Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kesehatan sehingga kita bisa
menyelesaikan tugas sebagai seorang hamba Allah dan melaksanakan apa-apa yang telah
diberikan oleh Allah kepada kita berupa fitrah.
Salawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang mana
beliau adalah Nabi dan Rasul terakhir, tidak ada Nabi sesudahnya, beliau telah membawa
cahaya kepada kita umat islam, sehingga sampai sekarang kita masih bisa merasakan cahaya
tersebut.
Belajar adalah nafas kehidupan bagi pelajar atau mahasiswa. itulah kesan yang
mengapung kepermukaan selama ini. Karena hampir tidak pernah ditemukan pelajar atau
mahasiswa yang tidak belajar selama berstudi. Yang ada hanyalah perbedaan frekuensi belajar
dengan hasil yang bervariasi. Belajar dan selalu belajar adalah tugas mereka. Dengan sedikit
pengecualian tentu saja tidak ada alasan untuk tidak belajar. Setiap hari harus belajar.
Didalam laporan ini tentu saja memiliki banyak kekurangan namun terdapat pula
keistimewaan didalamnya, seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak, begitu juga
halnya dengan makalah ini. Karenanya dengan segala kerendahan hati saran-saran dan kritik
yang konstruktif sangat diharapkan dari pembaca demi peningkatan kualitas laporan ini di
masa mendatang.
Akhirnya, kami ucapkan banyak terimaksih kepada pihak-pihak yang telah membantu
kami dalam menyusun laporan ini, dan harapan kami adalah mudah-mudahan laporan ini
bermamfaat dan benar-benar memperolah pemahaman secara menyeluruh dan lengkap.

Penyusun.
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………….. i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………… 1
A. Latar Belakang …………………………………………………….. ... 1
B. Rumusan Masalah……………………………………………………. 1

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………..
A. Keluarga Sebagai Tempat Belajar Awal Didalam
Pendidikan Islam……………………………………………………… 2
B. Pembinaan Kehidupan Beragama Dalam Keluarga ………………… 3

BAB III Kesimpulan dan Penutup


A. Kesimpulan …………………………………………………………...
B. Penutup ……………………………………………………………….

BAB IV DAFTAR PUSTAKA..……………………………………………...


BANDUL MATEMATIS
(Percobaan M.01)

I. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
a) Memahami gerak osilasi yang tidak terendam
b) Menentukan besarnya nilai percepatan gravitasi

II. TEMPAT DAN TANGGAL


Praktikum dilaksanakan dilaboratorium Fisika Dasar I Universitas Mataram, pada
tanggal 4 Oktober 2007

III. ALAT DAN BAHAN


a). Beban (bandul) dan Benang sebagai penggantung bandul (beban)
b). Stopwacht dan Meteran

IV. LANDASAN TEORI


Osilasi adalah jika suatu partikel dalam gerak periodic bergerak bolak balik
melalui lintasan yang sama, dimana satu periodic adalah sitiap gerak yang berulang-
ulang dalam selang waktu yang sama. Banyak benda yang berisolasi yang gerak bolak-
baliknya tidak tepat sama karena gaya gesekan melepaskan tenaga gerakannya. Bandul
matematis bergerak mengikuti gerak harmonic. Bandul sederhana (matematis) adalah
benda ideal yang terdiri dari sebuah titik mass, yang digantung pada tali ringan yang
tidak dapat mulu. Jika bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya ( David
Halliday : 1985)
Ayunan sederhana adalah sebuah benda yang digantungkan pada tali ringan
dengan panjang tetap. Jika benda diberi simpangan sudut (θ) dan dilepaskan, maka
benda akan berayun pada bidang vartikel, karena pengaruh gaya berat. Gerakan ini akan
periodic, benda bermassa “m” merupakan ayunan sederhana.. Fes = -m g.sin θ,
merupakan gaya pulih adalah komponen tangensial dari gaya berat. Jika θ < maka θ ~ θ
(dalam radian). Jadi Fes = -m g θ = -ks
Jika s adalah busur yang dijalani benda dan akan sama dengan simpangan x maka θL =

x
-s = x atau θ = .
l
x mg
Gaya pulih = -m g θ -m g = -kx = -( )x
l l
mg m l m l
Jadi, k = atau = g ; jadi T = 2п = 2п
l k g g

Tenyata periode ayunan matematis tidak tergantung pada massa beban yang digantung,
syaratnya θ harus kecil (θ<10º) agar berlaku sin θ ≈ θ ( Haris Wasprakrik;1990).
Bandul sederhana ideal ( idealsimpel) pendulum terdiri dari sebuah bola kecil
pada ujung dawai atau kawat, yang massanya dapat diabaikan yang berayun (berosilasi)

l
maju mundur dengan simpangan kecil piranti seperti ini memiliki periode 2п
g

dengan demikian bandul jenis ini berayun dengan menggunakan gerak harmonis
sederhana (Oxpord ;1987)

