Anda di halaman 1dari 2

Hawar daun jagung (Helminthosporium turcicum) Tipe gejala : nekrotik Gejala : Terjadinya bercak-bercak berwarna cokelat kelabu atau

berwarna seperti jerami yang dapat meluas ke seluruh permukaan daun. Ukuran bercak mancapai 4 cm dan lebar 0,6 cm. Sisinya kurang lebih sejajar, serta sejajar dengan tulang daun utama. Jika terjadi infeksi yang berat beberapa bercak dapat bersatu membentuk jaringan mati yang luas. Sifat patogen : saprofit fakultatif Morfologi : konidiofor jamur ini terbentuk dalam kelompok, sering dalam stroma yang datar, berwarna coklat tua atau hitam. Konidiofor lurus atau lentur panjangnya +/- 700 mikrometer dengan lebar 5-11 mikrometer Ekologi : suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya +/- 30 C. jamur ini biasanya lebih banyak didataran rendah. Pada kelembapan 91 98 % jamur akan membentuk banyak konidium

Teknik pengendalian 1. Memperhatikan cara bercocok tanam (kultur teknis) Seperti rotasi tanaman, jarak tanam yang tidak terlalu rapat, pengaturan waktu tanam yaitu penanaman jagung dilakukan bila curah hujan rata2 selama 10 hari kurang dr 55 mm 2. Sanitasi lahan dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang sakit dari areal pertanaman jagung juga membersihkan gulma disekitar areal pertanaman 3. Seed treatment jadi bagi jamur yang terbawa biji, biji jagung dapat direndam pada air dengan suhu 54-55 C selama 17 menit.

Epidemi penyakit Serangan H. turcicum dapat menjadi berat dan sangat merugikan bila terjadi pada musim hujan dan bila jagung ditanam pada tanah yang mengandung banyak nitrogen dan kekurangan kalium. Semangun (1991) menyatakan bahwa pertanaman yang terserang berat tampak kering seperti terbakar. Daun yang terserang biasanya hampir setengahnya menjadi kering dan pada jenis tanaman jagung manis yang rentan serta adanya cuaca yang membantu, pada daun atas pun banyak terdapat gejala hawar (semangun 1991). Meluasnya serangan patogen ini disebabkan penyebaran inokulum dengan bantuan angin. Angin yang cukup kencang akan cepat menyebarkan spora-spora yang dihasilkan patogen. Patogen dari penyakit hawar daun ini dapat terbawa benih (Neergaard 1977). Oleh sebab itu pemilihan benih bervarietas tahan dan perlakuan benih merupakan salah satu pengendalian yang dapat dilakukan.