Anda di halaman 1dari 6

ulang panggul terdiri dari : os coxae (os ilium, os ischium dan os pubis) os sacrum os coccygis.

Sedangkan sendi (artikulasio) terdiri dari : 2 buah artikulasio sacroiliaca : menghubungkan os sacrum dan os ilium 1 buah artikulasio sacro coccygea : menghubungkan os sacrum dan os coccygis 1 buah symphisis pubis : menghubungkan 2 tulang symphisis Bidang/pintu panggul : Pintu Atas Panggul (PAP) : promontorium, linea inominata dan pinggir atas symphisis. Disebut juga inlet. Ruang tengah panggul (RTP) : kira - kira pada spina ischiadica. Disebut juga midlet. Pintu Bawah Panggul (PBP) : symphisis dan arcus pubis. Disebut juga outlet. Ukuran - ukuran Panggul :

PAP : Konjugata diagonalis :pinggir bawah symphisis pubis ke promontorium :12,5 cm Konjugata vera : pinggir atas symphisis pubis ke promontorium : konjugata diagonalis - 1,5 cm = 11 cm Konjugata transversa : antar dua linea innominata : 12 cm

Konjugata obliqua : 13 cm RTP : Bidang luas panggul : pertengahan symphisis ke pertemuan os sacrum 2 dan 3. Sekitar 12,75 x 12,5 cm. Dalam persalinan tidak mengalami kesukaran. Bidang sempit panggul : tepi bawah symphisis menuju spina ischiadica. Sekitar 11,5 x 11 cm. Jarak kedua spina 10 - 11 cm. PBP : Anterior posterior : pinggir bawah symphisis ke os coccygis : 10 - 11 cm. Melintang : 10,5 cm. Arcus pubis : lebih dari 90 derajat

Bidang Hodge Hodge I : dibentuk pada lingkaran PAP dengan bagian atas symphisis dan promontorium Hodge II : sejajar dengan Hodge I setinggi pinggir bawah symphisis. Hodge III : sejajar Hodge I dan II setinggi spina ischiadika kanan dan kiri. Hodge IV : sejajar Hodge I, II dan III setinggi os coccygis

Jenis - Jenis Panggul Ginekoid : panggul perempuan, diameter anteroposterior sama dengan diameter transversa Android : panggul pria, PAP segitiga, diameter transversa dekat dengan sacrum. Antropoid : PAP lonjong seperti telur, diameter anteroposterior lebih besar daripada diameter transversa. Platipelloid : diameter transversa lebih besar daripada diameter anteroposterior.

ukuran

Tiga bulan pertama kurang lebih pertumbuhannya sekitar 2 cm tiap bulannya. Tiga bulan berikutnya. berkisar 1 cm per bulan. Sedangkan 6 bulan terakhir kurang lebih 1/2 cm per bulannya. Yang paling penting ketika mengukur lingkar kepala bayi adalah mengamati titik perkembangan itu, apakah kecenderungannya ke atas atau ke bawah. Bila grafiknya pertumbuhan kepala bayi naik-turun tapi tetap berada dalam garis batas atas/bawah, bagaimana? Bila hasil pengukuran kepala bayi terkadang naik-turun tapi masih dalam garis batas atas dan bawah, tak perlu khawatir. Itu tergolong normal. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi. Ketika grafiknya menurun, bisa jadi pertanda pada bulan itu, gizi si bayi sedang buruk. Sebaliknya bila grafiknya meningkat, berarti gizi si bayi sedang baik. Idealnya ubun-ubun bayi memiliki diameter 2 cm. Dengan semaki n berkembangnya otak bayi, maka ukuran ubun-ubunnya akan semakin kecil dan lambat laun menutup. Ubun-ubun yang membesar misalnya terjadi pada bayi berusia 12 bulan yang ubun-ubunnya masih berdiameter kurang lebih 4 cm. Jaringan otaknya kemungkinan tidak berkembang sempurna. Atau mungkin saja ia menderita hidrosefalus sehingga otaknya mendapat tekanan dari cairan dan membuat ubun-ubunnya membesar. Caranya dengan mengukur diameternya ubun-ubun. Jangan takut untuk memegang ubun-ubun bayi karena ada pelindungnya berupa selaput tengkorak yang tipis. Meski terlihat lunak, tapi selaput itu sangat kuat. Selain itu, cermati, apakah ubun-ubunnya cembung atau malah cekung. Meski ubun-ubun yang menonjol tidak selalu berarti bayi menderita sakitsebab, saat menangis pun ubun-ubunnya akan menjadi tegang dan menonjolnamun waspadai bila disertai demam. Kondisi ini bisa menjadi pertanda telah terjadi infeksi pada bayi; bisa infeksi di bagian telinga atau di otak. Untuk itu segera konsultasikan ke dokter. Sedangkan ubun-ubunnya yang tampak cekung pada bayi berusia 1 tahun dapat jadi pertanda perkembangan otak yang tidak sempurna yang ditandai dengan volume otak yang tidak sesuai atau lebih sedikit dari perkembangan otak anak yang normal. Inilah yang membuat ubun-ubunnya menjadi cekung. Kasus ini pun harus segera dilaporkan ke dokter.

