepannya prabumulih dapat mencapai prastasi yang gemilang yang dapat mengharumkan nama kota prabumulih tanpa harus mengandalkan atlet dari luar “ Jangan mengandalkan atlet dari luar namun diatas namakan atlet dalam kota,”centilnya (yang selama ini sering meminjam atlet luar untuk tampil),. Selain dari menghimbau kepada anak-anak muda agar senantiasa membiasakan diri untuk beroalah raga wawako juga mengatakan bahwasannya mudah-mudahan untuk kedepan prabumulih akan mencapai prestasi yang gemilang dalam bidang olah raga, karena eksekutif dan legeslatifnya senang dengan olahraga yang tentunya hal tersebut dapat mendorong untuk kemajuan olah raga prabumulih kedepan, meskipun dana dari pusat sebesar 29 miliar tidak jadi cair tentunya prabumulih dapat menggunakan dana APBD, yang kembali ditegaskannya seusai acara “ya kita sisipkan dana 10 miliar pertahun kan tidak masalah untuk kepentingan olah raga dan para atlet” kata ridho. Wawako juga menyindir tentang kemandulan lapangan dan GOR prabujaya yang sering disalah gunakan untuk halhal yang tidak-tidak (tempat nongkrong muda-mudi bermadu kasih), “kita akan rehap gedung olah raga (GOR) prabumulih menjadi lapangan basket dan kita juga telah siapkan lapangan sepuluh hektare untuk dijadikan pusat olah raga di kota prabumulih yang tempatnya dekat islamik center Prabumulih,” jelasnya. >>Alex

Tengku Buka Diklat Prajabatan KKA 2011

Bupati KKA,Drs.T.Mukhtaruddin didampingi ketua DPRD KKA serta Direktorat LAN memukul Gong tanda Diklat prajabatan dimulai

Anambas,(MR) Untuk dapat diangkat sebagai PNS, maka seorang CPNS harus mengikuti dan lulus Diklat Prajabatan sesuai golongan ruangnya masing-masing. Kepala BKD Kabupaten Kepulauan Anambas saat pembukaan Diklat prajabatan melaporkan,penyelengaraan diklat Golongan III, mulai 23 Mei s/d

18 Juni 2011, terdiri dari 130 CPNS, Golongan II, mulai 19 Juni s/d 18 Juli 2011 terdiri dari 225 CPNS khususnya pengadaan formasi tahun2010, Struktur dari TNI Lanal Terempa terdiri dari 4 orang serta di biaya dari APBD tahun 2011. Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin dan Ketua DPRD Anambas

Amat Yani,SE secara resmi membuka pendidikan dan latihan prajabatan CPNS hasil penerimaan tahun 2010 gelombang pertama, Senin kemarin. Acara diklat yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan di Marina Batam ini dimaksudkan sebagai wahana untuk membentuk pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Kepulauan Anambas yang beretika, disiplin dan profesional, sebagai pelayanan prima. “Pelatihan diklat gelombang pertama ini bertujuan untuk membentuk karakter pegawai negeri sipil, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, yaitu pegawai yang beretika, disiplin dan professional, sebagai pelayanan prima,” ujar Tengku dalam sambutannya. Sebanyak 355 CPNS yang lulus pada penerimaan calon pegawai negri sipil kabupaten Anambas 2010 lalu sebanyak 130

14
Natuna,(MR Usai memimpin rapat tertutup, bersama SKPD nya, Bupati Natuna Ilyas Sabli bergegas keluar ruangan. Sambil terseyum, menyambut wartawan di ruang tunggu, Sambil memperbaiki posisi duduknya, ia membuka beberapa berkas map yang sudah menunggunya. Silahkan apa yang mau ditanya, ucap Ilyas ramah. Tidak banyak terucap dari pemimpin yang baru itu, Ilyas mengatakan, sesuai dengan visi dan misi, bersama Wakilnya akan menjadikan Kabupaten Natuna sebagai daerah transit bagi Dunia khususnya Negara Perancis. Izin sudah disetujui, tinggal kita mau melakukan penataan terhadap inspatuktur Seperti Pelabuhan, Jalan dan Pariwisata. Memang ini merupakan program jangka panjang. Bahkan anggaran untuk membangun semua fasilitas ini, tidak memakai dana dari APBD melainkan dana dari APBN. Inilah yang lagi kita perjuangkan. Ia menambahkan, mengenai lokasi dan tempatnya masih kita rahasiakan, sebab jika diberitahu, “ bakal banyak tengkulak tanah”. Kita tidak menginginkan hal itu. Bahkan Pemerintah daerah bersama Wakil rakyat ingin membuat Perda, agar harga lahan, yang kena dampak pembangunan bisa stabil. Kita ingin memberikan kemudahan bagi Pemerintah Pusat maupun Investor demi kemajuan Natuna kedepannya. ungkapnya. Seiring berjalannya tahun, Pasilitas seperti penerangan, sudah mulai stabil. Bahkan pembangunan PLTU, bakal dilaksanakan di kabupaten Natuna. Ini merupakan keberhasilan kemajuan pembangunan di Natuna. Jika PLTU terlaksana, tentu krisis listrik tidak bakal terjadi lagi. Bahkan investor tidak bakal takut kekurangan listrik. Saat ini, kita focus kepada Insprastruktur jalan, Pelabuhan dan wisata. Jika ini sudah terpenuhi, tentu wisatawan tidak hanya transit saja di Natuna. Dengan adanya wisata yang menarik, mereka akan tinggal dua atau tiga hari. Hal ini akan menguntungkan Kabupaten Natuna, baik dari segi ekonomi, maupun PADnya. Katanya. Selain Program Ini Apa Lagi Jauh Sebelum Dia jadi Bupati Natuna berdampingan dengan Imalko, dengan rencana mendirikan rumah sakit terapung. Menurutnya, rumah sakit itu, sangat dibutuhkan masyarakat Natuna, yang jauh dari Ibu kota Ranai, “Saya dapat merasakan apa yang mereka rasakan,” sebab Saya asli anak pulau, Bayangkan untuk penyakit kronis, harus membutuhkan waktu 8-12 jam untuk dirawat di RSUD Natuna, bahkan tak heran jika mereka mempertaruhkan nyawa untuk membawa pasien, karena transportasi besar terbatas. Diakuinya Puskesmas keliling ada 2 buah, untuk melayani masyarakat di pulau-pulau, kendalanya puskel tak dapat dijadikan untuk rawat inap, jika musim utara tiba Puskel tak dapat dipakai untuk berkunjung kepulaupulau. Oleh karena itu Dia berkeinginan membuat sebuah kapal besar dan lengkap dengan peralatan medis canggih lengkap dengan dokter dan perawat, berkeliling untuk melayani masyarakat di Pulau. Dengan demikian, RSUD natuna, menjadi rumah sakit rujukan dari kecamatan !. Kapan Itu Akan Di Wujutkan ! Permasalahan ini sudah lama menghantuinya, oleh karena itu, Dia bersama SKPD, dan DPRD akan segera melakukan pembahasan agar ini cepat terwujud, sehingga beban moral selama ini selalu membayanginya, bisa terwujut. Kasihan masyarakat hanya untuk berobat saja harus keluar daerah, seperti Batam dan Tanjungpinang. Ilyas mengatakan, untuk mencapai impian itu tidak begitu mudah, karena perlu bantuan dari SKPD yang handal dan berbobot. Oleh karena itu, seratus hari kerjanya, Mereka ( Ilyas Sabli dan Imalko) akan melakukan perombakan SKPD, guna mencari SKPD yang handal dan propesional melalui pit and proper test. Untuk saat ini, banyak SKPD tak sesuai dengan pungsinya, sehingga dalam melaksanakan tugas selalu meraba. Tentu saya bersama wakil, akan berupaya meningkatkan kwalitas SKPD dengan memperbanyak pelatihanpelatihan sehingga wawasannya semakin meningkat. Selama ini kita akui, Pemerintah bukan tak mau melakukan pelatihan, namun hasilnya tidak maksimal, dikarenakan kurang pegawasan. Contohnya, lama pelatihan 7 hari, namun diikuti hanya 3 hari, sehingga hasilnya tidak maksimal. Untuk itu kedepannya, perlu pengawasan ekstra ketat agar hasilnya baik. Untuk Menghindari Hal Demikian Apa Yang Harus Diperbuat

