Anda di halaman 1dari 52

Syekh Siti Jenar

Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati,
Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar memandang bahwa
kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum
sebagai kematian justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.
Mau tahu selanjutnya tentang Syekh Siti Jenar, silahkan baca selanjutnya.....

Konsekuensinya, ia tidak dapat dikenai hukum yang bersifat keduniawian (hukum negara dan lainnnya),
tidak termasuk didalamnya hukum syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan menurut
ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa manusia di dunia ini tidak harus
memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Baginya, syariah itu
baru berlaku sesudah manusia menjalani kehidupan paska kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat
bahwa Allah itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam budi. Pemahaman inilah yang dipropagandakan oleh
para ulama pada masa itu. Mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati pada awal
sejarah perkembangan Islam sekitar abad ke-9 Masehi) tentang Hulul yang berkaitan dengan kesamaan
sifat manusia dan Tuhan. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4 tahapan ; 1. Syariat
(dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat, zakat dll); 2. Tarekat, dengan melakukan amalan-
amalan spt wirid, dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu; 3. Hakekat, dimana hakekat dari manusia
dan kesejatian hidup akan ditemukan; dan 4. Ma'rifat, kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-
luasnya. Bukan berarti bahwa setelah memasuki tahapan-tahapan tersebut maka tahapan dibawahnya
ditiadakan. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para ulama pada masa itu tentang ilmu
tasawuf yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar. Ilmu yang baru bisa dipahami setelah melewati ratusan
tahun pasca wafatnya sang Syekh. Para ulama mengkhawatirkan adanya kesalahpahaman dalam
menerima ajaran yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar kepada masyarakat awam dimana pada masa
itu ajaran Islam yang harus disampaikan adalah pada tingkatan 'syariat'. Sedangkan ajaran Siti Jenar
sudah memasuki tahap 'hakekat' dan bahkan 'ma'rifat'kepada Allah (kecintaan dan pengetahuan yang
mendalam kepada ALLAH). Oleh karenanya, ajaran yang disampaikan oleh Siti Jenar hanya dapat
dibendung dengan kata 'SESAT'. Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat
masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apapun, setiap pemeluk sebenarnya
menyembah zat Yang Maha Kuasa. Hanya saja masing - masing menyembah dengan menyebut nama
yang berbeda - beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh karena itu,
masing - masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk mendapat pengakuan bahwa agamanya yang
paling benar.Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih mengutamakan prinsip ikhlas
dalam menjalankan ibadah. Orang yang beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti
belum bisa disebut ikhlas.

Manunggaling Kawula Gusti

Dalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya
sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan
Makhluknya, melainkan bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan
kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi bersatu dengan Tuhannya.Dan dalam ajarannya,
'Manunggaling Kawula Gusti' adalah bahwa di dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh
Tuhan sesuai dengan ayat Al Qur'an yang menerangkan tentang penciptaan manusia ("Ketika Tuhanmu
berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila
telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur
dengan bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)")>. Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh
Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi. Perbedaan penafsiran ayat Al Qur'an dari para murid
Syekh Siti inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam ruh Tuhan,
yaitu polemik paham 'Manunggaling Kawula Gusti'. Kisah Syekh Siti Jenar sampai sekarang masih jadi
misterius.... semuanya kembali pada diri kita sendiri terhadap kisah Syekh Siti Jenar .. terima kasih.
Syekh Siti Jenar
Syekh Siti Jenar (Juga dikenal KESAWAN BANYAK Nama lain, Antara lainSitibrit,
Lemahbang, dan Lemah Abang ) adalah seorang tokoh sufi Satu Yang dianggap salah
dan Juga penyebar Agama Islam di Pulau DKI. ADA Yang regular tidak mengetahui
Secara iuran pasti asal-usulnya. Masyarakat di BANYAK terdapat varian cerita
mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar .
Sebagian Umat Islam menganggapnya sesat ajarannya KARENA Yang terkenal,
yaitu manunggaling kawula Gusti . Akan tetapi sebagian lain menganggap bahwa
Yang Syekh Siti Jenar adalah intelektual Yang Sudah mendapatkan esensi Islam Sendiri
ITU. Ajaran - ajarannya tertuang KESAWAN Pupuh, yaitu Yang dibuatnya karya
sastra. Meskipun demikian, ajaran Yang Sangat mulia Dari Syekh Siti Jenar adalah budi
pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara Sufi Yang Hidup Artikel Baru dinilai
bertentangan ajaran Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar Artikel Baru
Walisongo terletak PADA penekanan formal ketentuan syariah Aspek Yang dilakukan
Dibuat Walisongo.
1. Konsep dan ajaran
Ajaran Syekh Siti Jenar Yang pagar konsepnya kontroversial Berlangganan Artikel Baru
Tentang Hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, Serta Tempat berlakunya syariat
tersebut. Syeh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan Manusia di Dunia Suami disebut
sebagai Kematian. Sebaliknya, yaitu APA Yang disebut sebagai disebut justru Umum
Kematian sebagai akhir kehidupan Dari Yang Hakiki dan abadi.
Konsekuensinya, besarbesaran regular tidak dapat dikenai Hukum Yang pajaknya
keduniawian (Hukum Negara dan lainnnya), regular tidak termasuk didalamnya Hukum
syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan menurut ulama PADA Masa
ITU Yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa Manusia di Dunia Harus Suami
regular tidak memenuhi rukun Islam Yang lima, yaitu: Syahadat, shalat, puasa, haji dan
zakat. Baginya, syariah ITU sesudah Berlaku Baru Manusia menjalani kehidupan paska
Kematian. Syech Siti JenarJuga berpendapat bahwa Allah ITU ADA KESAWAN dirinya,
yaitu di budi KESAWAN. Pemahaman inilah Yang Dibuat dipropagandakan para ulama
PADA Masa ITU. Artikel Baru Mirip Konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum
mati Yang PADA akhir perkembangan Islam sekitar abad ke Sejarah-9 Masehi) Tentang
Hulul Artikel Baru Yang berkaitan kesamaan Sifat Manusia dan Tuhan.Dimana
Pemahaman ketauhidan Harus dilewati Canada 4 Tahapan; 1. Syariat (Artikel Baru
menjalankan Hukum-Hukum Agama spt sholat, zakat dll); 2.Tarekat, Artikel Baru
melakukan amalan-amalan spt wirid, dzikir KESAWAN julian hitungan tertentu dan;
3. Hakekat, Dimana hakekat Dari Manusia dan kesejatian Hidup akan ditemukan; dan
4. Ma'rifat, kecintaan kepada Allah Artikel Baru seluas-luasnya makna. Bukan berarti
bahwa Penghasilan kena pajak memasuki Tahapan-Tahapan Tahapan tersebut
dibawahnya ditiadakan Maka.Pemahaman inilah Yang Kurang Bisa dimengerti para
ulama Dibuat PADA Masa ITU Ilmu tasawuf Tentang Yang disampaikan Oleh Syekh Siti
Jenar.Penghasilan kena pajak Ilmu Yang Bisa dipahami Baru melewati ratusan years
pasca wafatnya sang Syekh. Para ulama mengkhawatirkan adanya kesalahpahaman
KESAWAN menerima ajaran Yang Dibuat disampaikan Syekh Siti Jenar kepada
Masyarakat awam Dimana PADA Masa Yang Harus disampaikan adalah 'PADA
tingkatan syariat' ITU ajaran Islam. Sedangkan ajaran Siti Jenar 'dan bahkan Tahap'
hakekat Sudah memasuki 'ma'rifat'kepada Allah (kecintaan dan pengetahuan Yang
mendalam kepada Allah). Oleh karenanya, ajaran Yang Dibuat disampaikan Siti Jenar
Hanya dapat dibendung Artikel Baru kata 'SESAT'.
KESAWAN pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila Harus Masalah Agama
berdebat. Alasannya Sederhana, Apapun yaitu Agama KESAWAN, terkait masih
berlangsung pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa. Hanya Saja masing
- masing menyembah Nama menyebut Artikel Baru Yang berbeda - beda dan
menjalankan ajaran cara Artikel Baru Yang Belum tentu sama. Dibuat KARENA ITU,
masing - masing regular tidak perlu pemeluk saling berdebat untuk mendapat pengakuan
bahwa agamanya Benar pagar yang.
Syech Siti Jenar Juga mengajarkan agar-agar seseorang dapat lebih mengutamakan
Prinsip ikhlas menjalankan ibadah KESAWAN. Orang beribadah Artikel Baru Yang
mengharapkan Surga atau Pahala Belum Bisa disebut ikhlas berarti.
1. 1. Manunggaling kawula Gusti
KESAWAN Suami ajarannya, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti
Jenar regular tidak menyebut dirinya sebagai Tuhan Pernah. manunggaling kawula
Gusti dianggap Bukan berarti bercampurnya Tuhan Artikel Baru Makhluknya,
melainkan bahwa Sang Pencipta adalah Sang Tempat * Semua Dilaporkan makhluk. Dan
Artikel Baru Dilaporkan kepada Tuhannya, telah menjadi Manusia Sangat Dekat Artikel
Baru Tuhannya.
Dan ajarannya KESAWAN, ' manunggaling kawula Gusti adalah 'bahwa di KESAWAN
Diri Manusia terdapat ruh Yang berasal Dari ruh Tuhan sesuai ayat Al Qur'an Artikel
Baru Tentang Manusia Yang menerangkan penciptaan ("Ketika Tuhanmu berfirman
kepada Malaikat:" Sesungguhnya Aku akan menciptakan Manusia Dari Tanah . Maka
apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; Maka
hendaklah Kamu tersungkur bersujud Artikel Baru kepadanya (Shaad; 71-
72 )")>. Artikel Baru menyatu demikian ruh Artikel Baru Manusia akan ruh Tuhan
dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi.
Penyusutan penafsiran ayat Al Qur'an Dari para murid Syekh Siti inilah Yang
menimbulkan polemik bahwa di KESAWAN tubuh Manusia bersemayam ruh Tuhan,
yaitu polemik paham 'manunggaling kawula Gusti'.
2. Pengertian Zadhab
KESAWAN kondisi Manusia modern Suami Saat Pembongkaran temui Yang Sering
Manusia mengalami Suami KESAWAN hal terutama Agama Islam Yang disebut zadhab
Sering atau kegilaan berlebihan terhadap Illa Yang Maha Agung atau Allah.
Mereka belajar bagaimana bekerja Tentang Allah, sehingga ketika keinginannya Sudah
lebur terhadap kehendak Allah, Maka KESAWAN ADA Yang pikirannya Hanya Allah,
Allah, Allah dan Allah .... Tampak disekelilingnya regular tidak lain TAPI Hanya
Manusia Yang Allah berkehendak, terkait masih berlangsung Kejadian adalah maksud
Allah terhadap Hamba Suami .... dan inilah Yang apabila regular tidak dibahayakan
KARENA GURU ADA Yang Mursyid Yang berpedoman PADA Alquran dan Hadits
Maka Suami Hamba akan Keluar Dari * Semua aturan Yang telah ditetapkan Allah
untuk manusia.Karena Suami Hamba akan gampang terpengaruh syaitan, semakin
Tinggi tingkat keimanannya Maka semakin Tinggi Juga Syaitan menjerumuskannya
Suami. Pembongkaran contohnya Lia Eden dll ... mereka adalah Hamba Allah Yang
Ingin Dekat Artikel Baru Tanpa Yang Pembimbing telah melewati Masa Masa Suami
telah melewati, KARENA apabila telah melewati Masa Maka Suami Hamba tersebut
turun agar-agar Harus Bisa HAK Yang mengajarkan kepada Manusia Pembongkaran
lain Rasullah pun Juga dan apabila Manusia regular tidak mau turun tingkatan Hamba
Suami Maka akan menjadi seprti nabi Isa AS.Maka Nabi ISA diangkat Allah beserta
jasadnya. Pembongkaran Juga Syekh Siti Jenar Yang kematiannya menjadi
kontroversi.Dalam Masyarakat DKI Kematian Suami disebut "MUKSO" ruh beserta
jasadnya diangkat Allah.

