Anda di halaman 1dari 22

PENGARUH SEKTOR KEUANGAN TERHADAP PERBANKAN INDONESIA

Disusun oleh :

LATAR BELAKANG MASALAH


BERKACA
PADA PENGALAMAN PAHIT KRISIS ASIA

TAHUN 1997 / 1998 TELAH MENDORONG OTORITAS DAN PELAKU SEKTOR KEUANGAN INDONESIA LEBIH MEMPERHATIKAN INDONESIA . STABILITAS KEUANGAN

PERMASALAHAN

APAKAH SEKTOR KEUANGAN BERPENGARUH TERHADAP SISTEM PERBANKAN ? 1. PENTINGNYA PENGUATAN SEKTOR KEUANGAN
DAN PERBANKAN SUATU PEREKONOMIAN BERLANDASKAN PADA ARGUMENTASI BAHWA MAKIN TINGGI EFISIENSI & STABILNYA SEKTOR KEUANGAN DAN PERBANKAN CENDERUNG

MENGHASILKAN KINERJA PEREKONOMIAN YANG LEBIH BAIK .


5

APAKAH SEKTOR KEUANGAN BERPENGARUH TERHADAP SISTEM PERBANKAN ? 2. SEBAGAI LANDASAN BAGI EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STABILITAS

EKONOMI MAKRO DAN MOBILITAS KAPITAL .

ADANYA KETERKAITAN TERHADAP DAMPAK YANG DI TIMBULKAN

1. STABILITAS DAN KEUANGAN SANGAT PENTING TIDAK HANYA BAGI EKONOMI MAKRO DAN MIKRO SUATU NEGARA ,TETAPI JUGA SERTA

BERPENGARUH PADA PEREKONOMIAN

MASYARAKAT YANG BEKERJA PADA RODA PEREKONOMIAN ITU SENDIRI


7

ADANYA KETERKAITAN TERHADAP DAMPAK YANG DI TIMBULKAN

2.

SEKTOR KEUANGAN DAN PERBANKAN JUGA


TERHADAP KEBIJAKAN MONETER.

MEMILIKI KETERKAITAN TIMBAL BALIK YG KUAT

BEBERAPA FAKTOR DAN PERANAN SERTA KEBIJAKAN YANG DI TERAPKAN PERBANKAN TERHADAP SEKTOR KEUANGAN

TIGA FAKTOR PERANAN KEUANGAN DAN PERBANKAN :




MAKIN STABIL DAN EFISIENSI SEKTOR KEUANGAN & PERBANKAN AKAN MAKIN MEMPERKUAT DANA

KEMAMPUANNYA

UNTUK

MEMOBILITAS

MASYARAKAT BAGI PENGGERAK PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI INVESTASI YANG PRODUKTIF .


9

MAMPU MEMONITOR KINERJA PELAKU DUNIA USAHA DALAM PENGGUNAAN DANA PUBLIK UNTUK TUJUAN YANG SEBENARNYA.

PENTING BAGI PENYEBARAN RESIKO YANG ADA DALAM DUNIA USAHA

10

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI SEKTOR KEUANGAN DAN PERBANKAN DARI PERANANNYA

MEMOBILISASI DAN MENGALOKASIKAN DANA MASYARAKAT UNTUK PEMBIAYAAN DAN PEMBAYARAN DUNIA USAHA.

MENYEDIAKAN INFORMASI YANG PENTING BAGI SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI DAN MENABUNG.

GOOD CORPORATE GORVERNANCE DALAM PENGELOLAAN KEGIATAN USAHA DI SEKTOR KEUANGAN DAN PERBANKAN.
11

AGENDA DARI PEMERINTAH UNTUK MENANGGULANGI HAL INI, DIMANA MENGALIHKAN DARI SUMBER PERMASALAHAN MENJADI BAGIAN DARI SOLUSI PEMBANGUNAN


PINJAMAN BANK YANG BELUM PULIH , HARUS DI FOKUSKAN BUKAN PADA KONSUMSI MELAINKAN INVESTASI,DIMANA OBLIGASI REKAPITALASI DAN SBI MASIH MENDOMINASI NERACANERACA-NERACA BANK DAN KREDIT UNTUK INVESTASI YANG TERBILANG LANGKA. LANGKA. PERLUNYA PEMERINTAH LEBIH MENGUATKAN KENDALI INTERNAL AKIBAT REKAPITALISASI BANK-BANK PEMERINTAH BANKAKIBAT KRISIS YANG MENGHABISKAN SEPERTIGA DARI PDB INDONESIA. INDONESIA. 12

AGENDA DARI PEMERINTAH UNTUK MENANGGULANGI HAL INI, DIMANA MENGALIHKAN DARI SUMBER PERMASALAHAN MENJADI BAGIAN DARI SOLUSI PEMBANGUNAN

LEMBAGA KEUANGAN NON BANK YANG MASIH BISA DI KATAKAN LANGKA.,MAKA PEMERINTAH HARUS CEPAT TANGGAP MENYELESAIKAN PROSES PRIVATISASI BAGI BANKBANK-BANK TSB.

