SILABUS ETIKA ADMINISTRASI NEGARA JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS GADJAH

MADA Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP Latar Belakang Mata kuliah ini diajarkan pada program S1 Jurusan Administrasi Negara, Fisipol UGM untuk memberikan pemahaman tentang etika terapan dalam organisasi publik. Ada tiga tujuan yang hendak dicapai dari kuliah ini, yaitu: mengajarkan ketentuan dan prinsip-prinsip etika dalam tugas-tugas administrasi negara, mendiskusikan berbagai masalah moral dan etis yang muncul dalam kebijakan publik dan pelayanan publik, serta memberikan penghayatan tentang kewajiban dan tugas-tugas khusus yang diemban oleh seseorang yang aktif dalam kegiatan organisasi publik. Etika administrasi negara menjadi semakin penting karena tuntutan akan peran negara yang masih tetap sangat relevan di Indonesia. Dalam banyak literatur, dijelaskan bahwa Indonesia termasuk negara lemah (weak state) atau negara lunak (soft state). Peran negara ternyata masih gagal dalam menegakkan hukum, menciptakan situasi pasar yang sehat bagi para pelaku bisnis, serta gagal dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang sangat diharapkan oleh masyarakat. Ini terjadi karena pemahaman dan penghayatan akan etika bagi para perumus kebijakan, birokrat, dan pelaksana dalam organisasi publik masih sangat jauh dari harapan. Demokratisasi ternyata tidak serta-merta menjamin kualitas kebijakan dan pelayanan yang baik apabila tidak didukung oleh penerapan etika seperti seharusnya. Pembahasan etika administrasi negara dapat bersifat normatif maupun deskriptif. Dalam kaitannya dengan praktik perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pelayanan publik, etika administrasi negara membahas banyak kaidah normatif. Namun penyampaian nilai-nilai etis dalam kegiatan administrasi negara juga bisa bersifat deskriptif dengan membahas berbagai kasus nyata dalam hubungan antara pejabat publik dan masyarakat pada umumnya. Maka pembahasan mengenai etika administrasi negara dalam kuliah akan menyangkut nilai-nilai sosial abstrak seperti masalah keadilan, legitimasi politik atau partisipasi masyarakat, hingga perdebatan mengenai nilai-nilai dasar etika penyelenggaran pelayanan publik seperti tanggungjawab para birokrat terhadap warga masyarakat, peningkatan efisiensi, pelayanan, etos kerja pegawai negeri, dan sebagainya.

1

Rancangan Kuliah No. Tiara Wacana. Boston: MacMilan. New York: Prentice Hall. 1978 John Stuart Mill. serta sumber-sumber lainnya. 1 Topik Pengantar Pokok Bahasan • Silabus • Apakah pentingnya etika? • Definisi Etika Administrasi Negara Referensi Zubair. Business Ethics. Indianapolis: BobbsMerrill Co. Pengantar Kuliah Etika. William K. 1982 R.Penilaian mahasiswa Mahasiswa peserta kuliah ini akan dinilai berdasarkan tiga komponen pokok. F. legitimasi etis • Demokrasi 2 . 1994 2 Pertimbangan moral 3 HAM. Jakarta: Rajawali Press. Buchholtz & S. Ethics.T. The Psychological Basis of Morality. Etika Politik. Rosenthal. Pembuatan tugas dengan studi kasus 3. perpustakaan.. Selain bahan-bahan diskusi dan literatur yang wajib dibaca dan dipahami. Achmad Kharis. yaitu: 1. Kekuasaan dan Demokrasi • Tahap-tahap pertimbangan moral dalam interaksi sosial • Moralisme legal • Ide-ide besar dalam politik.. New Delhi: Prentice Hall. 1998 Moore. B.C. A.. Utilitarianism. Partisipasi di dalam diskusi kelas 2. Franz Magnis. Ujian / paper. perdebatan tentang utilitarianisme dan idealisme • Hak azasi manusia • Legitimasi sosiologis vs. para mahasiswa juga diharapkan menambah bahan rujukan yang dapat diperoleh dari situs web. 1957 Suseno. 1988 Frankena.

Kanisius. Prentice Hall.No. Velasquez. Etika Bisnis: Konsep dan • Pasar monopolis • Persaingan oligopolis Kasus. Jakarta. Communism. 4 Topik Etika dalam sistem ekonomi Pokok Bahasan • Pasar bebas dan hak azasi manusia • Utilitas pasar bebas • Teori kelas dan sistem ekonomi Referensi Sonny Keraf. Keadilan Sosial. and the Third World. Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya.. 2000 Donelia Meadows et al. 1982 Hill. Antitrust Theory and Practice. New York: Universe Books. 1981 Lester Brown. 1974 • Gagasan tentang welfare state • Keadilan sosial • Partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik Dipoyudo. • Penyusutan Living with Tommorrow. 1975 Richard Stephenson. The Limits to Growth. Yogyakarta: Andi. Kirdi. Michael.1998Charles Lindblom. New York: Penguin. New York: Norton & Company. 1974 • Persaingan sempurna Manuel G. sumberdaya alam New York: John Willey & • Polusi • Bisnis dan konservasi Sons. London. Jakarta: Rajawali Press. State of sumberdaya the World. Columbus: Grid Inc. Politics and Markets. The Policy Process in the Modern State. 1997 7 8 Ujian Midterm Konsekuensi moral kebijakan publik 3 . 2005 • Kebijakan publik dalam pasar oligopolis Russell Warren. Economic Systems and Society: Capitalism. 1977 5 Kegagalan pasar dalam perspektif etika 6 Masalah lingkungan George Dalton. New York: Basic Books.

