Handy Wicaksono - Catatan Kuliah ”Automasi 1”

Relay – Prinsip dan Aplikasi
Sasaran : Mahasiswa mampu : • Menjelaskan prinsip kerja relay • Mengetahui macam – macam relay dan bagaimana simbolnya dalam rangkaian • Mendesain relay logic ladder untuk mengendalikan suatu plant, dengan software Multisim/EWB 2.1 Pendahuluan Dalam dunia elektronika, relay dikenal sebagai komponen yang dapat mengimplementasikan logika switching. Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay. Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut : • • Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar. Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.

Bab 2

Di bawah ini contoh relay yang beredar di pasaran

Gambar 2.1 Relay yang tersedia di pasaran Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology, (West Publishing Co : 1996) Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut : Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan o Contoh : starting relay pada mesin mobil Pengatur logika kontrol suatu sistem 2.2 Prinsip Kerja dan Simbol Relay terdiri dari coil dan contact. Perhatikan gambar 2.2, coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya Teknik Elektro - Universitas Kristen Petra

1

Hal ini menyebabkan masing – masing mempunyai spesifikasi yang berbeda – beda juga. dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close). Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized).Catatan Kuliah ”Automasi 1” tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil. Sehingga relay mempunyai 2 macam simbol yang digunakan pada : o Rangkaian listrik (hardware) o Program (software) Berikut ini simbol yang digunakan : Gambar 2. penjelasan untuk coil dan contact terpisah. dan contact akan menutup. (West Publishing Co : 1996) Selain berfungsi sebagai komponen elektronik.Universitas Kristen Petra . 2 Teknik Elektro . Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open). akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas. Gambar 2. Modern Control Technology. Dalam data sheet. relay juga mempunyai fungsi sebagai pengendali sistem.3 Rangkaian dan simbol logika relay Sumber : Kilian. Perhatikan tabel berikut. Christopher T. (West Publishing Co : 1996) Simbol selalu mewakili kondisi relay tidak dienergized.2 Skema relay elektromekanik Sumber : Kilian.Handy Wicaksono . Modern Control Technology. Christopher T.

Catatan Kuliah ”Automasi 1” Tabel 2. General Purpose Relay G2RS Datasheet 2. Berikut definisi pole dan throw: • Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay • Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw : • SPST (Single Pole Single Throw) • DPST (Double Pole Single Throw) Teknik Elektro . relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya.Universitas Kristen Petra 3 .Handy Wicaksono .3 Jenis – jenis Relay Seperti saklar.1 Contoh datasheet relay G2RS Omron Sumber : OMRON.

Teknik Elektro . Simbol dari latching relay bisa dilihat pada gambar 2. (West Publishing Co : 1996) Gambar 2. Modern Control Technology. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jka coil dari timing relay ON.7. Christopher T. (West Publishing Co : 1996) Latihan Buatlah simulasi dalam EWB (Electronic Work Bench) untuk mengaplikasikan relay tersebut di atas.6. maka beberapa detik kemudian.Handy Wicaksono . baru contact relay akan ON atau OFF (sesuai jenis NO/NC contact).Catatan Kuliah ”Automasi 1” • • • • SPDT (Single Pole Double Throw) DPDT (Double Pole Double Throw) 3PDT (Three Pole Double Throw) 4PDT (Four Pole Double Throw) Berikut ini rangkaian dan simbol macam-macam relay tersebut.4 Relay jenis Single Pole Double Throw (SPDT) Sumber : Kilian. Modern Control Technology. Timing relay adalah jenis relay yang khusus.5 Relay dengan contact lebih dari satu Sumber : Kilian. Gambar 2. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jika latch coil diaktifkan. Simbol dari timing relay bisa dilihat pada gambar 2. Christopher T. ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan.Universitas Kristen Petra 4 . Sedang latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan kondisi aktif input sekalipun input sebenarnya sudah mati.

LD Bekerja berdasar aliran logika.4 Relay sebagai pengendali Salah satu kegunaan utama relay dalam dunia industri ialah untuk implementasi logika kontrol dalam suatu sistem. output. Electrical Control for Machines. tapi alur berpikir. lampu). (Delmar Publishers Inc : 1987) Gambar 2. masing-masing input. Electrical Control for Machines.6 Simbol coil dan contact dari timing relay Sumber : Rexford. Input pemberi informasi 2. Kenneth B. pompa. dan semua komponen yang dipakai mengikuti standard khusus yang unik dan telah ditetapkan secara internasional. Relay Ladder Logic terbagi menjadi 3 komponen : 1. switch) dan output device (misalnya : motor. Output usaha yang dilakukan Diagram sederhana dari sistem kontrol berbasis relay yang menggambarkan penjelasan di atas dapat dilihat pada gambar 2. Sebagai “bahasa pemrograman” digunakan konfigurasi yang disebut ladder diagram atau relay ladder logic.7 Simbol coil dan contact dari latching relay Sumber : Rexford. Logic pengambil keputusan 3. Berikut ini beberapa petunjuk tentang relay ladder logic (ladder diagram): Diagram wiring yang khusus digunakan sebagai bahasa pemrograman untuk rangkaian kontrol relay dan switching. Dari gambar di atas nampak bahwa sistem kendali dengan relay ini mempunyai input device (misalnya: berbagai macam sensor.8.Catatan Kuliah ”Automasi 1” Gambar 2. bukan aliran tegangan/arus. Kenneth B. LD Tidak menunjukkan rangkaian hardware. Dalam rangkaian logikanya. Teknik Elektro .Handy Wicaksono .Universitas Kristen Petra 5 . (Delmar Publishers Inc : 1987) 2.

