Anda di halaman 1dari 68

MEMBEDAH TEKNIK

FOOD
PHOTOGRAPHY
Introduction

Why do you wish to photograph?

What do you wish to photograph?

How do you take the photograph?


Answer
Untuk sekedar memperoleh rekaman peristiwa
(dokumentatif)

Bahan informasi

Publikasi / informasi (ilustratif)

Kesenangan / hobby (hiburan)

Ekspresi diri (interpretatif)

Profesional fotografer
Istilah Photography

Photo = Cahaya

Graphos = Lukisan / gambar

Photos + Graphos = Melukis dengan cahaya


Macam-Macam Kamera
View Kamera
View/Range Finder Camera
Single Lens Reflex Camera 35mm (Analog)
SLR Medium Format Camera
Twin Lens Reflect Camera (TLR)
Kamera Polaroid
Kamera saku/kamera poket
Macam-Macam Kamera

Macam-Macam Kamera
Macam-Macam Kamera
Macam-Macam Kamera
Macam-Macam Kamera
Arti Angka Dari Lensa
Angka-angka itu adalah jarak panjang fokus atau focal
length

Makin panjang fokus sebuah lensa, maka makin sempit


sudut pandangnya

Makin sempit sudut pandangnya, makin besar proyeksi


gambar padang bidang kamera
Focal Length
Focal Length
Basic Photography
White Balance
Lighting
Exposure /
Aperture
Metering
Shutter Speed
Depth Of Field
ISO / ASA
Composition
Lighting (1)

Tanpa cahaya, kita tidak bisa menciptakan


suatu imaji

Komponen yang mengatur jumlah cahaya yang


masuk adalah diafragma dan shutter speed

Dalam fotografi, imaji yang terlalu terang


disebut Over Exposure. Sebaliknya yang
terlalu gelap disebut Under Exposure
Lighting (2)
Banyak sekali cahaya yang dapat digunakan
untuk memperoleh foto

Nature light, seperti cahaya matahari

Artificial light, seperti lighting studio


Lighting (3)
Bila kita mampu memainkan dan menyiasati arah datangnya cahaya ke
obyek foto dengan baik dan benar, tentu akan menarik dan menghasilkan
karya fotografi yang bagus. Tapi bila kita salah, tentu hasilnya akan
mengecewakan.
Bagaimana kita melihat arah datangnya cahaya ke obyek foto, kemudian
menyiasatinya dengan tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal dan
dramatis.
Arah datangnya cahaya terhadap obyek foto memiliki beberapa
kemungkinan yaitu: dari depan/frontlight, belakang/backlight, samping kiri
atau kanan/sidelight, atas/toplight, dan bawah/bottomlight. Tiap-tiap arah
datangnya cahaya tersebut mempunyai keuntungan, kerugian, dan
kesulitannya masing-masing dalam pemotretan.
Lighting (4)
Cahaya dari depan (frontlight).
Sesuai namanya, arah datangnya
sinar lurus dari depan obyek.
Cahaya dari depan ini akan
memberikan penerangan yang
merata di seluruh obyek foto.
Lighting (5)
Cahaya dari samping (sidelight) ini bisa menghasilkan bayangan dan
bisa membuat area terang gelap yang bila secara jeli dioptimalkan maka
bisa mendapat foto yang artistik. Contohnya, windows lighting, dengan si
model berdiri di samping jendela dan cahaya menyinari bagian samping
dari si model.
Lighting (6)
Cahaya dari belakang (backlight).
Memotret dengan teknik backlight
tentunya dapat memisahkan antara
obyek dan background sehingga
foto menjadi berdimensi. Selain itu,
beragam efek lainnya dari teknik
ini menghasilkan foto seperti:
siluet, translucency, rimlight
termasuk flare.
Lighting (7)
Cahaya dari atas (top light). Tujuannya agar orang yang
melihat foto dapat mengetahui secara akurat arah cahaya
dibandingkan dengan obyek yang difoto.
Lighting (8)
Cahaya dari bawah (bottomlight)
biasa juga disebut ‘base light’.
Biasa digunakan sebagai cahaya
pengisi dari arah depan.
Fungsinya mengurangi kontras
cahaya utama.
Lighting (9)
Untuk menentukan cukup atau
kurangnya kualitas cahaya sebuah
pemotretan, terlihat dari bayangan
yang diciptakan. Cahaya matahari
cerah disiang hari, kilatan lampu flash
secara langsung, akan menghasilkan
bayangan tajam dan penyinaran yang
kuat.