Nusantara
Pasangan ini berencana, akan membuat program 5 tahun kedepan, dengan SKPD, seperti penertiban administrasi, setiap Dinas, dan akan kami pantau. Selama ini terkesan “amburadul,” paparnya. Ia juga menambahkan penyempurnaan struktur dibeberapa Dinas merupakan komitmen bersama pemimpin baru, untuk memajukan kabupaten natuna yang lebih baik lagi. Bagimana dengan Program Pendidikan ? Untuk Dinas Pendidikan, kami sepakat masih melanjutkan beberapa program lama, seperti Dana Bagus, (bantuan Gratis Siswa) Program ini dinilai sangat bermanfaat, dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Natuna berusaha mengentaskan masyarakat buta hurup. Meski program ini belum berjalan dengan baik, namun Pemerintah akan berusaha menjaga program ini, serta menambah transportasi gratis untuk berangkat kesekolah. Dengan demikian tidak ada lagi alasan gerasi penerus untuk tidak sekolah. Kita mau rombak cara penyalurannya saja. Jika dahulu melalui sekolah, kedepan kita serahkan langsung dengan orang tua masing-masing. Anggap saja itu sebagai hadiah untuk memotifasi anak-anaknya agar semangat sekolah. Ilyas juga prihatin dengan daerah, SDA nya banyak, tapi kekurangan SDM. Oleh karena itulah melalui Program bagus dan beasiswa mahasiswa, ia berharap putara-putri Natuna, mampu mencetak SDM yang handal untuk bekerja di Natuna. Bagaimana Mengenalkan Natuna keluar Daerah, Kabupaten Natuna dikenal dengan Migas yang berlimpah. Kendati demikian banyak orang tak tau Natuna dimana. Pada hal Natuna dikelilingi lautan luas, dan terkenal dengan kekayaan laut yang berlimpah. Untuk itu sector bahari akan menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah. Caranya, dengan mengembangkan sector kelautan, perikanan dan wisata. Kita contohkan, Negara luar saja banyak melakukan pencurian ikan di natuna. Kita sebagai tuan rumah jangan berpangkutangan, kita harus memanfaatkan kekayaan laut natuna demi kesejahteraan masyarakat. Untuk wisata. Pantai dan laut Natuna tidak kalah menariknya dari Daerah lain. Tinggal bagaimana kita memupuknya agar daerah kita ini dapat dilirik orang asing, agar menjadi wisata yang masuk kategori. Oleh karena itu Pemerintah kedepannya, berusaha untuk memperbaiki akses pembangunan insfratuktur, untuk menunjang percepatan pembangunan. Bidang kesehatan, Program ini harus dilanjutkan. Mengingat kesehatan sangatlah penting bagi masyarakat. Kita tidak akan memotong kegiatan di Dinas ini. Meski banyak keluhan dari masyarakat, dan banyaknya kasus yang terjadi di Dinas Kesehatan, program gratis berobat melalui Jamkesda tetap kita laksanakan. Tinggal SKPD aja kita perbaiki, Bila perlu diganti. Anggaran untuk obat mahal tetap kita poskan. Cuma perlu pengawasan dari masyarakat, LSM, wartawan agar program ini berjalan dengan baik dan sempurna. Pembangunan insfratuktur perlu pengawasan, Kabupaten natuna, merupakan daerah penghasil migas. Oleh karena itu APBD Natuna, mencapai 1,4 tillyun pertahun, hampir menyamai APBD Provinsi. Kendati demikian, belum ada pembanguna yang signifikan, hanya Gerbang Utaraku saja. Banyak proyek di natuna tidak selesai. Untuk itu Dia bersama Imalko, akan memperketat sekaligus mengawasi dan meminta pertanggung jawaban dari SKPD dan kontraktor jika ada yang terbengkalai kata Ilyas. Kita berharap kedepannya, pembangunan bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat. jangan seperti sekarang banyak pembangunan tidak bisa dinikmati masyarakat dikarenakan tidak selesai,. >> ROY Visi : “Menuju Natuna Yang Sejahtera, Merata dan Seimbang ” Misi: 1.Meletakkan dasar-dasar pembangunan Natuna dengan menyusun rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Natuna. 2.Memeratakan pembangunan infrastruktur dasar dengan meningkatkan dan menguatkan sarana dan prasarana transfortasi laut, transfortasi darat, transfortasi udara, jaringan tenaga listrik dan jaringan air bersih terpadu. 3.Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Natuna yang berkualitas berpendidikan memiliki ettos kerja dan produktifitas baik. 4.Mengembangkan dan meningkatkan potensi perikanan, kelautan pariwisata, pertanian dan perkerbunan hingga muncul industry industry pendukung sebagai penunjang utama kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan. 5.Meningkatkan kualitas aparatur pemerintah yang tertib hukum, tertib administrasi dan tertib operasional dalam melayani mengemban amanat masyarakat untuk mewujudkan kabupaten Natuna sebagai salah satu pusat dan atau lokomotif pertumbuhan ekonomi di Kepri dan Nasional. Analisi, Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan : Analisis SWOT : 1.Kekuatan (Strengths ): * Luas wilayah Natuna 264.198.37 km dengan luas lautan 262.197.07 km dan luas daratanya hanya sekitar 2.001.30. * Potensi Sumber Daya Alam yang berlimpah dengan kandungan Gas Alam, Minyak Bumi. * Luas Lautan yang sangat luas sehingga sangat mendukung pengembangan sector perikanan dan kelautan. * Tersedianya lahan yang sangat luas serta memiliki struktrur tanah yang sangat cocok untuk pengembangan pertanian dan perkebunan hingga pengembangan peternakan. * Tingkat kepadatan penduduk yang masih relatif rendah sehingga belum merupakan ancaman atau tekanan yang berarti. * Letak geografis Natuna yang sangat strategis, selain menjadi lalu lintas perhubungan dan perdagangan internasional Natuna juga berbatasan dengan banyak Negara Tetangga. * Stabilitas dan keamanan yang terkendali sangat mendukung usaha investasi swasta nasional maupun internasional. * Memiliki nilai budaya yang sangat kondusif dan berbuka diri dengan budaya lain, sangat mendukung aktifitas pembangunan. * Adanya komitment yang kuat dari Pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Natuna. 2.Kelemahan (Weaknesses) : * Rendahnya tingkat pendidikan formal masyarakat. * Rendahnya kualitas dan kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai teknologi dan informasi. * Produk barang dan jasa yang dihasilkan dari kegiatan pengelolaan sumber daya alam, pertanian, perkebunan dan perikanan yang belum optimal. * Rendahnya partisipasai masyarakat untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan. * Kondisi geografis yang berpulau-pulau menjadi hambatan dalam pemerataan pembangunan terutama terbatasnya sarana dan prasarana antar wilayah. * Penyebaran penduduk yang tidak merata dan bermukim di daerah daerah terisolir. * Belum berkembangnya investasi secara menyeluruh di sector- sektor unggulan. * Belum optimalnya peran investasi baik swasta nasional maupun internasional. * Belum optimalnya ketersediaan, infrastuktur dasar untuk mendukung kegiatan ekonomi dan iklim investasi. * Luasnya wilayah laut yang akan diawasi. * Terdapatnya perbedaan persepsi kewenangan antar pemerintah pusat dengam daerah, propinsi dan Kabupaten. 3.Peluang (Opportunities): * Semakin berkembangnya pasar bebas. * Natuna berada dalam pertumbuhan Negara Negara tetangga, Singapura, Malasia, Thailand, Cina, Brunai Darusalam dan Filipina. * Kemajuan Transfortasi telekomunikasi dan Turisme memberikan kemudahan dan kecepatan dalam penyampaian informasi ke seluruh pelosok dunia. * Kebijakan perimbangan keuangan pusat dan daerah penghasil. * Prioritas pembangunan nasional yang mengutamakan daerah kepulauan. 4.Tantangan (Threats) : * Geografis Natuna dengan iklim yang sangat ekstrim (gelombang laut dan angin kencang ), mengakibatkan tidak optimalnya transfortasi laut dalam kurun waktu satu tahun. * Angkatan kerja setiap tahunnya meningkat sementara ketersediaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja tidak pernah optimal. * Pengelolaan kawasan pesisir laut dan pulau pulau kecil dan pulau terluar di Kab Natuna, relative belum tersentuh. * Lajunya konversi lahan hutan dan tidak adanya reboisasi atau penghijaua mempercepat merosotnya keanekaragaman hayati baik alam baik daratan maupun di laut. * Pertumbuhan ekonomi tidak diikuti oleh distribusi yang lebih adil dan merata sehingga terjadi kesenjangan social. * Terbatasnya penguasaan manajemen usaha pertanian dan perikanan sehingga produktifitas relative kecil. Strategi Pembangunan 1. Strategi Ofensif /Pro-Aktif (S-O) : * Peningkatan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama pembangunan di Natuna. * Pengembangan jaringan kerja sama antar wilayah. * Pengembangan sector pariwisata secara lestari dengan berbasis lingkungan. * Menyiapkan wilayah (daerah ) yang akan dikembangkan baik untuk menunjang kegiatan minyak dan gas, perikanan maupun wisata. 2. Penguatan /Konsilidasi (W-O): * Pengembangan potensi daerah yang bertumpu pada sector perikanan dan kelautan. * Peningkatan pemanfaatan sumber daya

