Anda di halaman 1dari 21

Bab 2 Landasan Teori

2.1. Latar Belakang Sejarah dan Perkembangannya 2.1.1. F.W. Taylor Dengan Pengukuran Waktunya Ini Taylor sampai saat ini dipandang sebagai seorang yang memberikan kontribusi besar dalam dunia ilmu pengetahuan, bukan hanya teknik industri, tetapi juga ilmu manajemen. Ia bekerja dipabrik baja di Amerika pada tahun 1891 sebagai seorang pengawas. Disana ia melihat para pekerja tidak berprestasi semestinya, Taylor berpendapat bahwa pekerjapekerja tersebut memberikan hasil dibawah yang sebenarnya dapat dihasilkan. Dari pengamatan-pengamatannya ia mempunyai dugaan kuat bahwa yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut hal tersebut adalah pengaturan jam kerja yang tidak baik.

Setelah meyakinkan hal ini kepada pimpinannya, Taylor mendapat izin dan dana untuk melakukan penelitian mengenai pendapatnya, dan penelitian itu pun dilakukan. Untuk itu, Taylor menugaskan dua orang pekerja yang baik dan kuat yang sebelumnya diberi penjelasan bahwa tujuan penelitian bukanlah untuk mengukur kekuatan maksimal yang dapat dihasilkan seseorang selama hari kerja, melainkan untuk

mengetahui seberapa besar tenaga seorang pekerja harus dikeluarkan agar pekerja tersebut dapat memberi hasil yang sebanyak-banyaknya.

Hal ini dilakukan Taylor karena ia berpendapat bahwa dengan bekerja sekuat-kuatnya, seorang pekerja memang dapat menghasilkan sangat banyak, tetapi ini akan cepat melelahkan dan tidak akan tahan lama. Sebaliknya jika bekerja dengan tenaga sedikit memang akan tahan lama, tetapi hanya sedikit pula yang dihasilkan. Dan diantara keduanya ada sejumlah tertentu tenaga yang bila dikeluarkan akan memberi hasil yang maksimal. Melalui dua orang pekerjanya itu Taylor berpendapat bahwa

hasil kerja sangat dipengaruhi oleh lamanya waktu bekerja, lamanya waktu istirahat, dan frekuensi istirahat jadi bekerja 6 jam dan istirahat 1 jam akan berbeda hasil yang dicapainya dengan bekerja 5 jam dan istirahat 1 jam atau 2 jam. Begitu pula akan lain hasilnya bila bekerja 6 jam dengan istirahat dua kali setengah jam. Sehubungan dengan

penerapan hasil penemuannya ini, Taylor melakukan pengukuranpengukuran waktu dengan menggunakan jam henti (stopwatch). Sejak itulah pengukuran pengukuran waktu secara teliti dan ilmiah mulai dilakukan. Mulanya untuk keperluan-keperluan tadi kemudian berkembang pada berbagai keperluan lain seperti untuk membandingkan waktu kerja dari berbagai cara penyelesaian dalam rangka mencapai cara terbaik, dan untuk menentukan waktu baku penyelesaian suatu pekerjaan.

Dari pengukuran waktu dengan jam henti inilah berkembang cara-cara lain seperti data waktu standar dan data waktu gerakan, disamping tersebar luasnya penggunaan sampling pekerjaan sebagai salah satu alternatif lain dalam pengukuran waktu. Karena peranan pengukuran penentuan waktu bagi suatu pekerjaan sangat besar didalam sistem produksi seperti untuk sistem upah perangsang, penjadwalan kerja dan mesin, pengaturan tata letak pabrik, penganggaran, dan sebagainya, maka pengukuran waktu seperti yang diawali oleh Taylor dipandang sebagai sebuah karya ilmiah besar.

Salah satu percobaan Taylor yang terkenal adalah percobaan menyekop dan mengangkat bijih besi dengan berbagai sekop mulai dari yang berkapasitas kecil sampai besar. Untuk setiap ukuran sekop, diakhir hari kerja hasil angkutnya dicatat. Ternyata sekop dengan kapasitas 21,5 lblah yang berhasil memindahkan bijih-bijih besi terbanyak dalam satu harinya. Artinya sekop-sekop yang berukuran lebih besar atau lebih kecil tidak menghasilkan pemindahan sebanyak itu. Secara umum jika pekerjaan sejenis itu dibuatkan grafik yang menunjukan hubungan antara

beban kerja dan hasil kerja total maka akan terlihat seperti pada gambar 2.2.1. dibawah ini.

