P. 1
KMK No. 378 Ttg Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit

KMK No. 378 Ttg Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit

1.0

|Views: 8,144|Likes:
Dipublikasikan oleh nanikha

More info:

Published by: nanikha on Jun 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2015

pdf

text

original

MENTERIKESEHATAN RiPUBLI.

K INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN-REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 378/Menkes/SK/IV/2008 TENTANG PEDOMAN PELAYANAN REHABILITASI MEDIK 01 RUMAH SAKIT

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Rumah Sakit sebagai sarana kesehatan yang mempunyai fungsi rujukan harus menyediakan pelayanan yang bermutu, tidak terkecuali pada mereka yang memiliki gangguan fungslonal dengan menyediakan pelayanan Rehabllitasi Medik yang berkualitas; b. bahwa Pedeman Pelayanan Rehabilitasi di Rumah Sakit yang ada saat in; sudah tidak sesuai dengan perkembangan IPTEK di bidang kesehatan, pelayanan; kebijakan desentralisasi dan perubahan kebutuhan

c.

bahwa berdasarkan pertimbangan dan b perlu ditetapkan

sebagaimana dimaksud pada butir a Pelayanan Rehabilitasi Medik di

Pedeman

Rumah Sakit dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Nemer 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nemer 100, Tambahan Lembaran Negara Nemor 3495); Undang-Undang Nemer 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (lembaran Negara Tahun 2004 Nemer 116, Tambahan Lembaran Negara Nomer 4431); Peraturan Pemerintah Nemer 32 Tahun Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Lembaran Negara Nomer 3637); Peraturan Menteri Kesehatan RI Nemor tentang Persetujuan Tindakan Medik; Peraturan Menteri Kesehatan tentang Rehabilitasi Medik; RI Nomer 1996 tentang Tenaga Nemor 49, Tambahan

2.

3.

4.

585/Menkes/Per/IX/1989

5. 6.

104/Menkes/Per/II/1999

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nemer 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan lata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana telah diu bah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nemer 1295/Menkes/Per/XI1/2007; Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomer 1045/Menkes/Per/XI/2006

7.

tentang Pedeman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan; 8. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomer Tentang Sistem Kesehatan Nasional. 131/Menkes/SK/II/2004

MENTERIKESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN
Menetapkan Pertama

: KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEDOMAN PELAYANAN REHABILITASI MEDIK 01 RUMAH SAKIT : Pedoman terlampir Pelayanan Rehabilitasi dalam keputusan lnl, Medik di Rumah Sakit sebagaimana

Kedua

Ketiga

: Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua agar digunakan sebagai acuan bagi Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta dalam penvelenggaraan pelayanan kesehatan bagi penderita disabilitas. : Dinas kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota organisasi/asosiasi terkait melakukan terhadap pelaksanaan pedoman ini. : Keputusan dengan pembinaan mengikutsertakan dan pengawasan

Keempat

Kelima

ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

:Jakarta
: 15 April 2008 ~

HATAN RI,

u-

IUWTERI KES!IoIATAN ftE.'UBLIK INDONESIA

Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 378/Menkes/SK/IV 12008 Tanggat : 1.5 April 2008

PEDOMAN PELA YANAN REHABILITASI MEDIK 01 RUMAH SAKIT

I.
A.

PENDAHULUAN
Latar Belakang Memasuki milenium kettga, lndonesia rnenghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar baik eksternal maupun internal yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan pembangunan nasional termasuk pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan rakyat. Hal ini berpengaruh pada demografi dan transisi epidemiologi dimana pola penyakit yang semuta berupa penyakit infeksi menjadi penyakit kronik degeneratif. Penambahan jumlah penderita disabilttas juga terjadi akibat berbagai bencana alarn seperti gempa burnt, tanah longsor atau tsunami di beberapa wilayah Indonesia. Perlu diketahui bahwa prevalensi kecacatan menurut WHO adalah 7·10 % dari populasi, sedangkan prevalensi di Indonesia sebesar 39 %. Adanya paradigma baru bidang kesehatan serta merespon berbagai perubahan dan tantangan tersebut, maka telah ditetapkan Visi Departemen Kesehatan yaitu Masyarakat Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat dengan Misi Membuat Rakyat Sehat. Strategi yang diambil antara lain dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatkan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat miskin. Rumah Sakit sebagai sarana kesehatan yang mempunyai fungsi rujukan harus menyediakan pelayanan yang bermutu, tidak terkecuali pada mereka yang memiliki gangguanfungsional dengan menyediakan pelayanan Rehabilitasi Medik. Tetapi dengan adanya perbedaan kemampuan (SDM,fasilitas/sarana) ditiap Rumah Sakit, maka strata petayanan yang diberikanpun akan berbeda. Pelayanan Rehabilitasi Medik ini sifatnya komprehensif mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Paradigma Pelayanan Rehabilitasi Medik yang dianut saat in; dititik beratkan pada strategi rehabHitasi pencegahan (prevention rehabilitation strategy), artinya pencegahan ketidakmampuan (disabilitas) harus ditakukan sejak dini. Apabila tidak dapat dicegah, tetap diupayakan mencapai tingkat kemandirian seoptimal mungkin, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Untuk memberikan pelayanan Rehabilitasi Medik ini DEPKESpada tahun 1997 telah menyusun Pedoman Pelayanan Rehabititasi Medik di Rumah Sakit kelas A, B, dan C , tetapi dengan adanya kemajuan IPTEKdi bidang kesehatan, kebijakan desentralisasi, perubahan kebutuhan layanan dsb, maka pedoman ini perlu disempurnakan, sehingga dapat menjadi acuan dalam melaksanakan pelayanan rehabilitasi medik yang bermutu dan yang berorientasi pada patient safety.

MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

B.

Tujuan

1.
2.

Memberi acuan bagi pelaksanaan pelayanan Rehabilitasi Medik dt Rumah Sakit Meningkatkan mutu pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Menjadi acuan pengembangan pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit

3.
C.

Sasaran

1. Bagian/Departemen/lnstalasi
2. 3. 4. 5.
6. Perawat Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpRM)

Tenaga keterapian fisik (Fisioterapts,

Terapis Wicara, Okupasi Terapis)

Tenaga keteknisian medis (Ortotis Prostetis) Tenaga terkait lain (Psikotog, Pedagog, Petugas Sosial Medik, Rohaniawan ) Dinas Kesehatan PropinsilKabupaten/Kota

7.
D.

Ruang Lingkup Pelayanan Rehubilitasi

Medik di Rumah Sakit.

Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit meliputi seluruh upaya kesehatan pada umumnya, yaitu upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif ..

1.

Upaya promotif Penyuluhan, informasi dan edukasi tentang hidup sehat dan aktifitas untuk mencegah kondisi sakit Upaya preventif Edukasi dan penanganan yang tepat pad a kondisi sakit/ penyakit dan atau meminimalkan ganggguan fungsi atau risiko kecacatan.

yang tepat

2.

untuk mencegah

3.

Upaya kuratif Penanganan melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik, dan upaya rehabilitatif untuk mengatasi penyakitlkondisi sakit untuk mengembalikan dan mempertahankan kemampuan fungsi. Upaya Rehabilitatif Penanganan melalui paduan intervensi rnedik, keterapian fisik, keteknisan medik dan upaya rehabilitatif lainnya melalui pendekatan pstko-sosio-edukast-okupasivokasional untuk mengatasi penyakit/kondisi sakit yang bertujuan mengembalikan dan mempertahankan kemampuan fungsi, meningkatkan aktifitas dan peran serta/partisipasi di masyarakat.

4.