2. 1. Hamamayu Hayuning Bawana


Prinsip Suami berarti memakmurkan bumi. Ini mirip Artikel Baru Pesan Utama Islam,
yaitu rahmatan lil alamin. Seorang dianggap muslim, salah satunya apabila diameter Bisa
memberikan Manfaat BAGI lingkungannya dan bukannya menciptakan kerusakan di
bumi.
3. Kontroversi
Kontroversi Yang lebih Hebat terjadi di sekitar Kematian Syekh Siti Jenar .Ajarannya
Yang Amat ITU kontroversial telah Membuat gelisah para Pejabat kerajaan Demak
Bintoro. Di Sisi kekuasaan, Kerajaan Demak khawatir ajaran Suami akan berujung
PADA Pemberontakan salah Satu mengingat murid Syeh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging
atau Ki Kebokenanga adalah keturunan elite Majapahit (sama Pembongkaran Raden
Patah) dan mengakibatkan konflik di ANTARA keduanya.
Dari Sisi Agama Islam, Walisongo Yang menopang kekuasaan Demak Bintoro, khawatir
ajaran Suami akan Terus berkembang sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan
Umat. Kegelisahan Suami Membuat mereka merencanakan Satu tindakan BAGI Syekh
Siti Jenar yaitu Harus Segera menghadap Demak Bintoro. Pengiriman utusan Syekh
Dumbo dan Pangeran Bayat ternyata tak cukup untuk dapat Membuat Siti
Jenarmemenuhi panggilan Sri Narendra Raja Demak Bintoro untuk menghadap ke
Kerajaan Demak. Konon Hingga akhirnya para Walisongo akhirnya Sendiri Yang
Datang ke Desa Krendhasawa di mana Perguruan Siti Jenar berada.
Para Wali dan pihak kerajaan untuk menjatuhkan hukuman Sepakat mati BAGI [b]
Syekh Siti Jenar Artikel Baru tuduhan telah membangkang kepada raja. [/ b] Maka
berangkatlah lima wali Dibuat Yang diusulkan Syekh Maulana Maghribi ke Desa
Krendhasawa. Kelima wali ITU adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran
Modang, Sunan Kudus, dan Sunan Geseng. (Walet: Ini adalah Noordin M Top Jaman
Dulu)
Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu Ilmu ANTARA kelima wali tersebut
Artikel Baru Siti Jenar . Menurut Siti Jenar , kelima wali tersebutregular tidak usah
merepoting-merepoting Ingin membunuh Siti Jenar . KARENA beliau dapat meminum
tirtamarta (kehidupan udara) Sendiri.Ia dapat menjelang kehidupan Yang Hakiki
Memang jika besarbesaran dan budinya menghendaki.
Tak lama, terbujurlah jenazah Siti Jenar di hadapan kelima wali.Ketika hal Suami
diketahui Dibuat-murid muridnya, serentak keempat muridnya Yang Benar Benar-
pandai yaitu Ki Bisono, Ki Donoboyo, Ki Chantulo dan Ki Pringgoboyo pun mengakhiri
"Kematian"-nya cara Artikel Baru Yang Pembongkaran misterius Yang Dibuat
dilakukan gurunya di hadapan para wali. [rujukan?]
4. Kisah PADA Saat pasca Kematian
Terdapat Kisah Yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Siti Jenar disemayamkan di
Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak beribu bunga dan Kemilau Cahaya kilau
memancar Dari jenazah Siti Jenar.
Jenazah Siti Jenar Sendiri dikuburkan di Bawah Masjid Dibuat para wali
Demak. Pendapat lain mengatakan, besarbesaran dimakamkan di Masjid Mantingan,
Jepara, Artikel Baru Nama lain.
Penghasilan kena pajak tersiar kabar Kematian Syekh Siti Jenar, BANYAK muridnya
Jejak Yang mengikuti gurunya untuk Hakiki Menuju kehidupan yang.Yang di antaranya
terceritakan adalah Kiai Lonthang Dari Semarang Ki Kebokenanga dan Ki Ageng
Tingkir.
NAMA Mengenal Syekh Siti Jenar
Syekh Siti Jenar (829-923 H/1348-1439 C/1426-1517 M), memiliki BANYAK nama: San
Ali (nama pemberian orangtua angkatnya Kecil, Bukan Hasan Ali Anshar Pembongkaran
BANYAK ditulis Orang); Syekh 'Abdul Jalil (nama yg diperoleh di Malaka, Penghasilan
kena pajak menjadi ulama penyebar Islam di Sana); Syekh Jabaranta (nama yg dikenal
di Palembang, Sumatera dan daratan Malaka); Prabu Satmata (Gusti yg nampak mata
Dibuat; Nama yg muncul Dari keadaan kasyf rohani atau bangka; Juga Nama yg
diperkenalkan kepada murid dan pengikutnya); Syekh Lemah Abang atau Lemah Bang
(Gelar diberikan Masyarakat yg Lemah Abang, suatu Komunitas dan kampung model yg
dipelopori Syekh Siti Jenar;. kerajaan Melawan hegemoni Wajar jika Orang Cirebon
regular tidak Mengenal Nama Syekh Siti Jenar, sebab di Cirebon Nama yg populer
adalah Syekh Lemah Abang); Syekh Siti Jenar (nama filosofis yg mengambarkan
ajarannya Tentang Sangkan-paran, bahwa Manusia diciptakan Secara biologis Hanya
Dari sekedar Tanah Merah dan selebihnya adalah roh Allah; Juga Nama yg dilekatkan
Dibuat Sunan Bonang ketika memperkenalkannya kepada Dewan wali, PADA
kehadirannya di DKI Tengah / Demak; Juga Nama Babad Cirebon); Syekh Nurjati atau
Pangran Panjunan atau Sunan Sasmita (nama KESAWAN Babad Cirebon, SZ
Hadisutjipto); Syekh Siti Bang, Serta Syekh Siti Brit; Syekh Siti Luhung (nama-Nama yg
diberikan Masyarakat DKI Tengahan); Sunan Kajenar (KESAWAN sastra Islam-DKI
versi Surakarta Baru, era R.Ng. Ranggawarsita [1802-1873]); Syekh Wali Lanang Sejati;
Syekh Jati Mulya; dan Syekh sunyata Jatimurti Susuhunan ing Lemah Abang.
Siti Jenar lebih menunjukkan sebagai simbolisme ajaran Syekh Siti Jenar Utama yakni
Ilmu kasampurnan, Ilmu Sangkan-paran ing Dumadi, asal muasal kejadian Manusia,
Secara biologis diciptakan Dari Tanah Merah Saja Wadah yg berfungsi sebagai (Tempat)
persemayaman roh di Dunia selama Suami. Sehingga Jasad Manusia Kekal regular tidak
akan membusuk Dilaporkan ketanah. Selebihnya adalah roh Allah, yg kemusnaan
Penghasilan kena pajak raganya akan menyatu Artikel Baru Dilaporkan keabadian. Ia di
Sebut manungsa sebagai Bentuk "manunggaling rasa" (menyatu rasa KESAWAN ke
Tuhan).
KARENA Surga Dan Neraka Serta ITU adalah untuk derajad Fisik Maka keberadaan
Surga dan Neraka di Dunia Suami adalah, sesuai pernyataan populer bahwa Dunia
adalah penjara BAGI Orang Mukmin. Menurut Syekh Siti Jenar, adalah Neraka Dunia
BAGI Orang yg menyatu-padu dgn Tuhan. Penghasilan kena pajak meninggal
besarbesaran terbebas Dari belenggu wadag-nya dan Bebas Tuhan dgn Bersatu. Di Dunia
manunggalnya Hamba Tuhan dgn Sering Dibuat terhalang badan biologis yg disertai
nafsu-nafsunya. Itulah inti makna Nama Syekh Siti Jenar.
Asal Usul Syekh Siti Jenar
Syekh Siti Jenar Lahir years sekitar 829 H/1348 M C/1426 (Serat Siti Jenar Ki Dia
Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Cirebon),
Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; PS Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban
Nagari, Bhatara , Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung,
1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan
Sang Pembaharu, LKIS, Yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i] Sejarah
Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten;. Olthof, WL, Babad Tanah
Djawi Dalam Proza Javaansche Geschiedenis, 's-Gravenhage, M. Nijhoff, 1941; undian,
Th.S., The History of Java, 2 vol , 1817), dilingkungan Pakuwuan Caruban, Pusat kota
Caruban larang ITU julian, yg sekarang lebih dikenal sebagai Astana japura, Cirebon
Sebelah Tenggara. Suatu Lingkungan yg multi-etnis, multi-bahasa dan sebagai Titik temu
Kebudayaan Serta peradaban berbagai suku.
Selama Suami, Silsilah Syekh Siti Jenar Masih Sangat kabur. asal-usul Kekurangjelasan
Suami Juga sama dgn kegelapan years kehidupan Syekh Siti Jenar sebagai Sejarah
Manusia.
Silsilah Tentang Pengaburan, Keluarga dan ajaran Beliau yg dilakukan Dibuat PADA
penguasa muslim abad ke-16 Penambahan hingga abad ke-17. Penguasa merasa perlu
untuk "mengubur" segala yg berbau Syekh Siti Jenar akibat popularitasnya Masyarakat
di Dewan ulama yg mengalahkan Serta ajaran resmi yg diakui Kerajaan Islam ITU
julian. Suami hal kemudian menjadi latar belakang munculnya bahwa Kisah Syekh Siti
Jenar Dari Cacing berasal.
KESAWAN sebuah naskah klasik, cerita yg Tegas Masih Sangat populer tersebut
dibantah Secara, "kacariyos Wondene yen Lemahbang punika saking Cacing asal, punika
DED, pancen manungsa kemawon inggih sajatosipun Darah alit, griya ing dhusun
Lemahbang." [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) Dari Cacing
berasal ITU, ITU salah. Sebenarnya besarbesaran Memang Manusia Saja berdarah Kecil
(rakyat jelata), bertempat Tinggal di desa Lemah Abang] ... <serat Candhakipun Riwayat
jati, Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi DKI Tengah, 2002, hlm.. 1>.
Jadi Syekh Siti Jenar adalah lumrah Manusia Memang Hanya besarbesaran walau
kalangan bangsawan Penghasilan kena pajak berasal Dari Dilaporkan ke DKI sebagai
menempuh Hidup Petani, yg ITU Saat, dipandang sebagai rakyat Dibuat Kecil ring sector
DKI, disamping sebagai wali penyebar Islam di Tanah Jawi.
Syekh Siti Jenar yg memiliki Nama Kecil San Ali dan kemudian dikenal sebagai Syekh
'Abdul Jalil adalah putra seorang ulama asal Malaka, Syekh Datuk Shaleh bin Syekh' Isa
'Alawi bin Ahmadsyah Jamaludin Husain bin Syekh' Abdullah bin Syekh Khannuddin
Sayid 'Abdul Malikal-Qazam . Maulana 'Abdullah Khannuddin adalah putra Syekh'
Abdul Malik atau Asamat Khan. Nama Terakhir Suami adalah seorang Alawi Syekh
kalangan 'kesohor di Ahmadabad, India, yg berasal Dari Handramaut. Qazam adalah
sebuah Distrik berdekatan dgn kota Tarim di Hadramaut.
Syekh 'Abdul Malik adalah putra Syekh' Alawi, salah Satu Keluarga Utama keturunan
ulama terkenal Syekh 'Isa al-Muhajir al-Bashari al-Alawi, yg * Semua keturunannya
bertebaran ke berbagai pelosok Dunia, menyiarkan Agama Islam.Syekh 'Abdul Malik
adalah penyebar Agama Islam yg Bersama keluarganya Pindah Dari Tarim ke India. Jika
diurut keatas, Silsilah Syekh Siti Jenar berpuncak PADA Sayidina Husain bin 'Ali bin
Abi Thalib, menantu Rasulullah.Silsilah Dari yg ADA, diketahui pula bahwa ADA doa
Kakek buyutnya yg menjadi Mursyid thariqah Syathariyah di Gujarat yg Sangat
dihormati, yakni Syekh Abdullah Khannuddin dan Syekh Ahmadsyah
Jalaluddin. Ahmadsyah Jalaluddin Penghasilan kena pajak Dewasa Pindah ke Kamboja
dan menjadi penyebar Agama Islam di Sana.
Adapun Syekh Maulana 'sa atau Syekh Datuk' Isa putra Syekh Ahmadsyah kemudian
bermukim di Malaka. Syekh Maulana 'Isa memiliki doa Orang putra, yaitu Syekh Datuk
Ahamad dan Syekh Datuk Shaleh. Ayah Syekh Siti Jenar adalah Syekh Datuk Shaleh
adalah ulama sunni asal Malaka yg kemudian menetap di Cirebon KARENA ancaman
Politik di Kesultanan Malaka yg sedang dilanda kemelut kekuasaan PADA Penambahan
years 1424 M, Masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan
Mudzaffar Syah.Sumber-sumber Malaka dan Palembang menyebut Nama Syekh Siti
Jenar dgn sebutan Syekh Jabaranta dan Syekh 'Abdul Jalil.
Penambahan years PADA 1425, Syekh Datuk Shaleh beserta istrinya Sampai di Cirebon
dan Saat ITU, Syekh Siti Jenar Masih berada KESAWAN kandungan ibunya 3 bulan. Di
Tanah Caruban Suami, sambil berdagang Syekh Datuk Shaleh memperkuat Penyebaran
Islam yg Sudah beberapa lama tersiar di seantero bumi Caruban, besama-sama dgn
ulama kenamaan Syekh Datuk Kahfi, putra Syehk Datuk Ahmad. Namun, baru doa
bulan di Caruban, PADA years years akhir 1426, Syekh Datuk Shaleh wafat.
Sejak itulah San Ali atau Syekh Siti Jenar diasuh Dibuat Kecil Ki Danusela Serta
penasihatnya, Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang yg sedang nyantri di
Cirebon, Dibawah asuhan Syekh datuk Kahfi.
Jadi walaupun San Ali adalah keturunan ulama Malaka, dan JAUH lebih Lagi keturunan
Arab, namun sejak Kecil Lingkungan hidupnya adalah kultur Cirebon yg ITU Saat
menjadi sebuah kota multikultur, heterogen dan sebagai basis perdagangan ITU
antarlintas Dunia julian.
Saat ITU Cirebon dgn Padepokan Giri Amparan Jatinya yg diasuh Dibuat seorang ulama
asal Makkah dan Malaka, Syekh Datuk Kahfi, Mampu telah menjadi salah Satu Pusat
pengajaran Islam, KESAWAN c. Kepemilikan Modal alat dan Ilmu fiqih ', tasawuf
Serta. Sampai Usia 20 years, San Ali mempelajari berbagai Kepemilikan Modal dgn
sepenuh hati Agama Islam, disertai dgn otodidak Pendidikan rohani c. Kepemilikan
Modal.
Padepokan Giri Amparan Jati
Penghasilan kena pajak diasuh Oleh Ki Danusela samapai Usia 5 tahun, PADA years
sekitar 1431 M, Syekh Siti Jenar Kecil (San Ali) diserahkan kepada Syekh Datuk Kahfi,
pengasuh Pedepokan Giri Amparan Jati, agar dididik Agama Islam yg berpusat di
Cirebon Dibuat Kerajaan Sunda di Sebut sebagai Musu (h) alit [musuh halus] <Purwaka
Caruban Nagari, 75-76, kucing. 39; Sejarah Nasional Indonesia, vol. II; 221>.
Di Padepokan Giri Amparan Jati Suami, San Ali menyelesaikan berbagai Pelajaran
keagamaan, terutama nahwu, syaraf, Balaghah, Ilmu tafsir, musthalah hadist, ushul fiqih
dan manthiq. Ia menjadi santri Generasi kedua. Sedang yg akan menjadi santri Generasi
SIBOR adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Syarif Hidayatullah Baru
Datang ke Cirebon, bersamaan dgn pulangnya Syekh Siti Jenar Dari perantauannya di
Timur Tengah sekitar years 1463, KESAWAN status sebagai Siswa Padepokan Giri
Amparan Jati, dgn Usia sekitar 17-years sebuah.
PADA years 1446 M, Penghasilan kena pajak 15 years Penuh menimba Ilmu di
Padepokan Amparan Jati, besarbesaran bertekad untuk Keluar Mulai pondok dan
berniat untuk mendalami kerohanian (sufi). Sebagai Titik pijaknya, besarbesaran
bertekad untuk Mencari "Sangkan-paran" dirinya.
Composition Komposisi pertmanya adalah Pajajaran yg dipenuhi para pertapa Dibuat
dan Ahli hikmah Hindu-Budha. Di Pajajaran, Syekh Siti Jenar mempelajari kitab Catur
Viphala warisan Prabu Kertawijaya Majapahit. Inti kitab Catur Dari Viphala Suami
mencakup Empat Pokok Utama laku.
Pertama, nihsprha, adalah suatu keadaan di mana regular tidak adal Lagi Ingin Sesuatu
yg dicapai Manusia. Kedua, nirhana, yaitu seseorang regular tidak Lagi merasakan
memiliki badan dan karenanya regular tidak ADA Lagi Composition Komposisi. SIBOR,
niskala adalah proses rohani Tinggi, "Bersatu" dan melebur (fana ') dgn Dia Yang
Hampa, Dia Yang Tak Terbayangkan, Tak terpikirkan, Tak Terbandingkan. Sehingga
KESAWAN kondisi (hal) Suami, "Aku" menyatu dgn "Aku". Dan keempat, sebagai
kesudahan Dari niskala adalah nirasraya, suatu keadaan jiwa yg meninggalkan niskala
dan melebur ke Parama-Laukika (fana 'fi al-fana'), yakni dimensi tertinggi yg Bebas Dari
Bentuk segala keadaan, tak mempunyai ciri-ciri dan mengatasi " Aku ".
Dari Pajajaran San Ali melanjutkan pengembaraannya Menuju Palembang, menemui
Aria Damar, seorang Adipati, sekaligus pengamal sufi-kebatinan, santri Maulana
Ibrahim Samarkandi. Masa PADA tuanya, Aria Damar bermukim di Tepi debit sungai
Ogan, Kampung Pedamaran.
Diperkirakan Syekh Siti Jenar berguru kepada Aria Damar ANTARA years 1448-1450
M. Aria Abdillah Bersama Suami, San Ali mempelajari pengetahuan Tentang hakikat
ketunggalan alam semesta yg dijabarkan Dari Konsep "nur ala Nurun '" (Cahaya Maha
Cahaya), atau yg kemudian dikenal sebagai kosmologi emanasi.
Dari Palembang, San Ali melanjutkan Perjalanan ke Malaka dan BANYAK bergaul dgn
para bangsawan suku Tamil maupun Malayu. Dari sales baiknya ITU, membawa San Ali
untuk memasuki Dunia bisnis dgn menjadi saudagar emas dan Barang
kelontong. Pergaulan di Dunia bisnis tsb dimanfaatkan Dibuat San Ali untuk
mempelajari berbagai Karakter Manusia nafsu, sekaligus untuk menguji laku zuhudnya
ditengah gelimang harta. Selain menjadi saudagar, Syekh Siti Jenar Juga menyiarkan
Agama Islam yg Dibuat Masyarakat setempat diberi jabaranta Syekh Gelar. Suami pula
di Malaka, besarbesaran bertemu dgn Datuk Musa, putra Syekh Datuk Ahmad. Dari
uwaknya Suami, Syekh Datuk Ahmad, San Ali dianugerahi Nama Keluarga Nama dan
ke-ulama-an Syekh Datuk 'Abdul Jalil.
Dari perenungannya mengenai Dunia Manusia nafsu, hal Suami membawa Syekh Siti
Jenar menuai keberhasilan menaklukkan jilbab Tujuh, rohani yg menjadi penghalang
Utama pendakian seorang salik (pencari kebenaran). Tujuh jilbab ITU adalah Lembah
KASAL (kemalasan naluri dan rohani Manusia); Jurang futur (nafsu menelan makhluk /
Jumlah Orang); malal Gurun (berputus asa sikap Cari Syarat masuk KESAWAN
menempuh jalan rohani); Gurun riya '(Bangga rohani); sum'ah Rimba (pamer rohani);
ujub Samudera '(kesombongan intelektual dan kesombongan ragawi); hajbun Benteng
dan (penghalang akal dan nurani).
Pencerahan Rohani di Baghdad
Penghasilan kena pajak mengetahui bahwa dirinya merupakan salah Satu Dari Keluarga
Besar umpan Ahlul (keturunan Rasulullah), Syekh Siti Jenar semakin memiliki keinginan
KUAT Segera Pergi ke Timur Tengah terutama Pusat kota Suci Makkah.
Perjalanan KESAWAN Suami, Dari pembicaraan mengenai hakikat sufi Bersama ulama
Malaka asal Baghdad Ahmad al-Mubasyarah al-Tawalud di Sepanjang Perjalanan. Syekh
Siti Jenar Mampu menyimpan Satu Baru perbendaharaan, BAGI Perjalanan rohaninya
yaitu "ke-Esaan af'al Allah", yakni kesadaran bahwa Gerak terkait masih berlangsung
dan segala Peristiwa yg tergelar di alam semesta Suami, Baik terlihat maupun yg yg
regular tidak terlihat PADA af hakikatnya adalah ' al Allah. Ini Menambah semangatnya
untuk mengetahui dan merasakan bagaimana af'al Allah Langsung ITU KESAWAN
dirinya bekerja optimal.
Pangkal Inilah pandangan yg dikemudian hari memunculkan tuduhan Dari Dewan Wali,
bahwa Syekh Siti Jenar menganut paham Jabariyah. Padahal Bukan ITU pemahaman yg
dialami dan dirasakan Syekh Siti Jenar. Bukan PADA dimensi perbuatan alam atau
manusianya sebagai Titik Tolak akan tetapi justru perbuatan Allah pandang Canada
iradah dan quradah-NYA yg bekerja Canada Diri Manusia, sebagai khalifah-NYA di
alam Lahir. Ia Juga Sampai PADA suatu kesadaran bahwa yg nampak * Semua ADA dan
memiliki Nama, PADA hakikatnya memiliki Nama Hanya Satu sumber, yakni Dia Yang
Wujud Dari segala yg maujud.
Sesampainya di Baghdad, besarbesaran menumpang di rumah Keluarga Besar Ahmad al-
Tawalud. Disinilah Cakrawala pengetahuan sufinya diasah tajam.Sebab di Keluarga
Tersedia BANYAK al-Tawalud kitab-kitab ma'rifat Dari para sufi kenamaan. * Semua
ITU adalah kitab al-Tawalud Peninggalan Kakek, 'Abdul Mubdi' al-Baghdadi Syekh. Di
Irak Suami pula, Syekh Siti Jenar bersentuhan dgn paham Syi'ah Ja'fariyyah, yg di kenal
sebagai madzhab ahl al-Bayt.
Syekh Siti Jenar Membaca dan mempelajari dgn Baik Dari Tradisi sufi al-Thawasinnya
al-Hallaj (858-922), al-Bushtamii (w.874), Kitab al-Shidq-nya al-Kharaj (w.899), Kitab al-
al-Kalabadzi ta'aruf (w.995), Risalah-nya al-Qusyairi (w.1074), dan al-Makkiyah futuhat
Fushush al-Hikam-nya 'Arabi (1165-1240), Ihya' Ulum Ibnu al-Din dan al-Ghazali
(w.1111) kitab-kitab tasawuf, dan al-Jili (w.1428). Secara kebetulan periode al-Jili
meninggal, Syekh Siti Jenar Sudah berusia years doa. Saat Sehingga pemikiran-
permikiran al-Jili ITU, merupakan hal yg Masih Sangat Baru Komunitas BAGI Islam
Indonesia.
Dan sebenarnya Syekh Siti Jenar Pertama kali-lah yg mengusung gagasan al-Hallaj dan
terutama al-Jili ke DKI. Saccharin ITU para wali anggota Dewan Wali menyebarluaskan
ajaran Islam syar'i madzhabi yg ketat. Sebagian Memang mengajarkan tasawuf, namun
tasawuf tarekati, yg kebanyakkan beralur PADA paham Imam Ghazali. Sayangnya,
Syekh Siti Jenar BANYAK regular tidak menuliskan ajaran-ajarannya KARENA
kesibukannya menyebarkan gagasan Canada lisan ke berbagai pelosok Tanah
Jawi. KESAWAN Catatan sastra suluk DKI Hanya ada 3 kitab karya Syekh Siti Jenar;
Talmisan, Musakhaf (al-Mukasysyaf) dan balal Mubarak. Masyarakat yg dibangunnya
Nanti dikenal sebagai Komunitas Lemah Abang.
Dari sekian BANYAK Sufi kitab yg dibaca dan dipahaminya, yg berkesan PADA pagar
Syekh Siti Jenar adalah kitab Haqiqat al-Haqa'iq, al-Manazil al-Alahiyah dan al-Insan al-
Kamil fi Ma'rifat al-Awakhiri wa al-Awamil (Manusia Sempurna Pengetahuan tenatang
KESAWAN Sesuatu yg Pertama dan Terakhir). SIBOR kitab tersebut, semuanya adalah
Abdul Puncak Dari ulama sufi Syekh 'Karim al-Jili.
Terutama kitab al-Insan al-Kamil, Syekh Siti Jenar kelak sekembalinya ke DKI
menyebarkan ajaran dan pandangan mengenai Ilmu Sangkan-paran sebagai paham
kemanuggalannya Titik Pangkal. Konsep-Konsep pamor, jumbuh dan manunggal
KESAWAN teologi-sufi Syekh Siti Jenar dipengaruhi paham-paham Puncak Dibuat
Mistik al-Hallaj dan al-Jili, disamping KARENA ITU proses spiritualnya Pencarian
Ujung yg memiliki pemahaman yg mirip dgn Secara praktis / 'Amali-al -Hallaj; Secara
filosofis mirip dgn al-Jili dan Arabi dan Ibnu '.
Syekh Siti Jenar menilai bahwa ungkapan-ungkapan yg al-Jili perlengkapan Sangat
Sederhana, Lugas, gampang mendalam namun Tetap dipahami. Yg terpenting, memiliki
BANYAK kemiripan dgn pengalaman rohani yg Sudah dilewatkannya, Serta yg akan
ditempuhnya. PADA akhirnya Nanti, sekembalinya ke Tanah Jawi, SIBOR kitab ITU
Nyata pengaruh akan nampak, KESAWAN berbagai ungkapan Mistik, Serta ajaran
khotbah-khotbahnya, yg memunculkan guncangan-guncangan keagamaan BANYAK dan
Politik di DKI.
Syekh Siti Jenar BANYAK julian meluangkan mengikuti dan mendengarkan konser-
konser musik sufi yg digelar diberbagai khana sama '. Sama 'khana adalah rumah-rumah
Tempat para sufi mendengarkan musik spiritual dan membiarkan dirinya hanyut
KESAWAN ekstase (wajd). khana Sama 'Mulai bertumbuhan di Baghdad sejak abad ke-
9 (Schimmel, 1986, hlm 185.). PADA Masa ITU grup musik sufi yg terkenal adalah dgn
al-Qawwal penyanyi sufinya 'Abdul Warid al-Wajd.
Berbagai pengalaman spiritual dilaluinya di Baghdad Sampai PADA tingkatan fawa'id
(memancarnya Potensi pemahaman roh KARENA jilbab yg menyelubunginya telah
tersingkap Dgn Suami seseorang akan menjadi berbeda dgn umumnya Manusia.); Dan
lawami '(mengejawantahnya Cahaya rohani akibat tersingkapnya fawa'id), tajaliyat
Canada Roh al-haqq dan zawaid (terlimpahnya Cahaya Ilahi ke KESAWAN Kalbu yg
seluruh rohaninya tercerahkan Membuat).Ia mengalami berbagai kasyf dan berbagai
penyingkapan hijab-Dari nafsu nafsunya. Disinilah Syekh Siti Jenar mendapatkan
kenyataan memadukan pengalaman sufi Dari kitab-kitab al-Hallaj, Ibnu 'Arabi dan al-
Jili.
Bahkan terkait masih berlangsung kali besarbesaran melantunkan dzikir dikedalaman
lubuk Hatinya dgn sendirinya merasakan besarbesaran Bimbang dzikir dan menangkap
suara dzikir yg berbunyi Aneh, Subhani, alhamdu li, la ilaha illa ana wa ana al-akbar,
fa'budni (Aku mahasuci, segala puji Untukku, tiada tuhan selain Aku, Aku Maha Besar,
sembahlah Aku). Walaupun telinganya mendengarkan Orang di Sekitarnya Membaca
dzikir Subhana Allah, al-hamduli Allahi, la ilaha illa Allah, Allahu Akbar, fa'buduhu,
namun suara yg di lubuk Dengar Nafsi Hatinya adalah dzikir, Arafa sebagai cerminan
manusia Hasil 'Arafa bafsahu faqad' Rabbahu tersebut. Sampai di Sini, Syekh Siti Jenar
semakin memahami makna hadist Rasulullah "sirruhu al-Insan sirri wa ana" (Manusia
adalah Rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya).
Sebenarnya inti ajaran Syekh Siti Jenar sama dgn ajaran sufi 'Abdul Qadir al-Jilani
(w.1165), Ibnu' Arabi (560/1165-638-1240), Ma'ruf al-Karkhi, dan al-Jili.Hanya Saja
SIBOR tsb Nasib tokoh yg mengalami Baik KESAWAN artian, ajarannya regular tidak
dipolitisasi, KESAWAN sehingga kehidupannya di Dunia regular tidak Pernah
mengalami intimidasi dan kekerasan sebagai Korban Politik dan menemui Penambahan
Hayat Secara Biasa.
Ingsun, Allah dan Kemanunggalan (Syekh Siti Jenar)
SATU
"Sabda sukma, adhep idhep Allah, kang anembah Allah, kang sinembah
Allah, amisesa Murba kang. "
Pernyataan Syekh Siti Jenar Diatas Secara Garis besarnya adalah: "Pernyataan roh yg
bertemu-hadapan dgn Allah, yg menyembah Allah, yg disembah Allah, yg meliputi segala
Sesuatu."
Ini adalah salah Satu sumber pengetahuan ajaran Syekh Siti Jenar yg maksudnya adalah
sukma (roh di kedalaman jiwa) sebagai Pusat kalam (pembicaraan dan
ajaran). KARENA ITU diakibatkan hal di kedalaman roh batin Tersedia Manusia
Cermin yg disebut mir'ah al-haya '(Cermin yg memalukan). * Bagi Orang yg Sudah Bisa
mengendalikan hawa nafsunya Serta Cermin tersebut mencapai fana 'akan muncul, yg
menampakkan kediriannya Artikel Baru segala perbuatan tercelanya. Jika telah Suami
Terbuka Maka tirai-tirai Rohani Juga akan tersingkap, sehingga kesejatian dirinya
beradu-adu (adhep idhep), "Aku Suami Kau, Aku Kau TAPI".
Maka jadilah diameter yg menyembah sekaligus yg disembah, sehingga dirinya sebagai
kawula-Gusti memiliki wewenang amisesa Murba, keputusan dirinya memberi Tentang
Apapun, menyatu iradah dan kodrat kawula-Gusti.
DUA
"Hidup Baru ITU pajaknya dan dilengkapi Artikel Baru pancaindera. Suami
Pancaindera merupakan Barang proposal usulan, yg jika Sudah Dibuat diminta yg
empunya, akan menjadi Tanah dan membusuk, hancur lebur najis pajaknya.Oleh
KARENA ITU pancaindera regular tidak dapat dipakai sebagai Pedoman
Hidup. Demikian pula budi, Pikiran, Angan-Angan dan kesadaran, pancaindera Dari
berasal, regular tidak dapat dipakai sebagai pegangan Hidup. Akal dapat menjadi gila,
sedih, bingung, lupa Tidur dan seringkali regular tidak Jujur. ITU akal pula yg siang
malam mengajak dengki, bahkan merusak kebahagiaan Orang lain. Dengki dapat pula
Menuju perbuatan Jahat, menimbulkan kesombongan, untuk akhirnya KESAWAN
Jatuh Lembah kenistaan, sehingga menodai Nama dan citranya. Kalau Sudah Sampai
sedemikian jauhnya, Orang Baru menyesalkan perbuatannya. "
Menurut Syekh Siti Jenar, Baik pancaindera maupun perangkat akal regular tidak dapat
dijadikan pegangan dan Pedoman Hidup. Sebab * Semua ITU pajaknya Baru, Azali
Bukan. Satu-satunya yg Bisa dijadikan gondhelan dan gandhulan hanyalah Zat Wajibul
Maulanan, Zat Yang Maha Melindungi.Pancaindera adalah Pintu nafsu dan ego adalah
Pintu BAGI akal. Semuanya Harus ditundukkan di Bawah Zat Yang Wajib memimpin.
KARENA Hanya Dialah yg menunjukkan * Semua budi Baik. Jadi pancaindera Harus
dibimbing Dibuat budi dan budi dipimpin Dibuat Sang Penguasa Budi atau Yang Maha
Budi. Sedangkan Yang Maha Budi regular tidak terikat KESAWAN ITU jeratan dan
rontgent Nama tertentu. Nama Sebab bukanlah hakikat. Bisa ITU Nama Allah, Hyang
Widi, Hyang Manon, Sang Wajibul Maulana dan sebagainya. * Semua Produk ITU akal,
sehingga Nama regular tidak perlu disembah. Nama rontgent KESAWAN syari'at justru
malah merendahkan nama-NYA.
TIGA
"Apakah regular tidak industri tahu bahwa penampilan Bentuk Daging, urat, Tulang,
sunsum, Bisa rusak dan bagaimana cara memperbaikinya Andari?Biarpun
bersembahyang Seribu kali terkait masih berlangsung harinya akhirnya mati
Juga. Meskipun badan Andari, Andari tutupi akhirnya menjadi Debu Juga.Tetapi jika
penampilan bentuknya Pembongkaran Tuhan, Apakah para Wali dapat membawa
Pulang dagingnya saya, saya rasa regular tidak dapat. Alam semesta Suami Baru. Tuhan
regular tidak akan membentuk Dunia Suami doa kali dan Juga regular tidak akan
Membuat tatanan batu, dalilnya layabtakiru hilamuhdil Artinya Sesuatu yg regular tidak
wujud Lagi Membuat Tentang terjadinya alam semesta sesudah diameter Membuat
Dunia. "
Dari pernyataan ITU nampak Syekh Siti Jenar memandang alam makrokosmos sama
Artikel Baru mikrokosmos (Manusia). Kedua hal tersebut merupakan Barang Baru
ciptaan Tuhan yg sama-sama akan mengalami kerusakan atau regular tidak Kekal.
PADA Sisi lain, pernyataan Syekh Siti Jenar tsb mempunyai muatan makna pernyataan
sufistik, "Barangsiapa Mengenal dirinya, Mengenal iuran pasti besarbesaran Maka
Tuhannya." Sebab Syekh Siti Jenar BAGI Manusia yg utuh KESAWAN jiwa raganya
merupakan wadag penyanda BAGI, termasuk penyanda semesta alam. Itulah sebabnya
pengelolaan alam semesta menjadi tanggungjawab Manusia.
Maka mikrokosmos Manusia, regular tidak lain adalah Blueprint dan Gambaran adanya
jagat Besar termasuk semesta.
Baginya Manusia terdiri Dari jiwa dan raga yg intinya ialah jiwa sebagai penjelmaan
Dzat Tuhan (Sang Pribadi). Sedangkan raga adalah Bentuk Luar Dari jiwa yg dilengkapi
pancaindera, berbagai organ tubuh Daging Pembongkaran, muscle, Tulang dan Darah. *
Semua Aspek keragaan atau ketubuhan adalah Barang proposal usulan yg Penghasilan
kena pajak suatu Saat Manusia terlepas Dari pengalaman Kematian Suami di Dunia,
akan disajikan Sesudah Tanah berubah menjadi. Sedangkan Rohnya yg menjadi tajalli
Ilahi, manunggal ke KESAWAN Artikel Baru keabadian Allah.
EMPAT
"Segala Sesuatu yg terjadi di alam semesta Suami PADA hakikatnya adalah af'al
(perbuatan) Allah. Berbagai hal yg dinilai Baik maupun Buruk PADA hakikatnya adalah
Dari Allah Juga. Jadi keliru dan sesat pandangan yg mengatakan bahwa yg Baik Dari
Allah dan yg Buruk Dari selain Allah "". ... Af'al Allah Harus dipahami Dari KESAWAN
dan Dari Luar Diri. Saat Manusia menggoreskan putar misalnya, di situ lah terjadi
perpaduan doa kemampuan kodrati yg dipancarkan Dibuat Allah kepada makhluk-NYA,
yakni kemampuan kodrati Gerak putar. Di situlah Berlaku dalil "Wa Allahu khalaqakum
wa ma ta'malun (Qs.Ash-Shaffat: 96)", yg maknanya Allah yg menciptakan engkau dan
segala APA yg engkau perbuat. Di Sini mubasyarah terkandung makna. Perbuatan yg
terlahir Dari disebut ITU al-tawallud. Misalnya otonashi melempar batu. Batu yg
terlempar Dari Tangan otonashi adalah berdasarkan kemampuan kodrati ITU Gerak
Tangan Saya. Di situ Berlaku dalil "Wa ma ramaita idz ramaita walakinna Allaha rama
(Qs.Al-Anfal: 17)", maksudnya bukanlah engkau yg melempar, melainkan Allah Jua yg
melempar ketika engkau melempar. Namun hakikatnya PADA ANTARA mubasyarah
dan Satu hakikatnya al-tawallud, yakni af'al Allah sehingga Berlaku dalil la haula wa la
quwata ilaa bi Allahi al-'aliyi al-'adzimi.Rosulullah bersabda "La tataharraku illa bi idzni
Allahi dzarratun", yg maksudnya regular tidak akan Bergerak Satu tetap Permanent
dzarah pun melainkan idzin Allah. "
Eksistensi Manusia Suami yg akan nampak peranannya lebih manunggal jelas, Dimana
Manusia regular tidak lain adalah ke-Esa-an KESAWAN af'al Allah.Tentu ke-Esa-an
Bukan sekedar af'al, sebab af'al digerakkan Dzat Dibuat.Sehingga af'al yg menyatu
menunjukkan adanya ke-Esa-an Dzat, kemana af'al ITU dipancarkan.
LIMA
"Di Dunia Suami Kita merupakan Mayat-Mayat yg Cepat Juga akan menjadi Busuk dan
bercampur Tanah. Ketahuilah Juga APA yg dinamakan kawula-Gusti regular tidak
berkaitan dgn seorang Manusia Biasa Pembongkaran lain-lain yg.Kawula dan Gusti
Sudah ITU ADA KESAWAN Diriku, siang malam regular tidak dapat dan Diriku Dari
memisahkan mereka. Tetapi Hanya untuk Saat Suami Nama kawula-Gusti Berlaku ITU,
yakni selama Saya mati. Nanti, kalau otonashi Sudah Hidup Lagi, Gusti dan kawula
lenyap, yg Sendiri Hidupku Hanya Tinggal, ketentraman LANGGENG Sendiri
KESAWAN ADA. Bila Kau Belum menyadari kebenaran kata-Kataku Maka dgn tepat
dapat dikatakan, bahwa Kau Masih terbenam KESAWAN Kematian Masa. Di Sini
Memang terdapat BANYAK Hiburan aneka warna. Lebih BANYAK Lagi hal-hal yg
menimbulkan hawa nafsu.Tetapi Kau regular tidak Melihat, bahwa akibat pancaindera
Hanya ITU. Itu Hanya Impian yg sama Sekali regular tidak mengandung kebenaran dan
sebentar Lagi akan lenyap Cepat. Gilalah Orang yg terikat padanya. Saya regular tidak
merasa tertarik, tak Sudi tersesat KESAWAN Kematian kerajaan. Satu-satunya yg
kuusahakan, ialah Dilaporkan kepada kehidupan. "
Syekh Siti Jenar menyatakan dgn Tegas bahwa dirinya sebagai Tuhan, besarbesaran