(West Publishing Co : 1996) Latihan • Buat gerbang (ladder dan hardware) : o NOR o NAND o XOR Buat rangkaian hardware dengan relay pada ladder diagram (simulasi EWB dulu) o Modern Control Technology. relay dapat mengatur komponen – komponen lain yang membentuk suatu sistem kendali di industri. OR. AND-OR. 416 o Meliputi : pemilihan relay-switch _P_T. NOT. dan latching).Universitas Kristen Petra .8 Sistem kontrol berbasis relay Sebagai awal.Catatan Kuliah ”Automasi 1” Relay (Logic) Input device Output Device Gambar 2. dan lain – lain. Modern Control Technology. self holding. 6 Teknik Elektro .9 Relay untuk membentuk gerbang logika Sumber : Kilian. dll • Sebagai pengendali. di antaranya : switch. counter. Christopher T.Handy Wicaksono . hal. sequencer. timer. Gambar 2. Semuanya adalah komponen – komponen dalam bentuk hardware. Perhatikan gambar – gambar berikut. pada gambar di bawah dapat dilihat aplikasi relay untuk membentuk gerbang – gerbang logika sederhana (AND.

Christopher T. Modern Control Technology.11 Thermal & solid state timer Sumber : Kilian.Universitas Kristen Petra 7 . (West Publishing Co : 1996) Gambar 2.Catatan Kuliah ”Automasi 1” Gambar 2. Perhatikan diagram berikut dan jelaskan cara kerjanya! Gambar 2. Christopher T. Modern Control Technology. Modern Control Technology. Christopher T. Christopher T. (West Publishing Co : 1996) Gambar 2. Modern Control Technology.10 Pneumatic Timer Sumber : Kilian.13 Relay ladder logic 1 Sumber : Kilian. (West Publishing Co : 1996) Latihan 1.Handy Wicaksono .12 Counter elektromekanik Sumber : Kilian. (West Publishing Co : 1996) Teknik Elektro .

SW 2 ON sesaat. SW 1 ON sesaat. Suatu lengan robot (gripper) berfungsi untuk memindahkan barang dari conveyor satu ke conveyor yang lain. Motor Down ON 5.Handy Wicaksono . Gripper ON. SW 3 ON Buat ladder diagramnya! 4.14 Relay ladder logic 2 Sumber : Kilian. Gambar 2. Ruang tersebut hanya bisa dimasuki oleh lebih dari 1 orang (masing – masing orang diwakili switch A. C) yang memasukinya! Perhatikan relay ladder logic berikut : Gambar 2. SW 3 ON 2. (West Publishing Co : 1996) Berikut ini cara kerja sistem di atas : 1. Motor Up OFF 4.Catatan Kuliah ”Automasi 1” 2. Gripper OFF. Suatu sistem pemanasan bertingkat mempunyai cara kerja sebagai berikut. Christopher T. (West Publishing Co : 1996) 3. 8 Teknik Elektro . Modern Control Technology. Suatu relay ladder logic digunakan untuk pembukaan pintu ruang brankas bank dan penyalaan lampu ruang tersebut. Kondisi awal sistem. Christopher T. Motor Up OFF. Elemen/heater 1 menyala. beberapa detik kemudian elemen 2 juga akan menyala. Motor Up ON (SW 3 OFF) 3. Modern Control Technology. B. menunggu barang mengenai SW 1.Universitas Kristen Petra .15 Plant 1 Sumber : Kilian. gripper berada di bawah.

Berikut ini relay ladder logic yang digunakan : Gambar 2. Christopher T.16 Relay ladder logic 3 Sumber : Kilian. Berikut ini simbol komponen – komponen kontrol elektris yang konvensional.Handy Wicaksono .6 Contoh aplikasi pengendalian sistem dengan relay dan PLC Berikut ini adalah contoh aplikasi menggunakan relay sebagai pengendali yang kemudian digantikan dengan menggunakan PLC.Universitas Kristen Petra 9 . Modern Control Technology. PLC diciptakan untuk menggantikan relay kontrol konvensional dengan peralatan solid state. Salah satunya ialah dengan penggunaan relay yang semakin berkurang dan digantikan oleh peralatan baru yang disebut Programmable Logic Controller (PLC). Modul Pelatihan PL7 Junior Level Basic 3. Supaya perpindahan dari relay ke PLC menjadi lebih mudah. Teknik Elektro . Aplikasi berikut digunakan untuk mengendalikan motor. Discrete Inputs MAN Discrete Outputs OFF AUTO Internal Contacts Gambar 2.17 Komponen – komponen kontrol elektris konvensional Sumber : Schneider.Catatan Kuliah ”Automasi 1” Sistem ini menggunakan time delay relay (timer). rangkaian kontrol elektris berbasis relay berikut biasa digunakan. maka penggunaan rangkaian analog mulai bergeser pada sistem bermikroprosesor.5 Dari relay ke PLC (Programmable Logic Controller) Seiring dengan berkembangnya teknologi mikroprosesor. banyak simbol dan istilah yang digunakan pada relay ladder logic juga digunakan pada PLC. (West Publishing Co : 1996) 3.