Holding Government Bureaucracies Accountable. Agus. 2004 Klitgaard. Ronald Maclean-Abaroa & H. 2003 11 Pertanggungjawaban dalam birokrasi publik • Sistem pertanggungjawaban secara normatif • Mekanisme kawal dan imbang • Akuntabilitas birokrasi publik 4 . PSKPUGM dan PEG-USAID. Good Governance dalam Pelayanan Publik. 9 Topik Korupsi dan dampak negatifnya Pokok Bahasan • Pengertian korupsi • Korupsi dalam praktik administrasi negara • Penyebab korupsi dan penanggulangannya Referensi Kumorotomo. Yogyakarta. Syed Hussein. Jakarta. Bernard. Etika Administrasi Negara. Reformasi TataPemerintahan dan Otonomi Daerah. 2006 Wahyudi Kumorotomo. Yogyakarta: Gama Press. Yayasan Obor. Sebab dan Fungsi. 2005 Agus Dwiyanto et al. Pustaka Pelajar. Jakarta: Rajawali Press. 1982 10 Kaidah transparansi dan kepentingan umum • Teori tentang transparansi • Kepentingan umum: misi utama organisasi publik • Pelayanan publik Dwiyanto. Jakarta: LP3ES. 2002 Alatas. 1987 Rosen.No. Korupsi: Sifat. Wahyudi. Lindsey Parris. Boston: Praeger Publishers. Robert. Yogyakarta. Akuntabilitas Birokrasi Publik: Sketsa Pada Masa Transisi. Penuntun Pemberantasan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah.

2006 8. 2002 13. New Delhi: Prentice Hall. Sebab dan Fungsi. New York: Penguin. Michael. et al. New York: Universe Books. Illinois: McGraw-Hill. Economic Systems and Society: Capitalism. 1957 5 . Dalton. Kanisius. Etika Administrasi Negara. Keadilan Sosial. Klitgaard. PSKP-UGM dan PEG-USAID.. 2000 4.. Utilitarianism. Ethics for Bureaucrats. Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya. Agus. 1977 12. 2004 15. Lindsey Parris. Frankena. London. Good Governance dalam Pelayanan Publik. Indianapolis: Bobbs-Merrill Co. 1982 9. Jakarta: Rajawali Press. Syed Hussein. Keraf. Illinois: McGraw-Hill. Dwiyanto. Agus. Mill. 2004 10. Essays on Ethics in Business and the Professions. Alatas. Perspectives in Business Ethics.1998Charles Lindblom. Dwiyanto. John Stuart. Ronald Maclean-Abaroa & H. Yogyakarta: Gama Press. Hartman. Yayasan Obor. 1988 John A. Kumorotomo. Rohr. Communism. Yogyakarta. Behrman. Wahyudi. 1974 5. Pustaka Pelajar. et al.. and the Third World. Kumorotomo. 1974 16. Yogyakarta. Ethics. Robert. Perspectives in Business Ethics. State of the World. Donelia. Brown. Prentice Hall. New York: Norton & Company. New York. William K. Essays on Ethics in Business and the Professions. 1997 11. Meadows. 2003 7. George. Jakarta: Rajawali Press. Akuntabilitas Birokrasi Publik: Sketsa Pada Masa Transisi. 2005 14. Korupsi: Sifat. 1982 6. Jakarta: LP3ES. 2004 13 Ujian Akhir Referensi 1. Kirdi. The Policy Process in the Modern State. Sonny. The Limits to Growth. Marcel Dekker Inc. Laura. Jakarta. 1978 Laura Hartman. New York: Basic Books. 12 Topik Pokok Bahasan Kode etik bagi para • Etika kepegawaian: birokrat pegawai dan lembaga publik • Hak intelektual. Jakarta. Hill. pengetahuan dan keterampilan • Etos kerja dalam organisasi pemerintah Referensi Jack Behrman. Englewood Cliffs: Prentice Hall. Reformasi Tata-Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Lester.No. Jack. Wahyudi. Politics and Markets. 1987 2. Penuntun Pemberantasan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah. Dipoyudo. 1988 3. Englewood Cliffs: Prentice Hall.

Boston: MacMilan. Zubair. Moore.. Jakarta: Rajawali Press. 1975 25. Suseno.17. New York. Antitrust Theory and Practice. John.A. B. 1978 20. New York: John Willey & Sons. Stephenson. 1994 23. Manuel G. The Psychological Basis of Morality. & S. Tiara Wacana. Etika Bisnis: Konsep dan Kasus. 1978 18. Ethics for Bureaucrats. Living with Tommorrow. 2005 24. 1982 21. Russell. Rosenthal. Columbus: Grid Inc. Warren. Franz Magnis. Holding Government Bureaucracies Accountable. Achmad Kharis. New York: Prentice Hall. Marcel Dekker Inc. Buchholtz. Business Ethics.C. 1981 22. Etika Politik.T. 1998 19. Rohr.. Richard. Boston: Praeger Publishers.. Yogyakarta: Andi.. Velasquez. R. 1988 ***** 6 . Pengantar Kuliah Etika. F. Bernard.. Rosen.