memiliki Hidup dan Ada KESAWAN dirinya Sendiri, Serta menjadi Pangeran BAGI isi
seluruh Dunia. Sehingga didapatkan konsistensi ANTARA keyakinan hati, pengalaman
keagamaan, dan sikap dzahirnya therapy terapi. Juga ditekankan Satu hal yg Selalu
Tampil KESAWAN terkait masih berlangsung ajaran Syekh Siti Jenar. Yakni pendapat
bahwa Manusia Masih selama berada di Dunia Suami sebetulnya mati, sesudah Baru
sejati dialami besarbesaran dibebaskan Dari Dunia Suami, akan kehidupan. Kehidupan
Suami sebenarnya Kematian Manusia ketika dilahirkan. Badan Hanya sesosok Mayat
KARENA ditakdirkan untuk sirna. (Bandingkan Artikel Baru Zoetmulder, 364).Dunia
Suami adalah alam Kubur, Dimana roh Suci terjerat badan wadag yg Dibuat dipenuhi
berbagai Goda-nikmat yg menguburkan kebenaran sejati dan berusaha menguburkan
kesadaran Ingsun Sejati.
Semoga bermanfaat Suami yg KESAWAN kepasrahan yg regular tidak Bisa dipikir dgn
Akal Hati TAPI Artikel Baru Very mengungkapkan rasa Secara Cinta Yang Tulus
ITU ....
Walaupun rasa Cinta ITU Very diungkapkan dgn bahasa yg Kita Sangat Terbatas
Suami ... .. amin .... Amin.
Surga dan Negara Syekh Siti Jenar
"Anal jannatu wa nara katannalr al anna", Sering Dibuat perlengkapan Syekh Siti Jenar
menjelaskan hakikat KESAWAN Surga dan Neraka. Penulisan yg Benar nampaknya
adalah "inna seorang ana al-janatu qath'un wa al-naru '-" (Sesungguhnya keberadaan
Surga dan Neraka telah ITU Nyata adanya sejak sekarang atau di Dunia
Suami). Sesungguhnya, menurut ajaran Islam pun, Surga dan Neraka Kekal tidaklah
ITU. Yang Kekal menganggap Surga dan Neraka adalah kalangan awam
ITU. Sesungguhnya mereka berdua Wajib rusak dan binasa. * Bagi Syekh Siti Jenar,
Surga atau Neraka bukanlah Tempat tertentu untuk memberikan pembalasan Baik dan
buruknya Manusia. Surga Neraka adalah perasaan roh di Dunia, sebagai akibat Dari
keadaan dirinya dgn Belum dapat yg menyatu-tunggal Allah. BAGI Sebab Manusia yg
Ilmu kasampurnan Sudah memiliki, jelas bahwa ketika mengalami Kematian dan
Canada pintunya, besarbesaran Dilaporkan kepada Hidup Yang Agung, Yang Hidup tan
kena kinaya Ngapa (Hidup Sempurna abadi sebagai Sang Hidup). Yaitu sebagai cita-cita
Puncak Composition Komposisi dan Manusia. Jadi, Surga dan Neraka KARENA ITU
Juga ternyata makhluk, Maka Surga dan Neraka tidaklah Kekal, Juga bukanlah Tempat
Manusia dan kembalinya sesungguhnya yang. Sebab regular tidak mungkin makhluk
akan Dilaporkan kepada makhluk, KARENA keadaan kecuali Yang Belum Sempurna
hidupnya. Oleh al-Qur'an Sudah ditegaskan bahwa Tempat kembalinya Manusia Hanya
Allah, Yang regular tidak lain adalah proses kemanunggalan ... ... ilaihi raji'un, ilaihi al-
mashir ... ... ...
Puasa dan Haji Syekh Siti Jenar
"Syahadat, shalat dan puasa ITU, regular tidak diinginkan Sesuatu yang, Jadi regular
tidak perlu. Adapun zakat dan naik haji ke Makah, * Semua omong kosong ITU (kabeh
palson). Itu seluruhnya kedurjanaan budi, penipuan terhadap Sesama Manusia. Orang-
Orang Dungu yg menuruti aulia, KARENA diberi harapan di Surga kelak kemudian hari,
keduanya sesungguhnya ITU industri tahu regular tidak Orang yang. Lain halnya Artikel
Baru otonashi, Siti Jenar. "
"Tiada Pernah otonashi menuruti perintah budi, bersujud-sujud di Mesjid mengenakan
jubah, pahalanya Besok Saja, Bila dahi Sudah menjadi tebal, kepala
berbelulang. Sesungguhnya Suami hal idak Masuk akal! Suami di Dunia * Semua
Manusia adalah sama. Mereka * Semua mengalami suka-Duka, menderita sakit dan
Duka nestapa, tiada beda Artikel Baru Satu Yang lain. Oleh KARENA ITU otonashi, Siti
Jenar, Hanya Setia PADA Saja Satu hal, yaitu Gusti Zat Maulana. "
Syekh Siti Jenar menyebutkan bahwa syariat Yang diajarkan para wali adalah "omong
kosong belaka", atau "wes kabeh palson" (Yang Sudah ADA regular tidak asli). Tentu
Istilah Suami Amat Sangat berbeda anggapan selama Artikel Baru Suami Orang, Yang
menyatakan bahwa Syekh Siti Jenar menolak syari'at Islam. Yang ditolak adalah reduksi
tetap Permanent syari'at tersebut. Syekh Siti Jenar menggunakan Istilah "iku wes palson
kabeh", yg Artinya Tentu "Sudah dipalsukan atau ITU Dibuat * Semua Palsu." Suami
berbeda pengertiannya Artikel Baru kata "iku kabeh Palsu" atau "ITU * Semua Palsu."
Jadi Yang dikehendaki Syekh Siti Jenar adalah penekanan bahwa syari'at Islam Masa
PADA Walisanga telah mengalami perubahan dan pergeseran makna KESAWAN ITU
pengertian syari'at. Hanya Semuanya menjadi formalitas belaka. Sehingga Manfaat
melaksanakan syariat menjadi Hilang. Bahkan menjadi mudharat KARENA
pertentangan Yang muncul Dari Aplikasi formal syariat tsb.
* Bagi Syekh Siti Jenar, Bukan Hanya syariat pengakuan dan pelaksanaan, namun
Berupa penyaksian atau kesaksian. Ini berarti pelaksanaan syariat KESAWAN Harus
ADA Unsur pengalaman spiritual. Nah, Bila ibadah telah menjadi suatu Palsu, regular
tidak dapat dipegangi dan Hanya untuk membohongi Jumlah Orang, Maka semuanya
merupakan keburukan di bumi.
Apalagi Sudah regular tidak menjadi Sarana BAGI kesejahteraan Hidup
Manusia. Ditambah Lagi, syariat justru menjadi alat legitimasi Hanya kekuasaan
(sekarang Pembongkaran Suami Juga). Yang mengajarkan syari'at Juga Lagi regular
tidak memahami makna dan Manfaat ITU syari'at, dan regular tidak memiliki
kemampuan mengajarkan Aplikasi syari'at yg Hidup dan Berdaya guna.Sehingga syari'at
menjadi Hampa makna dan Menambah gersangnya kehidupan rohani Manusia.
Nah, yg dikritik Syekh Siti Jenar adalah shalat yg Sudah kehilangan makna dan
tujuannya ITU. Shalat haruslah merupakan praktek Nyata BAGI kehidupan.Yakni
shalat sebagai Bentuk ibadah yg sesuai dgn Bentuk Profesi kehidupannya.Orang yg
melakukan profesinya Secara Benar, KARENA Allah, Maka hakikatnya besarbesaran
telah melaksanakan shalat sejati, shalat yg sebenarnya.Orientasi kepada Yang Maha
Benar dan Selalu berupaya mewujudkan manunggaling kawula Gusti, KESAWAN
termasuk karya, karsa-cipta itulah shalat yg sesungguhnya.
MAKNA IHSAN Syekh Siti Jenar
"Itulah Yang dianggap Syekh Siti Jenar Hyang Widi. Ia berbuat Baik menyembah dan
tetap Permanent kehendak-NYA. Tekad lahiriahnya dihapus.Tingkah lakunya mirip
Artikel Baru pendapat yg lahirkan besarbesaran. Ia berketetapan hati untuk berkiblat
dan Setia, pendiriannya teguh KESAWAN, menyucikan Kukuh Diri Dari segala yg kotor,
untuk menemui ajalnya Sampai regular tidak menyembah kepada budi dan cipta. Syekh
Siti Jenar berpendapat dan menggangap dirinya pajaknya Muhammad, Sifat yaitu rasul
yg sejati, Sifat Muhammad yg kudus. "
"Gusti Zat Maulana. Dialah yg luhur dan Sangat sakti, yg berkuasa maha Besar, lagipula
memiliki doa puluh Sifat, kuasa tetap Permanent kehendak-NYA.Dialah yg maha kuasa,
mula segala Ilmu Pangkal, maha mulia, maha indah, maha Sempurna, maha kuasa, rupa
warna-NYA Tanpa Cacat Pembongkaran Hamba-NYA. Di KESAWAN raga Manusia Ia
tiada nampak. Ia Sangat sakti menguasai segala yg terjadi dan menjelajahi seluruh alam
semesta, Ngidraloka ".
Dua kutipan di tetap Permanent adalah Aplikasi Dari teologi Ihsan menurut Syekh Siti
Jenar, bahwa sifatullah merupakan sifatun-nafs. Oleh Ihsan sebagaimana ditegaskan
Nabi KESAWAN hadistnya salah Satu (Sahih Bukhari, I; 6), beribadah KARENA Allah
dgn kondisi si 'Abid KESAWAN keadaan menyaksikan (Melihat Langsung) Langsung
adanya si Ma'bud. Hanya sikap inilah yg akan Mampu membentuk kepribadian yg
Kokoh-Kuat, istiqamah, dan regular tidak Mudah menyerah sabar KESAWAN
menyerukan kebenaran.
Sebab Syekh Siti Jenar merasa, Hanya Sang Wujud yg mendapatkan haq untuk dilayani,
Bukan selain-NYA. Sehingga, dgn kata lain, tetap Permanent KESAWAN aplikasinya
Ihsan pernyataan Rasulullah adalah membumikan sifatullah dan sifatu-Muhammad
menjadi Sifat Pribadi.
Artikel Baru memiliki Sifat Muhammad itulah, besarbesaran Mampu Kokoh berdiri
akan menyerukan ajarannya dan memaklumkan pengalamannya KESAWAN
"menyaksikan Langsung" ADA-NYA Allah. "Persaksian Langsung" KESAWAN itulah
terjadi proses manunggal.
"Hyang Widi, wujud yg tak nampak mata Dibuat, mirip Artikel Baru besarbesaran
Sendiri, Sifat-sifatnya mempunyai wujud, Pembongkaran penampakan raga yg tiada
Tampak. Warnanya melambangkan keselamatan, tetapi Tanpa Cahaya atau Teja, halus,
lurus Terus-menerus, menggambarkan kenyataan tiada berdusta, ibaratnya Kekal tiada
bermula, PUTRA Sifat yg meniadakan permulaan, asal KARENA Dari Diri Pribadi. "
Ihsan berasal Dari kondisi hati yg bersih. Dan hati yg adalah seluruh Serta Pangkal net
Cermin eksistensi Manusia di bumi. Keihsanan melahirkan ketegasan sikap dan
menentang ketundukan membabi-buta kepada makhluk.Ukuran ketundukan hati adalah
Allah atau Sang Pribadi. KARENA ITU oelh, Sesama Manusia dan makhluk saling
memiliki kemerdekaan dan kebebasan Diri.Serta kebebasan dan kemerdekaan ITU
sifatnya iuran pasti membawa kepada kemajuan dan peradaban Manusia, Masyarakat
tatanan Serta yg Baik, sebab tetap Permanent diletakkan Manusia Ke-Ilahian
Landasan. Penjajahan tetap Permanent eksistensi Manusia lain hakikatnya adalah
ketidaktahuan Dari Bentuk Manusia akan Hyang Widhi ... Allah (Rosul Pembongkaran
Sering Sekali mengatakan bahwa "Sesungguhnya mereka regular tidak mengerti").
KARENA buta terhadap Allah Yang Maha Hadir BAGI Manusia itulah, Maka Manusia
Sering membabi-buta merampas kemanusiaan Orang lain. Dan Sangat Suami hal
ditentang Dibuat Syekh Siti Jenar. Termasuk Upaya sakralisasi kekuasaan Kerajaan
Demak dan Sultannya, Syekh Siti Jenar BAGI Harus ditentang, sebab akan menjadi
akibat tergerusnya ke-Ilahian KESAWAN Manusia Yang kedzaliman ke
mengatasnamakan Hamba Allah yg shalih dan mengatasnamakan demi penegakan
syari'at Islam.
Pribadi pancara adalah roh, sebagai tajalli atau pengejawantahan Tuhan. Hanya ITU
Dan terwujud Artikel Baru proses wujudiyah, Manuggaling kawula-Gusti, sebagai
Puncak dan substansi tauhid. Maka Manusia merupakan wujud Sifat dan Dzat Dari
Hyang Widi ITU Sendiri. Artikel Baru Manusia Maka itulah yg akan manunggal
menjadikan keselamatan yg Bukan keselamatan dan ketentraman atau kesejahteraan yg
Nyata Manusia Rekayasa Dibuat Dibuat, berdasarkan ukurannya Sendiri. Namun ITU
keselamatan adalah BAGI Efek ekuitas terejawantah-NYA Allah Canada Manusia
kehadiran. Sehingga proses terjadinya keselamatan dan kesejahteraan berlangsung
Manusia Secara alami (sunnatullah), KARENA Bukan Manusia Hasil sublimasi, Baik
Canada kebijakan Ekonomi, Politik, Rekayasa sosial dan semacamnya sebagaimana
selama Suami terjadi. Maka dapat diketahui bahwa teologi Manuggaling kawula Gusti
adalah teologi bumi yg Artikel Baru Lahir sendirinya sebagai sunnatullah. Sehingga
ketika Manusia mengaplikasikannya, akan menghasilkan Manfaat Juga yg alami dan
tentu pelecehan Serta perbudakan kemanusiaan regular tidak akan terjadi, Sifat merasa
Ingin menguasai, Sifat Ingin Mencari kekuasaan, memperebutkan Sesama Manusia
regular tidak akan terjadi. Dan tentu Saja pertentangan Antar Manusia sebagai akibat
paham keagamaan penyusutan, penyusutan dan sejenisnya Agama Juga iuran pasti
regular tidak akan terjadi.
Tafsir Kisah MUSA DAN KHIDIR (Syekh SITI Jenar)
"Sesungguhnya, Khidir AS bukanlah Sosok lain yg terpisah sama Sekali Dari keberadaan
Manusia rohani. Apa yg disaksikan sebagai Tanah menjorok dgn Lautan di Sebelah
Kanan dan Kiri, bukanlah suatu Tempat ITU yg berada di Luar Diri Manusia. Tanah
itulah yg disebut perbatasan (barzakh). Dua Lautan ITU adalah Lautan Makna (bahr al-
ma'na), perlambang alam regular tidak kasatmata ('alam al-ghaib) dan Lautan Jisim
(bahr al-ajsam), perlambang alam kasatmata (' alam asy-Syahadat). "
"Sedangkan kawanan udang adalah perlambang para pencari Kebenaran yg Sudah
berenang di perbatasan alam kasatmata san regular tidak kasatmata alam.Kawanan
udang perlambang para penempuh jalan rohani (salik) yg bertujuan Benar-Benar
Mencari Kebenaran. Saccharin ITU, kawanan udang yg berenang di Lautan Sebelah Kiri,
di batu-batu ANTARA, merupakan perlambang para salik yg Penuh dan duniawi diliputi
Hasrat-Hasrat pamrih-pamrih. "
"Sesungguhnya, Peristiwa yg dialami Nabi Musa AS dgn Khidir AS, sebagaimana
termaktub di KESAWAN Al-Qur'an Al-Karim, Hanya Peristiwa Sejarah bukanlah
seorang Manusia lain bertemu Manusia. Ia adalah Peristiwa Perjalanan rohani yg
berlangsung di KESAWAN Diri Nabi Musa AS Sendiri. Sebagaimana yg telah jelaskan
otonashi, yg disebut doa Lautan di KESAWAN Al-Qur'an dan regular tidak lain adalah
regular tidak Bukan Lautan Makna (bahr al-ma'na) dan Lautan Jisim (bahr al-
ajsam). Kedua Lautan ITU dipisahkan Dibuat Wilayah perbatasan atau Sekat (barzakh).
"
"Dan Lautan KESAWAN Kisah Qur'ani ITU Ikan merupakan perlambang Dunia
kasatmata ('alam asy-Syahadat) berbeda Artikel Baru Wilayah perbatasan yg
berdampingan dgn yg gaib Dunia (' alam al-ghaib). Maksudnya, jika Nabi Musa Saat ITU
SEBAGAI Melihat ikan dan kehidupan yg melingkupi ikan tersebut Dari tempatnya
berdiri, yaitu di Wilayah perbatasan ANTARA doa Lautan, Maka Nabi Musa AS akan
menyanyikan Melihat ikan berenang di dalalm alamnya, yaiu Lautan. Jika Saat ITU Nabi
Musa AS mencermati Maka besarbesaran akan dapat menyaksikan bahwa sang ikan yg
berenang dapat Melihat segala Sesuatu ITU di Lautan KESAWAN, udara kecuali
(dilambangkan Manusia Juga sama). Maknanya, menyanyikan Hidup ikan di udara dan
sekaligus KESAWAN KESAWAN di tubuh ikan ADA udara, tetapi besarbesaran regular
tidak Bisa Melihat IAR dan regular tidak Sadar jika dirinya Hidup di udara
KESAWAN. Itulah sebabnya, regular tidak dapat ikan Hidup Tanpa udara yg Luar
Name of tubuhnya dan meliputi Name of KESAWAN. Di mana pun ikan berada udara,
besarbesaran Selalu akan diliputi yg tak Bisa dilihatnya. "
"Saccharin ITU, Seandainya bernyanyi ikan di KESAWAN Lautan Melihat Nabi Musa
AS Dari Tempat hidupnya di udara Maka KESAWAN Lautan bernyanyi ikan akan
berkata bahwa Musa AS di KESAWAN Sesuatu Udara Dunia-yang kosong-dapat
menyaksikan segala diliputi, kecuali Udara kosong yg meliputinya ITU. Maknanya, Nabi
Musa AS Hidup di KESAWAN liputan Udara kosong yg ADA di Luar maupun di
tubuhnya KESAWAN, tetapi besarbesaran regular tidak Bisa Melihat Udara kosong dan
regular tidak Sadar jika dirinya Hidup di KESAWAN kosong Udara. Itu sebabnya, Nabi
Musa AS regular tidak dapat Hidup Tanpa Udara dan Luar kosong yg meliputi Name of
KESAWAN tubuhnya. Di mana pun Nabi Musa AS berada, Selalu besarbesaran akan
diliputi Udara kosong yg regular tidak Bisa dilihatnya. "
"Sesungguhnya, pemuda (al-fata) yg mendampingi Nabi Musa AS dan membawakan
bekal food adalah perlambang Dari terbukanya alam Pintu regular tidak
kasatmata. Sesungguhnya, Dibalik keberadaan pemuda (al-fata) ITU tersembunyi
hakikat sang Pembuka (al-Fattah). Sebab, hijab gaib yg menyelubungi Manusia Dari
Kebenaran sejati regular tidak akan Bisa Dibuka Tanpa kehendak Dia, sang Pembuka
(al-Fattah). Itu sebabnya, Saat Nabi Musa AS bertemu dgn Khidir AS, pemuda (al-fata)
ITU disebut-Sebut Lagi KARENA besarbesaran sejatinya merupakan perlambang
keterbukaan hijab ghaib. "
"Adapun bekal yg food Berupa ikan adalah perlambang Pahala perbuatan Baik (al-'amal
ash-shalih) Hanya yg berguna untuk bekal Menuju ke Taman Surgawi (al-
jannah). Namun, BAGI pencari Kebenaran sejati, Pahala perbuatan Baik ITU justru
mempertebal gumpalan hati Penutup Kabut (ghain). Itu sebabnya, sang pemuda
mengaku Dibuat Dibuat lupa setan hingga ikan bekalnya Masuk ke Lautan KESAWAN.
"
"Andaikata Nabi Musa Saat ITU AS memerintahkan si pemuda untuk Mencari bekal yg
lain, apalagi Sampai memburu bekal ikan yg telah laut ke KESAWAN Masuk, niscaya
Nabi Musa AS dan si pemuda tentu akan Masuk ke Lautan Jisim (bahr al-ajsam)
Dilaporkan. Dan, jika terjadi Maka setan ITU BERHASIL memperdaya Nabi Musa AS. "
"Ternyata, Nabi Musa AS dgn regular tidak Peduli ITU bekal. Ia justru menyatakan
bahwa Tempat di mana ikan ITU melompat ke Lautan adalah Tempat yg dicarinya
sehingga tersingkaplah gumpalan Kabut ghain Dari kesadaran Nabi Musa AS. Saat itulah
purnama rohani Zawa'id berkilau dan Nabi Musa AS dapat Melihat Khidir AS, Hamba
yg rahmat dan kasih sayang dilimpahi (rahmah al-khashshah) yg memancar Dari citra
dan ar-Rahman ar-Rahim dan Ilmu Ilahi (ilm ladunni) yg memancar Dari Sang
Pengetahuan (al-Alim). "
"Anugerah Ilahi dilimpahkan kepada Khidir AS KARENA merupakan dialog Hamba-
NYA yg telah mereguk Air Kehidupan (al ma '-Hayat) yg memancar Dari Sang Hidup (al-
Hayy). Itu sebabnya, Barang Siapa di ANTARA Manusia yg BERHASIL bertemu Khidir
AS di Tengah Wilayah perbatasan ANTARA doa Lautan, sesungguhnya Manusia telah
menyaksikan pengejawantahan Sang Hidup ITU (al-Hayy), Sang Penyayang (ar-
Rahim). Dan, sesungguhnya Khidir AS ITU regular tidak lain dan idak Bukan ar-roh
adalah al-idhafi, Cahaya Terang hijau yg tersembunyi di KESAWAN Diri Manusia,
"Sang Penuntun" anak keturunan Adam AS ke jalan Kebenaran Sejati. Dialah penuntun
dan penunjuk (Mursyid) sejati ke jalan Kebenaran (al-Haqq). Dia menyanyikan Mursyid
adalah pengejawantahan Yang Maha Menunjuki (as-Rasyid). "
"Demikianlah, Saat menyanyikan salik Melihat besarbesaran Khidir AS sesungguhnya
telah menyaksikan ar-roh al-idhafi, Mursyid sejati di KESAWAN Diri Manusia
Sendiri. Saat besarbesaran menyaksikan kawanan udang di Sebelah Kanan Lautan,
sesungguhnya besarbesaran telah menyaksikan Lautan Makna (bahr-al-ma'na) yg
merupakan permukaan Lautan Hamparan Wujud (bahr al-wujud). Namun, jika terputus
penglihatan batiin (bashirab) ITU PADA Titik Suami, berarti menusia Perjalanan
Menuju ke Kebenaran Sejati ITU Masih akan berlanjut. "
Sesungguhnya, Perjalanan Rohani Menuju Kebenaran Sejati Penuh diliputi tanda
kebesaran Ilahi Hanya Bisa yg diungkapkan KESAWAN bahasa
perlambang. Sesungguhnya, menusia akan masing-masing mengalami pengalaman rohani
yg berbeda sesuai pemahamannya KESAWAN menangkap kebenaran demi
kebenaran. Yang jelas, pengalaman yg akan Alami Manusia Selalu regular tidak mirip
dgn pengalaman yg dialami Nabi Musa AS. "
"Setelah berada di Wilayah perbatasan, Khidir AS dan Nabi Musa AS digambarkan
melanjutkan Perjalanan memasuki Lautan Makna, yaitu alam kasatmata regular
tidak. Mereka kemudian digambarkan menumpang perahu.Sesungguhnya, perahu yg
mereka gunakan untuk menyeberang adalah perlambang ITU Dari wahana (syari'ah) yg
lazimnya perlengkapan Dibuat kalangan awam untuk Mencari ikan, yakni perlambang
perbuatan Baik (abu amal al '-shalih). Padahal, mengarungi Lautan Makna Perjalanan
Menuju Kebenaran Sejati adalah Pribadi yg Sangat Perjalanan Menuju Lautan
Wujud.Itulah sebabnya, perahu (syari'ah) dilubangi Harus ITU agar-agar udara Dari
Lautan Makna Masuk ke KESAWAN perahu dan penumpang perahu udara Mengenal
hakikat yg Mengalir Dari lubang tersebut. "
"Setelah penumpang perahu Mengenal udara yg lubang Mengalir Dari besarbesaran
Maka akan menjadi Sadar bahwa Lewat lubang itulah sesungguhnya besarbesaran akan
Bisa Masuk ke KESAWAN Lautan Makna yg merupakan permukaan Lautan
Wujud. Andaikata perahu ITU regular tidak dilubangi, dan kemudian perahu diteruskan
berlayar, perahu Maka dirampas tentu akan Dibuat ITU Sang Maha Raja (malik al-
Mulki) sehingga penumpangnya akan menjadi tawanan. Sudah Jika demikian,
SELAMANYA Maka untuk menyanyikan penumpang perahu regular tidak Bisa
melanjutkan Perjalanan Menuju Dia, Yang Maha Ada (al-Wujud), yg bersemayam di
segenap penjuru Hamparan Lautan Wujud. Penumpang perahu mengalami Nasib ITU
Pembongkaran penumpang perahu yg lain, yakni akan dijadikan Dibuat Hamba sahaya
Sang Maha Raja. Bahkan, jika Sang Maha Raja menyukai Hamba sahaya-NYA ITU
besarbesaran Maka akan diangkat sebagai Penghuni Taman (jannah) indah yg
merupakan pengejawantahan Yang Maha Indah (al Jamal). "
"Adapun Atas Pernyataan kenapa wahana (syariah) Harus dilubangi dan regular tidak
Lagi perlengkapan KESAWAN Perjalanan menembus alam ghaib manuju Dia? Dapat
dijelaskan sebagai berikut. "
"Sebab, wahana adalah Kendaraan Manusia BAGI yg Hidup di alam kasatmata untuk
Pedoman Menuju ke Taman Surgawi. Sedangkan alam regular tidak kasatmata adalah
alam yg regular tidak jelas Batas-batasnya. Alam yg regular tidak Bisa KARENA segala
Kekuatan dinalar akal Manusia Bisa regular tidak mengikat ITU berijtihad untuk
menetapkan Hukum yg Berlaku di alam gaib. Itu sebabnya, Khidir AS melarang Nabi
Musa AS bertanya Sesuatu dgn akalnya tersebut KESAWAN Perjalanan. Dan, APA yg yg
disaksikan Nabi Musa AS terdapat perbuatan dilakukan Khidir AS Benar-Benar Suci
bertentangan dgn Hukum (syari'at) dan akal sehat yg Berlaku di Dunia, yakni melubangi
perahu Tanpa alasan, membunuh seorang anak Kecil tak bersalah dan menegakkan
tembok runtuh Tanpa Upah. "
"Namun jika wahana (syari'ah) regular tidak Lagi Bisa dijadikan petunjuk, sebenarnya
pedomannya Tetaplah sama, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul.Tetapi pemahamannya
Bukan dgn akal (aql) melainkan dgn dzauq, yaitu cita rasa rohani. Inilah yg disebut cara
(thariqah). Di Sini, bernyanyi Harus salik selain berjuang Keras Juga Harus pasrah
kepada kehendak-NYA. Sebab, telah termaktub dalil KESAWAN araftu rabbi bi rabbi
bahwa Kita Hanya Mengenal Dia dgn Dia. Maksudnya jika Tuhan regular tidak
berkehendak Kita Mengenal-NYA Maka Kita pun regular tidak akan Bisa Mengenal-
NYA. Dan, Kita Mengenal-NYA pun Hanya Canada Maka Dia (walaupun Kita regular
tidak mau tetapi * Semua telah kehendak-NYA). Itu sebabnya, di alam regular tidak
kasatmata yg regular tidak jelas Batas dan tanda-tandanya adalah tunangan ITU regular
tidak dapat berbuat Sesuatu kecuali pasrah seutuhnya dan mengharap limpahan rahmat
dan hidayah-NYA. "
"Tentang makna di timbal balik Kisah Khidir AS membunuh seorang anak (Ghulam)
dapat otonashi jelaskan sebagai berikut."
"Anak adalah perlambang keakuan kerdil yg kekanak-kanakan. Kedewasaan rohani
seorang yg teguh imannya Bisa runtuh akibat terseret cinta kepada keakuan kerdil yg
kekanak tersebut-kanakan. Itu sebabnya, keakuan kerdil y kekanak Harus ITU-kanakan
kedewasaan rohani agar-agar terganggu regular tidak dibunuh. "
"Sesungguhnya, di KESAWAN rohani Perjalanan Menuju Kebenaran Sejati Selalu
terjadi keadaan di mana keakuan kerdil yg kekank-kanakan (Ghulam) Dari salik
cenderung mengikari kehambaan dirinya terhadap Cahaya Yang Terpuji (Nur
Muhammad) sebagai akibat besarbesaran Belum fana ke KESAWAN Sang Rasul (fana fi
rasul). Ghulam cenderung durhaka dan ingkar terhadap kehambaan kepada Sang
Rasul. Jika keakuan yg dan kekanak-kanakan ITU Maka dibunuh kerdil akan Ghulam
Lahir diberbakti yg lebih Baik dan lebih yg Artikel Baru Melihat mata batin bahwa
diameter sesungguhnya adalah "Hamba" Dari Sang Rasul, pengejawantahan Cahaya
Yang Terpuji (Nur Muhammad). "
"Sesungguhnya, keakuan kerdil yg kekanak-kanakan adalah perlambang keberadaan
Manusia Dari nafsu yg cenderung durhaka dan ingkar terhadap Sumbernya. Sedangkan
Ghulam yg Baik dan berbakti merupakan perlambang keberadaan Dari roh Manusia yg
cenderung Setia dan berbakti kepada Sumbernya. Dan sesungguhnya, perbuatan Khidir
AS adalah perlambang ITU ITU adalah Saat yg sama Nabi Ibrahim AS akan
menyembelih Nabi Ismail AS 'Pembuhunan' perlambang Puncak Dari keimanan mereka
yg beriman (mukmin). "
"Adapun Dinding yg ditinggikan Khidir AS adalah perlambang Sekat Tertinggi (al
barzakh A'la ') yg disebut Juga dgn Hijab Yang Maha Pemurah (Hajib ar-
Rahman). Dinding ITU adalah pengejawantahan Yang Maha Luhur (al-Jalil).Lantaran
ITU, Dinding tersebut dinamakan Dinding al-Jalal (jidar al-Jalal), yg dibawahnya
Tersimpan Khazanah Perbendaharaan (Tahta al-Kanz) yg Ingin diketahui. "
"Sedangkan doa anak yatim (ghulamaini yatimaini) Pewaris Dinding adalah perlambang
ITU Jati Diri Nabi Musa AS, yg keberadaannya terbentuk tetap Permanent Jasad ragwi
(al-basyar) dan rohani (roh). Kegandaan Jati Diri Manusia Baru ITU tersingkap jika
seseorang KESAWAN Sudah berada keadaan regular tidak memiliki APA-APA (muflis),
terkucil Sendiri (mufrad) dan telah berada di KESAWAN julian tak berwaktu (ibn al-
waqt). Dua adalah anak yatim ITU perlambang Gambaran Nabi Musa AS dan
bayangannya di Depan Cermin Memalukan (al-mir'ah al-haya'I). "
"'Ayat Salih yg' Adapun Gambaran Tentang Dari kedua anak yatim, yakni ayat yg
mewariskan Khazanah Perbendaharaan, adalah perlambang Diri Dari Abu halih, Sang
Pembuka Hikmah (al-hikmah al-futuhiyyah), yakni pengejawantahan Sang
Pembuka. Artikel Baru demikian APA yg telah dialami Nabi Musa AS KESAWAN
Perjalanan Bersama Khidir AS (QS. Al-Kahfi: 60-82). Menurut penafsiran adalah rohani
Perjalanan Nabi Musa AS ke KESAWAN dirinya Sendiri Penuh dgn yg perlambang
(isyarat) "
"Memang Nabi Musa AS Lahir Hanya Satu. Namun, keberadaan jati dirinya
sesungguhnya adalah doa, 'anak' yaitu Pertama keberadaan sebagai al-basyar Adam AS
yg berasal Dari Tanah anasir yg Tercipta; 'anak' dan keberadaannya sebagai roh Cahaya
Yang Terpuji (Nur Muhammad) yg berasal Dari tiupan (nafakhtu) Cahaya di Atas
Cahaya (Nurun 'ala Nurin). Maksudnya, sebagai al-basyar, keberadaan jasad ragawi nabi
Musa AS berasal Dari Yang Mencipta (al-Kha-liq). "
"Sehingga regular tidak akan Pernah terjadi perseteruan KESAWAN memperebutkan
Khazanah Perbendaharaan warisan ayahnya yg shalih. Sebab, Saat keduanya berdiri
berhadap-hadapan di Depan Dinding al-Jalal (al-jidar al-Jalal) dan mendapati Dinding
runtuh Maka Saat ITU ADA ITU yg anak yatim Hanya Satu. Maksudnya, 'anak' 'anak'
keberadaan ITU Saat al-basyar Adam AS akan terserap ke KESAWAN roh Nur
Muhammad. Saat itulah anak menyanyikan Sadar bahwa besarbesaran sejatinya berasal
Dari Cahaya di Atas Cahaya (Nurun 'ala Nurin) yg merupakan pancaran Dari Khazanah
Perbendaharaan. Sesungguhnya, semacam ITU regular tidak Bisa hal diuraikan dgn
kaidah-kaidah nalar KARENA Manusia akan membawa kesesatan. Jadi, Harus dijalani
Sendiri dan dialami sebagai sebuah pengalaman Pribadi. "
TANYA JAWAB Artikel Baru Syeh Siti Jenar
Ajaran Syekh Siti Jenar dikenal sebagai ajaran Ilmu kebatinan. Suatu ajaran Yang
menekankan Aspek kejiwaan PADA Dari Aspek lahiriah kasat mata yang.Intinya ialah
Composition Komposisi Konsep Hidup. Penambahan Titik Dari ajaran Siti Jenar
manunggaling kawula ialah tercapainya-Gusti. Yaitu bersatunya ANTARA roh Manusia
Artikel Baru Dzat Allah. Paham inilah Yang hampir sama Artikel Baru ajaran para
zuhud, dan wali khowash Orang-Orang. Zuhud BANYAK dijumpai KESAWAN Dunia
tasawuf. Mereka merupakan Orang-Orang atau Kelompok Yang menjauhkan Diri Dari
kemewahan dan kesenangan duniawi. Sebab mereka mempunyai Composition Komposisi
Hidup Yang Utama lebih, yakni Ingin mencapai kesucian jiwa atau roh.
Inti ajaran Syeh Siti Jenar adalah pencapaian spiritualitas Yang KESAWAN Tinggi
penyatuan ANTARA makhluk Artikel Baru Dzat Sang Pencipta, Yang lebih populer
disebut sebagai manunggaling kawula-Gusti. ajaran Name of-Name of ITU adalah Hidup
Dari meliputi bawah penguasaan, pengetahuan kehidupan Pintu Tentang, Tentang
Kematian, ajal kelak sesudah Tempat, berakhir tak Hidup Kekal, dan Yang Mahaluhur
Tentang kedudukan. Yang paham hampir senada Artikel Baru falsafah Kuno DKI.
Suatu ketika Syeh Siti Jenar mengajarkan Ilmu kepada para murid-muridnya.Syeh Siti
Jenar berkata, "Manusia Harus berpegang PADA akal, meyakini pula doa puluh Sifat
Allah Yang dimiliki". Antara lain yakni; wujud, tak berawal, tak berakhir, Artikel Baru
berlainan Barang Baru, berkuasa, berkehendak, berpengetahuan, Ilmu Secara memiliki
hakikat dan sebagainya. Para santri mengajukan Pertanyaan-Pertanyaan sebagai
berikut;
M (murid); Apakah wujud ITU dapat Dari Tuhan Manusia Dibuat dimiliki "?
S (Syeh Jenar); Memang, Sifat ITU wujud Manusia Bisa dimiliki dan itulah inti ajaran
Dari Suami. Selama Manusia Mampu menjernihkan kalbunya, Maka besarbesaran akan
mempunyai Sifat-Sifat ITU. Sifat tersebut kumiliki pun Sudah. Artikel Baru Kalian Bisa
melakukannya mengamalkan APA Yang hendak kuajarkan. Allah adalah Satu-satunya
Yang Wajib disembah. Dia regular tidak Tampak dan regular tidak berbentuk. Oleh
regular tidak terlihat mata.Sedangkan alam dan segala isinya merupakan cerminan Dari
wujud Allah Yang Tampak. Seseorang Bisa meyakini adanya Allah KARENA
besarbesaran Melihat pancaran wujudnya Canada Suami jagad raya. Allah regular tidak
berawal dan berakhir, LANGGENG Sifat memiliki, mengalami perubahan tak
sedikitpun.Allah berada di mana-mana, Suami dan ITU Bukan Bukan. Dia berbeda
segala wujud Artikel Baru Barang ADA Yang Baru di Dunia.
M; Wahai Kanjeng Syeh, jelaskan kepada Kami Tentang kodrat hakikat "!
S; Kodrat Pribadi adalah kekuasaan Tuhan. Tak ADA Yang menyamainya.KekuatanNya
Tanpa Sarana. kehadiranNya berasal Dari ketiadaan, dan tiada Luar KESAWAN
berbeda. Tak dapat ditafsirkan. Jika engkau menghendaki Sesuatu Maka iuran pasti
rencanakan Matang-Matang Kalian iuran pasti dan pikirkan berulang-perlu
memprogram ulang. Itupun Masih Sering meleset.Namun Allah regular tidak demikian,
Bila menghendaki tak perlu dipersoalkan Sesuatu terlebih dahulu.
M; Kalau begitu Allah regular tidak memerlukan Sesuatu?
S; Benar Allah Sesuatu regular tidak memerlukan. KARENA ITU jika Hidup Tanpa
Kalian memerlukan Sesuatu, Tanpa harta Benda butuh, butuh Tanpa Jabatan, Tanpa
butuh pujian, Maka akan merasakan Hidup Kalian Yang sesungguhnya. Kalian akan
memiliki Sifat Allah tersebut.
M; Kalau Manusia menghindari Sesuatu dan merasa regular tidak memerlukan Apapun,
akhirnya dapat disamakan Artikel Baru apakah Allah?
S; regular tidak! walaupun Manusia Hidup Tanpa bergantung sama Sekali kepada
duniawi, namun berbeda besarbesaran Tetap Artikel Baru Allah. Artikel Baru regular
tidak Bisa disamakan Tuhan. Allah adalah Sang Pencipta adalah Yang Kalian dan
diciptakan. Allah berdiri Sendiri, Tanpa memerlukan bantuan.Hidupnya Tanpa roh,
regular tidak merasa sakit dan kesedihan, Allah sekehendaknya muncul.
M; Jika Allah berkehendak, Maka apakah kehendak Allah seseorang kemauan KARENA
ITU?
S; Untuk Sampai PADA Jawaban ITU, Kita Harus membedakan mana seseorang.ITU
Manusia dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Ada Yang awam, ADA khowash
yang. Orang awam Hanya beribadah Secara syariat, Tanpa dapat Kalbu Tabungan
Negara, Maka Masih Bisa besarbesaran JAUH berhubungan Artikel Baru
Allah. Sedangkan Orang-Orang khowash, termasuk para nabi, mereka utuh beribadah
rasul, dan waliyullah, Secara. Bahkan Sampai pula PADA tingkatan hakikat. Kalau
kalbunya Sudah bersih Dari duniawi dan menyatu Artikel Baru Cahaya Ilahi, Maka
kehendak dan kemauannya ITU berasal Dari Allah.Perbuatannya adalah perbuatan
Allah. Maka jangan Heran jika ADA Orang Yang diberi karomah sehingga segala
ucapannya menjadi bertuah.
M; Kalau begitu, ibadahnya Orang Yang Sudah khowash ITU merupakan kehendak
Allah?
S; Benar! mereka mempunyai kejernihan akal budi. Memiliki jiwa Kebersihan dan
Ilmu. Shalat Waktu Lima dan berzikir merupakan kehendak Yang Sangat
KESAWAN. Bukan kehendak nafsunya, namun kehendak Allah. Semangatnya Besar