2

MENTEftlKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

U. PENGERTIAN PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
A. Definisi dan Falsafah Pelayanan Rehabilitasi Medik. , Adalah pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsi yang diakiba~kan ol~h k.eadaan/kondisi saktt, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi rnedik, keterapian fisik dan atau rehabilitatif untuk mencapai kemampuan fungs! yang optimal. 1 mpai rmen (be rdasarka nl (I DH) Adalah keadaan kehHangan atau ketidaknormalan atau struktur anatomi atau fungsi. dan kondisi pslkologis,

fisiotogls,

Disabilitas (berdasarkan ICIDH) Adalah segala restriksi atau kekurangan kemampuan untuk melakukan aktifitas tingkup wajar bag; manusia yang diakibatkan impairmen.

dalam

Handikap (berdasarkan ICIDH) Adalah hambatan dalam individu yang diakibatkan oleh impairmen dan disabilitas yang membatasi pemenuhan peran wajar seseorang sesuai dengan faktor umur, seks, sosial dan budaya. Difabel Adalah sebutan bagi seseorang yang mempunyai .keterbatasan fungsional. Layanan fisioterapi Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungs: tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, pemngkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, dan komunikasi. layanan Terapi Wicara Adalah bentuk pelayanan kesehatan yangditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk memulihkan dan mengupayakan kompensasi/adaptasi fungsi komunikasi, bicara dan menelan dengan melalui petatihan remediasi, stimulasi dan fasilitasi (fisik, elektroterapeutis dan mekanis). layanan Terapi Okupasi Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, rnemelfhara, memulihkan fungsi dan atau mengupayakan kompensasi/adaptasi untuk aktifitas sehari-hari (Activity Day Life), produktifitas dan waktu luang melalui pelatihan remediasi, stimulasi dan tasilitasi. layanan Ortotis-Prostetis Adalah salah satu bentuk pelayanan keteknisian medik yang ditujukan kepada individu untuk merancang, membuat dan mengepas alat bantu guna pemeliharaan dan pemullhan fungsi, atau pengganti anggota gerak. Falsafah Pelayanan Rehabilitasi Medik Adalah pelayanan holistik untuk mengembalikan kemampuan fungsi yang optimal, kemandirian dan atau mencapai hid up yang berkualitas. atau

3

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESlA

B. Tujuan Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit 1. Mengatasi keadaan/kondisi sakit melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik, keteknisian medik dan tenaga lain yang terkait. 2. Mencegah komplikasi akibat tirah baring dan atau penyakitnya yang mungkin membawa dampak kecacatan.

3. Memaksimalkan kemampuan fungsi,. meningkatkan aktifitas dan partisipasi pada difabel. 4. Mempertahankan kualitas hidup atau mengupayakankehidupan yang berkualitas.

C.

Pelayanan Rehabilitasi Medik di Indonesia Untuk memberikan pelayanan Rehabilitasi Medik secara merata di lndonesia dibuat strategi melalui pelayanan berjenjang di Rumah Sakit, Puskesmasserta di masyarakat yaitu dengan program Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Strategi ini dikembangkan sesuaidengan kebijakan, standar, pedornan, SOPyang tersedia.
1. Pelayanan Rehabiiitasi Medik di Rumah Sakit:

Upaya pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit dikembangkan ke arah peningkatan mutu (pelayanan spesialis/subspesialis), jangkauan pelayanan serta sistem rujukan dengan tujuan pasien memperoleh pelayanan secara terpadu dan paripurna. Peningkatan mutu in; ditunjukkan dengan diikutsertakannya pelayanan Rehabilitasi Medik pada kegiatan Akreditasi, serta pemenuhan secara bertahap dan SDM, fasilitasl sarana yang sesuaistandar.
2. Pelayanan

Rebabilitasi Medik Di Puskesmas

Upaya pelayanan Rehabilitasi Medik di Puskesmasditujukan untuk memberikan pelayanan Rehabilitasi Medik Dasar. Selain itu dapat memberikan pembinaan kepada masyarakat melalui program RBM (termasuk individu difabel) serta melaksanakan rujukan sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)

Rehabilltasi Bersumberdaya/Berbasis Masyarakat adalah suatu strategi dalam pembangunan masyarakat agar lebih berperan aktif dalam upaya mengatasi masalah kecacatan melalui rehabilitasi, persamaan kesempatan, integrasi sosial dan semua individu difabel dalam aspek kehidupan dan penghidupan. PengembanganRBMini merupakan upaya terobosan dalam rnenyelesatkan masalah kecacatan yang belum terjangkau oleh pelayanan Rumah Sakit ateupun yang sudah dilayani tetapi masih memerlukan kelanjutan yang bisa ditangani oleh keluarga atau masyarakat. Secara operasional RBM adalah upaya rehabilitasi sederhana dan pencegahan kecacatan yang dilaksanakan di dalam keluarga dan masyarakat melalui perubahan perilaku individu difabel, keluarga dan masyarakat agar lebih berperan aktif secara optimal dalam memandirikan individu difabel dengan menggunakan sumber daya dan sumber dana yang ada di masyarakat Pembinaan program RBMdilakukan oleh Puskesmasatau Rumah Sakit sesuai aturan yang berlaku.

4

MENTERIKESEHATAN

REPUBUK INDONESIA

III. PENGORGANISASIAN
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang optimal dari program pelayanan Rehabi~itasi Medik perlu ditata pengorganisasianpelayanan dengan tugas dan wewenang yang jelas dan terinci baik secara administratif maupun secara teknts, A. Struktur Organisasi

.............. •••••••••••••••••••••• .

~••••••••• { Oirektu r Utama

J
I
f

I

J
Direktur SDM

J
t

I
Direktur Medik & Keperawatan

Oir. Keuangan

I
Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik

I

.......••••........••••

I

_i PenanggungJawab Administrasi & Keuangan
~

Penanggung Jawab Pelayanan

I FT I OT I opl

!
Psi Perawat

RM

PSMdan tenaga lain

• Pencatatan dan Pelaporan • Keuangan • Logistik

B. Ketenagaan Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik merupakan sarana untuk memberikan pelayanan dari berbagai disiplin ilmu yang terkait yang terdiri dari Dokter Sp.RM/Dokter Umum Terlatih Rehabilitasi Medik, Psikolog, Fisioterapis, Okupasi Terapis, Terapis Wicara, Ortotis-Prostetts, Pekerja Sosiat Medik dan Perawat Rehabilitasi Medik, yang masing-masing dipimpin oleh seorang koordinator sesuai dengan profesinya, serta bertanggung jawab kepada Kepala Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik. (lihat bayan struktur organisasi di sesuai kelas rumah sakit,

atas).

Standar Ketenagaan minimal masing-masing profesi sebagaimanatercantum dalam lampiran 1.

Susunan organisasi dibuat se-fleksibel mungkin dengan pembagian habis tugas-tugas melalui koordinasi, sinkronisasi, pendelegasian wewenang yang jelas, pengelompokan se-hornogen mungkin, prinsip rentang kendati dan tarn-tam, misalnya adanya koordinator pendidikan, penetitian dan pengembanganserta lintas sektor. 1. Bagian/Departemen/lnstalasi merupakan penyelenggara pelayanan medis, pelayanan penunjang medis, pelatihan dan pemeliharaan sarana Rumah Sakit. Kepala Bagianl Departemenl lnstalasi Rehabilitasi Medik dibantu oleh beberapa penanggungjawab Keuangan, Pencatatan dan pelaporan, Logistik, dan Pelayanan.

5

MENTERIKESEHATAN

fltEPW8LIK INDONESIA

2. 3. 4.

BagianlDepartemen/lnstalasl struktural.

dipimpin

oleh seorang Kepala dalam jabatan yang bekerja pada

non

Staf Medis Fungsional adalah kelompok dokter DepartemenllnstaLasi dalam jabatan fungsional.

Bagianl

Staf Perawat fungsional, tenaga kesehatan terkait dan tenaga non medis adalah petugas yang mendukung kelancaran pelayanan di Bagian/Departemen/lnstalasi dalarn jabatan fungsional.

C.

