Anda di halaman 1dari 12

PERMAINAN BOLA BESAR

SEPAK BOLA
SEJARAH
Sepak bola merupakan olahraga yang dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti ilmiah yang
bisa didapat adalah adanya permainan semacam sepak bola di negeri Cina. Kala itu, dinasti Han
melatih tentara menggunakan “tsu-chu” untuk latihan fisiknya, yaitu latihan menendang bola
kulit memasukkan ke dalam jaring kecil yang diikatkan pada batang-batang bambu panjang.
Pemain membidikkan bola ke dalam jaring kecil menggunakan kaki, dada, punggung, serta bahu
sambil berusaha menahan serangan dari lawan.
Di Jepang dikenal pula permainan semacam “tsu-chu” sekitar 500 – 600 tahun kemudian yang
bernama Kemari, meskipun tidak kompetitif seperti diCina . Yunani dengan “episkyros”,
Romawi (Italia) dengan “haspartum”, dan Perancis dengan “choule” bisa memperpanjang daftar
yang membuktikan sepakbola adalah olah raga yang berusia sangat tua.
Ada dugaan bahwa orang-orang Romawi
membawa permainan itu ke Inggris. Tapi
masih disangsikan apakah haspartum
merupakan pendahulu sepakbola yang
sekarang dikenal ini, sebab penduduk Celtic
di Cronwall juga sudah mengenal permainan
yang serupa yang disebut “hurling”. Waktu
itu jelas belum ada peraturan yang baku.
Orang boleh bermain tanpa jumlah yang
pasti dan bukan hanya kaki, tetapi tanganpun
boleh ikut memainkanbola. Bahkan boleh
menendang tulang kering serta membawa lari bola.
Banyak teori tentang siapa yang mula-mula melaksanakan permainan sepak bola ini, tetapi yang
pasti, Inggrislah yang mulai menyempurnakan sehingga perkembangannya halus seperti
sekarang ini. Prakarsanya di mulai pada tahun 1863, tepatnya pada tanggal 26 Oktober, ketika
sebelas perkumpulan di London mengadakan pertemuan untuk menjernihkan kekacauan dengan
membuat serangkaian peraturan fundamental untuk mengatur pertandingan-pertandingan
selanjutnya. Pertemuan ini berhasil membentuk Football Association (FA) yang pertama
walaupun berbuntut keluarnya kelompok Rugby dalam rapat karena menolak peraturan yang
melarang penginjakan, penendangan tulang kering dan melarikan/membawabola. Akhirnya pada
tanggal 8 Desember 1863, Rugby resmi mengurdurkan diri dan keduanya berjalan sendiri-
sendiri.
Setelah 6 tahun Football Association berjalan, permainan sepak bola semakin mendekati
kesempurnaan, terutama setelah adanya keputusan yang melarang setiap pemegangan bola
(bukan hanya melarikan). Di tahun kedelapannya (baca: FA), selain anggota yang bertambah
menjadi 50 perkumpulan, kompetisi sepakbola yang pertama juga mulai digelar di bawah
naungannya. Pertumbuhan sepak bola melaju begitu pesat di seantero jagat bahkan pada tahun
1879 sudah dikenal langkah-langkah sepakbola profesional di Darwin, yaitu dua pemainnya:
John Love dan Fergus Suter, dilaporkan sebagai orang-orang pertama yang menerima bayaran
dari bakatnya bermain sepakbola.
Setelah Football Association, segera menyusul di Nederland, the Scottisch FA (1873), The TA of
Wales (1875), dan The Irish FA di Belfast, Selandia Baru (1891), Argentina (1893), Chili
(1895), Swiss dan Belgia (1895) Italia (1898), Jerman dan Uruguay (1900), Hongaria (1901),
dan Finlandia pada tahun 1907.
Pada tahun 1907, berdirilah Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) di Paris, Perancis atas prakarsa 7
negara, yaitu Perancis, Denmark, Belanda, Spanyol, Swedia dan Swiss. Dari tujuh anggota
berkembang menjadi 36 pada tahun 1925, dan setelah diselingi Perang Dunia II, FIFA sudah
diikuti oleh 73 anggota pada perebutan Piala Dunia II. Saat ini FIFA mempunyai anggota
sebanyak 146.300.000 klub, 200.000 di antaranya berada di Eropa dengan sekitar 680.000 tim
dan 22 juta pemain yang aktif.