Ukuran tulang kepala bayi aterem 1. Ukuran muka belakang a. Diameter suboksipito-bregmatika

a). antara foramen magnum ke ubun-ubun basar. b). jaraknya 9,5 cm. c). akan melalui jalan lahir pada letak belakang kepala, dengan lingkaran sirkumferensia suboksipito-bregmatika dengan ukuran 32cm. b. diameter suboksipito-frontalis a). antara foramen magnum ke pngkal hidung b). jaraknya 11cm. c). ukuran yang melalui jalan lahir sirkumferensia suboksipito-frontalis dengan kedudukan fleksi sedang, belakang kepala. c. diameter fronto-oksipitalis a). antara titik pangkal hidung ke jarak terjauh pada belakang kepala. b). jaraknya 12cm c). lingkaran fronto-oksipitalis dengan sirkumferensia 34cm melalui jalan lahir pada letak puncak kepala. d. diameter mento-oksipitalis a). antara dagu ke titik terjauh belakang kepala. b). jaraknya 13,5cm c). dengan sirkumferensia 35cm. melalui jalan lahir pada letak dahi. e. diameter submento-bregmatika a). antara os hyoid ke ubun-ubun besar. b). jaraknya 9,5cm. c). degan sirkumferensia 32cm. melalui jalan lahir pada letak muka. 2. ukuran melintang a. diameter biparietalis, antara kedua parietalis dengan ukuran 9cm. b. diameter bitemporalis, antara kedua tulang temporalis dengan ukuran 8cm. A. Tulang-tulang kepala (tengkorak), terdiri dari Tulang tulang tempurung, melindungi otak, organ pendengaran dan penglihatan, yaitu Os. frontalis (t. dahi) 1, Os. Parietalis (t. ubun-ubun) 2, Os. Temporalis (t. pelipis) 2, Os. Occipitalis (t. kepala belakang)1, Os. Spheinodalis (t. baji) 1, Os. Ethmoidalis (t. tapis) 1 Tulang muka, pemberi bentuk wajah terdiri dari Os. Maxillaris (t. rahang atas) 2, Os. nasalis (t. hidung) 2, Os. zygomaticus (t. pipi) 2, Os. Lacrimalis (t. air mata) 2, Os. Palatinus (t. langit-langit) 2 , Os. Concha nasalis inferior 2, Os. Mandibula (t rahang bawah) 1, Os. Vomer 1 Sewaktu lahir proses penulangan belum sempurna, beberapa tulang masih dalam bentuk membran fibrosa sehingga membentuk bagian lunak dibagian kepala yang disebut fontanel. 1. Fontanel anterior (1), berbentuk belah ketupat, terletak antara 2 tulang parietal dan 2 tulang frontal (pada bayi ada 2 tulang frontal). Fontanel ini menutup setelah bayi berumur 18 bulan. 2. Fontanel posterior (1), berbentuk segitiga terletak diantara 2 tulang parietal dan 1 tulang occipital, menutup setelah bayi berumur 2-4 bulan. 3. Fontanel sphenoidalis (2), terletak dibelakang os. Temporalis, menutup setelah bayi 2-4 bulan 4. Fontanel matoideus (2), terletak dibelakang os. Temporalis, menutup setelah bayi berumur 2-12 bulan. Adanya fontanel ini sangat penting karena memungkinkan kepala bayi berubah bentuk sewaktu proses persalinan untuk menyesuaikan dengan jalan lahir panggul ibu. Juga memungkinkan perkembangan otak yang cepat pada bayi. Bila prosessus palatin pada tulang maxilla tidak bersatu setelah lahir, maka akan terbentuk palatin sumbing (langit-langit

sumbing), sering disertai bibir sumbing. Sinus para nasalis adalah rongga yang terletak didalam tulang, yaitu sinus frontalis, sphenoidaus, ethmoidaus dan maxillaris. Rongga-rongga ini dialpisi oleh membran mukosa dan terhubung dengan rongga hidung, fungsinya adalah untuk menghasilkan lendir yang membantu dalam membasahi udara pernafasan, meringankan berat kepala, dan membentuk rongga resonansi suara. Peradangan yang terjadi pada sinus-sinus ini biasa disebut sinusitis. Hubungan antara tulang tengkorak Hubungan tulang tengkorak janin belum rapat sehingga kemungkinan mendekat saat persalinan tanpa membahayakan jaringan otak, disebut moulage. Antara tulang tengkorak ditutup dengan jaringan ikat yang disebut sutura. 1. Sutura sagitalis (selah panah) antara tulang parietal. 2. Sutura koronaria (sela mahkota) antara tulang frontalis dan tulang parietalis. 3. Sutura lamboidea antara tulang occipitalis dan tulang parietalis. 4. Sutura frontalis: antara kedua frontalis. Disamping itu terdapat pertemuan antara sutura-sutura yang membentuk ubun-ubun (fontanella). 1. Ubun-ubun besar (fontanella mayor) a. Bentuk segi empat laying merupakan pertemuan antara sutura sagitalis, dan sutura koronaria, dan sutura frontalis.

b. Sudut lancipnya terletak di sutura sagitalis. c. Sebagai petunjuk letak puncak kepala.

2. Ubun-ubun kecil (fontanella minor) a. Dibentuk oleh sutura sagitalis dan sutura lamboidea.

b. Sebagai petunjuk letak belakang kepala. Sutura dan ubun-ubun tertutup pada bayi sekitar 1,5 sampai 2 tahun.