Gambar 2.2.1. Kurva Hasil Kerja Sebagai Fungsi Dari Beban Kerja

Setelah beban diketahui, untuk memudahkan berbagai perencanaan, waktu pemindahan bijih besi per ton diukur dengan jam henti. Dengan demikian baik perusahaan maupun pekerja mendapatkan kepastian waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Sebenarnya Taylor tidak hanya mengembangkan pengukuran waktu atau pemikiran dan usaha mencari pemikiran terbaik, ia pun memberikan banyak sumbangan lain pada dunia ilmu pengetahuan dan industri seperti: a. Pemikiran dan usaha-usaha untuk menyelesaikan berbagai masalah secara ilmiah sebagai pengganti dari cara coba-coba bahkan tanpa cara sama sekali seperti yang banyak dilakukan kalangan industri pada saat itu. Dalam hubungan ini Taylor menekankan juga pentingnya masalah-masalah yang berhubungan dengan manusia diselesaikan secara ilmiah. Konsep yang kemudian dikenal secara luas ini disebut scientific management, atau manajemen secara ilmiah.

b. Mengembangkan

bentuk

organisasi

fungsional

yang

menuntut

pendapatnya membentuk suatu struktur yang sesuai untuk organisasi sistem produksi atau sejenis dengan itu. Bentuk organisasi fungsional merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk organisasi yang banyak dikenal sekarang. c. Menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi umur pahat yang akhirnya sampai kepada suatu rumus yang sampai kini dikenal sebagai rumus umur pahat Taylor.

Walaupun Taylor bukan seorang yang berkecimpung didunia perguruan tinggi atau dunia penelitian dilembaga-lembaga penelitian (ia adalah seorang praktisi) dengan penemuan-penemuannya yang tidak sedikit dan sangat besar itu, ia dipandang sebagai salah seorang ilmuwan besar. The father of scientific management dan the father of industrial engineering merupakan atribut-atribut yang melekat padanya.

2.1.2. F.B. Gilbreth Dengan Studi Geraknya Seorang lagi yang dipandang mempunyai peranan besar, khususnya dalam pengembangan awal teknik tata cara kerja adalah Frank B. Gilbreth. Pada mulanya ia adalah seorang kontraktor bangunan yang berhasil di Amerika Serikat. Didalam bidang kerjanya sebagaimana halnya Taylor ketika melihat cara para pekerjanya, dia pun melihat ketidak efesienan gerakan-gerakan kerja menyusun batu bata.

Semakin lama Gilbreth semakin terdorong untuk mempelajari kelemahankelemahan cara kerja demikian dan menginginkan mencari kemungkinankemungkinan mengatasinya. Akhirnya bidang kontruksi ditinggalkannya, dan dengan bantuan istrinya, Lilian, seorang psikolog, Gilbreth melakukan penelitian-penelitian. Gerakan-gerakan kerja yang dilakukan pekerja diamati dan diteliti antara lain dengan menggunakan kamera-kamera film untuk merekamnya, kemudian mempelajari hasilnya dengan kecepatan putar sangat lambat.

Dari penelitian-penelitian itu akhirnya Gilbreth mendapatkan suatu prosedur untuk menganalisis gerakan kerja dan memperbaikinya. Prosedur itu adalah membagi gerakan-gerakan kerja menjadi elemenelemen gerakan dasar yang merupakan bagian dari suatu gerakan. Misalnya gerakan tangan mengambil sebuah gelas diurai menjadi elemenelemen menjangkau, memegang, dan mengangkat. Elemen-elemen gerakan yang dikembangkan Gilbreth berjumlah 17 buah dan dengan elemen-elemen inilah perbaikan gerakan dilakukan.

Sehubungan dengan ini Gilbreth mengemukakan bahwa perbaikan gerakan lebih mungkin dilakukan pada tataran elemennya yang pada gilirannya merupakan perbaikan gerakan itu sendiri. Peranan istrinya dalam usaha ini cukup besar khususnya dalam memberikan perhatian pada segi-segi psikologis yang berhubungan dengan gerakan-gerakan kerja dan perbaikan-perbaikannya.

Melengkapi studi gerakan yang menganalisis gerakan melalui elemenelemennya, keduanya mengembangkan serangkaian prinsip perancangan sistem kerja yang dikenal sebagai ekonomi gerakan. Prinsip-prinsip ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu sistem kerja yang terancang baik sehingga memudahkan dan menyamankan gerakan-gerakan kerja untuk sejauh mungkin menghindarkan atau melambatkan datangnya kelelahan (fatique).