Karena peminat olahraga ini sangat banyak (bahkan terbanyak di seluruh dunia), maka
pengembangan olahraga ini dilakukan sangat pesat agar bisa menjadi olahraga yang sempurna,
tidak ada kecurangan dan frekuensi cedera pemain kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.
Karena ada yang bilang bahwa sepakbola adalah olahraga “teraman” ke-5.
PERATURAN
1. Lapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang
berbentuk persegi empat. Dengan panjang 91.4 meter dan lebar 54.8
meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki,
atau 7,32 x 2,44 meter.
2. Lama
permainan
sepak bola
normal
adalah 2×45
menit,
ditambah
istirahat
selama 15
menit
(kadang-
kadang 10
menit). Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan
waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika
sama kuat maka diadakan adu penalti .
3. Kebanyakan pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak
tersebut, dengan sebuah tim memenangkan pertandingan atau
berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa pertandingan, terutamanya
yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan yang
disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua
babak yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga
belum lama ini, IFAB telah mencoba menggunakan beberapa bentuk
dari sistem 'sudden death', namun mereka kini telah tidak digunakan.
Jika hasilnya masih imbang setelah perpanjangan waktu, beberapa
kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk menentukan sang
pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan
pertandingan tersebut untuk diulangi. Perlu diperhatikan bahwa gol
yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke
dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti
yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.

Semua orang tahu, tujuan akhir sepakbola adalah mencetak gol. Dalam pertandingan, permainan
yang menawan kadangkala terasa tak bermakna kalau ternyata harus berakhir dengan kalah
jumlah gol. Pendek kata, semua yang dilakukan dalam sepakbola, baik itu mengumpan,
menggiring, menggocek, men-sliding dan sebagainya, hanyalah untuk satu muara: gol. Untuk
bisa mencetak gol, Anda harus menembak (shooting). Kemampuan menembak harus dimiliki
oleh semua pemain, tak peduli apapun posisinya (kecuali kiper barangkali). Khusus untuk striker
atau forward, kemampuan dan nalurinya untuk menembak dan mencetak gol harus lebih hebat
diatas pemain-pemain lainnya. Bagaimana kita menembak? Berikut ini tips singkatnya.
Pertama: Kapanpun Anda memiliki peluang untuk menembak, tembaklah. Namun janganlah
punya kecenderungan untuk selalu tergesa-gesa menembak. Maksudnya, sangatlah baik jika
Anda menunda tembakan karena peluangnya kecil dan mengolah bola terlebih dahulu untuk
menciptakan peluang yang lebih baik.
Kedua: Menembak tidak harus dari dekat gawang. Menembak dengan keras dari luar kotak
besar adalah salah satu cara terbaik untuk mencetak gol.
Ketiga: Sasaran tembak yang paling baik adalah keempat sudut gawang, terutama kedua sudut
atasnya. Bahkan, dengan menembak pada keempat sudut tersebut, Anda bisa melakukan
spekulasi tembakan jarak jauh sekencang-kencangnya.
Keempat: Menembak yang paling baik adalah jika dilakukan dari arah depan gawang (karena
sudut tembaknya besar). Oleh karena itu, jika Anda berada di arah samping gawang, Anda bisa
melakukan crossing kepada teman Anda yang berada di depan gawang.
Kelima: Ketika ada pemain tim kita yang melakukan tembakan, pastikan ada satu atau dua orang
dari tim kita yang bersiap-siap di sekitar gawang kalau-kalau ada bola muntah dari kiper. Namun
jangan terlalu dekat karena bola bisa jadi akan muntah ke belakang mereka. Disamping juga
ketika itu mereka bisa menutup ruang tembak bagi teman-teman mereka sendiri. Lagipula,
berlari ke depan itu lebih mudah dan lebih cepat daripada berlari balik ke belakang.