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1) Benda (bandul)digantung pada tali dengan panjang tertentu
2) Bandul disimpangkanpada sudut tertentu dari titik keseimbangannya
3) Bandul dlepaskan dan waktu untuk 20 ayunan dihitung
4) Langkah 1 sampai 3 diulangi untuk panjang tali berbeda.
5) Langkah 1 sampai 4 diulangi untuk massa bandul berbeda
6) Hasilnya dicatat dalam table pengamatan 1 dan 2

VI. TABEL PENGAMATAN


No l (m) N t (sekon)
1 1,64 20 53,37
2 1,47 20 49,35
3 1,3 20 46,52
4 1,0 20 41,31
5 0,7 20 34,29
6 0,66 20 33,65
7 0,56 20 31,37
8 0,52 20 30,32
9 0,46 20 28,01
10 0,40 20 26,59

l = 0,40 m
N = 20 N
t = 26,59 s
26 ,59
T= == 1,3245
20

4π2.l
g=
T2
4.( 3,14 ) 2.0,4
g= = 8,99 m/s2
(1,3245 ) 2

No l (m) N t (sekon)
1 1,54 20 49,27
2 1,24 20 44,72
3 1,1 20 42,34
4 0,98 20 40,35
5 0,90 20 38,20
6 0,80 20 36,61
7 0,64 20 32,44
8 0,60 20 31,53
9 0,50 20 29,26
10 0,43 20 26,60

l = 1,538 m
N = 20 N
t = 49,27 s
49,27
T= = 2,464
20

4π2.l
g=
T2
4.( 3,14 ) 2.1,538
g= = 9,99 m/s2
( 2,464 ) 2

VII. ANALISIS DATA


A. Data Untuk m1
N t
l(meter N T (t/N) T2 l2 l (T2)
o (sekon)
1 1,64 20 53,37 2,669 7,124 2,69 11,683
2 1,47 20 49,35 2,468 6,091 2,161 8,954
3 1,3 20 46,52 2,326 5,41 1,69 7,033
4 1 20 41,31 2,066 4,268 1 4,268
5 0,7 20 34,29 1,714 2,938 0,49 2,057
6 0,66 20 33,65 1,683 2,832 0,436 1,869
7 0,56 20 31,37 1,569 2,462 0,314 1,379
8 0,52 20 30,32 1,516 2,298 0,27 1,195
9 0,46 20 28,01 1,401 1,963 0,212 0,903
10 0,4 20 26,59 1,33 1,769 0,16 0,708
Σ 8,71 200 374,78 18,742 37,155 9,423 40,049

• Perhitungan g1 untuk m1 melalui tabel


n.Σl (T 2) − Σl .ΣT 2
b =
n.Σl 2 − (Σl ) 2
10 .( 40 ,049 ) −(8,71 ).( 37 ,155 )
b =
10 .( 9,423 ) −(871 ) 2
400 ,49 −323 ,62
= 94 ,23 −75 ,864

76 ,87
= 18 ,366

= 4,185
4π 2
T2 = .l ⇔ y = b.x
g

Sehingga
4π 2
b = g

4π 2
g =
b
4(3,14 ) 2
=
4,185
39 ,438
= 4,185

g1 = 9,424 m/s2]
B. Data Untuk m2
N t
o l(meter N (sekon) T (t/N) T2 l2 l (T2)
1 1,54 20 49,27 2,464 6,071 2,372 9,349
2 1,24 20 44,72 2,236 4,999 1,538 6,199
3 1,1 20 42,34 2,117 4,482 1,21 4,93
4 0,98 20 40,35 2,018 4,072 0,96 3,991
5 0,9 20 38,2 1,91 3,648 0,81 3,283
6 0,8 20 36,61 1,831 3,353 0,64 2,682
7 0,64 20 32,44 1,622 2,631 0,41 1,684
8 0,6 20 31,53 1,577 2,487 0,36 1,492
9 0,5 20 29,26 1,463 2,14 0,25 1,07
10 0,43 20 26,6 1,33 1,769 0,185 0,761
Σ 8,73 200 371,32 18,568 35,652 8,735 35,441