Uraian Tugas dan Fungsi Uraian tugas masing-masing adalah: 1. Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik a. Penanggung jawab, pengeLola sarana dan prasarana untuk Rehabilitasi Medik b. Mengatur tugas pelayanan c. Melakukan koordinasi dengan bagianl departemenlinstalasi terkait 2.

pelayanan

Staf Medis FungsionaL a. Melakukan perneriksaan/analisa, penegakan diagnosis medik dan fungsional, prognostik dan arahan program Rehabilitasi Medik b. Melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di bidang Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi c. Bertanggung jawab terhadap basil pekerjaannya Perawat Rehabilitasi Medik a. Membantu dokter melakukan asuhan keperawatan umum dan Rehabilitasi Medik b. Membantu dokter dalam pelayanan rehabilitasi kelompok c. Bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya Tenaga keterapian fisik ( Fisioterapis, Terapis Okupasi, Terapis Wicara) a. Melakukan asesmen dan terapi kepada pasien sesuai dengan kompetensi masingmasing dan arahan dokter b. Bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya Tenaga keteknisan medis (Ortotis-Prostetis) a. Merancang, membuat dan mengepas alat bantu atau alat pengganti gerak sesuai arahan dokter b. Bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya anggota

3.

4.

5.

6.

Tenaga non medik (Psikolog, Petugas Sosial Medik, Rohaniawan dan Pedagog) a. Melakukan asesmen dan terapi pada pasien sesuai dengan kompetensi masingmasing dan arahan dokter b. Bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya Penanggung jawab administrasi dan keuangan a. Membantu Kepala Instalasi dalam membuat laporan hastl kegiatan berkala b. Membuat pencatatan keuangan c. Sebagai bendahara instalasi Penanggung jawab pelayanan a. Mengawasi pelaksanaan pelayanan setiap han b. Mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan Penanggung jawab logistik a. Pemeliharaan sarana dan kebutuhan untuk kelancaran pelayanan b. Membuat laporan berkala mengenai barang rusak, mutasi barang dU. c. Membantu dan mencatat semua barang di gudang, serta mengawasinya

7.

8.

9.

6

MENTERIKESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

D. Kompetensi
1.

Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik Sesuai Standar Pelayanan Rumah Sakit di lndonesia, Bagian/Oepartemen/lnstalasi RehabHitasi Medik di Rumah Sakit Umum kelas A, B Pendidikan dan Non Pendidikan dan kelas C harus dipimpin oleh seorang Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik. Apabila belum ada Dokter SpRM maka dapat Rehabilitasi Medik sebagai kepala.
dtangkat

dokter

umum terlatih

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

SMFRehabilitasi Medik adalah kelompok Dokter SpRM yang bekerja sesuai standar prafesi Perdosri dalam jabatan fungsional. Perawat Rehabilitasi Medik adalah pelatihan asuhan Rehabilitasi Medik. Perawat . lulusan 03 Keperawatan dengan

Tenaga keterapian fisik adalah tenaga Okupasi Terapi/D3 Terapi Wicara. Tenaga keteknisan medis adalah Pelatihan Ortotis Prostetis. tenaga

keterapian keteknisan

lulusan 03 Fisio Terapi/D3 lulusan STM/SMA dengan

Tenaga lain yang terkait (antara lain Psikalogi Klinis, S1 Pekerja Sosial, S 1 Pendidik Luar Biasa). Penanggung jawab Pe rumahsaki tan. administrasi dan keuangan adalah tenaga lulusan
03

Penanggung jawab pelayanan Fisik.

adalah Dokter SpRM/Ookter Umum/D3

Keterapian

9.

Penanggung jawab logistik adalah tenaga lulusan SMA.

7

MENTERIKESEWATAN WEPUBLIK INDONESIA

IV. PELAYANAN REHABILITASI MEDIK 01 RUMAH SAKIT A. StratalKlasifikasi Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit

Dalam menyelenggarakan pelayanannya di Rumah Sakit, pelayanan Rehabilitasi Medik dibagi dalam beberapa strata pelayanan. Jenis tenaga dan kelengkapan pelayanan menentukan strata pelayanan di Rumah Sakit tersebut atau sebaliknya. Strata I : Pelayanan Primer Pelayanan Rehabilitasi Medik Dasar (Rumah Sakit kelas C/kelas D dan Puskesmas) Pelayanan mencakup rehabilitasi medik dasar Tenaga yang tersedia : Dokter umum terlatih Terapil Perawat Rehabilitasi Medik). Strata II: Pelayanan Sekunder Pelayanan Rehabilitasi Medik Spesialistik (Rumah Sakit B non Pendidikan dan kelas c) Pelayanan mencakup: 1. Layanan Rehabilitasi Medik Spesialistik 2. Layanan Fisioterapi dengan peralatan dasar 3. Layanan Okupasi Terapi dengan peralatan dasar 4. Layanan Ortotik-Prostetik, tidak mempunyai bengkel sendiri. 5. Layanan Asuhan keperawatan Rehabilitasi Medik (fakultatif) Tenaga yang tersedia : Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpRM.) , Terapis (Fisioterapis/Okupasi Terapi/Ortotik Prostetik) dan Perawat Rehabilitasi Medik (fakultatif). Strata lilA: Pelayanan Tersier Pelayanan Rehabilitasi Medik Spesialistik dan Subspesialistik (Rumah Sakit kelas B Pendidikan/kelas A) Pelayanan mencakup: 1. Layanan Rehabilitasi Medik Spesialistik dan Subspesialistik neuromuskuler, pediatrik, kardiorespirasi, geriatrik) 2. Layanan Asuhan Keperawatan Rehabilitasi Medik 3. Layanan Fisioterapi dengan alat lengkap 4. Layanan Okupasi Terapi dengan alat lengkap 5. Layanan Terapi Wicara dengan alat lengkap 6. Layanan Ortotik-Prostetik, bengkel sederhana 7. Layanan Psikologi 8. Layanan Sosial Medik Tenaga yang tersedia : Dokter SpRM, Perawat RM, Fisioterapis, Terapis Wicara, Ortotik-Prostetik, Psikolog, Petugas Sosial Medik. Pendidikan : jejaring pendidikan Dokter Spesialis, S1 kedokteran, TW, Pelatihan OP, Pelatihan Perawat Rehabilitasi. Penelitian dan subspesi alisti k. Pengembangan : Penelitian terapan, {muskuloskeletal, dan terapis (Fisioterapis/Okupasi

Terapis Okupasi, D3 FT, 03 OT, 03 medis

Pengembangan

8

MENTERjKESEHATAN

fti"I.IBLIK INDONESIA

Strata IIlB: Pusat Rujukan Nasional Pelayanan Rehabilltasi Medik Rujukan Tertinggi. Tenaga yang tersedia: Dokter SpRM, Perawat Terapis Okupasi, Terapis Wicara, Ortottk-Prostettk, Rehabilitasi Medik, Fisioterapis, Psikolog, Petugas Sosial Medik.

Pelayanan mencakup: 1. Layanan Rehabilitasi Medik spesiatistik . dan subspesialistik (muskuloskeletal, neuromuskuler, pediatrik, kardiorespirasi, geriatri, dan subspesialistik lain sesuai kebutuhan) 2. Layanan Asuhan Keperawatan Rehabilitasi Medik 3. Layanan Fisioterapi dengan alat canggih 4. Layanan Okupasi Terapi dengan alat canggih 5. Layanan Terapi Wicara dengan alatcanggih 6. Layanan Ortotik-Prostetik dengan bengkellengkap dan atau bengkel kursi roda 7. Layanan Psikologi 8. Layanan Sosial Medik 9. Layanan konseling persiapan vokasional. Pendidikan : Pendidikan Dokter Spesialis, 51 kedokteran, Pelatihan OP, Pelatihan Perawat Rehabilitasi Medik. 03 FT, 03 OT, D3 TW, Pengembangan medis

PeneUtian dan Pengembangan : Penelitian dasar dan terapan, subspesialistik.

B.

Sistem Pelayanan Pelayanan Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit dilaksanakan melalui pendekatan sistem pelayanan satu pintu (one gate system), artinya setiap pasien yang memerlukan pelayanan Rehabilitasi Medik harus menjalani pemeriksaan/penilaian/asesmen oleh Dokter Spesialis llmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpRM)/dokter umum terlatih untuk menegakkan diagnosis medik, dan fungsional serta prognosis untuk mengarahkan/menetapkan program terapi yang dibutuhkan. Intervensi Keterapian Fisik dan Rehabilitasi terhadap pasien dilakukan melalui layanan individu atau kelompok. Kegiatan pelayanan ini merupakan pelayanan tersendiri baik rawat jalan atau rawat inap Rumah Sakit, maupun dalam layanan terpadu. Pelayanan Rehabilitasi Medik melibatkan beberapa tenaga kesehatan dan tenaga lain terkait sesuai kebutuhan seperti : • Perawat Rehabilitasi Medik • Fisioterapis • Terapis Okupasi • Terapis Wicara • Ortotts- Prosteti s • Petugas Sosial Medik • Psikolog • Rohaniawan • Pendidik (Pedagog) dU. Pada beberapa kasus yang spesifik misalnya : Cedera Medula Spinalis, Trauma Kepala, diperlukan pelayanan rawat inap khusus yang berada di Bagian/Oepartemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik.

