Anda di halaman 1dari 4

DENTAL IMPLAN

Hasil survei kesehatan nasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir


menunjukkan 60-70% prevalensi kesehatan gigi di Indonesia dalam tingkatan
buruk. Umumnya tjd pembusukan gigi dan gigi berlubang. Maka, tak heran jika gigi
permanen tanggal semakin meningkat. Hal ini tak hanya mengganggu penampilan tetapi
juga membuat kegiatan menguyah terasa tak nikmat bahkan menyakitkan.
Sejak lama masalah ini diatasi dengan penggunaan gigi palsu. Namun, metodenya
yang sederhana sering bikin repot. Mulai dari harus sering gigi palsu dicopot untuk
dibersihkan atau malah copot lantas tertelan. Solusi lain, di jaman sekarang teknologi
kedokteran berkembang pesat dengan penanaman gigi (dental implant), yaitu suatu
pengganti gigi asli yang ideal, dengan penanaman akar gigi tiruan dengan bahan
metal, mempunyai sifat & bentuk yang menyerupai gigi asli.
Definisi DENTAL IMPLANT:
Menurut Neo Tee Khin, salah satu ahli gigi implan di klinik Bedah Gigi Henry Lee
di Mount Elizabeth Medical Centre, Singapura, dental implant adalah penanaman gigi
palsu yang terbuat dari logam titanium murni yang bersifat
biocompatible, maksudnya menurut pengajar di National University of Singapore
itu, implan dapat diterima dan terintegrasi dengan baik dalam tubuh manusia, tanpa
komplikasi atau reaksi penolakan dari jaringan tubuh.
Hal ini penting sebab implan ditanam pada rahang dan gusi untuk menggantikan akar gigi
asli yang tanggal.
Indikasi dan Kontra Indikasi DENTAL IMPLANT:
Indikasi dental implant :
1.Rahang atas dan rahang bawah harus mempunyai lengkung yang baik sehingga orientasi
cukup memuaskan untuk penanaman implant dental.
2.Rongga sinus pada rahang atas atau saraf pada rahang bawah harus terletak pada
posisi tidak akan menggangu penemapatan implan dental.
3.Ketebalan tulang harus cukup adekuat untuk memberi dukungan implan dental.
4.Pasien perduli terhadap kesehatan mulutnya dan dapat membersihkan sendiri implan
dental.
5.Pasien tidak mempunyai kelainan sistemik.
Kontra Indikasi dental implant:
1. Kelainan pathologis pada tulang rahang .
2. Penyakit kelenjar ludah.
3. Radiasi terapi untuk perawatan kanker.
4. Umur pasien dan status gizi.
5. Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme. yaitu : Kencing manis,
Hyperthyroidism.
6. Kelainan Darah. yaitu.: anemia, kelainan pembekuan darah.
Prosedur Pemasangan DENTAL IMPLANT:
Penanaman implan dental memerlukan prosedur bedah, dilakukan dengan anestesi
lokal dan di tanamkan pada rahang selama 3-5 bulan untuk selanjutnya dipasangkan
mahkota gigi.
Proses pemasangannya memang rumit, tetapi sangat cepat. Cukup satu jam sejak
pasien dibaringkan di kursi operasi. Dokter sudah memiliki rencana operasi yang matang
lewat teknologi komputer. Mula-mula mulut pasien akan dipetakan dengan alat CAT-
scan,sehingga pembuatan gigi palsu dan tulang rahang dapat dilakukan secara cepat dan
akurat karena ukuran rahang dan gigi didapat secara tepat.
“Dengan citra tiga dimensi rahang pasien yang lengkap tersebut, pemasangan
sekrup sekaligus gigi palsu dilakukan dengan cepat,” tutur sesama ahli implan, Ansgar C.
Cheng.
Bandingkan dengan implan zaman dulu yang bisa berlangsung selama empat hingga
sembilan bulan karena gigi harus berulang kali disesuaikan. Dengan CAT-scan, implan
terpasang dengan baik tanpa perlu mengganggu gigi-gigi sehat lainnya.
Proses pemasangan dental Implant, secara garis besar ada 3 langkah prosedur,
yaitu 2 tahap prosedur bedah dan 1 tahap pemasangan makhota tiruan.
A small incision is made in your gums at the site where the implant is to be placed
The first surgery involves placing the implant into your jawbone. This is the anchor
which fuses with the bone to give strong support to your artifical replacement. This
integration with your jawbone takes 4 to 6 months to occur.
The implant is placed into the space created with special instruments.
The gums are sutured and the implant is allowed to integrate with the bone for 4 to 6
months.
The second surgery involves attaching the support onto the anchor, which connnects
the anchor to the artificial tooth.
The third stage involves placing your new artificial teeth onto the implant. Your dentist
will take impressions (measurements) of you jaws and get the artificial teeth
fabricated from a laboratory. On arrival from the laboratory, these can be cemented
onto the implant supports. The total implant process may take 3 to 9 months because
of the time needed for the jawbone and gums to integrate and grow around the
implant, and for your new teeth to be fabricated.