Tahun Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

Ilyas-Imalko Siap Mengembang Amanah Rakyat
perikanan, kelautan dan perairan dalam bentuk pola perusahaan inti rakyat. * Peningkatan dan pengembangan infrastruktur, sarana dan prasarana antar wilayah. * Peningkatan kualitas sumber daya Manusia. * Perujudan tata pemerintahan yang baik yang menunjang tinggi supermasi hukum, berkeadilan asas mamfaat dan lestari. * Pengembangamn industry perikanan dan kelautan yang menghasilkan keuntungan secara nyata untuk pertumbuhan ekonomi . 3. Strategi Diversifikasi (S-T): * Penyusunan peraturan perundangan dan perencanaan pembangunan kelautan dan perikanan. * Pengembangan produk perikanan dan kelautan serta produk turunanya yang mempertimbangkan kelestarian ekologis. * Pengembangan jaringan kerjasama dengan swasta dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan.* Pengembangan perkebunan yang disesuaikan dengan karakter tanah dan luas wilayah daratan Natuna. 4. Strategi Pertanahan /defensive (T-W) : * Peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global terutama untuk bidang Minyak dan Gas, perikanan dan kelautan. * Pengembangan ekonomi yang berbasis perikanan dan kelautan. * Peningkatan kualitas daya saing produk perikanan dan kelautan. * Pengembangan pendekatan pembangunan berwawasan lingkungan. * Strategi Pembiayaan Pembangunan. * Sumber pembiayaan APBD Pusat. * Sumber Pembiayaan APBD Natuna. * Sumber Pembiayaan APBD Propinsi.* Sumber pembiyaan dari pihak ketiga yang bersifat tidak mengikat (Investor ). Arah Kebijakan Pembangunan 1.Bidang Pemerintahan : * Mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang taat azaz tata kelola pemerintah yang baik dan bersih. * Mewujudkan pelayanan public yang prima. * Mewujudkan sinergi peran dan fungsi antar SKPD di lingkungan pemerintah.* Mewujudkan peningkatan kapasitas dan kualitas aparat penyelenggaraan pemerintah.* Program peningkatan pengelolaan Anggaan pendapatan dan belanja daerah. 2.Bidang Pembangunan: * Menyiapkan infrastuktur dasar, sebagai pengerak perekonomian dengan membuka akses transfortasi baik laut darat maupun udara. * Pemerataan pembangunan disetiap kecamatan. * Menyelesaikan pembangunan –pembangunan yang terbengkalai agar bisa dimanfaatkan secara optimal. *Terwujudnya kapasitas pelabuhan laut bestandar internasional. Tersedianya air bersih berkelanjutan dan energy listrik untuk kebutuhan investasi di Natuna. 3. Bidang Ekonomi: * Mendorong tewujudnya, investasi di Natuna baik investor asing maupun dalam Negeri. * Pengembangan lembaga keuangan daerah sampai ditingkat kecamatan-kecamatan baik dalam bentuk koperasi simpan pinjam ataupun Bank. * Pemanfaatan potensi sumber Daya alam baik untuk minyak dan gas, perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan. * Mendorong pemerataan pembangunan ekonomi disetiap kecamatan dan Desa. * Mendorong peningkatan pergerakan sector rill dan dunia usaha dengan prioritas utama pemberdayaan usaha kecil dan menengah. 4.Bidang SDM dan Masyarakat : * Terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan disetiap tingkat dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. * Penataan kembali hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat. * Pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, organisasi kepemudaan, untuk lebih meningkatkan partisipasi dan perannya. * Pengembangan lembaga-lembaga social keagamaan, lembaga pendidikan keagamaan, lembaga-lembaga adat dan budaya. Selain itu setiap arah kebijakan akan memperhatikan program program pembangunan yang akan dijabarkan dalam beberapa program yaitu : -Pembangunan bidang SDM, -Pembangunan bidang infrastruktur dasar, Pembangunan bidang perikanan dan kelautan, -Pembangunan bidang pertanian, perkebunan dan peternakan, -Pembangunan bidang pariwisata. - Pembangunan bidang energy dan pertambangan, -Pembangunan bidang industry dan perdagangan. -Pembangunan bidang kesehatan. -Pengembangan bidang kepemudaan dan olahraga. -Pembangunan bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. - Pembangunan kependudukan serta keluarga berkualitas. - Pembangunan bidang hukum dan politik. - Pembangunan bidang keamanan dan ketertiban umum. ***

16 Desa Diglontor Dana PPIP
Jombang,(MR) Tahun 2011, Program Pembangunan Infrastruktur Perde-saan (PPIP) kembali digulirkan. Pemerintah mengucurkan anggaran sebesar 250 juta rupiah untuk masing-masing desa. Ada sekitar 16 desa yang mendapat kucuran dana tersebut. Sehingga total anggaran PPIP untuk tahun ini mencapai 4 Miliar. Ini ditegaskan oleh Kepala PU Ciptakarya, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Jombang, Ir.Sutjipto saat sosialisasi PPIP di ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Kamis siang lalu. Dikatakannya, sebanyak 16 desa tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Jombang. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan infra-struktur desa tersebut segera dicairkan dalam waktu dekat. Desa yang kebagian dana tersebut diwajibkan transparan dalam penggunaan dan pembelanjaan anggaran tersebut. Seperti yang dikatakan Sekdakab Jombang, HM. Munif Kusnan,SH.Msi saat membuka sosialisasi. “Harus trans-paran, jangan sampai ada permasalahan dikemudian hari,” kata Munif kepada sekitar 70 undangan yang hadir. Kekhawatiran Munif Kusnan tersebut dipicu oleh beberapa kasus yang terjadi dalam pelaksanaan program pemba-ngunan yang dibiayai oleh pemerintah itu. Apalagi, perangkat desa dituntut untuk memberikan laporan keuangan yang trans-paran dan dapat diawasi masyarakat. “Itulah guna-nya wasmas atau pengawasan masyarakat,” tegas Munif. Ia melanjutkan, penggunaan tenaga outsourching sangat tidak diperkenankan dalam pelaksanaan proyek tersebut, dan harus dilaksanakan sendiri oleh pihak desa. “Kami tekankan seperti ini, agar jangan sampai ada pihak ketiga dalam pelaksanaannya nanti,” pungkasnya. Program PPIP sudah berjalan sejak 3 tahun lalu, tepatnya 2008. Pada tahun 2008 ada sekitar 10 desa yang mendapat kucuran dana, selanjutnya pada 2009 ada 20 desa dan terakhir tahun 2010 kemarin sekitar 21 desa. Dari 16 desa tersebut antara lain desa Tebel dan desa Mojotengah di kecamatan Bareng. Desa Jogoroto kecamatan Jogoroto. Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung. Desa Japanan kecamatan Mojowarno. Desa Jombok dan desa Kertorejo kecamatan Ngoro. Desa Jantiganggong dan desa Sukorejo kecamatan Perak. Desa Kesamben kecamatan Kesamben. Desa Bongkot kecamatan Peterongan. Desa Plandaan dan desa Purisemanding kecamatan Plandaan. Desa Kedungombo kecamatan Ploso. Desa Kedunglosari dan desa Jatiwates kecamatan Tembelang. Ditargetkan pembangunan infrastruktur perdesaan tahun 2011 ini akan selesai pada akhir Nopember 2011. >> MR Tim

Edisi 240 Tahun XI Tahun 6 - 13 Juni 2011

Ragam
Garut,(MR) Wakil Bupati Garut R.Diki Candra Negara mengatakan, semboyan “ Siliwangi adalah Rakyat Jawa Barat dan Jawa Barat Adalah Siliwangi,” bukan hanya selogan semata, tetapi secara emprik telah menjadi unsur penting dalam pembinaaan kekuatan siliwangi dalam berbagai ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara. Kemanunggalan tersebut tidak hanya di persatukan oleh sejarah melainkan juga tertempa lewat tantangan yang dihadapi sehingga siliwangi dan rakyat Jawa Barat tetap utuh, “ Ibarat Gula Jeung Amisna”. Nilai juang tersebut berakar pada budaya masyarakat sunda yang silih asah, silih asih, dan silih asuh. Budaya tersebut benar-benar dihayati di lapangan oleh setiap parjurit Siliwangi. Karena itu, dimanapun mereka berada, selalu diterima

15
sarana umum. Tujuan Kegiatan ini menurut Wabup, adalah memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mampu memanfaatkan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat itu sendiri, yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi pemberdayaan masyarakat dalam membangun diri dan lingkungannya. Program ini dapat dijadikan moment dalam menunjang program pemerintah daerah unt-uk lebih menggelorakan semangat gotong royong, dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, yang didasari oleh : Memperkuat integrasi sosial kehidupan masyarakat pada setiap komunitas lokal agar tercipta keharmonisan kehidupan bersama yang bermuara kepada penguatan persatuan bangsa dan kokohnya NKRI. : Meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan yang berlandaskan semangat gotong royong dan keswadayaan. : Serta meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri. Lebi Lanjut Wabup, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat, peran aktif masyarakat dalam pembangunan serta terjalinya kemitraan antara masyarakat, pemerintah dan TNI khususnya Kodim 0611 Garut dalam pelaksanaan pembangunan. Menurut Komandan Komando Distrik Militer 0611 Garut Letkol Arm Edi Yusnandar,SAP., Selaras dengan apa yang disampaikan Wabup, bahwa BSMSS ini dilaksanakan sebagai upaya membantu mempercepat akselerasi pembanguan di daerah dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga terwujud ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Program ini diharapakan dapat menjawab aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan. Sementara kegiatan dalam program BSMSS ini antara lain : Pengaspalan jalan sepanjang 1000 meter dengan lebar 2,5 meter, : Rehab rumah tidak layak huni sebanyak 5 unit, : Rehabilitasi MCK 3 unit, : Pelaburan Mesjid 1 unit, : Rehabilitasi Pos Kamling 2 unit, : Rehabilitasi Pos Yandu 2 Unit, : dan pembersihan gorong-gorong sebanyak 2 unit. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 minggu. >> Undang/Ali

SDNKedungwungu 02 Tuntaskan Program Sekolah Gratis
Indramayu, (MR) Dewan Guru SD Negeri Kedungwungu 02 Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, berhasil menuntaskan Program Sekolah Gratis dengan berakhirnya Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dananya bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal tersebut mengemuka dalam perbincangan antara Kepala SD Negeri Kedungwungu 02, Ritom, dengan wartawan MR Jakarta, diruang tamu sekolah itu, Rabu siang pekan silam. “ Pelaksanaan US dan UN beberapa waktu lalu, diselenggarakan dengan biaya BOS, tanpa sumbangan dari para Wali Murid, “ tandasnya. Jadi para peserta US dan UN di SD Negeri Kedungwungu 02 tidak dibebani punguitan biaya US/UN dan urunan acara perpisahan akhir tahun pelajaran atau perpisahan bagi kelas 6 dalam bentuk apapun, ujar Ritom didampingi seorang Karyawan Kantor UPTD Pendidikan Anjatan. Berkaitan dengan itu, M. Ismantoro, S.Pd. Kepala SD Negeri Lempuyang 03 Kecamatan Anjatan, sewaktu hendak dimita komentarnya terkait Progra, Sekolah Gratis, dia terkesan enggan berkomentar. “ Saya merasa senang bila kedatangan wartawan, tetapi saya mau rapat jadi lain kali silahkan mas kesini lagi, “ cetus Ismantoro, sambil mengajak wartawan MR keluar dari kantornya. >> Mukromin

BSMSS Upaya Percepat Akselerasi Pembangunan
dengan baik. Hal tersebut dikatakannya pada acara pembukaan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) di Desa Padasuka Kecamatan Ciabtu. Hadir Komandan Komando Distrik Militer 0611 Garut Letkol Arm Edi Yusnandar, SAP beserta istri., Ketua yayasan Peduli Untuk Mereka Hj.Rani Permata Diki Chandra beserta Korp Bela Negara Mahawarman Garut. Salah satu bentuk manunggalnya antara Siliwangi dan rakyat Jabar Khususnya Rakyat Kabupaten Garut pada saat ini diaplikasikna dalam bentuk Bhakti Siliwangi Satata Sariksa (BSMSS) yaitu program TNI AD yang bekerja sama dengan pemerintah Daerah dalam upaya membantu proses percepatan pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan/terisolirnya suatu daearh dari ketertinggalan dengan titik sasaran pokok pada pembangunan fisik untuk

SMK PUI Haurgeulis Sukses UN dan Pariwisata

Mana Kasus Besar ............................................................. (Sambungan dari Hal 1) Kosrupsi ..................................... (Sambungan dari Hal 1)
Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD melihat situasi negara saat ini makin sulit melakukan pemberantasan korupsi, karena para koruptor saling melindungi. Proses penegakan hukum, penegakan keadilan dan penegakan demokrasi mengalami kemacetan karena adanya saling sandera antar elit. Kasus-kasus besar biasanya juga ditutupi dengan muncul isu-isu baru di masyarakat sehingga menutupi substansi kasus yang sebenarnya. ”Mana kasus besar yang terselesaikan? Setiap kasus besar selalu tertutup kasus-kasus baru selama kepentingan politik masuk dalam masalah itu,” beber Mahfud, kemarin. Berbagai kalangan mencemaskan bahwa negara akan mengalami kehancuran jika pemerintah tidak mampu menegakkan keadilan dan supremasi hukum. Banyak negara hancur berawal dari ketidakadilan dan ketidaktegasan hukum. Beberapa kasus menonjol adalah skandal Bank Century Rp6,7 triliun yang kini nyaris terlupakan, juga kasus mafia pajak, mafia hukum dan kasus suap Sesmenpora dalam proyek Wisma Atlet SEA Games. Terkait mega skandal Bank Century yang tak kunjung menemukan titik terang, aparat hukum dan pemerintah harus taat pada keputusan politik sidang Paripurna DPR yang memerintahkan dilakukannya proses bagi semua pihak yang diduga terlibat dalam skandal keuangan tersebut. Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo menyatakan, aparat hukum tidak bisa disalahkan begitu saja. Sebab, titik sentral dari kemurnian proses hukum skandal Bank Century bergantung pada keberanian dan kemauan politik Presiden. “Presiden-lah yang mengendalikan dan mengontrol aparat penegak hukum kita,” ungkapnya. Berkait proses hukum skandal ini, menurut Bambang, apa yang terjadi sekarang ini adalah sandiwara dan penuh kepura-puraan. Bambang menilai, penegak hukum hanya buying time, mengulur-ulur waktu. Proses hukum skandal ini diskenariokan sedemikian rupa agar hanya memangsa pihak-pihak yang lemah secara politik. Harusnya pemerintah sadar, kasus skandal Bank Century akan menjadi bom waktu saat mereka tidak berkuasa lagi. Bukan tidak mungkin rezim yang akan datang bakal menyeret, tidak saja terhadap nama-nama yang sudah disebut DPR, tapi bisa saja menyambar namanama yang lain. Karena gawatnya korupsi itu, maka syarat untuk menyelamatkan dari kehancuran bangsa, adalah ketegasan hukum dan keadilan di masyarakat. Juga pemimpin harus bebas dan tegas dari catatan hukum serta tidak bisa diajak kompromi dalam penegakan hukum. >>Sahrial Nova