2.1.3. Pengkukuran Waktu dan Studi Gerakan Sebagai Awal Perkembangan Perancangan Sistem Kerja Keterkaitan erat antara pengukuran waktu dan studi gerakan segera dilihat khalayak industri waktu itu. Memang, disamping Taylor yang juga meneliti untuk mencari kerja terbaik, Gilbreth banyak berkontak dengan Taylor sampai Gilbreth mengembangkan sesuatu yang kemudian dikenal sebagai studi gerakan. Dengan studi gerakan dapat diperoleh dengan berbagai rancangan berbagai sistem kerja yang baik bagi suatu

pekerjaan, suatu hal yang juga diinginkan oleh Taylor, untuk mencari rancangan terbaik perlu dilakukan pengukuran waktu untuk memilihnya, yaitu untuk mencari rancangan yang membutuhkan waktu tersingkat. Karena itu penerapan kedua temuan itu selalu dilakukan bersamaan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Dalam perkembangannya kemudian keduanya dipandang suatu kesatuan yang dikenal dengan nama time and motion study atau studi waktu dan gerakan. Istilah lain yang di kemudian hari kerap juga digunakan untuk hal ini adalah methods engineering.

2.1.4. Perkembangan Selanjutnya Setelah teknik pengukuran waktu dan prinsip-prinsip dalam studi gerakan melebur menjadi satu sebagai methods engineering yang mencerminkan pengakuan sebagai ilmu tersendiri. Diantaranya sampling pekerjaan oleh L.H.C. Tippet di Inggris pada tahun 1930-an, yang memungkinkan dilakukannya pengukuran waktu bagi pekerja-pekerja tak langsung selain bagi pekerja langsung. Data waktu baku yang merupakan perkembangan dan penyusunan data tentang waktu-waktu kerja bagi berbagai pekerjaan dan elemen-elemennya adalah salah satu hasil lain dari penelitianpenelitian lainnya. Disini pengukuran waktu dan prinsip-prinsip studi gerakan dipadu dengan metode matematika. Perkembangan lebih lanjut dari hal ini adalah sesuatu yang dikenal dengan data waktu gerakan, yaitu pengembangan kumpulan data waktu bagi elemen-elemen gerakan yang distandarkan dalam suatu sistem.

Faktor sumber daya manusia pun banyak mendapat perhatian karena sebagai bagian dari sistem kerja, SDM yang merupakan variabel hidup dengan berbagai sifat dan kemampuannya memberi pengaruh yang sangat besar atas keberhasilannya sistem kerja yang bersangkutan dalam mencapai tujuannya.

2.2. Pengukuran Waktu Jam Henti Sesuai dengan namanya, pengukuran waktu ini menggunakan jam henti (stopwatch) sebagai alat utamanya. Cara ini seringkali digunakan karena merupakan cara yang paling banyak dikenal. Alasan lainnya yang menyebabkan metode ini sering digunakan adalah kesederhanaan aturanaturan pengukuran yang dipakai.

2.2.1. Langkah-Langkah Sebelum Melakukan Pengukuran Untuk mendapatkan hasil yang baik yang dapat dipertanggungjawabkan, maka tidak cukup sekedar melakukan beberapa kali pengukuran dengan menggunakan jam henti, apalagi jam biasa. Banyak faktor yang harus diperhatikan agar akhirnya dapat diperoleh waktu yang pantas untuk pekerjaan yang bersangkutan seperti yang berhubungan dengan kondisi kerja, cara pengukuran, jumlah pengukuran, dan lain-lain. Dibawah ini adalah sebagian langkah yang perlu diikuti agar maksud diatas dapat tercapai.

2.2.1.1. Penetapan Tujuan Pengukuran Sebagaimana halnya dengan berbagai kegiatan lain, tujuan melakukan kegiatan harus ditetapkan terlebih dahulu. Dalam pengukuran waktu, halhal penting yang harus diketahui dan ditetapkan adalah peruntukkan penggunaan hasil pengukuran, tingkat penelitian, dan tingkat keyakinan yang diinginkan dari hasil pengukuran tersebut.

2.2.1.2. Melakukan Penelitian Pendahuluan Tujuan yang ingin dicapai dari pengukuran waktu adalah memperoleh waktu yang pantas untuk diberikan kepada pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Tentu suatu sistem kerja dengan kondisi yang telah ada selama ini termasuk diantara yang dapat dicarikan waktu yang pantas tersebut. Artinya akan didapat juga waktu yang pantas untuk

menyelesaikan pekerjaan, namun dengan kondisi yang bersangkutan itu.

2.2.1.3. Memilih Operator Operator akan melakukan pekerjaan yang diukur bukanlah orang yang begitu saja yang diambil dari tempat kerja. Orang ini harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu agar pengukuran berjalan dengan baik dan dapat diandalkan hasilnya. Syarat-syarat tersebut adalah berkemampuan normal dan dapat diajak bekerja sama. Jika jumlah pekerja yang tersedia ditempat kerja yang bersangkutan banyak dan kemampuan mereka dibandingkan akan terlihat perbedaan diantaranya dari yang

berkemampuan rendah sampai tinggi.

