Seputar Status Gizi Ibu Menyusui dan Pemberian ASI

Oleh: DA Inayati Selasa, 28 Pebruari 2006

"Bu..itu badannya harus digemukkan dulu bila akan menyusui bayi. Nanti ASI yang dihasilkan sedikit lho!." "Lho.., katanya tidak ada pengaruhnya gemuk apa kurusnya sang ibu terhadap produksi ASI. Lagi juga aku ndak mau makan banyak, nanti malah aku ngga kurus kurus. Ini saja makanku sudah aku batasi, masih saja tetap gemuk" "Waduh, ibu ngga gemuk kok!. Lho bukannya kalau memberikan ASI jadi bisa turun berat badannya?" "Ngga..ini ngga terbukti tuh di aku, perasaan walau menyusui aku malah makin gemuk!" Jenis percakapan yang lazim kita temui sehari hari, khususnya di seluk beluk dunia pemberian ASI. Kepercayaan yang beredar bahwa seorang ibu yang "kurus" tidak dapat memproduksi ASI dengan jumlah mencukupi dan pola makan berkuantitas tinggi pada masa menyusui sering kali kita jumpai. Demikian halnya anggapan bahwa menyusui akan malah membuat berat badan semakin bertambah tak jarang kita dapatkan dari mulut ke mulut. Benarkah demikian? Haruskah seorang busui mengkonsumi makanan dengan porsi "dobel" di masa pemberian ASI? Apakah status gizi ibu mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi? Dapatkah tercapai kondisi penurunan berat badan dengan cara menyusui si kecil? Hal apa yang harus diperhatikan pada busui dengan keluhan overweight dan obesitas? Adakah kaitan antara malnutrisi ibu dengan sukses menyusui? Mari kita simak beberapa hal yang penting diketahui seputar gizi busui dan pemberian ASI. Pengaruh Status Gizi Ibu Pada Sukses Menyusui Bila kebutuhan energi wanita usia reproduksi sebesar 2100 kcal/hari, seorang ibu menyusui memerlukan asupan rata rata 2700 kcal dalam kesehariannya. Tambahan sebesar 500-700 kcal tersebut tak lain diperlukan Untuk keperluan biosintesis ASI. Ekstra energi tersebut pun tidak semuanya harus didapatkan dari intake makanan yang dikonsumsi busui sehari hari. 200 kcal ternyata telah tersedia di tubuh ibu berupa cadangan deposit yang telah dibentuk sejak dimulainya proses kehamilan. Sisa 300-500 kcal/hari lah yang baru diharapkan diperoleh dari intake makanan keseharian sang ibu. Jadi tidak tepat bila dikatakan seorang busui harus makan dengan porsi "besar besaran" agar tidak kelaparan dan produksi ASI lancar. Hubungan antara data antropometri sang busui - misalnya Body Mass Index (BMI)- dengan volume atau energi yang dihasilkan dari ASI juga tidak dapat dibuktikan keterkaitannya hingga saat ini. Studi studi ilmiah bahkan membuktikan bahwa dengan status gizi ibu yang marjinal, kuantitas ASI yang dihasilkan dapat mencukupi kebutuhan sang bayi. Data antropometri sendiri, misalnya BMI,biasanya akan berpengaruh terhadap berat badan bayi yang akan dilahirkan, namun tak ada kaitannya dengan produksi ASI. Karenanya busui yang kurus, normal ataupun "overweight" sebenarnya tidak perlu mengkhawatirkan volume produksi ASI yang dihasilkan. Dengan bekal keyakinan produksi ASI akan mencukupi kebutuhan si kecil dan seringnya intensitas si kecil menyusu pada ibu, maka akan dijamin produksi ASI akan sesuai