"Korupsi yang dilakukan di sekolah dan pondok pesentran, sebagian disetor ke dinas. Dari dinas sebagian di setor ke kepala daerah. Kemudian dari kepala daerah sebagian disetor partai politik," ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Ade Irawan juga melontarkan joke dengan mengatakan korupsi di Kementerian Agama juga cukup tinggi. Ketika ditanya, mengapa pejabat Kementerian Agama yang memahami ajaran agama masih melakukan praktik korupsi? "Pejabat tersebut mengatakan, karena kami tahu cara bertobatnya," ujar Ade. >>Nokipa

Rombongan Pariwisata SMK PUI Haurgeulis, ketika berada di Musium Dirgantara TNI AU Solo Jawa Tengah. ( Doc. Foto : Desy Natalyana)

Cuek .................................................. (Sambungan dari Hal 1)
dengan para pengusaha ternak ayam potong dan masyarakat, di ruang rapat Sekda be-berapa waktu lalu namun hanya menghasilkan pepesan kosong. Menanggapi hal itu, Ketua FBPD Kabupaten Bekasi Sardi S. Sos kepada MR, Sabtu (28/5) mengatakan, tidak adanya ijin yang dimiliki oleh pengusaha ayam potong yang tersebar di Kabupaten Bekasi karena tidak adanya tindakan tegas dari Bupati Bekasi. Karena kata Sardi, dirinya selaku wakil masyarakat sudah menyampaikan keluhan masya-rakat tentang menjamurnya usaha ternak ayam di wilayah Kabupaten Bekasi, saat Bupati melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Pebayuran. Namun sampai saat ini belum terbukti adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah bahkan pengusaha belum juga melengkapi ijin, “Bupati hanya sibuk melakukan kunjungan kerja saja, tapi keluhan masya-rakat tidak didengar,” keluh Sardi. Padahal tambahnya, Bupati dipilih oleh masyarakat, kalau tidak mendengar apirasi masya-rakat, aspirasi siapa yang dide-ngar oleh Bupati selaku penen-tu kebijakaan, tandasnya. >>Hamdan

Laporan : Desy Natalyana Dewan Guru dan para murid SMK PUI Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, seperti sekolah lain pada umumnya, seusai melaksanakan Ujian Nasional (UN) mengadakan kegiatan liburan dengan mengunjungi beberapa objek Pariwisata. Robongan Darma Wisata SMK PUI Haurgeulis, berangkat dengan kendaraan Bus dari halaman Kampusnya pada (14/ 5) sore, tiba ditempat tujuan pada (15/5) sekitar jam 7 pagi. Lokasi Pariwisata yang pertama dikunjungi Keraton Surakarta/ Solo Jawa Tengah, Giri Bangun makam mantan Presiden RI H. M. Soeharto, Grojokan Sewu Tawang Mangun, Musium Dirgantara TNI AU, Pantai Parang Tritis dan berakhir di jalan Malioboro jam 8 malam. Teman-temanku dari Program Keahlian Adminitrasi Perkantoran dan Akutansi, terlihat gembira, sebab 50 peserta UN SMK PUI Haurgeulis, dinyatakan lulus 100 persen. Rasa gembira itu terpancar dari air wajah mereka disaat berada dilokasi objek Pariwisata tersebut. Nanang Fauzi Ridho, S.P. MM. Kepala SMK PUI Haurgeulis, bersikap pro aktif memimpin perjalanan Pariwisata ini, mulai berangkatnya rombongan dari Kampus tempatku mengikuti Program Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 12 tahun, sampai dilokasi tujuan objek Pariwisata hingga pulang kembali ke Sekolah di Jln. Siliwangi No. 4 Haurgeulis Indramayu, (16/5) pagi sekitar jam 7. Begitupun Guru SMK PUI Haurgeulis, Ilham Soleh, bersama dengan Panitia Pariwisata lainnya, juga selalu menghibur rekan-rekan yang ikut dalam rombongannya. Guru Pembimbing Pratek Kerja Lapangan (PKL) tersebut, tampak bersuka cita bersama para siswa-siswinya ditengah-tengah perjalanan pulang dari Jogyakarta sampai di Haurgeulis dengan membawa kenang-kenangan pengalamannya masing-masing yang tidak dapat terlupan. ***

Teorinya Bagus ...................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
pada saat menghadiri acara bimbingan teknis barang milik Negara di rumah makan kampoeng cemara rabu lalu, tiap tahun beli computer, tapi tiga bulan hilang. Saat ditanya wartawan dimana aja contohnya asset milik Negara yang tak terdata dan tak jelas keberadaannya, walikota hanya senyum sembari mengguman “liat aja disnaker,” kata walikota. Selain itu walikota juga menyebutkan salah satu kurang baiknya pendataan asset ini karena ulah orang dalam (pegawai) sendiri, wako bahkan menilai PNS yang ditugaskan sebagai pengelola asset atau barang di setiap satuan kerja daerah (SKPD) banyak yang main akal-akalan, karena itu menurutnya pengelola barang atau asset seharusnya melaporkan hasil inventarisir per semester, karena cara ini sangat penting guna mendapatkan data yang baik, ya yang tah itukan pengelolanya, kan setiap SKPD punya pengelola barang, misalkan beli komputer nanti printernya sudah di tempat mertua, centilnya, tapi jangan lupa kembalikan kata wako. Wako berharap melalui acara bintek ini para PNS yang sudah diberi tugas sebagai pengelola asset atau barang milik daerah dapt bekrja dengan baik untuk mengamankan asset milik daerah dan bukan sebaliknya, kata walikota. >>Alex