Umumnya kemampuan akan berdistribusi seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.2.2. terlihat bahwa orang-orang yang berkemampuan rendah dan berkemampuan tinggi jumlahnya sedikit.

Gambar 2.2.2. Distribusi Kemampuan Pekerja

2.2.1.4. Melatih Operator Walaupun operator yang baik telah dapat, kadang-kadang pelatihan

masih diperlukan bagi operator tersebut terutama jika kondisi dan cara kerja yang dipakai tidak sama dengan yang biasa dijalankan operator.

Hal ini terjadi jika yang akan diukur adalah sistem kerja baru sehingga operator tidak berpengalaman menjalankannya. Pada Gambar 2.2.3 menunjukkan pengembangan penguasaan pekerjaan oleh operator sejak mulai mengenalnya sampai terbiasa. Lengkungan pada gambar tersebut dikenal sebagai lengkungan belajar (learning curve).

Gambar 2.2.3. Kurva Belajar

2.2.1.5. Mengurai Pekerjaan Atas Elemen Pekerjaan Disini pekerjaan dipecah menjadi elemen pekerjaan, yang merupakan gerakan bagian dari pekerjaan yang bersangkutan. Elemen-elemen inilah yang diukurnya. Waktu siklusnya adalah jumlah dari waktu setiap elemen ini. Waktu siklus adalah waktu penyelesaian satu satuan produk sejak bahan baku mulai diproses ditempat kerja yang bersangkutan.

Gambar 2.2.4. Komponen Sebuah Bollpoint

2.2.1.6. Menyiapkan Perlengkapan Setelah kelima langkah diatas dijalankan dengan baik, tibalah sekarang pada langkah terakhir sebelum melakukan pengukuran, yaitu menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Hal-hal tersebut adalah: a. Jam Henti. b. Lembaran-lembaran pengamatan. c. Pena atau pensil.

d. Papan pengamatan.

Gambar 2.2.5. Jam Henti Biasa

Gambar 2.2.6. Jam Henti Berjarum Dua

2.3. Gerakan-Gerakan Yang Diuraikan Oleh Gilbreth Suatu pekerjaan yang utuh dapat diuraikan menjadi gerakan dasar, yang oleh Gilbreth diuraikan ke dalam 17 therblig itu, suatu pekerjaan mempunyai uraian yang berbeda-beda bila dibandingkan dengan pekerjaan yang lainnya. Hal ini tergantung dari jenis pekerjaannya, suatu pekerjaan mungkin dapat diuraikan ke dalam enam therblig, sedangkan untuk pekerjaan yang lain mungkin hanya dapat diuraikan ke dalam empat therblig, suatu therblig bisa saja diperlukan lebih dari satu kali bagi suatu pekerjaan.

Kemampuan yang baik untuk menguraikan suatu pekerjaan ke dalam therblig-therblig sangat diperlukan, karena dengan demikian akan memudahkan dalam analisisnya, selanjutnya dapat diketahui dengan baik pula gerakan-gerakan yang dapat menghemat waktu kerja, atau gerakan yang sebetulnya tidak diperlukan tapi masih dilakukan oleh pekerja. Oleh Gilbreth setiap therblig dinyatakan dalam lambang-lambang tertentu.

2.3.1. Mencari (Search) Elemen gerakan mencari merupakan gerakan dasar dari pekerja untuk menemukan lokasi objek. Yang bekerja dalam hal ini adalah mata. Gerakan ini dimulai pada saat mata bergerak mencari objek dan berakhir bila objek sudah ditemukan. Untuk therblig ini tujuan analisisnya adalah sedapat mungkin menghilangkannya. Mencari merupakan gerakan yang tidak efektif dan dapat masih dihindarkan misalnya dengan menyimpan peralatan atau bahan-bahan pada tempat yang tetap sehingga proses mencari dapat dihilangkan.

Tujuan lain dari analisis gerakan ini adalah untuk memudahkan seorang pekerja baru dapat dengan cepat menyesuaikan dirinya, terutama dalam pengenalan tempat-tempat peralatan dan bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaannya. Untuk mengurangi atau menghilangkan waktu