seorang busui dengan masalah obesitas cenderung pula memiliki masalah yang lebih banyak pada masa pemberian ASI. mereka tetap menunjukkan penurunan berat badan dibandingkan kelompok kedua tersebut (Kramer et al 1993). Hal tersebut penting dilakukan agar berat badan setelah melahirkan tidak meningkat secara tajam. We R Mommies | WRM Indonesia http://wrm-indonesia. di kondisi ekstrim asupan kalori yang kurang dari 1500-1700 kcal per hari dapat mengurangi 15% volume ASI yang diproduksi. Menyusui eksklusif dengan manajemen laktasi yang tepat bahkan akan menyebabkan penurunan BB yang optimal. ditambah dengan aktivitas tubuh yang rendah (Winvkist dan Rasmussen 1999). Hal tersebut umumnya terjadi akibat terlalu besarnya asupan kalori harian saat masa menyusui. Padahal tindakan diet yang dilakukan. 21:50 Busui Yang Overweight dan Obesitas Ibu yang telah mengalami overweight ataupun obesitas sebelum masa kehamilan diharapkan mengalami pertambahan berat badan yang tidak terlalu besar.dengan kebutuhan sang buah hati. Pemberian ASI turunkan BB? Pemberian ASI yang tepat akan mengakibatkan turunnya berat badan (BB) ibu pada masa periode menyusui. Keberhasilan penurunan berat badan ini ternyata juga dipengaruhi oleh beberapa faktor terkait. Simpulan dari studi Mackey et al (1998) juga . Untuk mengatasi masalah tersebut. aktivitas tubuh rendah). Sayangnya.8 kg/kg BB/bulan. akan memberikan efek negatif pada produksi ASI. aktivitas tubuh yang memadai dan penambahan BB saat hamil yang ideal (sesuai dengan BMI yang dimiliki) adalah beberapa faktor yang berpengaruh terhadap "sukses" turun BB selama masa laktasi. Penurunan BB ini akan tetap terjadi walau tanpa dilakukannya upaya diet yang "nota bene" terlarang pada masa laktasi. pengaturan asupan kalori perhari sesuai dengan anjuran bagi busui.bila dibandingkan dengan para ibu yang tidak memberikan ASI (dengan kondisi asupan kalori tinggi. kebanyakan busui dengan keluhan berat badan "berlebih" cenderung lebih menyukai tindakan "diet" atau bahkan "stop ASI" agar kelebihan berat badannya tidak semakin bertambah. busui dengan kondisi tersebut memerlukan konsultasi pemberian ASI profesional agar sukses menyusui dapat dicapai. Seorang busui yang melakukan upaya pemberian ASI di enam bulan pertama kehidupan si kecil umumnya akan mengalami penurunan BB sebesar 0. walau dengan percepatan yang lebih rendah dibandingkan enam bulan pertama menyusui. Pemberian ASI setelah bayi berusia enam bulan juga akan mengakibatkan turunnya BB sang ibu. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Strode et al (1986). Modus menyusui yang benar.org We R Mommies Indonesia! Generated: 31 May. Sayangnya memang banyak wanita (khususnya di negara industri) tidak dapat meraih berat sebelum hamil walaupun aktivitas pemberian ASI dilakukan. Namun walaupun mereka tidak dapat meraih berat badan sebelum hamil. Dari studi menyusui yang pernah ada. 2011.6-0. terutama pada masa pemberian ASI Eksklusif. Hal tersebut membuat rata rata periode menyusuipun semakin singkat.

yang kerap kali hamil serta menyusukan anak anaknya beberapa tahun lamanya. kalsium dan magnesium. Temuan studi itu memang relatif"menenangkan". Namun keterkaitan tersebut tidak dijumpai pada besi.org We R Mommies Indonesia! Generated: 31 May. Hanya terdapat sedikit informasi yang menyatakan bahwa ASI dari busui yang kelebihan BB memiliki kadar lemak yang tinggi (Prentice 1994). Tabu tabu makanan "strik" yang kadang dijumpai di masa menyusui ternyata berpengaruh pada kondisi defisiensi vitamin-vitamin yang larut dalam air. Namun. zinc. tindakan diet (terlebih diet radikal) adalah tindakan tabu yang dilakukan selama masa pemberian ASI!. ternyata tetap dapat menghasilkan ASI dengan kualitas dan kuantitas yang mencukupi. Produksi ASI Pada Ibu Malnutrisi Satu kenyataan yang membahagiakan. Komponen imun dalam ASI (juga kolostrum) kuantitasnya akan rendah seiring dengan semakin buruknya status nutrisi busui.merekomendasikan agar busui jangan sampai melakukan diet (apalagi yang bertujuan untuk mereduksi BB) "tanpa" melalui konsultasi profesional dengan ahlinya karena hal tersebut akan memperbesar bahaya terjadinya under supply beberapa mikronutrisi yang ada di ASI. dan K yang larut dalam lemak. E. Artinya. di kondisi tersebut asupan harian busui tidak banyak mempengaruhi konsentrasi harian mineral mineral yang telah dikemukakan. Seorang busui dengan masalah gizi non kronis. Adanya hubungan antara malnutrisi pada busui dengan komposisi ASI juga ditemukan pada konsentrasi mikronutrisi yodium dan selenium. D. Karenanya jelas. 2011. Berbeda dengan vitamin A. Studi yang meneliti perubahan komposisi ASI pada busui yang overweight belum banyak dilakukan. Asupan energi busui yang kurang dari 1500 kcal per hari ternyata dapat menurunkan produksi ASI sebesar 15%. 21:50 . Kandungan total lemak pun akan menurun disertai dengan perubahan pola asam lemak yang ada. wanita dengan masalah gizi ternyata tetap mampu memproduksi ASI secara normal. We R Mommies | WRM Indonesia http://wrm-indonesia. kondisi malnutrisi yang ekstrim dan berkepanjangan dapat mempengaruhi kandungan beberapa zat yang terdapat dalam ASI. komposisi vitamin vitamin tersebut umumnya lebih bergantung pada status nutrisi busui dibanding asupan makanan sehari hari. Hal yang sering kali ditemui adalah rendahnya konsentrasi vitamin C dalam ASI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful