Anda di halaman 1dari 2

Jawaban soal UTS Teori Akuntansi 2010 1.

Teori akuntansi normatif mencakup penjelasan atau penalaran logis untuk menjustifikasi kelayakan suatu perlakuan akuntansi yang paling sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Penalaran logis berisi asumsi, dasar pikiran, konsep, dan argument yang saling berkaitan dan membentuk suatu rerangka pikir yang logis yang menjadi landasan umum untuk menentukan tindakan. 2. Teori akuntansi normatif: akuntansi dipandang sebagai teknologi; teknologi melekat pada perekayasaan pelaporan keuangan; hasil perekayasaan didokumentasi dalam bentuk rerangka konseptual. Teori akuntansi positif: akuntansi dipandang sebagai sains; tidak menghasilkan prinsip akuntansi; menggunakan metoda yang diemulasi dari metoda ilmiah. 3. Independensi meningkat; keanggotaan semakin kecil; full time, keanggotaan dibayar; otonomi semakin besar; broader representation. Financial Accounting Standards Board (FASB) tidak berada di bawah AICPA melainkan di bawah Financial Accounting Foundation (berada di luar asosiasi profesi). Badan ini berwenang penuh dalam menentukan standar akuntansi yang akan ditetapkan. 4. Mencegah terjadinya kegagalan pasar; meminimalisir adanya asimetri informasi antara principle dan agent dalam agency theory; adanya perlindungan terhadap investor. Regulasi adalah suatu komoditas di mana terdapat penawaran dan permintaan. Komoditas akan dialokasikan kepada para konstituen dengan efektif secara politis dan dengan meyakinkan legislatif memberikan bantuan regulasi kepadanya. 5. Karena konsep kesatuan usaha menuntut artikulasi antarstatemen keuangan, tidak terdapat masalah semantic atau definisional dalam pembahasan ekuitas seperti halnya elemen pendapatan, biaya, dan laba. Teori ekuitas yang bersifat semantic adalah teori sudut pandang atau teori entitas yang berkaitan erat dengan laba. Oleh karena itu, SFAC no.6 menggunakan pendekatan asset liabilitas untuk memberikan definisi elemen laporan keuangan. Sebagai contoh, definisi ekuitas menurut SFAC

no.6 adalah Kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas, setelah dikurangi kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikan. 6. Earning power ditujukan kepada investor dan kreditor untuk prediksi, komparasi, dan evaluasi aliran laba untuk keputusan investasi dan kredit ; aspek perusahaan secara umum ditujukan untuk proses prediktif dalam pengambilan keputusan ; kegiatan perusahaan tertentu secara umum ditujukan untuk dampak atau peran social perusahaan. 7. FASB menyatakan bahwa tujuan pelaporan tidak dapat steril dari lingkungan penerapan pelaporan keuangan. Ini berarti bahwa tujuan pelaporan harus dikaitkan dengan tujuan social dan ekonomik negara. Oleh karena itu, tujuan pelaporan harus dikembangkan atas dasar sifat kegiatan dan keputusan ekonomik yang para pemakai inormasi terlibat di dalamnya.

Anda mungkin juga menyukai