Hakim S ........................................(Sambungan dari Hal 1)
Bengkulu nonaktif Agusrin Najamuddin. Syarifuddin memvonis bebas Agusrin karena dianggak tak terbukti melakukan korupsi dana pajak bumi dan bangunan serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), 25 Mei silam. "Inilah menurut catatan kami, Hakim Syarifuddin tidak pantas lagi memeriksa kasus korupsi," jelas Abraham. Hakim Syarifuddin pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri di Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Tersangka pernah mengeluarkan suatu keputusan dan pernyataan yang sangat kontroversial. Syarifuddin mengeluarkan pernyataan, kejaksaan tidak memiliki kewenangan melakukan penyelidikan kasus korupsi. Syarifuddin ditangkap sebagai tersangka kasus penyuapan hakim di rumahnya di Jalan Sunter Agung Tengah 5 C No. 26, Jakarta Utara. KPK menyita uang tunai Rp 392 juta dan US$ 116.128 dan SIN$ 245 ribu, 20.000 yen, serta 12.600 riel Kamboja. KPK juga mencokok kurator PT Skycamping Indonesia (SCI) Puguh Wirawan. Puguh diduga menyuap Syarifuddin agar dapat izin menjual aset PT SCI berupa sebidang tanah di Bekasi, Jawa Barat, yang diperkirakan bernilai Rp 16 miliar dan Rp 19 miliar. Padahal aset PT SCI itu dinyatakan pailit. >>Darwis S

Kades Karanghaur Bak Preman Terminal
Bekasi,(MR) Entah sedang pusing atau capek, Kepala desa (Kades) Karanghaur Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi, Karsum mempertunjukan ego dan arogansinya. Bahkan Karsum dengan lantang bak preman terminal. Menantang wartawan yang datang ke rumahnya untuk silaturahmi dan meminta konfirmasi berkenaan dengan pencairan Tunjangan Pungsional Aparatur Desa (TPAD) belum lama ini. Kejadian itu bermula saat wartawan MR akan konfirmasi Kades (17/05) lalu. Dengan kedatangan wartawan seakan terasa terganggu, secara spontanitas Kades Karsum membuka pintu gerbang langsung melontarkan kata yang tidak di inginkan “Kepala desa mana yang takut di ekspos, tapi saya tidak takut di ekspos” pungkasnya dengan nada tinggi. Diduga hal ini dilakukan Kades ini untuk menutupi dan mengalihkan perhatian wartawan, padahal dalam kinerja, wartawan itu adalah mitra kerjanya. Wartawan bekerja menyampaikan informasi kemasyarakatan mengenai berkembangnya pemerintahan di setiap daerah/kota. Namun sayang masih ada oknum Kades yang enggan dirinya di kunjungi kuli tinta. Tokoh masyarakat pebayuran nenanggapi hal ini pejabat pemerintah apapun juga bidang profesinya seperti Kepala desa dan sebagainya, sebaiknya tidak menolak kehadiran wartawan untuk memberikan informasi. Sebab itu sudah di atur dalam Undang-Undang no.40 tahun 1999. Wajib bagi aparat untuk penjelasan atau menerima wartawan apa bila mananyakan suatu masalah yang ada kaitannya dengan pemerintahan. Adanya oknum Kades di Kecamatan Pebayuran yang bersikap bak preman, bahkan nyaris tak ber-etika dengan wartawan selaku mitra kerja. Di duga kurangnya pembinaan dari kepala wilayah khususnya camat Pebayuran Drs Ujang emid MM. pasalnya menurut sumber selama menjabat di Pebayuran camat Ujang di keluhkan kurang komunikasi dengan para Kades. Hal ini bisa terlihat dalam rapat minggon dari 13 desa yang masuk wilayah Pebayuran paling yang hadir hanya Kades para wanita dan sekdes saja. Di minta Bupati Kabupaten Bekasi segera tanggap untuk memanggil Kades Karanghaur untuk di bina. >> Nana/Wahyu

Daerah Transit ........................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
daerah transit bagi Negara Perancis. Izin sudah disetujui, tinggal kita mau melakukan penataan terhadap inspatuktur Seperti Pelabuhan, Jalan dan Parawisata. Memang ini merupakan program jangka panjang kata Ilyas. Bahkan anggaran untuk membangun semua pasilitas ini, tidak memakai dana dari APBD melainkan dana dari APBN. Inilah yang lagi kita perjuangkan. Ia menambahkan, mengenai lokasi dan tempatnya masih kita rahasiakan, sebab jika diberitahu, bakal banyak tengkulak tanah. Kita tidak menginginkan hal itu. Bahkan Pemerintah daerah bersama Wakil rakyat ingin membuat Perda, agar harga lahan, kena dampak pembangunan bisa stabil. Kita ingin memberikan kemudahan bagi Pemerintah Pusat maupun Investor demi kemajuan Natuna kedepannya, papar Ilyas. Seiring berjalannya tahun, Pasilitas seperti penerangan, sudah mulai stabil. Bahkan pembangunan PLTU, bakal dilaksanakan di kabupaten Natuna. Ini merupakan keberhasilan kemajuan pembangunan di Natuna. Jika PLTU terlaksana, tentu krisis listrik tidak bakal terjadi lagi. Bahkan investor tidak bakal takut kekurangan listrik. Saat ini, kita focus kepada Inspratuktur jalan, Pelabuhan dan wisata. Jika ini sudah terpenuhi, tentu wisatawan tidak hanya transit saja di Natuna. Dengan adanya wisata yang menarik, mereka bakal tinggal dua atau tiga hari. Hal ini akan menguntungkan Kabupaten Natuna, baik dari segi ekonomi, maupun PAD Natuna. Inilah harapan Kita, semoga program ini bisa terlaksana dengan baik, kita minta masyarakat dapat mendukung program ini.Dengan demikian apa yang kita wujudkan bisa tercapai. Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati Natuna Imalko S.sos,Ia berharap program ini dapat terlaksana dengan baik. Meski program jangka panjang, dampaknya bakal besar bagi kemajuan Kabupaten Natuna kedepannya. Jika wisatawan asing singgah di Natuna, dampak pembangunan hotel berbintang, bakal berkembang pesat. Dengan demikian PAD daerah bakal bertambah, dan perekonomian Natuna, bakal maju, tegasnya. >>ROY