4 INPUT MODULE Gambar 2. 3 OUTPUT MODULE %Q2. Modul Pelatihan PL7 Junior Level Basic Kemudian dilanjutkan dengan merangkai output device pada modul output PLC. 1 %I1. berikutnya relay akan digantikan dengan PLC sebagai pengendali.19 Pengkabelan komponen input pada modul input PLC Sumber : Schneider. Modul Pelatihan PL7 Junior Level Basic 9 Rangkaian di atas menggunakan relay sebagai pengendali.2 4 1M Gambar 2.1 %Q2. Langkah pertama ialah merangkai input device pada modul input PLC.2 %I1.20 Pengkabelan komponen output pada modul output PLC Sumber : Schneider.18 Rangkaian kontrol motor secara umum Sumber : Schneider.Catatan Kuliah ”Automasi 1” 1 MASTER STOP PB 2 MASTER START PB 3 FLS 1 4 PS 1 5 SEC TR1 5 TR1 WA RNING DE LAY 1M1 7 WARNING HORN HYDRA ULIC PU MP MOTOR STARTER 1M 6 10 8 Typical Motor Control Circuit Gambar 2. 10 Teknik Elektro . Modul Pelatihan PL7 Junior Level Basic Buat logika sistem dengan ladder diagram PLC.1 %I1.3 %I1.Universitas Kristen Petra .Handy Wicaksono .

• Perubahan logika kontrol sangat mudah. • Konsumsi daya jauh lebih hemat.P: 5 MODIF : Y %Q2.1 6 Gambar 2. cukup dengan melakukan pemrograman ulang (secara software).2 %Q2.4 5 %TM0 IN TM Q MODE : TON TB : 1s TM. Berikut keuntungan – keuntungan lain dari PLC (”Beginner’s Guide to PLC Omron”. 1 INPUT MODULE %I1.4 2 3 OUTPU MODU %Q2.1 2 %I1.Handy Wicaksono .2 1M 4 PLC User Logic 1 %I1.2 9 10 %Q2.Universitas Kristen Petra 11 .2 3 4 9 10 %Q2. tampak bahwa PLC control mempunyai banyak keuntungan dibandingkan relay control. Teknik Elektro .2 %Q2. 1-9): • Pengkabelan pada sistem berkurang sampai 80%. berikut ini diagram hubungan keseluruhan dari modul input – program CPU – modul output PLC.7 Keuntungan PLC dibanding relay Dari contoh di atas.Catatan Kuliah ”Automasi 1” 1 %I1.21 Ladder diagram PLC untuk menjalankan sistem Sumber : Schneider.1 2 %I1.2 %Q2.4 5 %TMi 8 %Q2.3 %I1.3 %I1.3 %I1. • PLC mempunyai self diagnostic function yang memudahkan troubleshooting pada PLC. Modul Pelatihan PL7 Junior Level Basic 2.1 6 7 Gambar 2.2 %I1.2 %I1.1 %Q2.2 3 4 MODE : TB : 1 s TON TM0. Modul Pelatihan PL7 Junior Level Basic 7 Jika disatukan.1 %I1.2 %I1.22 Diagram hubungan keseluruhan pada PLC Sumber : Schneider.P : 5 8 %Q2.

Latihan / Tugas Review Questions 1. Dokumentasi sistem dengan PLC jauh lebih mudah. Jelaskan prinsip kerja relay! 2. Pada sistem dengan I/O yang banyak dan kompleks.Handy Wicaksono . Buatlah relay logic ladder sederhana untuk aplikasi tertentu 12 Teknik Elektro .Universitas Kristen Petra . karena ladder diagram dapat dicetak dengan mudah. Jauh lebih cepat karena PLC berbasis mikroprosesor (dalam kisaran miliseconds).Catatan Kuliah ”Automasi 1” • • • • • Komponen sistem seperti relay dan timer berkurang cukup banyak pada sistem dengan PLC. Sebutkan 3 komponen relay ladder logic! 4. Keandalan PLC lebih tinggi dari pada relay mekanis dan timer. Sebutkan macam – macam relay berdasar konfigurasi dan sifatnya! 3. penggunaan PLC lebih hemat dibanding penggunaan relay.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful