Anda di halaman 1dari 14

1

PROPOSAL TUGAS UAS


EFEK STIMULASI AKUPUNKTUR PADA TITIK SHENMEN (HT-7) SANYINJIAO (SP-6) DAN NEIGUAN (PC-6) TERHADAP PENDERITA INSOMNIA

Oleh : RAHARDYAN WAHYUGIARTO NIM : 08.009

AKADEMI AKUPUNKTUR SURABAYA

2011

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Tidur merupakan salah satu cara untuk melepaskan kelelahan jasmani dan kelelahan mental. Dengan tidur semua keluhan hilang atau berkurang dan akan kembali mendapatkan tenaga serta semangat untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Tidur yang cukup dapat memainkan peranan dalam membantu tubuh kita untuk pulih dari penyakit atau luka. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur mengakibatkan kehilangan kekuatan, kerusakan pada sistem kekebalan dan meningkatkan tekanan darah. Secara TCM (Traditional Chinese Medicine), tidur merupakan suatu siklus karena pergantian siang dan malam secara alami dimana menunjukkan Yin Yang seimbang. Pada kondisi sehat (normal), Wei Qi (Qi pertahanan) bersirkulasi pada meridian Yang di waktu siang dan relatif ekses sehingga membuat seorang terjaga/sadar penuh. Ketika malam hari, Wei Qi (Qi pertahanan) menuju meridian Yin sehingga relatif ekses Yin sehingga orang masuk dalam fase tidur. Secara umum gangguan tidur terbagi dalam empat tahapan yaitu :
1. Gangguan masuk tidur dan mempertahankan tidur yang disebut dengan

Insomnia.
2. Gangguan yang berhubungan dengan tidur/mengantuk berlebihan disebut

hipersomnia. 3. Disfungsi yang berhubungan dengan kondisi tidur, stadium tidur atau keadaan jaga yang berubah sifat yang disebut dengan parasomnia
4. Gangguan ritme tidur jaga.

Gangguan masuk tidur dan mempertahankan tidur yang disebut dengan insomnia sendiri dikelompokkan dalam tiga tipe. Tipe pertama adalah penderita yang tidak dapat atau sulit tidur selama 1 sampai 3 jam pertama, namun karena

kelelahan akhirnya tertidur juga. Tipe ini biasanya dialami penderita usia muda yang sedang mengalami kecemasan. Tipe kedua, dapat tidur dengan mudah dan nyenyak, namun setelah 2 sampai 3 jam tidur terbangun. Kejadian ini bisa berlangsung berulang kali. Tipe ketiga, penderita dapat tidur dengan mudah dan nyenyak, namun pada pagi buta dia terbangun dan tidak dapat tidur lagi. Ini biasa dialami orang yang sedang mengalami depresi.

I.2

Identifikasi Masalah Penyebab insomnia dapat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain : 1. Kurang olahraga 2. Khawatir 3. Ketakutan 4. Kecemasan 5. Kemarahan 6. Kekurangan gizi 7. Kesedihan 8. Rasa sakit
9. Pengumbaran nafsu birahi.

10. Sering berubah-ubah jam tidur/kerja 11. Bekerja pada malam hari 12. Penggunaan obat terlarang atau alcohol yang berlebihan 13. Efek samping obat 14. Kerusakan pada otak (stroke) 15. Stress/depresi 16. Gangguan kecemasan

I.3

Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas dan untuk lebih memfokuskan pada masalah penelitian, maka kajian ini hanya akan membahas mengenai pengaruh penusukan titik HT 7 (Shenmen), PC 6 (Neiguan) dan SP 6 (Sanyinjiao) terhadap perubahan pola tidur pada penderita insomnia.

I.4

Rumusan Masalah Dari batasan masalah tersebut dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh penusukan HT 7 (Shenmen), PC 6 (Neiguan) dan SP

6 (Sanyinjiao) pada penderita insomnia?


2. Apakah ada pengaruh penusukan HT 7 (Shenmen), PC 6 (Neiguan) dan

SP 6 (Sanyijiao) terhadap pola tidurnya pada penderita insomnia?

BAB II TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN II.1 Tujuan Umum Diketahuinya pengaruh penusukan HT 7 (Shenmen), SP 6 (Sanyinjiao) dan PC 6 (Neiguan) terhadap pola tidur pada penderita insomnia. II.2 Tujuan Khusus Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengidentifikasi pengaruh penusukan HT 7 (Shenmen), SP 6

(Sanyinjiao) dan PC 6 (Neiguan) terhadap pola tidur.


2. Mengukur waktu lamanya pola tidur pada kelompok control. 3. Mengukur waktu lamanya pola tidur pada kelompok perlakuan. 4. Membandingkan waktu lamanya pola tidur dari kelompok control

dengan kelompok perlakuan. III.3 Manfaat Bagi peneliti :


1. Dapat mengetahui pengaruh penusukan terhadap perubahan pola tidur. 2. Dapat mengetahui factor penyebab dan gambaran metabolisme lipid 3. Dapat mengetahui hubungan antara perubahan tingkat pola tidur

dengan perlakuan titik HT 7 (Shenmen), PC 6 (Neiguan) dan SP 6 (Sanyinjiao).


4. Dapat

mengetahui factor yang menyebabkan perbedaan

pada

perbandingan waktu lamanya pola tidur kelompok perlakuan pasca perlakuan akupunktur.

Bagi Institusi :
1. Penelitian ini dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan dalam

bidang kesehatan dan akupunktur.


2. Penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mengatasi penderita insomnia

dengan metode akupunktur. Bagi Masyarakat :


1. Dapat mengetahui gambaran waktu tidur yang baik. 2.

Dapat mengetahui efektivitas cara penurunan tingkat insomnia dengan terapi akupunktur.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA III.1 Akupunktur Akupunktur adalah cara pengobatan dengan cara menusuk jarum dan secara harfiah akupunktur berasal dari kata acus = jarum. Puncuture = tusuk. Akupunktur sebagai salah satu pengobatan tertua dengan pencatatan di China kurang lebih 500 tahun yang lalu dalam buku kaisar kuning the yellow emperor of internal medicine atau huang ti nei ching. Dari buku diatas, diketahui cara deteksi penyakit dan cara terapi penyakit bedasarkan kehidupan yang seimbang, antara makrokosmos dan mikrokosmos. Keseimbangan tersebut sesuai dengan falsafah TAO yang menjadi falsafah kehidupan bangsa China saat itu. ( Saputra, 2005). III.2 Meridian Meridian adalah terjemahan dari kata Jing Luo. Jing bearti membujur dan Luo bearti jala atau jaringan dan mempunyai pengertian melintang. Yang dimaksud Jing Luo adalah sebuah system saluran yang terdiri dari saluran membujur dan melintang yang tersebar di seluruh tubuh bagaikan membentuk sebuah jala yang teratur (Tse Ching San et all,1985). System jing luo ini terdiri dari : 1. Jing : 12 Meridian Umum dan Cabang. a. Meridian Tai yin Tangan Paru 11 titik. b. Meridian Yang ming Tangan Usus Besar 20 titik. c. Meridian Yang ming Kaki Lambung 45 titik. d. Meridian Tai yin Kaki Limpa 21 titik. e. Meridian Shao yin Tangan Jantung 9 titik. f. Meridian Tai yang Tangan Usus Kecil 19 titik. g. Meridian Tai yang Kaki Kandung Kemih 67 titik. h. Meridian Shao yin Kaki Ginjal 27 titik. i. Meridian Jue yin Tangan Pericardium 9 titik. j. Meridian Shao yang Tangan San Jiao 23 titik.

k. Meridian Shao yang Kaki Kandung Empedu 44 titik. l. Meridian Jue yin Kaki Hati 14 titik. 8 Meridian Istimewa a. b. c. d. e. f. g. h. 2. 3. Meridian Du/Governor Vessel 28 titik. Meridian Ren/Conception Vessel 24 titik. Meridian Chong 11 titik. Meridian Dai 3 titik. Meridian Yin Wei 7 titik. Meridian Yang Wei 13 titik. Meridian Yin Qiao 4 titik. Meridian Yang Qiao 11 titik.

Luo : 15 Luo. Pelengkap : 12 Meridian Tendon dan Kulit.

III.3

Titik Akupunktur Titik akupunktur merupakan kumpulan sel aktif listrik yang

berpengaruh pada aliran elektron maupun material dan memenuhi sifat listrik tegangan tinggi dan hambatan rendah (Saputra,1997). Dan memberikan rangsangan pada titik-titik akupunktur tersebut maka akan memberikan rangsangan modulasi dari sistim immun dan pola neuromodulasi yang meliputi : 1. 2. 3. Pembentukan interleukin dari sel karena faktor neural. Peningkatan jumlah sel T karena peningkatan met-enkephalin. Enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun. 4. 5. Substansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem immun. Peranan kelenjar Pituitary dan Hipothalamus anterior yang memproduksi corticotrophin releasing factor (Guillemin,1997).

III. 4

Insomnia

Gangguan tidur dikenal oleh banyak kalangan masyarakat sebagai insomnia, namun gangguan tidur terbagi atas 2, yaitu dyssomnia yang berupa imsomnia, hipersomnia dan gangguan jadwal tidur jaga sedangkan parasomnia mencakup somnambulisme (sleepwalking), teror tidur (Night Terrors) atau mimpi buruk (Nightmare). Gangguan tidur merupakan gejala kelainan dari tidur yang mencakup jumlah, kualitas, waktu tidur atau kejadian-kejadian abnormal pada orang sedang tidur. Kelompok gangguan tidur adalah :

10

1.Dyssomnia Gangguan dalam jumlah, kualitas atau waktu tidur. Penderita dapat menderita satu dari tiga macam gangguan tidur ini, yaitu terlalu banyak, terlalu sedikit tidur atau gangguan dalam jadwal atau pola tidur yang disebabkan oleh hal-hal emosional, misalnya : a. Insomnia : Keluhan adanya kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur, atau kualitas tidur yang buruk. b. Hipersomnia : Kebutuhan tidur berlebihan, tidak pernah merasa lelah istirahat, meski sudah tidur semalaman sebagian sulit untuk bangun pada pagi hari. c. Gangguan jadwal tidur jaga : Pola tidur-jaga dari individu tidak seirama dengan pola tidur-jaga yang normal (banyak diderita pada pekerja yang kerja malam-siang).

2.Parasomnia Gangguan tidur berupa adanya kejadian-kejadian abnormal pada waktu tidur atau ketika baru bangun, banyak diderita oleh anak daripada orang dewasa dan jika mulai terjadinya sudah dewasa maka lebih kronis, contohnya : a. Somnambulisme (Sleepwalking) : Penderita tidak responsif terhadap orang lain yang mencoba membangunkannya dan mereka lupa apa yang terjadi, penderita sering melakukan makan, membuka pintu maupun berjalan keliling rumah. b. Mimpi buruk (Nightmare) : mimpi buruknya terjadi berkali-kali dan mereka menjadi distres karena mimpinya atau gangguan yang terjadi pada tidurnya. c. Teror tidur : sering bangun sekonyong-konyong dan panik dan bukan karena mimpi buruk, terjadi gejala-gejala fisik selain adanya pengalaman psikologis yang berupa ketakutan. Gejala fisik itu berupa berkeringat, detak jantung cepat dan sesak nafas.

11

Insomnia dalam ilmu pengobatan cina umumnya dan ilmu akupunktur khususnya disebut sebagai Se Ming, Se berarti hilang, Ming berarti tidur, etiologi : 1. Terlampau memeras otak, keinginan/harapan tidak tercapai sehingga Ci Limpa dan Jantung mengumpal, fungsi jantung terggangu, Sen yang disimpannya tak terpelihara baik, maka timbullah insomnia. 2. Pengumbaran nafsu birahi yang melemahkan Yin Ginjal. 3. Adanya api hati 4. Tidak teratur makan melukai limpa dan lambung. Akupunktur berkhasiat terhadap penyakit ini dan memberikan hasil yang baik. Dengan penambahan pengobatan dalam bidang mental (Psikoterapi) akan didap

hasil yang lebih memuaskan.

12

III. 5

Gejala-gejala Insomnia Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur. Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini.

13

BAB IV KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS IV. 1 Kerangka Konsep

Karakteristik Responden Faktor Penyebab :

Penanganan Obat tradisional Obat kimia

Jenis kelamin Usia

Primer : bertambahnya umur, stres psikologis dan hereditas (keturunan). Sekunder : Penyakit ginjal, Kelainan Hormonal,Obatobatan.

INSOMNIA DINI

Penurunan Pola Tidur

Terapi Akupunktur Titik :


Akibat Insomnia : Kurang olahraga Khawatir Ketakutan Kecemasan Kemarahan Kekurangan gizi Kesedihan

Alat :

Neiguan(PC6) Shenmen(HT7) Sanyinjiao (SP6)

Jarum Stimulator Moxa Frekuensi terapi Keteraturan terapi

14

Keterangan :

= diteliti = tidak diteliti

IV.2

Hipotesis Di dalam penelitian ini hipotesis yang akan dibuktikan adalah :


Ada pengaruh penusukan HT 7 (Shenmen), PC 6 (neiguan) dan SP

6 (Sanyinjiao) terhadap perubahan tingkat kolesterol pada penderita hiperlipidemia.