Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI

Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru. Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan keputusan investasi, biaya modal sendiri justru harus diperhitungkan. Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penelimaan kas dalam investasi memilki nilai waktu uang. Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yang diterima di masa yang akan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitungan laba perusahaan, biaya diperhitungkan berdasarkan asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihan investasi yang memperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai. PAJAK PENGHASILAN Karena keputusan investasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan investasi. Jika suatau usulan investasi diperkirakan akan mengakibatkan penghematan biaya atau tanbahan pendapatan, maka disisi lain akan mengakibatkan timbulnya laba diferensial, yang akan menyebabkan tambahan pajak penghasilan yang akan dibayar oleh perusahaan. Oleh karena itu dalam memperhitungkan aliran kas keluar dari investasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut dan sebaliknya.

KRITERIA PENILAIAN INVESTASI Dalam pemilihan usulan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi sebagai salah satu dasar penting untuk menentukan pilihan investasi. Informasi akuntansi dimasukkan dalam suatu model pengambilan keputusan yang berupa kriteria penilaian investasi untuk memungkinkan manajemen memilih investasi terbaik di antara alternatif investasi yang tersedia. Ada beberapa metode untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternatif investasi.       Pay back method Average return on investment Present value Discounted cash flow (Internal Rate of Return) Modified Internal Rate of Return (MIRR) Profitability Index (PI)

Pay back Method Dalam metode ini faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi. Oleh karena itu, dengan metode ini setiap usulan investasi dinilai berdasarkan apakah dalam jangka waktu tertentu yang diinginkan oleh manajemen , jumlah kas masuk atau penghematan tunai yang diperoleh dari investasi dapat menutup investasi yang direncanakan. Investasi Pay back period = Kas masuk bersih

Kelemahan pay back method: 1. Metode ini tidak memeperhitungkan nilai waktu uang. 2. Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali. Kebaikan pay back method: 1. Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit diperkirakan, maka metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi. 2. Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat. 3. Metode ini merupakan alat yang paling sederhana untuk penilaian usulan investasi

PV Investasi Pay back period = PV Kas masuk bersih

Average Return on Investment Metode ini sering disebut Financial statement method, karena dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi Rata-rata Laba sesudah pajak Rata-rata kembalian investasi = Rata-rata investasi

Kriteria pemilihan investasi dengan metode ini adalah: Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh manajemen. Kelemahan metode rata-rata kembalian investasi:
2

1. Belum memperhitungkan nilai waktu uang. 2. Menitik beratkan maslah akuntansi, sehingga kurang memperhatikan data aliran kas dari investasi 3. Merupakan pendekatan jangka pendek.

Present Value Method Teknik net present value (NPV) merupakan teknik yang didasarkan pada arus kas yang didiskontokan. Ini merupakan ukuran dari laba dalam bentuk rupiah yang diperoleh dari suatu investasi dalam bentuk nilai sekarang. NPV dari suatu proyek ditentukan dengan menhitung nilai sekarang dari arus kas yang diperoleh dari operasi dengan menggunakan tingkat keuntungan yang dikehendaki dan kemudian menguranginya dengan pengeluaran kas neto awal.

NPV = present value dari arus kas operasi pengeluaran kas neto awal

At NPV = -Io + -------------(1+r)t

Io At r t

= nilai investasi atau outlays = aliran kas neto pada periode t = diacount rate = umur proyek.

Jikalau NPV dari suatu proyek positif, hal ini berarti bahwa proyek tersebut diharapkan akan menaikkan nilai perusahaan sebesar jumlah positif dari NPV yang dihitung dari investasi tersebut dan juga bahwa investasi tersebut diharpkan akan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada tingkat keuntungan yang dikehendaki.

Discounted Cash Flows Method (IRR) Pada dasarnya metode ini sama dengan metode present value, perbedaanya adalah dalam present value tarif kembalian sudah ditentukan lebih dahulu, sedangkan dalam discounted cash flow justru tarif kembalian yang dihitung sebagi dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi. Penentuan tarif kembalian dilakukan dengan metode trial and error, dengan cara sbb; 1. Mencari nilai tunai aliran kas masuk bersih pada tarif kembalian yang dipilih secara sembarang di atas atau dibawah tarif kembalian investasi yang diharapkan. 2. Mengiterpolasikan kedua tarif kembalian tersebut untuk mendapatkan tarif kembalian sesungguhnya.

Modified Internal Rate of Return (MIRR) MIRR adalah suatu tingkat diskonto yang menyebabkan persent value biaya sama dengan present value nilai terminal,dimana nilai terminal adalah future value dari kas masuk yang digandakan dengan biaya modal.

Nilai terminal PV Biaya = (1 + MIRR )n dimana: =

7 CIFt (1 + k ) n-t (1 + MIRR )n

CIF t : aliran kas masuk pada periode t MIRR : modified IRR n : usia proyek k : biaya modal proyek/tingkat keuntungan diinginkan Nilai terminal : future value dari aliran kas masuk yang digandakan dengan biaya modal/return diinginkan. Profitability Index (PI) PI adalah nilai tunai semua kas masuk yang diterima sesudah investasi awal dibagi dengan investasi awal. Nilai tunai penerimaan sesudah investasi awal PI = Investasi awal

Bila ada beberapa alternatif proyek, manajemen sebaiknya memilih proyek yang memiliki PI lebih besar dari satu dan yang paling tinggi.

Penilaian Investasi dengan Umur (Usia) Ekonomis Berbeda  Untuk memilih usulan investasi yang memiliki umur ekonomis berbeda dapat dilakukan dengan dua pendekatan: Chain method atau Replacement method dan Equivalent annual cost.  Langkah-langkah chain method: 1. Mencari angka kelipatan persekutuan terkecil yang dapat dibagi oleh kedua umur usulan investasi. 2. Menghitung present value biaya dari masing-masing usulan investasi  Langkah-langkah equivalent annual cost : 1. Menghitung present value dari biaya usulan investasi dengan discount rate tertentu. 2. Mencari annuity factor dari discounted rate yang digunakan untuk menghitung present value investasi yang bersangkutan. 3. Membagi present value masing-masing usulan investasi (poin 1) dengan (poin 2). 4. Usulan investasi yang memiliki biaya ekuivalen tahunan terkecil merupakan usulan yang dipilih.

Pengaruh Inflasi pd Capital Budgeting Apabila laju inflasi cukup signifikan, maka perlu diperimbangkan dalam keputusan capital budgeting. Ada dua komponen yang terpengaruh oleh inflasi, yaitu aliran kas masuk dan tingkat penghasilan (rate of return) atau cost of capital yang diinginkan. Oleh karena itu kedua komponen tersebut perlu disesuaikan. Pedoman penyesuaiannya adalah sbb: 1. Kalikan indeks harga dengan aliran kas yang diukur berdasarkan nilai rupiah riil untuk mendapatkan arus kas dengan nilai nominal. 2. Hitung tingkat penghasilan nominal :

(1 + tingkat inflasi ) ( 1 + tingkat penghasilan ) 1

Soal Konflik NPV dan IRR Suatu perusahaan menghadapi dua pilihan investasi yang sifatnya mutually exclusive, yaitu proyek A dan B. Perkiraan aliran kas neto untuk kedua usulan adalah sebagai berikut: Proyek Proyek A Proyek B Tahun 0 (40.000.000) (40.000.000) Aliran kas neto per tahun (Rp) 1 2 3 15.000.000 15.000.000 15.000.000 0 5.000.000 25.000.000

4 15.000.000 40.000.000

Apabila tingakt pengembalian yang disyaratkan 10%, buatlah keputusan manakah investasi yang layak diterima jika dinilai dengan metoda NPV dan IRR.

Analisis Investasi Penggantian Kasus 1 Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan penggantian salah satu mesin produksinya dengan mesin yang lebih baru dengan alasan untuk penghematan biaya (efisiensi). Mesin lama mempunyai umur ekonomis 10 tahun dan telah digunakan selama 5 tahun. Informasi tentang kedua mesin tersebut adalah sebagai berikut: Mesin Lama Rp 160.000.000 Mesin Baru Rp 210.000.000
5

