Anda di halaman 1dari 4

Nama : Hanugroho S.A.

NRP : 2208 100 166


PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN
TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRAFO DISTRIBUSI

1. Pendahuluan
Kebutuhan pasokan energy listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi
masyarakat saat ini. Dengan demikian dibutuhkan cara penyaluran energy listrik
yang paling efektif. Namun memang tidak akan ada hal yang idela di dunia ini.
Begitu pula dengan penyaluran energy listrik. System penyaluran energy listrik
yang dilakukan di Indonesia adalah system penyaluran dengan 3 fasa (fasa R, fasa
S, dan fasa T). Selain itu Indonesia juga memakai system Transmisi dan Distribusi
dimana system transmisi adalah system penyaluran daya dengan menaikkan
tegangan yang selanjutnya diturunkan lagai pada system Distribusi. Dalam proses
menaikkan dan menurunkan tegangan digunakanlah Transformator 3 fasa. Dalam
keadaan ideal, transformator 3 fasa akan mempunyai nilai yang sama pada tiap
fasanya, yang berbedah hanyalah sudut fasanya yaitu harus 120. Namun pada
penerapannya, keadaan ideal tersebut sangat sulit terjadi dikarenakan tiap fasa
pada sisi sekunder akan menyalurkan daya tiap fasa dengan bebab yang berbeda
tiap fasanya. Hal ini akan menyebabkan beban tidak seimbang pada masing-
masing fasanya. efek dari ketidakseimbangan fasa tersebut adalah akan timbul
arus netral. Arus ini akan menyebabkan loses, yaitu losses akibat adanya arus
netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke
tanah.

2. Perhitungan Arus Beban Penuh Transformator
Daya trafo pada sisi primer:
S

= 3 . V . I (1)
dimana :
S

: daya transformator (kVA)
V : tegangan sisi primer transformator (kV)
I : arus jala-jala (A)
I
FL

V . 3
S
= (2)
dimana :
I
FL
: arus beban penuh (A)
S

: daya transformator (kVA)
V : tegangan sisi sekunder transformator (kV)
Losses pada penghantar netral trafo ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
P
N
= I
N
2
. R
N

(3)
dimana :
P
N
: losses pada penghantar netral trafo (watt)
I
N
: arus yang mengalir pada netral trafo (A)
R
N
: tahanan penghantar netral trafo ()
Sedangkan losses yang diakibatkan karena arus netral yang
mengalir ke tanah (ground) dapat dihitung dengan perumusan sebagai
berikut :
P
G
= I
G
2
. R
G

(4)
dimana :
P
G
: losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah (watt)
I
G
: arus netral yang mengalir ke tanah (A)
R
G
: tahanan pembumian netral trafo ()

3. Keseimbangan Beban
Syarat Keadaan Seimbang
- Ketiga vektor arus / tegangan sama besar.
- Ketiga vektor saling membentuk sudut 120 satu sama lain.

Keadaan Tidak Seimbang
- Ketiga vektor sama besar tetapi tidak membentuk sudut 120 satu sama
lain.
- Ketiga vektor tidak sama besar tetapi membentuk sudut 120 satu sama
lain.
- Ketiga vektor tidak sama besar dan tidak membentuk sudut 120 satu sama
lain.

Penyaluran Daya saa arus pada keadaan seimbang.
P = 3 . [V] . [I] . cos m (5)
dengan :
P : daya pada ujung kirim
V : tegangan pada ujung kirim
cos m : faktor daya
Penyaluran daya yang sama tetapi dengan keadaan tak seimbang.
| | | |
| | | |
| | | |

)

=
=
=
I c I
I b I
I a I
T
S
R
(6)
dengan I
R
, I
S
dan I
T
berturut-turut adalah arus di fasa R, S dan T.
Penyaluran Daya pada saat faktor daya dianggap sama walaupun besarnya arus
berbeda.
P = (a + b + c) . [V] . [I] . cos m (7)
Pada keadaan seimbang nilai a=b=c=1.
Besarnya pada saat keadaan beban penuh adalah:
I
FL
=
V
S
3

Dan arus rata-rata tiap fasa adalah:
I
rata
=
3
T S R
I I I + +

Prosentasi pembebanan dapat dilcari dengan rumus:

Prosentasi arus =

Besar koefisien a,b, dan c dapat dicari dengan:
a
I
I
R
= ; b
I
I
S
= ; c
I
I
T
=
Rata-rata ketidakseimbangan dapat dicari dengan:


4. Losses
Loses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dapat di hitung
dengan:
P
N
= I
N
2
. R
N
dimana daya aktif trafo (P) adalah:
P = S . cos
Sehinnga prosentasi loses adalah:
% P
N
% 100 x
P
P

N
=
Losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah dapat dihitung dengan:
P
G
= I
G
2
. R
G
Dengan demikian persentase losses-nya adalah :
% P
G
% 100 x
P
P

G
=
Contoh peritungan pada salah satu trafo distribusi terdapat pada table di bawah
ini:

Tabel Losses pada Trafo Distribusi 200 kVA
R
N

Waktu
Ketidakseimbangan
Beban ( % )
I
N
I
G
P
N
P
N
P
G
P
G

( O )
( A ) ( A ) ( kW ) ( % ) ( kW ) ( % )
0,6842
(50 mm
2
)
Siang 28,67 118,6 62,1 9,62 5,66 14,65 8,62
Malam 26,00 131,7 58,9 11,87 6,98 13,18 7,75
0, 5049
(70 mm
2
)
Siang 28,67 118,6 62,1 7.10 4.18 14,65 8,62
Malam 26,00 131,7 58,9 8.76 5.15 13,18 7,75
Pada Tabel terlihat bahwa semakin besar arus netral yang mengalir di
penghantar netral trafo (I
N
) maka semakin besar losses pada penghantar netral
trafo (P
N
). Demikian pula bila semakin besar arus netral yang mengalir ke
tanah (I
G
), maka semakin besar losses akibat arus netral yang mengalir ke
tanah (P
G
).
Dengan semakin besar arus netral dan losses di trafo maka effisiensi trafo
menjadi turun.
Bila ukuran kawat penghantar netral dibuat sama dengan kawat penghantar
fasanya (70 mm2) maka losses arus netralnya akan turun.


5. Kesimpulan
- Berdasarkan analisa data di atas, terlihat bahwa pada siang hari
ketidakseimbangan beban pada trafo tiang semakin besar karena
penggunaan beban listrik tidak merata.
- Sesuai tabel 2, semakin besar ketidakseimbangan beban pada trafo tiang
maka arus netral yang mengalir ke tanah (I
G
) dan losses trafo tiang
semakin besar.
- Salah satu cara mengatasi losses arus netral adalah dengan membuat sama
ukuran kawat netral dan fasa.

Referensi
Julius Sentosa Setiadji, Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Arus
Netral Dan Losses Pada Trafo Distribusi. Surabaya.