TIPS UMPAN MENGUMPAN DALAM SEPAK BOLA


Para pakar dan legenda sepakbola mengatakan,”Siapa tidak bisa umpan-mengumpan, ia tidak
bisa bermain sepakbola.” Mengumpan memang keterampilan dasar yang paling penting dalam
sepakbola. Hampir setiap detik dalam pertandingan sepakbola dipenuhi dengan kegiatan
mengumpan. Namun, bagaimanakah mengumpan yang baik? Berikut ini beberapa tips
singkatnya.
1.Umpan yang baik adalah umpan yang akurat, berkecepatan tepat (tidak terlalu lembek dan
tidak pula terlalu keras), tidak mudah dihadang atau ditangkap lawan, mudah diterima atau
dikontrol oleh sasaran, dan kalau bisa tidak terbaca oleh lawan.
2.Gunakan teknik yang tepat untuk mengumpan. Umpan pendek biasanya dilakukan dengan bola
bawah. Umpan panjang biasanya dilakukan dengan bola lambung, karena lebih keras (cepat) dan
tidak mudah dipotong oleh lawan. Anda bisa juga mengumpan ke belakang tanpa berbalik
dengan menggunakan tumit (heel pass) atau sol sepatu Anda.
3.Umpan-umpan pendek secara umum lebih menjamin tim kita bisa menguasai bola, karena bola
bisa ditransfer secara akurat diantara para pemain tim kita. Akan tetapi untuk itu, tim kita harus
memiliki lini tengah yang handal. Adapun umpan-umpan panjang memang bisa menghemat
waktu akan tetapi kurang akurat (seringkali bolanya fifty-fifty) sehingga kurang menjamin tim
kita bisa menguasai bola. Jika tim Anda kalah di lini tengah (bola sulit mencapai pertahanan
lawan) maka giat melakukan umpan panjang dari belakang langsung ke depan merupakan pilihan
yang baik. Hanya saja untuk itu tim Anda harus memiliki striker yang baik dan mesti didukung
dengan formasi yang sesuai. Yang baik adalah jika tim Anda menggunakan umpan-umpan
pendek dan umpan-umpan panjang sekaligus secara proporsional dan sesuai kebutuhan.
4.Jika Anda bisa mengumpan maka umpankanlah. Anda hanya boleh menggiring bola kalau
kesulitan untuk mengumpan atau kalau dengan menggiring itu Anda yakin akan bisa mencetak
gol. Ingatlah bahwa mengumpan dan menggiring itu memiliki tujuan utama yang sama yakni
mentransfer bola dari satu titik ke titik yang lain, akan tetapi mengumpan itu lebih cepat – bola
yang ditransfer dengan cara diumpan akan mencapai titik tujuan lebih cepat daripada jika
digiring, seberapapun cepatnya giringan itu – dan lebih hemat energi. Sekali lagi, jangan banyak
giring kalau Anda bisa mengumpankannya. Seringkali banyak giring hanya akan membuat
serangan kita terpatahkan. Akan tetapi, baik juga bagi Anda untuk tidak tergesa-gesa
mengumpan bola (asalkan Anda punya ruang untuk itu) dengan dua tujuan : 1) untuk mencari
sasaran umpan yang paling baik, 2) untuk menciptakan konfigurasi yang lebih baik untuk
kemudian mengumpan ketika konfigurasi yang lebih baik itu tercipta.
5.Jika sasaran umpan sedang berhenti maka berilah ia umpan di kakinya, namun jika sasaran
umpan sedang berlari maka berilah ia umpan didepannya secara terukur. Demikian pula,
mengumpan itu tidak selalu harus kepada sasaran (pass to player, pass to feet). Mengumpan juga
bisa dilakukan kepada ruang kosong dengan harapan teman kita akan berlari ke arah bola (pass
to space). Sekali lagi, mengumpan tidak harus kepada sasaran tetapi bisa juga ke ruang kosong
yang tepat. Bahkan, seringkali mengumpan ke ruang kosong itu lebih baik daripada
mengarahkan bola tepat ke sasaran umpan. Namun perlu diingat bahwa umpan Anda ke ruang
kosong harus lebih mudah diterima oleh teman daripada lawan. Jangan bola fifty-fifty, apalagi
yang lebih mudah diterima oleh lawan daripada teman.