• Perhitungan g2 untuk m2 melalui tabel


n.Σl (T 2) − Σl .ΣT 2
b=
n.Σl 2 − (Σl ) 2
10 .( 35 ,441 ) −(8,37 )( 35 ,652 )
=
10 .( 8,735 ) −(8,73 ) 2
43 ,168
= 11 ,137

b = 3,876
4π 2
T2 = .l ⇔ y = b.x
g

Sehingga
4π 2
b = g

4π 2
g =
b
4(3,14 ) 2
=
3,876
39 ,438
= 3,876

g1 = 10,174 m/s2

VIII. GRAFI l TEHADAP T2 UNTUK m1

IX. GRAFI l TEHADAP T2 UNTUK m2

X. PEMBAHASAN
Pada praktikum bandul matematis ini, praktikan melakukan 2 kali percobaan
sejenis yang masing-masing dilakukan oleh sepuluh kali dengan beban, panjang tali (l)
dan sudut simpang (θ) yang masing berbeda. Dari tiap percobaan yang dilakukan akan
diperoleh data-data yang nantinya akan didapat lebih lengkap pada bagian analisis data.
Bandul matematis adalah benda yang terdiri dari sebuah titik massa yang
digantung pada tali ringan yang tidak mulur. Bila bandul disimpangkan dengan sudut
dari posisi kesetimbangannya lalu dilepaskan maka benda akan berayun vertical karena
dipengaruhi oleh gaya gravitasi.
Kemudian dari hasil perhitungan pada analisisi data diperoleh nilai gravitasi dari
perhitungan menggunakan tabel dan grafik, yakni sebagai berikut :
 Garavitasi I dengan tabel = 9,424 m/s2
 Garavitasi I dengan grafik = 9,240 m/s2
 Garavitasi II dengan tabel = 10,147 m/s2
 Garavitasi II dengan grafik = 9,515 m/s2
Dilihat dari hasil gravitasi yang diperoleh terdapat perbedaan dengan besarnya
nilai gravitasi yang telah kita ketahui sebesar 9,8 m/s2. hal ini bisa jadi disebabkan
karena adanya gesekan antara tali dengan udara (angain), sehingga benda yang
berosilasi gerak bolak-baliknya tidak tepat sama dan melepaskan tenaga gerakan.
Selain intu perbedaan nialai gravitasi ini juga bisa disebabkan oleh karena
kesaahan dalam melakukan percobaan/pengukuran. Misalnya saja dalam mengukur
panjang tali (l) atau pemberian sudut simpang (θ) yang agak besar. Karena dua hal ini
berpengaruh langsung dalam perhitungan. Contoh ; semakin panjang tali (l) maka niali
gravitasi (g) juga akan semakin besar. Demikian pula halnya dengan pemberian sudut
simpang (θ) yang agak besar, akan membuat massa dari beban ikut diperhitungkan,
sehingga bisa mempengaruhi gravitasi itu sendiri.

XI. PENUTUP
A. KESIMPULAN
1) Benda bisa saja berisosiasi dengan gerak bolak-balik yang tidak tepat
sama karena dipengasuhi oleh gesekan antara tali dan udara yang akan
melepaskan tenaga gerakannya
2) Massa benda yang digantung tidak akan mempengaruhi periode (T)
ayunan, asalkan sudut simpang (θ) yang diberikan harus kecila.(θ < 10º)
3) Nilai gravitasi (g) yang didapat dari perhitungan bisa berbeda dengan
nilai gravitasi yang sudah diketahui yakni 9,8 m/s2. hal ini karena adanya
pengaruh gesekan tali dengan udara dan kesalahan-kaselahan dalam melakukan
percobaan/pengukuran.
4) Pengukuran panjang tali (l) dan pemberian sudut simpang (θ) dapat
mempengaruhi besarnya nilai dari gravitasi.
5) Untuk menentukan besar percepatan gravitasi dapat digunakan dengan
cara menyimpangkan bandul dengan sudut kecil dengan panjang tali tertentu.

B. SARAN
Untuk melakukan praktikum bandul matematis ini, ada hal-hal yang harus
diperhatikan oleh praktikan saat melekukan percobaan, diantaranya :
1) Praktikan harus benar-benar teliti saat melekukan pengukuran, seperti
pengukuran panjang tali dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 20 kali
gerakan penuh.
2) Setiap praktikan harus dapat mengambila peran, agar jalannya
percobaan bisa lancar dan semua praktikan dapat aktif.
3) Saat melakukan percobaan, pemberian sudut simpang juga harus
benar-benar diperhatikan, sebab hal ini juga dapat mempengaruhi besarnya nilai
gravitasi.
4) Sudut antara tali dengan ujung statif, tempat tali menggantung
diusahakan tegak lurus, agar lintasan yang dibentuk beban saat bergerak dapat
berupa lintasan lurus.
5) Kurangnya ketelitian dapat mempengaruhi hasil secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA

Halliday, David. 1985. Fisika Dasar Jilid I. Jakarta : Erlangga.


Oxford. 1997. Kamus Lengkap Fisika. Jakarta : Erlangga.
Wasprakrik, Hans. 1990. Fisika. Jakarta : Erlangga.