9

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Kriteria pasien rawat inap adalah: 1. Pasien kandidat RehabHitasi Medik yaitu pasien yang akibat cedera mengaLami gangguan fungsi serta aktifitas sehari-hari. penyakit/traumal

2. Pasien yang dinyatakan tidak lagi membutuhkan perawatan dari segi penyakitnya, tapi memerlukan peLayanan Rehabilitasi Medik secara terpadu. C. Hubungan Kerja Dalam Pelayanan Rehabilitasi Medik Untuk mencapai tujuan di atas diperLukan sistem dan alur kerja baik secara inter ataupun intra disiplin sesuai dengan sarana dan prasarana yang tersedia. DaLam menjalankan pelayanan Rehabilitasi Medik terlibat tenaga kesehatan terkait serta kerjasama yang erat dan terintegrasi dengan Psikolog, Petugas Sosial Medik, Pendidik khusus, Rohaniawan dll; sesuai dengan kebutuhan dan tergantung pada strata peLayanan. Tenaga kesehatan yang dimaksud adalah perawat Rehabilitasi Medik, fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, ortotis-prostetis. Untuk menjamin mutu peLayanan, maka masing-masing tenaga kesehatan tersebut diatas harus dikoordinir dalam satu Bagian/DepartemenllnstaLasi Rehabilitasi Medik. Koordinasi layanan Rehabilitasi Medik dengan Bagian/Departemen/lnstaLasi lain harus melalui Kepala Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik. Pada penyakit yang berisiko terjadinya kecacatan diperlukan kerjasama tim secara terpadu (sesuai kebutuhan). Kekhususan tim Rehabilitasi Medik adalah: 1. Berbagai Profesi dan tenaga kesehatan terkait tergabung dalam satu tim yang bekerja secara terpadu. 2. Setiap anggota tim mengetahui batasan, cakupan dan lingkup kerja, sesuai dengan kompetensi profesi masing-rnasmg, dengan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpRM) sebagai koordinator tim. 3. Penatalaksanaan tim melalui pendekatan yang berpusat pad a klien/pasien. Lintas Program Rujukan pasien ke Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik dapat berasal dari berbagai disiptin ilrnu, demikian pula sebaliknya. Lintas Sektoral Dalam menjalankan pelayanan Rehabilitasi Medik seringkali diperlukan kerja sama dengan instansi/institusi Lain, misalnya dinas sosial, asuransi, sekolah-sekolah khusus, balai latihan kerja atau lembaga swadaya masyarakat lain yang berkaitan dengan individu difabel. D. Alur Pasien Dalam Pelayanan Rehabilitasi Medik. Pasien dapat berasal dari : 1. Instalasi gawat darurat 2. Instalasi rawat jalan 3. Instalasi rawat inap (termasuk ruang rawat intensif) 4. Konsul dan dokter praktek swasta/klinik 5. Rujukan dari Rumah Sakit/institusi kesehatan lainnya. 6. Datang langsung

10

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Kegiatan selanjutnya adalah: . . ..' . 1. Diagnosis rnedik dan fungsionat oleh SpRM/Dokter Umum terlatih Rehabilitasi Medlk 2. Pemeri ksaan I pen; lai anI asesmen Ti m 3. Paket program tempi: a. Layanan Rehabilitasi Medik rawat jatan b. Layanan Rehabilit.asi Medik rawatinap 4. Keluar atau dikembalikan ke dokter -pengirim dalam keadaan: a. Sembuh b. Pulih dengan gejaLa sisa e. Meninggal 5. Kembali ke masyarakat. (alur pasien sebagaimana tereantum dalam Lampiran 2)

E.

Sarana, Prasarana dan Peralatan

1. Ruangan dan Gedung
a. l.okasi Lokasi gedung yang ideal terletak dekat ruang rawat inap dan rawat jalan dengan memperhatikan kemudahan aksesibititas pasien difabeL untuk mencapa.i lokasi. b. Kebutuhan Ruang 1. Ruang Tunggu Harus bersih dan eukup luas, aman serta nyaman baik untuk pasien dar; bangsal maupun pasien yang memakai kursi rada atau tempat tidur.

2. Ruang Pendaftaran dan Tenaga Administrasi

Ruang ini harus cukup luas untuk penempatan penyimpanan kartu dan status pasien.

meja

tulis, Lemar; arsip untuk

3. Ruang Pemeriksaanl Asesmen Ruang ini sebaiknya cukup luas untuk memungkinkan mobilitas pasten dengan kursi roda dan memada: untuk asesmen pola jalan, aktifitas sederhana dan gangguan fungst lainnya, serta dilengkapi dengan alat-alat pemeriksaan yang memadai. 4. Ruang Tunggu Staf dan Ruang Pertemuan Terdiri dart: • Ruang pertemuan besar untuk keperluan seluruh karyawan dan kemungkinan acara dengan undangan dar; luar, • Ruang diskusi keeil untuk keperluan pertemuani diskusi prafesi secara khusus. • Ruang istirahat dilengkapi dengan dapurkecil 5. Ruang Perawatan Rehabilitasi Ruang yang cukup luas untuk aksesbilitas pasien dengan kursi roda, dengan pencahayaan dan ventilasi yang cukup, serta kelengkapan tempat tidur, perabot dan toilet/kamar mandi yang sesuai untuk pasien difabeL 6. Ruang untuk Terapi Ruang terapi sebatknya dibuat atau dilengkapi sebagai berikut: • Tiap ruang hams eukup luas untuk penempatan tempat tidur, alat modalitas terapi serta memungkinkan mobilttas kursi roda. • Penyekat ruangan sebaiknya bukan pemisah yang permanen, misaLnya tirai, folding door, untuk mempermudah pasien masuk dengan menggunakan kursi roda .atau tempat tidur. Penyekat in; juga dimaksud agar ruangan mudah diperluas dan dapat dipakai untuk kegiatan kelornpok, analisa jalan dan atau tujuan mengajar pada pasien.

11

MENTERIKESEHATAN RiPUBLIK INDONESIA

• Ruang terapi elektro sebaiknya dilengkapi dengan sambungan erde dan stabilizer. Untuk alat yang peka terhadap gelombang elektronik disekat dengan sangkar Faraday. Tempat tidur untuk elektroterapi harus terbuat dari bahan kayu. • Ruang terapi yang bersifat mengutamakan pendengaran dan atau ruang terapi anak sebaiknya dibuat kedap suara. • Ruang Iatihan kelompok dilengkapi dengan perlengkapan latihan yang sifatnya kelompokl bersama. 7. RuangGimnasium RuangGimnasium sebaiknya cukup luas dengan peralatan latihan sehingga pasien dapat bebas melakukan terapi latihan atau kegiatan, secara individu maupun bersama. Dinding dan langit-langit ruangan harus cukup kuat untuk pemasanagan peralatan seperti wall bar, shoulder wheel dan alat-alat latihan yang lain. B. Bengkel Ortotik-Prostetik Ruang untuk bengkel ortotik-prostetik hendaknya terpisah dar; ruang perawatan, tidak menggangguketenangan pasien, serta dilengkapi dengan alat-alat kerja dan sarana keselamatan kerja dan lingkungan yang memadai. 9. RuangHidroterapi Dalam perencanaan ruang hidroteapi sebaiknya diperhatikan: • Struktur ruang harus terhindar dar; gema mesin-mesin hidroterapi dan kelembaban ruangan harus dicegah. • Ruang dilengkapi dengan kamar untuk menyimpan alat-alat perlengkapan latihan, kamar bilas dan kamar ganti pakaian serta toilet. Kamar bitas dan kamar ganti pakaian serta toilet. Kamar bilas dan kamar ganti pasien harus cukup luas dan memadai untuk mobilitas pasien dengan kursi roda. • Lantai ruang hidroterapi harus terbuat dan material yang tidak liein. Dan terdapat saluran air yang memadai agar lantai tetap kering. • Dinding dan langit-langit dibuat cukup kuat untuk menggantungkan lifter pasien. 10. RuangAlat Khusus 11. RuangMandl dan (toilet) Disediakan toilet untuk khususpegawai dan pasien secara terpisah. Toilet untuk pasien dilengkapi dengan pengamanandan kayu atau besi untuk pegangan serta dibuat sedemikian rupa sehingga pasien yang menggunakan kursi roda maupun kruk dan alat penyangga tubuh lainnya dapat mempergunakan tanpa ada kesukaran. Penerangandan ventilasi harus cukup baik. 12. Gudang Gudang terdiri dari gudang bersih dan gudang besar. Gudang bersih untuk penyimpanan perlengkapan seperti sprei, sarung bantal, selimut dan lain-lain. Gudang besar untuk menyimpanan peralatan yang masih baik maupun yang sudah rusak untuk diperbaiki. Gudang juga diperlukan untuk menyimpan bahan-bahan untuk pembuatan ortotik dan prostetik. 13. RuangGanti Pakaian Karyawan Ruang gantt sebaiknya dipisahkan untuk karyawan pria dan wanita, dilengkapi dengan rak-rak penggantung baju.

we

12

MENTERIKESEHATAN

REPUBLIK INOONESIA

c. Fasilitas Konstruksi Gedung 1. Jalan Jalan menuju ke Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik sebaiknya rata dan tidak liein, serta jumlah anak tangga seminimal mungkin.
2.

Pintu Pintu dalam ruangan cukup Lebar untuk memudahkan rada atau tempat tidur.

pasien lewat dengan kursi

3.

Listrik Daya listrik harus cukup serta ada cadangan daya untuk mengantisipasi bila suatu saat daya listrik menurun. Stabilisator diperlukan untuk menjamin kestabilan tegangan. Ramps Tanjakan harus landai dengan sudut kemiringan maksimal 20' (derajat). Lampu Penerangan Setiap lampu penerangan terbaring, agar tidak silau. harus diberi penutup terutama di atas pasien

4. 5.

6.

Lantai Lantai tidak liein, untuk mencegah bahaya jatuh Langit-langit Langit langit harus kuat. Khusus langit-langit ruang hidroterapi harus dilengkapi dengan balik yang cukup kuat untuk pemasangan relli/ter bagi pasien. Dinding Dinding harus permanen, warna dinding sesuai kebutuhan, dilengkapi side railing/pegangan. Khusus ruang latihan anak diberi warna yang bersifat memberi stimulasi. Pada dinding sebaiknya diberi pengaman dari kayu berlapis karet (leuning), berfungsi untuk pegangan pasien pada saat belajar berjalan dan untuk melindungi dinding dari benturan kursi roda atau brankar. Sudut dinding diupayakan tidak tajam. Ventilasi Ventilasi dan sirkulasi udara harus baik. Persediaan air harus cukup untuk kebutuhan toilet, cuei tangan maupun untuk hidroterapi serta memenuhi persyaratan kesehatan. bengkel dan lain- lain.

7.

8.

9.

10. Air

11. Lain - lain Wastafel pada tiap ruang terapi, ruang pemeriksaan, 2. Peralatan

Pada umumnya peralatan yang dibutuhkan meliputi peralatan untuk pemeriksaanl asesmen, peralatan terapi dan peralatan latihan, untuk program individu maupun kelompok. Kebutuhan peralatan disusun berdasarkan : 1. Kebutuhan masing-masing jenis profesi 2. Rata-rata jumlah kunjungan pasien setiap hari 3. Kapasitas kerja dan efisiensi penggunaan alat 4. Strata pelayanan Rumah Sakit dan jenis pelayanan yang tersedia 5. Sarana dan Prasarana yang ada (peralatan rehabilitasi dalam lampiran 3) medik berdasarkan klasifikasi RS sebagaimana tercantum

13

MENTERIKESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

F.

Sistem Pembiayaan

1.

Sumber: • Biaya sendiri (Out 0/ Pocket) • Asuransi: PT ASKES(wajib), ASKESsukarela, ASKESKIN, asuransi lain • • Perusahaan Lain-lain

2. Pola tarif terdiri dari:
• Konsul dokter • Tindakan: a) Jasa medik b) Jasa Rumah Sakit c) Bahan dan alat

G.

Pengendalian

limbah

Mengikuti pengendalian l1mbah di rumah sakit

H.

Kesehatan dan Keselamatan

Kt.lrja ( K3 )

Harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : • Untuk alat-alat yang menggunakan listrik harus memakai arde dan stabilisator • Dalam melakukan pelayanan harus memakai peltndung sesuai Pedoman Universal Precaution infection • Penataan ruang, aksesibilitas, penerangan dan pemilihan material harus sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada patient safety

I.

Pencatatan dan Pelaporan Ada 2 jenis pencatatan yaitu : 1. Dalam Rekam medis dicatat diagnosis medik (berdasarkan ICD IX/X) untuk pelaporan Rumah Sakit ke Dinas Kesehatan. Yang kemudian diteruskan ke Departemen Kesehatan. 2. Dalam pencatatan Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik dicatat diagnosis fungsional (berdasarkan ICIDH) dan diagnosis keterapian fisik (FT, OT, TW), serta di agnosi s psikologi kli n15 I sosiat.

J.

Evaluasi dan Pengendalian

Mutu

Kegiatan evaluasi terdiri dari: a. Evaluasi internal: Rapat audit berupa pertemuan tim Rehabilitasi Medik yang membahas permasalahan tayanan (termasuk respons time, keluhan pasien, komplikasi tindakan, efisiensi dan efektifitas layanan) b. Evaluasi eksternal : Lulus akreditasi rumah sakit (Standar Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit) pada 16 Layanan c. Evaluasi terhadap Buku Pedoman PeLayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit akan dilakukan tiap 5 tahun sekali oleh Perdosri

14

MENTERfKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

V. SISTEMRUJUKAN
A. Pengertian Rujukan Konsep rujukan adalah suatu upaya pelimpahan tanggung jawab dan wewenang secara timbal balik dalam pelayanan kesehatan untuk rnenciptakan suatu pelayanan kesehatan paripurna. Rujukan in; dapat berlangsung vertikal dan horisontal sesuai dengan fungsi koordinasi dan jenis kemampuan yang dimiliki. Rujukan dapat terjadi dari Puskesmas ke Puskesmasyang lain (rujukan horizontal) atau dari Puskesmas sampai Rumah Sakit kelas rujukan tertinggi (rujukan vertikal). (Bagansistem rujukan pelayanan rehabilitasi medik sebagaimanatercantum dalam Lampiran 4 ) Kegiatan rujukan mencakup: a. Rujukan pasien (internal dan eksternal). Rujukan internal adalah rujukan antar spesialis dalam satu Rumah Sakit. Rujukan eksternal adalah rujukan antar spesialis ke luar Rumah Sakit dengan mengikuti sistern rujukan yang ada. b. Rujukan Hmu pengetahuan dan teknologi, termasuk peningkatan kemampuan tenaga Rehabilitasi Medik serta sumberdaya kesehatan lainnya (dana, alat dan sarana). c. Pembinaan manajemen. Rujukan kesehatan terutama berkaitan dengan upaya promotif dan preventif, yang mencakup bantuan teknoLogi, sarana dan operasional. Sedangkan rujukan medik adalah rujukan pelayanan, yang terutama menyangkut upaya kuratif dan rehabilitatif. B. Sistem Pelayanan Rujukan RehabHitasi Medik 1. Koordinasi dan mekanisme kerja intern dalam tim Rehabilitasi Medik antar instalasi dan lintas sektoral. a. Intern tim Rehabilitasi Medik 1. Strategi pengembangan koordinasi dan mekanismekerja intern dalam tim Rehabilitasi Medik mengikuti peraturan yang berlaku, serta berpedoman pada Standar baku Pelayanan Rehabilitasi Medik. 2. Rujukan intern Rumah Sakit berpedoman kepada prosedur rujukan di dalam Rumah Sakit dan mekanisme kerja di Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik.

15

UENTERIKESEHATAN VI. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
A. Tujuan Pembinaan dan Pengawasan:

REPUBUK INDONESIA

1. Meningkatkan mutu pelayanan 2. Pengembanganjangkauan pelayanan 3. Peningkatan kemampuan kemandirian pelayanan Pembinaan dan pengawasan dilaksanakan secara berjenjang oleh setempat dan Perdosri. Pengawasan dan pembinaan dilakukan Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit. mengawasi aspek legalitas dan Perdosri serta protest lain terkait (IFI, mengawasi aspek medis/profesi. B. Pengawasan Pengawasanmencakup : 1. Manajemen 2. Teknis medis 3. Layanan keterapian fisik dan keteknisian medik 4. Layananterkait lain Hasil Pengawasan berupa penilaian terhadap kinerja RehabHitasiMedik. C. Pembinaan Pembinaan dilakukan oleh profesi dan Depkes/Dinas Kesehatan secara periodik sesuai dengan aturan yang berlaku, atau dapat dilakukan atas permintaan dan sesuai kebutuhan. D. Sanksi Pelanggaranbutir B disampaikan ke Direktur RumahSakit untuk ditindaklanjuti. Sanks; hukum dan administrasi diberikan oleh Dinas Kesehatan, sedangkan sanksi pelanggaran aspek medik diberikan oleh profesi. Bagian/Departemen/lnstalasi Dinas Kesehatan terhadap semua Dinas Kesehatan lOTI, lKATWIdtl.)

16

U!NTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

VII. PENGEMBANGAN PELAYANAN
1. Pengembangan SDM Pengembangan SDMdibagi dalam: a. Pemenuhan ketenagaan (kuantitas) b. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan

(kualitas)

Program/kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan SDM: 1. MeLengkapi jumlah dan kualifikasi tenaga yang diperlukan sesuai dengan tingkat pelayanan di masing-masing Rumah Sakit (lihat kembali lampiran 1). 2. Diklat teknis fungsional bagi tenaga Rehabilitasi Medik 3. Peningkatan jenjang karir dan pendidikan tenaga Rehabilltasi Medik melalui penerapan angka kredit dan jabatan fungsional serta pendidikan berkeLanjutan. Setiap SDM yang ada di Bagian/Departemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik berkewajiban senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya baik secara mandiri maupun mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh lembagalembaga yang berwenang dan terakreditasi oLeh profesi.

2.

Pengembangan Sarana, Prasarana dan Peralatan Disesuaikan dengan peningkatan kelas Rumah Sakit menurut standar Depkes. Program/kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan sarana, prasarana peraLatan: a. Pembangunan dan pengembangan gedung Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit b. Penyediaan peralatan untuk pelayanan Rehabilitasi Medik yang diperlukan oleh dokter dan tenaga lain yang terkait, termasuk sarana penunjangnya.

3.

Pengembangan Jenis Layanan Dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pelayanan, sesuai dengan kebutuhan dapat dibentuk pelayanan spesiattstik, pelayanan sub spesialistik dan atau pelayanan khusus (misalnya rehabilitasi kusta, tangan, perawatan paliatif, HIV I AIDS). Dalam penyediaan pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit: • memberikan pelayanan, di dalam maupun di luar gedung Rumah Sakit. • melakukan pembinaan teknis maupun manajemen pada sarana kesehatan/wilayah binaannya. • Melaksanakan sistem rujukan sesuai ketentuan yang berlaku

, 17

_.

UENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

VIII. PENUTUP
Bagi Rumah Sakit yang telah atau akan menyelenggarakan pelayanan Rehabilitasi Medik agar menyesuaikan dengan ketentuan yang terdapat daLam buku pedoman ini dan dapat mengembangkannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang kondusif bagi tiap-tiap Rumah sakit, Diharapkan buku ini dapat menjadi Standar Pelayanan Kedokteran di bidang Kedokteran Fisik dan Rehabilitast, beserta layanan penunjangnya (Keterapian Fisik, Keteknisian Medik khususnya ortotik prostetik dan layanan lain yang terkait).

KESEHAT AN RI,

f

. iti Fadilah Supan, Sp.JP (K)

18

..

MENTERIKESEWATAN
REPUBLIK INDONESIA

Lampiran 1

Standar Ketenagaan Minimal Bagian/Oepartemen/lnstalasi Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit

RUMAH SAKIT TENAGA Kelas Rujukan Tertinggi 14 Kelas A & B Kelas B Non Pend. Pend. 6 1 Kelas C (dan D)

• • • • • •

Dokter Spesialis llmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpRM) Psikolog Fisioterapis Terapi Wicara Okupasi Terapis Ortotis Prostetis Pekerja Sosial Medik Perawat Rehabilitasi

2

1 . 2 .
1

3
18 5
6

8

12 3
4

3

3 2 2120*

2 1
1

.
1

1

Keterangan

: tenaga Rehabilitasi Medik in; disusun sesuai kebutuhan dan rasio maka

1. Kebutuhan
pelayanan.

2. Apabila di Rumah Sakit tersebut tidak ada tenaga profesional kebutuhan pelayanan dicukupi dengan melatih tenaga yang ada.

terkait,

3. Kebutuhan Rumah Sakit tersebut di atas disesuaikan dengan kondisi Rumah Sakit. 4. * BHa ada ruang perawatan (untuk perhitungan 10 tempat tidur)

M~NTERI KESEHATAN
R'PUBLIK INDONESIA

Lampiran 2

AlUR PELAYANAN REHABJLlTASI MEOIK OJRUMAH SAKIT

KELUARGA ft MASYARAKATIPASIEN

~

I

IGD

l'RJ

I

, IRNA

I

!
Rujukan RUMAH SAKIT Institusi Lain

t
I
r---

I
~

BAGIAN/DEPARTEMEN/INSTALASI REHABILITASI MEDIK

DIAGNOSIS MEDIK DAN FUNGSIONAL (SpRM)

I

TIM REHABILITASI MEDIK Sp.REHABILITASI MEDIK (Kord), OT, FT, TW, OP, dll.

r---

I

1

RAWAT INAP

J
Meninggal/Sembuh/Difabel

I

RAWAT JALAN

~

I

.>

M!NTERIKESEHATAN rtlEP'UilL.IK INDONESIA

Lampiran 3-1

PERALATAN REHABILITASI

MEDIK BERDASARKAN

KLASIFIKASI RS, JENIS PELAYANAN DAN

JUMLAH MINIMALNYA

KELAS No _
"

JENIS PERALA T AN

Rujukan Tertinggl

A-B Pend

B non pend

C

KETERANGAN

1 Jumlah tempat '- DOKTER tidur

2
rata - rata

3
1200 -

4
400 - 1200

5
200 - 400
<

6
200

7

14
10

1 Stetoskop
2 Tensimeter 3 Foto Viewer 4 Reflex Hammer 5 Goniometer 6 Stopwatch 7 Meteran I!.ulun(;! 8 Cvbex/Isoktnetic Machine 9 Dynamometer 10 Elektromio~rafi 11 Gait analyzer 12 Biofeedback 13 Treadmill I Ergocyde 14 Pulse Oxvrnetrv 15 Sptrometrt 16 Peakflow meter II. PSIKOLOG 1 lntetleaenct dan Bakat 2 Wechsler Relevue 3 Wechsler Relevue for children 4 Wechsler' Presschool and Prlmarv 5 Stanfor Binet 6 Prozrestve Matrices 7 Advanced Progressive Matrices 8 Colour Progressive Matrices 9 Test Kemampuan Differensial 10 Culture Fair [ntelegence Test Skala 2 11 Pemeriksaan Teknis Pasti (PTP) 12 Kuder 13 Kepribadian 14 Thematic Aocreceotton Test 15 Children Appreception Test 16 Rorschach 11 Worte~~ 18 Edwards Prefence Personality Test 19 Sixteen Personality Test 20 Vineland Maturitv Scale 21 Sack Sentence completion test 22 Bender Gestalt 23 Bourdon Test 24 Grasi Test 25 Mariane Frosti!l! 26 StoP,Watch 27 Balok kayu 28 Puzzle

6 6
3 3

2
2 2

1
1

5
5
10 10

1
1
1

6 6
3 6 1 2 1 1

5
10

2 2 2 2 2
0

.2 3

1
0 0

1 1 1 0 0

2
2

0
0

4
2 2 4

3
1

1
2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

a
1 2 0

2 1

1
0 0 0 1 0

5 3
3 3

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Set Buah Set Set Buah Set Buah Buah Buah

-

3
3
3

3 3

-.
-

-

-

-

-

Set Set Set Set

Set
Set Set Set Set

3

a3

3 3 3 3 3
3

-

3 30 3
3 3

1
10 1 1 1 1 1

-

-

-

-

-

Set
Set Set Set Set Set

·
-

· -

Set

3
3

-1

·

·

Set Set
Set Set Set Set

3 3 3 3 3
6 6

1
1 1 1 1 1

·
·

·

-

Set
Set set Buah Set Set

-

MINTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Lampiran

3- 2

PERALATAN REHABILITASI MEDIK BERDASARKAN KLASIFIKASI RS, JENIS PELAYANAN DAN JUMLAH MINIMALNYA
KELAS No 1 JENIS PERALATAN
2

III. FISIOTERAPI 1 Stetoskop & tensimeter Z Goniometer 3 Interval timer 4 Meteran gulung 5 Walker dewasa dan anak 6 Rollator Z Tongkat ketiak 8 Forearm crutch 9 Tripod 1C Quad cane 11 Kursi roda 12 Paralel bar 13 Tangga tikun~an tanjakan 14 Pulley. 15 QuadriceR_bench 16 Ergocycle/ treadmill Exerciser 17 Armcrank Exerciser 18 Rowing Machine 19 Shoulder wheel 20 Wall bar 21 Axial Resistance Exerciser 22 Step Ladder 23 NK Table 24 Springpull Exerciser 25 Theraband Exerciser 26 LeQskate 27 Grip Exerciser 28 PaR_anicin l 29 Matras 30 Strap/sabuk 31 Sandbag 32 PhysiobaU 33 Nebulizerj_et 34 Nebulizer ultrasound 35 Ultrasonic Diathemy 36 Shortwave Diathermy 37 Microwave Diathermy 38 Interferential therapy ITENS 3.9 Biofeedback 40 Laser 41 Infra red 42 Ultra violet 43 Hot packs 44 Cold packs/cryotherapy 45 Parafin bath 46 Hubbard tank 47 Whirlpool 48 Hydropool 49 Steamer 50 Traksi lumbal/cervical 5.1Tig_htiog table 52 Bed exercise 53 Segmental Bed Therapy 54 Cermin sikap 55 Vibrator 56 Rehab trainer

Rujukan Tertinggl 3 18 6 6 4 6 6 3 3 3 3 3
'3 3 2

A-B Pend 4 12 4 4 2 4 4 2 2
1

B non pend 5 8

C 6

KETERANGAN

7
Buah Set Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah
Pasanq

2
1 1

3
3
1

0
1 1

3 2 1
1 1

0 1 0
1 1 1

i

2 2

1
1 1 1 1

2
1

1
0
1

3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 5 5 5 5 5 10 6 .6 4 3 3 6 6 6 6 4 2 6 3 6 6 3 2 3
1

2 2 2 2 1 2 2 2 2 2
3

1 1 1 1 0 1
1

1 1 1 2 2 2 2 3 2 2 1
1

0 0 0 0 1 1 0
1

1

0 1
1

2

3 3 3 3 6 3 4 3 2 3 3 3

1 1 0 1
1 1

0
1 1

1

]

2 1
]

2
]

3 2
1 1

1
2
]

1 2 1 2 2 1 0 2 1 2 2 1 1 0 0
0

1 1
1

3 6
4 ·6

2
1

0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0
1

2

0
1

3 10 4
2

3 2
6 2

2 1 3
1

0 1 0
0

1

0

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Set Buah set Buah Buah Buah Buah Buah Buah Set Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah set

M!NTERIKESEHATAN RliiPIJ"UK INCONEilA

Lampiran

3-3

PERALATAN REHABILITASI MEDIK BERDASARKAN KLASIFIKASI RS, JENIS PELAYANAN DAN JUMLAH MINIMALNYA
KELAS No
1

JENIS PERALATAN 2

Rujukan Tertlnggl
3 6

A-B Pend

B non pend 5 3 1 1 2 (1+1) 1 1 1 2 1
2

C
6

KETERANGAN 7

4
4 1 1 3 (1+2) 2
3

IV. OKUPASITERAPI 1 Stetoskop dan tensimeter 2 Stopwatch 3 Goniometer besar dan kecil 4 Meteran gulung 5 Hand Dvnamorneter
6 Virsorvrneter (pmchaauae)
I Pel:!board (bermacam - rnacam) 8 Puzzle (bermacam - macam) 9 Biofeedback 10 Timer 11 Pararel bar besar 12 Parerel bar kecil 13 Suspension walker 14 Walker dewasa dan anak 15 Hand sll1}g__ 16 Sand bag {bermacam ukuranj 11 Wax 18 Grip exercise 19 Exerciser board 20 Skate board 21 Matras 22 Kursi latlhan duduk 23 PhysiobaU 24 Geometric shape crawling form 25 Crawler 26 Tricycle 27 Floor sitter 28 Meja periksa 29 Standing table dewasa dan anak 30 SUSQ_ension sling set arm 31 RuaM simulasi lengkap/SI 32 Sanding block 33 Prismatic glasess 34 Bantal dan guling 35 Alat latihan sensori 36 Adjustable Table 37 Alatpertukaggen 38 Alat keterampilan tang an ~9 Peraf!gkat musik 4C Peraf!gkat Otah Raga 41 Perangkat rekreasi 42 Ruan~ dan Alat Simulasi ADL 43 Alat bantu adaptasi 44 Peralatanpembuatan splint

2 2 5 (2+3) 3 5 3 7
2

1 1
1

2 5
1

·s

5 3 2 1

3 2
1
1

2 1 1 1 0 1 0
1

1
1

10 10 5

3
4 4
2 3 3 3

4 6 6 3 2

3
2 1 2
2

2

3 3 1

2 1 2 2
1

1 2 3 3 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1
1

1 0 0
1

1 1
1

1
1

0 1 1 0 1 0
1 1 1

3

4

3

2 3 3
1 1

1 1 0 1 1 1
1

2

0 0
0

1

2 3 5 1 10 3
3 1 1

0
1

2 3
1

0
0

Buah Buah Set Buah set Buah set set Buah Buah Buah Buah Buah Buah set set Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah BU(lh Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah set set set set set

set

6 2

2
1 1

3 1
1

1 1
1

1
1

1
1

0
1

1 0 0 0 0 0 0
0 0

3 1

2
1

1

set set set

M~NTfRIKESEHATAN
REPUBUK INDONEilA

Lampiran 3-4

PERALATAN REHABILITASI MEDIK BERDASARKAN KLASIFIKASI RS, JENIS PELAYANAN DAN JUMLAH MINIMALNYA

KELAS No. JENIS PERALATAN Rujukan Tertlnggi A-B Pend B non pend C KETERANGAN

1

2
V. PROSTETIK ORTOTIK A. Ruang Kulit Meja kulit Pisau seset kulit Pisau potong kulit Penggaris 100 em Penggaris 60 em Penggaris 30 em Meteran kain Ambleng sepatu Batu asah Palu karet MesinJahit kulit Mesin jaM kain Jarum tansan kulit Kayu eetakan sepatu no. 10-43 Alat pemasanz mata avarn Pelubanl( kulit eakra Pelubang kulit (plong) kecll/besar BendinJ;! iron