Sedangkan pencahayaan lembut di


pagi hari, senja, mendung, berkabut,
akan mengurangi kontras antara gelap
dan terang. Sehingga memunculkan
bayangan lembut yang detilnya masih
terlihat.
Lighting (10)
Jenis c ah a y a d i b a g i d a l a m d u a k e l o m p o k y a i t u: ca haya keras (hard light)
d an c ah ay a le m b u t (s of t l i g h t ) .
Ca h aya k e r a s c e n d er u n g m e m i l i k i i n t e n s i t as t inggi yang menyulitkan
kam e ra u n t u k me n g u k u r e k s p o s u r y a n g t e pa t. Dan itu berpotensi
me m bu a t p a n t u l a n p a d a o b y e k y a n g d i f o t o . Begitu juga dengan hard
ligh t, ak a n m e m b u a t b a y a n g a n y a n g t e g a s s e hingga kurang cocok untuk
fot o pr o f e s i o n a l . C a h a y a k e r a s c o n t o h n y a d i ha s ilkan oleh semua lampu
kila t p a d a k a m e r a , a t a u s i n a r m a t a h a r i l a ngs ung yang menyorot ke
obye k f o t o .
Ca h aya l e m b u t (s o ft l i g h t ) u m u m n y a d i h a s ilka n melalui teknik studio
yai tu p e n g g u n a a n di ffus er p a d a l a m p u k i la t . Di taraf lebih tinggi
dig una k a n t e k n i k p a n t u l a n a g a r c a h a y a d a pa t semakin lembut, baik
p a n t u l a n k e l a n g i t - l a n g i t ( b o u n c i n g ) a t a u p u n m e m a k a i r e f l e k t o r.
Ca h aya l e m b u t l e b i h c o c o k u n t u k d i p a k a i di studio baik untuk foto
ora n g a t a u p u n f o to p r o d u k . Ta p i d i l u a r r ua ng yang memiliki sumber
caha ya k o m p l e k s , ca h a y a l e m b u t s u l i t d i a p lika sikan. Setidaknya kita
bisa m e n g e n a l p er b e d a a n h a s i l y a n g d i d a p a t d engan memakai cahaya
k era s a t au c ah a y a l em b u t .
Softlight VS Hardlight
Exposure (1)
Exposure adalah sejumlah cahaya yang masuk dalam
suatu media fotografi (film/sensor)

Exposure biasanya dinyatakan dalam lambang +/- EV


yang terdapat dalam metering kamera

Nilai Exposure bisa diatur dengan cara mengontrol


aperture, speed shutter, dan ISO
Exposure (2)
Aperture
Aperture adalah bukaan lensa
yang mengatur jumlah cahaya
yang masuk

Aperture lensa diatur sesuai


kebutuhan yang biasa dinyatakan
dalam angka f, atau biasa disebut
f/stop

Aperture juga mengontrol Depth


Of Field (DOF)
Shutter Speed
Shutter speed menentukan lamanya cahaya terekam oleh
film/sensor

Pada kebanyakan kamera, shutter adalah tirai yang


bergerak horizontal/vertikal yang berada di belakang lensa
dan tepat berada di depan film/sensor

Dinyatakan dalam 1/XXX detik. Slow shutter biasanya


dalam hitungan detik, dan fast shutter lebih cepat dari
1/500 detik
Shutter Speed (2)
Penggunaan speed shutter yang normal
antara 1/60 hingga 1/1000 detik

Longer shutter speed = more light

Shorter shutter speed = less light


ISO / ASA
Merupakan standar internasional untuk
mengukur sensitifitas suatu negatif film
terhadap cahaya

Makin tinggi nilai ISO, makin cepat pula


kecepatan exposure. Sebaliknya, makin rendah
ISO, makin lambat exposurenya

Tetapi, makin tinggi nilai ISO, makin grainy


foto yg dihasilkan
White Balance
White balance dalam fotografi berguna untuk kalibrasi warna
putih, terkadang bisa dikatakan colour temperature

Fungsinya untuk mengatur warna yang dihasilkan oleh


kamera, yang bergantung pada cahaya lingkungan
White Balance (2)
Dengan custom white balance pada kamera
digital, kita bisa mengexplore kreatifitas kita
Depth Of Field
Depth of field (DOF) merupakan efek yang
dihasilkan oleh bukaan aperture
Depth Of Field sering disebut juga ruang tajam

Kedalaman ruang tajam merupakan jarak titik


tajam pertama hingga titik tajam terakhir
terhadap lensa kamera
Depth Of Field (2)
DOF yang sempit ini merupakan salah satu
karakteristik untuk fotografi Macro, sebaliknya
untuk Landscape
Semakin kecil bukaan aperture (nilai f besar), maka
semakin besar kedalaman ruang tajam
Semakin besar bukaan aperture (nilai f kecil), maka
makin kecil daerah yang tampil tajam
Bokeh
Dalam DOF ada istilah bokeh, apa itu?

