Anda di halaman 1dari 2

ENDOMETRIOSIS

Kelainankandungan yang didefinisikansebagaiterdapatnyakelenjar endometrium di luarrahim, biasanya kelenjar endometrium terdapat didalam rahim .Paling sering terjadi di rongga panggul ( peritoneum pelvis ),kandungkemih,jantung danselaput di paru-paru Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut: 1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur). Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut. 2. Teori sistem kekebalan. Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim. 3. Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis. Hal ini terjadi t ergantunghormon dan lebih sering ditemukanpadawanitaberusiareproduktif (25-44 tahun).Metodeuntuk mendiagnosisendometriosis dengn caralaparoskopi, denganatautanpabiopsiuntukdiagn ostikhistologis( jaringan). Wanitadengan endometriosis biasanya tidak memiliki gejala (asimtomatik) , demam(subferil)ataunyeri panggul.Nyeri endometriosis terjadi karena adanyacairandalamperitoneumLokasinyerimenujukkanlokasilesi . Nyeri haid (Dismenore)secarakhas 24-48 jam sebelumhaid.Nyeri pelvis kronismerupakangejala yang paling sering40-60% wanitadengannyeri pelvis kronisditemukan endometriosis.Padawanitadenganendometriosis dapat terjadiinfertilitas 20-30%, Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual). Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada 1. 2. 3. 4. 5. 6. Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis Wanita yang siklus menstruasinya 27 hari atau kurang Wanita yang mengalami menarke (menstruasi pertama) terjadi lebih awal Wanita yang biasa mengalami menstruasi selama 7 hari atau lebih Wanita yang mengalami orgasme ketika menstruasi Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang vagina atau di daerah ovarium. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: 1. Laparoskopi 2. Biopsi endometrium 3. USG rahim 4. Barium enema 5. CT scan atau MRI perut.

Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit.Pilihan pengobatan untuk endometriosis: 1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium 2. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis 3. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan 4. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.