6.Visi (pandangan) sangatlah penting. Pemain yang dituntut memiliki visi yang paling baik
adalah playmaker. Berikan visi yang luas pada lapangan, lihat posisi para pemain di lapangan,
pikirkan pola pergerakan yang akan tercipta, tentukan sasaran umpan yang paling baik, lalu
umpankan bola. Bagilah dengan baik visi Anda antara bola dan lapangan. Semakin mahir
seorang pemain, ia akan bisa memberikan visi yang lebih besar ke lapangan. Selama kita
melakukan visi, pikirkan dengan cepat kemana harus mengumpan. Jangan terlalu lama berpikir
karena lawan akan memanfaatkannya untuk menata konfigurasi mereka. Yang lebih baik adalah
jika Anda sudah mengetahui apa yang akan Anda lakukan sebelum Anda menyentuh bola.
7.Setelah Anda mengumpan, segeralah berlari untuk mencari posisi yang paling tepat (prinsip
pass and move). Jadi, setelah mengumpan jangan hanya diam dan bengong memandangi bola
saja. Setidak-tidaknya, carilah posisi sehingga Anda bisa diberi umpan balik. Demikian pula, jika
teman Anda sedang kesulitan untuk mengumpan maka carilah posisi yang baik agar teman Anda
bisa mengumpankan bola kepada Anda (support).
8.Jika Anda memberi umpan kepada teman yang sedang ditempel (dibayangi) maka
umpankanlah bola ke sisi yang paling aman, sehingga bola bisa dikuasai oleh teman kita tersebut
sementara lawan yang sedang menempeli kesulitan untuk merebut bola.
9.Jangan biarkan bola terperangkap di daerah kelewat padat (overload). Manfaatkan lebar
lapangan. Jika sayap kiri lapangan sedang overload, pindahkan bola ke sayap kanan lapangan.
Bagus juga jika tim kita bisa menciptakan overload yang banyak diisi oleh para pemain lawan
untuk kemudian segera memindahkan bola ke sisi lapangan yang lain.
10.Mengumpan tidak selalu harus ke depan atau menyamping lapangan, umpan juga bisa
diberikan ke belakang jika itu memang baik untuk dilakukan. Mengumpan ke belakang lapangan
bisa memberikan kesempatan kepada tim kita untuk menata konfigurasi, menarik lawan untuk
mengurangi kepadatan (density) daerah mereka dan menarik mereka dari daerah pertahanan
mereka. Bahkan mengumpan ke kiper seringkali dilakukan dalam keadaan terdesak atau
kehilangan ide (ingat bahwa kiper memiliki visi yang sangat baik terhadap keseluruhan
lapangan). Jika Anda mengumpan ke kiper, sebaiknya Anda tahu kaki mananya yang lebih baik.
Jika misalnya kaki kanannya lebih baik maka berilah ia umpan di kaki kanannya tersebut.
Namun, kalau Anda bisa mengumpan ke depan dan hal itu cukup prospektif untuk serangan,
jangan mengumpan ke samping atau ke belakang karena akan memboroskan waktu.
11.Jika Anda melihat bahwa celah-celah mengumpan ke depan pada suatu bagian lapangan tidak
prospektif, kembalikan bola ke bagian lapangan yang lain (ke samping atau ke belakang) untuk
mendapatkan celah-celah ke depan yang lebih prospektif.
12.Jika tim lawan masih sulit untuk ditembus karena konfigurasi mereka masif dan menekan,
maka untuk sekedar tetap menguasai bola, jangan tergesa-gesa untuk merangsek maju tetapi
umpan-umpankanlah bola diantara para pemain kita di daerah yang jauh dari konsentrasi para
pemain lawan (defensive passes). Hal ini akan memaksa para pemain lawan untuk bergerak dan
akan memecah kemasifan konfigurasi mereka.
