Anda di halaman 1dari 3

Bagaimana Membangun Merek Hingga Memiliki Brand Equity Sebuah brand dapat dikatakan memiliki ekuitas yang tinggi

jika brand mampu mengkapitalisasi pendapatan atau cash flow jauh lebih baik dibanding jika tidak adanya brand .Dari penelitian Davis (2000), disimpulkan bahwa brand yang dipilihnya ternyata 72% konsumen mau membayar harga lebih mahal 20%. Lalu, bagaimana brand equity suatu produk dapat ditingkatkan? 1. Sejauhmana perusahaan mampu secara jelas dan detail merumuskan identitas brand. 2. Sejauhmana perusahaan mampu mengembangkan suatu asosiasi yang bagi konsumen mempunyai arti tertentu 3. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap asosiasi yang brand tawarkan 4. Bagaimana interaksi yang terjadi antara brand dan konsumen yang menyebabkan ikatan antara keduanya menjadi lebih kuat. Pertanyaan pertama terkait dengan bagaimana perusahaan mampu merumuskan identitas brand secara jelas dan tepat. Identitas brand yang tepat akan sangat penting karena berpengaruh pada identitas brand. Untuk itu beberapa hal yang berkaitan dengan peningkatan identitas brand menjadi penting, seperti : sejauhmana sebuah brand mudah diingat dan dikenal? Apakah brand mudah diucapkan? Pada tataran yang lebih besar, keberhasilan membangun identitas brand sangat tergantung sampai sejauhmana konsumen mengerti bahwa brand tersebut dibuat sebagai pemenuhan kebutuhan mereka. Pertanyaan kedua terkai dengan sejauhmana konsumen mengerti serta emmpunyai asosiasi yang positif terhadap brand . asosiasi dapat dibentuk dengan pendekatan performa produk/layanan (brand performance). Kinerja sebuah produk / layanan berdampak terhadap pengalaman apa saja yang dialami oleh konsumen pengguna produk tersebut, apa yang mereka dengar tentang produk tersebut, dan apa yang disampaikan oleh perusahaan kepada kondumen tentang produk tersebut. Mengkomuikasikan suatu produk atau layanan yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen adalah syarat penting untuk berhasil atau tidaknya strategi marketing. Dan untuk dapat menciptakan loyalitas terhadap sebuah brand, maka suatu produk / layanan harus melewati harapan dari target pelanggannya Supaya dapat menciptakan brand equity, brand harus mempunyai asosiasi yang kuat (strength) disukai (favourable) dan unik (uniqueness).Brand yang kokoh biasanya memenuhi ketiga kriteria tersebut. Pertanyaaan ketiga berkaitan dengan bagaimana reaksi konsumen terhadap stimulus yang ditawarkan oleh brand.Informasi tentang reaksi konsumen ini menjadi pertimbangan perusahaan dalam merumuskan asosiasi brand.Ada dua macam reaksi atas brand,yaitu atas apa yang dipikirkan konsumen dan apa yang dirasakan konsumen.Ada 4 variabel yang dipakai pelanggan dalam mengevaluasi brand yaitu:

1. Kualitas, 2. Kredibilitas, sejauh mana brand tersebut kredibel atas dasar 3 pertimbangan: yaitu memiliki keahlian,dapat dipercaya dan disukai. 3. Pertimbangan kebutuhan yaitu konsumen mempertimbangkan apakah brand tersebut sesuai dengan kebutuhan atau tidak. 4. Superior, sejauh mana keunikan brand tersebut dan dibandingkan dengan brand lain apakah jauh lebih baik atau tidak. Pertanyaan keempat lebih menekankan pada hubungan interaksi yang positif diantara brand dan konsumennnya.Interaksi ini diharapkan dapat mendorong pembelian ulang yang pada akhirnya akan menghasilkan brand loyality.Jika konsumen terdorong untuk melakukan pembelian ulang, maka semakin banyak orang yang melihat bahwa brand tersebut dipergunakan, dan hal ini tentu akan menarik orang lain untuk mencoba brand tersebut.Dan akan semakin banya konsumen yang pada akhirnya melaikukan pembelian berulang terhadap brand atau produk tersebut. Dari uraian diatas dpat disimpulkan, bahwa untuk meningkatkan brand equity, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan.Brand yang identitasnya jelas dan arti yang tepat akan meyakinkan konsumen bahwa brand tersebut sesuai dengan kebutuhannya.Brand yang kuat membuat ada ikatan antara brand dengan konsumennya, dan pada tingkat lanjut akan membuat konsumen menjadi duta promosi yang akan menularkan pengalamannya pada orang lain. Mengapa suatu produk baru sering memakai merek yang sudah ada? Membangun merek Keahlian khas para pemasar profesional adalah kemampuan mereka menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merk produk dan jasa mereka.Merk adalah suatu nama, kata,tanda,simbol, atau desain, atau kombinasi dari semuanya yang mengidentifikasi pembuat atau penjual produk dan jasa tertentu.Konsumen melihat merek sebagai bagian produk yang penting dan merk dapat menambah nilai produk. Perusahaan mempunyai empat pilihan ketika harus memilih strategi merek.Perusahaan dapat memperkenalkan perluasan lini (merek yang telah ada diubah kedalam bentuk,ukuran,dan rasa yang baru untuk kategori produk yang sudah ada), perluasan merk (nama merk yang ada diperkenalkan ke kategori produk baru), aneka merk (nama merk baru diperkenalkan ke kategori produk yang sama), atau merk baru( merk baru untuk kategori produk yang baru). Merek merupakan investasi jangka panjang perusahaan yang apabila dikelola dengan maksimal akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan yang mengelolanya.Upaya membangun identitas merk memerlukan sejumlah keputusan tambahan terkait dengan nama, logo, warna, slogan dan simbol.Sebuah merek pada intinya adalah janji pemasar untuk menyampaikan fitur, keuntungan dan pelayanan yang konsisten kepada pembeli.Pemasar harus

menentukan sebuah misi untuk merk tersebut dan visi mengenai ingin menjadi apa dan apa yang bisa dilakukan oleh merk tersebut. Apa kelebihan dan resiko dari strategi memanfaatkan brand equity? Suatu perusahaan memiliki dua jalur utama yang bisa ditempuh dalam rangka mendapatkan merk yang kuat: 1. Membangun dan mengembangkannya sendiri,ini merupakan cara yang beresiko tinggi, membutuhkan waktu yang lama, dan memakan biaya besar. 2. Membeli merk atau perusahaan yang memiliki merk potensial spesifik, cara ini sering dipandang sebagai jalan pintas (shortcut) untuk menambah koleksi merk perusahaan. Kelebihan yang diperoleh perusahaan adalah lebih mudah dalam hal mempromosikan barang kekonsumen karena merknya sudah dikenal,oleh karena itu bisa membantu meningkatkan investasi perusahaan.