UNTUK TUJUAN DI ATAS PEMERINTAH MENJADIKAN BANKBANK-BANK INI MENARIK BAGI INVESTOR DENGAN MEMPERBAIKI KENDALI INTERNAL DAN CORPORATE GOVERNANCE.
13

PEMERINTAH JUGA MEMPERTIMBANGKAN CARA UNTUK MEMPERBAHARUI DAN MELAKSANAKAN BERBAGAI

KONTRAK KERJA DAN MENELITI KEMUNGKINAN UNTUK MEMPERKECIL UKURAN BANK-BANK BANKPEMERINTAH

SEHINGGA DAPAT MENAHAN TEKANAN DARI BANK PEMERINYAH YANG INGIN MELAKUKAN MERGER. MERGER.

14

PEMBANGUNAN SEKTOR KEUANGAN AGAR DAPAT BERKONTRIBUSI PADA KEBUTUHAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG, MAKA INDONESIA PERLU MENERAPKAN PENDEKATAN STRATEGIS TIGA CABANG UNTUK MEMAJUKAN SEKTOR KEUANGANNYA ANTARA LAIN :

15

MEMPERKUAT

SEKTOR

KEUANGAN

UNTUK

MEMPERKECIL TERJADINYA KEMBALI KRISIS. KRISIS.




MELAKUKAN DIVERSIFIKASI SEKTOR KEUANGAN SEHINGGA TIDAK LAGI RENTAN TERHADAP

GEJOLAK DI DALAM PEREKONOMIAN DAN MENJADI SUMBER DOMESTIK JANGKA PANJANG




MEMPERBAIKI AKSES PENDUDUK MISKIN AKAN JASAJASA-JASA SEKTOR KEUANGAN UNTUK

MENDUKUNG LANGKAH-LANGKAH PEMERINTAH LANGKAHDA LAM MENGENTASKAN KEMISKINAN. KEMISKINAN.


16

DALAM PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI PERLUKAN JARING PENGAMAN SEKTOR KEUANGAN YANG BAIK GUNA MENGHINDARI RESIKO MENUTUP KERUGIAN (BAIL OUT),YANG TERDIRI ATAS :

  

LENDER OF LAST RESORT. BADAN PENJAMIN SIMPANAN. MEKANISME INSTITUSIONAL,UNTUK MENANGANI BANKBANK-BANK YANG BERMASALAH DI MASA DEPAN.
17

SISTEM EKONOMI YANG BAIK MENGHASILKAN EFISIENSI DIMANA MAMPU MEMBERIKAN KEPUASAN MAKSIMAL BAGI MASYARAKAT UNTUK MELAKSANAKAN KONSUMSINYA. SEHINGGA INSTRUMEN DAN INSTITUSI KEUANGAN MENJADI SARANA UNTUK MENCIPAKAN EFISIENSI DENGAN CARA ;
UNIT EKONOMI BISA MELAKUKAN PEMBIAYAAN MELEBIHI PENGHASILAN MEREKA.


MENINGKATKAN STABILITAS DARI AKTIVITAS EKONOMI DENGAN CARA MENJAGA PERPUTARAN UANG.

MEMBERIKAN FASILITAS PINJAMAN BAGI PERUSAHAAN YANG KEKURANGAN DANA.

MENGALOKASIKAN DANA TABUNGAN BAGI TERCIPTANYA KEUNTUNGAN INVESTASI TRBAIK.


18

KESIMPULAN
DARI PEMBAHASAN BAHWA DI ATAS HAL INI KITA DAPAT MENYIMPULKAN PENTINGNUA MELALUI MENUNTUT DOMESTIK EFISIENSI

PENGUATAN

EKONOMI DAN

PENGUATAN

STABILITAS

SEKTOR PERBANKAN DAN KEUANGAN NASIONAL YANG SEHAT,DIMANA PERAN PEMERINTAH SANGAT PENTING DALAM MEKANISME PASAR DENGAN PRINSIP KEHATIKEHATIHATIAN DALAM PENGELOLAAN SEKTOR KEUANGAN DAN PERBANKAN,SELAIN ITU PERAN MASYARAKAT JUGA MEMEGANG KUNCI DALAM MEMBUKA
19

PERGERAKAN PEREKONOMIAN NEGARA INDONESIA. INDONESIA.

SARAN
DARI PEMBAHASAN YANG TELAH DI URAIKAN KAMI INGIN MEMBERIKAN SARAN DIMANA SAAT INI GUNA

MENINGKATKAN STABILITAS YANG LEBIH BAIK MAKA DI PERLUKAN SUATU SISTEM YANG STABIL DAN MANTAP TERHADAP GEJOLAK EKONOMI INTERNAL MAUPUN

EKSTERNAL,SERTA MAMPU MEMBERI FUNGSI INTERMEDIASI DAN INFORMASI DUNIA YANG USAHA OPTIMAL,TERBUKA,BAGI NASIONAL MAUPUN

KEPENTINGAN INTERNASIONAL. INTERNASIONAL.

20

LANGKAH LANGKAH YANG DAPAT DI AMBIL PEMERINTAH ADALAH ;

I. II.

UPAYA SERIUS DAN TERUS MENERUS STRATEGIS (IMPLEMENTASI DALAM PENGAWASAN BAGI SEMUA LEMBAGA DAN SEKTOR YANG ADA

III. IV.

PENYAJIAN INFORMASI(AKUNTANSI DAN AUDITING) FASILITAS DAN SISTEM TRANSAKSI PERBANKAN YANG EFISIEN & PRODUK YANG JELAS.
21

SEKIAN DAN TERIMA KASIH


22