Harga mesin

Umur ekonomis Nilai sisa Harga jual mesin lama

10 th Rp 10.000.000 Rp 95.000.000

5 th Rp 20.000.000

Penghematan penggunaan mesin baru diperkirakan Rp 40.000.000 per tahun. Tingkat keuntungan yang layak adalah Rp 20% dan tingkat pajak sebesar 30%. Apakah sebaiknya perusahaan mengganti mesin lama dengan mesin baru dengan menggunakan metoda NPV dan IRR. Kasus 2 Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan membeli mesin baru, yaitu mesinA dan mesin B. Kedua mesin tersebut diharapkan memberikan return yang sama besar. Spesifikasi kedua mesin adalah sebagai berikut: Mesin A Mesin B Harga beli Rp 100.000.000 Rp 80.000.000 Umur ekonomis 3 th 2 th Biaya tunai per tahun Rp 30.000.000 Rp 36.000.000 Apabila discount rate yang diperhitungkan 10 % mesin mana yang akan dipilih. Dampak Inflasi Suatu perusahaan melakukan investasi pada jasa pengakutan. Investasi kendaraan senilai Rp 500.000.000,- dengan umur ekonomis 5 tahun. Kendaraan tersebut didepresiasi dengan garis lurus tanpa residu. Pendapatan rata-rata per tahun sebesar Rp 200.000.000,- dan biaya tunai per tahun Rp 40.000.000,-. Tingkat keuntungan yang dianggap layak adalah 14% dan pajak sebesar 20%. a. Apakah investasi tersebut layak dilakukan apabila dengan kiteria NPV dan IRR b. Apabila tingkat inflasi diestimasi 8% per tahun apakah investasi tesebut juga layak dilakukan. Soal Latihan: 1. Pada awal tahun 2000 manajemen PT Pantang Mundur merencanakan mengganti mesin lama dengan mesin baru. Alasan penggantian ini didasarkan pertimbangan penghematan biaya. Perbandingan biaya mesin lama dengan mesin baru dalam satu tahun adalah sebagai berikut. Keterangan Biaya bahan bakar 40.000 lt (premium) Biaya bahan bakar 30.000 lt (solar) Biaya pemeliharaan dan operasional Mesin Lama Rp 40.000.000 Rp 15.000.000 Mesin Baru Rp 16.500.000 Rp 10.000.000

Harga beli mesin lama adalah Rp 100.000.000 dan akumulasi depresiasinya Rp 80.000.000,-. Taksiran harga jual mesin lama sebesar Rp 15.000.000,-. Harga beli mesin baru ditaksir Rp 120.000.000 dengan umur ekonomis 10 tahun yang akan didepresiasi dengan garis lurus tanpa nilai residu. Tingkat pajak yang berlaku 15% dan tingkat keuntungan yang diharapkan 10%. Diminta: Berdasarkan data tersebut apakah rencana penggantian mesin dapat diterima.
6

2. PT Maju Terus mempertimbangkan untuk mengganti mesin A. Nilai buku mesin A adalah Rp 4.000.000,- dan memiliki sisa umur ekonomis 4 tahun tanpa nilai residu. Bila mesin A dijual pada saat sekarang, harga pasarnya sebesar Rp 1.000.000,-. Manajemen PT Maju Terus tidak berani membeli mesin baru yang memiliki umur panjang mengingat perkembangan teknologi yang peKsat. Oleh sebab itu manajemen PT Maju Terus mempertimbangkan membeli mesin B yang memiliki umur ekonomis 4 tahun. Harga mesin B Rp 10.000.000,- dengan nilai residu pada akhir tahun ke-4 sebesar Rp 1.000.000,- Dengan mesin baru biaya operasional per tahun Rp 7.000.000,- sedang dengan mesin A Rp 10.000.000,- . Bila manajemen tetap menggunakan mesin A pada akhir tahun ke-2 manajemen harus melakukan perbaikan besar yang diduga memerlukan biaya Rp 2.000.000,-. Tingkat pajak yang berlaku 10% dan biaya penggunaan modal sebesar 15%. Diminta: a. Berdasarkan data diatas apakah rencana penggantian mesin dapat diterima bila digunakan kriteria investasi dengan net present value. b. Apabila tingkat inflasi sebesar 10%, bagaimana pengaruhnya terhadap rencana investasi tersebut. 3. Kasus Penggantian PT Alya merencanakan mengganti mesin lama dengan mesin baru dengan alasan penghematan. Mesin lama memiliki umur ekonomis 10 tahun dan saat ini masih dapat digunakan 5 tahun lagi. Pajak penghasilan 20%. Metode depresiasi dengan garis lurus. Informasi kedua mesin sebagai berikut: Keterangan Mesin Lama Mesin Baru Harga perolehan Rp 320.000.000 Rp 380.000.000 Umur ekonomis 10 tahun 5 tahun Nilai sisa Rp 20.000.000 Rp 20.000.000 Harga jual Rp 210.000.000 Tingkat keuntungan yang dianggap layak 20%. Penghematan penggunaan mesin baru sebesar Rp 80.000.000 per tahun. Diminta: Saudara yang ahli keuangan diminta untuk melakukan perhitungan apakah rencana perusahaan mengganti mesin adalah layak. Gunakan metode NPV dan IRR.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 Capital Budgeting

a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 5 Adapun tujuan kegiatan pembelajaran pada sub kompetensi ini adalah : 1. Mahasiswa mampu memahami konsep penganggaran modal 2.Mahasiswa mampu memahami keputusan-keputusan investasi yang melibatkan penganggaran modal. 3.Mahasiswa mampu menganalisis proses keputusan proyek yang dapat diterima dalam anggaran modal.

b. Materi 5 Capital budgeting sangat penting bagi perusahaan karena di dalamnya terdapat jumlah biaya yang besar sedangkan manfaatnya baru dapat dinikmati dalam jangka panjang. Keputusan di bidang capital budgeting ini akan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Terdapat tiga metode yang umum digunakan untuk menyusun peringkat atas usulan investasi, yaitu: 1. Metode payback (payback method) adalah metode yang mendasarkan pada jumlah tahun yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal. Kelemahan metode ini adalah (1) mengabaikan penerimaan setelah payback tercapai, (2) mengabaikan konsep time value of money. 2. Metode net present value (net present value method) adalah metode yang mendasarkan pada nilai sekarang dari pengembalian masa depan yang didiskontokan pada tarif biaya modal. Metode NPV ini mengatasi kelemahan dalam metode payback. 3. Metode internal rate of return (rate of return method) adalah metode yang didasarkan pada tingkat suku bunga yang menyeimbangkan nilai sekarang dari pengembalian masa depan dengan total biaya investasi. Dalam banyak hal metode NPV dan IRR memberikan jawaban yang sama atas suatu penilaian investasi, meskipun demikian dalam keadaan tertentu kedua metode ini dapat memberikan kesimpulan yang berlawanan. Perbedaan metode NPV dan IRR 1. Fokus NPV adalah berapa tambahan nilai proyek pada nilai perusahaan dengan asumsi semua arus kas dapat direalisir. Fokus IRR memberikan indikasi tingkat hasil pengembalian proyek jika sesuai dengan yang diharapkan.

2. Jika kedua metode digunakan untuk menilai satu proyek maka kedua metode ini selalu memberikan kesimpulan yang sama karena NPV positif dari suatu proyek akan memberikan IRR yang lebih besar dari biaya modal. 3. Jika proyek yang dinilai bersifat eksklusif (mutually exclusive) kedua metode NPV dan IRR dapat menghasilkan penilaian (kesimpulan) yang berbeda. Konflik antara kedua metode NPV dan IRR terjadi karena profil NPV dari proyek berbeda, misalnya biaya investasi berbeda dan umum proyek lebih panjang dari yang lain. Metode NPV lebih baik secara teoritis jika dibandingkan dengan metode IRR, tetapi Metode NPV lebih baik secara toeritis jika dibandingkan dengan metode IRR jika dalam kenyataan lebih banyak perusahaan menggunakan metode IRR dibandingkan dengan metode NPV. Hal ini disebabkan bahwa metode IRR dikembangkan lebih dahulu dari metode NPV dan metode IRR sudah lama digunakan. Hal penting yang harus dilakukan dalam menilai proyek adalah menentukan arus kas netto (proceed) dan nilai investasi. Arus kas netto yang digunakan dalam kegiatan metode tersebut adalah laba bersih setelah pajak ditambah penyusutan. Proceed = EAT + Penyusutan
n

NPV =

t !1 n

1 1 (1  K ) t 1 1! 0 (1  K ) t

IRR =

t !1

CONTOH SOAL PT. Maju Tak Gentar mengajukan dua proposal proyek untuk di analisis. Data tentang kedua proposal proyek tersebut adalah sebagai berikut: Proyek A Kebutuhan investasi Nilai residu Umur ekonomis Bunga modal Rp 250.000.000 Rp 50.000.000 5 tahun 15% Proyek B Rp 200.000.000 Nihil 5 tahun 15%

Pola penjualan untuk lima tahun mendatang sebagai berikut : Proyek A Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 525.000.000 Rp 400.000.000 Rp 550.000.000 Rp 450.000.000 Rp 150.000.000 Proyek B Rp 400.000.000 Rp 400.000.000 Rp 200.000.000 Rp 250.000.000 Rp 250.000.000
9

Biaya dan pajak yang harus diperhitungkan dari masing-masing proyek setiap tahun adalah sebagai berikut : Proyek A Proyek B Biaya tetap per tahun Biaya variabel Pajak keuntungan Rp 100.000.000 60% 40% RP 75.000.000 50% 40%

Dalam biaya tetap sudah termasuk biaya penyusutan dan biaya bunga baik untuk proyek A maupun proyek B. Ditanyakan : 1. Menentukan pola EAT untuk kedua proyek 2. menentukan proyek yang dipilih berdasarkan PBP (Pay Back Period) 3. Menentukan proyek yang dipilih berdasarkan NPV (discount rate 15%) 4. Hitunglah profitability indek kedua proyek 5. Kesimpulan yang dapat diambil jika kedua proyek bersifat contigent? dengan asumsi dana cukup tersedia. Penyelesaian : 1. Pola EAT proyek A (dalam rupiah)
Th Penjualan (Rp) FC (Rp) VC (Rp) TC (Rp) EBT (Rp) Pajak 40% (Rp) EAT (Rp) 66.000.000 36.000.000 72.000.000 48.000.000 (40.000.000)

1 525.000.000 100.000.000 315.000.000 415.000.000 110.000.000 44.000.000 2 400.000.000 100.000.000 240.000.000 340.000.000 60.000.000 24.000.000

3 550.000.000 100.000.000 330.000.000 430.000.000 120.000.000 48.000.000 4 450.000.000 100.000.000 270.000.000 370.000.000 80.000.000 32.000.000 -

5 150.000.000 100.000.000 90.000.000 190.000.000 (40.000.000)

Pola EAT proyek B (dalam rupiah)


Th Penjualan (Rp) FC (Rp) VC (Rp) TC (Rp) EBT (Rp) Pajak 40% (Rp) EAT (Rp) 75.000.000 75.000.000 15.000.000 30.000.000 30.000.000

1 400.000.000 75.000.000 200.000.000 275.000.000 125.000.000 50.000.000 2 400.000.000 75.000.000 200.000.000 275.000.000 125.000.000 50.000.000 3 200.000.000 75.000.000 100.000.000 175.000.000 4 250.000.000 75.000.000 125.000.000 200.000.000 5 250.000.000 75.000.000 125.000.000 200.000.000 25.000.000 10.000.000 50.000.000 20.000.000 50000.000 20.000.000

10

2. Pola Proceed proyek A


Th 1 2 3 4 5 EAT 400.000.000 400.000.000 200.000.000 250.000.000 250.000.000 Penyusutan Proceed 75.000.000 200.000.000 75.000.000 200.000.000 75.000.000 100.000.000 75.000.000 125.000.000 75.000.000 125.000.000

Pola Proceed proyek B


Th 1 2 3 4 5 EAT 125.000.000 125.000.000 25.000.000 50.000.000 50000.000 Penyusutan 50.000.000 50.000.000 10.000.000 20.000.000 20.000.000 Proceed 75.000.000 75.000.000 15.000.000 30.000.000 30.000.000

Proceed proyek A Proceed proyek B Tahun 1 Rp. 106.000.000 Tahun 1 Rp. 115.000.000 Tahun 2 Rp. 76.000.000 + Total out lay Rp. 200.000.000 Jumlah Rp. 182.00.000 Kekurangan Rp. 85.000.000 Total out lay Rp. 250.000.000 Kekurangan Rp. 68.000.000 68.000 .000 85.000.000 Waktu = x 12 bulan Waktu = x 12 bulan 112 .000.000 115 .000.000 Waktu = 7,3 bulan Waktu = 8,9 bulan PBP proyek A = 2 tahun PBP proyek B = 1 tahun 8,9 bulan Proyek yang baik di pilih berdasarkan PBP adalah proyek B 3. Net present value

Proyek A
Proceed 106.000.000 76.000.000 112.000.000 88.000.000 50.000.000 DF 15% 0,870 0,756 0,658 0,572 0,497 PV 92.220.000 57.456.000 73.696.000 50.336.000 24.850.000 298.558.000 250.000.000 48.558.000

Proyek B
Proceed 115.000.000 115.000.000 55.000.000 70.000.000 70.000.000 DF 15% 0,870 0,756 0,658 0,572 0,497 PV 100.050.00 86.940.000 36.190.000 40.040.000 34.790.000 298.010.000 200.000.000 98.010.000

Total present value Present value out lay Net present value (NPV)

Total present value Present value out lay Net present value (NPV)

Proyek yang baik untuk dipilih berdasarkan NPV adalah proyek B 4. Profitability indek (PI) Proyek A Proyek B 298 .558 .000 298 .010 .000 PI = = 1,19 PI = = 1,49 250 .000 .000 200 .000 .000 5. PI gabungan =
596 .568 .000 = 1,33 450 .000 .000
11