Anestesi lokal
Menurut Cheng, dalam sekali proses sebanyak 14 gigi bisa ditanam dengan
gangguan yang sangat minim. Pasien tidak perlu disayat atau dijahit, hanya dibius lokal
dan tidak sakit.
Setelah beberapa saat, pasien bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Salah
satu pasien, Madam Lee usai melakukan proses implan gigi bisa langsung menggigit buah
pepaya yang disodorkan kepada dokter Neo Tee Khin.
Melihat teknik pembedahan dan waktu dental implan ini, Neo menjamin sebagian
besar pasien dengan beragam kondisi bisa ditangani dengan aman.
Namun, bagi pasien dengan gangguan ginjal, diabetes melitus, hipertensi, dan
jantung memerlukan catatan medis yang memungkinkan dilakukan tindakan operasi.
“Hanya saja wanita hamil tidak disarankan menjalani prosedur ini. Hal ini diberlakukan
demi keamanan bayi. Karena beberapa obat, entah itu bius atau antibiotika, harus
dikonsumsi saat operasi dan demi mencegah terjadinya infeksi usai operasi,” ujar dokter
Helena Lee yang ikut memberikan penjelasan.
Helena Lee adalah jebolan Universitas London yang ahli dalam operasi implan gigi dengan
kondisi tulang rahang tipis.
Biaya Pemasangan DENTAL IMPLANT:
Tentu saja untuk kualitas yang di atas rata-rata ini sebanding dengan duit yang
harus dikeluarkan dari saku Anda. Untuk biaya CAT-scan saja, Anda mesti menyediakan
uang Rp3 juta-Rp6 juta. Untuk pemasangan 12 sampai 14 gigi membutuhkan biaya Rp177
juta. Jadi, kalo dihitung-hitung sekitar satu gigi membutuhkan biaya Rp18 juta hingga Rp
30 juta
Memang, biaya yang harus dikeluarkan untuk implan gigi ini masih relatif mahal
dibandingkan dengan penggantian gigi konvensional yang lama dan menyakitkan. Namun,
metode tersebut tentunya memberi banyak keuntungan. Salah satunya adalah bahwa gigi
yang berdekatan akan tetap terlindungi.
Sebagai gambaran, pada penggantian gigi konvensional, ada satu teknik yang
dilakukan dengan metode jembatan (bridge work). Teknisnya, gigi yang berdekatan
dengan lokasi gigi tanggal sedikit dikorbankan untuk mengaitkan gigi baru. Dengan
begitu, akan terbentuk sebuah ‘jembatan’.
Kondisi tersebut tidak dijumpai pada implan gigi. Sebab, pada gigi yang ditanam,
penggantian tersebut tidak akan mengorbankan dua gigi yang saling berdekatan. Implan
gigi berdiri sendiri. Keadaan ini tentu saja menguntungkan pasien dan dokter, terutama
dalam hal perawatan gigi.
sumber artikel:
http://1000senyum.wordpress.com