13.Umpan silang (crossing) merupakan umpan yang sangat sering menciptakan gol. Ketika Anda
ingin melakukannya, Anda tidak harus yakin bahwa ada teman Anda di tengah yang akan
menerima bola. Umpankan saja bola ke tengah tanpa terlalu ambil pusing apakah di tengah ada
teman atau tidak. Ini sekaligus untuk mendidik bahwa jika ada seseorang dari tim kita yang
berpeluang untuk melakukan crossing, maka harus ada teman yang bersiap di tengah untuk
menyambut bola. Untuk itu, jika Anda ingin memberi isyarat kepada teman Anda untuk
melakukan crossing maka lebih baik ucapkan kepadanya ”Tengahkan bola” daripada ucapan
”Umpankan silang” karena ucapan yang terakhir akan membuat teman Anda tersebut berpikir
kepada siapa dia akan mengumpan, padahal yang penting adalah mengumpankan bola ke tengah
begitu saja. Namun demikian, jika Anda bisa melihat posisi teman Anda yang ada di tengah,
maka itu tentu lebih baik lagi. Dan dalam melakukan crossing, mengarahkan bola tegak lurus ke
tengah lapangan atau sedikit ke belakang lebih baik daripada mengarahkan bola menyudut ke
depan karena yang belakangan itu lebih sulit untuk dikontrol atau dieksekusi. Kebanyakan
crossing dilakukan dengan bola lambung yang siap disundul langsung atau dieksekusi dengan
tendangan volley ke gawang lawan (terutama jika sewaktu melakukan crossing Anda tidak yakin
apakah di tengah ada teman Anda sehingga bola tidak terpotong oleh lawan).
14.Umpan terobosan (through pass) bisa dilakukan di dekat gawang lawan dengan cara
melewatkan bola di belakang lawan yang sedang menghadang dan ada teman yang akan
mengejar bola tersebut untuk dieksekusi.
15.Mengumpan kepada diri sendiri (pass to yourself) adalah mengumpankan bola ke ruang
kosong di belakang lawan yang menghadang kemudian secepat kilat kita kejar sendiri. Sehingga,
umpan ini bisa juga disebut sebagai ’umpan terobosan kepada diri sendiri’. Umpan ini biasanya
dilakukan untuk melewati last defender. Umpan ini merupakan alternatif yang bisa Anda
lakukan selain melewati lawan dengan tetap menggiring bola. Filosofi dari umpan ini adalah,
lawan harus berbalik dulu sebelum berlari mengejar bola sementara Anda cukup berlari ke arah
depan secepat-cepatnya. Disamping itu, Anda mengetahui momen sementara lawan tidak
mengetahui momen. Akan tetapi Anda hanya boleh melakukan ini jika Anda bisa berlari lebih
cepat daripada lawan yang menghadang. Untuk melakukan umpan ini, Anda bisa menggunakan
bola bawah atau dengan mencungkil bola melewati kepala lawan yang menghadang (sombrero
move).
DRIBBLING
Disamping mengumpan, menggiring (dribbling) juga penting. Sebab, tidak selamanya Anda bisa
mengumpan. Ketika Anda tidak menemukan teman yang bisa diumpan, Anda harus menggiring.
Demikian pula ketika mengumpan akan berakibat offside, Anda bisa jadi harus menggiring.
Menggiring pada dasarnya dibedakan menjadi dua: closed dribbling dan speed dribbling. Closed
dribbling dilakukan dengan kontrol penuh atas bola, dilakukan ketika bola tidak benar-benar
aman dari lawan kita. Pada closed dribbling, bola tidak boleh berada lebih dari 1 meter didepan
kaki kita. Adapun speed dribbling hanya memiliki satu tujuan: kecepatan. Pada speed dribbling,
kita menggiring bola dengan berlari secepat-cepatnya. Bisa dilakukan dengan menendang bola
kedepan lalu kita kejar sekuat-kuatnya. Namun syaratnya, kita benar-benar bebas dari tekanan
lawan.
Yang tidak bisa dipisahkan dari teknik menggiring adalah teknik menggocek (move).
Menggocek dilakukan untuk menipu alias menghilangkan keseimbangan lawan atau sekadar
untuk membuyarkan konsentrasi lawan.
Bagaimana menggiring dan menggocek yang baik, berikut ini beberapa tips praktis untuk itu.
Pertama: Jika Anda ingin membawa bola dengan cepat ke daerah kosong (tidak ada lawan),
lakukanlah speed dribbling yakni dengan menendang bola lalu mengejarnya. Namun jika Anda
membawa bola di sekeliling lawan, lakukanlah closed dribbling yakni dengan senantiasa
menjaga agar bola tidak lebih dari setengah meter di depan Anda. Dalam melakukan closed
dribbling, jangan menambah kecepatan dengan cara memperlebar langkah kaki Anda atau
mendorong bola lebih jauh ke depan, akan tetapi tingkatkanlah frekuensi langkah kaki Anda.