Kesimpulan : kedua proposal proyek dapat diterima karena menghasilkan PI gabungan lebih besar dari satu. c. Tes formatif 5 1. Sebuah proyek investasi senilai Rp. 500.000.000 dengan umur ekonomis 5 tahun dan nilai residu pada tahun ke lima Rp. 50.000.000,-. Harga jual produk pada tahun pertama akan ditetapkan sebesar Rp. 3.500 per unit. Pada harga jual tersebut diperoleh laba sebelum penyusutan dan pajak sebesar 40%. Mulai tahun kedua harga turun menjadi 20%, akibatnya laba sebelum penyusutan dan pajak yang diperoleh turun menjadi 30%. Unit penjualan pada tahun pertama 250.000 unit dan mulai tahun kedua unit penjualan akan mengalami kenaikan sebesar 50.000 unit setiap tahun. Metode penyusutan garis lurus dan pajak yang diberlakukan sebesar 40%. Ditanyakan : 1. Berapa lama investasi tersebut dapat kembali 2. Jika investasi dibiayai dengan hutang bank dengan waktu pengembalian 4 tahun dan bunga ditetapkan 25 % per tahun, keputusan apakah yang harus diambil berkaitan dengan rencana investasi tersebut? 3. Dapatkah investasi ini dilaksanakan bila NPV merupakan dasar penilaian dengan discount rate 25%. 2. PT. Sari Petejo Makmur telah mengoperasikan sebuah mesin selama 5 tahun dan diperkirakan masih dapat beroperasi 5 tahun lagi. Mesin tersebut dibeli dengan harga Rp. 100.000.000,-. Laporan rugi dan laba berdasarkan perkiraan semula adalah sebagai berikut : Penjualan Rp. 30.000.000 Biaya variabel Rp. 9.000.000 Penyusutan Rp. 10.000.000 Biaya tetap lainnya Rp. 6.000.000 Total biaya Rp. 25.000.000 Earning before taxes (EBT) Rp. 5.000.000 Taxes 30% Rp. 1.500.000 Earning after taxes (EAT) Rp. 3.500.000 Setelah beroperasi lima tahun, mesin mengalami penurunan produktivitas yang berakibat : Biaya variabel naik Rp. 1.000.000 per tahun Biaya tetap lainnya naik Rp. 1.500.000 per tahun Sedangkan hasil penjualan pertahun tidak mengalami perubahan Jika perusahaan ingin mempertahankan produktivitas seperti semula, mesin tersebut harus direhabilitasi dengan biaya sebesar Rp. 4.000.000,-. Ditanyakan : Apakah rehabilitasi mesin dilaksanakan atau ditolak? 3. PT Mandiri Pratama sedang mempertimbangkan tujuh alternatif proposal investasi yang akan dikerjakan. Jumlah dana yang disediakan untuk melaksanakan proposal investasi tersebut sebesar Rp. 1 milyar. Data mengenai ketujuh proposal investasi tersebut adalah sebagai berikut : Proposal Profotability Kebutuhan investasi Indek (PI) investasi
12

A 0,97 Rp. 150.000.000 B 1,16 Rp. 175.000.000 C 1,14 Rp. 125.000.000 D 1,25 Rp. 400.000.000 E 1,05 Rp. 100.000.000 F 1,09 Rp. 200.000.000 G 1,19 Rp. 100.000.000 Proposal A dan D mempunyai hubungan dependent atau contingent Proposal C dan G mempunyai hubungan mutually exclusive

13

SOAL-SOLUSI: ANALISIS DAN Valuasi Obligasi MANAJEMEN INVESTASI DAN PASAR MODAL Bond Valuation Notasi: P = nilai sekarang obligasi pada saat ini (t=0) n = jumlah tahun sampai dengan jatuh tempo obligasi Ci = pembayaran kupon untuk obligasi i setiap tahunnya r = tingkat diskonto yang tepat atau tingkat bunga pasar Pp = nilai par dari obligasi Bond Valuation 1. Jika bunga dibayarkan sekali dalam setahun:

2. Jika bunga dibayarkan 2 kali dalam setahun:

Formula: Bond Yield Notasi: P = Ci = Pp = CY = Pm = YTM* = n = Bond Yield YTC* = n = c = PC = RY* = h = Pf =

harga obligasi pada saat ini (t=0) pembayara kupon untuk obligasi i setiap tahunnya Nilai par dari obligasi current yield obligasi harga pasar obligasi nilai YTM yang mendekati jumlah tahun sampai dengan jatuh tempo obligasi nilai YTC yang mendekati jumlah tahun sampai dengan yield to call yang terdekat periode sampai dengan saat obligasi dilunasi (first call date) call price obligasi nilai yield yang terealisasi (horizon) yang mendekati periode investasi obligasi (dalam tahun) harga jual obligasi di masa yang akan datang

14

Bond Yield 3. Nominal Yield atau tingkat kupon:


Tingkat ku pon ! Penghasila n bunga ta hunan Nilai nomi nal

4. Current Yield: CY ! Ci Pm

5. Yield to Maturity:
Ci  Pp - P

YTM * !

n Pp  P 2

6. Yield to Call:
Pc - P n YTC * ! Pc  P 2 7. Realized Yield: Ci 

Y* !

Ci 

P -P n P P 2

Duration Notasi: t = periode periode di mana aliran kas diharapkan akan diterima n = jumlah periode sampai jatuh tempo PV(CFt) = nilai sekarang dari aliran kas pada periode t yang akan didiskontokan pada tingkat YTM P = harga pasar obligasi Duration 8. Durasi:
n

D!
t !1

PV(CFt ) xt PB
15

9. Durasi yang Dimodifikasi:


Durasi yang dimodifika si ! D* ! D /(1  r)

Soal-Solusi Soal: Fadly memiliki 10 pinjaman obligasi 12% PT Persada nominal Rp 100.000,- per lembar. Jika kesepuluh pinjaman obligasi tersebut jatuh tempo 5 tahun yang akan datang dan bunga dibayar tiap 6 bulan. Berapakah nilai obligasi tersebut bagi Fadly bila dia menginginkan tingkat keuntungan sebesar 14%? Solution: Bunga yang akan diterima tiap 6 bulan adalah: 6/12 x 12% x 10 x Rp 100.000,- = Rp 60.000,10

P!
t !1

Rp 60.000,- Rp 1.000.000, ( 1  0,07 ) t ( 1  0.07 )10

! Rp 60.000 ,-(PVIFA7%,10 )  Rp 1.000 .000 ,-(PVIF7%,10 ) ! Rp 60.000 ,-( 7 ,024 )  Rp 1.000 .000 ,-( 0 ,508 ) ! Rp 421 .440,  Rp 508 .000 ,! Rp 929 .440 ,

Bond Yield Soal: PT Yasmin mempertimbangkan untuk menempatkan pinjaman obligasi 20 tahun. Penelitian PT tersebut menunjukkan bahwa pinjaman obligasi yang serupa dengan apa yang dikeluarkan oleh PT Yasmin pada saat ini dipasarkan dengan harga Rp 130.000,-. Obligasi tersebut bernilai nominal Rp 150.000,- dengan suku bunga 14% setahun dan akan jatuh tempo 20 tahun yang akan datang. Hitunglah tingkat keuntungan pinjaman obligasi tersebut bagi PT Yasmin? Solution: Perhitungan k = ?, sama dengan cara menghitung IRR, yaitu dengan melakukan trial and error. Setelah itu, lakukan interpolasi. Misalkan kita coba dengan tingkat diskonto 17%.
! Rp 21.000 ,-(PVIFA17%,20 )  Rp 150 .000 ,-(PVIF17%,20 ) ! Rp 21.000 ,-( 5,62777 )  Rp 150 .000 ,-( 0 ,04328 ) ! Rp 118 .163 ,17  Rp 6.492 ,- ! Rp 124 .655,17
16

Solution: Kita coba lagi dengan menurunkan tingkat diskonto menjadi 16%.

16 ,20

! Rp 21.000 ,-( 5,92884 )  Rp 150 .000 ,-( 0 ,05139 ) ! Rp 124 .505,64  Rp 7.708,50 ! Rp 132 .214,14

Solution: Dengan jalan interpolasi tingkat keuntungan yang disyaratkan (k) dapat kita tentukan sebesar: k ! 16%  Rp 2.214,14 v 1% Rp 7.558,97

! 16%  0,29% ! 16, 29%

SOAL-SOLUSI: analisis dan Valuasi saham biasa MANAJEMEN INVESTASI DAN PASAR MODAL Valuasi Saham Biasa Formula:  Zero Growth
D k  Constant Growth P0 !

P0 !

k-g

 Supernormal Growth
P0 !
t !1 n

(1  g t ) t Dn (1  g c ) 1  k  g c 1  k ) n ( 1  k) t (
0

! Rp 21.000 ,-(PVI

)  Rp 150 .000 ,-(PVI

16 ,20

17

Formula:  Dividend at t = n

D t ! D 0 (1  g ) t
 Stock price in the year to t Pt !
t 1

k -g

Soal-Solusi 1. Zero Growth Model Soal: PT Persada membayar dividen sebesar Rp 4.750,- tiap tahun dan diperkirakan bahwa jumlah dividen tahunan tersebut akan dipertahankan terus-menerus di masa yang akan datang. Jika tingkat keuntungan yang diinginkan adalah 11%. Berapakah nilai saham PT Persada tersebut? Solusi: D = Rp 4.750,- dan k = 0,11
Rp 4.750, ! Rp 43.181,82 0,11

P0 !

