Anda di halaman 1dari 1

Masih Ada Tiga Titik Sengketa di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

22 Januari 2009, Jakarta -- Komandan


Komando Resor Militer 161 Wirasakti
Kupang, Kolonel Infantri Dody Usodo
Hargo mengatakan ada tiga titik yang
masih disengketakan di batas wilayah
antara Indonesia dan Timor Leste.

Tiga titik yang menyangkut penyelesaian


batas wilayah antara Indonesia dan Timor
Leste tersebut yakni Desa Manusasi dan
Desa Memo, Kecamatan Miomafo Timur
Kabupaten Timor Tengah Utara, serta
Desa Noelbesi, Kecamatan Amfoang
Utara, Kabupaten Kupang seluas 1.036
ha.v Desa Manusasi memiliki luas 100
hektare dengan Distrik Oeccuse-Timor
Leste.

Kementrian Luar Negeri, kata Dody, bahkan telah mengajukan surat protes ke pemerintah
Timor Leste, terkait penyerobotan yang dilakukan di lokasi yang masih disengketakan
tersebut.

Di mana di wilayah yang disengketakan tersebut, sesuai perjanjian antara Timor Leste dan
Indonesia, tidak boleh ada aktifitas apapun sebelum proses penyelesaian berakhir.

Tapi kenyataanya di Desa Noelbesi, pada 2008 lalu pemerintah Timor Leste sempat
membangun pos imigrasi, meski sudah dihentikan prajurit TNI. Di desa itu juga terdapat
sekitar 40-an warga Timor Leste yang bermukim di wilayah Indonesia.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Manusasi, pemerintah Timor Leste sempat membangun
pos polisi di wilayah yang masih disengketakan sehingga diperintahkan untuk dihentikan.

Dandrem Dody Usodo menambahkan, masalah sengketa perbatasan ini sudah menjadi urusan
diplomasi antara dua negara sehingga bukan merupakan tugas TNI, namun TNI tetap
menjaga daerah perbatasan agar tidak diserobot oleh pihak lain.

"Karena sudah dilakukan diplomasi antara Indonesia-Timor Leste maka malasah itu bukan
lagi merupakan urusan TNI," katanya.