Kedua: Jangan terlalu banyak menggiring di sepertiga lapangan Anda. Anda boleh lebih leluasa
menggiring di sepertiga lapangan lawan.
Ketiga: Sewaktu menggiring, jika lawan membayangi Anda dari samping maka teknik berbalik
(turning) seringkali bisa membantu Anda mengecohnya.
Keempat: Ketika Anda membawa bola dan ada lawan di depan Anda, sangat baik jika Anda
tidak tergesa-gesa mengumpankan bola padahal Anda masih jauh darinya. Giringlah bola
terlebih dahulu mendekati sang lawan, dan pada saat yang seakhir mungkin umpankanlah bola
kepada teman. Dengan demikian, sang lawan pasti akan terlambat untuk bisa mengantisipasi bola
tersebut. Namun, jika Anda terlambat dalam mengumpan maka sangat mungkin lawan akan bisa
merebut bola dari kaki Anda.
Kelima: Sewaktu menggiring, jika lawan menghadang di depan Anda maka umpankanlah bola
kepada teman atau lewatilah lawan yang menghadang tersebut. Terdapat banyak teknik untuk
melewati lawan, yang pada prinsipnya adalah menjadikan lawan sulit bergerak mengejar bola,
mati langkah, salah antisipasi, atau kehilangan keseimbangan. Diantara teknik-teknik tersebut
adalah matthews move, menggunting (scissors move), step over, cruyf move, melewatkan di
bawah kedua kaki lawan (nutmeg move), berpura-pura mau menendang (fake kick), berputar
(spin move), mencungkil bola (sombrero move) dan elastico move.
Keenam: Anda boleh kehilangan bola asalkan mendapatkan ganti yang pantas untuk itu, seperti
tendangan pojok, tendangan bebas, lemparan kedalam, atau bahkan tendangan penalti.
Ketujuh: Menggiring bisa dilakukan ke arah mana saja, termasuk ke arah belakang jika
dianggap perlu, misalnya untuk mencari dan menciptakan konfigurasi yang lebih baik.
Kedelapan: Jika teman Anda yang sedang menggiring bola berada dalam kesulitan, segeralah
datang membantu dengan cara mengambil posisi yang tepat untuk bisa diberi umpan.
Kesembilan: Anda bisa menciptakan ruang bagi teman Anda untuk menerima umpan secara
leluasa dengan cara menggiring bola yang Anda kuasai sedemikian sehingga tercipta ruang itu
atau dengan memancing lawan mengejar Anda sementara Anda menciptakan ruang bagi teman-
teman Anda ketika itu. Namun, ini hanya disarankan jika Anda terampil dalam menggiring.
Kesepuluh: Para pemain yang bisa menggiring paling baik disarankan untuk di tempatkan di
sayap, dengan harapan bisa menyibukkan para pemain lawan sehingga tercerabut ke tepi
lapangan dan terciptalah ruang yang longgar di tengah lapangan.

BOLA BASKET
SEJARAH
Bola Basket diciptakan di Amerika pada tahun 1891 oleh Dr. James A. Naismith. Gagasan yang
mendorong untuk menciptakan permainan baru itu disebabkan adanya kenyataan pada waktu itu
bahwa keanggotaan dan pengunjung kegiatan olahraga pada perkumpulan YMCA (Young Men’s
Christian Associaton) semakin hari semakin bertambavh merosot . Hal ini disebabkan karena
para anggotanya menjadi agak bosan dengan latihan-latihan olahraga senam yang kaku. Juga
kebutuhan yang dirasakan dalam musim-musim dingin untuk tetap melakukan kegiatan olahraga
yang menarik, merupakan desakan yang semakin hari semakin dirasakan Dr. Luther Gulick,
pengawas kepala bagian olahraga pada Sekolah Guru Pendidikan Jasmani YMCA dari
Springfield. Masachusets menyadari akan gejala-gejalan kegiatan olahraga yang kurang baik itu,
dan segera menghubungi Dr. James A Naismith salah seorang rekanGuru di Springfiled dan
memberikan tugas padanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga permainan yang baru, yang
dapat dimainkan di dalam ruangan tertutup
diwaktu sore. Dr. James A. Naismith
menyambut tugas situ, dengan mulai
menyusun suatu gagasan permainan baru
yang bentuknya akan dapat memenuhi
syarat-syarat yang dimintakannya. Dalam
mengikuti pikirannya yang berkhayal untuk
menciptakan permainan yang cocok,
dengan syarat-syarat yang telah diberikan,
yaitu permainan yang cocok untuk
dimainkan dalam ruang tertutup diwaktu
sore telah membatasi pikirannya pada hal-hal yang bukan khayal, tetapi melangkah pada suatu
pemusatan pikiran yang kongkrit dengan tidak ada unsur-unsur menendang dan menjegal,
menarik, dan lagi tidak begitu susah dipelajari.
Kemudian Dr. James A. Naismith mencoba dan menguji gubahan-gubahan dari permainan-
permainan softball, baseball, lacrosse, dan sepak bola tetapi satupun tidak cocok dengan syarat
dan tuntutannya, sebab disamping sulit untuk dipelajari juga masih terlalu kassar untuk suatu
permainan di dalam ruangan tertutup dengan berlampu. Dari penalaman eksperimen yang
dilakukan itu, timbullah inspirasi tentang bentuk dan gaya permainan yang diidamkan itu. Bahwa
permainan itu jelas harus dimainkan denganbola yang berbentuk bulat, dengan tidak ada unsur
menendang, tidak ada unsur membawa lari dengan bola , tanpa unsur menjegal dan harus
menghilangkan gawang sebagai sasaran tambahan, sebab hal yang terakhir ini akan merangsang
terhadap unsur-unsur penggunaan kekuatan. Untuk menjinakkan gerakanbola, maka sebagai
pengganti lari dengan bola seperti terlihat dalam sepak bola, maka bergeraknya bola hanya
dilakukan dengan mengoperkan atau mendribble. Untuk menjinakkan tembakan ke arah sasaran
sebagai puncak kegairahan, maka gawangpun dig anti dengan sasaran yang sempit yang terletak
di atas para pemain. Sehingga dengan bentuk obyek sasaran yang demikian itu pengutamaan
tembakan tidak dengan kekuatan, tetapi justru dengan ketepatannya. Dan oleh karena sasaran
gol/gawang terletak diatas, maka jalanbola harus menempuh suatu busur parabola atau balistik.
Selanjutnya Dr. James A. Naismith menerangkan gagasannya dalam bentuk permainan yang
meliputi 13 pasal. Dari 13 pasal tersebut, 12 pasal diantaranya menjadi inti peraturanbola basket
modern sampai saat ini.
Pada suatu hari Dr. James A. Naismith sambil memegang bola sepak membawa seorang
pemainnya masuk dalam ruangan olahraga dengan maksud mencoba permainan yang telah ia
pikirkan itu. Setelah dalam ruangan olahraga, ia memikirkan bahwa yang pantas untuk gawang
adalah peti kayu saja. Dan ia minta bantuan kepada kepala rumah tangga sekolah. Stebbin
namanya, apakah bila menyediakan kebutuhannya itu. Tetapi Stebbin tidak mempunyai kotak
kayu dan sebagai penggantinya ditawarkan “Basket” (Keranjang) buah persik yang kosong pada
Naismith. Disetujuilah oleh Naismith dan basket itu yang kemudian digantungkan oleh Stebbin
di kedua sisi ruangannya pada balkonnya. Naismith menjelaskan peraturan-peraturannya, dan
pada pelajar/ pemainnya mencoba dan mengikutinya.
Dari asal keranjang buah “peach basket”, berasal nama Basket ball, yang sekarang terkenal di
seluruh dunia.
Mula-mula tiap bola masuk ke dalam keranjang, Stebbin harus pergi ke balkon untuk
mengeluarkan bola, sebab bagian bawah keranjang itu tertutup. Akhirnya dipikirkan untuk dibuat
lubang pada alas keranjang itu. Demikian sedikit cerita aslinya yang dapat dikutip dari Harold
Keith, “Sport and Games”.