Soal-Solusi 2. Constant Growth Model Soal: Dividen PT Griya yang pada saat ini besarnya Rp 2.750,- diperkirakan akan meningkat secara konstan dengan laju pertumbuhan rata-rata 6% setahun. bahwa jumlah dividen tahunan tersebut akan dipertahankan terus-menerus di masa yang akan datang. Jika tingkat keuntungan yang diinginkan adalah 11%. Hitunglah nilai saham PT Griya tersebut? Solusi: D adalah Rp 2.750 x 1,06 = Rp 2.915,- k = 0,11 dan g = 0,06
P0 ! Rp 2.915 Rp 2.915 ! ! Rp 58.300, 0,11  0,06 0,05

Soal-Solusi 3. Constant Growth Model Soal: Berapakah nilai saham PT Griya dalam contoh di atas, jika g atau tingkat pertumbuhan dividen rata-rata adalah 8% setahun. Solusi: Rp 2.915 Rp 2.915 P0 ! ! ! Rp 97.166,67 , 0,11  0,08 0,0 3
18

Soal-Solusi 4. Supernormal Growth Model Soal: PT Kruwing pada tahun ini membayarkan dividen sebesar Rp 3.000,-. Dividen diperkirakan akan meningkat 15% per tahun untuk 5 tahun mendatang dan setelah itu untuk waktu seterusnya tingkat pertumbuhan dividen diperkirakan akan menjadi 4% setahun. Jika k = 12%. Hitunglah nilai saham PT Kruwing itu? Solusi: Untuk menghitung nilai saham PT Kruwing, ikuti langkah-langkah berikut ini: 1. Menghitung present value of dividend tahun ke-1 s/d ke-5:  Perhitungan dividen tahun ke-1 s/d tahun ke-5:
D1 ! Rp 3.000 (1,15) ! Rp 3.450, D2 ! Rp 3.000 (1,15) 2 ! Rp 3.000 , v 1,3225 ! Rp 3.967 ,50 D3 ! Rp 3.000 (1,15) 3 ! Rp 3.000 , v 1,520875 ! Rp 4.562 ,63 D4 ! Rp 3.000 (1,15) 4 ! Rp 3.000 , v 1,749006 ! Rp 5.247 ,02 , D5 ! Rp 3.000 (1,15) 5 ! Rp Rp 3.000 , v 2,011357 ! Rp 6.034,07

Solusi Setelah nilai dividen diperoleh, maka perhitungan present value of dividend tahun ke-1 s/d tahun ke5:
Rp 3.450,  Rp 3 . 967 , 50 Rp 4 . 562 , 63   2 (1  0 . 12 ) (1  0 . 12 ) (1  0 . 12 ) 3

PV of dividends

Rp 5.247,02 Rp 6 . 034 , 07  4 (1  0 . 12 ) (1  0 . 12 ) 5

! 3.450( PVIF12%,1 )  3.967,50( PVIF12%, 2 )  4.562,63(PVIF12%,3 )  5.247,02(PVIF12%, 4 )  6.034,07(PVIF12%,5 )

Solusi (Contd):
19

! Rp 3.450,(0,89286)  Rp 3.967,50 (0,79719)  Rp 4.562,63( 0,71178 )  Rp 5.247,02(0,63552)  Rp 6.034,07(0,56743) ! Rp 16.249,31 Solusi: 2. Menghitung present value of stock price pada akhir tahun kelima.  Perhitungan dividen tahun keenam:
D6 ! D5 (1  g c ), di mana g c ! 4% D 6 ! Rp 6.034,07 (1,04) ! Rp 6.275,43

 Setelah nilai dividen tahun ke-6 diperoleh, maka perhitungan pv of stock pada akhir tahun kelima: P5 ! D6 Rp 6.275,43 ! ! Rp 78.442,88 k  gc 0.12  0.04

PV of stock price ! Rp 78.442,88 (0,56743) ! Rp 44.510,84

Solusi (Contd): 3. Jumlahkan kedua hasil perhitungan pada langkah 1 dan 2 untuk mendapatkan nilai saham PT Kruwing.
P0 ! Rp 16.249,31  Rp 44.510,84 ! Rp 60.760,15

Jika harga saham PT Kruwing pada saat tententu adalah Rp 60.000,-, maka harga saham PT Kruwing adalah under priced.

20