sedemikian. Mereka shalat regular tidak mengharapkan Pahala, tetapi merupakan suatu
retensi (Diri) dan pengabdian. Badan haluslah Yang menjalankan untuk mendorong.
M; BANYAK Orang melakukan shalat tetapi regular tidak menyentuh kepada Yang
Disembah. Ini bagaimana?
S; Memang BANYAK Orang Secara lahiriah shalatnya Yang Tampak khusuk.Bibirnya
sibuk mengucapkan zikir dan doa-doa, namun Hatinya ramai urusan duniawi Dibuat
mereka. Islam kelapa Suami Yang demikian ibarat, Hanya mereka makan
serabutnya. Padahal Yang pagar nikmat adalah buah / kelapa kelapanya Daging dan
udara. Mereka sembahyang Waktu Lima Saja sebatas lahiriah. Regular tidak
berpengaruh sama Sekali kepada akal budinya. Padahal ITU sembahyang diharapkan
dapat mencegah Keji dan munkar namun mereka tak Mampu KESAWAN
melakukannya kehidupan sehari-hari. Kalaupun hakikat shalatnya membekas ITU
PADA budinya itupun Hanya sedikit. APA buat sembahyang lima kali jika perangainya
Buruk? Masih suka mencuri dan berbohong. Untuk APA Bibir lelah berzikir menyebut
asma Allah, jika Masih berwatak suka mengingkari asma. Kadang-kadang pula mereka
berharap Pahala.Shalatnya Saja Belum tentu dihargai Dibuat Allah, tetapi Buru-Buru
Balasan meminta, ... Aneh ..!
M; Wahai Syeh, ADA hadits Rasulullah menyebutkan bahwa Yang Hamba Yang
Pertama kali amal diperhitungkan adalah sembahyang. Jika sembahyangnya Baik, Maka
* Semua dianggap Baik. Ini bagaimana?
S; Itu perlu ditafsirkan. Boleh regular tidak dipahami Secara dangkal makna Dari hadits
tersebut. Hadits ITU mengandung logika sebagai berikut; Orang Yang tekun
mengerjakan sembahyang Sempurna Artikel Baru, therapy terapi Maka, budi pekerti
dan kalbunya Juga Harus terpengaruh menjadi Baik. Sebab sembahyang dilakukan Yang
jiwa Artikel Baru Yang akan berpengaruh pula net BAGI Lainnya kehidupan
cabang. Lebih Lanjut Syeh Siti Jenar mengatakan; hadits sebaliknya BAGI Berlaku ITU
regular tidak tekun Orang Yang mengerjakan sembahyang tetapi Hatinya Masih pokok,
Tersimpan keinginan-keinginan nafsu misalnya dipuji Ingin Orang lain, sombong dan
ujub terdapat, Serta budinya dan menabrak tatanan Dilarang menyimpang yang.
M; Apakah ADA tuntunan mengenai seseorang Pakaian Yang sedang melakukan
sembahyang?
S; Sesungguhnya Aku (Syeh Siti Jenar) regular tidak sependapat jika ADA Orang Yang
gamis mengenakan Pakaian Pakaian meniru-niru dan Orang Arab melakukan shalat
KESAWAN. Jika Selesai shalat, gamis atau jubah ITU dilepaskan. Sedangkan shalat
Orang Hatinya tidaklah menyentuh tersebut.Meskipun berlama-lama merunduk di
masjid, namun Masih mencintai duniawi.Sembahyang Yang kedombrangan pakaiannya,
merunduk di masjid berlama-lama Sampai lupa anak istri. Sedangkan besarbesaran
Masih menyintai manusiawinya mengumbar nafsu dan duniawi. Bahkan KESAWAN
kehidupan sehari-hari, besarbesaran seringkali menyusahkan Orang lain. Maka Orang
Yang regular tidak terpengaruh Dibuat demikian ITU sembahyang dilakukan
yang.Biasanya tipe Orang sibuk menghitung ITU Pembongkaran Pahala. Dia Bodoh dan
Sangat keliru. Pahala Yang diperhitungkan JAUH tetapi Masih. Sungguh, sedikit pun tak
akan dapat dicapainya.
M; Dzat Yang Sejati Luhur dan Siapa sesungguhnya ITU, Wahai Syekh?
S; Allah Gusti. Gusti Allah adalah Dzat Yang terhormat dan Tinggi. Ia memiliki doa Sifat
puluh, * Semua Timbul Atas kehendakNya. Ia mencurahkan Mampu Ilmu kebesaran,
kasampurnan, kebaikan, keramahan, KESAWAN Bentuk segala kekebalan, Umat
memerintah. Dapat muncul di segala Tempat dan sakti Sekali.Aku (Syekh Siti Jenar)
merasa Wajib dan menuruti kehendakNya. Sebagaimana ajaran jabariyah, kesungguhan
konsekuen dan Artikel Baru, Selalu KUAT cita-citanya, tak tergoyahkan Kokoh terhadap
Sesuatu Yang Suci regular tidak, berpegang teguh kepadaNya selama Hidup, akan
menyembah terhadap ciptaannya tak, KESAWAN Baik wujud maupun pengertian
KESAWAN.
M; Mengapa Kanjeng Syekh Dibuat dianggap para wali sebagai wali murtad?
S; KARENA ajaranku regular tidak Mudah dipahami awam Orang.
M; Bagaimana ajaran Kanjeng Syeh Yang dianggap sesat?
S; Aku adalah penjelmaan Dari Dzat Luhur, Semangat Yang memiliki, sakti, dan akan
Kematian Kekal. Artikel Baru Dunia hilangnya kekuasaan Gusti Allah telah memberi
kepadaku dapat manunggal denganNya, dapat LANGGENG mengembara melebihi
kecepatan peluru. Bukannya akal, bukannya Nyawa, penghidupan Bukan Yang Tanpa
penjelasan Dari mana asalnya dan kemana tujuannya.
M; Apa hubungannya ANTARA Kanjeng Syeh Siti Jenar Artikel Baru Allah, Yang Kau
Sebut sebagai Dzat sejati?
S; Dzat Yang menguasai penampilanku wujud sejati. KARENA kehendakNya Maka
wajarlah jika Aku regular tidak mendapat kesulitan. Aku Bisa Berkelana ke mana-
mana. Regular tidak merasa lelah dan haus, Tanpa sakit dan lapar, KARENA Ilmu Diri
kelepasan, Tanpa Kekuatan suatu daya. * Semua disebabkan ITU jiwaku tiada
bandingannya. Secara lahiriah Memang Sesuatu regular tidak berbuat, tetapi TIBA-
TIBA Sudah berada di Tempat lain. Gusti Kang Murbeng Dumadi (Allah) kuikuti yang,
siang malam kutaati, Yang kuturut segala perintahNya. Tiada menyembah Tuhan lain,
kecuali Setia terhadap suara hati nuraniku. Mahasuci Allah.
M; Wahai Syeh jelaskan APA Yang di maksud bahwa Allah Maha Suci ITU?
S; Allah Mahasuci hanyalah sebatas Saja Istilah ITU. Merupakan Nama Saja.Sebenarnya
ITU dapat disamakan penampilanku Artikel Baru Bentuk hal. Jika Kalian melihatku,
Maka Dari Luar Tampak sebagai warangka (Kerangka), sedangkan di dalamnya adalah
kerisnya (intinya) Hyang Agung, Yang tak ADA bedanya Kerangka Artikel Baru. ITU
wujud Tuhan Yang dapat dilihat mata Artikel Baru regular tidak, tetapi dilambangkan
Pembongkaran bintang Bersinar cemerlang yang. Sifat-sifatNya berwujud dilihat samar-
samar Bila, indah warnanya Pembongkaran Sekali Cahaya.
M; Di manakah Tuhan berada? Kami membayangkan Dia ADA di langit ke 7 dan
bersemayam di Singgasana tetap Permanent layaknya raja.
S; Siti Jenar laugh mendadak. Penghasilan kena pajak tertawanya Reda, IA berkata, "Itu
salah Besar, kebodohan ITU. Sesungguhnya Tuhan regular tidak berada di langit ketujuh
dan regular tidak bertahta di Singgasana atau Arsy (Kursi). Bila demikian
membayangkan Kalian, Maka hati musyrik Sudah Kalian.Berdosa Besar. KARENA
menyamakan Dia Artikel Baru Artikel Baru Kalian raja atau penguasa.
M; Kami bingung Jadi, Kanjeng Syekh, Lantas Tuhan ITU ADA di mana?
S; Kalau demikian bertanya Kalian, Maka jawabnya Cari Syarat masuk. Gusti Allah ITU
regular tidak kemana-mana, tetapi ADA di mana-mana.
M; Kami semakin tak mengerti. Bisakah Kanjeng Syeh Yang memberi penjelasan lebih
gamblang?
S; Gusti Allah berada Dzat Yang PADA ITU JAUH regular tidak tempatnya. Dia
bersemayam di tubuh Kita KESAWAN. Tetapi Hanya Orang Yang khowash, Orang
Yang Melihat dapat terpilih. Tentunya Artikel Baru mata batin. Hanya mereka Yang
dapat merasakannya.
M; Apakah Allah Berupa roh sukma atau ITU?
S; Bukan Bukan sukma dan roh. Wujud Allah adalah Yang tak dapat dilihat mata
Dibuat, tetapi dilambangkan Pembongkaran Bersinar cemerlang bintang-bintang. Sudah
kukatakan tadi, warnanya Sekali indah. Ia memiliki doa Pembongkaran Sifat puluh;
ADA Sifat, tak berawal, tak berakhir, berbeda Artikel Baru Yang Baru Barang-Barang,
Hidup Sendiri dan regular tidak memerlukan Sesuatu Dari bantuan, berkuasa,
berkehendak, mendengar, Melihat, berilmu, Hidup dan berbicara. Sifat Gusti Allah Yang
Satu duapuluh ITU terkumpul menjadi wujud Dzat Yang Mutlak disebut Artikel
Baru. Sifat ITU Juga duapuluh menjelma PADA Diriku. KARENA ITU Aku Yakin
regular tidak akan mengalami sakit dan sehat, Punya budi kebenaran, kesempurnaan,
keramahan dan kebaikan. Roh ku memiliki Sifat duapuluh ITU, ragaku lahiriah
sedangkan Yang memiliki Sifat nur Muhammad.
M; Wahai Syekh, bukankah nabi Muhammad SAW seorang ITU. Apakah Syekh
mengaku sebagai Nabi? Sedangkan dikatakan bahwa nabi Muhammad Penghasilan kena
pajak, di Dunia Suami regular tidak ADA kenabian Lagi?
S; Jangan salah menafsirkan kata-Kataku. Jika salah, Maka Kau akan sesat dan fitnah
Timbul. Tentu Saja Diriku memfitnah. Begini, bahwa rohku adalah roh Ilahi. KARENA
Aku pun duapuluh Sifat memiliki. Sedangkan badan ku wadag, Suami jasadku, adalah
Jasad Muhammad. Dari lahiriah Muhammad Manusia adalah Segi. Namun Muhammad
Manusia berbeda Artikel Baru Orang kebanyakan. Muhammad memiliki Jasad Yang
kudus, Yang Suci. Aku dan dialog sama-sama merasakan kehidupan, merasakan panca
indera Manfaat. Dan panca indra ITU hanyalah meminjam. Sudah Dilaporkan diminta
Dibuat Jika Pemiliknya akan berubah menjadi Tanah Yang Busuk, berbau, hancur dan
najis.Nabi atau wali, jika Kematian jasadnya sesudah menjadi tak bermanfaat. Bahkan
berbau, kotor, najis, Busuk dan hancur. Sudah warangka jika ditinggalkan kerisnya
Maka tiada guna.
M; Jika seseorang mati Sudah, berarti kehidupannya Sudah Selesai?
S; Siapa Bilang begitu? Regular tidak! meskipun jasadnya mati, tetapi sebenarnya
tidaklah mati besarbesaran. KARENA ITU, Kalian * Semua Harus mengerti bahwa
Dunia Suami sesungguhnya bukanlah kehidupan. Buktinya ADA mati. Suami di Dunia,
Kematian disebut kehidupan. Coba rasakan! Aku mengajarkan kepada Kalian untuk
regular tidak menyintai Dunia Suami dan regular tidak terpesona terhadap
keindahannya. Carilah kebenaran dan kebahagiaan sejati demi kehidupan mendatang,
Kematian Penghasilan kena pajak kehidupan. Kalian akan berarti jika telah menemui
Kematian dan Hidup sesudah ITU. Engkau Harus Hidup expandabilas Yang mati tak
Bisa. Dan Hidup Yang tak Bisa mati ITU Penghasilan kena pajak Hanya rasakan Kalian
Nyawa terlepas Dari badan. Kehidupan akan dapat dirasakan ITU Artikel Baru Tanpa
gangguan Pembongkaran Suami sekarang. Ketahuilah, sesungguhnya Hidup Yang
Penghasilan kena pajak adalah Nyawa lenyap Dari badan.
M; Agar dapat meraih kehidupan sejati KESAWAN kemuliaan kelak, KESAWAN
kehidupan di Dunia Suami dibutuhkan kebenaran dan kebahagian sejati.Bagaimanakah
cara mendapatkannya Kanjeng Syekh?
S; Jiwa Manusia adalah suara hati nurani. suara hati nurani merupakan ungkapan Allah
Dzat Yang Harus ditaati perintahnya. Maka ikutilah hati nuranimu.
M; Bagaimana caranya meyakinkan bahwa suatu suara hati adalah bisikan nurani Yang
sesungguhnya?
Harus cermat Kalian, KARENA hati nurani Artikel Baru berbeda akal budi, jiwa ITU
Milik Allah, Manusia milikini sedangkan akal; S. Pajaknya akal manusiawi, KARENA
ITU tak Mampu keajaiban kadang-kadang akal menemukan Allah.Kehendak, Angan-
Angan, ingatan, akal merupakan suatu kegilaan Yang tak kebal Atas. Suatu ketika akal
Bisa Membuat sehingga menjadi bingung Diri seseorang lupa. Akal seringkali regular
tidak Jujur. Siang malam Membuat kepalsuan demi memakmurkan kepentingan Pribadi.
M; Bukankah Manusia menjadi lebih mulia jika dibandingkan makhluk Artikel Baru
Lainnya, KARENA Manusia diberi Allah akal Dibuat?
S; Ya, itulah membedakan yang. TAPI jangan lupa bahwa seringkali akal regular tidak
Jujur. pajaknya Sering dengki, suka memaksa, melanggar aturan, Jahat, suka disanjung-
sanjung, sombong, Manusia Yang justru ahirnya Membuat regular tidak berharga
samasekali. Lebih hina Dari makhluk Lainnya.
M; Jadi Kita Harus menggunakan akal sesuai Artikel Baru jiwa atau kehendak Allah?
S; Ya, Benar. Mampu Jika seseorang mengendalikan akalnya Artikel Baru ajaran Allah,
kebenaran Artikel Baru, jiwa Artikel Baru dan bersih yang, Maka besarbesaran
bermanfaat. Menjadikan Diri lebih mulia.
M; Apa Yang menghalangi seseorang sehingga KESAWAN menempuh KESAWAN
Gagal manunggaling kawula-Gusti?
S; duniawi Jangan mementingkan kehidupan. Sebab kehidupan duniawi koreksi medan
Yang Kalian jalani Penuh. Cari Syarat masuk akal tercemar Artikel Baru koreksi medan
Kalian Sifat dan dikuasai nafsu Mudah Dibuat, sehingga menghalangi Kalian Bisa untuk
Menuju PADA Tahap manunggaling kawula-Gusti.
M; Di Dunia ADA Suami Yang cantik, Gagah dan tampan. Bagaimana kedudukan
Orang-Orang tersebut jika kelak telah terlepas Rohnya?
S; jangan Kalian menyintai dan mengagumi Yang Bentuk cantik, Gagah atau
tampan. Sebab sebenarnya badan wadag (Jasad) Laksana Sangkar Yang mengurung
jiwa. Badan wadag sales merupakan Kalian Yang memberatkan dan menyakitkan roh.
M; Wahai Syekh, sesudah Kematian ADA benarkah Surga Neraka?
S; wali Para Memang mengajarkan demikian. Inilah ajaran Yang menurutku
menyesatkan KARENA Terlalu dangkal justru. Para wali Hanya mengajarkan "serabut"
atau kulitnya, regular tidak Sampai PADA isinya; regular tidak hakikat sebenarnya
PADA Sampai yang. Para wali mengajarkan bahwa Surga dan Neraka Hanya dijumpai
Penghasilan kena pajak Kiamat kelak. Adanya di akherat. Dan awam menelan Orang-
Orang Mentah-Mentah ITU surat keterangan. Siksa Kubur Hanya dijumpai dan
dirasakan badan wadag ketika di Tanam di Kuburan. Para wali Memang Baik bertujuan,
tetapi diputus Sampai di situ. Mereka enggan menjelaskan lebih KESAWAN dan lebih
Sampai PADA makna Hakiki yang.
M; Kalau menurut Syekh bagaimana?
S; Begini, untuk menemui dan merasakan Surga dan Neraka Maka regular tidak
menunggu seseorang Harus Sampai mati atau Sampai datangnya Kiamat. Suami di Dunia
Saja Kita Sudah dapat merasakan Surga dan siksa Neraka. KARENA sesungguhnya
Surga dan Neraka ITU berada di KESAWAN jiwa Kalian. Berada di KESAWAN jiwa
bernafas Manusia Yang terkait masih berlangsung. Jika jiwa Manusia telah bersih Dari
gangguan hawa nafsu dan dapat menyatu Artikel Baru Gusti Allah, Maka Suami di
Dunia besarbesaran akan merasakan suatu kenikmatan Surga. Jika budi Kalian,
misalnya menolong Lemah Orang, Lalu hati menjadi ikhlas dan PUAS, Maka itulah
Surga Yang disebut. Sedangkan Neraka, perwujudannya adalah hawa nafsu jika telah
menguasai Diri seseorang.Kemudian jiwanya meronta dan merasa bersalah. Maka
diameter tersiksa tentu.Ia regular tidak Bisa Tidur, pikirannya gelisah, dan bermacam-
macam rasa sedih tak enak. Itulah Yang dinamakan Neraka.
M; Jadi Surga dan Neraka di akherat Berlaku regular tidak? maksud ADA regular tidak
Kami?
S; Surga dan Neraka di Hari Kiamat, di akherat kelak, diterangkan KESAWAN Sudah
Al Quran. Itu perkara gaib dan erat kaitannya Artikel Baru iman. Harus Kalian
meyakininya.
M; Untuk meyakini apa? bukankah jika di Dunia berbudi Baik dan beriman kepada
Allah Sudah merasakan Surga. Sedangkan Surga dan Neraka di akhirat pajaknya
hanyalah menakut-nakuti agar-agar Manusia Buruk regular tidak berbuat?
S; Pendapatmu Memang Cerdas dan Keterangan. Namun regular tidak usah Kalian
mempertanyakan, apakah kelak di akhirat ADA Surga dan Neraka. Itu urusan Gusti
Allah. Kalian Harus meyakini. KARENA meyakini hari Penambahan merupakan rukun
iman. Sekali Lagi, untuk mendapatkan Surga pun tak perlu menunggu datangnya hari
Kalian Penambahan. Meskipun seseorang sembahyang Seribu kali terkait masih
berlangsung hari, toh akhirnya mati Juga. Walaupun badanmu Artikel Baru Kau tutupi
kain surban dan jubah, namun akhirnya menjadi Debu Juga. Maka jiwalah Yang Penting
pagar. Jika keadaan jiwa Pembongkaran Tuhan, Surga Maka akan
didapatkannya.Kenikmatan akan dirasakan Luar Biasa.
M; Wahai Syeh, sesungguhnya Yang terlintas di pikiranku adalah at Suami menjadi ADA
Dunia, Sudah ADA apakah Lainnya Dunia. Atau Penghasilan kena pajak Kiamat, apakah
Tuhan Membuat Dunia Baru Lagi Pembongkaran sekarang?
S; at Dunia ADA, ADA Jumlah apakah Dunia, Hanya Allah Yang industri tahu
ITU. Tetapi sekarang Kita berada di Dunia Suami menempati Ruang dan julian.Dunia
Suami asalnya adalah Baru. Kemudian mengalami kerusakan dan akhirnya kelak
menjadi hancur. Lenyap tak berharga. Penghasilan kena pajak Kiamat, apakah Tuhan
Membuat Dunia untuk keduakalinya asal? Regular tidak!
M; Wahai Syekh, Dunia kalau begitu erat kaitannya Artikel Baru raga Kita, sedangkan
jiwa erat kaitannya Artikel Baru alam akhirat?
S, Benar, Dunia ITU erat kaitannya raga Artikel Baru. Raga mempunyai Sifat
Pembongkaran alam semesta, Yang Baru kemudian rusak semula. Sedangkan jiwa
regular tidak akan kerusakan Mengenal KARENA jiwa merupakan penjelmaan Dzat
Allah. Ketahuilah bahwa raga adalah proposal usulan Barang Yang Dibuat Saat akan
diminta suatu Pemiliknya. Ketahuilah Wahai murid-muridku. Suami Raga sesungguhnya
Sangkar Yang membelenggu jiwa dan menyulitkan. Agar jiwa menjadi Bebas, Maka
kelak Saat suatu, Kalian akan kuajarai bagaimana cara melepas jiwa Dari raga. Ilmu
melepas jiwa Artinya bahwa Kematian adalah kehidupan Titik akhir Yang
sebenarnya. Jika seseorang mati raganya, jiwanya Maka menjadi merdeka, Bebas dan
regular tidak terkungkung Lagi. Sebab raga berhubungan erat alam semesta Artikel
Baru.Sedangkan jiwa berhubungan erat Artikel Baru Dzat Tuhan. SELAMANYA jiwa
tak akan Bisa rusak atau mati.
M; Apakah Yang dimaksud jalan kehidupan, Wahai Syekh?
S; Jalan Menuju kehidupan adalah jalan Hidup kepada Yang sebenar-benarnya, engkau
Kematian mengalami Penghasilan kena pajak. Jika seorang Bayi Lahir, Maka kehidupan
bukanlah akhir, namun merupakan akhir "kehidupan Palsu" Pembongkaran Suami
Yang Saat Kalian rasakan. Inilah Kematian Yang sejati sesungguhnya.
M; Jika demikian badan Suami regular tidak Bisa merasakan kehidupan Yang sebenar-
benarnya?
S; Ya, Bisa regular tidak. Kehidupan sejati regular tidak dapat dirasakan Dibuat raga,
KARENA jika raga mati akan tetapi dapat dirasakan jiwa Dibuat.Membusuk menjadi
Tanah.
M; Bagaimana jika sekarang Suami seseorang berbuat dosa. Apakah jiwanya Ikut
bertanggungjawab. Sedangkan Yang adalah melakukan raga dosanya.
S; Tetap Ikut bertanggungjawab, jiwa raga KARENA KESAWAN Yang menyatu ke
regular tidak Bisa mencegah hawa nafsunya Serta Buruk Yang suka berbuat akal.
M; Maaf otonashi Belum paham Syekh.
S; Ketahuilah, terkait masih berlangsung Orang Yang Lahir di Dunia Suami Maka akal
Artikel Baru jiwanya menyatu. Selain KESAWAN Diri akal Manusia Juga ADA hawa
nafsu. Ketika seseorang Buruk berbuat, berarti raganya dan didorong hawa nafsu dan
akalnya dipengaruhi Dibuat. Akal dan nafsu Memang Buruk suka berbuat. Apabila jiwa
mencegah (Canada hati nurani), Maka raga regular tidak akan berbuat Buruk. Akan
tetapi jika jiwa membiarkannya, Maka raga Tetap melakukannya. KARENA ITU
bagaimanapun Juga jiwalah Yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan Baik dan
Buruk raganya.
M; Tadi Syekh mengatakan jiwa adalah penjelmaan Dzat Tuhan. Mengapa jiwa dan
kadang-kadang mau kadang mencegah membiarkannya?
S; Perlu * Semua Kalian ingat, bahwa di KESAWAN raga Suami terdapat nafsu-
nafsu. Jika menguasai KUAT nafsu, Maka jiwa menjadi terbelenggu. KARENA itulah
mengapa Aku katakan bahwa kehidupan sekarang adalah Kematian Suami. Penghasilan
kena pajak Sedangkan kehidupan merupakan akhir ajal.Sesudah Kematian Maka
seseorang akan mencapai kebebasan jiwanya.
Ajaran Syekh Siti Jenar Memang agak beda Artikel Baru butir ajaran wali sanga.Siti
Jenar mengajarkan bahwa Tuhan adalah Zat Yang mendasari adanya Manusia,
HEWAN, segala dan Tumbuhan Yang ADA. Keberadaan segala di Dunia Suami
tergantung PADA adanya Zat. Tanpa ADA Zat Yang Mahakuasa, Maka mustahil
Sesuatu Yang ADA ITU wujud.
Ajaran Suami regular tidak Pernah Dibuat disampaikan Wali Sanga butir.Mereka
menyadari bahwa umatnya Masih Terlalu awam terhadap Islam, sehingga memberi
materi Ringan dan Yang praktis Saja.
AJARAN Syekh Siti Jenar MENURUT Pangeran Panggung
"... Sejati Saya Mencari Ilmu Yang berhubungan Artikel Baru dan Hidup Langsung
Composition Komposisi asal, ITU dan pelajari otonashi Canada tanajjul tarki.. Menurut
otonashi, mengharapkan hidayah hanyalah bias didapat untuk Artikel Baru Ilmu
kesejatian. Demi kesentausaan hati menggapai gejolak jiwa saya, saya regular tidak
terjebak Ingin KESAWAN syariat. "
"Jika Saya terjebak syariat KESAWAN, Maka Pembongkaran Sudah Bergerak burung,
akan tetapi mendapatkan salah Pikiran yang. KARENA KESAWAN syariat perbuatan
salah adalah kesalahpahaman PADA KESAWAN memahami larangan. * Bagi otonashi
itulah kesejatian Ilmu Yang seharusnya Dicari kehidupan dan disesuaikan Artikel Baru
Ilmu. Kebanyakan Manusia ITU, jika Sudah Sampai Janji PADA Maka Hatinya menjadi
khawatir, wataknya Selalu itu-itu ... Takut Gagal ... Alam senantiasa Dibawah kolong
langit,. Diatas Hamparan bumi dan * Semua isi didalamnya hanyalah ciptaan Yang Esa,
regular tidak keraguan ADA. Lahir batin Harus bulat, mantap berpegang PADA tekad
"(Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 1-2)..
"Yang Membuat Kita paham akan Diri Kita, Pertama industri tahu akan ajal Datang,
KARENA ITU industri tahu jalan kemuliaannya, Kedua, tahu darimana asalnya ADA
Kita Suami sesungguhnya, berasal Dari regular tidak ADA.Kehendak-Nya iuran pasti
Jadi, ITU kejadian dan Sendiri menjadi Misal. Wujud mustahil pertandanya sebagai
Cermin Yang bersih merata keseluruh alam. Yang iuran pasti dzatnya kosong, dan
regular tidak ADA Sekali Lagi. Dan janganlah menyombongkan Diri, bersikaplah
menerima jika BERHASIL Belum. * Semua ITU kehendak Sang Pencipta Sang
Maha. Sebagai makhluk ciptaan, Manusia didunia Suami Hanya repotnya Satu. Yaitu
berkehendak regular tidak berwenang, Hanya pasrah dan kepada kehendak Allah. "
"Segala Yang Tercipta terdiri Dari sukma dan Jasad, Serta badan dan Nyawa.Itulah
Sarana Utama, yakni Cahaya, roh, dan Jasad. Yang regular tidak industri tahu doa
Sangat menyesal akan hal ITU. Hanya Satu ilmunya, melampaui Sang Utusan. Namun
BAGI Yang Masih ilmunya dangkal akan mustahil mencapai kebenaran, dan Allah
Artikel Baru manunggal. KESAWAN Hidup Suami, besarbesaran regular tidak Bisa
mengaku Diri sebagai Allah, Yang Maha Hidup Sukma. Kufur jika menyebut Diri
sebagai Allah. Juga kufur jika menyamakan hidupnya Artikel Baru Hidup Sang Sukma,
KARENA sukmaitu adalah Allah "<Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 2>..
"Julian julian shalat merupakan pilihan Yang sesungguhnya berangkat Dari Ilmu Hebat
yang. Mengertikah Andari, mengapa shalat dzuhur Empat raka'at? Itu disebabkan Kita
Manusia diciptakan Artikel Baru kesemek doa dan doa Tangan.Sedang shalat 'Ashar
Empat raka'at Juga, adalah kejadian bersatunya dada Artikel Baru Artikel Baru Telaga
al-Kautsar Kiri, Kanan dan punggung. Shalat Maghrib raka'at Tiga ITU, KARENA Kita
memiliki doa lubang hidung dan Satu mulut lubang. Adapun shalat enjadi 'Isya' Empat
raka'at KARENA adanya doa telinga dan mata buah doa. Adapun shalat Subuh,
mengapa doa raka'at adalah perlambang badan dan roh kehidupan Dari
kejadian. Sedangkan shalat tarawih adalah sunnah muakkad Yang Boleh doa regular
tidak ditinggalkan raka'atnya melakukan Dibuat yang, perlambang laki-Jadi tumbuhnya
Alis Kanan dan Kiri. "
"Adapun julian Yang lima, bahwa masing-masing berbeda-beda memilikinya
yang. Shalat Subuh, Yang memiliki adalah Nabi Adam. Ketika diturunkan Dari Surga
mulia, berpisah Artikel Baru istrinya Hawa menjadi Kawan ADA KARENA regular
tidak sedih. Lalu ADA wahyu Malaikat Jibril Dari Canada mengemban perintah Tuhan
Yang kepada Nabi Adam, "Terimalah cobaan Tuhan, shalat Subuhlah raka'at
doa". Maka Nabi Adampun Siap melaksanakannya. Ketika Nabi Adam melaksanakan
shalat Subuh PADA pagi harinya, ketika salam. Telah mendapati istrinya berada
dibelakangnya, sambil menjawab salam. Shalat dzuhur dimaksudkan ketika Kanjeng
Nabi Ibrahim PADA Zaman Kuno mendapatkan cobaan Besar, KESAWAN dimasukkan
ke api hendak dihukum bakar. Ketika Nabi Ibrahim ITU mendapat wahyu ilahi, disuruh
untuk melaksanakan shalat dzuhur Empat raka'at. Nabi Ibrahim melaksanakan shalat,
seketika Padam api. Adapun shalat Ashar, dimaksudkan ketika Nabi Yunus sedang naik
perahu Besar dimakan ikan. Nabi Yunus merasakan kesusahan ketika berada di
KESAWAN Perut ikan. Julian ITU terdapat wahyu Ilahi, Nabi Yunus diperintahkan
melaksanakan shalat Ashar Empat raka'at. Nabi Yunus Segera melaksanakan, ikan ITU
dan regular tidak mematikannya. Malah mati ITU ikan, kemudian Nabi Yunus Keluar
Dari Perut ikan. Sedangkan shalat Maghrib PADA Zaman Kuno Yang memulainya
adalah Nabi Nuh. Ketika musibah banjir bandang sejagat, Nabi Nuh bertaubat merasa
bersalah. Dia diterima taubatnya disuruh mengerjakan shalat. Kemudian Nabi Nuh
melaksanakan shalat Maghrib Tiga raka'at, Maka banjirpun surut seketika.Shalat 'Isya
sesungguhnya Nabi Isa Yang memulainya. Ketika Kalah Perang Melawan Raja Harkiyah
(Juga disebut Raja Herodes, Gubernur Pontius Pilatus ATASAN) * Semua kaumnya
bingung utara regular tidak tahu, selatan, barat, Tengah dan timur. Nabi Isa merasa
susah, dan regular tidak lama kemudian Datang Malaikat Jibril membawa wahyu Artikel
Baru uluk salam. Nabi Isa diperintahkan melaksanakan shalat 'Isya. Nabi Isa
menyanggupinya, dan * Semua kaumnya mengikutinya, Malaikat Jibril dan berkata,
"Aku Yang membalaskan kepada pendeta Balhum." <Serat Suluk Malang Sumirang,
Pupuh 2>.
"Menurut pemahaman Saya, sesuai petunjuk Syekh Siti Jenar dahulu, anasir ITU ADA
Yang Berupa Empat anasir batin dan ansir Lahir. Pertama, anasir Gusti. Perlu dipahami
Artikel Baru Baik Dzat, Sifat, asma dan af'al (perbuatan) kedudukannya rasa
KESAWAN. Dzat maksudnya adalah bahwa Diri Manusia dan Apapun Yang kemerlap di
Dunia Suami ADA Yang regular tidak memiliki kecuali Tuhan Yang Maha Tinggi, atau
Yang Besar Yang Kecil adalah * Semua Milik Allah. Ia regular tidak memiliki hidupnya
Sendiri. Hanya Allah Yang Hidup, Yang Tunggal. Adapun wujud sesungguhnya segala
Sifat Yang kelihatan Yang Kecil atau Besar, seisi bumi dan langit regular tidak ADA
Yang memiliki Hanya Allah Tuhan Yang Maha Agung. Adapun sesungguhnya asma,
nama * Semua ciptaan seluruh isi bumi adalah Milik Tuhan Allah Yang Maha Lebih
Yang Maha Memiliki Nama. Sedangkan Artinya adalah seluruh Gerak af'al dan
perbuatan Yang kelihatan Dari seluruh makhluk isi bumi Suami regular tidak lain adalah
perbuatan Allah Dari Yang Maha Tinggi, anasir Gusti maksud demikian. "
"Anasir roh, ADA Empat perinciannya Yang Yang dinamai Cahaya Ilmu berwujud
persaksian (nur syuhud). Maksudnya adalah sebagai berikut: Pertama, Yang disebut
Hidup sesungguhnya adalah wujud atau sejati amnusia sejati Pembongkaran
pertempuran Masih perawan itulah Yang Yang Yang dimaksud badarullah
sebenarnya. Kedua, Yang Ilmu adalah pengetahuan batin disebut Yang menjadi nur atau
idhafi Cahaya atau roh kehidupan, Cahaya Terang menyilaukan Pembongkaran bintang
Kejora. SIBOR, Yang dimaksud adalah kehendak batin Kejora syuhud. SIBOR, Yang
dimaksud syuhud adalah kehendak batin tatkala memusatkan perhatian terutama ketika
mengucapkan takbir.Demikianlah penjelasan Tentang anasir roh, percayalah kepada
kecenderungan hati. "
"Manusia Anasir maksudnya hendaklah dipahami bahwa ITU Manusia terdiri Dari
bumi, api, udara dan angin. Bumi ITU Jasad menjadi, api menjadi Cahaya Bersinar yang,
angin menjadi napas Keluar Masuk, udara, Darah menjadi.Keempatnya Bergerak tarik
Menarik Secara ghaib. Demikianlah penjelasan otonashi Tentang anasir. <Serat Suluk
Malang Sumirang, 3> Pupuh.
WASIAT DAN AJARAN Syekh AMONGRAGA
"Syekh Amongraga adalah salah seorang Pewaris ajaran Syekh Siti Jenar PADA Masa
Sultan Agung Hanyokusumo (1645). Mengenai USAHA kehidupan dan ajaran Syekh
Amongraga dapat dibaca di serat Centini ".
Syekh Amongraga mewasiatkan berbagai ajaran Yang inti meliputi (Primbon Sabda
Sasmaya; hlm 24.):
1. Rahayu ing Budhi (selamat Akhlak dan moral).
2. Mencegah dan berlebihnya food.
3. Sedikit Tidur.
4. Sabar dan hati KESAWAN tawakal.
5. Menerima segala kehendak dan Takdir Tuhan.
6. Selalu mensyukuri Takdir Tuhan.
7. Mengasihi fakir dan Miskin.
8. Menolong Orang Yang kesusahan.
9. Memberi makan kepada Orang lapar yang.
10. Pakaian Memberi kepada Orang telanjang yang.
11. Memberikan payung kepada Orang kehujanan yang.
12. Memberikan tudung kepada Orang kepanasan yang.
13. Memberikan kepada Orang haus minum yang.
14. Memberikan tongkat penunjuk kepada Orang buta yang.
15. Menunjukkan jalan kepada Orang tersesat yang.
16. Menyadarkan Orang Yang lupa.
17. Membenarkan Ilmu dan laku salah Orang yang.
18. Mengasihi dan memuliakan tamu.
19. Memberikan maaf kepada kesalahan dan dosa sanak-kandung, Saudara, dan * Semua
Manusia.
20. Jangan merasa Benar, jangan merasa Pintar KESAWAN segala hal, jangan merasa
memiliki, merasalah bahwa ITU * Semua Hanya titipan Dari Tuhan Yang Membuat
langit dan bumi, Jadi Manusia hanyalah ITU Sudarma (memanfaatkan Artikel Baru
Artikel Baru Composition Komposisi Baik dan cara Yang Baik pula) Saja. Pakailah budi,
Syukur, Sabar, menerima, dan nyata. <Ajaran Syekh Amongraga ITU sebenarnya
meliputi * Semua tindakan Manusia di KESAWAN menyelami kehidupan di bumi Suami,
Yang disebut Syekh Siti Jenar sebagai alam Kematian. KESAWAN memahami 20 ajaran
tersebut, hendaknya jangan terjebak KESAWAN Segi kontekstualnya Saja, namun
hendaknya diselami Artikel Baru segenap nalar dan rasa batin.
Syari'at Palsu Para Wali Menurut Ki Cantula
"Menurut ajaran guruku Syekh Siti Jenar, di Dunia Kematian Suami alam.KARENA
ITU Dibuat, Dunia Yang Sunyi Suami regular tidak ADA Hyang Serta Malaikat
Agung. Akan tetapi Bila otonashi Besok Sudah ADA di alam kehidupan otonashi akan
berjumpa dan kadang kala otonashi menjadi Allah. Nah, di situ otonashi akan
bersembahyang. "
"Jika Saya sekarang disuruh sholat di Mesjid otonashi regular tidak mau, meskipun Saya
Bukan Orang kafir. Boleh Jadi otonashi Orang terlantar akan Pangeran Tuhan. Kalau
santri gundul, Yang ADA regular tidak tahunya di Sini atau di Sana. kandhilullah
berpengangan Ia, bangka akan Allah, buta Lagi Tuli. "
"Lain halnya otonashi Artikel Baru, murid Syekh Siti Jenar. Saya regular tidak
menghiraukan ujar para Wali, Yang mengkukuhkan syari'at Palsu, Yang merugikan Diri
Sendiri. Nah, Syekh Dumba, pikirkanlah * Semua Yang Suami Saya
katakan. KESAWAN dadamu ADA Al-Qur'an. Sesuai atau regular tidak Yang otonashi
ITU tuturkan, Kanda iuran pasti industri tahu. "<Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya,
Pupuh V Pangkur, 8-18>.
Jawaban KI SEMESTA Tentang Bisono, ROH DAN TUHAN
Ki Bisana menjawab kemudian menyanggupi Pertanyaan Dari Sultan Demak:
"Pertanyaan Pertama: Pertanyaan, bahwa Allah menciptakan alam semesta ITU adalah
kebohongan belaka. Sebab alam semesta ITU Barang Baru, sedang Allah Barang Yang
Membuat regular tidak berwujud menurut dalil: hilamuhdil layatikbiyu, Artinya tiada
berkehendak Barang Yang menciptakan berwujud.Adapun terjadinya alam semesta
ibaratnya Suami: drikumahiyati: Artinya keadaan menemukan. Alam semesta Suami: la
awali. Artinya tiada berawal.Panjang Sekali kiranya kalau Hamba menguraikan bahwa
alam semesta Suami merupakan Barang Baru, Yang ditulis berdasarkan KESAWAN
Kuran. "
"Pertanyaan Yang kedua: Paduka bertanya di mana rumah Hyang Widi. Hal ITU Bukan
merupakan hal Yang Very, sebab Allah Sejiwa Artikel Baru * Semua zat.Itulah Zat
Wajibul wujud Tempat tinggalnya, seumpamanya Zat tanahlah rumahnya. Suami hal
Panjang terangkan kalau Hamba Sekali. Oleh KARENA ITU Hamba cukupkan sekian