Bokeh dalam bahasa Jepang berarti blur

Dalam fotografi, Bokeh berarti daerah yang


out-of-focus yang dihasilkan dari kamera yang
menggunakan lensa dengan bukaan aperture
yang besar

Bokeh paling sering terjadi jika menggunakan


lensa tele
Bokeh (2)
COMPOSITION

1. Rule of Thirds and Power Points


2. Leading Lines
3. Diagonal Lines
4. “S” Curve and “C” Curves
5. Frame Within a Frame
6. Keep it Simple
7. Rules for Portraiture
8. Eye enters photo from left to right (USA)
9. Foreground - Midground – Background
10. Use of Color as a Compositional Element
11. Breaking the Rules
Composition
Composition

R u l e O f T h i r d
Composition

L e a d i n g L i n e s
Composition

L e a d i n g L i n e
a n d
C - C u r v e
Composition
U s e D i a g o n a l L i n e
Composition

Frame Within A Frame


Composition

Eye in Upper Third in Potraits


Composition

Leave Room for Subject


Composition
Foreground - Midground - Background
Composition

Give Image Scale


Food Photography
Technique
Macro
Cara memotret suatu obyek dari jarak sangat dekat
hingga 0 cm dari obyek tanpa out-of-focus

Membutuhkan lensa khusus macro, biasanya ada


lambang

Kesulitan memotret macro adalah lighting, cara


memegang kamera agar tidak shake, mencegah obyek
bergerak,dll

Cara efektif memotret makro adalah sering mencari


objek dan mencari angle & komposisi yang beda, serta
Bokeh
Macro
Macro
Macro
Macro
Lighting (9)
Dengan memahami bermacam konsep pencahayaan (jenis dan arah
datangnya cahaya) diharap kita semakin bisa menghasilkan foto
yang baik. Saat akan memotret, cobalah untuk sejenak berpikir
mengenai cahaya apa yang akan kita gunakan.

Apakah kita perlu soft light? Apakah intensitas cahaya sekitar sudah
mencukupi untuk kamera mendapat eksposuer yang tepat? Apakah
kita perlu mengatur white balance secara manual? Apakah arah
datangnya cahaya memang sudah sesuai yang kita inginkan?
Memang tampaknya rumit, ingin memotret saja banyak yang harus
dipikirkan. Tapi demi menghasilkan foto yang lebihbaik, tak ada
salahnya sedikit ‘berjuang’ dan berlatih. Sebagai penutup, “Semakin
sering Anda memotret, semakin Anda menyadari apa yang bisa
dipotret dan apa yang tidak. Anda hanya perlu melakukannya terus."
Praktek
Alat-alat yang diperlukan :
Kamera & Lensa
Lighting (Cahaya Matahari, Lampu Belajar, Lampu
Studio, Flash, dll)
Tripod
Table top
Reflector (Cermin, Stereofoam, Reflektor, Kain putih)
Perlengkapan makan
(sendok,garpu,gelas,pisau,serbet,taplak meja,garnish,dll)
Praktek (2)
Setting dengan available light (Sinar Matahari)
Praktek (3)
Setting dengan artificial light (Lampu studio, Lampu belajar
Praktek
Persiapkan berbagai macam dishes (perlengkapan makan) untuk
menambah nilai seni dalam penataan makanan, yang menambah nilai
lebih dalam food photography
Praktek (3)
Penggunaan stereofoam sebagai reflektor
Praktek (4)
Penggunaan reflektor silver
Praktek (5)
Aplikasi komposisi foto dalam penataan makanan
Praktek (6)
Pengaturan White Balance (WB) untuk memperoleh warna
makanan yang sesuai dengan konsep
Praktek (7)
Penggunaan DOF yang sempit maupun luas dapat menghasilkan
foto makanan yang berbeda
Praktek (8)
Penggunaan Exposure Compensation yang berbeda dapat
menghasilkan foto makanan yang berbeda pula dalam hal
highlight dan shadow cahaya
Praktek (9)
Untuk memotret gelas/botol atau benda
terbuat dari kaca yang bisa memantulkan
cahaya, sebaiknya pengaturan lighting di
reduksi menggunakan softbox atau
reflektor saja

Jika lampu mengenai obyek botol


langsung, maka lighting bersifat terlalu
keras dan tidak terbentuk shape botol
yang menarik. Contoh :
Praktek (10)

Penggunaan reflektor dapat menambah bentuk shape botol


Praktek (11)
Terima Kasih

iwaniga.deviantart.com
facebook.com/iwaniga facebook.com/aan yuwono
iwanigasuwarsa@gmail.com aan_it04@yahoo.com.au
YM: wank_wunk YM: aan_it04
08123514120 085648886406