Karena Dr. James A. Naismith mengasuh 18 pelajar didalam kelasnya, maka pertama-tama bola
basket dimainkan oleh 9 orang masing-masing regu, dengan 3 pemain depan, 3 pemain tengah,
dan 3 pemain belakang. Pada tahun 1892 bola basket dimainkan oleh 7 orang masing-masing
regu, dan selanjutnya setelah mengalami perubahan-perubahan jumlah, akhirnya ditemukan
suatu jumlah yang sampai sekarang berlaku ialah 5 orang untuk masing-masing regu.

PERATURAN
Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut.

1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi
tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola
tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari
pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya
tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal
pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan
dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian
pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran
tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai
hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain
tidak diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju),
melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada
aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan
dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh
lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam
keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol
tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang,
maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan
dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat
tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan.
Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia
memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah
satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka
sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit
memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan
yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah
keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak
menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

TEKNIK DASAR
1. Dribbling (Menggiring bola)
Dribbling atau memantul-mantulkan bola (membawa bola) dapat dilakukan dengan
sikapberhenti, berjalan atau berlari. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan tangan kanan atau
tangan kiri, seperti :
1. Dribble rendah
2. Dribble tinggi
3. Dribble lambat
4. Dribble cepat
2. Passing (Mengoper bola)
Macam-macam passing/operan dengan dua tangan :
1. The two hand chest pass : operan setinggi dada/ tolakan dada
2. The over head pass : operan atas kepala
3. The bounce pass : operan pantulan
4. The under hand passa : operan ayunan bawah
Macam-macam operan dengan satu tangan :
1. The side arm pass/the base ball pass : operan samping
2. The lop pass : operan lambung
3. The back pass : operan gaetan
4. The jump hand pass : operan lompat
Lemparan tolakan dada dengan dua tangan
Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak dilakukan dalam permainan.
Lemparan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek dengan perhitungan demi kecepatan
dan kecermatan dan kawan penerimabola tidak dijaga dengan dekat. Jarak lemparan ini antara 5
sampai 7 meter.
Lemparan samping
Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira antara 8 sampai 20
meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat.
Lemparan di atas kepala dengan dua tangan
Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk menggerakkan bola di atas
sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini juga sangat berguna untuk operan cepat, bila
pengoper itu sebelumnya menerimabola di atas kepala.
Lemparan bawah dengan dua dua tangan
Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama sekali bila
lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.
Lemparan kaitan
Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain dikuasai. Operan ini
digunakan untuk dapat melindungi bola dan mengatasi jangkauan lawan terutama sekali bagi
lemparan yang lebih pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini : bola dilemparkan di samping
kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima ada di kiri kanan pelempar. Di
samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi macam-macam operan yang pada
hakekatnya adalah merupakan kombinasi dari operan tersebut di atas.
3. Shooting (Menembak bola ke ring)
Cara memasukkan bola atau menembak (shooting)
Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
1. Menghadap papan (facing shoot)
2. Membelakngi papan (back up shoot)
Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar, melompat dan
berlari.

3. Menghadap papan dengan sikap berhenti :


a. tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot)
b. tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)
c. tembakan satu tangan (one hand set shoot)
d. tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot)

4. Menghadap papan dengan sikap melompat


5. Menghadap papan dengan sikap lari
6. Membelakangi papan dengan sikap berhenti
7. Membelakangi papan dengan sikap melompat
Cara berputar (Pivot)
Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi as/poros putaran (setelah kita menerima bola).
a. pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. pivot kemudianpassing (melempar bola)
c. pivot kemudian shooting (menembakan bola)
Olah kaki atau gerakan kaki (foot work)
Keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal :
a. dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa kehilangan
keseimbangan
b. cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
Menggiring bola dapat dibagi dua :
a. menggiring bola tinggi, gunannya untuk memperoleh posisi mendekati basket lawan.
b. Menggiring bola rendah, gunanya untuk menyusup dan mengacaukan pertahanan lawan, dan
menggiring bola dalam menghadapi lawan.

Anda mungkin juga menyukai