Pepesan Kosong .............. (Sambungan dari Hal 1)
ditingkatan masyarakat kabupaten Musi Rawas juga dinilai sudah mengkhawatirkan hal ini juga bisa dibuktikan adanya penemuan ladang ganja yang sudah dipanen oleh aparat kepolisian disalah satu desa dalam kabupaten Musi Rawas disamping itu pesta malam yang saat ini masih marak dan kondisi rentan sebagai tempat beredarnya narkoba dengan berbagai jenis. “Harus ada sanksi dan tindakan tegas dari pemimpin daerah karena kita khawatir dengan penyalahgunaan narkoba tersebut baik dilakukan oleh oknu pegawai maupun kalan masyarakat,” tegasnya. Sebagaimana diketahu menyikapi dengan dugaan keterlibatan AH (32) Salah seorang Kasubag di Badan Pendidikan Dan Pelatihan (BKPP) Musi Rawas yang tertangkap tangan saat mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama rekannya pekan lalu. BKPP bekerjasama dengan Inspektorat daerah dan Rs Dr Sobirin melakukan tes urin bagi seluruh pegawai BKPP mulai dari pejabatnya, staf maupun tenaga honorer. “Apabila terbukti hasil tes urin positif maka akan ada sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” Kata Kepala BKPP, Hj. Rita Mardiah,. Dia juga menambahakan dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan tes urin bagi semua pejabat, staf pegawai maupun tenaga horer dilingkungan kabupaten Musi Rawas. Menyangkut waktunya dirahasiakan. “Waktunya kami tidak bisa kami publikasikan karena ini sifatnya rahasia,” demikian tandasnya. >> Saliem / Imam

Dipecat ................................................................................................. (Sambungan dari Hal 1)
korupsi ini dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan. Diantaranya, dari mulai pelatihan, penyadaran sampai penghukuman. “Ini program internal kami. Jadi, memang dibutuhkan kesadaran penuh dari semua anggota personal, untuk anti korupsi itu” jelas dia. Nanan meminta agar masyarakat membantu polisi untuk tidak korupsi. Dia mengimbau para pengacara dan tersangka untuk tidak mengiming-imingi anggota polisi dengan uang. Pemberantasan korupsi di kepolisian, katanya, tidak susah tapi harus didukung semua pihak. Selama ini, kata Nanan, ada sekitar 140 sampai 400 polisi pertahun yang dipecat terkait kasus korupsi. “Kasusnya macam-macam, pokoknya yang dianggap sudah tidak layak jadi polisi ya kami pecat” terangnya. Nanan berjanji, semua polisi akan ditindak jika teridentifikasi korupsi. “Prinsip saya tidak ada lagi yang berinstitusi. Kalau salah ya harus dihukum. Termasuk saya sendiri kalau salah ditindak” jelasnya.>>Sahrial Nova

SURAT KABAR UMUM

Advertorial

Edisi 240 Tahun XI 6 - 13 Juni 2011

16

BAKESBANGPOLLINMAS
KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

Pimpinan Beserta Staf

Pimpinan Beserta Staf

DINAS PARAWISATA DAN BUDAYA
KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

Mengucapkan

Mengucapkan

Selamat dan Sukses
ATAS ANUGERAH PENGHARGAAN ATAS KEPEDULIANNYA TERHADAP SENI & BUDAYA INDONESIA
Yang Diberikan Oleh LEMBAGA KESENIAN NASIONAL INDONESIA Pada Hari Kamis, Tanggal 27 Mei 2011 di Tanjungpinang

Selamat dan Sukses
ATAS ANUGERAH PENGHARGAAN ATAS KEPEDULIANNYA TERHADAP SENI & BUDAYA INDONESIA
Yang Diberikan Oleh LEMBAGA KESENIAN NASIONAL INDONESIA Pada Hari Kamis, Tanggal 27 Mei 2011 di Tanjungpinang

dan
ATAS ANUGERAH PENGHARGAAN SUPREMASI TERTINGGI BEST OF THE BEST AWARD INTERNATIONAL HUMAN BEING BRILLIYANT IN INDONESIA
Yang Diberikan Oleh
KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA Pada Hari Sabtu, Tanggal 29 Mei 2011 di Jakarta
“Semoga menjadi pendorong untuk lebih Sukses sehingga akan menjadi suatu kebanggan bagi Kabupaten Kepualauan Anambas”

dan
ATAS ANUGERAH PENGHARGAAN SUPREMASI TERTINGGI BEST OF THE BEST AWARD INTERNATIONAL HUMAN BEING BRILLIYANT IN INDONESIA
Yang Diberikan Oleh
KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA Pada Hari Sabtu, Tanggal 29 Mei 2011 di Jakarta
“Semoga menjadi pendorong untuk lebih Sukses sehingga akan menjadi suatu kebanggan bagi Kabupaten Kepualauan Anambas”

Drs. BAHARUDDIN THALIP Kepala

RAJA ISHAK, SH., Msi. Kepala Dinas

Galery Photo

Anambas
Diklat Prajabatan Kabupaten Kepulauan Anambas 2011

Bupati KKA, Drs. T. Mukhtaruddin didampingi ketua DPRD KKA serta Direktorat LAN memukul Gong tanda Diklat Prajabatan dimulai

Bupati KKA, Drs. Tengku Mukhtaruddin menerima cenderamata dari Direktorat Lembaga Administrasi Negara saat pembukaan Diklat Prajabatan di Batam

Bupati KKA, Drs. T. Mukhtaruddin didampingi ketua DPRD KKA, Amat Yani, SE. memberikan cenderamata kepada Direktorat Lembaga Administrasi

Sambutan Bupati Kepulauan Anambas,Drs. Tengku Mukhtaruddin saat pembukaan Diklat Prajabatan di Batam

Sambutan Direktorat Lembaga Administrasi Negara saat pembukaan Diklat Prajabatan di Batam

Laporan kepala BKD KKA, Iip Ilham saat pembukaan Diklat Prajabatan di Batam

Bupati KKA,Drs.Tengku Mukhtaruddin menyematkan tanda peserta saat pembukaan Diklat prajabatan di Batam

Bupati,ketua DPRD,Kepala BKD KKA,kadis ESDM, kepala BPPKB saat di gedung Balai Pelatihan Kesehatan RI di Batam

Para peserta Diklat prajabatan CPNS formasi 2010 gelombang I

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->