mencari, seorang perancang kerja harus memperhatikan beberapa pertanyaan berikut ini: Sudah jelaskah ciri-ciri objek yang akan diambil? Suatu objek akan lebih mudah dikenal bila mempunyai ciri-ciri yang jelas, misalnya dengan pemasangan label atau warna-warna tertentu diharapkan akan memudahkan pencarian objek tersebut. Sudah tetapkah tempatnya? Objek yang sudah ditempatkan secara tetap akan memudahkan pencariannya, hal ini kadang-kadang dapat menghilangkan gerakan mencari karena bila objek sudah tertentu tempatnya, tangan dengan sendirinya akan langsung mengambil objek tanpa harus mencari-carinya terlebih dahulu. Dapatkah dipakai tempat objek yang tembus pandang? Dengan tempat yang tembus pandang, objek akan terlihat dengan jelas sekalipun dilihat dari luar. Dengan demikian akan memudahkan dalam pencariannya. Apakah susunan tata letak kerja yang tepat yang sudah ada merupakan yang terbaik untuk mengurangi gerakan mencari? Bila susunan tempat kerja dirancang sedemikian rupa sehingga gerakan mencari tidak menimbulkan frekuensi gerakan mata yang tinggi, maka susunan tempat kerja tersebut telah memenuhi syarat untuk menghemat waktu kerja. Apakah kebutuhan akan cahaya sudah terpenuhi? Cahaya

merupakan faktor yang sangat penting dalam gerakan mencari karena menentukan terlihat atau tidaknya objek dengan jelas. Bila objek yang dicari berukuran kecil, cahaya yang diperlukan akan semakin banyak.

2.3.2. Memilih (Select) Memilih merupakan gerakan untuk menemukan suatu objek yang tercampur. Tangan dan mata adalah dua bagian badan yang digunakan untuk melakukan gerakan ini. Therblig ini dimulai pada saat tangan dan mata mulai memilih, dan berakhir bila objek sudah ditemukan. Batas antara mulai memilih dan akhir dari mencari agak sulit untuk di tentukan

karena ada pembauran pekerjaan antara dua gerakan tersebut, yaitu gerakan yang dilakukan oleh mata. Gerakan memilih merupakan gerakan yang tidak efektif sehingga sedapat mungkin elemen gerakan ini harus di hindari. Contoh dari elemen gerakan memilih adalah gerakan yang diperlukan untuk memilih pulpen dari wadahnya bila pada wadah tersebut terdapat pula pensil dan bollpoint-bollpoint tercampur secara tak beraturan. lain yang satu sama lain

Pertanyan-pertanyaan berikut ini dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengurangi atau menghilangkan elemen gerakan memilih. Apakah objek-objek yang berbeda ditempatkan pada tempat yang sama? Gerakan memilih dapat dihilangkan bila objek sudah tidak tercampur lagi. Hal ini dapat dimungkinkan dengan hanya

menempatkan satu jenis objek pada satu tempat yang terpisah Dapatkah permukaan wadah diperluas? Makin luas permukaan wadah akan makin memudahkan pemilihan karena tangan akan lebih leluasa bergerak dan memudahkan mata membantu pelaksanaan elemen gerakan ini. Dapatkah dipakai wadah yang tembus pandang? Selain berguna untuk memudahkan mencari, tempat yang tembus pandang juga akan memudahkan elemen gerakan memilih, hal ini terjadi karena objek dapat dilihat dari luar meskipun objek yang dipilih berada dibawah dalam suatu tumpukan.

2.3.3. Memegang (Grasp) Therblig ini adalah gerakan untuk memegang objek, biasanya didahului oleh gerakan menjangkau dan dilanjutkan oleh gerakan membawa. Therblig ini merupakan gerakan yang efektif dari suatu pekerjaan dan meskipun sulit untuk dihilangkan dalam beberapa keadaan masih dapat diperbaiki.

Untuk memperbaiki elemen gerakan memegang, beberapa pertanyaan bawah ini dapat dipakai sebagai pedoman: Dapatkah beberapa objek dipegang sekaligus? Jika hal ini

memungkinkan, berarti waktu yang diperlukan untuk elemen gerak per objek akan menjadi kecil sehingga akan diperoleh penghematan waktu kerja. Dapatkah objek tersebut digelincirkan? Bila objek tersebut dapat digelincirkan, tangan tidak usah secara penuh membawanya ke tempat kerja selanjutnya sehingga memegang lebih bersifat kontakkontak antara tangan dengan objek dari pada memegang

sepenuhnya. Dapatkah bibir tempat penyimpanan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan gerakan ini? Permukaan bibir yang landai memungkinkan pemegang yang mudah dibandingkan bila tempat penyimpanan tidak mempunyai bibir landai. Dapatkah objek yang akan dipegang diletakan sedemikian rupa sehingga memudahkan usaha pemegangan? Letak yang teratur memungkinkan pemegang lebih mudah dibandingkan dengan objek yang berserakan. Hal ini lebih terasa bila objek yang akan dipegang berbentuk tajam pada salah satu ujungnya seperti jarum atau paku, sehingga selain menyulitkan pemegangan juga akan ada rasa kekhawatiran tertusuk bila objek tersebut diletakkan berdiri dengan ujung tajam dibawah atau diletakkan dengan ujung tajam searah antara satu objek dengan objek yang lainnya. Dapatkah permukaan wadah ditumpulkan? Rasa kekhawatiran yang sama seperti diatas akan timbul bila permukaan depan (bibir) dari tempat penyimpanan mempunyai ketajaman sedemikian rupa

sehingga menimbulkan rasa sakit pada persentuhan dengan bagian lengan. Apalagi bila dapat melukai tangan. Secara berkelanjutan hal ini dapat menimbulkan efek psikologi yang merugikan bagi para pekerja.

Dapatkah permukaan wadah dirancang sedemikian rupa agar memudahkan pemegang objek yang akan diletakan? Satu cara yang dapat menjadikan hal seperti diatas adalah dengan memberi alas lunak untuk memudahkan pemegang objek yang berbentuk pipih.

Dapatkah dipakai peralatan untuk membantu memegang objek? Bila ada peralatan yang dapat dipakai untuk mengganti fungsi lengan dalam memegang, perbaikan akan diperoleh untuk elemen gerakan ini karena dengan demikian kerja kerja badan dapat dikurangi sehingga datangnya kelelahan dapat ditunda lebih lama lagi. Salah satu alat yang dapat dipakai untuk mencapai hal diatas adalah peralatan yang memakai prinsip magnet.

2.3.4. Menjangkau (Reach) Pengertian menjangkau dalam therblig adalah gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi objek. Gerakan ini biasanya didahului oleh gerakan melepas (release) dan diikuti oleh gerakan memegang. Therblig ini dimulai pada saat tangan mulai berpindah dan berakhir bila tangan sudah berhenti.

Waktu yang dipergunakan untuk menjangkau, tergantung pada jarak dari pergerakan tangan dan dari tipe menjangkaunya. Tentang tipe-tipe dari gerakan menjangkau akan dibahas pada bab data waktu gerak. Seperti juga memegang, menjangkau sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan dari siklus kerja yang masih mungkin adalah pengurangan dari waktu gerakan ini.

2.3.5. Membawa (Move) Elemen gerakan membawa juga merupakan gerak perpindahan tangan, hanya dalam gerakan ini tangan dalam keadaan dibebani. Gerakan membawa biasanya didahului oleh memegang dan di lanjutkan oleh melepas atau dapat juga oleh pengarahan (positioning).

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat dipakai sebagai pedoman untuk memperbaiki gerakan menjangkau dan membawa: Dapatkah jarak tempuh dikurangi? Penyusunan tata letak bahan sangat berpengaruh pada jarak tempuh ini. Harus diusahakan agar objek yang paling sering dipakai diletakan paling dekat. Dari beberapa penelitian di labaratorium perancangan sistem kerja dan ergonomi departemen teknik industri ITB, jelas terbukti bahwa dalam kondisi yang berlainan pun jarak yang lebih jauh memerlukan gerak waktu yang lebih banyak. Hal ini sesuai pula dengan data-data yang diperoleh pada data waktu gerak. Apakah cara yang terbaik sudah dipakai? Membawa objek dapat dilakukan dengan beberapa cara yang berbeda-beda, baik dilakukan dengan tangan maupun dilakukan dengan tangan maupun dilakukan dengan peralatan seperti: ban berjalan, penjepit, dan lain-lain. Masingmasing cara tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan salah satu cara di atas harus dilakukan dengan penelitian yang seksama. Apakah anggota badan yang di gerakan sudah tepat? Dengan hanya menggerakan anggota badan yang diperlukan, diharapkan tidak akan terjadi pemborosan tenaga serta pemborosan dalam waktu. Dapatkah waktu dikurangi dengan mengangkut per unit menjadi kecil?. Hal ini memenuhi keinginan untuk menurunkan waktu gerak. Dapatkah perubahan arah gerak dihindari? Perubahan arah gerak mengakibatkan pertambahan jarak yang sekaligus harus dilakukan oleh tangan, dengan demikian waktu gerak pun akan bertambah. Selain itu ada pula faktor kelambatan yang diakibatkan oleh perubahan arah gerak ini. Dapatkah objek yang akan dipindahkan itu digelincirkan? Bila objek dapat bergerak sendiri atau bergelincir, tenaga yang sedianya akan pakai untuk membawa dapat disimpan. Dengan demikian terjadi penghematan tenaga, dalam hal ini tenaga hanya dipakai untuk memberi dorongan agar objek dapat menggelincir. Untuk mendorong

dapat dirancang beberapa cara, misalnya dengan cara langsung mendorong objek atau dapat pula dengan memanfaatkan kemampuan pegas untuk melakukannya.

2.3.6. Memegang Untuk Memakai (Hold) Pengertian memegang untuk memakai disini adalah memegang tanpa menggerakan objek yang dipegang. Perbedaannya dengan memegang terdahulu adalah pada perlakuan terhadap objek. Pada memegang pemegangan dilanjutkan dengan gerakan membawa, sedangkan

memegang untuk memakai tidak demikian. Therblig ini merupakan gerakan yang tidak efektif, dengan demikian sedapat mungkin harus dihilangkan atau paling tidak dikurangi. Gerakan ini sering di jumpai pada pekerjaan perakitan, satu tangan memegang untuk memakai dan dan satu tangan lgi melakukan pekerjaanmemasang. Salah satu contoh therblig ini dapat dilihat, yakni tangan kita melakukan elemen gerakan memegang untuk memakai sedangkan tangan kanan melakukan gerakan memakai (use).

Salah contoh lain adalah pada waktu melaksanakan pekerjaan menjahit buah kancing pada baju. Tangan kiri tidak bergerak memegang kancing sedangkan tangan kanan bekerja menggerak-gerakan jarum. Dalam hal ini tangan kiri melakukan elemen gerak memegang untuk memakai. Untuk melakukan perbaikan sehubungan dengan therblig ini.

Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat dipakai sebagai pedoman: Dapatkah pemegang dilakukan oleh peralatan? Menggantikan tangan dengan peralatan terbuka memungkinkan peningkatan produktivitas kerja karena tangan yang semula dipakai untuk memegang sekarang dapat melakukan pekerjaan yang lain. Salah satu alat yang bisa dipakai untuk memegang adalah catok atau ragum merupakan satu peralatan dari perkakas pembantu (jig). Peralatan lain yang juga dapat

dipakai untuk memegang adalah alat-alat yang memakai prinsip magnet, gesekan dan lain-lainnya. Dapatkah diusahakan penyangga tangan? Bila keadaan tidak mengizinkan untuk memakai peralatan sebagai alat pemegang harus diusahakan agar tangan yang memegang tidak cepat mengalami kelelahan.

2.3.7. Melepas (Release) Elemen gerak melepas terjadi bila seorang pekerja melepaskan objek yang dipegangnya. Bila dibandingkan dengan therblig lainnya, gerakan melepas merupakan gerakan gerakan yang relatif lebih singkat. Therblig ini mulai pada saat pekerja mulai melepaskan tangannya dari objek dan berakhir bila seluruh jarinya sudah tidak menyentuh objek lagi. Gerakan ini biasanya didahului oleh gerakan mengangkut atau dapat pula gerakan mengarahkan dan biasanya diikuti gerakan menjangkau.

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat dipelajari untuk dijadikan petunjuk dalam memperbaiki gerakan melepas: Dapatkah gerakan ini dilakukan bersamaan dengan gerakan

membawa? Dalam beberapa keadaan melepas dapat disatukan pada gerakan membawa. Jadi disini objek dibawa sekaligus dilepas sehingga dengan demikian untuk melepas dapat dihilangkan. Apakah tempat objek setelah dilepas telah dirancang dengan baik? Bila faktor kehati-hatian untuk melepas dapat dihilangkan, waktu yang diperlukan untuk therblig ini akan menjadi lebih singkat. Hal ini tercapai misalnya dengan memberi landasan yang lunak pada tempat objek setelah dilepas, sehingga dengan demikian pekerja tidak usah terlalu berhatihati untuk melepaskan objek yang dipegangnya. Apakah setelah mmelepas beban tangan atau alt angkut sudah dalam mkeadaan yang dioperasikan kembali? Bila keadaan tangan sufah siap untuk melakukan gerakan selanjutnya, berarti kelambatan (idle) diantara tiap gerakan dapat dihindari.

Dapatkah peralatan dipakai untuk melepas? Fungsi tangan untuk dapat diganti oleh suatu alat misalnya dengan pelontar mekanis. Dengan demikian tangan dapat mengerjakan pekerjaan yang lain, sehingga diharapkan produktivitas kerja akan meningkat.

2.3.8. Mengarahkan (Position) Therblig ini merupakan gerakan mengarahkan suatu objek pada suatu lokasi tertentu. Mengarahkan biasanya didahului oleh gerakan

mengangkut dan diikuti oleh gerakan merakit (assembling). Gerakan ini dimulai sejak tangan mengendalikan objek misalnya memutar, menggeser ketempat yang diinginkan, dan berakhir pada saat gerakan merakit atau memakai dimulai.

Waktu untuk mengarahkan sering diperbaiki dengan memperhatikan pertanyaan pertanyaan sebagai berikut: Apakah pengarahan diperlukan? Untuk objek-objek yang tidak memerlukan pengarahan, misalnya karena boleh diletakkan secara tidak beraturan, proses pengarahan sebaiknya dihilangkan kerena dengan tidak adanya elemen ini maka elemen gerak membawa akan menjadi lebih singkat. Apakah objek yang akan dipegang telah diletakkan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengarahan? Bila objek telah diletakkan untuk memudahkan pengarahan, gerakan pengarahan tidak memerlukan gerak yang banyak. Diperolehlah pengematan waktu karena

berkurangnya waktu pengarahan. Dapatkah dipakai peraltan sebagai penuntun objek yang akan ditempatkan? Dengan mengikuti suatu penuntun diharapkan waktu untuk mengarahkan dapat dikurangi. Yang dimaksud dengan penuntun disini adalah bentuk peralatan yang termasuk pada perkakas pembantu (jig).

2.3.9. Mengarahkan Sementara (Pre Position) Mengarahkan sementara merupakan elemen gerak pada suatu tempat sementara. Tujuan dari penempatan sementara ini adalah untuk memudahkan pemegangan apabila objek tersebut akan ditangani kembali. Dengan demikian untuk siklus kerja berikutnya elemen gerak

mengarahkan diharapkan berkurang. Hasil ini terjadi karena objek yang akan dipegang sudah diposisikan sedemikian rupa sehingga

memudahkan dalam pemakaian selanjutnya.

Therblig ini sering terjadi bersama dengan therblig yang lain seperti mengangkut dan melepas. Untuk jelasnya ikutilah uraian gerak dari seseorang yang akan menulis, dimulai dari menjangkau untuk mengambil pulpen sampai mengembalikan pulpen ke tempat semula (tempat pulpen yang disebut pen holder).

Dari uraian tersebut dapat dibedakan antara therblig mengarahkan dengan therblig mengarahkan sementara. Setelah pengarahan

sementara, pulpen terletak dengan psisi berdiri (pada pemegang pulpen) sedemikian rupa sehingga memudahkan pemegangan selanjutnya bila pulpen tersebut akan dipakai kembali. Bila pulpen tersebut dibawa setelah dipakai dan disimpan pada tempat pulpen dengan meletakkannya begitu saja mendatar pada meja, yang terjadi bukan mengarahkan sementara tetapi mengarahkan. Alasannya karena peletakan yang demikian tidak akan memudahkan pemegangan kembali seperti yang diinginkan oleh pengarahan sementara.

2.3.10. Pemeriksaan (Inspect) Therblig ini merupakan pekerjaan memeriksa objek untuk mengetahui apakah objek telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Elemen ini dapat berupa gerakan melihat seperti untuk memeriksa warna, meraba seperti memeriksa permukaan, mencium, mendengarkan, dan kadang-kadang merasa dengan lidah. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan

membandingkan antara objek dan suatu standar. Banyak atau sedikitnya waktu yang diperlukan untuk memeriksa, tergantung pada kecepatan operator untuk menyimpulkan ada tidaknya perbedaan antara objek dengan standar yang dibandingkan. Pemeriksaan dalam therblig ini dapat berupa pemeriksaan kualitas seperti baik atau buruknya objek yang ditentukan oleh warnanya, dapat pula berupa pemeriksaan kuantitas, misalnya jika cacat tidaknya ditentukan jumlah cacatnya.

Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat dipelajari untuk elemen gerakan ini:

memperbaiki

Dapatkah gerakan ini dilakukan sekaligus dengan therblig yang lain? Dengan adanya kombinasi operasi antar pemeriksa dengan gerak yang lain, waktu bagi pemeriksaan secara terpisah dapat dihindari.

Apakah penambahan cahaya dapat mempercepat pemeriksaan? Untuk pemeriksaan, terutama yang dilakukan oleh mata, cahaya memainkan peran yang sangat penting apalagi untuk objek-objek yang berukuran kecil atau tanda-tanda cacat yang cukup kecil.

Apakah jarak objek yang diperiksa sudah tepat dari mata operator? Jarak penglihatan manusia sangat terbatas kemampuannya. Jarak yang lebih dekat atau lebih jauh dari jarak optimal bagi seseorang akan mengakibatkan ketidak jelasan pengelihatan bagi orang tersebut, dan ada saat akan mengakibatkan kerusakan pada mata.

Apakah dapat dipakai peralatan untuk membantu atau menggantikan bagian tubuh dalam pemeriksaan? Peralatan elektronik maupun mekanik dapat dipakai sebagai alat pemeriksa, misalnya lampu polarisasi, dan lain-lain yang pada umumnya berproduktivitas lebih tinggi dibandingkan bila mempergunakan mata biasa. Alat lain yang dapat membantu pemeriksaan adalah kaca mata, diantaranya untuk mengurangi efek dari silau, ataupun untuk memperjelas objek.