Saja Uraian Hamba. "
"Selanjutnya SIBOR Pertanyaan: berkurangnya Nyawa siang malam, Sampai habis ke
manakah perginya ITU Nyawa. Nah, Sangat Mudah untuk menjawabnya ITU. Sebab
Nyawa regular tidak dapat berkurang, Maka Nyawa bagaikan Jasad ITU, Berupa
gundukan, dapat aus, rusak dimakan Anai-Anai.Hal inipun akan Panjang Sekali untuk
uraikan Hamba. Meskipun Hamba Orang sudra asal desa, akan tetapi tata bahasa Kawi
Hamba mengetahui Juga, Baik Biasa bahasa maupun dinyanyikan dapat yang. Lagu
tembang sansekerta pun dapat menyanyikan Hamba Artikel Baru Juga menguraikan arti
kalimatnya, Bukan Hamba sekaligus seorang empu atau pujangga, melainkan seorang
Yang Hanya sedikit industri tahu Tentang Ilmu. "
"Itu disebabkan * Semua KARENA Hamba berguru kepada Syekh Siti Jenar, di
Krendhasawa, tekun mempelajari kesusasteraan dan menuruti perintah guru bijaksana
yang. * Semua murid Syekh Siti Jenar menjadi Orang cakap yang, Berkat kemampuan
mereka untuk menerima ajaran guru mereka sepenuh hati. "
"Adapun Pertanyaan Yang keempat: Paduka bertanya bagaimanakah rupa Yang Maha
Suci ITU. Kitab Ulumuddin Sudah memberitahukan: walahu insan Lahir, wabatinul
Insani baitu-baytullahu (Arab asli: wa Allahu dzahir al-insan, wabathin, baytullahu al-
insanu), Artinya Manusia lahiriah itulah rupa Hyang Widi. Manusia Batiniah itulah
rumah Hyang Widi. BANYAK Sekali Yang tertulis KESAWAN Kitab Ulumuddin,
sehingga apabila Hamba sampaikan kepada Paduka, Kanjeng Pangeran Tembayat tentu
bingung, KARENA Paduka regular tidak dapat menerima, bahkan mungkin mengira
bahwa Paduka Hamba seorang majenun. Demikianlah wejangan Syekh Siti Jenar telah
Hamba Yang Terima. "
"Guru Hamba menguraikan jelas asal-usul Artikel Baru Manusia, diterima Dibuat Siswa
para Cari Syarat masuk, sehingga mereka regular tidak menjadi bingung. Diwejang pula
Tentang Ilmu Yang Utama, Yang menjelaskan Tentang Kegunaan dan budi KESAWAN
Kematian alam di Dunia Suami Sampai alam kehidupan di Akhirat. Uraiannya jelas
dapat dilihat dan dibuktikan mata Artikel Baru Artikel Baru Nyata. "
"KESAWAN memberikan Pelajaran, guru Hamba Syekh Siti Jenar, tiada memakai tirai
selubung, tiada pula memakai lambang-lambang. * Semua penjelasan diberikan Secara
Terbuka, APA dan Tanpa mengharapkan adanya APA-APA sedikitpun. Artikel Baru
Pujaan Hati demikian segala Tipu Muslihat, dan segala perbuatan kepalsuan Yang
melakukan kejahatan untuk dipergunakan. Artikel Baru Suami hal berbeda APA Yang
dilakukan para guru Lainnya. Mereka mengajarkan ilmunya Secara diam-diam dan
Berbisik-bisik, Sesuatu menjual seolah-Olah Yang gaib, Artikel Baru disertai harapan
untuk memperoleh Sesuatu Yang menguntungkan untuk dirinya. "
"Hamba Sudah berulang kali berguru Serta diwejang Dibuat para wali mukmin,
diberitahu akan adanya Muhammad sebagai Rosulullah Serta Allah sebagai Hamba
Pangeran. Ajaran Yang dituntunkan menuntun Serta Membuat Hamba menjadi bingung
dan menurut pendapat Hamba ajaran mereka sukar dipahami, patokan tiada merawak-
Rambang Yang dapat dijadikan pegangan atau ditempatkan. Ilmu Arab menjadi Ilmu
Budha, tetapi KARENA regular tidak sesuai kemudian mereka mengambil ditempatkan
dan pegangan Kanjeng Nabi.Mereka mematikan raga, merantau kemana-mana sambil
menyiarkan Agama.Padahal Ilmu Arab ITU bertapa tiada kenal, kecuali berpuasa PADA
bulan Romadan, Artikel Baru Yang dilakukan mencegah makan, tiada Apapun berharap.
"
"Jadi jelas kalau para wali Masih manganut ITU Agama Budha, buktinya mereka Masih
Sering ketempat-Tempat Sunyi, gua-gua, Hutan-Hutan, atau gunung-gunung Tepi
Samudera Artikel Baru mengheningkan cipta, sebagai laku demi terciptanya keinginan
mereka agar-agar dapat bertemu Hyang Artikel Baru Sukma. Itulah buktinya bahwa
mereka Masih ijajil dikuasai setan. Menurut cerita Arab Ambiya, tiada Orang Yang
dapat mencegah Sandang Pangan Serta tiada untuk kuasa berjaga mencegah kecuali
Tidur Orang Budha mensucikan dirinya demikian Artikel Baru Yang jalan. Nah,
silahkan memikirkan APA katakan Hamba yang, sebagai Jawaban tetap Permanent
Empat Pertanyaan Paduka "<Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh V Pangkur,
22-45>..
Syekh Siti Jenar MENURUT KI LONTHANG SEMARANG
"Kalau menurut wejangan guru otonashi, Orang ITU sembahyang siang malam tiada
putusnya besarbesaran lakukan. Hai Bonang ketahuilah keluarnya napasku menjadi
puji. Maksudnya napasku menjadi shalat. KARENA tutur penglihatan dan pendengaran
disuruh melepaskan Angan-Angan Dari, Kamu shalat Jadi kalau Masih mengiaskan
kelanggengan alam KESAWAN Suami Kematian, Maka sesungguhnyalah Kamu Suami
Orang kafir. "
"Jika Kamu bijaksana mengatur tindakanmu, Tanpa guna Orang alamien menyembah
Rabbu'l ', Tuhan Sekalian alam, sebab di Dunia Suami regular tidak ADA Hyang
Agung. Orang melekat KARENA PADA bangkai, meskipun dicat dilapisi emas, akhirnya
membusuk Juga, hancur lebur bercampur Artikel Baru Tanah. Bagaimana Saya dapat
bersolek? "
"Menurut wejangan Syekh Siti Jenar, Orang regular tidak APA-APA sembahyang
memperoleh, Baik di sana, maupun di Sini. Nyatanya kalau sakit besarbesaran,
besarbesaran menjadi bingung. Jika Tidur Pembongkaran budak, disembarang
Tempat. Jika besarbesaran Miskin, mohon agar-agar menjadi kaya regular tidak
dikabulkan. Apalagi Bila besarbesaran sakaratul Maut, matanya membelalak tiada
kerohan. KARENA besarbesaran segan meninggalkan Dunia Suami. Demikianlah
wejangan guru otonashi Yang bijaksana. "
"Umumnya santri Dungu, Hanya berdzikir KESAWAN keadaan kosong kenyataan Dari
Yang sesungguhnya, membayangkan adanya rupa Zat u'llahu, kemudian ADA rupa dan
inilah Yang besarbesaran anggap Hyang Widi."
"Bukan Suami Apakah Barang sesat? Buktinya kalau besarbesaran memohon untuk
menjadi Orang Kaya regular tidak diluluskan. Sekalipun demikian otonashi disuruh
meluhurkan Dzat'llahu Yang rupanya besarbesaran modem.jpg berdzikir besarbesaran
julian, syari'at sebagai mengikuti syara ', jika Jum'at ke Mesjid berlenggang
mengangguk-Angguk, memuji Pangeran Yang Sunyi senyap, Yang Bukan di sana, Yang
Bukan di Sini . "
"Saya disuruh makbudullah, meluhurkan Tuhan ITU, Serta akan ditipu diangkat
menjadi Wali, berkeliling menjual tutur, sambil Mencari Artikel Baru lauknya nasi ayam
berbulu putih gurih Betina Yang dimasak bumbu rujak PADA selamatan meluhurkan
Rasulullah. Ia makan lahap Sangat, meskipun lagaknya Pembongkaran Orang Yang
makan regular tidak suka. Gambaran hal itulah raja penipu! "
"Bonang, jangan berbuat Yang demikian. Ketahuilah Dunia Suami alam Kematian,
sedang kehidupan alam akhirat julian Yang tiada LANGGENG Mengenal. Barang Siapa
Senang PADA alam Suami Kematian, besarbesaran Goda terjerat, terlekat PADA Surga
dan Neraka, menemui panas, sedih, haus, dan lapar ". <Serat Syaikh Siti Jenar, Ki
Sastrawijaya, Pupuh XI Pangkur, 9-20>.
"Tiada usah merasa enggan menerima petuahku Yang jumlahnya Tiga buah.Pertama
janganlah hendaknya menjalankan penipuan Kamu Yang keterlaluan, supaya Kamu
ditertawakan Orang regular tidak agar-agar di kelak kemudian hari. Yang kedua, jangan
Kamu merusak Purba Barang-Barang Peninggalan, misalnya: lontar naskah sastra Yang
Indah-indah, dan gambar-gambar Tulisan PADA candhi batu. Demikian pula kayu dan
batu Yang merupakan Peninggalan Kebudayaan Zaman dulu, Kamu jangan hancur-
leburkan. Ketahuilah BAGI suku DKI regular tidak dihapus Sifat-Sifat dapat Hindu-
Budha. Yang SIBOR, jika Kamu setuju, Suami Kamu sebaiknya Mesjid Buang Saja api
musnahkan Artikel Baru. Saya berbelas Kasihan kepada keturunanmu, sebab regular
tidak urung mereka menuruti Kamu, do'a bangka, bangka Tobat-tersesat, yakunil lam
berangan-Angan. "
"... Menyembah Nama Orang Yang tiada wujudnya dicegah, Harus. Maka Dari ITU
jangan Kamu Terus-teruskan, sebab ITU Palsu "<Serat Syaikh Siti Jenar, Ki
Sastrawijaya, Pupuh XI Pangkur, 25-36>..
KHOTBAH PERPISAHAN Sunan Panggung
"BANYAK Orang Yang ksejatian Artikel Baru gemar, KARENA berguru Belum Pernah
Maka TAPI ITU * Semua KESAWAN dipahami konteks dualitas. Satu Yang dianggap
wjud lain. Sesungguhnya Orang yng Melihat sepeti Suami akan kecewa. Apalagi Yang
Hilang ditemui akan menjadi. Walaupun diameter Mencari berkeliling, besarbesaran
regular tidak akan menemukan Dicari yang.Dicari Padahal yang, sesungguhnya telah
ditimang dan dipegang, bahkan Sampai keberatan membawanya. Dan KARENA Belum
industri tahu kesejatiannya, ciptanya Tanpa guru menyepelekan Tulisan dan kesejatian
Tuhan. "
"Walaupun dituturkan Sampai capai, ditunjukkan jalannya, sesungguhnya dialog regular
tidak memahaminya KARENA besarbesaran Hanya sibuk menghitung dosa Besar dan
Kecil yg diketahuinya. Tentang kufur kafir hal Yang ITU ditolaknya, Bukti bahwa
besarbesaran adalah Orang Yang pengetahuannya Mentah Masih. Walaupun regular
tidak Pernah lupa sembahyang, puasanya dapat dibangga-banggakan Tanpa sela, TAPI
besarbesaran terjebak menaati Yang Sudah ditentukan Tuhan.
Sembah puji dan puasa ditekuni yang, Membuat Orang justru lupa akan Sangkan paran
(Composition Komposisi dan asal). KARENA ITU, besarbesaran lebih Melihat dosa Yang
dikhawatirkan konsentrasi Besar-Kecil, ajaran kafir kufur dan Yang justru sikapnya
dijauhi Membuat bingung. ADA regular tidak dinulu dulu. Regular tidak merasa, regular
tidak menyentuh. Regular tidak saling mendekati, sehingga buta ITU Orang. Takdir
dianggap regular tidak akan terjadi, salah-salah menganggap dualisme ANTARA ADA
Maha Sang Pencipta dan Maha Tabungan Negara.
Jika Aku Yang Punya pemikiran demikian, Aku Baik Saja lebih mati ketika Bayi
Masih. Regular tidak terhitung regular tidak berfikir, BANYAK Orang Yang merasa
menggeluti tata lafal, mengkaji sembahyang dan berpuasa berletih-letih.* Semua
dianggap ITU akan Mampu mengantarkan. Padahal salah-salah menjadikan celaka dan
bahkan BANYAK Yang menjadi Berhala. "
"Pemikiran Saya sejak Kecil, Islam Artikel Baru regular tidak sembahyang, Islam
Artikel Baru Pakaian regular tidak, Islam regular tidak julian Artikel Baru, Islam
regular tidak baju dan Artikel Baru Artikel Baru Islam regular tidak
bertapa. KESAWAN pemikiran Saya, Yang dimaksud Islam regular tidak menerima atau
menolak KARENA Yang haram atau halal.
Adapun Orang Yang dimaksud ITU Islam, mulia wisesa jati, kemuliaan selamat
Sempurna Sampai Besok Tempat tinggalnya. Pembongkaran bulu selembar atau tepung
segelintir, hangus tak tersisa. Kehidupan di Dunia Pembongkaran ITU keberadaannya. "
"Manusia, at industri tahu makna Alif, akan menjadi berantakan ... Alif panutan.
Menjadi sebab uintuk * Semua Huruf, Pertama adalah alif yang. Alif ITU badan idlafi
sebagai Anugerah. Dua-duanya Bukan Allah. Alif merupakan Takdir, sedangkan Yang
regular tidak Bersatu namanya alif-lapat. At jagat ciptaan-Nya ITU Sudah ADA. Lalu alif
menjadi gantinya, Yang memiliki wujud tunggal. Ya, tunggal rasa, tunggal
wujud. Ketunggalan Suami Harus dijaga betul sebab regular tidak ADA Yang mengaku
tingkahnya. Alif wujud adalah Yang Agung. Ia menjadi wujud Mutlak Yang merupakan
kesejatian rasa. Jenisnya ADA lima syari'at, yaitu alif mata, Wajah, niat jati, iman,. "
"Allah adalah Dzat ITU penjabarannya Yang Maha Mulia dan Maha Suci. Allah ITU
ADA sebenarnya regular tidak lain, KARENA ITU Kamu Allah. Dan Allah * Semua
Yang Suami ADA, Lahir batin Suami Kamu * Semua Tulisan merupakan ganti Dari alif,
Allah itulah adanya. "
"Alif penjabarannya adalah permulaan PADA penglihatan, Melihat Benar-Benar Melihat
yang. Adapun Melihat Dzat ITU, Cermin merupakan ketunggalan sejati menurun kepada
kesejatianmu. Cahaya Yang Keluar, kepada Otak keberadaan Kita di Dunia Suami Yang
merupakan Cahaya Terang benderang, seratus doa memiliki kejadian ITU Tujuh
puluh. Menjadi penglihatan dan pendengaran, napas Yang tunggal, napas kehidupan
Yang dinamakan Panji. Bayangan Panji Dzat Yang kebanyakkan imam PADA
mewujud. * Semua menyebut dzikir sejati, laa ilaaha illallah "<Serat Suluk Malang
Sumirang,. Pupuh 4>.
Kematian Sunan DI MATA GESENG
"BANYAK Orang Yang salah menemui ajalnya. Mereka tersesat regular tidak menentu
arahnya, pancaindera Masih Tetap Siap, segala kesenangan BUANA Sudah, napas Sudah
tergulung dan diikhlaskan Angan-Angan Sudah, tetapi ketika lepas tirta nirmayanya
Belum mau. Maka besarbesaran menemukan Yang Serba Indah. "
"Dan besarbesaran Manusia Luar Biasa Yang dianggap. Padahal sesungguhnya adalah
besarbesaran Orang tenggelam KESAWAN Angan-Angan Yang Yang Nyata dan regular
tidak menyesatkan. Budi dan daya hidupnya regular tidak mau mati, besarbesaran Masih
Senang di Dunia Suami Artikel Baru segala Hidup Sesuatu yang, besarbesaran Senang
Masih akan rasa dan pikirannya. Baginya Hidup di Dunia Suami nikmat, itulah pendapat
Manusia Yang terpikat akan keduniawian Masih, Yang gelandangan pendapat Pergi ke
mana-mana regular tidak regular tidak menentu dan industri tahu bahwa Besok Hidup
Yang besarbesaran akan mati tiada kenal. Sesungguhnyalah Dunia Suami Neraka. "
"Maka pendapat Kyai Siti Jenar betul saya, saya setuju Tuan dan Benar-Benar seorang
Mukmin Yang berpendapat tepat dan seyogyanya tuan Jadi Cermin, suri tauladan BAGI
Orang-Orang lain. Tarkumasiwalahu (Arab asli: tarku ma Siwa Allahu), di Dunia Suami
Hamba campur Artikel Baru kholiqbta, hambanya di Surga, Neraka khaliknya di agung
"<Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh VIII Dandanggula, 29-31>.
Shalat (Daim dan Tarek)
Syekh Siti Jenar mengajarkan doa macam Bentuk shalat, Yang Tarek dan shalat Daim
disebut shalat. Shalat Tarek adalah shalat thariqah, Diatas sedikit Dari syari'at. Shalat
Tarek diperuntukkan BAGI Orang Mampu Yang Belum Sampai PADA untuk tingkatan
manunggaling kawula Gusti, sedang shalat Daim merupakan shalat Yang tiada Putus
Dari Efek sebagai kemanunggalannya.Sehingga shalat Daim merupakan Hasil Dari
pengalaman batin atau pengalaman spiritual. Ketika seseorang melakukan hal Belum
sanggup ITU, KARENA Masih adanya hijab batin, Maka Yang dilakukan adalah shalat
Tarek Harus. Shalat Tarek Masih Terbatas Artikel Baru Waktu Lima adanya shalat,
sedang shalat adalah shalat Daim Yang Putus tiada Sepanjang Hayat, KESAWAN
teraplikasi keseluruhan tindakan keseharian (Pengurangan, mungkin efeknya adalah
berbentuk Suci hati, ucap Suci, Suci Pikiran); pemaduan hati, nalar, tindakan dan
ragawi.
Kata "Tarek" berasal Dari kata Arab "tarki" atau "tarakki" Yang memiliki arti
pemisahan. Namun maksud lebih mendalam adalah terpisahnya jiwa Dari Dunia, Yang
tanazzul Artikel Baru disusul (Manjing)-nya jiwa KESAWAN al-Illahiyah.Shalat Tarek
Yang dimaksud di Sini shalat adalah Yang dilakukan untuk dapat melepaskan Diri Dari
Kematian Dunia alam, kemanunggalan Menuju. Sehingga menurut Syekh Siti Jenar,
shalat Yang Hanya sekedar melaksanakan perintah syari'at adalah tindakan kebohongan,
dan merupakan kedurjanaan budi.
Pengambilan shalat Tarek Suami berasal Dari Kitab Wedha Mantra bab 221; Shalat
Tarek Limang Wektu. (Sang Indrajit: 1979, hlm 63-66.).
Keterangan BAGI shalat Ilmu Yang mengamalkan Tarek lima Suami julian.
(* Semua hal Yang berkaitan Artikel Baru Tarek shalat Suami diterjemahkan adanya
APA Artikel Baru Dari Kitab Wedha Mantra Terjemahan Makna Yang bertanda kutip
hanyalah arti untuk memudahkan pemahaman.. Adapun substansi dan maksud Yang
KESAWAN ADA kalimat-kalimat asli KESAWAN bahasa DKI-Kawi, lebih mendalam
dan Luas Dari pemahaman Diatas Terjemahan dan (penulisnya Wanti-Wanti banget)
Pelaksanaan shalat. Tarek Bisa Saja diamalkan bersamaan Artikel Baru shalat syari'at
sebagaimana Biasa, Bisa Juga dilaksanakan Secara terpisah Hanya Saja. terdapat
penyusutan KESAWAN wudlunya hal. Jika KESAWAN syari'at shalat., anggota wudhu
adalah Wajah Yang Harus dibasuh, Tangan, sebagian kepala, kaki dan, & e KESAWAN
shalat adalah Tarek di Samping Tempat-Tempat tersebut, Juga membasuh seluruh
rambut Harus, Tempat-Tempat pelipatan anggota tubuh, pusar, dada, jari manis, telinga,
jidat, ubun-ubun, Serta pusar tumbuhnya rambut (DKI; unyeng-unyengan) Walhasil
wudlu untuk shalat Tarek sama halnya Artikel Baru mandi Besar (junub / jinabat)..
Bahwa Kematian Orang Yang Checklists Memverifikasi Daftar nama Ilmu Suami Masih
keduniaan terhenti PADA, akan tetapi mendapatkan Sudah Balasan Surga Sendiri. Maka
pagar regular tidak ujaran-ujaran shalat Tarek Suami hendaknya dihafalkan, jangan
Sampai regular tidak, Kematian agar-agar memperoleh kesempurnaan.
* Bagi Yang akan membuktikan, Siapa Saja Yang Sudah melaksanakan Ilmu Suami, Saja
dapat dibuktikan. Ketika Kematian jasadnya didudukkan di daratan (di Atas Tanah),
hari di Kain Kafan Serta diberi kain lurub (Penutup) Serta Selalu ditunggu, Sudah dan
mendapatkan kalau Sampai Tujuh, Bisa Dibuka, niscaya regular tidak akan membusuk,
(kalau iradah dan menyatu qudrahnya bahkan Sudah Artikel Baru Gusti), KESAWAN
Kafan Jasad tersebut sirna Sudah. Kalau dikubur Artikel Baru Posisi didudukkan, Maka
Penghasilan kena pajak mendapat Tujuh hari Bisa digali kuburnya, niscaya jasadnya
Sudah sirna, dan Sudah dikatakan bahwa menjadi Manusia Yang Sempurna. Maka
KARENA ITU, Orang Suami Checklists Memverifikasi Daftar nama Ilmu Yang, Sudah
menjadi Manusia sejati.
Sedangkan Tentang Ilmu Suami, Manusia mengajarkan bukanlah yang, cara
mendapatkannya adalah Hasil Dari laku-prihatin, berada di khalwat KESAWAN
(Meditasi, mengheningkan cipta, menyatu karsa Artikel Baru Tuhan sebagaimana
diajarkan Syekh Siti Jenar).
Tentang sebab anjuran untuk pembuktian di Atas, sebenarnya regular tidak diperlukan,
Yang terpenting adalah PENERAPAN PADA Diri Kita masing-masing. Justru
pembuktian pagar tersebut berlaku adalah jika Kita Sudah tersebut mengaplikasikan
Ilmu. Apalagi pembuktian Pembongkaran ITU jika dilaksanakan akan memancing
kehebohan, sebagaimana terjadi KESAWAN KASUS Kematian Syekh Siti Jenar Serta
para muridnya.
TIGA puluh SATU
Shalat Subuh
Niat Yang pagar akhir, "Niyatingsun shalat, roh Kudus kang shalat, iya iku rohing
Allah. Allah iku lungguh ana ing paningal, shalat gusti iku sajrone shalat ana, sajroning
gusti ana sukma, sajroning sukma ana Nyawa, Nyawa sajroning urip ana, sajro-ning urip
ana eling, pardhu ta'ala Allahu akbar, tetep mantep weruh ing awakku. "
(Aku berniat shalat, roh Kudus Yang melaksanakan shalat, yaitulah Allah Allah Rohnya
penglihatan. Menempati yang, shalat Yang di KESAWAN gusti shalat ITU ADA, gusti
KESAWAN di ADA sukma, di KESAWAN sukma ADA Nyawa, di KESAWAN Nyawa
terdapat kehidupan, di kehidupan KESAWAN terdapat kesadaran menyeluruh, retensi
Dari Allah ta'ala, Allahu akbar Tetap mantap mengerti akan Diriku Sendiri).
Malaikatnya adalah Haruman (Malaikat Rumman), memujinya Artikel Baru "Ya Hu, Ya
Hu." Seratus kali.
Niatnya, "Niyatingsun shalat, kang shalat sirku, pardlu ta'ala Allahu akbar, tetep
madhep LANGGENG sirku ing weruh."
(Aku berniat shalat, sir [Rahasia]-ku Yang shalat, Wajib Dari Allah ta'ala, Allahu akbar,
Tetap menghadap Artikel Baru abadi mengerti akan sir [Rahasia]-ku).
Malaikatnya Haruman, pepujiannya, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Kemudian memuji; "ya Rajamu, ya Rajaku." (Arab; Ya maliku al-Mulku). Seratus kali.
Dilanjutkan, "Sirrullah, darajatullah, sifatullah". Seratus kali.
Dilanjutkan Lagi, "gumulung Lah giri-giri Allah, sir jumeneng Allah, nur gumulung,
agawe jagat," (Sungguh Dari Puncak segala Puncak adalah Allah, Rahasia Tempat
berdiam Allah, Cahaya tergulung, tergulung Membuat semesta).Seratus kali.
Kemudian berdzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes kena ing Allahku." (Sungguh
Sudah kena Tuhanku, sungguh Sudah PADA kena iuran pasti Allahku). Seratus kali.
Artikel Baru Dilanjutkan dzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes Nyata ing
Allahku", (Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh Nyata Sudah PADA Allahku),
Seratus kali.
TIGA puluh DUA
Shalat Luhur
Niat Yang pagar akhir, "Niyatingsun shalat, idlafi roh kang shalat, iya iku rohing
Pangeran. Pangeran iku lungguhe ana ing kaketek, shalat iku sajroning sukma, sajroning
sukma ana Nyawa, Nyawa sajroning urip ana, sajroning urip ana eling, pardhu ta'ala
Allahu akbar, tetep mantep weruh ing Pangeranku "(. Aku berniat shalat, roh Idlafi Yang
melaksanakan shalat, yaitulah Rohnya Tuhan. Tuhan Yang menempati ketiak, shalat di
KESAWAN sahalat Yang ADA ITU gusti, didalam gusti terdapat sukma, di KESAWAN
sukma terkandung Nyawa, di KESAWAN Nyawa adanya kehidupan, di KESAWAN
kehidupan terdapat kesadaran menyeluruh, retensi Dari Allah ta'ala , Allahu akbar,
Tetap mantap Tuhanku akan mengerti). Malaikatnya adalah Jabarail (Malaikat Jibril),
memujinya Artikel Baru, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Niatnya, "Niyatingsun shalat, kang shalat osikku, pardlu ta'ala Allahu akbar, tetep
madhep mantep weruh ing LANGGENG osikku." (Aku berniat shalat, dan bisikan hatiku
Yang Gerak shalat, Wajib Dari Allah ta'ala, Allahu akbar, mantap Tetap Artikel Baru
menghadap abadi mengerti akan bisikan nuraniku).
Malaikatnya Jabarail, pepujiannya, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Kemudian memuji; "Ya Rajamu, ya rajaku." (Arab; Ya Maliku al-Mulku). Seratus kali.
Dilanjutkan, "Sirrullah, darajatullah, sifatullah". Seratus kali.
Dilanjutkan Lagi, "gumulung Lah giri-giri Allah, sir jeneng, sir jumeneng Allah, nur
gumulung, agawe jagat," (Sungguh Dari Puncak segala Puncak adalah Allah, Rahasia
Tempat berdiam Allah, Cahaya tergulung, tergulung Membuat semesta).Seratus kali.
Kemudian berdzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes kena ing Allahku."
(Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh PADA Sudah kena iuran pasti Allahku) Seratus
kali..
Artikel Baru Dilanjutkan dzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes Nyata ing
Allahku",
(Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh Sudah Nyata PADA Allahku), Seratus kali.
TIGA TIGA Puluh
Shalat 'Ashar
Niat Yang pagar akhir, "Niyatingsun shalat, roh Abadi kang shalat, iya iku rohing
Rasul. Rasul iku lungguhe ana ing menyembul ilat, shalat iku sajroning sukma, sajroning
sukma ana Nyawa, sajroning urip ana Nyawa, sajroning urip ana eling, pardhu ta'ala
Allahu akbar, tetep mantep weruh ing Rasulku. "
(Aku berniat shalat, melaksanakan shalat keabadian roh yang, yaitulah Rohnya Utusan
Utusan Tuhan. Yang menempati Ujung lidah, Yang shalat di KESAWAN sahalat ITU
ADA gusti, didalam gusti terdapat sukma, di KESAWAN sukma terkandung Nyawa, di
KESAWAN Nyawa adanya kehidupan, di KESAWAN kehidupan terdapat kesadaran
menyeluruh, retensi Dari Allah ta'ala, Allahu akbar, Tetap akan mantap Utusanku
mengerti).
Malaikatnya adalah Mikail, memujinya Artikel Baru, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Niatnya, "Niyatingsun shalat, kang shalat angen-angenku, pardlu ta'ala Allahu akbar,
tetep madhep mantep weruh ing angen-LANGGENG angenku."
(Aku berniat shalat, shalat Yang Angan-anganku, Wajib Dari Allah ta'ala, Allahu akbar,
Tetap mantap menghadap Artikel Baru abadi mengerti akan Angan-anganku).
Malaikatnya Mikail, pepujiannya, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Kemudian memuji; "Ya Rajamu, ya rajaku." (Arab; Ya Maliku al-Mulku). Seratus kali.
Dilanjutkan, "Sirrullah, darajatullah, sifatullah". Seratus kali.
Dilanjutkan Lagi, "gumulung Lah giri-giri Allah, sir jeneng, sir jumeneng Allah, nur
gumulung, agawe jagat," (Sungguh Dari Puncak segala Puncak adalah Allah, Rahasia
Tempat berdiam Allah, Cahaya tergulung, tergulung Membuat semesta).Seratus kali.
Kemudian berdzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes kena ing Allahku." (Sungguh
Sudah kena Tuhanku, sungguh Sudah PADA kena iuran pasti Allahku). Seratus kali.
Artikel Baru Dilanjutkan dzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes Nyata ing
Allahku", (Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh Nyata Sudah PADA Allahku),
Seratus kali.
TIGA puluh EMPAT
Shalat Maghrib
Niat Yang pagar akhir, "shalat Niyatingsun, Rokhani kang shalat, iya iku rohing
Muhammad. Muhammad iku lungguhe ana ing talingan, shalat iku sajroning sukma,
sajroning sukma ana Nyawa, sajroning urip ana Nyawa, sajroning urip ana eling, pardhu
ta'ala Allahu akbar, tetep mantep weruh ing Muhammadku. "
(Aku berniat shalat, rohani Yang melaksanakan shalat, yaitulah Rohnya Muhammad.
Muhammad Yang menempati Ujung telinga, Yang shalat di KESAWAN sahalat ITU
ADA gusti, didalam gusti terdapat sukma, di KESAWAN sukma terkandung Nyawa, di
kehidupan KESAWAN Nyawa adanya, di KESAWAN terdapat kehidupan kesadaran
menyeluruh, retensi Dari Allah ta'ala, Allahu akbar, Tetap mantap mengerti akan
Muhammadku).
Malaikatnya adalah Israfil, memujinya Artikel Baru, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Niatnya, "Niyatingsun shalat, tekadku kang shalat, pardlu ta'ala Allahu akbar, tetep
mantep madhep LANGGENG weruh ing tekadku."
(Aku berniat shalat, tekadku shalat yang, Wajib Dari Allah ta'ala, Allahu akbar, Tetap
mantap menghadap Artikel Baru abadi mengerti akan tekadku).
Malaikatnya Israfil, pepujiannya, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Kemudian memuji; "Ya Rajamu, ya rajaku." (Arab; Ya Maliku al-Mulku). Seratus kali.
Dilanjutkan, "Sirrullah, darajatullah, sifatullah". Seratus kali.
Dilanjutkan Lagi, "gumulung Lah giri-giri Allah, sir jeneng, sir jumeneng Allah, nur
gumulung, agawe jagat," (Sungguh Dari Puncak segala Puncak adalah Allah, Rahasia
Tempat berdiam Allah, Cahaya tergulung, tergulung Membuat semesta).Seratus kali.
Kemudian berdzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes kena ing Allahku."
(Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh PADA Sudah kena iuran pasti Allahku) Seratus
kali..
Artikel Baru Dilanjutkan dzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes Nyata ing
Allahku", (Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh Nyata Sudah PADA Allahku),
Seratus kali.
TIGA puluh LIMA
Shalat 'Isya'
Niat Yang pagar akhir, "Niyatingsun shalat, roh Robbi kang shalat, iya iku rohing
urip. urip iku lungguhe ana ing napas, shalat iku sajroning sukma, sajroning sukma ana
Nyawa, sajroning urip ana Nyawa, sajroning urip ana eling, pardhu ta'ala Allahu akbar,
tetep mantep weruh ing uripku. "
(Aku berniat shalat, roh Pembimbing Yang melaksanakan shalat, yaitulah kehidupan
Rohnya Utusan Tuhan Yang. Napas menempati, shalat Yang di KESAWAN gusti sahalat
ITU ADA, didalam gusti terdapat sukma, di KESAWAN sukma terkandung Nyawa, di
KESAWAN Nyawa adanya kehidupan, di kehidupan KESAWAN terdapat kesadaran
menyeluruh, retensi Dari Allah ta'ala, Allahu akbar, Tetap mantap mengerti akan
kehidupanku).
Malaikatnya adalah Izrail, memujinya Artikel Baru, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Niatnya, "Niyatingsun shalat, karepku kang shalat, pardlu ta'ala Allahu akbar, tetep
mantep madhep LANGGENG weruh ing karepku."
(Aku berniat shalat, keinginanku shalat yang, Wajib Dari Allah ta'ala, Allahu akbar,
Tetap mantap menghadap Artikel Baru abadi mengerti akan keinginanku).
Malaikatnya Izrail, pepujiannya, "Ya Hu, Ya Hu." Seratus kali.
Kemudian memuji; "Ya Rajamu, ya rajaku." (Arab; Ya Maliku al-Mulku). Seratus kali.
Dilanjutkan, "Sirrullah, darajatullah, sifatullah". Seratus kali.
Dilanjutkan Lagi, "gumulung Lah giri-giri Allah, sir jeneng, sir jumeneng Allah, nur
gumulung, agawe jagat," (Sungguh Dari Puncak segala Puncak adalah Allah, Rahasia
Tempat berdiam Allah, Cahaya tergulung, tergulung Membuat semesta).Seratus kali.
Kemudian berdzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes kena ing Allahku."
(Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh PADA Sudah kena iuran pasti Allahku) Seratus
kali..
Artikel Baru Dilanjutkan dzikir, "Lah wes kena Pangeranku, lah wes Nyata ing
Allahku", (Sungguh Sudah kena Tuhanku, sungguh Nyata Sudah PADA Allahku),
Seratus kali.
TIGA Puluh Enam
"Inilah shalat raka'at salam Satu, Yang Tanggal dilaksanakan terkait masih berlangsung
(bulan purnama), tepat julian Artikel Baru Tengah malam:
a. Inilah niatnya, "Ushalli urip dzatullah Allahu akbar" (Aku berniat melaksanakan
shalat kehidupan dzatullah, Allahu akbar).
b. Membaca surat Al-Fatihah, Membaca ayat menyebut Artikel Baru kemudian, "Aku
pan Sukma" (Aku sang pemilik Sukma).
c. Melakukan ruku 'Artikel Baru menyebut, "LANGGENG dzatullah urip" (Kehidupan
abadi dzatullah).
d. Sujud Artikel Baru mengucapkan, "dzatullah ibu bumi".
e. Duduk di doa doa ANTARA Artikel Baru sujud, "LANGGENG dzatullah urip tan
kena pati" (kehidupan abadi Kematian dzatullah Yang regular tidak terkena).
f. Artikel Baru Lagi Sujud Bacaan, "Ibu dzatullah bumi".
g. Membaca tahiyat Artikel Baru, "Urip dzatullah".
h. Membaca Syahadat Bacaan Artikel Baru, "Ashadu uripingsun lan sukma" (Ashadu
kehidupanku dan Sukma).
Bacaan Artikel Baru I. Salam, "Ingsun kang agung, kang Ingsun kehidupan Tabungan
Negara Yang terkena KEMA regular tidak-tian.
j. Membaca doa, "Allahumma Papan tulis hadhdhari LANGGENG urip tan kena pati"
(Allahumma Papan tulis segala Sesuatu Yang Hidup abadi Yang tak Pernah terkena
mati).
k. Kemudian KESAWAN hati berdoa, "kang Ingsun Ingsun kang agung wisesa Suci
dhiriningsun" (Ingsun Yang Agung, Ingsun Tabungan Negara yang, Suci Diriku Sendiri
[Ingsun]).
KESAWAN Islam shalat raka'at Satu dikenal, namun sebagian ITU Hanya Dari shalat
witir (Penutup Penambahan raka'at shalat malam Artikel Baru Yang Ganjil).
Shalat raka'at salam KESAWAN Satu ajaran Syekh Siti Jenar bukanlah shalat witir,
namun ngatunggal shalat, shalat atau Yang KESAWAN dilaksanakan Rangka mencapai
kemanunggalan Diri Artikel Baru Gusti.
Bacaan-Bacaan shalat ngatunggal regular tidak semuanya memakai bahasa Arab, Hanya
lafazh takbir dan al-Fatihah Serta Yang dibaca ayat-ayat Satu madzhab fiqih Islam
sekalipun (yakni madzhab Imam Hanafi, dan di Indonesia terutama madzhab Hasbullah
Bakri), Bacaan KESAWAN shalat selain takbir dan Boleh diucapkan al-Fatihah Artikel
Baru bahasa 'Ajam (selain bahasa Arab).
TIGA Puluh Tujuh
"Shalat lima kali sehari, puji dan dzikir adalah kebijaksanaan KESAWAN ITU hati
menurut kehendak Pribadi. Benar atau salah Pribadi Sendiri akan menerima yang,
Artikel Baru segala keberanian Yang dimiliki ". (Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya,
Pupuh III Dandanggula, 33).
Syekh Siti Jenar menuturkan bahwa sebenarnya shalat sehari-hari ITU hanyalah tata
krama Bentuk dan Bukan merupakan shalat Yang sesungguhnya, yakni shalat sebagai
wahana memasrahkan Diri Secara kepada Allah kemanunggalan total KESAWAN. Oleh
karenanya KESAWAN tingkatan aplikatif, pelaksanaannya Hanya merupakan kehendak
masing-masing Pribadi.
Demikian pula, masalah salah dan benarnya pelaksanaan shalat yang lima waktu dan
ibadah sejenisnya, bukanlah esensi dari agama. Sehingga merupakan hal yang tidak
begitu penting untuk menjadi perhatian manusia. Namanya juga sebatas krama, yang
tentu saja masing-masing orang memiliki sudut pandang sendiri-sendiri.

TIGA PULUH DELAPAN


“Pada waktu saya shalat, budi saya mencuri, pada waktu saya dzikir, budi saya
melepaskan hati, menaruh hati kepada seseorang, kadang-kadang menginginkan
keduniaan yang banyak. Lain dengan Zat Allah yang bersama diriku. Nah, saya inilah
Yang Maha Suci, Zat Maulana yang nyata, yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat
dibayangkan.” (Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh III Dandanggula, 37).

Pada kritik yang dikemukakan Syekh Siti Jenar terhadap Islam formal Walisanga
tersebut, namun jelas penolakan Syekh Siti Jenar atas model dan materi dakwah
Walisanga. Pernyataan tersebut sebenarnya berhubungan erat dengan pernyataan-
pernyataan pada point 37 diatas, dan juga pernyataan mengenai kebohongan syari’at
yang tanpa spiritualitas di bawah.
Menurut Syekh Siti Jenar, umumnya orang yang melaksanakan shalat, sebenarnya akal-
budinya mencuri, yakni mencuri esensi shalat yaitu keheningan dan kejernihan busi, yang
melahirkan akhlaq al-karimah. Sifat khusyu’nya shalat sebenarnya adalah letak aplikasi
pesan shalat dalam kehidupan keseharian.

Sehingga dalam al-Qur’an, orang yang melaksanakan shalat namun tetap memiliki sifat
riya’ dan enggan mewujudkan pesan kemanusiaan disebut mengalami celaka dan
mendapatkan siksa neraka Wail. Sebab ia melupakan makna dan tujuan shalat (QS. Al-
Ma’un/107;4-7). Sedang dalam Qs.Al-Mukminun/23; 1-11 disebutkan bahwa orang yang
mendapatkan keuntungan adalah orang yang shalatnya khusyu’. Dan shalat yang
khusyu’ itu adalah shalat yang disertai oleh akhlak berikut : (1) menghindarkan diri dari
hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna, juga tidak menyia-siakan waktu serta tempat dan
setiap kesempatan; (2) menunaikan zakat dan sejenisnya; (3) menjaga kehormatan diri
dari tindakan nista; (4) menepati janji dan amanat serta sumpah; (5) menjaga makna dan
esensi shalat dalam kehidupannya. Mereka itulah yang disebutkan akan mewarisi tempat
tinggal abadi; kemanunggalan.
Namun dalam aplikasi keseharian, apa yang terjadi? Orang muslim yang melaksanakan
shalat dipaksa untuk berdiam, konsentrasi ketika melaksanakan shalat. Padahal pesan
esensialnya adalah, agar pikiran yang liar diperlihara dan digembalakan agar tidak liar.
Sebab pikiran yang liar pasti menggagalkan pesan khusyu’ tersebut. Khusyu’ itu adalah
buah dari shalat. Sedangkan shalat hakikatnya adalah eksperimen manunggal dengan
Gusti. Manunggal itu adalah al-Islam, penyerahan diri <Wong Jowo ngomonge’ Pasrah
Bongkoan>. Sehingga doktrin manunggal bukanlah masalah paham qadariyah atau
jabariyah, fana’ atau ittihad.

Namun itu adalah inti kehidupan. Khusyu’ bukanlah latihan konsentrasi, bukan pula
meditasi. Konsentrasi dan meditasi hanya salah satu alat latihan menggembalaan pikiran.
Wajar jika Syekh Siti Jenar menyebut ajaran para wali sebagai ajaran yang telah
dipalsukan dan menyebut shalat yang diajarkan para Wali adalah model shalatnya para
pencuri.

TAFSIR MISTIK SYEKH SITI JENAR

Menurut Syekh Siti Jenar, bahwa al-Fatihah adalah termasuk salah satu kunci sahnya
orang yang menjalani laku manunggal (ngibadah). Maka seseorang wajib mengetahui
makna mistik surat al-Fatihah. Sebab menurut Syekh Siti Jenar, lafal al-Fatihah disebut
lafal yang paling tua dari seluruh sabda-Sukma. Inilah tafsir mistik al-Fatihah Syekh Siti
Jenar. <Primbon Sabda Sasmaya; hlm. 26-27>.

Bis………………………… kedudukannya…………. ubun-ubun.


Millah………………………kedudukannya….. ………rasa.
Al-Rahman-al-Rahim…….kedudukannya……………penglihatan (lahir batin).
Al-hamdu…………………kedudukannya………… …hidupmu (manusia).
Lillahi………………………kedudukannya…. ……….cahaya.
Rabbil-‘alamin…………….kedudukannya…………..n yawa dan napas.
Al-Rahman al-Rahim…….kedudukannya……………leher dan jakun.
Maliki……………………..kedudukannya…… ………dada.
Yaumiddin………………..kedudukannya……… ……jantung (hati).
Iyyaka……………………kedudukannya…….. …….hidung.
Na’budu…………………..kedudukannya…….. …….perut.
Waiyyaka nasta’in………kedudukannya…………….dua bahu.
Ihdinash………………….kedudukannya…….. ……..sentil (pita suara).
Shiratal…………………..kedudukannya……. ………lidah.
Mustaqim…………………kedudukannya……… ……tulang punggung (ula-ula).
Shiratalladzina…………..kedudukannya……… …….dua ketiak.
An’amta…………………..kedudukannya…….. ……..budi manusia.
‘alaihim……………………kedudukannya…… ………tiangnya (pancering) hati.
Ghairil…………………….kedudukannya…… ……….bungkusnya nurani.
Maghdlubi………………..kedudukannya……… …….rempela/empedu.
‘alaihim……………………kedudukannya…… ……….dua betis.
Waladhdhallin……………kedudukannya………. ……mulut dan perut (panedha).
Amin………………………kedudukannya……. ………penerima.

Tafsir mistik Syekh Siti Jenar tetap mengacu kepada Manunggaling Kawula-Gusti,
sehingga baik badan wadag manusia sampai kedalaman rohaninya dilambangkan sebagai
tempat masing-masing dari lafal surat al-Fatihah. Tentu saja pemahaman itu disertai
dengan penghayatan fungsi tubuh seharusnya masing-masing, dikaitkan dengan makna
surahi dalam masing-masing lafadz, maka akan ditemukan kebenaran tafsir tersebut,
apalagi kalau sudah disertai dengan pengalaman rohani/spiritual yang sering dialami.
Konteks pemahaman yang diajukan Syekh Siti Jenar adalah, bahwa al-Qur’an
merupakan “kalam” yang berarti pembicaraan. Jadi sifatnya adalah hidup dan aktif.
Maka taksir mistik Syekh Siti Jenar bukan semata harfiyah, namun di samping tafsir
kalimat, Syekh Siti Jenar menghadirkan tafsir mistik yang bercorak menggali makna di
balik simbol yang ada (dalam hal ini huruf, kalimat dan makna historis).
Merajut sebuah ilmu dan menjadikannya sehelai kain yang didalamnya penuh akan keindahan corak dan warna, inilah yang
diidamkan seluruh ahli sufi. Rajutan demi rajutan tentang segala pemahaman ilmu, penghayatan dan keluasan tentang
segala kebesaran Alloh, perjalanan dan pengorbanan yang selalu dilakoninnya sedari kecil, membuat segala macam ilmu
yang ada padanya, menjadikannya derajat seorang waliyulloh kamil.

Dalam pandangan para waliyulloh, dimana badan telah tersirat asma 'Alloh dan segala tetesan darahnya telah mengalir
kalimat tauhid, dimana setiap detak jantung selalu menyerukan keagunganNya dan setiap pandangan matanya mengandung
makna tafakkur, tiada lain orang itu adalah seorang waliyulloh agung yang mana jasad dan ruhaniyahnya telah menyatu
dengan dzat Alloh. Inilah sanjungan yang dilontarkan oleh seluruh bangsa wali kala itu pada sosok, kanjeng Syeikh Siti
Jenar.Rohmat yang tersiram didalam tubuhnya, ilmu yang tersirat disetiap desiran nafasnya, pengetahuan tentang segala
makna ketauhidan yang bersemayam didalam akal dan hatinya, membuat kanjeng Syeikh Siti Jenar menjadi seorang guru
para wali.

Lewat kezuhudan yang beliau miliki serta keluasan ilmu yang dia terapkan, membuat segala pengetahuannya selalu
dijadikan contoh. Beliau benar benar seorang guru agung dalam mengembangkan sebuah dhaukiyah kewaliyan / tentang
segala pemahaman ilmu kewaliyan. Tak heran bila kala itu banyak bermunculan para waliyulloh lewat ajaran ilafi yang
dimilikinya.

Diantara beberapa nama santri beliau yang hingga akhir hayatnya telah sampai kepuncak derajat waliyulloh kamil, salah
satunya, sunan Kali Jaga, raden Fatah, kibuyut Trusmi, kigede Plumbon, kigede Arjawinangun, pangeran Arya Kemuning,
kiageng Demak Purwa Sari, ratu Ilir Pangabean, gusti agung Arya diningrat Caruban, Pangeran Paksi Antas Angin, sunan
Muria, tubagus sulthan Hasanuddin, kiAgeng Bimantoro Jati, kiSubang Arya palantungan dan kigede Tegal gubug.

Seiring perjalanannya sebagai guru para wali, syeikh Siti Jenar mulai menyudahi segala aktifitas mengajarnya tatkala,
Syarief Hidayatulloh / sunan Gunung Jati, telah tiba dikota Cirebon. Bahkan dalam hal ini bukan hanya beliau yang
menyudahi aktifitas mengajar pada saat itu, dedengkot wali Jawa, sunan Ampel dan sunan Giri juga mengakhirinya pula.

Mereka semua ta'dzim watahriman / menghormati derajat yang lebih diagungkan, atas datangnya seorang Quthbul
muthlak / raja wali sedunia pada zaman tersebut, yaitu dengan adanya Syarief Hidayatulloh, yang sudah menetap dibumi
tanah Jawa.

Sejak saat itu pula semua wali sejawa dwipa, mulai berbondong ngalaf ilmu datang kekota Cirebon, mereka jauh jauh sudah
sangat mendambakan kedatangan, Syarief Hidayatulloh, yang ditunjuk langsung oleh, rosululloh SAW, menjadi sulthan
semua mahluk (Quthbul muthlak)

Nah, sebelum di kupas tuntas tentang jati diri, syeikh Siti Jenar, tentunya kita agak merasa bingung tentang jati diri, Syarief
Hidayatulloh, yang barusan dibedarkan tadi."Mengapa Syarief Hidayatulloh kala itu sangat disanjung oleh seluruh bangsa
wali?".

Dalam tarap kewaliyan, semua para waliyulloh, tanpa terkecuali mereka semua sudah sangat memahami akan segala
tingkatan yang ada pada dirinya. Dan dalam tingkatan ini tidak satupun dari mereka yang tidak tahu, akan segala derajat
yang dimiliki oleh wali lainnya. Semua ini karena Alloh SWT, jauh jauh telah memberi hawatief pada setiap diri para
waliyulloh, tentang segala hal yang menyangkut derajat kewaliyan seseorang.

Nah, sebagai pemahaman yang lebih jelas, dimana Alloh SWT, menunjuk seseorang menjadikannya derajat waliyulloh, maka
pada waktu yang bersamaan, nabiyulloh, Hidir AS, yang diutus langsung oleh malaikat, Jibril AS, akan mengabarkannya
kepada seluruh para waliyulloh lainnya tentang pengangkatan wali yang barusan ditunjuk tadi sekaligus dengan derajat yang
diembannya.

Disini akan dituliskan tingkatan derajat kewaliyan seseorang, dimulai dari tingkat yang paling atas. "Quthbul muthlak-
Athman-Arba'ul 'Amadu-Autad-Nukoba' - Nujaba '- Abdal-dan seterusnya". Nah dari pembedaran ini wajar bila saat itu
seluruh wali Jawa berbondong datang ngalaf ilmu ketanah Cirebon, karena tak lain didaerah tersebut telah bersemayam
seorang derajat, Quthbul muthlak, yang sangat dimulyakan akan derajat dan pemahaman ilmunya.

Kembali kecerita syeikh Siti Jenar, sejak adanya, Syarief Hidayatulloh, yang telah memegang penting dalam peranan
kewaliyan, hampir seluruh wali kala itu belajar arti ma'rifat kepadanya, diantara salah satunya adalah, syeikh Siti Jenar
sendiri.

Empat tahun para wali ikut bersamanya dalam "Husnul ilmi Al kamil" / menyempurnakan segala pemahaman ilmu, dan
setelah itu, Syarief Hidayulloh, menyarankan pada seluruh para wali untuk kembali ketempat asalnya masing masing.
Mereka diwajibkan untuk membuka kembali pengajian secara umum sebagai syiar islam secara menyeluruh.

Tentunya empat tahun bukan waktu yang sedikit bagi para wali kala itu, mereka telah menemukan jati diri ilmu yang
sesungguhnya lewat keluasan yang diajarkan oleh seorang derajat, Quthbul mutlak. Sehingga dengan kematangan yang
mereka peroleh, tidak semua dari mereka membuka kembali pesanggrahannya.

Banyak diantara mereka yang setelah mendapat pelajaran dari, Syarief Hidayatulloh, segala kecintaan ilmunya lebih
diarahkan kesifat, Hubbulloh / hanya cinta dan ingat kepada Alloh semata. Hal seperti ini terjadi dibeberapa pribadi para wali
kala itu, diantaranya; syeikh Siti Jenar, sunan Kali Jaga, sulthan Hasanuddin Banten, pangeran Panjunan, pangeran Kejaksan
dan Syeikh Magelung Sakti.

Mereka lebih memilih hidup menyendiri dalam kecintaannya terhadap Dzat Alloh SWT, sehingga dengan cara yang mereka
lakukan menjadikan hatinya tertutup untuk manusia lain. Keyakinannya yang telah mencapai roh mahfud, membuat tingkah
lahiriyah mereka tidak stabil. Mereka bagai orang gila yang tidak pernah punya rasa malu terhadap orang lain yang
melihatnya.

Seperti halnya, syeikh Siti Jenar, beliau banyak menunjukkan sifat khoarik / kesaktian ilmunya yang dipertontonkan didepan
kalayak masyarakat umum.Sedangkan sunan Kali Jaga sendiri setiap harinya selalu menaiki kuda lumping, yang terbuat dari
bahan anyaman bambu. Sulthan Hasanuddin, lebih banyak mengeluarkan fatwa dan selalu menasehati pada binatang yang
dia temui.

Pangeran Panjunan dan pangeran Kejaksaan, kakak beradik ini setiap harinya selalu membawa rebana yang terus
dibunyikan sambil tak henti hentinya menyanyikan berbagai lagu cinta untuk tuannya Alloh SWT, dan syeikh Magelung Sakti,
lebih dominan hari harinya selalu dimanfaatkan untuk bermain dengan anak anak.

Lewat perjalanan mereka para hubbulloh / zadabiyah / ingatannya hanya kepada, Alloh SWT, semata. Tiga tahun kemudian
mereka telah bisa mengendalikan sifat kecintaannya dari sifat bangsa dzat Alloh, kembali kesifat asal, yaitu syariat dhohir.

Namun diantara mereka yang kedapatan sifat dzat Alloh ini hanya syeikh Siti Jenar, yang tidak mau meninggalkan
kecintaanya untuk tuannya semata (Alloh) Beliau lebih memilih melestarikan kecintaannya yang tak bisa terbendung,
sehingga dengan tidak terkontrol fisik lahiriyahnya beliau banyak dimanfaatkan kalangan umum yang sama sekali tidak
mengerti akan ilmu kewaliyan.

Sebagai seorang waliyulloh yang sedang menapaki derajat fana ', segala ucapan apapun yang dilontarkan oleh syeikh Siti
Jenar kala itu akan menjadi nyata, dan semua ini selalu dimanfaatkan oleh orang orang culas yang menginginkan ilmu
kesaktiannya tanpa harus terlebih dahulu puasa dan ritual yang memberatkan dirinya.

Dengan dasar ini, orang orang yang memanfaatkan dirinya semakin bertambah banyak dan pada akhirnya mereka membuat
sebuah perkumpulan untuk melawan para waliyulloh. Dari kisah ini pula, syeikh Siti Jenar, berkali kali dipanggil dalam sidang
kewalian untuk cepat cepat merubah sifatnya yang banyak dimanfaatkan orang orang yang tidak bertanggung jawab, namun
beliau tetap dalam pendiriannya untuk selalu memegang sifat dzat Alloh.

Bahkan dalam pandangan, syeikh Siti Jenar sendiri mengenai perihal orang orang yang memenfaatkan dirinya, beliau
mengungkapkannya dalam sidang terhormat para waliyulloh; "Bagaiman diriku bisa marah maupun menolak apa yang
diinginkan oleh orang yang memanfaatkanku, mereka semua adalah mahluk Alloh, yang mana setiap apa yang dikehendaki
oleh mereka terhadap diriku, semua adalah ketentuanNya juga "lanjutnya.

"Diriku hanya sebagai pelantara belaka dan segala yang mengabulkan tak lain dan tak bukan hanya dialah Alloh
semata. Karena sesungguhnya adanya diriku adanya dia dan tidak adanya diriku tidak adanya dia. Alloh adalah diriku dan
diriku adalah Alloh, dimana diriku memberi ketentuan disitu pula Alloh akan mengabulkannya. Jadi janganlah salah paham
akan ilmu Alloh sesungguhnya, karena pada kesempatannya nanti semua akan kembali lagi kepadaNya. "

Dari pembedaran tadi sebenarnya semua para waliyulloh, mengerti betul akan makna yang terkandung dari seorang yang
sedang jatuh cinta kepada tuhannya, dan semua waliyulloh yang ada dalam persidangan kala itu tidak menyalahkan apa
barusan yang diucapkan oleh, syeikh Siti Jenar.

Hanya saja permasalahannya kala itu, seluruh para wali sedang menapaki pemahaman ilmu bersifat syar'i sebagai bahan
dasar dari misi syiar islam untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat luas yang memang belum mempunyai keyakinan
yang sangat kuat dalam memasuki pencerahan arti islam itu sendiri. Wal hasil, semua para wali pada saat itu merasa takut
akan pemahaman dari syeikh siti jenar, yang sepantasnya pemahaman beliau ini hanya boleh didengar oleh oleh orang yang
sederajat dengannya, sebab bagaimanapun juga orang awam tidak akan bisa mengejar segala pemahaman yang dilontarkan
oleh syeikh Siti Jenar .

Sedangkan pada saat itu, syeikh Siti Jenar yang sedang kedatangan sifat zadabiyah, beliau tidak bisa mengerem ucapannya
yang bersifat ketauhidan, sehingga dengan cara yang dilakukannya ini membawa dampak kurang baik bagi masyarakt luas
kala itu. Nah, untuk menanggulangi sifat syeikh Siti Jenar ini seluruh para wali akhirnya memohon petunjuk kepada Alloh
SWT, tentang suatu penyelesaian atas dirinya, dan hampir semua para wali ini mendapat hawatif yang sama, yaitu:

"Tiada jalan yang lebih baik bagi orang yang darahnya telah menyatu dengan tuhannya, kecuali dia harus cepat cepat
dipertemukan dengan kekasihnya". Dari hasil hawatif para waliyulloh, akhirnya syeikh Siti Jenar dipertemukan dengan
kekasihnya Alloh SWT, lewat eksekusi pancung. Dan cara ini bagi syeikh Siti Jenar sendiri sangat diidamkannya. Karena
baginya, mati adalah kebahagiaan yang membawanya kesebuah kenikmatan untuk selama lamnya dalam naungan jannatun
na'im.
ILMU SEJATI MENURUT SITI Jenar Syekh
"Sajati jatining ngelmu
Lungguhe cipta Pribadi
Pustining pangestinira
Gineleng dadya sawiji,
Wijaning ngelmu dyatmika
Neng kahanan-Ening Ening "
Ilmu hakikat Yang sejati
Letaknya Pribadi cipta PADA
Maksud dan tujuannya,
Disatukan adanya,
Lahirnya Ilmu Unggul,
KESAWAN keadaan hening seheningnya
- "Serat Siti Jenar"
KESAWAN Wacana Ilmu Filsafat, Ilmu Dari definisi pengetahuan adalah Yang telah diproses sedemikian rupa menggunakan metode, sistematisasi,
memiliki obyek forma / Sudut tinjau (sudut pandang) dll. Ilmu metode berbeda-beda. Tergantung PADA bahan obyek / diteliti Yang materi. Namun,
Ilmu KESAWAN pemahaman kalangan spiritualis biasanya dipahami Kompleks Dari lebih ITU. Ilmu pengetahuan regular tidak Hanya Yang telah
diproses metode Artikel Baru, sietematisasi, dll obyek ... melainkan lebih Luas.Meliputi Ilmu Wilayah sebagai Teori dan praktik Juga sebagai Sarana
untuk manembah ke Diri Pribadi Yang merupakan pengejawantahan Diri-NYA Gusti Inkang Akaryo Jagad.
Syekh Siti Jenar menghayati Juga Ilmu Pembongkaran pemahaman Suami. Ilmu Terwujudnya / ngelmu KARENA ADA usaha dan tindakan Aspek
Nyata Dari Teori.(Ngelmu iku kalakone kanthi laku) Untuk mendapatkan ngelmu, Siti Jenar Perjuangan mensyaratkan adanya Yang vehicles,
sungguh-sungguh, teliti dan sabar. ADA syarat Khusus Bahkan pelaku ngelmu nafsunya tersebut yaitu Harus meper hawa. Ilmu Yang sejati Dicari
Oleh Siti Jenar adalah Ilmu, yaitu Ilmu Yang Harus dihayati dan memberikan kemanfaatan Hidup di Dunia dan diakhirat. Jadi Ilmu Harus memiliki
dimensi pragmatis / kemanfaatan / Kegunaan Besar yang.
Teori ITU parts namun lebih parts tersebut adalah Mampu mempraktikkan Lagi Ilmu wijen untuk kemanfaatan makhluk Tuhan. Ibarat insinyur,
Teori membangun parts ITU Gedung. Namun Yang lebih parts adalah bagaimana insinyur tersebut Mampu mengaplikasikan Teori tersebut untuk
membangun Gedung. Syekh Siti Jenar membimbing Orang Mampu untuk mengetahui Ilmu Dari Gusti Yang Maha Tunggal Artikel Baru mengetahui
kenyataan Suami adalah sebuah perwujudan kodrat-Nya. Siapa Yang Mampu Ilmu Suami memiliki? Regular tidak lain industri tahu Pribadi yang,
dan kodrat mempraktekkan paham, ilmunya dan Iradat.
Yang sebenarnya Ilmu / Ilmu sejati menurut Siti Jenar berada di cipta KESAWAN Pribadi.Ide dan kreasi Yang Lahir Dari KESAWAN Diri
Sendiri. Yang adanya di KESAWAN Diri Yang KESAWAN pagar. Biasanya, Kita mengetahui ITU Luar Dari Sesuatu berasal, Canada indera /
pengalaman indera dan Canada pengajaran-pengajaran lain Dari Orang / guru / dosen. Namun, kata Siti Jenar, Ilmu sejati Yang memberi pengajaran
adalah Diri SEJATI.Diri Sejati ITU berada di lapisan KESAWAN Diri Yang KESAWAN pagar. Maka, pengetahuan sejati Tentang Ilmu, menurut
Siti Jenar, Hanya Bisa ditemukan Canada ketajaman batin Dari Yang sumbernya hening dan sepinya Diri. Sebab Ilmu sejati Memang adanya di
kedalaman kesadaran Manusia Yang KESAWAN pagar.
Untuk mendapatkan Ilmu sejati, Manusia Harus sepi ing pamrih rame ing gawe. Bebas Dari nafsu ego dan Apapun Juga Pribadi. Batin Benar-Benar
irama keheningan menyatu KESAWAN bersamadi. Hati dan Pikiran FOKUS PADA tertuju: Hu Allah! Itu Saja, sehingga konflik batin regular tidak
ADA KARENA hakikatnya semuanya SATU. Susah-Senang, Baik-Buruk, Benar-salah, semuanya sumbernya regular tidak Hitam-putih dan saling
mengalahkan Satu. Semuanya Bisa diresapi KESAWAN diamnya Pribadi Kita Selalu untuk menyatu Artikel Baru Pribadi-Nya. Sedulur papat limo
pancer: Empat Saudara yaitu ketuban, ari-ari, Pusat dan tali Darah Yang menyertai kelahiran Bayi ke alam Dunia.Keempat Saudara ITU Secara
simbolik akan mati dan pajaknya & e, Tinggal Pancernya-Ruh-Pribadi Yang Hidup. Pancer Yang Berupa ruh itulah Diri Pribadi Manusia.
Manusia sejati, menurut Siti Jenar, Harus mengetahui GURU SEJATI-nya. Guru Sejati intuisi semacam ITU / indera keenam Hasil olahan Dari
RASA KESAWAN Sangat yang.Guru sejati adalah Ruh Yang memperkuat Sukma Sejati / bernyanyi Suami KESAWAN Hidup Pribadi. Saccharin
Sukma Sejati adalah Tempat atau Wadah BAGI SANG dunungnya Pribadi. Ilmu-Ilmu Tentang Yang Dibuat demikian itulah Siti Jenar dikatakan
sebagai ILMU SEJATI. ***
Syekh Siti Jenar - Pandangan Murid-Murid tentang ajaran beliau
Pengeran Panggong

".... Saya mencari ilmu sejati yang berhubungan langsung dengan asal dan tujuan hidup, dan itu saya
pelajari melalui tanajjul tarki. Menurut saya, untuk mengharapkan hidayah hanyalah bias didapat dengan
kesejatian ilmu. Demi kesentausaan hati menggapai gejolak jiwa, saya tidak ingin terjebak dalam syariat. "

"Jika saya terjebak dalam syariat, maka seperti burung sudah bergerak, akan tetapi mendapatkan pikiran
yang salah. Karena perbuatan salah dalam syariat adalah pada kesalahpahaman dalam memahami
larangan.Bagi saya kesejatian ilmu itulah yang seharusnya dicari dan disesuaikan dengan ilmu
kehidupan. Kebanyakan manusia itu, jika sudah sampai pada janji maka hatinya menjadi khawatir,
wataknya selalu was-was ... senantiasa takut gagal .... Alam dibawah kolong langit, diatas hamparan bumi
dan semua isi didalamnya hanyalah ciptaan Yang Esa, tidak ada keraguan. Lahir batin harus bulat,
mantap berpegang pada tekad. "(Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 1-2).

"Yang membuat kita paham akan diri kita, Pertama tahu akan datang ajal, karena itu tahu jalan
kemuliaannya, Kedua, tahu darimana asalnya ada kita ini sesungguhnya, berasal dari tidak
ada. Kehendak-Nya pasti jadi, dan kejadian itu sendiri menjadi misal. Wujud mustahil pertandanya
sebagai cermin yang bersih merata keseluruh alam. Yang pasti dzatnya kosong, sekali dan tidak ada
lagi. Dan janganlah menyombongkan diri, bersikaplah menerima jika belum berhasil. Semua itu kehendak
Sang Maha Pencipta.Sebagai makhluk ciptaan, manusia didunia ini hanya satu repotnya. Yaitu tidak
berwenang berkehendak, dan hanya pasrah kepada kehendak Allah. "

"Segala yang tercipta terdiri dari jasad dan sukma, serta badan dan nyawa.Itulah sarana utama, yakni
cahaya, roh, dan jasad. Yang tidak tahu dua hal itu akan sangat menyesal. Hanya satu ilmunya,
melampaui Sang Utusan.Namun bagi yang ilmunya masih dangkal akan mustahil mencapai kebenaran,
dan manunggal dengan Allah. Dalam hidup ini, ia tidak bisa mengaku diri sebagai Allah, Sukma Yang
Maha Hidup. Kufur jika menyebut diri sebagai Allah. Kufur juga jika menyamakan hidupnya dengan
Hidup Sang Sukma, karena sukmaitu adalah Allah. "[Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 2].

"Waktu shalat merupakan pilihan waktu yang sesungguhnya berangkat dari ilmu yang hebat. Mengertikah
Anda, mengapa shalat dzuhur empat raka'at? Itu disebabkan kita manusia diciptakan dengan dua kaki
dan dua tangan. Sedang shalat 'Ashar empat raka'at juga, adalah kejadian bersatunya dada dengan Telaga
al-Kautsar dengan punggung kanan dan kiri. Shalat Maghrib itu tiga raka'at, karena kita memiliki dua
lubang hidung dan satu lubang mulut. Adapun shalat 'Isya' enjadi empat raka'at karena adanya dua
telinga dan dua buah mata. Adapun shalat Subuh, mengapa dua raka'at adalah perlambang dari kejadian
badan dan roh kehidupan. Sedangkan shalat tarawih adalah sunnah muakkad yang tidak boleh
ditinggalkan dua raka'atnya oleh yang melakukan, men-jadi perlambang tumbuhnya alis kanan dan kiri. "

"Adapun waktu yang lima, bahwa masing-masing berbeda-beda yang memilikinya. Shalat Subuh, yang
memiliki adalah Nabi Adam. Ketika diturunkan dari surga mulia, berpisah dengan istrinya Hawa menjadi
sedih karena tidak ada kawan. Lalu ada wahyu dari melalui malaikat Jibril yang mengemban perintah
Tuhan kepada Nabi Adam, "Terimalah cobaan Tuhan, shalat Subuhlah dua raka'at". Maka Nabi Adampun
siap melaksanakannya. Ketika Nabi Adam melaksanakan shalat Subuh pada pagi harinya, ketika
salam. Telah mendapati istrinya berada dibelakangnya, sambil menjawab salam. Shalat Dzuhur
dimaksudkan ketika Kanjeng Nabi Ibrahim pada zaman kuno mendapatkan cobaan besar, dimasukkan ke
dalam api hendak dihukum bakar. Ketika itu Nabi Ibrahim mendapat wahyu ilahi, disuruh untuk
melaksanakan shalat Dzuhur empat raka'at.Nabi Ibrahim melaksanakan shalat, api padam
seketika. Adapun shalat Ashar, dimaksudkan ketika Nabi Yunus sedang naik perahu dimakan ikan
besar. Nabi Yunus merasakan kesusahan ketika berada di dalam perut ikan.Waktu itu terdapat wahyu
Ilahi, Nabi Yunus diperintahkan melaksanakan shalat Ashar empat raka'at. Nabi Yunus segera
melaksanakan, dan ikan itu tidak mematikannya. Malah ikan itu mati, kemudian Nabi Yunus keluar dari
perut ikan. Sedangkan shalat Maghrib pada zaman kuno yang memulainya adalah Nabi Nuh. Ketika
musibah banjir bandang sejagat, Nabi Nuh bertaubat merasa bersalah. Dia diterima taubatnya disuruh
mengerjakan shalat. Kemudian Nabi Nuh melaksanakan shalat Maghrib tiga raka'at, maka banjirpun
surut seketika. Shalat 'Isya sesungguhnya Nabi Isa yang memulainya. Ketika kalah perang melawan Raja
Harkiyah (Juga disebut Raja Herodes, atasan Gubernur Pontius Pilatus) semua kaumnya bingung tidak
tahu utara, selatan, barat, timur dan tengah. Nabi Isa merasa susah, dan tidak lama kemudian datang
malaikat Jibril membawa wahyu dengan uluk salam. Nabi Isa diperintahkan melaksanakan shalat
'Isya.Nabi Isa menyanggupinya, dan semua kaumnya mengikutinya, dan malaikat Jibril berkata, "Aku
yang membalaskan kepada Pendeta Balhum." [Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 2].

"Menurut pemahaman saya, sesuai petunjuk Syekh Siti Jenar dahulu, anasir itu ada empat yang berupa
anasir batin dan ansir lahir. Pertama, anasir Gusti. Perlu dipahami dengan baik dzat, sifat, asma dan af'al
(perbuatan) kedudukannya dalam rasa. Dzat maksudnya adalah bahwa diri manusia dan apapun yang
kemerlap di dunia ini tidak ada yang memiliki kecuali Tuhan Yang Maha Tinggi, yang besar atau yang
kecil adalah milik Allah semua. Ia tidak memiliki hidupnya sendiri. Hanya Allah yang Hidup, yang
Tunggal. Adapun sifat sesungguhnya segala wujud yang kelihatan yang besar atau kecil, seisi bumi dan
langit tidak ada yang memiliki hanya Allah Tuhan Yang Maha Agung. Adapun asma sesungguhnya, nama
semua ciptaan seluruh isi bumi adalah milik Tuhan Allah Yang Maha Lebih Yang Maha Memiliki
Nama. Sedangkan artinya af'al adalah seluruh gerak dan perbuatan yang kelihatan dari seluruh makhluk
isi bumi ini adalah tidak lain dari perbuatan Allah Yang Maha Tinggi, demikian maksud anasir Gusti. "

"Anasir roh, ada empat perinciannya yang berwujud ilmu yang dinamai cahaya persaksian (nur
syuhud). Maksudnya adalah sebagai berikut: pertama, yang disebut wujud sesungguhnya adalah hidup
sejati atau amnusia sejati seperti pertempuran yang masih perawan itulah yang dimaksud badarullah yang
sebenarnya. Kedua, yang disebut ilmu adalah pengetahuan batin yang menjadi nur atau cahaya kehidupan
atau roh idhafi, cahaya terang menyilaukan seperti bintang kejora. Ketiga, yang dimaksud syuhud adalah
kehendak batin kejora. Ketiga, yang dimaksud syuhud adalah kehendak batin tatkala memusatkan
perhatian terutama ketika mengucapkan takbir. Demikianlah penjelasan tentang anasir roh, percayalah
kepada kecenderungan hati. "

"Anasir manusia maksudnya hendaklah dipahami bahwa manusia itu terdiri dari bumi, api, angin dan
air. Bumi itu menjadi jasad, api menjadi cahaya yang bersinar, angin menjadi napas keluar masuk, air,
menjadi darah. Keempatnya bergerak tarik menarik secara ghaib. Demikianlah penjelasan saya tentang
anasir. [Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 3].

Syekh Amongraga

"Syekh Amongraga adalah salah seorang pewaris ajaran Syekh Siti Jenar pada masa Sultan Agung
Hanyokusumo (1645). Mengenai rincian kehidupan dan ajaran Syekh Amongraga dapat dibaca di serat
Centini ".

Syekh Amongraga mewasiatkan berbagai inti ajaran yang meliputi (Primbon Sabda Sasmaya; hlm. 24):
1. Rahayu ing Budhi (selamat akhlak dan moral).
2. Mencegah dan berlebihnya makanan.
3. Sedikit tidur.
4. Sabar dan tawakal dalam hati.
5. Menerima segala kehendak dan takdir Tuhan.
6. Selalu mensyukuri takdir Tuhan.
7. Mengasihi fakir dan miskin.
8. Menolong orang yang kesusahan.
9. Memberi makan kepada orang yang lapar.
10. Memberi pakaian kepada orang yang telanjang.
11. Memberikan payung kepada orang yang kehujanan.
12. Memberikan tudung kepada orang yang kepanasan.
13. Memberikan minum kepada orang yang haus.
14. Memberikan tongkat penunjuk kepada orang yang buta.
15. Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat.
16. Menyadarkan orang yang lupa.
17. Membenarkan ilmu dan laku orang yang salah.
18. Mengasihi dan memuliakan tamu.
19. Memberikan maaf kepada kesalahan dan dosa sanak-kandung, saudara, dan semua manusia.
20. Jangan merasa benar, jangan merasa pintar dalam segala hal, jangan merasa memiliki, merasalah
bahwa semua itu hanya titipan dari Tuhan yang membuat bumi dan langit, jadi manusia itu hanyalah
sudarma (memanfaatkan dengan baik dengan tujuan dan cara yang baik pula) saja.Pakailah budi, syukur,
sabar, menerima, dan rela. Ajaran Syekh Amongraga itu sebenarnya meliputi semua tindakan manusia di
dalam menyelami kehidupan di bumi ini, yang disebut Syekh Siti Jenar sebagai alam kematian. Dalam
memahami 20 ajaran tersebut, hendaknya jangan terjebak dalam segi kontekstualnya saja, namun
hendaknya diselami dengan segenap nalar dan rasa batin.

Syari'at Palsu Para Wali Menurut Ki Cantula

"Menurut ajaran guruku Syekh Siti Jenar, di dunia ini alam kematian. Oleh karena itu, dunia yang sunyi
ini tidak ada Hyang Agung serta malaikat.Akan tetapi bila saya besok sudah ada di alam kehidupan saya
akan berjumpa dan kadang kala saya menjadi Allah. Nah, di situ saya akan bersembahyang. "

"Jika sekarang saya disuruh sholat di mesjid saya tidak mau, meskipun saya bukan orang kafir. Boleh jadi
saya orang terlantar akan Pangeran Tuhan.Kalau santri gundul, tidak tahunya yang ada di sini atau di
sana. Ia berpengangan kandhilullah, mabuk akan Allah, buta lagi tuli. "

"Lain halnya dengan saya, murid Syekh Siti Jenar. Saya tidak menghiraukan ujar para Wali, yang
mengkukuhkan Syari'at palsu, yang merugikan diri sendiri. Nah, Syekh Dumba, pikirkanlah semua yang
saya katakan ini. Dalam dadamu ada Al-Qur'an. Sesuai atau tidak yang saya tuturkan itu, kanda pasti
tahu. "[Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh V Pangkur, 8-18]

Ki Bisono

Ki Bisana menyanggupi kemudian menjawab pertanyaan dari Sultan Demak:


"Pertanyaan pertama: Pertanyaan, bahwa Allah menciptakan alam semesta itu adalah kebohongan
belaka. Sebab alam semesta itu barang baru, sedang Allah tidak membuat barang yang berwujud menurut
dalil: layatikbiyu hilamuhdil, artinya tiada berkehendak menciptakan barang yang berwujud.Adapun
terjadinya alam semesta ini ibaratnya: drikumahiyati: artinya menemukan keadaan. Alam semesta ini: la
awali. Artinya tiada berawal.Panjang sekali kiranya kalau hamba menguraikan bahwa alam semesta ini
merupakan barang baru, berdasarkan yang ditulis dalam Kuran. "

"Pertanyaan yang kedua: Paduka bertanya di mana rumah Hyang Widi.Hal itu bukan merupakan hal yang
sulit, sebab Allah sejiwa dengan semua zat. Zat wajibul wujud itulah tempat tinggalnya, seumpamanya Zat
tanahlah rumahnya. Hal ini panjang sekali kalau hamba terangkan. Oleh karena itu hamba cukupkan
sekian saja uraian hamba. "

"Selanjutnya pertanyaan ketiga: berkurangnya nyawa siang malam, sampai habis ke manakah perginya
nyawa itu. Nah, itu sangat mudah untuk menjawabnya. Sebab nyawa tidak dapat berkurang, maka nyawa
itu bagaikan jasad, berupa gundukan, dapat aus, rusak dimakan anai-anai. Hal inipun akan panjang sekali
untuk hamba uraikan. Meskipun hamba orang sudra asal desa, akan tetapi tata bahasa kawi hamba
mengetahui juga, baik bahasa biasa maupun yang dapat dinyanyikan. Lagu tembang sansekerta pun
hamba dapat menyanyikan juga dengan menguraikan arti kalimatnya, sekaligus hamba bukan seorang
empu atau pujangga, melainkan seorang yang hanya tahu sedikit tentang ilmu. "

"Itu semua disebabkan karena hamba berguru kepada Syekh Siti Jenar, di Krendhasawa, tekun
mempelajari kesusasteraan dan menuruti perintah guru yang bijaksana. Semua murid Syekh Siti Jenar
menjadi orang yang cakap, berkat kemampuan mereka untuk menerima ajaran guru mereka sepenuh hati.
"

"Adapun pertanyaan yang keempat: paduka bertanya bagaimanakah rupa Yang Maha Suci itu. Kitab
Ulumuddin sudah memberitahukan: walahu lahir insan, wabatinul insani baitu-baytullahu (Arab asli: wa
Allahu dzahir al-insan, wabathin, al-insanu baytullahu), artinya lahiriah manusia itulah rupa Hyang
Widi. Batiniah manusia itulah rumah Hyang Widi. Banyak sekali yang tertulis dalam Kitab Ulumuddin,
sehingga apabila hamba sampaikan kepada paduka, Kanjeng Pangeran Tembayat tentu bingung, karena
paduka tidak dapat menerima, bahkan mungkin paduka mengira bahwa hamba seorang
majenun. Demikianlah wejangan Syekh Siti Jenar yang telah hamba terima. "

"Guru hamba menguraikan asal-usul manusia dengan jelas, mudah diterima oleh para siswa, sehingga
mereka tidak menjadi bingung. Diwejang pula tentang ilmu yang utama, yang menjelaskan tentang dan
kegunaan budi dalam alam kematian di dunia ini sampai alam kehidupan di Akhirat.Uraiannya jelas
dapat dilihat dengan mata dan dibuktikan dengan nyata. "

"Dalam memberikan pelajaran, guru hamba Syekh Siti Jenar, tiada memakai tirai selubung, tiada pula
memakai lambang-lambang. Semua penjelasan diberikan secara terbuka, apa adanya dan tanpa
mengharapkan apa-apa sedikitpun. Dengan demikian musnah segala tipu muslihat, kepalsuan dan segala
perbuatan yang dipergunakan untuk melakukan kejahatan. Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan
para guru lainnya.Mereka mengajarkan ilmunya secara diam-diam dan berbisik-bisik, seolah-olah
menjual sesuatu yang gaib, disertai dengan harapan untuk memperoleh sesuatu yang menguntungkan
untuk dirinya. "

"Hamba sudah berulang kali berguru serta diwejang oleh para wali mu'min, diberitahu akan adanya
Muhammad sebagai Rosulullah serta Allah sebagai Pangeran hamba. Ajaran yang dituntunkan menuntun
serta membuat hamba menjadi bingung dan menurut pendapat hamba ajaran mereka sukar dipahami,
merawak-rambang tiada patokan yang dapat dijadikan dasar atau pegangan. Ilmu Arab menjadi ilmu
Budha, tetapi karena tidak sesuai kemudian mereka mengambil dasar dan pegangan Kanjeng
Nabi.Mereka mematikan raga, merantau kemana-mana sambil menyiarkan agama. Padahal ilmu Arab itu
tiada kenal bertapa, kecuali berpuasa pada bulan Romadan, yang dilakukan dengan mencegah makan,
tiada berharap apapun. "

"Jadi jelas kalau para wali itu masih manganut agama Budha, buktinya mereka masih sering ketempat-
tempat sunyi, gua-gua, hutan-hutan, gunung-gunung atau tepi samudera dengan mengheningkan cipta,
sebagai laku demi terciptanya keinginan mereka agar dapat bertemu dengan Hyang Sukma. Itulah
buktinya bahwa mereka masih dikuasai setan ijajil. Menurut cerita Arab Ambiya, tiada orang yang dapat
mencegah sandang pangan serta tiada untuk kuasa berjaga mencegah tidur kecuali orang Budha yang
mensucikan dirinya dengan jalan demikian. Nah, silahkan memikirkan apa yang hamba katakan, sebagai
jawaban atas empat pertanyaan paduka. "[Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh V Pangkur, 22-
45].

Ki Lonthang Semarang

"Kalau menurut wejangan guru saya, orang sembahyang itu siang malam tiada putusnya ia lakukan.  Hai
Bonang ketahuilah keluarnya napasku menjadi puji. Maksudnya napasku menjadi shalat. Karena tutur
penglihatan dan pendengaran disuruh melepaskan dari angan-angan, jadi kalau kamu shalat masih
mengiaskan kelanggengan dalam alam kematian ini, maka sesungguhnyalah kamu ini orang kafir. "
"Jika kamu bijaksana mengatur tindakanmu, tanpa guna orang menyembah Rabbu'l 'alamien, Tuhan
sekalian alam, sebab di dunia ini tidak ada Hyang Agung. Karena orang melekat pada bangkai, meskipun
dicat dilapisi emas, akhirnya membusuk juga, hancur lebur bercampur dengan tanah. Bagaimana saya
dapat bersolek? "

"Menurut wejangan Syekh Siti Jenar, orang sembahyang tidak memperoleh apa-apa, baik di sana,
maupun di sini. Nyatanya kalau ia sakit, ia menjadi bingung. Jika tidur seperti budak, disembarang
tempat. Jika ia miskin, mohon agar menjadi kaya tidak dikabulkan. Apalagi bila ia sakaratul maut,
matanya membelalak tiada kerohan. Karena ia segan meninggalkan dunia ini. Demikianlah wejangan
guru saya yang bijaksana. "

"Umumnya santri dungu, hanya berdzikir dalam keadaan kosong dari kenyataan yang sesungguhnya,
membayangkan adanya rupa Zat u'llahu, kemudian ada rupa dan inilah yang ia anggap Hyang Widi."

"Apakah ini bukan barang sesat? Buktinya kalau ia memohon untuk menjadi orang kaya tidak
diluluskan. Sekalipun demikian saya disuruh meluhurkan Dzat'llahu yang rupanya ia lihat waktu ia
berdzikir, mengikuti syara 'sebagai syari'at, jika Jum'at ke mesjid berlenggang mengangguk-angguk,
memuji Pangeran yang sunyi senyap, bukan yang di sana, bukan yang di sini ".

"Saya disuruh makbudullah, meluhurkan Tuhan itu, serta akan ditipu diangkat menjadi Wali, berkeliling
menjual tutur, sambil mencari nasi gurih dengan lauknya ayam betina berbulu putih yang dimasak bumbu
rujak pada selamatan meluhurkan Rasulullah. Ia makan sangat lahap, meskipun lagaknya seperti orang
yang tidak suka makan. Hal itulah gambaran raja penipu! "

"Bonang, jangan berbuat yang demikian. Ketahuilah dunia ini alam kematian, sedang akhirat alam
kehidupan yang langgeng tiada mengenal waktu. Barang siapa senang pada alam kematian ini, ia terjerat
goda, terlekat pada surga dan neraka, menemui panas, sedih, haus, dan lapar ".[Serat Syaikh Siti Jenar, Ki
Sastrawijaya, Pupuh XI Pangkur, 9-20].

"Tiada usah merasa enggan menerima petuahku yang tiga buah jumlahnya. Pertama janganlah hendaknya
kamu menjalankan penipuan yang keterlaluan, agar supaya kamu tidak ditertawakan orang di kelak
kemudian hari. Yang kedua, jangan kamu merusak barang-barang peninggalan purba, misalnya: lontar
naskah sastra yang indah-indah, tulisan dan gambar-gambar pada batu candhi. Demikian pula kayu dan
batu yang merupakan peninggalan kebudayaan zaman dulu, jangan kamu hancur-leburkan. Ketahuilah
bagi suku Jawa sifat-sifat Hindu-Budha tidak dapat dihapus. Yang ketiga, jika kamu setuju, mesjid ini
sebaiknya kamu buang saja musnahkan dengan api. Saya berbelas kasihan kepada keturunanmu, sebab
tidak urung mereka menuruti kamu, mabuk do'a, tersesat mabuk-tobat, berangan-angan lam yakunil. "

"... Orang menyembah nama yang tiada wujudnya, harus dicegah. Maka dari itu jangan kamu terus-
teruskan, sebab itu palsu. "[Serat Syaikh Siti Jenar, Ki Sastrawijaya, Pupuh XI Pangkur, 25-36].

Sunan Panggung - Khutbah

"Banyak orang yang gemar dengan ksejatian, tapi karena belum pernah berguru maka semua itu dipahami
dalam konteks dualitas. Yang satu dianggap wjud lain. Sesungguhnya orang yng melihat sepeti ini akan
kecewa. Apalagi yang ditemui akan menjadi hilang. Walaupun dia berkeliling mencari, ia tidak akan
menemukan yang dicari. Padahal yang dicari, sesungguhnya telah ditimang dan dipegang, bahkan sampai
keberatan membawanya. Dan karena belum tahu kesejatiannya, ciptanya tanpa guru menyepelekan
tulisan dan kesejatian Tuhan. "

"Walaupun dituturkan sampai capai, ditunjukkan jalannya, sesungguhnya dia tidak memahaminya karena
ia hanya sibuk menghitung dosa besar dan kecil yg diketahuinya. Tentang hal kufur kafir yang ditolaknya
itu, bukti bahwa ia adalah orang yang masih mentah pengetahuannya. Walaupun tidak pernah lupa
sembahyang, puasanya dapat dibangga-banggakan tanpa sela, tapi ia terjebak menaati yang sudah
ditentukan Tuhan.

Sembah puji dan puasa yang ditekuni, membuat orang justru lupa akan sangkan paran (asal dan
tujuan). Karena itu, ia lebih konsentrasi melihat dosa besar-kecil yang dikhawatirkan, dan ajaran kufur
kafir yang dijauhi justru membuat bingung sikapnya. Tidak ada dulu dinulu. Tidak merasa, tidak
menyentuh. Tidak saling mendekati, sehingga buta orang itu. Takdir dianggap tidak akan terjadi, salah-
salah menganggap ada dualisme antara Maha Pencipta dan Maha Memelihara.

Jika aku punya pemikiran yang demikian, lebih baik aku mati saja ketika masih bayi. Tidak terhitung
tidak berfikir, banyak orang yang merasa menggeluti tata lafal, mengkaji sembahyang dan berletih-letih
berpuasa.Semua itu dianggap akan mampu mengantarkan. Padahal salah-salah menjadikan celaka dan
bahkan banyak yang menjadi berhala. "

"Pemikiran saya sejak kecil, Islam tidak dengan sembahyang, Islam tidak dengan pakaian, Islam tidak
dengan waktu, Islam tidak dengan baju dan Islam tidak dengan bertapa. Dalam pemikiran saya, yang
dimaksud Islam tidak karena menolak atau menerima yang halal atau haram.
Adapun yang dimaksud orang Islam itu, mulia wisesa jati, kemuliaan selamat sempurna sampai tempat
tinggalnya besok. Seperti bulu selembar atau tepung segelintir, hangus tak tersisa. Kehidupan di dunia
seperti itu keberadaannya. "

"Manusia, sebelum tahu makna Alif, akan menjadi berantakan .... Alif menjadi panutan sebab uintuk
semua huruf, alif adalah yang pertama. Alif itu badan idlafi sebagai anugerah. Dua-duanya bukan
Allah. Alif merupakan takdir, sedangkan yang tidak bersatu namanya alif-lapat.Sebelum itu jagat ciptaan-
Nya sudah ada. Lalu alif menjadi gantinya, yang memiliki wujud tunggal. Ya, tunggal rasa, tunggal
wujud. Ketunggalan ini harus dijaga betul sebab tidak ada yang mengaku tingkahnya. ALif wujud adalah
Yang Agung. Ia menjadi wujud mutlak yang merupakan kesejatian rasa. Jenisnya ada lima, yaitu alif mata,
wajah, niat jati, iman, syari'at. "

"Allah itu penjabarannya adalah dzat Yang Maha Mulia dan Maha Suci.Allah itu sebenarnya tidak ada
lain, karena kamu itu Allah. Dan Allah semua yang ada ini, lahir batin kamu ini semua tulisan merupakan
ganti dari alif, Allah itulah adanya. "

"Alif penjabarannya adalah permulaan pada penglihatan, melihat yang benar-benar melihat. Adapun
melihat Dzat itu, merupakan cermin ketunggalan sejati menurun kepada kesejatianmu. Cahaya yang
keluar, kepada otak keberadaan kita di dunia ini merupakan cahaya yang terang benderang, itu memiliki
seratus dua puluh tujuh kejadian. Menjadi penglihatan dan pendengaran, napas yang tunggal, napas
kehidupan yang dinamakan Panji. Panji bayangan dzat yang mewujud pada kebanyakkan imam. Semua
menyebut dzikir sejati, laa ilaaha illallah. "[Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 4].

Sunan Geseng - Kematian

"Banyak orang yang salah menemui ajalnya. Mereka tersesat tidak menentu arahnya, pancaindera masih
tetap siap, segala kesenangan sudah ditahan, napas sudah tergulung dan angan-angan sudah diikhlaskan,
tetapi ketika lepas tirta nirmayanya belum mau. Maka ia menemukan yang serba indah. "

"Dan ia dianggap manusia yang luar biasa. Padahal sesungguhnya ia adalah orang yang tenggelam dalam
angan-angan yang menyesatkan dan tidak nyata. Budi dan daya hidupnya tidak mau mati, ia masih
senang di dunia ini dengan segala sesuatu yang hidup, masih senang ia akan rasa dan pikirannya.  Baginya
hidup di dunia ini nikmat, itulah pendapat manusia yang masih terpikat akan keduniawian, pendapat
gelandangan yang pergi ke mana-mana tidak menentu dan tidak tahu bahwa besok ia akan hidup yang
tiada kenal mati. Sesungguhnyalah dunia ini neraka. "

"Maka pendapat Kyai Siti Jenar betul, saya setuju dan tuan benar-benar seorang mukmin yang
berpendapat tepat dan seyogyanya tuan jadi cermin, suri tauladan bagi orang-orang
lain. Tarkumasiwalahu (Arab asli: tarku ma siwa Allahu), di dunia ini hamba campur dengan kholiqbta,
hambanya di surga, khaliknya di neraka agung. "[Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh VIII
Dandanggula, 29-31]

Shalat (tarek dan Daim)

Syekh Siti Jenar mengajarkan dua macam bentuk shalat, yang disebut shalat tarek dan shalat daim. Shalat
tarek adalah shalat thariqah, diatas sedikit dari syari'at. Shalat tarek diperuntukkan bagi orang yang
belum mampu untuk sampai pada tingkatan Manunggaling Kawula Gusti, sedang shalat daim merupakan
shalat yang tiada putus sebagai efek dari kemanunggalannya. Sehingga shalat daim merupakan hasil dari
pengalaman batin atau pengalaman spiritual. Ketika seseorang belum sanggup melakukan hal itu, karena
masih adanya hijab batin, maka yang harus dilakukan adalah shalat tarek. Shalat tarek masih terbatas
dengan adanya lima waktu shalat, sedang shalat daim adalah shalat yang tiada putus sepanjang hayat,
teraplikasi dalam keseluruhan tindakan keseharian (penambahan, mungkin efeknya adalah berbentuk
suci hati, suci ucap, suci pikiran); pemaduan hati, nalar, dan tindakan ragawi.

Kata "tarek" berasal dari kata Arab "tarki" atau "tarakki" yang memiliki arti pemisahan. Namun maksud
lebih mendalam adalah terpisahnya jiwa dari dunia, yang disusul dengan tanazzul (manjing)-nya al-
Illahiyah dalam jiwa. Shalat tarek yang dimaksud di sini adalah shalat yang dilakukan untuk dapat
melepaskan diri dari alam kematian dunia, menuju kemanunggalan. Sehingga menurut Syekh Siti Jenar,
shalat yang hanya sekedar melaksanakan perintah syari'at adalah tindakan kebohongan, dan merupakan
kedurjanaan budi.

Pengambilan shalat tarek ini berasal dari Kitab Wedha Mantra bab 221; Shalat Tarek Limang
Wektu. (Sang Indrajit: 1979, hlm. 63-66).

Keterangan bagi yang mengamalkan ilmu shalat tarek lima waktu ini.

(Semua hal yang berkaitan dengan shalat tarek ini diterjemahkan dengan apa adanya dari Kitab Wedha
Mantra. Makna terjemahan yang bertanda kutip hanyalah arti untuk memudahkan pemahaman. Adapun
maksud dan substansi yang ada dalam kalimat-kalimat asli dalam bahasa Jawa-Kawi, lebih mendalam
dan luas dari pemahaman dan terjemahan diatas. (penulisnya wanti-wanti banget). Pelaksanaan shalat
tarek bisa saja diamalkan bersamaan dengan shalat syari'at sebagaimana biasa, bisa juga dilaksanakan
secara terpisah. Hanya saja terdapat perbedaan dalam hal wudlunya. Jika dalam shalat syari'at, anggota
wudhu yang harus dibasuh adalah wajah, tangan, sebagian kepala, dan kaki, sementara dalam shalat tarek
adalah di samping tempat-tempat tersebut, harus juga membasuh seluruh rambut, tempat-tempat
pelipatan anggota tubuh, pusar, dada, jari manis, telinga, jidat, ubun-ubun, serta pusar tumbuhnya
rambut (Jawa; unyeng-unyengan). Walhasil wudlu untuk shalat tarek sama halnya dengan mandi besar
(junub / jinabat).

Bahwa kematian orang yang menerapkan ilmu ini masih terhenti pada keduniaan, akan tetapi sudah
mendapatkan balasan surga sendiri. Maka paling tidak ujaran-ujaran shalat tarek ini hendaknya
dihafalkan, jangan sampai tidak, agar memperoleh kesempurnaan kematian.

Bagi yang akan membuktikan, siapa saja yang sudah melaksanakan ilmu ini, dapat saja dibuktikan.  Ketika
kematian jasadnya didudukkan di daratan (di atas tanah), di kain kafan serta diberi kain lurub (penutup)
serta selalu ditunggu, kalau sudah mendapatkan dan sampai tujuh hari, bisa dibuka, niscaya tidak akan
membusuk, (bahkan kalau iradah dan qudrahnya sudah menyatu dengan Gusti), jasad dalam kafan
tersebut sudah sirna. Kalau dikubur dengan posisi didudukkan, maka setelah mendapat tujuh hari bisa
digali kuburnya, niscaya jasadnya sudah sirna, dan yang dikatakan bahwa sudah menjadi manusia
sempurna. Maka karena itu, orang yang menerapkan ilmu ini, sudah menjadi manusia sejati.

Sedangkan tentang ilmu ini, bukanlah manusia yang mengajarkan, cara mendapatkannya adalah hasil
dari laku-prihatin, berada di dalam khalwat (meditasi, mengheningkan cipta, menyatu karsa dengan
Tuhan sebagaimana diajarkan Syekh Siti Jenar).

Tentang anjuran untuk pembuktian di atas, sebenarnya tidak diperlukan, sebab yang terpenting adalah
penerapan pada diri kita masing-masing.Justru pembuktian paling efektif adalah jika kita sudah
mengaplikasikan ilmu tersebut. Apalagi pembuktian seperti itu jika dilaksanakan akan memancing
kehebohan, sebagaimana terjadi dalam kasus kematian Syekh Siti Jenar serta para muridnya.
Syekh SITI Jenar 3 Mei 2006
Dikirim oleh Netlog di Syekh Siti Jenar . 
trackback

Saat Pemerintahan Kerajaan Islam Sultan Bintoro Demak I (1499)

Kehadiran Syekh Siti Jenar ternyata menimbulkan kontraversi, ADA Benar atau apakah tokoh imajiner Hanya Yang

direkayasa untuk suatu kepentingan Politik.Tentang ajarannya Sendiri, Sangat Very Dibuat untuk membuktikan ceritanya

APA pun, KARENA Belum Pernah diketemukan ajaran tertulis bahwa ITU Tulisan Yang Syekh Siti Jenar, kecuali menurut para

Penulis Yang identik sebagai penyalin Yang berakibat adanya berbagai versi. TAPI suka atau regular tidak suka, kenyataan

ADA Yang menyimpulkan bahwa Syekh Siti Jenar Artikel Baru falsafah atau faham dan ajarannya Sangat terkenal di

berbagai kalangan Islam khususnya Orang DKI, walau Artikel Baru pandangan berbeda-beda.

Pandangan Syekh Siti Jenar Yang menganggap alam kehidupan Manusia di Dunia sebagai Kematian, sedangkan

Penghasilan kena pajak menemui ajal disebut sebagai kehidupan sejati, Yang mana sekaligus besarbesaran dan Manusia

adalah Tuhan, Sangat menyimpang Dari pendapat Wali Songo, dalil dan hadits, sekaligus Yang berpedoman PADA Hukum

Islam Yang bersendikan ditempatkan sebagai Pedoman dan memerintah kerajaan Demak KESAWAN para Dibuat Wali Yang

didukung. Siti Jenar dianggap telah melanggar merusakketenteraman dan konsisten menyediakan kerajaan, Yang

menuntun dan membimbing Orang Secara salah, menimbulkan huru-hara, dan keselamatan merusak kelestarian Sesama

Manusia. Dibuat KARENA ITU, tetap Permanent legitimasi Dari Sultan Demak, diutuslah beberapa Wali ke Tempat Siti Jenar

di suatu Daerah (ada Yang mengatakan desa Krendhasawa), untuk membawa Siti Jenar ke Demak atau memenggal

kepalanya. Akhirnya Siti Jenar wafat (ada Yang mengatakan dibunuh, ADA Yang mengatakan bunuh Diri).

Akan tetapi Kematian Siti Jenar Juga Bisa Jadi KARENA Masalah Politik, Berupa perebutan kekuasaan ANTARA SISA-SISA

Majapahit non Islam Yang regular tidak menyingkir ke timur Artikel Baru kerajaan Demak, ANTARA yaitu salah Satu cucu

Brawijaya V Yang Bernama Ki Kebokenongo / Ki Ageng Pengging salah Artikel Baru Satu anak Brawijaya V Yang Bernama Jin

Bun / R. Patah memerintah kerajaan Demak Artikel Baru Yang Gelar Sultan Bintoro Demak I, Dimana Kebokenongo Yang

beragama Hindu-Budha beraliansi Artikel Baru Siti Jenar Yang beragama Islam.

Nama lain Syekh Siti Jenar Dari ANTARA lain Seh Lemahbang atau Lemah Abang, Seh Sitibang, Seh Sitibrit atau Siti Abri,

Hasan Ali Ansar dan Sidi Jinnar.Menurut Bratakesawa KESAWAN bukunya Falsafah Siti Djenar (1954) dan buku Wejangan

Wali Sanga Himpunan Wirjapanitra, dikatakan bahwa Sunan Bonang Pelajaran Saat memberi iktikad kepada Sunan Kalijaga

di perahu Tengah Yang Saat Bocor kuala Artikel Baru ditambal Yang lembut Cacing dihuni, ternyata si Cacing Mampu

berbicara dan Ikut besarbesaran sehingga disabda Sunan Bonang menjadi Manusia, diberi Nama Seh Sitijenar dan diangkat

derajatnya sebagai Wali.

KESAWAN naskah Yang Tersimpan di Musium Radyapustaka Solo, dikatakan bahwa besarbesaran berasal Dari rakyat Kecil

Yang semula Ikut mendengar Saat Sunan Bonang mengajar Ilmu kepada Sunan Kalijaga di perahu di rawa tetap Permanent

Tengah. Sedangkan KESAWAN buku Sitijenar Tulisan Tan Koen Swie (1922), dikatakan bahwa Sunan Giri mempunyai murid

Siti Jenar Dari Negeri Yang kaya kesaktian Bernama Kasan Ali Saksar, Artikel Baru terkenal sebutan Siti Jenar (Seh Siti

Luhung / Seh Lemah Bang / Lemah Kuning), permohonannya KARENA Ilmu belajar Tentang makna rasa dan asal mula

kehidupan regular tidak disetujui Sunan Bonang, Maka besarbesaran menyamar Artikel Baru berbagai cara Secara diam-

diam untuk mendengarkan ajaran Sunan Giri. Namun menurut Sulendraningrat KESAWAN bukunya Sejarah Cirebon (1985)

dijelaskan bahwa Syeh Lemahabang berasal Dari Bagdad beraliran Syi'ah Muntadar Yang menetap di Pengging DKI Tengah

dan mengajarkan Agama kepada Ki Ageng Pengging (Kebokenongo) dan Masyarakat, Yang alirannya ditentang para Wali

KARENA di DKI Maka besarbesaran dihukum mati Dibuat Sunan Kudus di Masjid Sang Cipta Rasa (Masjid Agung Cirebon)

PADA years 1506 Masehi Artikel Baru Keris Kaki Kantanaga milikini Sunan Gunung Jati dan dimakamkan di Anggaraksa /

Graksan / Cirebon.

Informasi Transaksi di Sini, bahwa Ki Ageng Pengging (Kebokenongo) adalah cucu Raja Brawijaya V (R. Alit / Angkawijaya /

Kertabumi Yang bertahta years 1388), Yang Bernama putrinya dilahirkan Dari Ratu Pembayun (Saudara Dari Jin Bun / R.

Patah / Sultan Bintoro Demak Aku Yang bertahta years 1499) Yang dinikahi Ki Jayaningrat / Pn. Handayaningrat di

Pengging. Ki Ageng Pengging wafat Artikel Baru Sendiri Penghasilan kena pajak caranya kedatangan Sunan Kudus tetap

Permanent perintah Sultan Bintoro Demak I untuk memberantas pembangkang kerajaan Demak. Nantinya, di years 1581,

putra Ki Ageng Pengging yaitu Mas Karebet, akan menjadi Raja menggantikan Sultan Demak III (Sultan Demak II dan III

adalah kakak-adik putra Dari Sultan Bintoro Demak I) Yang bertahta di Pajang Artikel Baru Gelar Sultan Hadiwijoyo Pajang

I.
Keberadaan Siti Jenar diantara Wali-wali (ulama-ulama penyebar Suci Agama Islam mula-mula Yang di DKI) berbeda-beda,

dan malahan menurut beberapa Penulis besarbesaran regular tidak sebagai Wali. Mana Yang Benar, pendapat masing-

masing Terserah. Sekarang mari Kita coba menyoroti falsafah / faham / ajaran Siti Jenar.

Konsepsi Ketuhanan, Jiwa, Alam Semesta, Syarat Akal dan Jalan Kehidupan KESAWAN pandangan Siti Jenar KESAWAN buku

Falsafah Siti Jenar Tulisan Brotokesowo (1956) Yang berbentuk bahasa KESAWAN tembang DKI, Yang sebagian merupakan

dialog ANTARA Siti Jenar Ki Ageng Pengging Artikel Baru, kira-kira yaitu :

Siti Jenar mengaku Yang mempunyai Sifat-Sifat dan Dzat sebagai Tuhan, Dimana sebagai Manusia mempunyai 20 (dua

puluh) atribut / Sifat Yang dikumpulkan di KESAWAN budi lestari menjadi Dzat Yang Wujud Mutlak dan disebut, regular

tidak asal-usul ADA Serta tujuannya;

Hyang Widi sebagai suatu ujud Yang Tampak tak, Pribadi Yang regular tidak berawal dan berakhir, baka pajaknya,

LANGGENG Tanpa proses Evolusi, terhadap sakit sehat dan kebal, ADA Dimana-mana, Suami dan Bukan ITU, ADA Yang tak

mirip atau menyamai, kekuasaan dan kekuatannya Sarana Tanpa, kehadirannya Dari ketiadaan, dan tiada Luar KESAWAN

berbeda, dapat diinterpretasikan regular tidak, Tanpa dipersoalkan menghendaki Sesuatu terlebih dahulu, mengetahui

keadaan Diatas JAUH kemampuan pancaindera, Suami * Semua ADA KESAWAN dirinya pajaknya KESAWAN Yang Satu wujud

kesatuan, Hyang Suksma ADA dirinya KESAWAN;

Siti Jenar menganggap dirinya inkarnasi Dari penampilannya Dzat Yang luhur, bersemangat, sakti, Kematian Dari kebal,

manunggal dengannya, menguasai ujud, mendapat kesulitan suatu regular tidak, Berkelana kemana-mana, regular tidak

merasa haus dan WAN, Tanpa sakit dan lapar, tiada menyembah Tuhan Yang lain kecuali Setia terhadap hati nurani, segala

Sesuatu Yang terjadi adalah ungkapan Dari kehendak Dzat Allah;

Segala Sesuatu Yang terjadi adalah ungkapan Dari kehendak Dzat Allah, Maha Suci, sholat 5 (lima) Artikel Baru julian

memuji dan dzikir adalah kehendak Pribadi Manusia dorongan Artikel Baru Dari badan halusnya, sebab Hyang Suksma

sebetulnya ITU ADA PADA Diri sementara waktu;

Wujud lahiriah Siti Jenar adalah Muhammad, memiliki kerasulan, Muhammad Suci pajaknya, sama-sama merasakan

kehidupan, merasakan Manfaat pancaindera;

Kehendak Angan-Angan Serta Bentuk ingatan merupakan suatu akal Yang regular tidak kebal tetap Permanent kegilaan,

regular tidak Jujur dan Membuat kepalsuan demi kesejahteraan Pribadi, pajaknya dengki memaksa, melanggar aturan, dan

suka disanjung Jahat, sombong Yang berakhir regular tidak berharga dan menodai penampilannya;

Bumi dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh langit Manusia, Jasad Busuk najis bercampur menjadi Debu, Nafas

terhembus di segala penjuru Dunia, dan udara Tanah Serta api Dilaporkan sebagai asalnya, menjadi Baru;

KESAWAN buku Suluk Wali Sanga Tulisan R. Tanojo dikatakan bahwa:

ITU adalah wujud Tuhan Yang regular tidak dapat di mata modem.jpg Artikel Baru, tetapi dilambangkan Pembongkaran

Bersinar bintang cemerlang Yang berwujud samar-samar Bila modem.jpg di, warna memancar Artikel Baru Yang Sangat

indah;

Siti Jenar mengetahui segala-galanya at terucapkan melebihi makhluk lain (kawruh sakdurunge minarah), KARENA ITU

besarbesaran Juga mengaku sebagai Tuhan;

Sedangkan mengenai Dimana Tuhan, dikatakan ADA di tubuh KESAWAN, tetapi Hanya Orang terpilih (Orang Suci)

melihatnya Yang Bisa, Yang mana Tuhan ITU (Maha Mulya) regular tidak berwarna dan regular tidak terlihat, kecuali regular

tidak bertempat Tinggal Hanya Yang merupakan tanda merupakan wujud Hyang Widi;

Hidup ITU regular tidak mati dan Hidup Kekal ITU, Yang mana kehidupan Dunia Bukan ITU (buktinya ADA mati) TAPI ITU

Dunia Kematian kehidupan, Yang Busuk bangkai, sedangkan Orang Yang Ingin Hidup abadi Kematian adalah Penghasilan

kena pajak ITU Jasad di Dunia;

Jiwa Yang Kekal pajaknya / LANGGENG Manusia Penghasilan kena pajak mati (lepas Dari belenggu Manusia badan) adalah

suara hati nurani, Yang merupakan ungkapan Dari Dzat Tuhan dan penjelmaan Dari Hyang Widi di KESAWAN Dimana jiwa

raga adalah Wajah Hyang Widi, Yang Harus ditaati dan dituruti perintahnya.

KESAWAN buku Bhoekoe Siti Djenar karya Tan Khoen Swie (1931) dikatakan bahwa:

Saat diminta menemui para Wali, dikatakan bahwa besarbesaran Manusia sekaligus Tuhan, bergelar Prabu Satmata;

Ia menganggap Hyang Widi wujud suatu ITU Yang tak dapat dilihat mata, dilambangkan Bersinar cemerlang bintang-

bintang Pembongkaran, Sekali warnanya indah, memiliki 20 (dua puluh) Sifat (ANTARA lain: ADA, tak bermula, tak

berakhir, berbeda Artikel Baru Barang Yang Baru, Hidup Sendiri Tanpa bantuan dan Sesuatu Yang lain, kuasa, kehendak,

mendengar, Melihat, Ilmu, Hidup, berbicara) Yang Satu terkumpul menjadi wujud disebut Dzat Yang Mutlak dan ITU dirinya

serupa, Dzat Yang jelmaan regular tidak sehat dan sakit, kebenaran akan menghasilkan perwatakan, kesempurnaan,

kebaikan dan keramah-tamahan;


Tuhan menurutnya adalah sebuah ITU Nama Dari Sesuatu Yang Mata dan dipahami Very, Hanya Yang Nyata Canada

kehadiran Manusia KESAWAN kehidupan duniawi.

Menurut buku Pantheisme en Monisme in de Javaavsche Tulisan Zoetmulder, SJ (1935) dikatakan bahwa Siti Jenar

memandang KESAWAN Kematian Neraka terdapat Sorga, Bahagia celaka ditemui, yakni di Dunia Suami.. Sorga Neraka

sama, regular tidak LANGGENG Bisa lebur, hati Saja Yang kesemuanya KESAWAN Hanya, ITU dinamakan kesenangan Yang

Sorga sedangkan Neraka, yaitu sakit di hati. Namun BANYAK ditafsirkan salah Dibuat para pengikutnya, Yang berusaha

menjalani jalan kehidupan Menuju (Ngudi dalan Gesang) membunuh Artikel Baru Membuat keonaran dan keributan cara

saling Artikel Baru, demi mendapatkan jalan pelepasan Dari Kematian.

Siti Jenar Yang berpegang PADA Konsep bahwa Manusia adalah Dzat jelmaan Tuhan, Maka besarbesaran memandang alam

semesta sebagai makrokosmos sama Artikel Baru mikrokosmos. Manusia terdiri Dari jiwa dan raga Yang mana jiwa sebagai

penjelmaan Dzat Tuhan dan raga adalah Bentuk Luar Dari jiwa Artikel Baru dilengkapi pancaindera maupun berbagai organ

tubuh. Sales jiwa dan raga berakhir Penghasilan kena pajak mati Manusia di Dunia, menurutnya sebagai lepasnya belenggu

alam Manusia Dari Kematian di Dunia, Manusia Yang Bisa Artikel Baru selanjutnya Tuhan keabadian KESAWAN manunggal.

Siti Jenar memandang bahwa pengetahuan Tentang kebenaran Ketuhanan diperoleh bersamaan Artikel Baru Manusia

penyadaran Diri Sendiri Manusia ITU, KARENA proses timbulnya pengetahuan bersamaan Artikel Baru proses munculnya

kesadaran subyek terhadap obyek (proses intuitif) ITU. Menurut Widji Saksono KESAWAN bukunya Al-Jami'ah (1962)

dikatakan bahwa wejangan pengetahuan Dari Siti Jenar kepada Kawan-kawannya ialah bawah penguasaan Tentang Hidup,

Tentang kehidupan Pintu, Tentang Hidup Kekal Tempat tak berakhir di kelak kemudian hari, Tentang mati hal Yang dialami

di Dunia Saat Suami dan kedudukannya Tentang Yang Mahaluhur. Artikel Baru demikian tidaklah salah jika sebagian Orang

ajarannya merupakan ajaran Luas KESAWAN kebatinan artian, Yang lebih menekankan Aspek kejiwaan PADA Dari Aspek

lahiriah, sehingga ADA Juga menyimpulkan bahwa konsepsi Composition Komposisi Yang Hidup Manusia regular tidak lain

sebagai bersatunya Artikel Baru Manusia Tuhan (manunggaling kawula-Gusti).

KESAWAN pandangan Siti Jenar, Tuhan adalah Dzat Yang mendasari dan sebagai sebab adanya Manusia, flora, fauna dan

segala ADA yang, sekaligus menjiwai segala Sesuatu Yang Yang berwujud, Yang keberadaannya tergantung PADA ITU

adanya Dzat. Ini dibuktikan Dari ucapan Siti Jenar bahwa dirinya memiliki Sifat-Sifat dan secitra Tuhan / Hyang Widi.

Namun berbagai Dari Penulis dapat diketahui bahwa Bisa Jadi Benturan kepentingan ANTARA kerajaan Demak Artikel Baru

dukungan para Wali Yang merasa hegemoninya terancam regular tidak Yang Hanya sebatas keagamaan (Islam), TAPI Juga

dukungan Nyata Secara politis tegaknya pemerintahan Kesultanan di Tanah Jawi (KESAWAN mengembangkan kemapanan

Bentuk Aliansi Sultan Politik sedang para Wali menghendaki perluasan Wilayah Penyebaran Islam).

Artikel Baru SISA-SISA pengikut Majapahit Yang regular tidak menyingkir ke timur dan beragama Hindu-Budha Yang

memunculkan tokoh kontraversial beserta ajarannya Yang dianggap "subversif" yaitu Syekh Siti Jenar (mungkin Secara

diam-diam Ki Kebokenongo hendak mengembalikan kekuasaan sekaligus keagamaan Politik Hindu-Budha sehingga

bergabung Artikel Baru Siti Jenar).

Bisa Jadi pula, Tragedi Siti Jenar mencerminkan perlawanan kaum Pinggiran terhadap hegemoni Sultan Demak Yang

dukungan dan memperoleh legitimasi spiritual para Wali Yang Saat Sangat berpengaruh PADA ITU. Disini Politik dan

Agama bercampur-Aduk, Yang mana iuran pasti akan muncul Pemenang, Yang terkadang regular tidak didasarkan

kebenaran PADA Semangat.

Kaitan ajaran Siti Jenar manunggaling kawula Artikel Baru-Gusti Pembongkaran dikemukakan di Atas, perlu diinformasikan

bahwa Tulisan di Sini Sepanjang mengenai Siti Jenar Yang diketahui, regular tidak ADA Yang Secara eksplisit

menyimpulkan bahwa ajarannya adalah manunggaling kawula ITU-Gusti, Yang merupakan asli Name of Dari sector

DKI. Sebab manunggaling kawula-Gusti khususnya KESAWAN konteks religio spiritual, menurut Ir. Sujamto KESAWAN

bukunya Pandangan Hidup DKI (1997), adalah pengalaman Pribadi Yang pajaknya "tak Terbatas" (tak terbatas) sehingga

tak mungkin dilukiskan Artikel Baru kata untuk dimengerti Orang lain. Hanya Seseorang mungkin mengerti dan memahami

pengalaman ITU kalau besarbesaran Pernah Sendiri mengalaminya.

Dikatakan bahwa KUALITAS tataran KESAWAN, manunggaling kawula-tataran Gusti adalah Yang dapat dicapai tertinggi

Manusia KESAWAN meningkatkan KUALITAS dirinya. Suami adalah tataran Insan Kamilnya kaum Muslim, Jalma Winilisnya

Aliran kepercayaan tertentu atau Satriyapinandhita KESAWAN konsepsi DKI PADA umumnya, Titik Omeganya Teilhard de

Chardin atau Kresnarjunasamvadanya Radhakrishnan. Yang baginya parts Bukan pengalaman ITU, tetapi KUALITAS Secara

Pertahankan Diri Kita Yang KESAWAN konsisten kehidupan Nyata di Masyarakat. Pengalaman pengalaman Tetaplah, tak

terkecuali pengalaman pagar KESAWAN manunggaling kawula Gusti Bentuk Tinggi, Yang lebih tak pula Dari memperkokoh

laku. Laku atau sikap dan tindakan Kita sehari-hari itulah pagar Suami Yang Hidup KESAWAN parts.
Kalau misalnya Artikel Baru kekhusuk-an Manusia semedi malam Suami, besarbesaran memperoleh pengalaman Mistik

atau pengalaman keagamaan Yang disebut manunggaling kawula-Gusti, sama Sekali regular tidak ADA harga dan

manfaatnya Lantas Besok atau Lusa kalau menipu atau mencuri atau Korupsi atau melakukan tindakan-rindakan lain Yang

tercela . Kisah Dewa Ruci adalah Yang menceritakan kejujuran dan keberanian membela kebenaran, Yang Tanpa kesucian

tak mungkin Bima berjumpa Dewa Ruci.

Kesimpulannya, manunggaling kawula-Gusti Ilmu Bukan Hanya melainkan suatu pengalaman, Yang Artikel Baru sendirinya

regular tidak ADA Masalah atau regular tidak Boleh Boleh, ADA regular tidak ketentuan / aturan tertentu, Boleh Percaya

atau regular tidak Percaya.

Kita Akhiri Kisah singkat Tentang Syekh Siti Jenar, Artikel Baru Bersama-sama merenungkan kalimat berikut Yang

berbunyi: "Janganlah Andari mencela keyakinan / kepercayaan Orang lain, sebab Belum tentu kalau keyakinan /

kepercayaan Andari ITU Yang Benar Sendiri" .*

Sidang para Wali

Sunan Giri musyawarah para wali Membuka. KESAWAN musyawarah ITU besarbesaran mengajukan Masalah Syeh Siti

Jenar. Ia menjelaskan bahwa Syeh Siti Jenar telah lama regular tidak kelihatan bersembahyang Jemaah di Masjid.Suami

therapy terapi bukanlah hal Yang normal. Syeh Maulana Maghribi berpendapat bahwa ITU akan menjadi contoh dan Yang

Kurang Baik Bisa Membuat Orang mengira wali Teladan meninggalkan syariah nabi Muhammad.

Sunan Giri kemudian mengutus doa Orang santrinya ke gua Tempat Syeh Siti Jenar bertapa dan memintanya untuk Datang

ke masjid. Ketika mereka TIBA, mereka diberitahu Hanya ALLAH Yang KESAWAN ADA gua.Mereka Dilaporkan ke masjid

untuk melaporkan hal Suami kepada Sunan Giri dan para wali lainnya.Sunan Giri kemudian menyuruh mereka Dilaporkan

ke gua dan menyuruh ALLAH untuk Segera menghadap para wali. Kedua santri kemudian diberitahu ITU, ALLAH ADA

regular tidak gua KESAWAN, ADA Yang Hanya Syeh Siti Jenar. Mereka Dilaporkan kepada Sunan Giri untuk kedua

kalinya. Sunan Giri menyuruh mereka untuk meminta Datang Baik ALLAH maupun Syeh Siti Jenar.

Kali Suami Syeh Siti Jenar Keluar Dari gua dan dibawa ke masjid menghadap para wali. TIBA Ketika Syeh Siti Jenar memberi

hormat kepada para wali Yang tua dan menjabat Tangan wali muda yang. Ia diberitahu bahwa dirinya diundang wali kesini

untuk menghadiri musyawarah para kesufian Tentang Wacana. Didalam musyawarah Suami Syeh Siti Jenar menjelaskan

Wacana kesatuan makhluk yaitu KESAWAN pengertian Penambahan Hanya ALLAH Yang regular tidak ADA dan ADA

penyusutan ontologis Yang Nyata Yang Bisa dibedakan ANTARA ALLAH, Manusia dan segala ciptaan Lainnya.

Sunan Giri menyatakan bahwa Wacana ITU Benar, tetapi meminta jangan diajarkan KARENA Bisa Membuat masjid kosong

dan mengabaikan syariah. Siti Jenar menjawab bahwa ketundukan buta dan ibadah ritual Tanpa isi hanyalah therapy terapi

keagamaan kafir dan Orang Bodoh. Dari percakapan Siti Jenar dan Sunan Giri ITU Masalah Yang kelihatannya bahwa

bukanlah menjadi substansi ajaran Syeh Siti Jenar, tetapi cara penyampaian kepada Masyarakat Luas. Menurut Sunan Giri,

paham / pandangan Syeh Siti Jenar Belum Boleh disampaikan kepada Masyarakat Luas sebab mereka Bisa bingung, Saat

ITU BANYAK apalagi Masih Orang Yang Masuk Islam Baru, KARENA Pembongkaran disampaikan di muka bahwa Syeh Siti

Jenar KESAWAN Hidup Masa peralihan Dari kerajaan Hindu kepada kerajaan Islam di DKI PADA Penambahan abad ke 15 M.

Percakapan Syeh Siti Jenar dan Sunan Giri Juga diceritakan KESAWAN buku Siti Jenar terbitan Tan Koen Swie.

Pedah punapa mbibingung, (Untuk APA Membuat bingung)

Ngangelaken ulah ngelmi, (Mempersulit Ilmu)

Njeng Sunan Giri ngandika, (Kanjeng Sunan Giri berkata)

Bener kang kaya sireki, (Benar APA Yang Syekh Siti Jenar Katakan)

Nanging luwih kaluputan, (Tetapi tepat keliru-Kurang lebih-)

Wong wadheh ambuka wadi. (Orang Berani Membuka Rahasia)

Telenge bae pinulung, (Kelihatannya menolong Saja)

Tanpa Pulunge ling aling, (Pertolongannya Tanpa penghalang-Tahapan-)

Kurang waskitha ing cipta, (Kurang Waspada cipta KESAWAN)

Lunturing ngelmu sajati, (-akan berakibat-lunturnya sejati Ilmu)

Sayekti kanthi nugraha, (Yang seharusnya diberikan sebagai Anugerah-kepada mereka Yang Matang Yang Benar-Benar

telah-)

Tan saben wong anampani. (Yang diberikan kepada Siapa Saja)

Artinya:

Syeh Siti Jenar berkata,

Untuk APA Kita Membuat bingung, untuk APA pula mempersulit Ilmu, Sunan Giri berkata, APA Yang Benar anda ucapkan,

tetapi anda bersalah Besar, KARENA? Berani Membuka Rahasia Ilmu Secara regular tidak semestinya.
Hakikat Tuhan Langsung diajarkan Tanpa ditutup tutupi. Itu tidaklah bijaksana.Semestinya Ilmu ITU Hanya dianugerahkan

kepada mereka telah Yang Matang Benar-Benar. Tak begitu diberikan kepada Orang Saja Boleh terkait masih berlangsung.

Ngrame tapa ing panggawe

Dhaya Iguh pratikele

Nukulaken nanem bibit

Ono saben galengane

Mili banyu sumili

Arerewang dewi sri

Sumilir wangining pari

Serat Niti Mani

. . . kacarios malih Wontên lalampahanipun Seh Siti Jenar, inggih Seh Lemah Abang. tekadipun Pepuntoning murtad ing

Agami, Sarengat dhatêng ambucal.Saking Negari karsanipun patrap ing makatên kagalih Kodak pangadilan risaking

ambêbaluhi adamêl, Seh Siti Jenar ingriku Hukum kisas anampeni, têgêsipun hukuman pêjah.

Sarêng jaja sampun tinuwêg warastra lêlungiding ing, naratas anandhang brana, ludira wiyosing mucar, seta awarni

nalutuh. Amêsat kuwanda muksa datan ana kawistara. Anulya ana Swara, lamat-lamat kapiyarsa, surasa pengupas Wasita.

Kinanti

Wau kang don murweng Luhung, atilar Wasita jati, e manungsa sesa-sesa, mungguh ing pati jamaning, ing Reh

pêpuntoning tekad, santa-santosaning kapti.

Nora saking anon ngrungu, riringa siningit rêngêt, salaga sasalin labêt, den ugêmi-salugune, Yeka pangagême raga,

suminggah runggi Sangga ing.

Marmane sarak siningkur, kerana angrubêdi, manggung karya itu sumêlang, êmbuh-êmbuh den-andhêmi, iku

panganggone donya, têkeng nguciwani pati.

Sajati-jatining ngelmu, lungguhe cipta Pribadi, pangesthinira pusthinên, ginêlêng dadi sawiji, wijanging ngelmu jatmika,

neng kaanan Eneng Ening.