Anda di halaman 1dari 5

00:01 am By ACHMAD CHOIRUL UMAM

THE ART OF PROPSING

Draft 1 by ERICA Draft 2 by UMAM Draft 3 by UMAM

FADE IN 01. EXT. TAMAN KOTA - MALAM Suasana taman kota cukup ramai, beberapa pasangan sedang mengobrol di beberapa tempat. Seorang gadis (REVITA) duduk disudut taman dengan busana yang cukup rapi, modis layaknya mau menghadiri event yang cukup penting dengan rambut tergerai dan tas jinjing di sebelah tangan kanan. Revita memainkan jari jemarinya dan mengerutkan kening tanda mulai merasa jenuh. REVITA (mengeluh) Belum nongol juga batang hidungnya ini gimana sih..?? 10meter sebelah kiri Revita duduk sosok pria bercelana dan kaos oblong warna hitam(mr.x), selalu mengamati setiap gerik Revita. Sebuah rokok menyala mengasapi wajahnya. Sesekali ia memainkan tangan mengelus-elus pahanya. Revita mengambil handphone dari dalam tasnya. Dicarinya nomer Ardhi, lalu ia melakukan panggilan. Panggilan tidak terjawab. Revita berdiri dari tempat duduknya kemudian duduk kembali di sisi tempat duduk yang berbeda. Revita melihat orang yang tidak dikenal(Mr.x) selalu memperhatikannya tanpa menoleh sedikitpun. Mr.x mengeluarkan tatapan penuh misteri. Revita merasakan ada kejanggalan pada Mr.x. Ia mengambil handphonenya lagi dan menghubungi Ardhi. Telepon tidak terjawab. Expresi wajah Revita berubah menjadi takut akan sesuatu yang mungkin tidak ia inginkan. Revita segera beranjak dari tempat duduknya, ia memutuskan pergi meninggalkan taman dengan jalan kaki. Mr.x mengikuti arah kemana Revita pergi. cut to

2. 02. EXT.SISI LAIN TAMAN. TAMAN KOTA - MALAM Revita sangat cemas dan mempercepat langkah kaki melewati orang-orang yang sedang bersantai di pinggiran taman. Mr.x mengimbangi percepatan langkah Revita agar tidak kehilangan jejak. Sambil membuang sebuah rokok yang masih menyala. cut to 03. EXT. TROTOAR - MALAM Revita sesekali menoleh kebelakang. saat dia melihat mr.x yang masih mengikuti dibelakangnya, Revita mulai berlari. REVITA (takut..) ooh....!! Mr.x semakin beringas mengejar Revita. Revita menabrak orang yang menghadang jalannya, ia sempat terjatuh lalu bangkit lagi. REVITA (tergesa-gesa) Maaf mbak...maaf... cut to 04.EXT.SEBUAH GANG - MALAM Didepan sebuah gang Revita berhenti sejenak karena kakinya kesakitan lalu dilepasnya highell yang ia kenakan. Revita berlari masuk dalam gang itu. cut to 05.EXT.CABANG GANG KECIL.SEBUAH GANG - MALAM Revita bersembunyi dibalik dinding. Keringat membasahi tubuh.Mencoba menghubungi Ardhi dengan Handphonenya. REVITA (Nafas tersengal-sengal, wajah ketakutaan) Ayoo angkaat...ayoo angkatt..!! Telepon tidak terjawab (CONTINUED)

CONTINUED:

3.

Revita menoleh ke pintu masuk gang, tidak ada siapa-siapa. Ia terus menghubungi Ardhi. Mr.x berada di depan gang, ia tidak melihat Revita lalu memutuskan untuk melewati gang itu. 06.INT. RUANGAN - MALAM Handphone Ardhi berdering diatas sebuah meja didekat lilin yang menyala, mendapat panggilan dari Revita. namun tidak ada yang menjawabnya. cut to 07.EXT.CABANG GANG KECIL.SEBUAH GANG - MALAM Revita mulai menenangkan diri, karena dia sudah merasa aman. Mr.x kembali lagi ke depan pintu masuk gang. Saat Revita mulai tenang, dari arah belakang Mr.x Membungkam mulut menggunakan saputangan dan menahan tubuhnya.Revita tidak bisa berteriak dan berusaha memberontak. REVITA (berteriak, wajah sangat takut) huumbb....hummb...aahhmm... cut to 08.INT.RUANGAN - MALAM Revita didudukkan disebuah bangku kecil dalam ruangan yang sedikit cahaya dengan tangan bertali, mata dan mulut yang tersekap. Mr.x membuka tali tangannya. Sebuah Handphone berdering. Tampil sebuah note REVITA BIRTHDAY at 00:01am Lampu menyala. Revita dengan cekatan berusaha membuka mulut dan mata yang tertutup sapu tangan. Bunyi gitar dipetik mengalunkan sebuah lagu. Revita membuka penutup matanya.

(CONTINUED)

CONTINUED:

4.

REVITA (Terkejut...) Oooh..my good..!! Ardhi memainan sebuah lagu dengan gitar. Dikelilingi oleh banyak lilin yang menyala. Beberapa menit berlalu lagu dihentikan. Ardhi mendatangi Revita dan mendekapnya dengan kedamaian. Dengan expresi antara marah dan terharu, Revita memberikan pukulan-pukulan kecil ke dada Ardhi. Setelah Revita tenang dalam pelukan. Ardhi melepas pelukan dan berlutut. Mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin. ARDHI Will you merry with me ? Revita tersipu malu, diambilnya cincin itu. Ardhi berdiri. Revita memeluk dan mendekap erat tubuh Ardhi. Tampak sebuah bayangan mereka yang sedang melakukan ciuman. Kaki Revita terangkat dua-duanya. FADE OUT