3 3 8 8
1 1 1

4
2 6 6
1 1

5
0

6 0

7
Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Set Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah

1

2
3 4

-

-

-

5
6

6
2 3

7
8

1 5 2

-

9
10

3
1

3
3 1

-

11 12 13
14 15 16 17 18

2
6 Set 6 '3 6

2
5 Set 5 3 6 6

-

-

6
2

-

2

B. Ruang Klmia 1 Oven thermo plastik 2 Kompor sas 3 Timbangan tepuna 0 - 5 kg 4 Setrika listrik 750 w 5 Hair drYer tOOo w 6 Masker dan kaca mata grinda 7 Sarung_ tangan 8 Bak air panas 9 Gunting seng 10 Gunting biasa 11 Test pen 12 Lemari alat Ibahan C.RuangGIP 1 Pernotong gip listrik 2 Pernotonq 'lip (manual) 3 Oven pen gering gip 4 Kikir 'lip bulat 5 Kikir 'lip flat 6 Kikir Qrip Yz bulat 7 Bak oenamoune air 8 Jig modifikasi Rip 9 Kamar mandi/WC

1
1

1
1

1
1

1
4

1 1 1

-

-

-

6
1 2

5 2
2

3 5 1 2 5 2 2
1 1 1 2

-

·

-

-

·

-

·

1 1 1
2

.

2 2 1
1 1

2 2 1 1
1

-

·

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah

UEUTERIKESEWATAN R!PUBLIK INDONESIA

Lampiran 3-5

PERALATAN REHABILITASI

MEDIK BERDASARKAN KLASIFIKASI RS, JENIS PELAYANAN DAN JUMLAH MINIMALNYA
KELAS

No
,.

JENIS PERALATAN

Rujukan Tertlnggi
'3 1

A-B Pend

B non pend 5

C

KETERANGAN
7

2 D. RuanQ Keria Pembuatan 1 Mesin bar duduk 13 mm 2 Mesin bubut medium 3 Mesin bubut short/small 4 Jig saw 5 Seoeranskat las listrik 6 Seperangkat las aeetvline 71Kornoresor anztn 8 Mesin router (all ourposel 9 Gurinda ooles (dudukt 10 Gurinda duduk 11 Gurinda tansan 12 Bor tanzan 13 Guntin'! oemotona p\at/bekel 14 Bench saw 15 Exhauster 16 Lemari penggantung alat 17 Paron 25 KQ. 18 Masin amolas seoatu 19 GerQaii besi 20 Vaeum cleaner 21 Tang "elleD (vice zno) 22 Kunci shock (set) 23 Kunci ring/pas (set) 24 Meja kerja 25 Kikir kasar bulat keell besar 26 Kikir kasar YI bulat keci! besar 27 Kikir kasar plat keeil besar 28 Kikir halus ~ butat keeil besar 29 Kikir halus olat keeil 30 Kiklr alumunium 31 Jangka besl 32 Drip/center drip 33 Water cas 34 Tang biasa 35 Obeng kembang .(.) keeil besar 36 Obeng plat (.) keell besar 3l Tang pemotong kawat 36 Palu konde keeil - besar 39 Kunei inggris kecil besar 40 Snei komplit 41 Tap kornpltt 42 TanR kakak tua 43 Pahat besi keeil besar 44 Tanllllem kedl besar
1

4
1 1
1

6

1 1
1

·

·

1
1 1

1 1
1 1

3

1
1

1 1 3 1

1

1 1

1

1
1

1
3
1

1

1

3
1

· · · · · ·

-

· · ·

·

· · ·

· · ·
·

·

·

·

·
·
·

·

-

1 ,2
1 6

1 2 1 5
1 1

1 1 2
1 1 1 1

2
1 1
1

· · · · · · · ·
· ·

· ·

· ·

1 2 2 3
1

1 1

2 2
3
1

2 1
1

2
1

· · · ·

·

·

·

1
2

2 3

·

3
1

2 2
1

· · ·
· ·

·
·

·

1
2

2
3
6

1

·

3
7

-

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah

E. RuanQ Keria Kavu GerQaii kavu notona kectl besar Gerl!aji kavu belah keeil besar Penggarisan siku besi Kikir kavu kecll - besar Mata bar perseng adiustable Pahat kayu 7 Mesin amolas rata 1 2 3 4 5 6

3
1

3
1

· · · ·

3 2 3 2

3

3 2 3 2 3

-

·

·

·

-

U!NT!RIKiSEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Lampiran

3-6

PERALATAN

REHABILlTASJ

MEDIK BERDASARKAN KLASIFIKASI JUMLAH MINIMALNYA

RS, JENIS PELAYANAN

DAN

KELAS No. JENIS PERALATAN Rujukan Tertinggi A-8 Pend B non pend C 6 KETERAN GAN

1

2

3 2
1

4

5

7
Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah

2 Meia oenksa
3 4 5 6

F. Ruang Admlnistrasi 1 Meja kantor tblro

2
1 1 1 1

-

FiHin'Olkabinet Mesin tik Papan tulis temart/tocker 7 Celling fan 8 Kursi kantor 9 Wastafe! VI TERAPI WICARA A. Peralatan DlagnostiklPemerlksaan 1 Tes formal kombinasi Minesota denzan PICA test 2 Boston test (dewasa) 3 Token test (dewasa) 4 T.M. Test (dewasa) 5 Peabody Picture Vocabulary (usia 2 112 18 tahun) 6 llionals Test of psycoholingustik Ability (Receftion, associatfon expression)

1
1

1 2

2

10 1 5
3 3 3 3 3

2 2 10 1 3 2 2

-

-

·

-

-

·
0

-

·

-

.

0

2

2

-

·

-

.

-

1 2

Set Set Set Set Set Set Set

a:

3
3 3

·
-

7 PAW (modifikasi 8 Rina Harris dan

dari Spires Tersbach Moris dan Darley)

2
2 50 50 50 50 50 50 50 50 50
·

J Borden test
Error Pattern Diagnostic

Set Set Set Set Set Set Set Set Set Set

9 Tes kata - kata (modifikasi Articulation test)
10 RPR test (modifikasi 11 Buffalo

100

Norxis and Sptesterbach) Voice profile 12 Speec Anxiety scale 13 P.LE. Test 14 Cheehlist of stuttering Behaviour 15 Scale for rating seventy of stuttering 16 Stuterer's
17 Stetoscooe

100
100 100 100 100 100 100

·

.

self rating of reaction

to speech situation

100

·

-

-

B. Peralatan Terapi/Latihan 1 Cermin (50 x 60 em I 2 White board (60 x 80 em) 3 Paean flannel (60 x 80 cml 4 Form board (orang) 30x40 em 5 Form board (binatang) 30 x 40 em 6 Form board (buah - buahan) 30x40 em 30x40 em _I_ Form board (tumbuh . tumbuhan) a Form board (alam bends) 30x40 em 9 Tancapan (diameter 2 em. 18lubang, 6 warna)

10 10 10 6

6
6 6 6 6 6

6 6 6 4 4 4 4 4 4 4

-

·

-

-

-

Set Set Set Set Set Set Set Set Set Set

10 Balok ukur (terpendek

1 em, terpanjang

40 em)

·

MENTERIKESEHATAN
REPUBUK INDONESIA

Lampiran 4

BAGAN SISTEM RUJUKAN PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
RUMAH SAKIT. Rujukan
Tertinggi

Pelayanan Rehabilitasf Medik Spesialistik dan Subspesiatistik

RUMAH SAKIT. Kelas AlB Pendidikan

I I
·

Pelayanan Rehabilitasi Medik Spesialistik dan Subspesialistik

RUMAH SAKIT. Kelas Pendidikan

Non

I

RUMAH SAKIT. Kelas C

I
· ·

Pelayanan Rehabilitasi Medik Spesialistik dan atau Subspestaltsttk

I:
.
.

Pelayanan Rehabilitasi Medik Dasar atau Spesiatistlk

.
Pelayanan Rehabilitasi Medik Dasar

l

PUSKESMAS

I
..

·

Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat Perorangan Keluarga

I

Masya,'akat

.............. ~

Jika dalam keadaan darurat

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->